cover
Contact Name
Muhammad Syafar
Contact Email
m.syafar@uinbanten.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
alqolam.journal@uinbanten.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota serang,
Banten
INDONESIA
ALQALAM
ISSN : 14103222     EISSN : 2620598X     DOI : -
ALQALAM (e-ISSN: 2620-598X; p-ISSN: 1410-3222) is a journal published by the Center for Research and Community Service of UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten-INDONESIA. ALQALAM is an academic journal published twice a year (every six months). ALQALAM had been accreditated by Ministry of Education and Culture No. 80/DIKTI/Kep./2012, 13 Desember 2012. This journal focuses on specific themes of Islamic Studies.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue " Vol 25 No 3 (2008): September - December 2008" : 8 Documents clear
DIMENSI ONTOLOGIS MAGI ORANG BANTEN Ulumi, Helmy Faizi Bahrul
ALQALAM Vol 25 No 3 (2008): September - December 2008
Publisher : Center for Research and Community Service of UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten-Serang City-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1299.352 KB) | DOI: 10.32678/alqalam.v25i3.1688

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk menyelidiki ontologi yang terkandung dalam magi Orang Banten. Dengan menggunakan teori ontologi Anton Bakker, pengungkapan ontologi yang terkandung di dalam magi Orang Banten dibatasi pada tujuh masalah, yaitu (1) prinsip pertama, (2) keesaan dan keanekaan pengada, (3) ciri homogal transendental pengada, (4) permanensi dan kebaharuan pengada, (5) kejasmanian dan kerohanian pengada, (6) norma ontologis transendental yang berlaku dalam pengada, dan (7) struktur manusia.Dimensi ontologis yang terceermin dalam magi Orang Banten adalah sebagai berikut. Prinsip pertama ontologi dalam magi Orang Banten bersifat theosentris. Tuhan adalah prinsip pertama yang mendasari seluruh ontologi. Ontologi dalam magi Orang Banten menerima prinsip azali yang banyak, tetapi ada satu yang dianggap paling utama dan memberi makna, yakni Tuhan (Pluralisme Metafisika Sentris). Ciri homogal transendental yang dimiliki pengada adalah bahwa segala pengada adalah ciptaan; gerak dan wujudnya berada di bawah kendali Tuhan. Gerak segala pengada itu permanen, ditentukan dan bertujuan. Sifat gerak segala pengada adalah statis-teleologis-deterministik. Kesemestaan pengada yang plural itu terdiri dari pengada jasmani, pengada rohani dan pengada jasmani-rohani. Norma ontologis transendental yang berlaku untuk semua pengada adalah determinisme. Struktur fundamental manusia adalah ciptaan Tuhan yang berdimensi jasmani dan rohani ketika hidup di dunia dan berdimensi rohani ketika jasmani sudah mati dan berada di alam akherat.
AGAMA, ETNISITAS DAN RADIKALISME Wahid, Masykur
ALQALAM Vol 25 No 3 (2008): September - December 2008
Publisher : Center for Research and Community Service of UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten-Serang City-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1335.966 KB) | DOI: 10.32678/alqalam.v25i3.1692

Abstract

Tradisi radikalisme lahir dari gejolak pemberontakan yang ditujukan kepada penguasa (politik) atau kelompok berkuasa (ekonomi) untuk cita-cita atau harapan terciptanya keadilan. Atas dasar ideologi gerakan, radikalisasi sosial "Wong Sala" setidaknya terbagi menjadi dua, yaitu pertama, kelompok kiri yang digerakkan oleh masyarakat buruh atau kelompok yang menginginkan adanya keadilan ekonomi. Kedua, kelompok kanan yang dilandasi dengan semangat agama (Islam) melawan hegemoni negara. Kelompok kedua ini muncul akibat kebijakan pemerintah yang diskriminatif terhadap kelompok-kelompok Islam.Masyarakat Kota Sala adalah prototipe masyarakat Indonesia yang plural baik etnis, agama maupun budaya. Beberapa tradisi berkembang di kota ini dengan latar belakang agama: Islam, Kristen, Hindu, Budha, Konghuchu. Dua komunitas yang dominan,yaitu Islam dan Kristen. Etnisitas Kota Sala terdiri dari Jawa (Sala dan pendatang), Tionghoa (China), Minang, Sunda, dan lain-lain. Sala dikenal sebagai salah satu 'ibu kota' kebudayaan Jawa, pusat berkembangnya tradisi Jawa. Meskipun demikian, sebagai kota penting sejak periode Jawa kuno, Kota Sala menyedot banyak pedagang untuk mengembangkan bisnis dan investasi, di antanya komunitas etnis Tionghoa yang mendominasi perdagangan di Kota Sala. Etnis ini menjadi sasaran kerusuhan Mei 1998.Radikalisasi sosial muncul akibat ketimpangan sosial dambaan masyarakat lapis bawah atas munculnya 'ratu adil' menciptakan kelompok sosial yang kritis dan cenderung melawan kekuasaan. Mereka pada awalnya membentuk kekuatan melawan hegemoni kelompok feodal yang berkolaborasi dengan pemerintah kolonial, tidak didasari dengan elemen nasionalisme tetapi ketidakpuasan atas berbagai kebijakan yang menyudutkan posisi masyarakat. Karena itu, pluralitas masyarakat Kota Sala perlu dilihat sebagai bagian dari proses natural yang harus dijaga keseimbangannya. Eksistensi penguasaha Cina, Muslim dan masyarakat berbeda agama dan keyakinan baik Muslim, Kristen, abangan menunjukkan fenomena masyarakat yang terbentuk selama ratusan tahun. Kondisi ini menjadi tantangan bagi bangsa Indonesia ke depan, misalnya bagaimana pendidikan Islam mulai memperkenalkan kehidupan yang toleran.
THE BACKGROUND TO THE EMERGENCE OF JAWARA ± IN THE EARLY NINETEENTH CENTURY BANTEN Pribadi, Yanwar
ALQALAM Vol 25 No 3 (2008): September - December 2008
Publisher : Center for Research and Community Service of UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten-Serang City-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (946.871 KB) | DOI: 10.32678/alqalam.v25i3.1691

Abstract

Sebagai salah satu elemen paling penting dalam masyarakat Banten yang sering diidentikkan sebagai masyarakat yang relijius, kehadiran jawara-dan kiyai-dalam dinamika kehidupan sehari-hari yang meliputi aspek politik, sosial, ekonomi, dan budaya tidak bisa diabaikan begitu saja. Peran penting mereka tidak hanya terlihat dalam peranannya pada hampir semua perlawanan terhadap pemerintah kolonial Belanda, namun juga dalam kehidupan politik dan ekonomi pada masa kemerdekaan (Orde Lama dan Orde Baru).Namun, hingga kini, kapan kemunculan jawara sebagai sebuah kelompok sosial masih menjadi pertanyaan besar. Penulis dalam artikel ini tidak memunculkan waktu yang tepat kapan munculnya jawara, namun penulis berusaha untuk menganalisis latar belakang kemunculan jawara yang diperkirakan tidak lebih lama dari awal abad kesembilan belas.Kata Kunci: Jawara, Banten, pemerintah kolonial Belanda
GERRIT BOS' EDITION OF QUSTA IBN LUQA'S AR-RISALA WITHIN THE CONTEXT OF THE WESTERN SCHOLARSHIP Humaeni, Ayatullah
ALQALAM Vol 25 No 3 (2008): September - December 2008
Publisher : Center for Research and Community Service of UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten-Serang City-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1872.504 KB) | DOI: 10.32678/alqalam.v25i3.1695

Abstract

Artikel ini membahas tentang edisi kritik Gerrit Bos’ alas karya Qusta Ibn Luqa's Risala ila al-hasan b. Mahlad fi-tadbir safar al-hajj. Salah satu karya Gerrit Bos yang berkaitan dengan manuskrip Arab klasik yang diterbitkan oleh E.J. Brill pada tahun 1992. Sebagaimana tertera dalam judul manuskrip tersebut, karya ini membahas tentang pengetahuan yang berkaitan dengan masalah-masalah yang dihadapi oleh para jemaah haji pada abad pertengahan. Risalah ini merupakan suatu bimbingan kesehatan yang bagus, simpel dan ringkas yang ditujukan untuk para jemaah haji, yang kurang pengetahuan akan medis. Risalah ini mengandung informasi dasar mengenai aturan atau tatacara terbaik untuk menjaga kesehatan seseorang dan juga membahas berbagai kemunkinan penyakit yang akan dihadapi oleh para jama'ah disertai dengan cara perawatan dan pengobatannya.Artikel ini juga membahas tentang tradisi keilmuan Barat dalam mengedit dan menganotasi manuskrip-manuskrip Arab klasik. Disamping itu, artikel ini juga mencoba menjelaskan bagaimana Gerrit Bos mengedit dan menganotasi text Arab klasik yang disesuaikan dengan keilmuan Barat modern sehingga dia mampu menghasilkan sebuah edisi kritik yang reliable. Untuk keperluan itu, saya merujuk beberapa sumber yang relevan dalam menulis artikel ini, seperti Rosenthal's Technique, Witkam's Establishing Stemma, Vrolijk's Bringing a Laugh, GAL, GAS, El2, dan beberapa Jurnal.Tradisi mengedit dan menganotasi manuskrip-manuskrip Arab Klasik telah menjadi fokus kajian para sarjana Barat selama beberapa abad. Karya-karya Gerrit Bos (sejak 1992), Hans Daiber (sejak 1976), Frank Griffel (sejak 2000), Recha Allgaier, Martina Hussein , and Jessica Kley (in progress) adalah contoh konkrit yang membuktikan bahwa tradisi ini masih berlanjut sampai sekarang. Edisi kritik karya Gerrit Bos menjadi contoh nyata dari kompetensi sarjana­sarjana Barat dalam megedit, menterjemahkan dan menganotasi manuskrip­manuskrip Arab klasik secara scientific.Kata Kunci: Gerrit Bos, Qusta Ibn Luqa's risala, Arabic manuscript
PRASANGKA JAWARA TERHADAP ULAMA DAN UMARO DI BANTEN SELATAN Karomani, Karomani
ALQALAM Vol 25 No 3 (2008): September - December 2008
Publisher : Center for Research and Community Service of UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten-Serang City-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (838.445 KB) | DOI: 10.32678/alqalam.v25i3.1690

Abstract

Di Menes Banten Selatan, Jawara, ulama dan umaro merupakan elite lokal yang memiliki pengaruh dan peran penting dalam masyarakat. Ulama memiliki pengaruh kuat dalam bidang keagamaan, jawara memiliki pengaruh kuat dalam bidang adat seni dan budaya dan umaro memiliki pengaruh kuat dalam jaringan kekuasaan pemerintahan. Tiga kekuatan ini menjadi suatu konfigurasi kepemimpinan yang satu sama lain saling menunjang. Meskipun demikian diantara ketiga elite ini acapkali terjadi hubungan yang kurang harmonis.Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif terhadap elite jawara, ulama dan umaro. Data diperoleh dari informan yang berperan sebagai sosok jawara, ulama dan umaro di kecamatan Menes dengan mengunakan wawancara mendalam, pengamatan terlibat dan studi dokumentasi. Analiszs data menggunakan pola metode kualitatif.Hasil penelitian menunjukkan bahwa jawara dalam komunitas ulama tidak berprasangka terhadap perilaku ulama, sementara jawara di luar komimitas ulama berprasangka. Jawara berprasangka terhadap prilaku umaro. Unsur budaya, stereotip dan pengalaman hidup jawara memperkaya bentuk prasangka terhadap ulama dan umaro.Kata Kunci: Prasangka, elit lokal, jawara, ulama, umaro
PEMBANGUNAN SENJATA NUKLIR ISRAEL Burdah, Ibnu
ALQALAM Vol 25 No 3 (2008): September - December 2008
Publisher : Center for Research and Community Service of UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten-Serang City-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1321.122 KB) | DOI: 10.32678/alqalam.v25i3.1694

Abstract

Destruksi yang ditimbulkan senjata nuklir sudah tidak acceptable lagi baik bagi nilai maupun survival manusia dan peradaban. Pertanyaannya, mengapa Negara Israel mengambil opsi senjata nuklir bukan persenjataan konvensional terutama untuk menghadapi negara-negara sekitarnya yang mayoritas Arab Muslim. Lebih dari itu, berbagai tantangan yang harus dihadapi dalam proses pembangunan nuklir sangat besar. Artikel ini bertujuan untuk memberikan penjelasan terhadap opsi pembangunan persenjataan dengan destrnksi massif itu.Pengumpulan data tulisan ini dilakukan melalui penelusuran terhadap sumber-sumber tertulis baik buku, dokumen, artikel, dan sebagainya. Data yang terkumpul untuk membangun jakta sesungguhnya terbatas mengingat keterbatasan studi itu di tanah air, akan tetapi data tersebut dipandang relatif memadai untuk memberikan penjelasan sebagai tugas utama tulisan ini. Data yang terkumpul dianalisis secara kualitatif melalui tiga proses yang dilakukan secara terus menerus dan bersamaan sejak awal pengumpulan data hingga pengambilan kesimpulan. Tiga proses itu adalah penyusunan (arrangement), pengambilan kesimpulan (conclusion), dan verifikasi (verification).Hasil penelitian ini adalah: 1. Kondisi obyektif dan dinamis Israel yang berada di tengah-tengah negara ''musuh" dan berbagai tujuan strategis Negara itu menjadifaktor penjelas dari opsi nuklir. Tujuan strategis yang dimaksud adalah militer, ekonomi, politik, dan citra negara Israel. 2. Israel berhasil melakukan pembangunan senjata nuklir dengan strategi gradual mulai "rahasia" hingga deklarasi implisit atas statusnya sebagai negara berkapasitas nuklir.Kata Kunci: senjata nuklir, Israel, Timur Tengah
JAWARA DAN BUDAYA KEKERASAN PADA MASYARAKAT BANTEN Karomah, Atu
ALQALAM Vol 25 No 3 (2008): September - December 2008
Publisher : Center for Research and Community Service of UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten-Serang City-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1339.858 KB) | DOI: 10.32678/alqalam.v25i3.1689

Abstract

]awara merupakan salah satu dari entitas dari masyarakat Banten yang cukup terkenal Ia dikenal bukan saja karena pengaruh kharismanya yang melewati batas-batas geografis, tetapi juga budaya kekerasan yang melekat padanya. Sehingga ia dikenal sebagai subculture of violence dalam masyarakat Banten. Sebagai subkultur kekerasan, jawara memiliki motif-motif tertentu dalam melakukan kekerasan. Mereka pun mengembangkan gaya bahasa atau tutur kata yang khas, yang terkesan sangat kasar (sompra) dan penampilan diri yang berbeda dari mayoritas masyarakat, seperti berpakaian hitam dan memakai senjata golok.Kekerasan yang dilakukan jawara pada umumnya dimaknai oleh yang bersangkutan sebagai upaya pembelaan terhadap orangyang dipandang melakukan pelecehan harga diri yang menyebabkan yang bersangkutan merasa malu. Pelecehan terhadap harga diri dinterpretasikan oleh kalangan jawara sebagai pelecehan terhadap kapasitas dan kapabilitas diri dan ini sangat terkait dengan peran dan status sosial di masyarakat. Karena itu pelecehan terhadap harga diri dipahami sebagai pelecehan terhadap peran dan statusnya di masyarakat.Batasan tentang pelecehan harga diri itu memang tidak tegas karena itu sering dinterpretasikan secara suryektif oleh pelakunya. Sehingga yang menyebabkan kasus pelecehan harga diri itu berbagai macam seperti tuduhan pencurian, gangguan terhadap istri atau pacar, balas dendam atau kekalahan dalam politik desa atau persaingan bisnis. Dalam konteks ini kekerasan yang dilakukan jawara memang sangat terkait denngan "konstruksi maskulinitas" dalam budaya masyarakat.Kekerasan yang dilakukan jawara selain sebagai sarana untuk mempertahankan harga diri, kekerasan juga dipandang sebagai alat untuk meraih posisi atau status sosial lebih tinggi sebagai seorang jawara yang disegani dalam lingkungan komunitas mereka. Sehingga mereka biasa menjadi pimpinan jawara (bapak buah) denga memiliki sejumlah pengikut (anak buah). Bahkan dengan posisi dan status sosial ini mereka pula dapat meraih kedudukan formal dalam lingkuugan institusi formal seperti menjadi jaro, kepala desa, bahkan untuk menjadi bupati atau wali kota.Kata Kunci: Jawara, Budaya Kekerasan, Banten
DIALEKTIKA, LOGIKA, METAFISIKA, METODE ILMIAH, DAN IJTIHAD DALAM TRADISI SKOLASTIK ISLAM MAWARDI, UDI MUFRODI
ALQALAM Vol 25 No 3 (2008): September - December 2008
Publisher : Center for Research and Community Service of UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten-Serang City-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1851.421 KB) | DOI: 10.32678/alqalam.v25i3.1693

Abstract

Pengetahuan diperoleh lewat metode, yakni suatu prosedur atau cara mengetahui sesuatu dan mempunyai langkah-langkah yang sistimatis. Metode banyak modelnya, diantaranya 1) dialetika, yaitu suatu metode tanya jawab untuk mencapai kejernihan filsafat. 2) logika, yaitu suatu alat untuk memperoleh pengetahuan yang benar melalui cara ketja pikiran yang terarah. 3) metafisika, suatu metode untuk mencapai pengetahuan tentang hal-hal yang bersifat supranatural, ontologis, kosmologis, dan antropologis. atau psikologis. 4) ilmiah, suatu mctode yang di dalamnya mencoba menggabungkan cara berfikir deduktif dan cara berfikir induktif dalam membangun tubuh pengetahuannya. 5) ijtihad, suatu medtode untuk mencapai pengertian-pengertian, konklusi-konklusi, dan teori-teori dengan cara memadukan keempat macam metodologi yaitu dialektika, logika, metefisika, dan ilmiah. Pengetahuan yang diperolehnya berupa ilmu, teori, akidah, filsafat, dan atau hukum. Dalam tulisan ini berusaha menjelaskan kelima paradigma metodelogi, di atas.Kata Kunci: Dialektika, Logika, Metafisika, Metode Ilmiah, dan Ijtihad

Page 1 of 1 | Total Record : 8


Filter by Year

2008 2008


Filter By Issues
All Issue Vol 35 No 2 (2018): July - December 2018 Vol 35 No 1 (2018): January - June 2018 Vol 34 No 2 (2017): July - December 2017 Vol 34 No 1 (2017): January - June 2017 Vol 33 No 2 (2016): July - December 2016 Vol 33 No 1 (2016): January - June 2016 Vol 32 No 2 (2015): July - December 2015 Vol 32 No 1 (2015): January - June 2015 Vol 31 No 2 (2014): July - December 2014 Vol 31 No 1 (2014): January - June 2014 Vol 30 No 3 (2013): September - December 2013 Vol 30 No 2 (2013): May - August 2013 Vol 30 No 1 (2013): January - April 2013 Vol 29 No 3 (2012): September - December 2012 Vol 29 No 2 (2012): May - August 2012 Vol 29 No 1 (2012): January - April 2012 Vol 28 No 3 (2011): September-December 2011 Vol 28 No 2 (2011): May - August 2011 Vol 28 No 1 (2011): January - April 2011 Vol 27 No 3 (2010): September - December 2010 Vol 27 No 2 (2010): May - August 2010 Vol 27 No 1 (2010): January - April 2010 Vol 26 No 3 (2009): September - December 2009 Vol 26 No 2 (2009): May - August 2009 Vol 26 No 1 (2009): January - April 2009 Vol 25 No 3 (2008): September - December 2008 Vol 25 No 2 (2008): May - August 2008 Vol 25 No 1 (2008): January - April 2008 Vol 24 No 3 (2007): September - December 2007 Vol 24 No 2 (2007): May - August 2007 Vol 24 No 1 (2007): January - April 2007 Vol 23 No 3 (2006): September - Desember 2006 Vol 23 No 2 (2006): May - August 2006 Vol 23 No 1 (2006): January - April 2006 Vol 22 No 3 (2005): September - December 2005 Vol 22 No 2 (2005): May - August 2005 Vol 22 No 1 (2005): January - April 2005 Vol 21 No 102 (2004): September - December 2004 Vol 21 No 101 (2004): May - August 2004 Vol 21 No 100 (2004): January - April 2004 Vol 20 No 98-99 (2003): July - December 2003 Vol 20 No 97 (2003): April - June 2003 Vol 20 No 96 (2003): January - March 2003 Vol 19 No 95 (2002): October - December 2002 Vol 19 No 94 (2002): July - September 2002 Vol 19 No 93 (2002): April - June 2002 Vol 19 No 92 (2002): January - March 2002 Vol 18 No 90-91 (2001): July - December 2001 Vol 18 No 88-89 (2001): January - June 2001 Vol 17 No 87 (2000): Oktober - December 2000 Vol 17 No 86 (2000): July - September 2000 Vol 17 No 85 (2000): April - June 2000 Vol 14 No 74 (1998): September - October 1998 Vol 13 No 72 (1998): May - June 1998 Vol 13 No 68 (1997): November - Desember 1997 Vol 13 No 67 (1997): September - Oktober 1997 Vol 13 No 66 (1997): Juli - Agustus 1997 Vol 11 No 63 (1997): Maret - April 1997 Vol 11 No 62 (1996): September - Oktober 1996 Vol 11 No 59 (1996): Maret - April 1996 Vol 11 No 58 (1996): Januari - Februari 1996 Vol 10 No 56 (1995): September - October 1995 Vol 10 No 55 (1995): July - August 1995 Vol 10 No 54 (1995): May - June 1995 Vol 10 No 53 (1995): March - April 1995 Vol 10 No 52 (1995): January - February 1995 Vol 10 No 51 (1994): November - Desember 1994 Vol 10 No 51 (1994): November - December 1994 Vol 10 No 50 (1994): September - October 1994 Vol 4 No 15 (1988): September - October 1988 More Issue