cover
Contact Name
Muhammad Syafar
Contact Email
m.syafar@uinbanten.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
alqolam.journal@uinbanten.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota serang,
Banten
INDONESIA
ALQALAM
ISSN : 14103222     EISSN : 2620598X     DOI : -
ALQALAM (e-ISSN: 2620-598X; p-ISSN: 1410-3222) is a journal published by the Center for Research and Community Service of UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten-INDONESIA. ALQALAM is an academic journal published twice a year (every six months). ALQALAM had been accreditated by Ministry of Education and Culture No. 80/DIKTI/Kep./2012, 13 Desember 2012. This journal focuses on specific themes of Islamic Studies.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue " Vol 24 No 2 (2007): May - August 2007" : 8 Documents clear
AL-QADIR'S ROLE IN THE SUNNITE RESTORATION THOLIB, UDJANG
ALQALAM Vol 24 No 2 (2007): May - August 2007
Publisher : Center for Research and Community Service of UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten-Serang City-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (792.623 KB) | DOI: 10.32678/alqalam.v24i2.1637

Abstract

During al-Qadir's reign, the political power was in the hands of the the Buwayhid's amir al-umara', Baha' al-Dawla. The latter was the strong supporter of the Shi'ites who flourished during this time. Realizing that he only held the religious power and wishing to be a champion of the Sunnites, the caliph embarked on a famous endeavor which can be called as the Sunnite Restoration. With this he tried to counter the increasing ascendancy of the Shi'ites and existing influence of the Mu'tazilites and Ash'arites. He took  up  a  leadership  of  politico-religious  party   against   the   Shi'ite, Mu'tazilite and Ash'arite movements. In addition, he issued the Risala al­ Qadiriyya (Al-Qadir's Epistle), containing the Sunnite creed based on the ideas of the Hanbalite scholars. The main issues he dealt in the Risala al­ Qadiriyya were the unity and absolute power of Allah, the uncreatedness of the Kalam (Word of Allah), Allah's real attributes and the acknowledgement of the excellence of the Khulafaur Rashidin according to the chronological enumeration. Finally, the Muslims should not discredit the companions of the Prophets.
CIVIL SOCIETY Masduki, Masduki
ALQALAM Vol 24 No 2 (2007): May - August 2007
Publisher : Center for Research and Community Service of UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten-Serang City-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (956.187 KB) | DOI: 10.32678/alqalam.v24i2.1631

Abstract

Civil society, dipadankan dalam bahasa Indonesia dengan "masyarakat sipil", "masyarakat kewargaan", "masyarakat madani", adalah suatu istilah yang pada mulanya berasal dan Barat kemudian masuk ke negeri-negeri yang sedang giat melakukan demokratisasi, termasuk Indonesia. Dewasa ini telah menjadi agenda penting yang sering dibicarakan banyak pemikir sebagai wacana dan praktik politik kontemporer.Sebagai salah satu ajaran yang mempunyai misi mengubah tatanan sosial masyarakat, Islam memiliki konsep tentang masyarakat ideal dan karenanya Islam juga berkepentingan untuk mengubah masyarakat menuju cita-cita idealnya. Sudah banyak pembahasan di kalangan pemikir, cendikiawan, dan pengamat politik muslim tentang kesesuaian (compatibility) ajaran-ajaran Islam dengan civil society. Pada intinya disepakati bahwa Islam menodorong penciptaan masyarakat madani. Nabi Muhammad sendiri bahkan telah mencontohkan secara aktual bagaimana perwujudan civil society itu, yaitu ketika Nabi mendirikan dan memimpin negara-kota Madinah. Kenyataan ini terlihat bukan hanya dalam Piagam Madinah, juga dari pergantian nama kota Yatsrib menjadi Madinah,yang tentu saja satu akar kata dengan istilah "madani" itu sendiri.
THE MUSLIM SCHOLARS' ATTITUDE TOWARDS THE 'FRUIT' OF HELLENISM Ali, Mufti
ALQALAM Vol 24 No 2 (2007): May - August 2007
Publisher : Center for Research and Community Service of UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten-Serang City-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1274.781 KB) | DOI: 10.32678/alqalam.v24i2.1636

Abstract

Kontak kebudayaan Peradaban Yunani dengan kebudayaan lain telah melahirkan tradisi intelektual yang sering diidentiftkasi dengan tradisi Hellenisme. Dikenal dengan daya tariknya, tradisi Hellenisme ini telah 'menggoda' banyak tokoh sarjana Muslim untuk menterjemahkan, meringkas dan memberikan komentar terhadap warisan intelektual Yunani. Kegiatan intelektual Muslim ini melahirkan apa yang disebut oleh N urcholish Madjid (1997:24) dengan 'buah' Hellenisme, neo-platonisme (falsafa), neo-skolastisisme (kalam), dan  neo­ a·ristotelia nisme (mantiq).Di samping banyak yang 'terpukau' dengan, dan mengadopsi produk hellenisme ini, tidak sedikit yang menolak, mengecam dan mengkritik produk tersebut. Sejarah menyaksikan banyaknya literatur yang terinspirasi oleh, dan mengecam, produk hellenisme ini.Penulis dalam makalah ini memberikan ulasan historis terhadap sejumlah literatur yang menggambarkan sikap resisten dan kritis terhadap falsafah, mantiq dan kalam, tiga produk intelektual hellenisme. Kajian ini menjelaskan bahwa oposisi Muslim terhadap tradisi Hellenistik ini begitu gencar dan agresif sehingga di setiap period sejarah dapat ditemukan literatur yang ditulis untuk mengecamnya.
ISLAM, EKONOMI KEBANGSAAN, DAN KAPITALISME GLOBAL DALAM WACANA REFORMA AGRARIA EL-SAHA, M. ISHOM
ALQALAM Vol 24 No 2 (2007): May - August 2007
Publisher : Center for Research and Community Service of UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten-Serang City-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1389.751 KB) | DOI: 10.32678/alqalam.v24i2.1630

Abstract

Banyak kalangan menghendaki agar dilakukan reforma agraria. Pertimbangannya, ada dua hal pokok yang harus dipikirkan saat ini, yakni bagaimana UUPA ini dapat mendorong industrialisasi, namun tetap menjaga kepentingan masyarakat banyak, golongan lemah, serta menghormati hak-hak masyarakat lokal (daerah); serta kepentingan untuk menarik modal asing.Di balik alasan dan pertimbangan itu sebetulnya ada kepentingan­kepentingan tersendiri. Diantaranya kelompok liberalis yang mengusung kepentingan kapitalisme global, kelompok nasionalis yang tetap menempatkan ekonomi kebangsaan dalam isu reforma agraria, dan kelompok sosialis yang sering mengusung jargon "tanah untuk rakyat.”Tarik ulur kepentingan antar kelompok ini tentu akan berpengaruh terhadap pembentukan persepsi masyarakat tentang isu reformasi tanah itu sendiri. Meski belum tentu masyarakat menyadari bahwa di balik isu itu terdapat kepentingan-kepentingan tertentu. Atas dasar itulah, mengingat masyarakat Indonesia merupakan penganut Islam terbesar, mereka perlu juga mengetahui nilai­ nilai Islam yang mengatur masalah pertanahan, sebagai dasar perbandingan dengan ideologi lainnya.Untuk menghasilkan rumusan rasional seputar wacana rejorma agraria dalam pendekatan Islam, ekonomi kebangsaan, dan kapitalisme global, maka metode analisis yang diterapkan adalah metode komperatif dengan cara berpikir induktif. Locus utamanya adalah UUPA tahun 1960 yang diurai dalam tiga pendekatan tersebut. Hasil konklusinya, walaupun UUPA sebetulnya telah mengatur secara apik masalah reformasi agraria, namun perlu dilakukan uji ulang, terutama menyangkut peran pemerintah sebagai regulator, demi kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat Indonesia.
KONTRIBUSI DIALEK QURAISY DAN DIALEK TAMIM TERHADAP BAHASA ARAB FUSHHA MU'IZZUDDIN, MOCHAMMAD
ALQALAM Vol 24 No 2 (2007): May - August 2007
Publisher : Center for Research and Community Service of UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten-Serang City-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1150.304 KB) | DOI: 10.32678/alqalam.v24i2.1635

Abstract

Kelahiran bahasa Arab fushha di jazirah Arab tidak tidak bisa dilepaskan dari dialek-dialek yang telah berkembang semenjak pada masa pra-Islam (masa jahili). Diantara dialek yang dianggap ikut andil besar terciptanya bahasa Arab  Fushha, menurut  beberapa linguis Arab  dalam kajian dialek-dialek  bangsa Arab, adalah dialek Quraisy dan dialek Tamim.Tulisan ini berusaha untuk mengungkap kontribusi dialek Quraisy dan dialek Tamim terhadap kelahiran dan perkembangan bahasa Arab fushha. Selain akan dibahas tentang perbedaan kedua dialek tersebut dalam memberikan kontribusi terhadap kelahiran bahasa Arab fushha, tulisan ini juga mengekplorasi faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya perbedaan tersebut.Dialek Quraisy yang berasal dari kabilah Quraisy yang menduduki kota Mekah dan telah mendapatkan tempat yang utama di antara dialek-dialek Arab Utara, merupakan kontributor utama kelahiran bahasa Arab Fushha melalui bahasa al-naqsy dan sastra jahili. Sedangkan dialek Tamim yang berasal dari kabilah Bani Tamim yang dinisbatkan kepada Tamim bin Mur bin Adbin Tharikhah bin Ilyas bin Mudlar bin Nazar bin Ma'ad bin Adnan memberikan kontribusi melalui bentuk suara (fononologi), bentuk kata, dan bentuk kalimat.Pada umumnya, para linguis sepakat bahwa dialek Quraisy memberikan kontribusi lebih besar dari pada dialek Tamim dalam pembentukan Arab fushha. Hal itu disebabkan oleh beberapa keunggulan yang dimiliki kabilah Quraisy, yakni: kekuasaan agama, kekuatan perekonomian, kekuatan politik, dan kekuatan bahasa.
HADIS DAN ORIENTALISME SALIM, IRFAN
ALQALAM Vol 24 No 2 (2007): May - August 2007
Publisher : Center for Research and Community Service of UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten-Serang City-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1636.381 KB) | DOI: 10.32678/alqalam.v24i2.1634

Abstract

Makalah di bawah ini membahas studi para orientalis terhadap sejarah kodifikasi hadis dan berupaya merjelaskan bantahan-bantahan terhadap hal itu dari para sarjana muslim. Terdapat beberapa pendapat di kalangan orientalis mengenai awal mula tadwin (kodifikasi) hadis. Goldziher berpendapat, hadis mulai dikodifikasi pada akhir abad II H. Sprenger mengatakan, hadis sudah mulai dikodfjikasi sejak jaman Nabi  Muhammad.  Sedangkan  W. Muir  berpendapat bahwa Az-Zuhri· adalah orang yang pertama mengkodifikasi hadis, dan tidak mempercayai adanya kitab-kitab hadis yang ditulis sebelum pertengahan abad II H. Dari data-data yang ditemukan, tadwin dalam arti penulisan hadis secara parsial telah dimulai sejak jaman Nabi Muhammad. Penulisan hadis pada masa itu masih bersifat parsial-individual, ditulis oleh para sahabat yang memiliki kemampuan menulis dan untuk koleksi pribadi seperri al-Sahifah al-Shadiqah dan al-Shahifah al-Sahihah.  Bahkan menurut klaim   kalangan Syi'ah, hadis telah secara komprehensif dikodifikasi sejak jaman Nabi dalam Shahifah  Ali.  Sedangkan tadwin dalam arti kodifikasi secara resmi, bersifat massif dan diinisiasi oleh penguasa dimulai sejak jaman Umar ibn Abdul Aziz, kalau bukan sejak jaman Abdul Aziz ibn Manvan (w.85 H.).Tadwin dalam pengertian terakhir kemudian mengakibatkan gerakan tashnif kitab-kitab hadis sejak paruh abad kedua hijriah. Jami' Ma'mar, Sunan  al­  Awza’iy, al-Muwaththa' Malik adalah sebagian kitab hadis yang dikompilasi pada paruh pertama abad kedua H. Adapun kitab kompilasi hadis yang berasal dari pertengahan abad pertama hijriah dan manuskrip salinannya (nasakh) telah ditemukan adalah AI-Sahifah al-Sahihah. Sahifah yang berisi sekitar 140 hadis ini dikumpulkan oleh Wahab ibn Munabbih (w.131 H.) dari majelis hadis gurunya, Abu Hurairah RA. Hadis-hadis dalam al-Sahifah ini secara parsial dapat ditemukan dalam kitab-kitab hadis setelah era Wahab, dan secara komprehensif dapat ditemukan dalam Musnad Ahmad dalam bab Abu Hurairah. Dengan demikian, upaya pelestarian sunnah dari generasi ke generasi secara tertulis telah dimulai sejak jaman Nabi Muhammad, berbarengan dengan upaya pelestariannya secara lisan.
AGAMA DAN PROBLEM MAKNA HIDUP Hudaeri, Mohamad
ALQALAM Vol 24 No 2 (2007): May - August 2007
Publisher : Center for Research and Community Service of UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten-Serang City-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1121.111 KB) | DOI: 10.32678/alqalam.v24i2.1633

Abstract

Manusia tidak hanya sekedar ''hewan berpikir" (homo sapiens), ia lebih tepat didefenisikan sebagai homo spiritual (makhluk spiritual. Sebab kalau dilihat dari kecerdasan akal, ada binatang yang juga memiliki kecerdasan, tetapi tidak ada binatang yang memiliki kesadaran makna dan tujuan hidup akan yang transenden. Hanya manusia yang memiliki kesadaran akan makna hidup dan eksistensinya di dunia ini ''melampaui" batas-batas dunia fisik.Dunia ''makna" adalah dunia manusia. Manusia tidak bisa melakukan sesuatu, maupun memahami sesuatu apabila sesuatu tersebut tidak bermakna baginya. Bertindak berarti melakukan sesuatu demi suatu tujuan dan sesuatu hanya bisa menjadi tujuan apabila mempunyai arti atau bermakna. Suatu tindakan dianggap bermakna karena mencakup sesuatu yang lebih luas dan berkaitan dengan hal-hal yang eksistensial. Karena itu yang sering menjadi persoalan adalah problem makna hidup. Problem makna hidup merupakan problem eksistensial manusia, karena menyangkut tentang eksistensi kehidupannya sendiri di muka bumi ini.Bagaimana peran agama tentang problem eksisitensial manusia itu? Hati nurani merupakan tempat bersemayamnya spiritualitas manusia. Karena itu kesadaran akan makna dan tujuan hidup selalu terkait dengan spiritualitas. Spiritualitas merupakan jantungnya agama. Agama tanpa spiritualitas akan terasa kering dan hampa, karena ia hanya akan berupa ajaran-ajaran normatif dan ritual yang tidak menyentuh kedalaman kalbu manusia. Karena itu penghayatan agama yang benar adalah penghayatan yang didasarkan atas spiritualitas yang tulus dan murni bukan didasarkan alas suatu konstruks pemikiran yang sempit yang menimbulkan sikap fanatik dan ekstrim.
PENGARUH TANGGUNG JAWAB PIMPINAN DAN IKLIM DEMOKRASI TERHADAP PEMBENTUKAN ORGANISASI CERDAS DAN DAMPAKNYA TERHADAP SIKAP PROFESIONAL DOSEN Rosita, Tata
ALQALAM Vol 24 No 2 (2007): May - August 2007
Publisher : Center for Research and Community Service of UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten-Serang City-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (785.274 KB) | DOI: 10.32678/alqalam.v24i2.1632

Abstract

Tujuan pokok penelitian ini adalah untuk memperoleh bukti empirik mengenai pembentukan organisasi cerdas pada lembaga pendidikan tinggi. Paradigma baru organisasi adalah keharusan untuk menyesuaikan dengan lingkungan sehingga memerlukan perubahan melalui kepemimpinan dan demokratisasi. Lebih jauh, kita ingin melihat bagaimana pengaruh organisasi cerdas terhadap sikap profesional dosen.Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan metode survei penjelasan pada Perguruan Tinggi Swasta di D KI Jakarta. Data yang dikumpulkan terdiri dari data sekunder yaitu melalui penyebaran kuesioner. Teknik Analisis data menggunakan  Structural Equation Modelling (SEM) dengan pendekatan Path Analysis (Analisis Jalur).Berdasarkan analisis dan pembahasan hasil penelitian ini, maka dapat disimpulkan beberapa hal sebagai berikut: (1) Tanggung jawab pimpinan memiliki pengaruh yang sangat signifikan terhadap organisasi cerdas, (2) Iklim demokrasi memiliki pengaruh yang signifikan terhadap organisasi cerdas, (3) Tanggung jawab pimpinan tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap Iklim demokrasi, dan (4) Organisasi cerdas memiliki pengaruh yang signifikan terhadap sikap profesional.

Page 1 of 1 | Total Record : 8


Filter by Year

2007 2007


Filter By Issues
All Issue Vol 35 No 2 (2018): July - December 2018 Vol 35 No 1 (2018): January - June 2018 Vol 34 No 2 (2017): July - December 2017 Vol 34 No 1 (2017): January - June 2017 Vol 33 No 2 (2016): July - December 2016 Vol 33 No 1 (2016): January - June 2016 Vol 32 No 2 (2015): July - December 2015 Vol 32 No 1 (2015): January - June 2015 Vol 31 No 2 (2014): July - December 2014 Vol 31 No 1 (2014): January - June 2014 Vol 30 No 3 (2013): September - December 2013 Vol 30 No 2 (2013): May - August 2013 Vol 30 No 1 (2013): January - April 2013 Vol 29 No 3 (2012): September - December 2012 Vol 29 No 2 (2012): May - August 2012 Vol 29 No 1 (2012): January - April 2012 Vol 28 No 3 (2011): September-December 2011 Vol 28 No 2 (2011): May - August 2011 Vol 28 No 1 (2011): January - April 2011 Vol 27 No 3 (2010): September - December 2010 Vol 27 No 2 (2010): May - August 2010 Vol 27 No 1 (2010): January - April 2010 Vol 26 No 3 (2009): September - December 2009 Vol 26 No 2 (2009): May - August 2009 Vol 26 No 1 (2009): January - April 2009 Vol 25 No 3 (2008): September - December 2008 Vol 25 No 2 (2008): May - August 2008 Vol 25 No 1 (2008): January - April 2008 Vol 24 No 3 (2007): September - December 2007 Vol 24 No 2 (2007): May - August 2007 Vol 24 No 1 (2007): January - April 2007 Vol 23 No 3 (2006): September - Desember 2006 Vol 23 No 2 (2006): May - August 2006 Vol 23 No 1 (2006): January - April 2006 Vol 22 No 3 (2005): September - December 2005 Vol 22 No 2 (2005): May - August 2005 Vol 22 No 1 (2005): January - April 2005 Vol 21 No 102 (2004): September - December 2004 Vol 21 No 101 (2004): May - August 2004 Vol 21 No 100 (2004): January - April 2004 Vol 20 No 98-99 (2003): July - December 2003 Vol 20 No 97 (2003): April - June 2003 Vol 20 No 96 (2003): January - March 2003 Vol 19 No 95 (2002): October - December 2002 Vol 19 No 94 (2002): July - September 2002 Vol 19 No 93 (2002): April - June 2002 Vol 19 No 92 (2002): January - March 2002 Vol 18 No 90-91 (2001): July - December 2001 Vol 18 No 88-89 (2001): January - June 2001 Vol 17 No 87 (2000): Oktober - December 2000 Vol 17 No 86 (2000): July - September 2000 Vol 17 No 85 (2000): April - June 2000 Vol 14 No 74 (1998): September - October 1998 Vol 13 No 72 (1998): May - June 1998 Vol 13 No 68 (1997): November - Desember 1997 Vol 13 No 67 (1997): September - Oktober 1997 Vol 13 No 66 (1997): Juli - Agustus 1997 Vol 11 No 63 (1997): Maret - April 1997 Vol 11 No 62 (1996): September - Oktober 1996 Vol 11 No 59 (1996): Maret - April 1996 Vol 11 No 58 (1996): Januari - Februari 1996 Vol 10 No 56 (1995): September - October 1995 Vol 10 No 55 (1995): July - August 1995 Vol 10 No 54 (1995): May - June 1995 Vol 10 No 53 (1995): March - April 1995 Vol 10 No 52 (1995): January - February 1995 Vol 10 No 51 (1994): November - Desember 1994 Vol 10 No 51 (1994): November - December 1994 Vol 10 No 50 (1994): September - October 1994 Vol 4 No 15 (1988): September - October 1988 More Issue