cover
Contact Name
Muhammad Syafar
Contact Email
m.syafar@uinbanten.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
alqolam.journal@uinbanten.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota serang,
Banten
INDONESIA
ALQALAM
ISSN : 14103222     EISSN : 2620598X     DOI : -
ALQALAM (e-ISSN: 2620-598X; p-ISSN: 1410-3222) is a journal published by the Center for Research and Community Service of UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten-INDONESIA. ALQALAM is an academic journal published twice a year (every six months). ALQALAM had been accreditated by Ministry of Education and Culture No. 80/DIKTI/Kep./2012, 13 Desember 2012. This journal focuses on specific themes of Islamic Studies.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue " Vol 23 No 1 (2006): January - April 2006" : 7 Documents clear
PEMBELAJARAN BAHASA ARAB BERBASIS KOMPETENSI Mughni, Subhan
ALQALAM Vol 23 No 1 (2006): January - April 2006
Publisher : Center for Research and Community Service of UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten-Serang City-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1122.886 KB) | DOI: 10.32678/alqalam.v23i1.1453

Abstract

Kurikulum Berbasis Kompetensi sebagai kurikulum baru yang diharapkan dapat menjadi bagian dari solusi atas keterpurukan dunia pendidikan nasional telah mulai diimplementasikan di beberapa sekolah dan madrasah di Indonesia. Penerapan KBK ini menuntut terjadinya perubahan mendasar dalam proses pembelajaran yang berlangsung di kelas. Perubahan model pembelajaran, dari yang semula berpusat pada guru (teacher centered) menjadi berpusat pada siswa (student centered), dari pembelajaran yang berbasis content (materi pelajaran) menjadi pembelajaran yang berbasis kompetensi. Demikian juga halnya dalam pembelajaran bahasa Arab di madrasah aliyah, perubahan tersebut setidaknya nampak dalam perilaku mengajar guru yang meliputi langkah-langkah persiapan mengajar, pelaksanaan kegiatan pembelajaran, dan pelaksanaan evaluasi pembelajaran.Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran mengenai pembelajaran bahasa Arab di Madrasah Aliyah Negeri kota Bogor. Pelaksanaan pembelajaran yang diteliti tersebut meliputi tahapan persiapan, penggunaan metode dan media pembelajaran, serta evaluasi pembelajaran yang dilakukan oleh guru bahasa Arab.Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dan menggunakan metode deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan wawancara mendalam dengan pihak-pihak yang terkait dengan penerapan kurikulum baru yang terdiri atas kepala madrasah, siswa, dan guru-guru bahasa arab di dua buah Madrasah Aliyah Negeri yang berada di kota Bogor. Kedua Madrasah tersebut secara resmi telah menerapkan kurikulum baru yang biasa disebut dengan kurikulum Berbasi Kompetensi mulai tahun ajaran 2004-20005.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran bahasa Arab di MAN kota Bogor yang telah mulai menerapkan Kurikulum Berbasis Kompetensi untuk siswa kelas satu tahun ajaran 2004-2005 belum sepenuhnya menjalankan pembelajaran berbasis kompetensi; guru bahasa Arab di MAN kota Bogor tidak membuat rencana pelajaran sebagai bagian dari persiapan mengajar; guru bahasa Arab menggunakan beragam metode dalam proses pembelajaran, yang dilaksanakannya; guru bahasa Arab belum maksimal memanfaatkan media pembelajaran sebagai alat bantu pengajaran; dan guru bahasa Arab secara teratur melakukan evaluasi pembelajaran bahasa Arab.
HADITS MUKHTALIF DAN SOLUSI APLIKASINYA Sohari, Sohari
ALQALAM Vol 23 No 1 (2006): January - April 2006
Publisher : Center for Research and Community Service of UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten-Serang City-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1734.563 KB) | DOI: 10.32678/alqalam.v23i1.1452

Abstract

Hadits Nabi, yang menetapkan sumber hukum yang kedua seteh al­Qur'an ternyata di dalamnya terdapat kontradiksi, baik dari segi periwayatannya, sanadnya maupun dalam kualitasnya. Dari segi sanadnya terdapat perdebatan tentang adanya perawi dusta yang berakibat kepada adanya penolakan terhadap eksistensi hadits yang diriwayatkan. Hadits yang diriwayatkan oleh sejumlah besar perawi ditinjau dari segi kualitasnya bisa dijadikan dasar hukum, karena hadits tersebut tergolong mutawattir. Demikian juga terhadap hadits yang berkualitas Shahih dan Hasan nampaknya dapat diterima (maqbul) atau ma'muulun bih (bisa diamalkan). Di samping itu ada juga hadits maqbul yang tidak bisa diamalkan (maqbul ghairu ma'muulin bih).Adapun hadits maqbul yang ma'mulun bih (yang dapat diamalkan) ialah hadits muhkam, hadits mukhtalif, hadits rajih dan hadits nasikh. Dalam pembahasan ini penulis hanya akan menyoroti hadits mukhtalif, yaitu hadits maqbul yang saling berlawanan atau bertentangan maksudnya secara lahir. Dalam menyikapi, masalah hadits mukhtalif para ulama berbeda pendapat, antara lain ada yang membolehkan untuk mengamalkan salah satu dari kedua hadits mukhtalif, dan ada pula yang membolehkan untuk mengamalkan kedua hadits yang berlawanan. Salah satu contoh hadits mukhtalif adalah: Bahwa dalam masalah penyakit Nabi. mengungkapkan dua hadits (berlawanan) di satu sisi beliau mengungkapkan bahwa ''Penyakit itu tidak ada yang menular': namun di sisi lain beliau juga mengungkapkan bahwa kita harus menyingkir (menjauh) dari orang yang kena penyakit kusta.
POLIGAMI DALAM AGAMA SAMAWI Mansur, Syafi'in
ALQALAM Vol 23 No 1 (2006): January - April 2006
Publisher : Center for Research and Community Service of UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten-Serang City-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1435.248 KB) | DOI: 10.32678/alqalam.v23i1.1451

Abstract

Poligami dari zaman ke zaman sudah dipraktekkan oleh para Nabi dan Rasul yang diutus Allah pada setiap umat manusia. Bahkan para sahabat dan pengikut Nabi melakukan hal itu, para raja dan umat manusia yang ada di belahan dunia ini, sejak anak cucu Adam mendiami bumi hingga kini.
'AWRAT Hudaeri, Mohamad
ALQALAM Vol 23 No 1 (2006): January - April 2006
Publisher : Center for Research and Community Service of UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten-Serang City-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1584.973 KB) | DOI: 10.32678/alqalam.v23i1.1450

Abstract

Meskipun kata-kata 'awrat begitu akrab di telinga kita, tetapi pengetahuan mengenai definisi dan batasannya sering tidak jelas. hal ini disebabkan oleh pemaknaan kata 'awrat yang tidak hanya dimaknai sebagai bagian-bagain tubuh manusia yang harus ditutup tetapi juga terkait dengan relasi kuasa antara laki-laki dan perempuan. Keharusan untuk menutup bagian-bagian tubuh terlentu bermakna juga untuk mengendalikan dan bersubordinasi lawan jenis dalam hubungan sosial karena itu makna 'awrat yang selama ini berkembang sangat ideologis.Berdasarkan itu pembacaan ulang terhadap makna tersebut sangat penting untuk membuka relasi kuasa yang ada. Salah satu cara pembacaan ulang adalah dengan merujuk ke sumber asli yakni al-Qur'an. Berdasarkan telaah terhadap beberapa ayat al-Qur'an, kata 'awrat itu tidak selalu merujuk kepada tubuh manusia tetapi juga dipergunakan untuk menggambarkan tempat dan waktu yang dianggap rawan. Dengan demikian makna 'awrat itu lebih tepatnya bermakna hal­hal yang dianggap rawan. Dalam kaitan dengan tubuh manusia adalah hal-hal yang sangat rawan untuk menimbulkan terjadinya marabahaya atau fitnah.Namun demikian, al-Qur'an tidak memberikan batasan yang pasti tentang bagian tubuh yang dianggap rawan sehingga harus ditutupi. AI-Qur'an hanya menyebutkan bahwa dalam menjalin hubungan antara laki-laki dan pmmpuan perlu dijagi nilai-nilai kesopanan, moralitas dan kesucian. Tidak ada batasan tertentu yang mesti dipatuhi. Hal nampaknya disesuai dengan situai dan kondisi yang ada.
COOPERATIVE LEARNING PRACTICE Syafrizal, Syafrizal; Pahamzah, Jhon
ALQALAM Vol 23 No 1 (2006): January - April 2006
Publisher : Center for Research and Community Service of UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten-Serang City-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1671.398 KB) | DOI: 10.32678/alqalam.v23i1.1500

Abstract

The ultimate goal of the English language teaching and learning is that learners can use the language in an accepted level of  appropriacy. To achieve the goal of teaching, teachers should determine the appropriate strategy of the teaching ·and learning. A strategy is defined as a plan of action. Teaching strategy includes methods, techniques and materials that are selected to promote learning. The term of teaching and learning strategy represents the teaching and learning process. With a joint program between Indonesia government and the United Nations, the government has implemented a new  system of  learning which one of the feature is requiring students to .be actively involved in more cooperative and interactive ways of learning, that is, students are supposed to work in groups to achieve shared learning goals. What makes it different from individ11alistic and competitive class? And how the cooperative and interactive ways of  learning is conducted.
PERSPEKTIF QUR'AN TENTANG KEHIDUPAN Saad, Suadi
ALQALAM Vol 23 No 1 (2006): January - April 2006
Publisher : Center for Research and Community Service of UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten-Serang City-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2009.829 KB) | DOI: 10.32678/alqalam.v23i1.1449

Abstract

Sikap manusia terhadap hidup di dunia ini ada dua: ada yang berpandangan optimis dan ada yang berpandangan pesimis. Kaum optimis, yang beragama maupun yang anti agama, sama-sama berpendapat bahwa hidup ini cukup berharga karena mengandung makna dan tujuan. Inilah pandangan manusia pada umumnya. Tetapi berkesimpulan bahwa hidup ini bermakna dan bertujuan belum berarti banyak, jika tidak diteruskan dengan upaya menjawab pertanyaan, makna yang mana dan tujuan yang mana, bernilai positi (baik) atau negatif (jahat)?Di dalam artikel ini dijelaskan tentang hidup di dalam perspektif ayat-ayat Qur'an menurut pemahaman saya dengan, tentusaja, ditunjang oleh hadis-hadis Nabi maupun pandangan beberapa mufasir. Upaya ini terasa penting agar kita dapat memahami apa sebenarnya hakikat, arti, dan tujuan hidup yang kita jalani ini, menurut Qur'an.
POSISI IJTIHAD RASUL DALAM PEMIKIRAN HUKUM ISLAM Saepullah, H
ALQALAM Vol 23 No 1 (2006): January - April 2006
Publisher : Center for Research and Community Service of UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten-Serang City-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1812.086 KB) | DOI: 10.32678/alqalam.v23i1.1499

Abstract

Muhamad SAW dalam konteks sebagai mufassir terhadap dinamika hukum Islam, tidaklah seperti robot yang totalitas aktifitas tugasnya dikendalikan oleh dominasi otoritas wahyu, dengan konsekuensi ketika wahyu tersebut vakum beliau kembali ke posisi semula sebagai manusia yang pasif. Refleksi fikriyah sebagai konsekuensi logis kemanusiaannya, sama sekali tidak dipasung. Malah dalam hal ini terkesan diberi peluang untuk eksis. Terbukti, kadang beliau melakukan ijtihad. Namun itu pun dilakukan, manakala digugat oleh gaya tarik situasi dan kondisi sedang wahyu tidak atau belum turun. Adapun isyarat justifikasinya terrekomendasi pada subtansi firman Allah (QS.21:107), bahwa beliau diutus ke muka alam dunia ini, tidak lain adalah untuk menebarkan aroma rahmat bagi seluruh alam.Ijtihad yang telah dilakukan beliau dalam bentuk dan aneka kasusnya, telah menyuguhkan sebuah pembelajaran yang amat berhaga, khususnya bagi pemerhati dinamika hukum Islam. Beliau dengan dialektika ijtihadnya, juga sekaligus telah menggulirkan pola gambaran metodologis dan sistematika bagaimana cara istinbat al-ahkam. Sehingga dinamika, karakteristik, elastisitas dan elegansi hukum Islam semakin tampak jelas. Di sektor inilah, muara hikmah yang sesungguhnya sebagaimana diungkapkan Ali al-Sais.Di samping, itu ijtihad beliau yang berkait dengan soal siasah seperti tekan perjanjian dengan fihak kaum kafir, sekaligus menunjukan bukti kepiawaian beliau dalam mengusung jurus-jurus strategi dalam upaya menerkan arogansi mereka. Faktanya (antara lain) tekan Perjanjian Hudaibah. Semula banyak pihak meragukan ijtihad beliau dalam kasus ini, karena dinilai terlalu lunak dan menguntungkan fihak kafir, tapi realitasnya tidaklah demikian, justeru sebaliknya. Setelah perjanjian ini, banyak dari fihak mereka yang menyatakan diri masuk Islam. Juga termasuk fenomenal (sebagaimana diungkapkan Nurholis Majid), ijtihad beliau dalam menyusun agenda Piagam Mandinah. Piagam Madinah diakui oleh para sejarawan sebagai startegi siasah beliau yang paling ulung dalam rangka memperlihatkan islam citra islam yang di satu fihak Ya’lu Wala Yu’ la ‘Aliah, sedangkan di fihak lain Islam adalah agam rahmatal lil al-alamin.

Page 1 of 1 | Total Record : 7


Filter by Year

2006 2006


Filter By Issues
All Issue Vol 35 No 2 (2018): July - December 2018 Vol 35 No 1 (2018): January - June 2018 Vol 34 No 2 (2017): July - December 2017 Vol 34 No 1 (2017): January - June 2017 Vol 33 No 2 (2016): July - December 2016 Vol 33 No 1 (2016): January - June 2016 Vol 32 No 2 (2015): July - December 2015 Vol 32 No 1 (2015): January - June 2015 Vol 31 No 2 (2014): July - December 2014 Vol 31 No 1 (2014): January - June 2014 Vol 30 No 3 (2013): September - December 2013 Vol 30 No 2 (2013): May - August 2013 Vol 30 No 1 (2013): January - April 2013 Vol 29 No 3 (2012): September - December 2012 Vol 29 No 2 (2012): May - August 2012 Vol 29 No 1 (2012): January - April 2012 Vol 28 No 3 (2011): September-December 2011 Vol 28 No 2 (2011): May - August 2011 Vol 28 No 1 (2011): January - April 2011 Vol 27 No 3 (2010): September - December 2010 Vol 27 No 2 (2010): May - August 2010 Vol 27 No 1 (2010): January - April 2010 Vol 26 No 3 (2009): September - December 2009 Vol 26 No 2 (2009): May - August 2009 Vol 26 No 1 (2009): January - April 2009 Vol 25 No 3 (2008): September - December 2008 Vol 25 No 2 (2008): May - August 2008 Vol 25 No 1 (2008): January - April 2008 Vol 24 No 3 (2007): September - December 2007 Vol 24 No 2 (2007): May - August 2007 Vol 24 No 1 (2007): January - April 2007 Vol 23 No 3 (2006): September - Desember 2006 Vol 23 No 2 (2006): May - August 2006 Vol 23 No 1 (2006): January - April 2006 Vol 22 No 3 (2005): September - December 2005 Vol 22 No 2 (2005): May - August 2005 Vol 22 No 1 (2005): January - April 2005 Vol 21 No 102 (2004): September - December 2004 Vol 21 No 101 (2004): May - August 2004 Vol 21 No 100 (2004): January - April 2004 Vol 20 No 98-99 (2003): July - December 2003 Vol 20 No 97 (2003): April - June 2003 Vol 20 No 96 (2003): January - March 2003 Vol 19 No 95 (2002): October - December 2002 Vol 19 No 94 (2002): July - September 2002 Vol 19 No 93 (2002): April - June 2002 Vol 19 No 92 (2002): January - March 2002 Vol 18 No 90-91 (2001): July - December 2001 Vol 18 No 88-89 (2001): January - June 2001 Vol 17 No 87 (2000): Oktober - December 2000 Vol 17 No 86 (2000): July - September 2000 Vol 17 No 85 (2000): April - June 2000 Vol 14 No 74 (1998): September - October 1998 Vol 13 No 72 (1998): May - June 1998 Vol 13 No 68 (1997): November - Desember 1997 Vol 13 No 67 (1997): September - Oktober 1997 Vol 13 No 66 (1997): Juli - Agustus 1997 Vol 11 No 63 (1997): Maret - April 1997 Vol 11 No 62 (1996): September - Oktober 1996 Vol 11 No 59 (1996): Maret - April 1996 Vol 11 No 58 (1996): Januari - Februari 1996 Vol 10 No 56 (1995): September - October 1995 Vol 10 No 55 (1995): July - August 1995 Vol 10 No 54 (1995): May - June 1995 Vol 10 No 53 (1995): March - April 1995 Vol 10 No 52 (1995): January - February 1995 Vol 10 No 51 (1994): November - Desember 1994 Vol 10 No 51 (1994): November - December 1994 Vol 10 No 50 (1994): September - October 1994 Vol 4 No 15 (1988): September - October 1988 More Issue