cover
Contact Name
Muhammad Syafar
Contact Email
m.syafar@uinbanten.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
alqolam.journal@uinbanten.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota serang,
Banten
INDONESIA
ALQALAM
ISSN : 14103222     EISSN : 2620598X     DOI : -
ALQALAM (e-ISSN: 2620-598X; p-ISSN: 1410-3222) is a journal published by the Center for Research and Community Service of UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten-INDONESIA. ALQALAM is an academic journal published twice a year (every six months). ALQALAM had been accreditated by Ministry of Education and Culture No. 80/DIKTI/Kep./2012, 13 Desember 2012. This journal focuses on specific themes of Islamic Studies.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue " Vol 21 No 100 (2004): January - April 2004" : 7 Documents clear
PENGARUH FILSAFAT ETIKA DAN TASAWUF IMAM GAZALI DI INDONESIA Asyhari, M.
ALQALAM Vol 21 No 100 (2004): January - April 2004
Publisher : Center for Research and Community Service of UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten-Serang City-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/alqalam.v21i100.1649

Abstract

Imam Al-Gazali atau lengkapnya Abu Hamid Muhammad bin Muhammad bin Ahmad al-Gazali at-Tusi (W 505 / 1111). Di dunia Islam ia merupakan sosok yang unik di dunia Islam. Di satu pihak ia dikenal sebagai hujjatul-Islam dan disanjung-sanjung karena dinilai telah berhasil mempertahankan ajaran Islam dari berabagai pengaruh, dengan argumentasi yang jitu dalam menghadapi berbagai golongan filosof yang mendewakan rasio yang banyak dipengaruhi perkembangan filsafat Yunani. Di pihak lain ia menghadapi ajaran kebatinanyang merajalela saat itu dan mengabaikan ibadah sebagaimana dicontohkan oleh Nabi Mihammad s.a.w. Di samping dipuja ia juga di nilai oleh ahli takwil bahwa ia sebagai biang kemunduran Islam karena dinilai sebagai anti filsafat dan berkembangan pemikiran di dunia Islam.Lepas dari penilaian yang berbeda-beda tersebut kenyataan menunjukkan bahwa pemikiran Imam al-Gazali telah banyak diikuti masyarakat Islam dan karya-karyanya, terutama Ihya’ Ulumid Din yang berisi filsafat etika dan tasawuf, banyak dipelajari oleh umat Islam maupun pada orientalis. Uraian berikut mencoba menelaah sosok yang unik ini dalam hal filsafat etika dan tasawufnya.
INTERPRETASI AYAT-AYAT RIBA DALAM KAJIAN TAFSIR MAUDHU'I Mukaromah, Oom
ALQALAM Vol 21 No 100 (2004): January - April 2004
Publisher : Center for Research and Community Service of UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten-Serang City-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/alqalam.v21i100.1648

Abstract

Al-Qur'an adalah ajaran Islam dan menempati posisi sentral dalam perkembangan dan pengembangan ilmu-ilmu keislaman. Maka pemahaman terhadap ayat-ayat al-Qur'an melalui penafsiran-penafsirannya, mempunyai peranan yang sangat besar bagi maju mundurnya umat, sekaligus penafsiran itu dapat mencerminkan perkembangan serta corak pemikiran mereka.Keberadaan al-Qur'an di tengah-tengah umat Islam, ditambah dengan keinginan mereka untuk memahami petunjuk dan mukzijat-mukzijatnya, telah melahirkan sekian banyak ilmu keislaman dan metode-metode penelitian. Diantaranya telah lahir kaidah-kaidah ilmu Nahwu, Usul fiqh, Ilmu Qira'at, Ilmu Tafsir serta metode-metode penafsiran dan ilmu-ilmu yang lainnya. Bahkan diantaranya metode penafsiran yang terbaru adalah metode tafsir Maudhu'i.Kehidupan maryarakat dalam bidang ekonomi makin berkembang sehingga bentuk-bentuk baru transaksi ekonomi juga makin berkembang hal ini tidak terlepas dari tinjauan dari segi hukum Islam. Oleh karena itu pembahasan masalah riba akan selalu aktual, karena berkaitan langsung dengan kehidupan maryarakat.Setiap muslim telah sepakat tentang keharaman masalah riba, berdasarkan kepada al-Qur'an, Sunnah serrta Ijma' Ulama. Tetapi dalam masalah ini masih mengandung pertanyaan, apa yang dimaksud sesungguhnya oleh al-Qur'an dengan riba yang diharamkan itu ?. Untuk mendapat keterangan tentang masalah ini penulis mencoba membahasnya, dalam karya Ilmiah, dengan judul : "Interpretasi ayat-ayat riba dalam kajian tafsir Maudhui'.
METODE DAN CORAK TAFSIR QURAISH SHIHAB Musaddad, Endad
ALQALAM Vol 21 No 100 (2004): January - April 2004
Publisher : Center for Research and Community Service of UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten-Serang City-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/alqalam.v21i100.1647

Abstract

Muhammad Quraish Shihab dalam kajian tajsir al-Qur'an di Indonesia saat ini merupakan sosok yang fenomenal. Beliau merupakan salah seorang ulama terkemuka Indonesia yang mengkhususkan diri pada kajian ilmu-ilmu al-Qur'an dan tafsir. Danri tangannya telah lahir puluhan artikel, buku, yang semuanya bersentuhan dengan kajian al-Qur'an.Salah satu gagasannya yang cukup brilian adalah pengembangan metode tafsir maudhu'i dalam kajian tafsir al-Qur'an, sebuah metode yang tergolong baru dimana sebelumnya ulama-ulama tafsir dalam kajian al-Qur'an lebih banyak menggunakan metode tahlili. Quraish dengan kepiawaiannya berusaha mengembangkan metode tersebut dan secara apik ia aplikasikan dalam bukunya "Wawasan al-Qur'an: Metode maudhu'i atas pelbagai persoalan umat".Buku ini berisi bimbingan normatif teologis yang diperuntukan bagi pembaca untuk bisa berdialog dan berkonsultasi dengan al-Qur'an sesuai dengan problem dan kebutuhannya. Dengan bahasa kiasan Quraish Shihab dalam buku ini ingin menjamu tamu-tamunya dengan sederet kotak makanan yang masing­masing sudah ada jenis masakannya agar sang tamu lebih mudah dan lebih cepat untuk mencicipi dan menyantapnya. Inilah yang olehnya merupakan gambaran dari metode tafsir maudhu'i.
THE IDEA OF IJTIHAD OF THE INDO­-PAKISTAN SUBCONTINENT MUSLIM SCHOLARS Ma'mur, Ilzamudin
ALQALAM Vol 21 No 100 (2004): January - April 2004
Publisher : Center for Research and Community Service of UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten-Serang City-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/alqalam.v21i100.1646

Abstract

Di antara banyak konsep dalam kajian Islam, konsep ijtihad memiliki daya tarik tersendiri. Shah Wali Allah dan Muhammad Iqbal, dua ulama-pemikir generasi yang berbeda dari anak benua India, termasuk kaum cendekiawan yang menaruh minat pada konsep tersebut. Alih-alih mempercayai bahwa pintu ijtihad telah tertup, keduanya menyerukan agar cendekiawan Muslim, berdarsarkan kapsitas yang dimiliki, melakukan ijtihad sesuai dengan tututan zaman dan keadaan. Bagi mereka pintu ijtihad masih terbuka lebar, khususnya bagi masalah­masalah yang tidak secara jelas dinyatakan dalam Al-Qur'an dan hadits Nabi. Menurut Wali Allah, ijtihad merupakan sine quanon bagi terciptanya masyarakat Muslim yang sehat dan tangguh. Ibarat dokter, mujtahid harus bisa merekomendasikan obat yang tepat untuk penyakit yang berbeda bagi orang/masyarakat yang berbeda pada waktu dan tempat yang berbeda pula. Obat mujarab bagi masyarakat yang dilanda konflik madzhab internal Sunni di satu pihak, dan madzhab Syiah di lain pihak adalah takhayyur da Sebagaimana Wali Allah, Iqbal memandang ijtihad sebagai bagian integral dari prinsip pergerakan dan pembahan. Ijtihad memberikan sentuhan sifat dinamis serta aplikasi unversal bagi doktrin-doktrin Islam. Sementara itu, dari sisi praktik, Iqbal yang menyaksikan 'kebingungan' umat Islam dalam memilih bentuk negara setelah terlepas dari cengekaraman penjajah, melakukan ijtihad politik dengan mengajurkan republik yang demokratis sebagai bentuk negera Islam yang ideal Berbeda dengan Wali Allah, pada saat sekarang ini pada zaman yang dibelit beraneka ragam masalah kompleks ijtihad tidak bisa lagi dilakukan secara individual melainkan secara kolektif, yakni dengan melibatkan berbagai pakar dengan disiplin yang berbeda sesuai dengan masalah yang hendak dicarikan solusinya secara rasional dan Islami.
FIQIH LINTAS AGAMA Ranuwijaya, Utang
ALQALAM Vol 21 No 100 (2004): January - April 2004
Publisher : Center for Research and Community Service of UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten-Serang City-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/alqalam.v21i100.1650

Abstract

Lahirnya buku "Fiqih Lintas Agama (FLA)" yang oleh penulisnya diharapkan menjadi solusi dalam memecahkan problem hubungan antar umat beragama, justru menjadi pemicu munculnya berbagai problem serius pada internal umat Islam. Sebagian dari problem itu berdampak negatif pada persoalan antar umat beragama.Kekeliruan dan kerancuan dalam memahami dan menyikapi soal-soal yang prinsip dalam agama, seperti keyakinan dan ibadah ritual umat di sana sini terlihat dominan. Penggunaan bahasa yang tidak santun dan arogansi penulis terhadap ulama dan karya-karyanya menjadi ciri khas tersendiri dalam buku Ini, sehingga sangat wajar jika reaksi dan respon negatif dari umat Islam begitu kuat.Tulisan singkat ini diharapkan dapat membantu pembaca dalam melihat secara objektif pada beberapa bagian dari buku FLA ini.
IJTIHAD DAN MUJTAHID Iman, Fauzul
ALQALAM Vol 21 No 100 (2004): January - April 2004
Publisher : Center for Research and Community Service of UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten-Serang City-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/alqalam.v21i100.1645

Abstract

Ijtihad dan Mujtahid adalah dua kategori konsekwensi ilmiah yang tidak dapat dipisahkan. Ijtihad yang lahir mengatasnamakan metode ketrampilan menggali suatu peristiwa hukum yang terjadi, kehadirannya menuntut varian lain yaitu dimensi keahlian. Dimensi keahlian tidak terwujud tanpa seseorang yang dipandang cakap menggali peristiwa hukum tadi dengan kualifikasi-kualifikasi yang telah tersedia.Dalam konteks ini, maka varian mujtahid perlu dihadirkan dengan penjelasan-penjelasan berdasarkan tingkatan-tingkatan atau derajat yang kemudian disebut mujtahid dengan berbagai dimensinya. Seperti dikemukakan dalam tulisan ini, antara lain, tentang kualifikasi mujtahid mutlak, mujtahid fatwa dan mujtahid madzhab.Kata Kunci: ijtihad, mujtahid, kualifikasi mujtahid
KRITIK ISLAM TERHADAP SISTEM EKONOMI KONTEMPORER Nasution, Darlaini R; Syihabudin, Syihabudin
ALQALAM Vol 21 No 100 (2004): January - April 2004
Publisher : Center for Research and Community Service of UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten-Serang City-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/alqalam.v21i100.1651

Abstract

Masalah ekonomi adalah masalah yang tidah bisa dipisahkan dari kehidupan manusia. Manusia sebagai makhluk sosial senantiasa tidak pernah puas dengan apa yang telah dimilikinya, sedangkan disisi lain alat yang dapat memuaskan kebutuhan manusia tersebut tersedia dalam jumlah yang terbatas. Karena adanya keterbatasan ketersediaan sumber daya menyebabkan timbulnya dominasi atau penguasaan dari negara satu, yang dalam hal ini negara yang lebih kuat kepada negara yang lebih lemah.Sistem ekonomi adalah suatu sistem yang mengatur serta menjalin hubungan ekonomi antar manusia dengan seperangkat kelembagaan dalam suatu tatanan kehidupan. Suatu sistem ekonomi tidaklah berdiri sendiri. Ia berkaitan dengan falsafah, pandangan dan pola hidup maryarakat tempatnya berpijak. Sebuah sistem ekonomi sesungguhnya merupakan salah satu unsur saja dalam suprasistem kehidupan masyarakat. Ia merupakan bagian dari kesatuan ideologi kehidupan masyarakat di suatu negara. Oleh karenanya, bukanlah hal yang mengherankan apabila dalam perjalanan atau penerapan suatu sistem ekonomi tertentu di sebuah negara terjadi benturan, konflik atau bahkan tentangan. Pelaksanaan suatu sistem ekonomi tertentu di sebuah negara akan berjalan mulus jika lingkungan kelembagaan masyarakat mendukung.Terdapat dua sistem ekonomi yang menguasai dunia yaitu sistem ekonomi kapitalis dan sistem ekonomi sosialis. Sistem ekonomi kapitalis mengakui pemilikan individual atas sumber daya-sumber daya ekonomi atau faktor-faktor produksi. Setidak-tidaknya, terdapat keleluasaan yang sangat longgar bagi orang perorangan dalam atau untuk memiliki sumber daya. Kompetisi antar individu dalam memenuhi kebutuhan hidup, persaingan antar badan usaha dalam mengejar keuntungan sangat dihargai. Prinsip keadilan yang dianut oleh sistem ekonomi kapitalis ialah setiap orang menerima imbalan berdasarkan prestasi kerjanya. Sistem ekonomi sosialis adalah sebaliknya. Sumber daya ekonomi atau faktor-faktor produksi diklaim sebagai milik negara. Sistem ini lebih menekankan pada kebersamaan masyarakat dalam menjalankan dan memajukan perekonomian. Imbalan yang diterimakan pada orang perorangan didasarkan pada kebutuhannya, bukan berdasarkan jasa yang dicurahkan. Prinsip keadilan yang dianut oleh sistem ekonomi sosialis ialah setiap orang menerima imbalan yang sama.Sistem ekonomi Islam sebagai salah satu sistem ekonomi yang ada, berlainan dengan sistem ekonomi kapitalis yang sangat memuja kebutuhan individu dan berbeda pula dengan sistem ekonomi sosialis komunis yang tidak mengakui hak individu. Islam merupakan jalan tengah yang mengajarkan manusia untuk saling mengasihi, menghargai dan menghormati, akan tetapi tidak melupakan kepentingan pribadi untuk hidup dihargai dan dihormati.

Page 1 of 1 | Total Record : 7


Filter by Year

2004 2004


Filter By Issues
All Issue Vol 36 No 1 (2019): Januari - Juni 2019 Vol 35 No 2 (2018): July - December 2018 Vol 35 No 1 (2018): January - June 2018 Vol 34 No 1 (2017): January - June 2017 Vol 34 No 2 (2017): July - December 2017 Vol 34 No 1 (2017): January - June 2017 Vol 33 No 2 (2016): July - December 2016 Vol 33 No 1 (2016): January - June 2016 Vol 32 No 2 (2015): July - December 2015 Vol 32 No 1 (2015): January - June 2015 Vol 31 No 2 (2014): July - December 2014 Vol 31 No 1 (2014): January - June 2014 Vol 30 No 3 (2013): September - December 2013 Vol 30 No 2 (2013): May - August 2013 Vol 30 No 1 (2013): January - April 2013 Vol 29 No 3 (2012): September - December 2012 Vol 29 No 2 (2012): May - August 2012 Vol 29 No 1 (2012): January - April 2012 Vol 28 No 3 (2011): September-December 2011 Vol 28 No 2 (2011): May - August 2011 Vol 28 No 1 (2011): January - April 2011 Vol 27 No 3 (2010): September - December 2010 Vol 27 No 2 (2010): May - August 2010 Vol 27 No 1 (2010): January - April 2010 Vol 26 No 3 (2009): September - December 2009 Vol 26 No 2 (2009): May - August 2009 Vol 26 No 1 (2009): January - April 2009 Vol 25 No 3 (2008): September - December 2008 Vol 25 No 2 (2008): May - August 2008 Vol 25 No 1 (2008): January - April 2008 Vol 24 No 3 (2007): September - December 2007 Vol 24 No 2 (2007): May - August 2007 Vol 24 No 1 (2007): January - April 2007 Vol 23 No 3 (2006): September - Desember 2006 Vol 23 No 2 (2006): May - August 2006 Vol 23 No 1 (2006): January - April 2006 Vol 22 No 3 (2005): September - December 2005 Vol 22 No 2 (2005): May - August 2005 Vol 22 No 1 (2005): January - April 2005 Vol 21 No 102 (2004): September - December 2004 Vol 21 No 101 (2004): May - August 2004 Vol 21 No 100 (2004): January - April 2004 Vol 20 No 98-99 (2003): July - December 2003 Vol 20 No 97 (2003): April - June 2003 Vol 20 No 96 (2003): January - March 2003 Vol 19 No 95 (2002): October - December 2002 Vol 19 No 94 (2002): July - September 2002 Vol 19 No 93 (2002): April - June 2002 Vol 19 No 92 (2002): January - March 2002 Vol 18 No 90-91 (2001): July - December 2001 Vol 18 No 88-89 (2001): January - June 2001 Vol 17 No 87 (2000): Oktober - December 2000 Vol 17 No 86 (2000): July - September 2000 Vol 17 No 85 (2000): April - June 2000 Vol 14 No 74 (1998): September - October 1998 Vol 13 No 72 (1998): May - June 1998 Vol 13 No 68 (1997): November - Desember 1997 Vol 13 No 67 (1997): September - Oktober 1997 Vol 13 No 66 (1997): Juli - Agustus 1997 Vol 11 No 63 (1997): Maret - April 1997 Vol 11 No 62 (1996): September - Oktober 1996 Vol 11 No 59 (1996): Maret - April 1996 Vol 11 No 58 (1996): Januari - Februari 1996 Vol 10 No 56 (1995): September - October 1995 Vol 10 No 55 (1995): July - August 1995 Vol 10 No 54 (1995): May - June 1995 Vol 10 No 53 (1995): March - April 1995 Vol 10 No 52 (1995): January - February 1995 Vol 10 No 51 (1994): November - Desember 1994 Vol 10 No 51 (1994): November - December 1994 Vol 10 No 50 (1994): September - October 1994 Vol 4 No 15 (1988): September - October 1988 More Issue