cover
Contact Name
Muhammad Syafar
Contact Email
m.syafar@uinbanten.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
alqolam.journal@uinbanten.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota serang,
Banten
INDONESIA
ALQALAM
ISSN : 14103222     EISSN : 2620598X     DOI : -
ALQALAM (e-ISSN: 2620-598X; p-ISSN: 1410-3222) is a journal published by the Center for Research and Community Service of UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten-INDONESIA. ALQALAM is an academic journal published twice a year (every six months). ALQALAM had been accreditated by Ministry of Education and Culture No. 80/DIKTI/Kep./2012, 13 Desember 2012. This journal focuses on specific themes of Islamic Studies.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue " Vol 20 No 97 (2003): April - June 2003" : 6 Documents clear
KONSEP AGAMA DAN ISLAM Sodikin, R. Abuy
ALQALAM Vol 20 No 97 (2003): April - June 2003
Publisher : Center for Research and Community Service of UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten-Serang City-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (999.95 KB) | DOI: 10.32678/alqalam.v20i97.643

Abstract

Sebagai seperangkat aturan Tuhan yang diberikan kepada manusia untuk mendapatkan kebaikan dalam kehidupan di dunia dan akhirat, nyata jelas kalau agama begitu erat kaitannya dengan kehidupan manusia. Kuatnya hubungan agama dengan kehidupan manusia bukan berarti mereka telah sampai pada sebuah kesepakatan yang diakui bersama tentang hakikat dan definisi agama. lni terbukti dengan tidak adanya satu definisi pun yang bisa diterima secara umum untuk kata agama. Orang banyak yang mengatakan bahwa kata agama berasal dari bahasa Sansakerta yang memiliki padanan kata religion dalam bahasa Inggris, dan al-dien dalam bahasa Arab. Namun hal itu pun lagi-lagi mengandung banyak perdebatan di dalamnya.Tulisan ini dimaksudkan unluk mendapatkan kejelasan tentang pengertian agama dan beberapa kata yang sering diidentikkan dengan kata agama, sekaligus dengan penjelasan tentang konsep dan ruang lingkupnya. Disamping itu, tulisan ini juga hendak mengelaborasi konsep Islam sebagai sebuah agama yang ternyata mengandung banyak komponen dan implikasi dalam kehidupan manusia.Kata Kunci: Agama, Akidah, Syariat, Akhlak
KHILAFAH DALAM PANDANGAN 'ALI 'ABD AL-RAZIQ Saad, Suadi
ALQALAM Vol 20 No 97 (2003): April - June 2003
Publisher : Center for Research and Community Service of UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten-Serang City-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1854.578 KB) | DOI: 10.32678/alqalam.v20i97.648

Abstract

Di dalam Islam, persoalan kenegaraan telah menjadi bahan diskusi berkepanjangan sejak wafatnya nabi Muhammad SAW sampai zaman modem ini. Polemik dan perdebatan di sekitar masalah itu terasa semakin seru pada saat kaum Muslimin memasuki periode modern, lebih-lebih ketika berbagai ideologi besar dunia Barat mulai menanamkan pengaruhnya di dunia Islam. Tema-tema diskusi itu dalam garis besarnya berkisar pada wajib tidaknya kaum muslimin mendirikan negara; bagaimana susunan dari bentuk negara; siapa yang berhak menduduki jahatan Kepala negara; bagaimana posisi syari'ah dalam kaitannya dengan mekanisme pemerintahan, dan lain sebagainya. Bahwa pada zaman modern timbul pula persoalan yang menyangkut "apakah agama harus bersatu dengan negara"; apakah Islam memerintahkan umatnya untuk membentuk dan mendirikan "Negara Islam" atau tidak.Dalam hal ini, kita melihat pentingnya kehadiran para tokoh dan pemikir politik muslim guna memecahkan persoalan mengenai sistem ketatanegaraan dalam Islam. Di antara para tokoh tersebut terdapat beberapa pemikir Islam kontemporer, seperli Ali Abd al-Raziq, yang pemikiran-pemikirannya akan dibahas dalam makalah ini. Kehadirannya dengan gagasan-gagasan yang diterangkan di dalam bukut Al-Islam wa Usul al-Hukm -yang merupakan sumber utama penulis -telah menjadi sebuah alternatif bagi pemikiran politik Islam masa kini. Apalagi masa saat-saat terakhir ini di mana isu tentang negara Islam dan khilafah mulai mencuat kembali.Beberapa waktu lalu dalam sebuah wawancara di salah satu stasiun televisi, Abdul Wahid Kadungga, salah seorang warga Belanda asal Makassar dan menantu Kahar Muzakar (tokoh NII) yang disangka mempunyai hubungan dengan kelompok "teroris" Jema'at lslamiyah, menyatakan bahwa kini saatnya untuk menegakkan kembali khilafah. Sebaliknya, sebelumnya, secara implisit Ulil Abshar-Abdallah, di Harian Kompas, menyatakan hahwa Islam tidak menuntut berdirinya negara Islam atau sistem khilafah --pernyataan yang mengundang munculnya "fatwa hukum bunuh" atas dirinya, dari sebagian ulama.Saya berpikir, buku ini mendapatkan momentumnya kembali saat ini, dan perlu untuk kita kaji.Kata Kunci: Khilajah, Negara Islam, al-Islam wa Usul al-Hukm
PERKEMBANGAN PENGAJARAN BAHASA ARAB DARI MASA KE MASA Ismail, Achmad Satori
ALQALAM Vol 20 No 97 (2003): April - June 2003
Publisher : Center for Research and Community Service of UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten-Serang City-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (855.168 KB) | DOI: 10.32678/alqalam.v20i97.644

Abstract

Perhatian terhadap pengajaran bahasa Arab telah dimulai sejak lahirnya Islam di semenanjung Arabia. Metoda pengajarannya pun berkembang dari masa ke masa. Setelah adanya perhatian tentang hakekat bahasa maka pengajaran bahasapun semakin berkembang karena pemahaman tentang bahasa ini akan mempengaruhi bagaimana metoda itu harus diwujudkan dalam mengajar anak didik. Makalah ini membahas tentang perkembangan pengajaran bahasa Arab setelah berkembanganya linguistik modern.Kesimpunan makalah ini menyatakan bahwa perkembangan di bidang metode pengajaran bahasa dapat kita lihat dengan munculnya metode yang menitikberatkan pada penguasaan kemahiran berbahasa bukan lagi menekankan pada penghafalan dan memperdengarkan bahasa saja. Juga muncul metode yang mendahulukan pengajaran muhadatsah dan istima' yang telah menggeser metoda yang mendahulukan pengajaran membaca dan menulis yang banyak digunakan sebelumnya. Sebagaimana juga muncul metoda yang merealisir integralitas antara semua kemahiran berbahasa dan merealisir integritas semua cabang-cabang bahasa dan tidak lagi melihat cabang-cabang tersebut secara parsial.Kata Kunci: Metode pengajaran bahasa, Kompetensi berbahasa
JAWARA DI BANTEN Hudaeri, Mohamad
ALQALAM Vol 20 No 97 (2003): April - June 2003
Publisher : Center for Research and Community Service of UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten-Serang City-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1586.138 KB) | DOI: 10.32678/alqalam.v20i97.645

Abstract

Jawara merupakan salah satu kelompok dalam masyarakat Banten yang cukup terkenal. la memiliki pengaruh yang melewati batas-batas geogrufis berkat kharisma yang dimilikinya. Munculnya jawara menjadi sosok yang dikagumi ketika struktur sosial dan budaya masyarakat hancur, yakni semenjak pemerintahan kolonial Belanda berhasil menganeksasi Kesultanan Banten. Sehingga saat ini muncul pertanyaan tentang kedudukan, peran dan jaringannya dalam sistem sosial masyarakat Bunten.Kedudukan, peran dan jaringan sosial jawara terbentuk melalui proses sejarah yang sangat panjang yang dialami oleh masyarakat Banten, yakni semenjak pembentukan Kesultanan Banten, masa pemerintahan kolonial dan pasca pembebasan kolonial. Perjalanaan sejarah tersebut telah menciptakan msyarakat Banten dikenal sebagai masyarakat yang sangat fanatik terhadap agama, bersifat agresif dan bersemangat memberontak.Dalam masyarakat seperti Banten yang pernah mengalami tekanan sosial politik yang sangat dalam dan lama telah menciptakan budaya kekerasan, yang utamanya dimainkan oleh sosok jawara. la kini dikenal sebagai identitas dari lembaga adat Banten. Kemampuannya dalam memanipulasi kekuatan supernatural (magi) dan keunggulan dalam hal fisik telah membuatnya menjadi sosok yang ditakuti sekaligus dikagumi, sehingga terkadang muncul menjadi tokoh yang kharismatik dan heroik. Peranannya juga tidak hanya terbatas kepada guru persilatan, elmu kesaktiun atau "tentara wakaf", tetapi juga sebagai pemimpin sehuah pergerakan sosial. Bahkan untuk saat ini, para jawara memiliki peran penting dalam sosial politik masyarakat Banten.Adanya kedudukan dan peran membuat jawara menciptakan kultur tersendiri yang agak berbeda dengan kultur dominan masyarakat Banten, sehingga Jawara tidak hanya menggambarkan suatu sosok tetapi juga telah menjadi kelompok yang memiliki nilai, norma dan pandangan hidup yang khas. Itulah subkultur Jawara.Kata Kunci: Jawara, Ilmu Kanuragan, Bandit Sosial
PENGARUH BUDAYA DAN PRILAKU WISATAWAN TERHADAP SISWA Hudori, H.M.
ALQALAM Vol 20 No 97 (2003): April - June 2003
Publisher : Center for Research and Community Service of UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten-Serang City-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (663.383 KB) | DOI: 10.32678/alqalam.v20i97.646

Abstract

Masyarakat Kabupaten Pandeglang sebagai salah-satu Kabupaten di wilayah Banten mempunyai karakteristik tersendiri baik budaya, bahasa, politik, perilaku kekerabatan maupun agama. Masyarakat Kabupaten Pandeglang tetap bertahan sebagai daerah agamis, historis, dan patriotis. Langkah-langkah untuk mempertahankan ke arah itu; masyarakat, pemerintah dan para ulama terus melakukannya bersama-sama. Salah satu program ke arah itu adalah keterlibatan masyarakat dan pemerintah secara bersama-sama mengembangkan berhagai jenis pendidikan sesuai tujuan pembangunan nasional.Jenis pendidikan yang ada di kawasan daerah wisata Carita Labuan, Pandeglang Banten, disamping sekolah-sekolah umum, juga terdapat sekolah agama di bawah binaan Departemen Agama Republik Indonesia. Namun berbarengan dengan itu, pemerintah Kabupaten Pandeglang· dalam upaya meningkatkan pendapatan daerah terus mengembangkan kawasan wisata seperti; pantai Carita, Cikoromoy, Cikaduen, Batu Qur'an, Cemara dan tempat-tempat lain. Di daerah ini pada saat sekarang telah bermunculan prilaku-prilaku wisatawan yang bertentangan dengan nilai agama yang terefleksi pada siswa. Jadi, di satu pihak masyarakat Kabupaten Pandeglang dipertahankan sebagai satu-satunya daerah cerminan masyarakat Banten yang agamis, historis dan patriotis, sedangkan di sisi lain pemerintah terus mengembangkan daerah tujuan wisata. Hal ini akan membawa pengaruh terhadap pendidikan yang ada di kawasan wisata pantai Carita Labuan Kabupaten Pandeglang Propinsi Banten.Kata Kunci: Budaya, Prilaku wisatawan, Siswa
NIKAH DALAM ISLAM Abdulah, Ru'fah
ALQALAM Vol 20 No 97 (2003): April - June 2003
Publisher : Center for Research and Community Service of UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten-Serang City-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1427.505 KB) | DOI: 10.32678/alqalam.v20i97.647

Abstract

Makalah ini mengkaji berbagai macam problematika dalam membentuk keluarga sakinah, mawaddah dan rahmah. Setiap muslim yang mengarungi kehidupan keluarga akan menghadapi berhagai masalah baik sebelum menikah atau masalah yang dihadapi setelahnya. Masalah utama yang dihadapi setiap muslim sebelum menikah adalah mencari pasangan ideal agar bisa melahirkan generasi idaman. Sedangkan masalah yang dihadapi paska nikah adalah pertama; menjaga keutuhan rumah tangga yang sering retak akibat nusyuz atau lainnya, kedua masalah pendidikan anak untuk mencapui generasi yang sholeh.Bahasan makalah ini menyimpulkan beberapa hal penting; Pertama, setiap muslim harus memahami benar tujuan pernikahan dalam Islam sehingga tidak salah dalam memilih pasangan hidupnya. Kedua Untuk menciptakan keluarga samara pasangan suami istri harus melaksanakan semua kewajibannya dan memenuhi hak pasangannya. Ketiga untuk mencapai suatu generasi yang sholeh suami istri harus mendidik anaknya dan keluarganya secara islami.Kata Kunci: Nikah, Nusyuz, Keluarga Sakinah

Page 1 of 1 | Total Record : 6


Filter by Year

2003 2003


Filter By Issues
All Issue Vol 35 No 2 (2018): July - December 2018 Vol 35 No 1 (2018): January - June 2018 Vol 34 No 2 (2017): July - December 2017 Vol 34 No 1 (2017): January - June 2017 Vol 33 No 2 (2016): July - December 2016 Vol 33 No 1 (2016): January - June 2016 Vol 32 No 2 (2015): July - December 2015 Vol 32 No 1 (2015): January - June 2015 Vol 31 No 2 (2014): July - December 2014 Vol 31 No 1 (2014): January - June 2014 Vol 30 No 3 (2013): September - December 2013 Vol 30 No 2 (2013): May - August 2013 Vol 30 No 1 (2013): January - April 2013 Vol 29 No 3 (2012): September - December 2012 Vol 29 No 2 (2012): May - August 2012 Vol 29 No 1 (2012): January - April 2012 Vol 28 No 3 (2011): September-December 2011 Vol 28 No 2 (2011): May - August 2011 Vol 28 No 1 (2011): January - April 2011 Vol 27 No 3 (2010): September - December 2010 Vol 27 No 2 (2010): May - August 2010 Vol 27 No 1 (2010): January - April 2010 Vol 26 No 3 (2009): September - December 2009 Vol 26 No 2 (2009): May - August 2009 Vol 26 No 1 (2009): January - April 2009 Vol 25 No 3 (2008): September - December 2008 Vol 25 No 2 (2008): May - August 2008 Vol 25 No 1 (2008): January - April 2008 Vol 24 No 3 (2007): September - December 2007 Vol 24 No 2 (2007): May - August 2007 Vol 24 No 1 (2007): January - April 2007 Vol 23 No 3 (2006): September - Desember 2006 Vol 23 No 2 (2006): May - August 2006 Vol 23 No 1 (2006): January - April 2006 Vol 22 No 3 (2005): September - December 2005 Vol 22 No 2 (2005): May - August 2005 Vol 22 No 1 (2005): January - April 2005 Vol 21 No 102 (2004): September - December 2004 Vol 21 No 101 (2004): May - August 2004 Vol 21 No 100 (2004): January - April 2004 Vol 20 No 98-99 (2003): July - December 2003 Vol 20 No 97 (2003): April - June 2003 Vol 20 No 96 (2003): January - March 2003 Vol 19 No 95 (2002): October - December 2002 Vol 19 No 94 (2002): July - September 2002 Vol 19 No 93 (2002): April - June 2002 Vol 19 No 92 (2002): January - March 2002 Vol 18 No 90-91 (2001): July - December 2001 Vol 18 No 88-89 (2001): January - June 2001 Vol 17 No 87 (2000): Oktober - December 2000 Vol 17 No 86 (2000): July - September 2000 Vol 17 No 85 (2000): April - June 2000 Vol 14 No 74 (1998): September - October 1998 Vol 13 No 72 (1998): May - June 1998 Vol 13 No 68 (1997): November - Desember 1997 Vol 13 No 67 (1997): September - Oktober 1997 Vol 13 No 66 (1997): Juli - Agustus 1997 Vol 11 No 63 (1997): Maret - April 1997 Vol 11 No 62 (1996): September - Oktober 1996 Vol 11 No 59 (1996): Maret - April 1996 Vol 11 No 58 (1996): Januari - Februari 1996 Vol 10 No 56 (1995): September - October 1995 Vol 10 No 55 (1995): July - August 1995 Vol 10 No 54 (1995): May - June 1995 Vol 10 No 53 (1995): March - April 1995 Vol 10 No 52 (1995): January - February 1995 Vol 10 No 51 (1994): November - Desember 1994 Vol 10 No 51 (1994): November - December 1994 Vol 10 No 50 (1994): September - October 1994 Vol 4 No 15 (1988): September - October 1988 More Issue