cover
Contact Name
Muhammad Syafar
Contact Email
m.syafar@uinbanten.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
alqolam.journal@uinbanten.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota serang,
Banten
INDONESIA
ALQALAM
ISSN : 14103222     EISSN : 2620598X     DOI : -
ALQALAM (e-ISSN: 2620-598X; p-ISSN: 1410-3222) is a journal published by the Center for Research and Community Service of UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten-INDONESIA. ALQALAM is an academic journal published twice a year (every six months). ALQALAM had been accreditated by Ministry of Education and Culture No. 80/DIKTI/Kep./2012, 13 Desember 2012. This journal focuses on specific themes of Islamic Studies.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue " Vol 18 No 88-89 (2001): January - June 2001" : 7 Documents clear
PEMIKIRAN KEAGAMAAN JOACHIM WACH DALAM PERSPEKTIF FILSAFAT ILMU AL-GAZALI Anwar, Saeful
ALQALAM Vol 18 No 88-89 (2001): January - June 2001
Publisher : Center for Research and Community Service of UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten-Serang City-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1217.507 KB) | DOI: 10.32678/alqalam.v18i88-89.1459

Abstract

Makalah ini merupakan studi kritis atas struktur dan esensi pemikiran keagamaan Joachim Wach dengan perspektif filsafat ilmu al-Gazali, dalam rangka pengembangan ilmu Agama. Kerangka teori yang dipakai adalah dialektisisme, yaitu bahwa pemikiran seseorang merupakan hasil dari sebuah proses epistemologis yang sangat terpengaruh oleh keyakinan ontologik dan konteks sosio-historis pada masanya. Metode yang dipakai adalah content analysis dengan teknik synthetic-analytic.Studi ini menyimpulkan bahwa antara pemikiran Joachim Wach dan pemikiran al-Gazali terdapat persamaan dan perbedaan yang ditentukan oleh persamaan dan perbedaan paradigma, proses epistemologis dan konteks sosio--historis satu sama lain. Meskipun Wach lebih dogmatis dengan style kajian yang lebih saintifik­empirik, dan al-Gazali lebih dialektis dengan style kajian yang lebih filosofis-rasional, tetapi keduanya sama berfaham dualism yang menolak baik idealisme subyektif yang akosmik maupun realisme ekstrim yang atheis. Karena itu epistemologi keduaya sama-sama merupakan sintesis yang mengkombinasikan pendekatan sekularistik (filosofis-saintifik murni) yang lebih menekankan aspek rasionalitas-historisitas, dengan pendekatan religius (teologik­sufistik) yang lebih menekankan aspek normativitas-dogmatika agama. Menurut keduanya, baik pendekatan sekularistik maupun pendekatan religius an sich sama-sama tidak memadai untuk penelitian agama secara ilmiah.Key word: Critical Study, religious Thought, Al-Gazali's Philosophy.
HUBUNGAN AJARAN TAREHAT QADARIYAH WAN NAQSABANDIYAH DENGAN PERILAKU EKONOMI Natsir, Nanat Fatah
ALQALAM Vol 18 No 88-89 (2001): January - June 2001
Publisher : Center for Research and Community Service of UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten-Serang City-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1212.763 KB) | DOI: 10.32678/alqalam.v18i88-89.1458

Abstract

Religion and Economic Behavior (The Relationship Of Tarekat Qadiriyah Wan Naqsabandiyah With The Economic Activity In Pesantren Suryalaya, Tasikmalaya West Java, Indonesia).The goals of the reserarch are (1) to study the values of the teaching of Tarekat Qadiriyah Wan Naqsabandiyah that can influence the economic activity, and (2) to study the relationship of one's (concentration of) understanding of Tarekat Qadiriyah Wan Naqsabandiyah with one's economic activity. The research has been done in the center of Tarekat Qadiriyah Wan Naqsabandiyah that is in Pesantren Suryalaya, West Java.Tarekat Qadiriyah Wan Naqsabandiyah which is centralized in Pesantren Suryalaya, is the combination of two teaching of Tarekat. They are Tarekat Qadiriyah Wan Naqsabandiyah. The teaching of Tarekat Qadiriyah Wan Naqsabandiyah is based on the teaching of al-Qur'an, Hadits, ljma and Qiyas. The aims of Tarekat Qadiriyah Wan Naqsabandiyah are taqarrub to Allah; to reach mardhatillah; mabbah and ma'rifah to Allah.Tarekat Qadiriyah Wan Naqsabandiyah is now led by a mursyid/ leader/teacher, he is K.H.A. Shahibul Wafa Tajul Arifin (Abah Anom).If the economic activities which are by the followers of Tarekat Qadiriyah Wan Naqsabandiyah are observed there can be found a significant relationship between one's knowlege understanding of Tarekat Qadiriyah Wan Naqsabandiyah and his/her economic activities.That is why, there is a clear/significant relationship bet ween the level of one's knowledge of Tarekat Qadiriyah Wan Naqsabandiyah and their attitudes in working.There is a significant relationship between one's (orientation of) understanding of Tarekat Qadiriyah Wa Naqsabandiyah, in this case is involvement in their economic activities.There is significant relationship between one's understanding of Tarekat Qadiriyah Wan Naqsahandiyah, in this case is the teaching of zuhud and the degree of their involvement in their economic activities.There is a significant relationship between one's understanding of Tarekat Qadairiyah Wan Naqsabandiyah, in this case is the understsnding of Taqdir and their involvement in their economic activities.Thus, for those of the who follow Tarekat Qadiriyah Wan Naqsabandiyah whose level of knowledge of this Tarekat and whose orientation of their understanding of their religion is modern, the concept of working, more specifically the comercial activities, is not morely an sacred work that has the connection with their belief that can be found in Tarekat Qadariyah Wa Naqsabandiyah. Keyword: Religion, Economi, Behaviour, Relationship.
SEMANTICS AND WORD-FORMATION IN MODERN ENGLISH Ma'mur, Ilzamudin
ALQALAM Vol 18 No 88-89 (2001): January - June 2001
Publisher : Center for Research and Community Service of UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten-Serang City-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (897.896 KB) | DOI: 10.32678/alqalam.v18i88-89.1457

Abstract

Semantic adalah salah satu cabang linguistik yang mengkaji makna, yang tataran kajiannya pada tingkat kata dan kalimat. Makna kata dan kalimat saling berhubungan: karena kata secara terpisah sulit dipahami maknanya, dan sebaliknya, kalimat tidak bisa dipahami sepenuhnya bila ada kata, khususnya kata kunci, yang secara individu tidak dipahami, terutama dalam bahasa Inggris. Salah satu upaya untuk memahami makna kalimat dengan bantuan makna individu adalah dengan cara mengenal proses pembentukan kata dalam bahasa lnggris, yang dalam bahasa Lyons disebut dengan ''productive derivational rules of word formation". Dengan mengenali ciri-ciri atau bentuk dan menguasai aturan pembentukan kata bahasa Inggris, diharapkan pengguna bahasa tersebut, terutama mahasiswa jurusan bahasa Inggris, tidak saja bisa memaknai makna teks bahasa Inggris dengan benar dan lebih baik tanpa ‘terlalu sering' membuka kamus, tetapi mereka juga bisa menyusun kalimat sendiri dengan menggunakan kata-kata baru yang dihasilkan dari pembentukan kata yang sama dari kelas kata yang lain. Empat kelas kata yang dibahas dalam kaitannya dengan word-formation di sini adalah nomina, verba, adjective, dan adverbia. Kajian word-formation, yang biasanya dikaji dalam morfologi, memang secara sekilas tidak ada hubungannya dengan semantics, tetapi sesungguhnya ia secara tidak langsung berhubungan. Pandangan ini, di antaranya dianut oleh Joan L. Bybee. Ia mengatakan, bahwa kajian morfologi mendekati morfem sebagai unit (terkecil) lingusitik dengan kandungan semantik. Salah seorang Linguis Indonesia: Harimurti Kridalaksana, jugaberpendapat senada bahwa subsistem fonologis, garamatikal, dan leksikal tidak bisa lepas dari aspek-aspek semantis.Keyword: Linguistiks, Modern Engliah, Part of Speech.
TINJAUAN UMUM TENTANG EKONOMI Gozali, M. Junus
ALQALAM Vol 18 No 88-89 (2001): January - June 2001
Publisher : Center for Research and Community Service of UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten-Serang City-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1621.317 KB) | DOI: 10.32678/alqalam.v18i88-89.1456

Abstract

Ekonomi adalah pengetahuan tentang kegiatan yang mengatur urusan kekayaan dalam bidang produksi, distribusi dan konsumsi. Masalah ekonomi ini telah dijelaskan dalam suatu hadits yang diriwayatkan oleh Anas Ibn Malik RA. bahwa Nabi Muhammad SAW telah memerintahkan kepada salah seorang sahabat Anshar untuk bekerja, berusaha mencari kayu bakar ke bukit, dan ia mengerjakan (produksi), menjual (distribusi), dan membeli makanan (konsumsi), serta bersedekah (melaksanakan peduli sosial).Pada saat ini terdapat dua sistem ekonomi, yang menguasai dunia, yaitu sistem ekonomi kapitalis dan sosialis. Kedua sistem ini masing-masing memiliki konsep yang bertolak belakang. Sosalisme memiliki konsep ekonomi kolektif, sedangkan kapitalisme memiliki kebebasan indvidu (liberal). Di samping perbedaan, yang berlolak belakang itu, keduanya mempunyai persamaan, yaitu aktivitas perekonomiannya memiliki watak materialisme murni.Berbeda dengan kedua sistem ekonomi di atas, sistem ekonomi Islam adalah sistem ekonomi yang berketuhanan. Di samping bersifat material, namun di dalamnya tidak mengabaikan aspek spiritual (ibadah). Sendi dari aspek spiritual adalah kesadaran individu muslim akan ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya. Dengan menempatkan Allah SWT pada puncak atas, maka segala aktivitas ekonomi dalam Islam. tidak akan terlepas dari pengawasan dan petunjuk yang diberikan di dalam al-Qur'an dan al-Hadits, baik, menyangkut dengan masalah produksi, distribusi, maupun konsumsi. Allah SWT melarang terhadap cara memperoleh barang produksi dalam mendistribuaikannya atau mengkomsumsikannya dengan jalan yang balil, kecuali dengan aktiuitas yang sah berdasarkan kebebasan dengan kesukarelaan masing-masing pihak, tidak curang dan tidak ada unsur paksaan atau tekanan. Dengan demikian tampaklah bahwa Islam telah menyelesaikan masalah bagaimana agar manusia dapat memanfaatkan (mengelola) kekayaan yang ada, dan inilah sebenarnya yang dianggap sebagai masalah ekonomi bagi suatu masyarakat. Sebagai kesimpulan dalam meninjau masalah ekonami, Islam hanya membahas masalah bagaimana cara memperoleh kekayaan, mengelola dan mendistribusikannya, sesuai dengan aturan al-Qur'an dan al­Hadits, dan mendapat hasil pemikiran para ulama. Dengan demikian hukum-hukum yang menyangkut masalah ekonomi dibangun atas tiga kaidah, kepemilikan (property), pengelolaan kepemilikan dan mendistribusikan kekayaan di tengah-tengah maayarakat.Keyword: Qur'an/Hadit, Ekonomi, Sistem
TERAPI TERIHADAP REMAJA KORBAN NARKOTIKA MELALUI PROSES IRSYAD Subandi, Ahmad
ALQALAM Vol 18 No 88-89 (2001): January - June 2001
Publisher : Center for Research and Community Service of UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten-Serang City-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1835.675 KB) | DOI: 10.32678/alqalam.v18i88-89.1460

Abstract

Tulisan ini hendak mendeskripsikan proses pelaksanaan terapi remaja korban narkotika melalui ajaran Islam dalam memulihkan kesehatan mental dan fisik yang dilakukan oleh Pondok lnabah I Psantren Suryalaya Tasikmalaya Jawa Barat. Proses ini melibatkan unsur (1) mursyid, yaitu Abah Anom dan para asistennya, (2) materi pembinaan, (3) metode pembinann Inabah yang kemudian juga menjadi nama tempat pembinaan yang genuine diciptakan oleh Abah Anom, (4) media pembinaan, dan (5) mursyad bih atau Anak Bina.Seorang metodologis hasil penelitian yang dideskripsikan merupakan pandangan emic, yang kemudian dibedah dengan mengacu pada kajian pustaka sebagai pandangan etic. Pembahasan ini difokuskan terhadap proses terapi sebagai proses irsyad dan efektivitas irsyad sebagai proses terapi.Pada dasanya, irsyad adalah salah satu dari sekian banyak bentuk dakwah Islam. Secara substansial filosofis, irsyad berarti menunjukkan kebenaran ajaran dan membimbing orang lain dalam menjalankannya yang berlangsung dalam suasana tatap muka dengan penuh keakraban. Dalam perspektif psikologi, konsep irsyad (dan syifa) merupakan wujud kongkret dari religio-psikoterapi, yaitu salah satu pendekatan bimbingan dengan menerapkan psikoterapi berdasarkan pendekatan agama. Karena, sebagaimana diakui oleh May, pada sejatinya ajaran agama dapat dijadikan salah satu metode dalam mewujudkan kesehatan mental manusia. Dengan demikian, dalam bahasa sederhana, dapat dirumuskan bahwa religio-psikoterapi tidak lain penyembuhan penyakit melalui hidup kejiwaan yang didasari nilai keagamaan.Secara lebih jauh, tulisan ini akan melihat irsyad sebagai salah satu bentuk religio-psikoterapi. dengan terlebih dahulu mengungkap sejumlah hal berkenaan dengan irsyad sebagai proses terapi, seperti maudhu' irsyad, karakter atau sifat-sifat dasar yang harus dimiliki oleh seorang mursyid, karakteristik mursyad bih (klien), disusul kemudian dengan macam-macgm metode irsyad, yang kemudian diakhiri dengan bahasan mengenai efektivitas irsyad sebagai salah satu bentuk religio-psikoterapi. Tulisan ini menggunakan dua pendekatan sekaligus, yaitu pendekatan normatif dan pendekatan analitik-psikologis.Konsep kunci yang digunakan bagi perawatan dan pemulihan kesehatan mental bagi fisik remaja korban narkotika di Pondok lnabah adalah konsep “lnabah” itu sendiri yang juga sekaligus diJadikan nama pusat kegiatan.
KONSEP PENDIDIKAN DALAM AL-QUR'AN Syadli, M.
ALQALAM Vol 18 No 88-89 (2001): January - June 2001
Publisher : Center for Research and Community Service of UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten-Serang City-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1660.334 KB) | DOI: 10.32678/alqalam.v18i88-89.1455

Abstract

In the world of general education, there have been three kinds of educational theories: the first is tabularasa theory that had been emerged by John Locke (1632-1704) and, later, known as Empirism; the second is talent theory that had been pioneered by Arthur Schopenhour (1768-1860) and, later welllknown as Nativism; and the third is realism theory that had been presented by William Stern (1871-1939) and, later, famous as Convergence.The said three general educational theories above are based on the anthropocentric philosophy, while the Islamic educational theory is based on the theocentric philosophy that is referred to the Holy Qur'an and the Prophet's Traditions. Here below the writer presents and focuses on the Islamic aspects of education which are based on the Holy Qur'an and the Prophet's Traditions. They consist of teacher as a social agent, student, teaching material, method of teaching, goal of teaching that has to be reached, evaluation, educational envirenment and infrastructure.Key word: Anthropocentric, Theocentric, Aspects of Education, The Holy Qur'an
IMAM SIBAWAIHI DAN KARYA UTAMANYA, AL-KITAB Ali, Mufti
ALQALAM Vol 18 No 88-89 (2001): January - June 2001
Publisher : Center for Research and Community Service of UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten-Serang City-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1761.463 KB) | DOI: 10.32678/alqalam.v18i88-89.1454

Abstract

Sebagai seorang sarjana yang dianggap telah memperkenalkan pendekatan baru pada studi bahasa, di mana pemikiran gramatikalnya dijuluki sebagai titik berangkat (starting point) sejarah tata bahasa Arab, Sibawayhi mendapatkan perhatian cukup luas dari para ahli bahasa dan sajarah bahasa Arab khususnya dan dari para ahli sejarah literatur Islam umumnya, baik di Barat maupun di Timur. Secara garia besar perhatian para ahili tersebut berkisar mengenai biografi, kontribusi pemikiran gramatikal Sibawayhi kepada tata bahasa Arab, reaksi para ahli nahwu generasi pertama pada pemikiran Sibawayhi, posiss pemikiran gramatikal Sibawayhi di tengah mazhab grammar yang berkembang saat itu, masterpiece Sibawayh, al-Kitab, manuskrip dan orisinalitas pemikirannya.Dalam karya tulis ini didiskusikan secara sekilas biografi dan karya utama Sibawayhi (al-Kitab). Diskusi mengenai biograf1 Sibawayhi meliputi diskusi hubungan guru-murid Sibawayhi dengan sejumlah ahli gramatikal: sementara diskusi mengenai karya utamanya meliputi; Pertama, ruang lingkup al-Kitab; kdua, manuskrip, publikasi, dan transilasi karya tersebut; ketiga, al-Kitab da1am konteks persaingan antara fiksi Kufah dan Basrah; keempat, orisinalitas pemikiran Sibawayhi da1am al-Kitab; dan kelima, pengaruh pemikiran gramatikal Sibawayhi terhadap pemikiran gramatikal ahli gramatik setelahnya. Pada hagian akhir tulisan ini dicantumkan daftar bibliografi yang mendiskusikan biografi dan seluruh aspek pemikiran gramatikal Sibawayhi yang disusun secara kronologis. Kata Kunci: Sibawayhi, Biografi, al-Kitab

Page 1 of 1 | Total Record : 7


Filter by Year

2001 2001


Filter By Issues
All Issue Vol 35 No 2 (2018): July - December 2018 Vol 35 No 1 (2018): January - June 2018 Vol 34 No 2 (2017): July - December 2017 Vol 34 No 1 (2017): January - June 2017 Vol 33 No 2 (2016): July - December 2016 Vol 33 No 1 (2016): January - June 2016 Vol 32 No 2 (2015): July - December 2015 Vol 32 No 1 (2015): January - June 2015 Vol 31 No 2 (2014): July - December 2014 Vol 31 No 1 (2014): January - June 2014 Vol 30 No 3 (2013): September - December 2013 Vol 30 No 2 (2013): May - August 2013 Vol 30 No 1 (2013): January - April 2013 Vol 29 No 3 (2012): September - December 2012 Vol 29 No 2 (2012): May - August 2012 Vol 29 No 1 (2012): January - April 2012 Vol 28 No 3 (2011): September-December 2011 Vol 28 No 2 (2011): May - August 2011 Vol 28 No 1 (2011): January - April 2011 Vol 27 No 3 (2010): September - December 2010 Vol 27 No 2 (2010): May - August 2010 Vol 27 No 1 (2010): January - April 2010 Vol 26 No 3 (2009): September - December 2009 Vol 26 No 2 (2009): May - August 2009 Vol 26 No 1 (2009): January - April 2009 Vol 25 No 3 (2008): September - December 2008 Vol 25 No 2 (2008): May - August 2008 Vol 25 No 1 (2008): January - April 2008 Vol 24 No 3 (2007): September - December 2007 Vol 24 No 2 (2007): May - August 2007 Vol 24 No 1 (2007): January - April 2007 Vol 23 No 3 (2006): September - Desember 2006 Vol 23 No 2 (2006): May - August 2006 Vol 23 No 1 (2006): January - April 2006 Vol 22 No 3 (2005): September - December 2005 Vol 22 No 2 (2005): May - August 2005 Vol 22 No 1 (2005): January - April 2005 Vol 21 No 102 (2004): September - December 2004 Vol 21 No 101 (2004): May - August 2004 Vol 21 No 100 (2004): January - April 2004 Vol 20 No 98-99 (2003): July - December 2003 Vol 20 No 97 (2003): April - June 2003 Vol 20 No 96 (2003): January - March 2003 Vol 19 No 95 (2002): October - December 2002 Vol 19 No 94 (2002): July - September 2002 Vol 19 No 93 (2002): April - June 2002 Vol 19 No 92 (2002): January - March 2002 Vol 18 No 90-91 (2001): July - December 2001 Vol 18 No 88-89 (2001): January - June 2001 Vol 17 No 87 (2000): Oktober - December 2000 Vol 17 No 86 (2000): July - September 2000 Vol 17 No 85 (2000): April - June 2000 Vol 14 No 74 (1998): September - October 1998 Vol 13 No 72 (1998): May - June 1998 Vol 13 No 68 (1997): November - Desember 1997 Vol 13 No 67 (1997): September - Oktober 1997 Vol 13 No 66 (1997): Juli - Agustus 1997 Vol 11 No 63 (1997): Maret - April 1997 Vol 11 No 62 (1996): September - Oktober 1996 Vol 11 No 59 (1996): Maret - April 1996 Vol 11 No 58 (1996): Januari - Februari 1996 Vol 10 No 56 (1995): September - October 1995 Vol 10 No 55 (1995): July - August 1995 Vol 10 No 54 (1995): May - June 1995 Vol 10 No 53 (1995): March - April 1995 Vol 10 No 52 (1995): January - February 1995 Vol 10 No 51 (1994): November - Desember 1994 Vol 10 No 51 (1994): November - December 1994 Vol 10 No 50 (1994): September - October 1994 Vol 4 No 15 (1988): September - October 1988 More Issue