cover
Contact Name
Muhammad Syafar
Contact Email
m.syafar@uinbanten.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
alqolam.journal@uinbanten.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota serang,
Banten
INDONESIA
ALQALAM
ISSN : 14103222     EISSN : 2620598X     DOI : -
ALQALAM (e-ISSN: 2620-598X; p-ISSN: 1410-3222) is a journal published by the Center for Research and Community Service of UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten-INDONESIA. ALQALAM is an academic journal published twice a year (every six months). ALQALAM had been accreditated by Ministry of Education and Culture No. 80/DIKTI/Kep./2012, 13 Desember 2012. This journal focuses on specific themes of Islamic Studies.
Arjuna Subject : -
Articles 508 Documents
KEDUDUKAN, DASAR-DASAR DAN ELEMEN-ELEMEN MAGI ORANG BANTEN Bahrul Ulumi, Helmy Faizi
ALQALAM Vol 24 No 1 (2007): January - April 2007
Publisher : Center for Research and Community Service of UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten-Serang City-Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1657.811 KB) | DOI: 10.32678/alqalam.v24i1.1656

Abstract

Tulisan ini berusaha membedah magi orang Banten dari aspek kedudukannya dalam masyarakat, pendasaran-pendasarannya, dan elemen-elemen yang ada di dalamnya. Data diperoleh melalui dua cara, yaitu studi lapangan (kasus) di Kecamatan Ciomas Serang dan studi kepustakaan. Untuk elemen-elemen magi, penulis mendasarkan pembedahan pada teori dari Marcel Mauss dalam bukunya A General Theory of Magic.Bagi masyarakat Banten, agama dan magi adalah satu kesatuan. Agama berfungsi sebagai pedoman hidup abstrak untuk tujuan keakhiratan, sedangkan magi beifungsi untuk aspek-aspek kehidupan yang praktis, fungsional dan kongkrit. Keterkaitan ini melahirkan ajaran sareat-hakekat. Sareat adalah usaha yang dilakukan manusia dengan menggunakan kekuatan dirinya dan (atau) kekuatan magi. Hakekat adalah kepasrahan kepada keputusan Tuhan, apakah sareat seorang manusia itu dikabulkan atau tidak. Dasar magi orang Banten adalah agama Islam dan tradisi loka. Elemen-elemen magi terdiri dari pelaku magi, ritus, dan representasi. Pelaku magi yang utama di Banten disebut Kiyai Hikmah. Ia berperan sebagai produsen magi dan pemilik otoritas magi (pemilik ijazah). Kondisi ritus magi terkait dengan waktu, tempat, material, alat dan kondisi kejiwaan. Ritus non verbalnya lebih bersifat simbolis (symbolic rites, holy actions) daripada simpatetis. Ritus verbal terdiri dari mantera (wirid) yang diucapkan, mantera yang ditulis, naktu, al-jafr (ilmu tentang makna dan nilai magis huruf). Representasi personal yang sering digunakan adalah Tuhan (Gusti Allah), Jin, khodam, dan ruh orang-orang suci dan leluhur.
NASKAH AL-JAWAHIR AL-KHAMSAH SEBAGAI SUMBER RUJUKAN AJARAN TAREKA TSYATTARIYAH DAN PERSEBARAN SALINANNYA Shoheh, Muhamad
ALQALAM Vol 35 No 1 (2018): January - June 2018
Publisher : Center for Research and Community Service of UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten-Serang City-Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2058.127 KB) | DOI: 10.32678/alqalam.v35i1.563

Abstract

This paper discusses the context of the written text of al­Jawahir al-khamsah by Syaikh al-MuhammadAl-Gaus al-Hindi and its relation to a number of other texts which become the source of reference teaching institutes Syattariyah. It also discussed the important position of al-Jawahir al-khamsah text for the followers of the Syattariyah congregation, as well as a general overview of the distribution of copies either in India, Haramayn, and the archipelago. Kitab Al-Jawahir Al-khamsah is a practical book for the followers of Syattariyah congregation the most popular, because it was written based on the author's experience of spiritual exercises tauGt by the teacher, Syaikh Zuhur al-Haji Huduri, for more than 13 years at the top of Mount Janar (Cunar), North India. Kitab al-Jawahir al-Khamsah is a complement of the book of reference Lata'if al-Gaibiyyah and Risalah Syatariyah. So called, because the book of al-Jawahir al-Khamsah contains concepts the idea of founders Syattariyah (Syaikh 'Abdullah al-Syattar} and his followers (Syaikh Baha'uddin), but in a more practical form. Syaikh al-Mufammad Al-Gaus called it asa ''jewel" (الجوهر ) consisting of 'compassion' ('ibadah) and the procedures, zuhd and the procedures, and the procedures creations of prayer, remembrance and the procedures, as well as about the legacy of truth and 'a 'mal al-muhaqqiqin (deeds experts nature) and how to take it. Until now discovered at least five copies of the manuscript al-Jawahir al-Khamsah scattered in various regions, such as India, the Archipelago, Leiden (Netherlands), Saudi Arabia, and Tunisia as one of the countries in the area of North Africa. The manuscript consecutively numbered and each code: 189 خ- ج ; A 37; A 42; Cod.Or. 7201; and A-MSS-07150. This limited findings certainly do not rule out the existence of a copy of the manuscript al-Jawahir al-Khamsah other in other countries, particularly in India and Pakistan as well as Asean countries other than Indonesia.  
DIMENSI ONTOLOGIS MAGI ORANG BANTEN Ulumi, Helmy Faizi Bahrul
ALQALAM Vol 25 No 3 (2008): September - December 2008
Publisher : Center for Research and Community Service of UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten-Serang City-Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1299.352 KB) | DOI: 10.32678/alqalam.v25i3.1688

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk menyelidiki ontologi yang terkandung dalam magi Orang Banten. Dengan menggunakan teori ontologi Anton Bakker, pengungkapan ontologi yang terkandung di dalam magi Orang Banten dibatasi pada tujuh masalah, yaitu (1) prinsip pertama, (2) keesaan dan keanekaan pengada, (3) ciri homogal transendental pengada, (4) permanensi dan kebaharuan pengada, (5) kejasmanian dan kerohanian pengada, (6) norma ontologis transendental yang berlaku dalam pengada, dan (7) struktur manusia.Dimensi ontologis yang terceermin dalam magi Orang Banten adalah sebagai berikut. Prinsip pertama ontologi dalam magi Orang Banten bersifat theosentris. Tuhan adalah prinsip pertama yang mendasari seluruh ontologi. Ontologi dalam magi Orang Banten menerima prinsip azali yang banyak, tetapi ada satu yang dianggap paling utama dan memberi makna, yakni Tuhan (Pluralisme Metafisika Sentris). Ciri homogal transendental yang dimiliki pengada adalah bahwa segala pengada adalah ciptaan; gerak dan wujudnya berada di bawah kendali Tuhan. Gerak segala pengada itu permanen, ditentukan dan bertujuan. Sifat gerak segala pengada adalah statis-teleologis-deterministik. Kesemestaan pengada yang plural itu terdiri dari pengada jasmani, pengada rohani dan pengada jasmani-rohani. Norma ontologis transendental yang berlaku untuk semua pengada adalah determinisme. Struktur fundamental manusia adalah ciptaan Tuhan yang berdimensi jasmani dan rohani ketika hidup di dunia dan berdimensi rohani ketika jasmani sudah mati dan berada di alam akherat.
PERSPEKTIF HADIS NABI SAW. TENTANG ZUHUD Saad, Suadi
ALQALAM Vol 23 No 3 (2006): September - Desember 2006
Publisher : Center for Research and Community Service of UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten-Serang City-Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2026.928 KB) | DOI: 10.32678/alqalam.v23i3.1502

Abstract

Dilihat dari perspektif hadis Nabi saw, zuhud bukan berarti mengharamkan yang halal atau menyia-nyiakan hal-hal duniawi, tetapi merasa hati lebih terpaut kepada apa yang di sisi Allah daripada kepada harta, serta lebih berharap akan pahala dari musibah yang menimpa. Zuhud tidak selalu identik dengan kemiskinan. Kaya harta dengan cara yang halal, dan tidak menghambakan diri kepada kekayaan tersebut, sebaliknya hati selalu terpaut dengan apa yang ada di sisi Allah, juga merupakan zuhud.Dari perspektif hadis pula, pada hakikatnya zuhud ada dua: 1) zuhud dari dunia, dan 2) zuhud dari apa yang dimiliki manusia. Zuhud terhadap dunia, bukanlah dengan mengharamkan hal-hal yang dihalalkan oleh syariat, tetapi "hati lebih terpaut kepada apa yang ada di sisi Allah dari pada kepada apa yang kita miliki': dan 'Jika ditimpa musibah duniawi, lebih berharap akan pahalanya daripada tidak adanya musibah itu sendiri': Sementara, zuhud terhadap milik manusia akan menimbulkan rasa cinta mereka kepada kita.
AL-QADIR'S ROLE IN THE SUNNITE RESTORATION THOLIB, UDJANG
ALQALAM Vol 24 No 2 (2007): May - August 2007
Publisher : Center for Research and Community Service of UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten-Serang City-Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (792.623 KB) | DOI: 10.32678/alqalam.v24i2.1637

Abstract

During al-Qadir's reign, the political power was in the hands of the the Buwayhid's amir al-umara', Baha' al-Dawla. The latter was the strong supporter of the Shi'ites who flourished during this time. Realizing that he only held the religious power and wishing to be a champion of the Sunnites, the caliph embarked on a famous endeavor which can be called as the Sunnite Restoration. With this he tried to counter the increasing ascendancy of the Shi'ites and existing influence of the Mu'tazilites and Ash'arites. He took  up  a  leadership  of  politico-religious  party   against   the   Shi'ite, Mu'tazilite and Ash'arite movements. In addition, he issued the Risala al­ Qadiriyya (Al-Qadir's Epistle), containing the Sunnite creed based on the ideas of the Hanbalite scholars. The main issues he dealt in the Risala al­ Qadiriyya were the unity and absolute power of Allah, the uncreatedness of the Kalam (Word of Allah), Allah's real attributes and the acknowledgement of the excellence of the Khulafaur Rashidin according to the chronological enumeration. Finally, the Muslims should not discredit the companions of the Prophets.
MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH STRATEGI ALTERNATIF DALAM PERSAINGAN MUTU Ibrohim, Busthomi
ALQALAM Vol 22 No 2 (2005): May - August 2005
Publisher : Center for Research and Community Service of UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten-Serang City-Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1334.64 KB) | DOI: 10.32678/alqalam.v22i2.1376

Abstract

The debate over how centralized or decentralized the management of education system should be is essential to the success of strategies far improving or reforming the system. One of the main aims of education reform and probabfy the best means of going about it is to involve the stakeholders in decision making.There are various aspects lo schools' autonomy. It applies first lo resource management it means that the school should be able to decide how lo use a substantial portion of its allotted resources. Marry reasons have been advanced to explain why this should be, but accordingly school based management is way for forcing individual school to take responsibiliry for what happens to children under their jurisdiction and attending their school.It should be so, because school as institution is the specific set essential function is serves in our society. So that, school based management should be understood as policy problem which needs problem stracturing, policy alternatives, hypothetical recommendation about policy output, policy actions, outcomes and consequencies.To know more about its function in accordance with education setting of Indonesia today. The writer will have at least partially fulfilled as below.Key Words: School Based Management, Decentralization of Education, Quality Assurance
PENDIDIKAN PESANTREN TRADISI DAN MODERNISASI KOSWARA, H.S.
ALQALAM Vol 19 No 92 (2002): January - March 2002
Publisher : Center for Research and Community Service of UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten-Serang City-Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (960.502 KB) | DOI: 10.32678/alqalam.v19i92.1443

Abstract

Peranan pesantren merupakan lembaga pendidikan Islam tertua dalam penyebaran Islam dan pemantapan ketaatan masyarakat dalam melaksanakan syari'at Islam. Lembaga-lembaga pesantren di Jawa dan Madura berperan dalam penyebaran ajaran Islam dan pembentukan watak keislaman bagi masyarakat sampai ke pelosok pedesaan. Dari lembaga-lembaga pesantren itulah asal-usul sejumlah manuskrip tentang pengajaran Islam walaupun keadaannya sangat terbatas.Di balik peran positif lembaga pendidikan pesantren, lembaga pendidikan ini banyak dikecam karena dianggap sebagai sistem pendidikan statis yang terbelenggu oleh pemikiran-pemikiran ulama abad pertengahan.Begitu pula sumber-sumber pelajaran terbatas kitab-kitab salaf. Dengan berbagai kelemahn umat Islam di seluruh dunia maka terjadilah perubahan sistem pesantren, terutama setelah Indonesia merdeka, maka terjadilah modernisasi pesantren.
PENDEKATAN MAQASHID AL-SYARl'AH DALAM BERIJTIHAD Tihami, M. A.
ALQALAM Vol 10 No 55 (1995): July - August 1995
Publisher : Center for Research and Community Service of UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten-Serang City-Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1327.075 KB) | DOI: 10.32678/alqalam.v10i55.1537

Abstract

Pendekatan Maqashid al-Syariah dalam Berijtihad
TINJAUAN KRITIS ATAS TARIKH AL-UMAM WA AL-MULUK KARYA IBN JARIR AL-TABARI Adnan, Adnan
ALQALAM Vol 31 No 2 (2014): July - December 2014
Publisher : Center for Research and Community Service of UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten-Serang City-Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1931.316 KB) | DOI: 10.32678/alqalam.v31i2.1402

Abstract

Tarikh al-Umam wa al-Muluk (history of nations and kings) by Abu Ja'far Muhammad ibn Jarir al-Tabiiri, is by common consent the most important universal history produced in the world of Islam. This monumental work explores the history of the ancient nations, the prophets, the rise of Islam and the history of  the Islamic World down to the year 302 A.H./915 AD. His work, chronicled the History of Islam year by year; an attempt to categorize history from creation till the year 302 A.H/915 A.D. By the time he had finished his work, he had gathered all the historical traditions of the Arabs in his voluminous work. The Muslim world was not slow in showing its appreciation, and this work became famous as Islamic Traditional Historiography. However, much to criticize by western scholars (orientalist or lslamicist) sphere in writting   style  of Thabari  work not systematically and interp retatively. In fact, no discovered logical argumen and rational parallel with historical ideas manifesting. The impact of uncommon muslim scholars to become a reference for Islamic historical Studies. A central theme of this paper will be invate of Muslim intellectuals/scholars to be Tarikh Thabari as prominent reference in the Islamic historical studies. Moreover, I will argue that Tarikh al-Umam wa al-muluk by al-Tabari is the most important reference on Islamic history than the other references.
SHAH WALI ALLAH AND ABUL A'LA MAWDUDI Ma'mur, Ilzamudin
ALQALAM Vol 17 No 85 (2000): April - June 2000
Publisher : Center for Research and Community Service of UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten-Serang City-Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1225.636 KB) | DOI: 10.32678/alqalam.v17i85.1475

Abstract

Shah Wali Allah dan Sayyid Abul A'la Mawdudi adalah pemikir-pemikir Muslim dari Anak-benua lndo-Pakistan yang sangat terkemuka pada masanya, masing-masing abad ke-18 dan 20. Kedua ulama ini yang masing-masing dipandang mewakili kaum Modernis dan Tradisionalis hingga tingkat tertentu, mempunyai pemikiran yang menyentuh spektrum yang cukup luas mulai dari ilmu agama tradisional seperti tafsir, fiqh, bahasa Arab dan sejarah Islam hingga ilmu umum modern seperti ilmu ekonomi, Pendidikan dan politik kenegaraan. Dari sekian banyak aspek pemikiran mereka tersebut, pemikiran politik menjadi kajian utama dalam tulisan ini. Kemudian karena konsep dasar filsafat politik adalah konsep negara, maka tulisan ini lebih diarahkan pada pemikiran mereka yang menyangkut bentuk dan tujuan negara, peran kepala negara, syarat kepala negara, gelar kepala negara, tugas kepala negara, dan jenis golangan warga dari negara Islam. Kendati terdapat beberapa perbedaan dan sekaligus persamaan, gagasan umum mereka adalah ingin melihat terciptanya umat Islam, khususnya di Indo-Pakistan dan umumnya dunia Islam, bersatu padu di bawah bendera Islam. Sejalan dengan pemikiran ini, mereka sependapat bahwa tujuan dari negara Islam adalah untuk menjamin diterapkannya ajaran-ajaran lslam. Negara bukanlah tujuan melainkan sekedar alat untuk mencapai tujuan yang lebih luas dan mulia yang dalam bahasa Iqbal dimaksudkan "untuk mewujudkan Kerajaan Tuhan di Bumi".

Page 1 of 51 | Total Record : 508


Filter by Year

1988 2018


Filter By Issues
All Issue Vol 35 No 2 (2018): July - December 2018 Vol 35 No 1 (2018): January - June 2018 Vol 34 No 2 (2017): July - December 2017 Vol 34 No 1 (2017): January - June 2017 Vol 33 No 2 (2016): July - December 2016 Vol 33 No 1 (2016): January - June 2016 Vol 32 No 2 (2015): July - December 2015 Vol 32 No 1 (2015): January - June 2015 Vol 31 No 2 (2014): July - December 2014 Vol 31 No 1 (2014): January - June 2014 Vol 30 No 3 (2013): September - December 2013 Vol 30 No 2 (2013): May - August 2013 Vol 30 No 1 (2013): January - April 2013 Vol 29 No 3 (2012): September - December 2012 Vol 29 No 2 (2012): May - August 2012 Vol 29 No 1 (2012): January - April 2012 Vol 28 No 3 (2011): September-December 2011 Vol 28 No 2 (2011): May - August 2011 Vol 28 No 1 (2011): January - April 2011 Vol 27 No 3 (2010): September - December 2010 Vol 27 No 2 (2010): May - August 2010 Vol 27 No 1 (2010): January - April 2010 Vol 26 No 3 (2009): September - December 2009 Vol 26 No 2 (2009): May - August 2009 Vol 26 No 1 (2009): January - April 2009 Vol 25 No 3 (2008): September - December 2008 Vol 25 No 2 (2008): May - August 2008 Vol 25 No 1 (2008): January - April 2008 Vol 24 No 3 (2007): September - December 2007 Vol 24 No 2 (2007): May - August 2007 Vol 24 No 1 (2007): January - April 2007 Vol 23 No 3 (2006): September - Desember 2006 Vol 23 No 2 (2006): May - August 2006 Vol 23 No 1 (2006): January - April 2006 Vol 22 No 3 (2005): September - December 2005 Vol 22 No 2 (2005): May - August 2005 Vol 22 No 1 (2005): January - April 2005 Vol 21 No 102 (2004): September - December 2004 Vol 21 No 101 (2004): May - August 2004 Vol 21 No 100 (2004): January - April 2004 Vol 20 No 98-99 (2003): July - December 2003 Vol 20 No 97 (2003): April - June 2003 Vol 20 No 96 (2003): January - March 2003 Vol 19 No 95 (2002): October - December 2002 Vol 19 No 94 (2002): July - September 2002 Vol 19 No 93 (2002): April - June 2002 Vol 19 No 92 (2002): January - March 2002 Vol 18 No 90-91 (2001): July - December 2001 Vol 18 No 88-89 (2001): January - June 2001 Vol 17 No 87 (2000): Oktober - December 2000 Vol 17 No 86 (2000): July - September 2000 Vol 17 No 85 (2000): April - June 2000 Vol 14 No 74 (1998): September - October 1998 Vol 13 No 72 (1998): May - June 1998 Vol 13 No 68 (1997): November - Desember 1997 Vol 13 No 67 (1997): September - Oktober 1997 Vol 13 No 66 (1997): Juli - Agustus 1997 Vol 11 No 63 (1997): Maret - April 1997 Vol 11 No 62 (1996): September - Oktober 1996 Vol 11 No 59 (1996): Maret - April 1996 Vol 11 No 58 (1996): Januari - Februari 1996 Vol 10 No 56 (1995): September - October 1995 Vol 10 No 55 (1995): July - August 1995 Vol 10 No 54 (1995): May - June 1995 Vol 10 No 53 (1995): March - April 1995 Vol 10 No 52 (1995): January - February 1995 Vol 10 No 51 (1994): November - Desember 1994 Vol 10 No 51 (1994): November - December 1994 Vol 10 No 50 (1994): September - October 1994 Vol 4 No 15 (1988): September - October 1988 More Issue