JPMI (Jurnal Pendidikan Matematika Indonesia)
Published by STKIP Singkawang
Jurnal Pendidikan Matematika Indonesia (JPMI), e-ISSN: 2477-8443, p-ISSN: 2477-5959 is an information container has scientific articles in the form of research, the study of literature, ideas, application of the theory, the study of critical analysis, and studies in the field of science Mathematics Education. JPMI published two times a year, March and September, published by Institute for Research and Scientific Publications STKIP Singkawang.
Articles
46
Articles
Pengembangan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa Pada Materi Pertidaksamaan Linier Satu Variabel Melalui Model Problem Based Learning Berbantuan Modul

Mariyam, Mariyam, Prihatiningtyas, Nindy Citroresmi, Wahyuni, Rika

JPMI (Jurnal Pendidikan Matematika Indonesia) Vol 3, No 2 (2018): Volume 3 Number 2 September 2018
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Penelitian ini  bertujuan untuk mengembangkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa pada materi Pertidaksamaan Linear Satu Variabel (PtLSV) melalui penerapan model Problem Based Learning (PBL) berbantuan modul. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan bentuk penelitian adalah True Experimental dengan rancangan penelitian Pretest-Posttest Control Group Design.Populasi dalam Penelitian ini adalah semua siswa Kelas VII SMP N 2 dan SMP N 7 Singkawang. Sampel dipilih dengan teknik simple random sampling.Hasil analisis data menunjukkan bahwa; (1)Kemampuan pemecahan masalah matematis siswa pada materi PtLSV di SMP N 2 Singkawang dan SMP N 7 Singkawang sebelum dan sesudah diterapkannya model PBL berbantuan modul berbeda, berdasarkan uji paired t test didapat perbedaan yang signifikan antara nilai pretest dan nilai posttest siswa, (2) Kemampuan pemecahan masalah matematis siswa pada materi PtLSV di SMP N 2 Singkawang dan SMP N 7 Singkawang sebelum dan sesudah diterapkannya model pembelajaran langsung berbantuan modul berbeda, berdasarkan uji paired t test didapat perbedaan yang signifikan antara nilai pretest dan nilai posttest siswa, (3) Tidak terdapat perbedaan peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa pada materi PtLSVanatara kelas yang menggunakan model PBL dan kelas yang menggunakan Model pembelajaran langsung dengan pendekatan Saintifik  berbantuan modul baik di SMP N 2 Singkawang dan SMP N 7Singkawang .

Pengembangan Pembelajaran Scientific Berbasis Multirepresentasi Untuk Menunjang Pembelajaran Matematika dalam Kurikulum 2013

Husna, Nurul, Nurhayati, Nurhayati

JPMI (Jurnal Pendidikan Matematika Indonesia) Vol 3, No 2 (2018): Volume 3 Number 2 September 2018
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan pembelajaran matematika dengan pendekatan scientific berbasis multirepresentasi dalam kurikulum 2013. Secara rinci tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan modul yang menunjang pembelajaran matematika dengan pendekatan scientific dalam kurikulum 2013 dan menjelaskan keterpakaian modul yang dikembangkan untuk menunjang pembelajaran matematika dengan pendekatan scientific dalam kurikulum 2013, dan melihat keterlaksanaan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dalam menerapkan modul scientific berbasis multirepresentasi di SMP. Adapun target yang dicapai melalui penelitian ini adalah terbitnya sebuah karya ilmiah yang dapat memberi wawasan dan pengetahuan bagi pembaca melalui publikasi ilmiah dalam jurnal ber-ISSN dan terdaftar dalam Hak Kekayaan Intelektual (HKI). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Research and Development (R&D) dengan model pengembangan 4D tanpa tahap Dissemination. Populasi penelitian adalah semua siswa kelas VII SMP di Kota Singkawang. Dari populasi yang ada dipilih dua SMP di Kota Singkawang yang menjadi sampel penelitian melalui teknik random sampling. Satu kelas VII yang berada di kedua SMP tersebut diberikan pembelajaran dengan pendekatan scientific berbasis multirepresentasi. Data penelitian diperoleh melalui teknik tes dan non tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan pembelajaran scientific berbasis multirepresentasi dapat digunakan untuk meningkatkan hasil belajar siswa, modul scientific berbasis multirepresentasi mendapatkan respon yang sangat baik oleh siswa dan memberikan pengaruh terhadap peningkatan hasil belajar siswa, serta Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dengan menggunakan modul scientific berbasis multirepresentasi terlaksana dengan sangat baik di kelas VII SMP.

Pengembangan LKS Berbasis Dongeng untuk Meningkatkan Literasi Matematis Siswa Sekolah Dasar Se-Kota Sintang

Dores, Olenggius Jiran, Setiawan, Beni

JPMI (Jurnal Pendidikan Matematika Indonesia) Vol 3, No 2 (2018): Volume 3 Number 2 September 2018
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk meningkatkan Literasi matematis siswa kelas IV SD se kota Sintang, mengkaji Perbedaan literasi matematis siswa antara sebelum dan setelah mengerjakan lks berbasis dongeng dan mengembangkan lks berbasis dongeng untuk meningkatkan literasi matematis siswa kelas IV sekolah dasar se kota Sintang. Subjek dalam penelitian ini adalah 63 siswa kelas 4 dari 21 SD di Kota Sintang dengan kategori siswa berkemampuan tinggi, berkemampuan sedang dan berkemampuan rendah. Desain penelitian ini merupakan riset and development. Adapun tahapannya adalah (1). Studying research findings, (2). Developing the product, (3). Field testing, (4). Revising. Kesimpulan dari penelitian ini adalah; kemampuan literasi matematis siswa kelas IV SD se-kota Sintang masih rendah dengan nilai rata – rata 42,90 pada semua level kemampuan dengan persentase 80,32%, terdapat perbedaan kemampuan literasi matematis sebelum dan setelah mengerjakan lks berbasis dongeng dengan kenaikan rata – rata hasil tes 8,48, lks berbasis dongeng dapat meningkatkan kemampuan literasi matematis siswa se-kota Sintang. Kata Kunci: LKS Berbasis Dongeng, Literasi Matematis; Siswa SD; Kota Sintang

Peningkatan Kemampuan Berpikir Kritis Matematis Siswa Melalui Pembelajaran Reciprocal Teaching

Umam, Khoerul

JPMI (Jurnal Pendidikan Matematika Indonesia) Vol 3, No 2 (2018): Volume 3 Number 2 September 2018
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Kemampuan berpikir kritis matematis siswa berperan penting dalam pembelajaran matematika. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis matematis siswa dengan menggunakan model pembelajaran reciprocal teaching. Metode penelitian yang digunakan adalah metode quasi-eksperimen. Sampel penelitian berjumlah 36 orang untuk kelas eksperimen dan 36 orang untuk kelas kontrol. Instrumen penelitian menggunakan tes essay yang telah didesain untuk mengukur kemampuan berpikir kritis matematis siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) terdapat peningkatan kemampuan berpikir matematis siswa yang diajarkan dengan menggunakan reciprocal teaching dan (2) hasil penelitian menunjukkan bahwa thitung 4,73 > ttabel  1,67 dapat diinterpretasi bahwa Model Pembelajaran Reciprocal Teaching memiliki pengaruh terhadap peningkatan Kemampuan Berpikir Kritis Matematis Siswa.

Upaya Meningkatkan Minat Belajar Matematika Dengan Pendekatan Open-Ended

Aedi, Weni Gurita

JPMI (Jurnal Pendidikan Matematika Indonesia) Vol 3, No 2 (2018): Volume 3 Number 2 September 2018
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Minat belajar merupakan modal awal siswa untuk belajar. Minat belajar merupakan dorongan dari dalam diri siswa secara psikis untuk mempelajari sesuatu dengan kesadaran, ketenangan dan kedisiplinan, sehingga siswa dapat secara aktif dan senang untuk melakukannya. Namun faktanya minat belajar matematika siswa masih perlu ditingkatkan. Sehingga perlu dilakukankan upaya untuk menciptakan suatu pembelajaran yang aktif, kreatif dan inovatif yang dapat meningkatkan minat belajar matematika siswa. Salah satu yang dilakukan yaitu dengan  menerapkan pendekatan open-ended. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) dengan menerapkan pendekatan open-ended untuk meningkatkan minat belajar matematika. PTK dilakukan dalam dua siklus. Tiap siklus terdiri dari kegiatan perencanaan, tindakan, pegamatan, dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan open-ended dapat meningkatkan minat belajar matematika matematika siswa. Setelah dilakukan upaya-upaya perbaikan, pada penerapan pendekatan open-ended dalam pembelajaran matematika dari siklus I ke siklus II dapat meningkatkan minat belajar matematika siswa.

Analisis Faktor-Faktor Penyebab Kesulitan Belajar Mahasiswa Dalam Pembelajaran Konstruktivistik Mata Kuliah Aljabar Linier

Wasito, Nur, Kurniawan, Fandi Ahmad

JPMI (Jurnal Pendidikan Matematika Indonesia) Vol 3, No 2 (2018): Volume 3 Number 2 September 2018
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya kesulitan-kesulitan belajar yang dialami mahasiswa dalam pembelajaran konstruktivistik mata kuliah Aljabar Linier yang menyebabkan prestasi belajar mereka relatif rendah, padahal penelitian-penelitian sebelumnya mengatakan bahwa kelas yang diajar menggunakan pembelajaran konstruktivistik cenderung mempunyai prestasi belajar yang tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan faktor-faktor penyebab terjadinya kesulitan-kesulitan belajar yang dialami mahasiwa dalam pembelajaran konstruktivistik mata kuliah Aljabar Linier. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, angket dan wawancara. Analisis data yang digunakan menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi: mereduksi data, menyajikan data dan menarik kesimpulan. Triangulasi metode digunakan dalam penelitian ini untuk menambah derajat keabsahan data. Hasil penelitian ini adalah deskripsi faktor-faktor penyebab kesulitan-kesulitan belajar yang dialami mahasiswa dalam pembelajaran konstruktivistik mata kuliah Aljabar Linier diantaranya yaitu faktor mahasiswa yang tidak percaya diri untuk mengkomunikasikan ide/pendapatnya, faktor modul Aljabar Linier yang belum mengarahkan kepada penemuan konsep, faktor kurang bisanya mahasiswa untuk menganalisis masalah yang baru pertama ditemui, serta faktor yang paling utama adalah belum terbiasanya mahasiswa dengan pembelajaran yang menekankan untuk mengkonstruksi sendiri pengetahuannya.

Penerapan Model Pembelajaran Self-Directed Learning untuk Meningkatkan Kemampuan Pemahaman Matematis Mahasiswa

Zamnah, Lala Nailah, Ruswana, Angra Meta

JPMI (Jurnal Pendidikan Matematika Indonesia) Vol 3, No 2 (2018): Volume 3 Number 2 September 2018
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menelaah peningkatan kemampuan pemahaman matematis mahasiswa yang memperoleh pembelajaran menggunakan model pembelajaran Self-Directed Learning dan mahasiswa yang memperoleh pembelajaran menggunakan konvensional. Penelitian ini melibatkan dua kelas. Kelas pertama memperoleh pembelajaran menggunakan model pembelajaran Self-Directed Learning dan kelas kedua memperoleh pembelajaran menggunakan konvensional. Untuk mendapatkan data hasil penelitian digunakan instrumen berupa tes kemampuan pemahaman matematis. Penelitian ini dilaksanakan di Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Galuh mahasiswa semester 2 tahun akademik 2017/2018. Analisis data dilakukan terhadap rataan gain ternormalisasi kedua kelompok sampel dengan menggunakan uji perbedaan rataan gain ternormalisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan peningkatan kemampuan pemahaman matematis mahasiswa antara mahasiswa yang memperoleh pembelajaran menggunakan model pembelajaran self-directed learning dengan mahasiswa yang memperoleh pembelajaran menggunakan konvensional.

Front Cover

Cover, Front

JPMI (Jurnal Pendidikan Matematika Indonesia) Vol 3, No 2 (2018): Volume 3 Number 2 September 2018
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Front Cover

Front Page

Page, Front

JPMI (Jurnal Pendidikan Matematika Indonesia) Vol 3, No 2 (2018): Volume 3 Number 2 September 2018
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Front Page

KEMAMPUAN PEMAHAMAN MATEMATIS PESERTA DIDIK MELALUI COOPERATIVE LEARNING TIPE PAIR CHECKS VS PROBLEM BASED LEARNING

Supriatna, Rypan, Afriansyah, Ekasatya Aldila

JPMI (Jurnal Pendidikan Matematika Indonesia) Vol 3, No 1 (2018): Volume 3 Number 1 March 2018
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Penggunaan model pembelajaran bisa digunakan sebagai perangsang minat dan motivasi belajar peserta didik agar bisa terlibat secara aktif dalam pembelajaran. Adapun tujuan penelitian ini untuk menganalisis perbedaan dan kualitas peningkatan kemampuan pemahaman matematis serta respon peserta didik antara yang menggunakan model pembelajaan kooperatif tipe Pair Checks dan model Problem Based Learning. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuasi eksperimen dengan menggunakan dua kelas sebagai sampel. Penelitian dilakukan di SMP Negeri 2 Cilawu tahun ajaran 2016/2017, kelas eksperimen I adalah kelas VII-G yang mendapatkan model pembelajaran kooperatif tipe Pair Checks dengan jumlah peserta didik sebanyak 32 orang dan kelas eksperimen II adalah kelas VII-H yang mendapatkan model Problem Based Learning dengan jumlah peserta didik sebanyak 32 orang.  Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah Segiempat. Berdasarkan hasil analisis statistik yang dilakukan diperoleh kesimpulan: "Tidak terdapat perbedaan peningkatan kemampuan akhir yang signifikan antara peserta didik yang mendapatkan model pembelajaran kooperatif tipe Pair Check dan model Problem Based Learning”. sedangkan peningkatan kemampuan pemahaman matematis peserta didik dari kedua kelas dikategorikan tinggi. Respon peserta didik terhadap model pembelajaran kooperatif tipe Pair Check menghasilkan respon baik dan respon peserta didik terhadap model Problem Based Learning menghasilkan respon sangat baik