cover
Filter by Year
Al-sihah: The Public Health Science Journal
The aim of this journal is to publish high-quality articles dedicated to all aspects of the latest outstanding developments in the field of public health. Al-Sihah receives manuscripts encompass a broad range of research topics in public health sciences: epidemiology, nutrition, health promotion, health and safety at work, communicable disease, social determinant of health, enviromental health, and health policy.
Articles
77
Articles
Analisis Pengelolaan Manajemen Logistik Obat di Instalasi Farmasi Rsud Lanto Daeng Pasewang Kabupaten Jeneponto

Satrianegara, Muhammad Fais, Bujawati, Emmi, Guswani, Guswani

Al-Sihah : The Public Health Science Journal Volume 10, Nomor 1, Tahun 2018
Publisher : UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Obat adalah salah satu perbekalan farmasi yang berperan penting dalam upaya penyembuhanpenyakit. Ketersediaan obat sangat tergantung pada bagaimana proses pengelolaan obat. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui bagaimana pengelolaan manajemen logistik obat di instalasi farmasi RSUD Lanto Daeng Pasewang Kabupaten Jeneponto. Metode yang digunakan adalah kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara langsung dan observasi. Hasil penelitian menjelaskan bahwa, perencanaan(oleh kepala instalasi dan pihak manajemen, pemilihan obatnya berdasarkan stock  yang menipis, kebutuhan, pola penyakit, e-katalog, dan permintaan, penentuan jumlah kebutuhan obat berdasarkan obat yang kosong, stok obat terakhir, sistem analisa ABC, pola penyakit dan pemakaian periode lalu), pengadaan (dilakukan setiap waktu ketika obat akan habis, berdasarkan tender dan pembelian langsung, pemesanan ulang terjadi ketika stok obat kosong pada distributor. Diharapkan kepada Instalasi Farmasi RSUD Lanto Daeng Pasewang  untuk membentuk tim perencanaan, dalam pengadaan sebaiknya menjamin ketersediaan obat pada distributor dan mengantisipasi kekosongan obat dengan Buffer Stock, penghapusan obat sebaiknya mengikuti prosedur yang ada pada SOP, penyimpanan sediaan yang kadaluarsa di tumpuk bersama di tempat yang aman dan membuat Flowchart untuk manajemen logistikobat. 

Identifikasi Aset Sarana Sanitasi Dasar Dengan Pendekatan Asset Based Community Development (Abcd) Di Desa Barugaia Kecamatan Bontomanai Kabupaten Kepulauan Selayar.

Susilawaty, Andi, Nurdiyanah, Nurdiyanah, Aryadin, Andi

Al-Sihah : The Public Health Science Journal Volume 10, Nomor 1, Tahun 2018
Publisher : UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Sarana sanitasi dasar di masyarakat harus selalu terpenuhi, upaya sanitasi dasar meliputi penyediaan air bersih, pembuangan kotoran manusia (jamban), pengelolaan sampah dan saluran pembuangan air limbah(Azwar, 1996). Berdasarkan laporan MDGs tahun 2008 di Indonesia jumlah penduduk yang tidak memiliki akses air bersih sebesar 44,2 %, dan hanya 5,5 % penduduk di desa yang mempunyai akses air bersih. Selanjutnya pada tempat-tempat umum cakupan penduduk yang mempunyai akses air bersih hanya 32,9% (WHO, 2008).Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi aset manusia, aset fisik, aset alam, aset sosial dan aset finasial yang berhubungan dengan sarana sanitasi dasar di Desa Barugaia Kecamatan Bontomanai Kabupaten Kepulauan Selayar. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dan kuantitatif (mix method) dengan konsep pendekatan Asset Based Community Development (ABCD) dengan metode In Depth Interviewatau wawancara mendalam. Jumlah informan dalam penelitian ini sebanyak 15 (lima belas) orang dan ditentukan secara Snowball Sampling.Hasil penelitian menunjukkan bahwa identifikasi aset yang berhubungan dengan sarana sanitasi dasar di Desa Barugaia Kecamatan Bontomanai Kabupaten Kepulauan Selayar adalah : Aset manusia yaitu pertukangan kayu dan batu, tukang las, pembuat jaring, pembuat perahu sampan, dll; Aset fisik yaitu kantor desa, puskesmas, gedung PKK, masjid, mushollah, poskamling, posyandu, kantor Coremap, taman kanak-kanak, sekolah dasar, sekolah menengah pertama, jalan raya, kantor BPD dan saluran irigasi; Aset alam yaitu tanah, air, hutan da udara. Sangatlah banyak yang dapat dimanfaatkan di Desa Barugaia ini terbukti dengan aset alam yang melimpah seperti pohon kelapa, tambang batu dan tambang pasir; Aset sosial yaitu budaya gotong royong dan saling tong menolong, kelompok nelayang dan kelompo tani; Aset finansial yaitu sumber finasial masyarakat barugaia, salah satunya pada pengolahan kelapa menjadi kopra.

Gambaran Kecelakaan Kerja, Penyakit Akibat Kerja dan Postur Janggal Pada Pekerja Armada Mobil Sampah Tangkasaki’ di Kota Makassar

Mallapiang, fatmawaty, Amansyah, Munawir, Lagu, Abdul Majid HR., Thaha, Annisa ilahi

Al-Sihah : The Public Health Science Journal Volume 10, Nomor 1, Tahun 2018
Publisher : UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Pada bulan Januari sampai September 2003 terdapat sekitar 81.169 kasus kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja, pada tahun 2008 sebanyak 2.124 orang (Departemen Tenaga kerja Trans Pusat Jakarta, 2008).Pekerjaan pengangkut sampah merupakan pekerjaan yang mempunyai risiko kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja yang cukup tinggi (Englehardt et al, 2003). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran kecelakaan kerja, penyakit akibat kerja dan postur janggal pada pekerja armada mobil sampah TANGKASAKI’ (Truk Angkutan Sampah Kita) di kota Makassar. Metode penelitian ini merupakan penelitian Survey bersifatDeksriptif dengan populasi adalah seluruh pekerja pengangkut sampah di kecamatan Tamalate Makassar sebanyak 30 orang dengan sampel 24 orang yang ditentukan secara purposive sampling.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecelakaan kerja tertinggi yang dialami oleh pekerja yaitu tertusuk dan tergores sebanyak 22 responden (43.1%) dan penyakit akibat kerja berupa penyakit kulit sebanyak 9 responden (22.5%). Sedangkan postur janggal dialami oleh pekerja pengangkut sampah karena posisi membungkuk, mengangkat, menarik, menggapai dan melempar sampah ke dalam truk secara berulang-ulang, sehingga mengalami keluhan nyeri punggung sebanyak 18 responden (30.5%).Dapat disimpulkan bahwa pekerja harus lebih memperhatikan dan mengenali hal-hal yang bisa menyebabkan kecelakaan kerja saat bekerja, dalam hal ini untuk menekan dan menurunkan angka kecelakaan kerja pada pekerjadengan penggunaan alat pelindung diri lengkap untuk menunjang pekerjaannya. Sehingga dapat mengurangi risiko kecelakaan kerja, penyakit akibat kerja dan postur janggal

Implementasi Program Bimbingan Persepsi Positive Body Image Terhadap Pengetahuan Gizi Remaja dan Status Gizi Remaja Putri

Amar, M. Iksan, Puspita, Ikha Deviyanti, Nasrullah, Nanang

Al-Sihah : The Public Health Science Journal Volume 10, Nomor 1, Tahun 2018
Publisher : UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Gangguan pada persepsi citra tubuh pada remaja memiliki implikasi negatif bagi psikologis dan kesejahteraan fisik remaja. Tujuan penelitian ini adalah untuk menilai pengaruh implementasi program bimbingan persepsi positive body image terhadap pengetahuan persepsi body image remaja puteri;  menilai wawasan remaja puteri dalam membedakan persepsi positive dan persepsi negative body image setelah mengikuti program bimbingan persepsi positive body image; dan menilai kemampuan remaja puteri dalam menentukan batas IMT yang ideal setelah mengikuti program bimbingan persepsi positive body image. Penelitian ini adalah penelitian Cross-sectional. Adapun variabel dalam penelitian atara lain; intake nutrisi menggunakan formulir Food Recall 24 jam, aktivitas menggunakan kuesioner, skalogram untuk mengukur persepsi remaja, dan status gizi remaja menggunakan penetuan Indeks Massa Tubuh (IMT). Pengabdian dilakukan pada remaja puteri di SMAN 5 dan SMAN 6 Depok. Analisis data menggunakan uji chi-square dari program SPSS versi 17. Pengabdian berupa implementasi program bimbingan persepsi positive body image potensial dilakukan untuk terhadap peningkatan pengetahuan persepsi body image remaja puteri. Pengabdian ini dapat meningkatnya wawasan remaja puteri untuk membedakan persepsi positive dan persepsi negative body image setelah mengikuti program bimbingan persepsi positive body image, serta meningkatkan kemampuan remaja puteri untuk menentukan batas IMT yang ideal setelah mengikuti program bimbingan persepsi positive body image.

Hubungan Tingkat Pengetahuan Faktor Risiko DM Dengan Status DM Pada Pegawai Negeri Sipil UIN Alauddin Makassar

Azriful, Azriful, Nildawati, Nildawati, Habibi, Habibi, Juddin, Diah Rismayani

Al-Sihah : The Public Health Science Journal Volume 10, Nomor 1, Tahun 2018
Publisher : UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Diabetes mellitus (DM) menjadi suatu permasalahan yang meluas di abad ini karena prevalensi dan morbiditasnya yang meningkat. Kurangnya pengetahuan masyarakat tentang DM mengakibatkan masyarakat terlambatmenyadari bahwa telah menderita penyakit DM. Riskesdas 2013 menunjukkanprevalensi DM cenderung lebih tinggi pada masyarakat dengan tingkat pendidikan tinggi.Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar merupakan salah satu lembaga pendidikan formal di Kota Makassar yang memiliki tenaga pendidik dan tenaga kependidikan dari latar belakang pendidikan tinggi.Tujuan penelitian ini untuk melihat hubungan tingkat pengetahuan faktor risiko DM dengan status DM pada pegawai negeri sipil UIN Alauddin Makassar. Penelitian menggunakan desain cross sectional dengan responden sebanyak 89 orangyang diambil menggunakan teknik stratified random sampling. Hasil pengukuran tingkat pengetahuan faktor risiko DM yaitu baik sebesar 41,6%, cukup sebesar 39,3%, dan kurang sebesar 19,1%. Hasil pengukuran status DM yaitu normal sebesar 24,7%, pre-diabetes sebesar 65,2%, DM sebesar 7,9%, dan DM dengan komplikasi sebesar 2,2%. Hasil uji Mann Whitneymenunjukkan tidak terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan faktor risiko DM dengan status DM pada pegawai negeri sipil UIN Alauddin Makassar dengan nilai p= 0,121 (>0,05). UIN Alauddin Makassar sebaiknya membuat program penyuluhan atau sosialisasi untuk meningkatkan pengetahuan pegawai negeri sipil mengenai pentingnya mencegah penyakit DM, sehingga produktifitas kerja pegawai negeri sipil dapat dijaga dan ditingkatkan. Bagi peneliti selanjutnya diharapkan agar melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap kadar glukosa darah puasa serta melakukan pengembangan variabel penelitian yang memengaruhi status DM responden. 

Perilaku Ibu Terhadap Pemanfaatan Posyandu Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Tarakan Kecamatan Wajo Kota Makassar

Aswadi, Aswadi, Syahrir, Sukfitriyanti, Adha, Andi Syamsiah

Al-Sihah : The Public Health Science Journal Volume 10, Nomor 1, Tahun 2018
Publisher : UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Posyandu yang terintegrasi adalah kegiatan pelayanan sosial dasar keluarga dalam aspek pemantauan tumbuh kembang anak. Dalam pelakasanaannya dilakukan secara koordinatif dan integratif serta saling memperkuat antar kegiatan dan program untuk kelangsungan pelayanan di posyandu sesuai dengan situasi/kebutuhan lokal yang dalam kegiatannya tetap memperhatikan aspek pemberdayaan masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah untuk medapatkan informasi tentang perilaku ibu terhadap pemanfaatan posyandu balita di Wilayah Kerja Puskesmas Tarakan Kecamatan Wajo Kota Makassar Tahun 2017. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang sifatnya mengeksplorasi secara mendalam informan sehubungan dengan perilaku ibu terhadap pemanfaatan posyandu di Posyandu Melati Kecamatan Wajo Kota Makassar yang meliputi pengetahuan, sikap, dan tindakan ibu terhadap pemanfaatan posyandu bagi balita.  Hasil penelitian dari 16 informan menunjukkan bahwa pengetahuan, sikap, dan tindakan ibu atau keluarga terhadap pemanfaatan posyandu balita umumnya sangat kurang, dimana ibu balita tidak ada inisiatif sendiri untuk datang keposyandu tanpa di panggil oleh kader atau petugas, mereka lebih memilih untuk menyelesaikan pekerjaannya atau menunggu anaknya bangun bahkan mereka lebih antusias keposyandu apabila ada pemberian vitamin  A, PMT dan obat-obatan. Akan tetapi motivasi untuk mengikutsertakan balita untuk keposyandu kurang karena kesibukan kerja dan faktor malas sehingga alur-alur dalam pelayanan posyandu balita masih ada yang belum paham karena jarang ke posyandu, walaupun manfaatnya mereka paham dan tahu. Disarankan pengetahuan, sikap dan tindakan ibu dapat lebih di tingkatkan lagi, sehingga anak dapat memiliki proteksi dini dan tidak ada lagi yang terkena penyakit dan kekurangan gizi.

Penerapan Komunikasi Pasien dan Keluarga Berdasarkan Standar Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS) 2012 di RS Tk.II Pelamonia Makassar

Raodhah, Sitti, Surahmawati, Surahmawati, Aeni, Syahratul, Zulmi, Dwi Kurnia Lestari

Al-Sihah : The Public Health Science Journal Volume 10, Nomor 1, Tahun 2018
Publisher : UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Penerapan Komunikasi Pasien dan Keluarga Berdasarkan Standar Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS) 2012 di Rs Tk.II Pelamonia Makassar

Faktor-Faktor yang Berhubungan Dengan Pemanfaatan Garam Beryodium Ibu Rumah Tangga di Kelurahan Pallengu Kabupaten Jeneponto

Ibrahim, Irviani Anwar, Raodhah, Sitti, Syarfaini, Syarfaini, Syahraini, Syahraini

Al-Sihah : The Public Health Science Journal Volume 10, Nomor 1, Tahun 2018
Publisher : UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Yodium adalah zat gizi esensial bagi tubuh karena merupakan komponen dari hormon tiroid, yaitu tetraiodotironin (T4) atau tiroksin dan triiodotironin (T3) yang berfungsi untuk mengatur suhu tubuh, pertumbuhan dan perkembangan sistem saraf serta fungsi neuromuskular. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan  dengan  pemanfaatan  garam  beryodium  rumah  tangga  di  Kelurahan Pallengu Kecamatan Bangkala Kabupaten Jeneponto. Jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode survei analitik. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan dua tahap pengambilan, proses pertama  menggunakan  proporsional  random  sampling  setelah  itu  tahap  selanjutnya sampel dipilih secara acak dengan metode arisan. Adapun sampel dalam penelitian ini berjumlah 282 responden dari 961 populasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang bermakna antara variabel pendidikan ibu (p=0.490) dan sikap ibu (p=0.0229) dengan pemanfaatan garam beryodium rumah tangga, sedangkan terdapat hubungan yang bermakna antara variabel pengetahuan (p=0.001) dan harga garam (p=0.000) dengan pemanfaatan garam beryodium rumah tangga. Diharapkan kepada pemerintah untuk lebih memperhatikan ketersediaan garam beryodium di rumah tangga serta melakukan penyuluhan tentang pentingnya penggunaan garam beryodium sehingga dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dalam memanfaatkan garam beryodium.  

Faktor-Faktor yang Berhubungan Dengan Keluhan Computer Vision Syndrom Pada Pekerja Operator Komputer di PT. Semen Tonasa Pangkep

Ibrahim, Hasbi, Basri, Syahrul, Jastam, Muhammad Saleh, Kurnianda, Iman

Al-Sihah : The Public Health Science Journal Volume 10, Nomor 1, Tahun 2018
Publisher : UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

American Optometric Association (AOA) mendefinisikan Computer Vision Syndrom sebagai gangguan mata komplek dan masalah penglihatan yang berkaitan dengan kegiatan yang lama dilakukan di depan computer. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan keluhan Computer Vision Syndrom pada Pekerja Operator Computer di PT. Semen Tonasa. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional Study.Populasinya adalah seluruh Pekerja Operator Computer, selama periode penelitian yaitu sebanyak 33 orang di PT. Semen Tonasa. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara total sampling. Data primer dikumpulkan dengan teknik wawancara menggunakan kuesioner sedangkan data sekunder menggunakan data rekam medik untuk mengetahui jumlah responden.Data dianalisis secara univariat dan bivariat. Uji yang digunakan adalah Chi Square untuk mengetahui hubungan.Hasil penelitian menunjukkan pada shift 1 sebanyak 66,7% (22 orang), pada shift 2 sebanyak 57.6% (19 orang) dan shift 3 sebanyak 75.8 (25 orang) mengalami computer vision syndrom. Dari  6 (enam) variabel istirahat mata shift 1 (p=0.452) dengan RP=1.3, shift 2 (p=0.033) dengan RP=2.3, shift 3 (p=0,420) dengan RP=1.4, frekuensi kedipan shift 1 (p=0.886) dengan RP=1.17, shift 2 (p=0.340) dengan RP=1.6, shift 3 (p=0,420) dengan RP=1.4, Durasi kerja shift 1 (p= - ) dengan RP=1 shift 2 (p= - ) dengan RP=1, shift 3 (p= - ) dengan RP=1. masa kerja shift 1 (p=0.019) dengan RP=2.0, shift 2 (p=0.027) dengan RP=2.3, shift 3 (p=0,614) dengan RP=1.2, Jarak Monitor shift 1 (p= - ) dengan RP=1 shift 2 (p= - ) dengan RP=1, shift 3 (p= - ) dengan RP=1, pencahayaan shift 1 (p= 0.893 ) dengan RP=1.15, shift 2 (p= 1 ) dengan RP=1.18, shift 3 (p= 979 ) dengan RP=1.54. Disarankan kepada pekerja agar memperhatikan pola istirahat pada saat bekerja dan hendaknya monitor di setiap ruang kerja di pasangi dengan anti glare dan melakukan check up rutin terkhusus bagi kesehatan matanya. 

Perilaku Seksualitas dan Tingkat Kecemasan Pada Ibu Hamil di Puskesmas Somba Opu Sungguminasa

Nurriana, Dewi, Alwi, Muhammad Khidri

Al-Sihah : The Public Health Science Journal Volume 9, Nomor 2, Tahun 2017
Publisher : UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan mengenai perubahan frekuensi sanggama dengan tingkat kecemasan pada ibu hamil, menganalisis hubungan mengenai   posisi sanggama dengan tingkat kecemasan pada ibu hamil, dan menganalisis hubungan mengenai perubahan frekuensi orgasmus dengan tingkat kecemasan pada ibu hamil. Peneltian ini dilakukan di Puskesmas Somba Opu Sungguminasa Tahun 2017. Variabel bebas pada penelitian ini adalah tingkat kecemasan pada ibu hamil, sedangkan variabel terikatnya adalah frekuensi senggama, posisi senggama dan frekuensi orgasmus. Data diperoleh dengan memberikan angket kepada responden ibu hamil kemudian dianalisis secara univariat,  bivariat dan multivariat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Terdapat pengaruh yang signifikan antara frekuensi senggama terhadap tingkat kecemasan pada ibu hamil saat melakukan hubungan seksual dengan nilai p-value = 0,037 (p<0,05), Terdapat pengaruh yang signifikan antara posisi senggama terhadap tingkat kecemasan pada ibu hamil saat melakukan hubungan seksual dengan nilai p-value = 0,044 (p<0,05), dan Tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara frekuensi orgasmus terhadap tingkat kecemasan pada ibu hamil saat melakukan hubungan seksual dengan nilai p-value = 0,607 (p>0,05)