Nun : Jurnal Studi Alquran dan Tafsir di Nusantara
Articles
16
Articles
Pandangan Syafruddin Prawiranegara Terhadap Bunga Bank (Tinjauan Tafsir Kontekstual Indonesia Tentang Riba)

Mansur, Muhammad

Nun : Jurnal Studi Alquran dan Tafsir di Nusantara Vol 3, No 1 (2017)
Publisher : Asosiasi Ilmu Alquran dan Tafsir se-Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Syafruddin Prawiranegara adalah Ekonom Muslim unik, tidak pernah mengenyam madrasah, namun memiliki pandangan bahwa bunga Bank tidak bertentangan bahkan harus sesuai ajaran Islam. Pendapatnya ini menjadi pembeda dengan para ulama lain yang memandang bunga Bank itu riba. Menurutnya sistim ekonomi Islam dengan sistim ekonomi pada umumnya terdapat perbedaan. Perbedaannya terletak pada kebutuhan yang harus dipenuhi oleh ekonomi, perbedaan antara keperluan itu menyebabkan perbedaan pelaksanaan prinsip ekonomi, seperti adat kebiasaan, agama dan lain-lain. Motif ekonomi menurut Syafruddin adalah prinsip ekonomi itu relatif, maksudnya prinsip ekonomi bisa dipraktekkan sesuai dengan sebab tertentu yang mempengaruhinya. Pandangan Syafruddin terhadap bunga Bank dari kacamata modern-kontektualis, untuk mengidentifikasi makna sebuah lafal dalam sebuah ayat, dia perlu melihat lebih dulu kontek kata dan ayat tersebut, sehinga tidak terburu-buru mengidentifikasi riba sebagai bunga kredit atau pinjaman terutama oleh Bank. Menurutnya riba mirip dengan perdagangan, hanya saja karena terkandung kebatilan didalamnya maka ia diharamkan namun kata riba dalam ayat al-Qur’an tidak terkait dengan pinjaman dari lembaga keuangan seperti halnya Bank. Dengan kata lain, term riba lebih dekat dengan kontek transaksi jual beli ketimbang dengan transaksi pinjaman atau transaksi kredit dengan Bank yang notabene adalah lembaga keuangan modern. Pandangan Syafruddin ini banyak dipengaruhi oleh konsepsi kontektualis Fazlur Rahman dan Ahamad Hassan.

STUDI MUSHAF POJOK MENARA KUDUS: SEJARAH DAN KARAKTERISTIK

Nashih, Ahmad

Nun : Jurnal Studi Alquran dan Tafsir di Nusantara Vol 3, No 1 (2017)
Publisher : Asosiasi Ilmu Alquran dan Tafsir se-Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Tulisan ini mengkaji mushaf Alquran yang dicetak oleh salah satu penerbit mushaf tertua di Jawa Tengah, yang biasa dikenal dengan Mushaf Pojok Menara Kudus dari aspek sejarah penulisan dan karakteristik yang mencakup tanda baca, harakat, penentuan nama dan status surah, tanda waqf, dan lain-lain.Dalam penelitian ini penulis mengumpulkan data melalui wawancara, penelusuran referensi yang berkaitan langsung maupun tidak dengan objek penelitian, baik primer maupun sekunder,serta melakukan komparasi dengan mushaf lain guna mencari titik perbedaan. Pada akhir tulisanini penulis menyimpulkan tahun pasti penerbitan perdana, master mushaf yang digunakan dan beberapa karakteristik mushaf ini yang berbeda dengan Mushaf Standar Indonesia maupun Mushaf Madinah.

Resepsi Estetik Terhadap Alquran pada Lukisan Kaligrafi Syaiful Adnan

Lu’ul Jannah, Imas

Nun : Jurnal Studi Alquran dan Tafsir di Nusantara Vol 3, No 1 (2017)
Publisher : Asosiasi Ilmu Alquran dan Tafsir se-Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Artikel ini menjelaskan hasil sebuah penelitian dalam bidang resepsi Alquran. Menyingkap dan mengungkapkan bagaimana teks Alqurán diterima dan direspon oleh seorang seniman lukis Muslim yang bernama Syaiful Adnan. Syaiful Adnan menekuni dunia seni lukis dengan menempatkan kaligrafi Alquran sebagai tema sentral dalam lukisannya. Ayat Alquran merupakan sumber inspirasi artistik sekaligus estetis bagi Syaiful Adnan untuk melahirkan karya-karya masterpiece-nya.Teks Alquran sendiri menawarkan sebuah ruang interpretasi yang dialogis kepada pembaca. Interaksi antara keduanya merupakan proses reproduksi makna di mana dalam proses ini subjektifitas pembaca sangat mempengaruhi proses pembacaan, meski tetap tidak dapat lepas seutuhnya dari struktur teks yang telah disusun sedemikian rupa untuk mengantarkan pemahaman pembaca. Makna (meaning) teks yang diterima Syaiful Adnan dilokalisir dalam benak dan dikonkretisasikan berdasarkan aspek estetis yang dialaminya kemudian diaktualisasikan dalam bentuk karya lukisan kaligrafi Alquran.Secara praktis Syaiful Adnan menemui proses aktualisasinya terjadi secara internal dan eksternal.

Living Quran di Tanah Kaili (Analisis Interaksi Suku Kaili Terhadap Alquran dalam Tradisi Balia di Kota Palu, Sulawesi Tengah)

Darlis Dawing, Darlis

Nun : Jurnal Studi Alquran dan Tafsir di Nusantara Vol 3, No 1 (2017)
Publisher : Asosiasi Ilmu Alquran dan Tafsir se-Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Artikel ini mengelaborasi tentang living qur’an di Tanah Kaili dengan fokus kajian analisis interaksi masyarakat suku Kaili dengan Alquran dalam tradisi pengobatan Balia. Kajian ini sangat penting karena tradisi Balia merupakan ritual lokal suku Kaili yang sangat kental dengan nuansa mistis dan animisme. Di sisi lain, Alquran dalam prosesi Balia tersebut mengambil peran yang sangat besar. Melalui penelitian kualitatif, penulis ingin mendalami bagaimana bentuk interaksi mereka serta apa motivasi di balik perilaku tersebut. Dengan demikian, penulis menganalisis perilaku masyarakat dengan teori sosial seperti teori polarisasi interaksi Farid Esack, teori mitos M. Arkoun, serta teori van Voorst. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi masyarakat Kaili dengan Alquran dalam tradisi Balia nampak dalam tiga fase, yaitu di awal Balia, di tengah dan di akhir Balia. Sementara interaksi tersebut selain didasari semangat keislaman, juga acapkali sebagai bentuk adaptasi dan asimilasi nilai-nilai Alquran ke dalam tradisi. Adapun ketegorisasi mereka dari pemahaman dan perilaku terhadap kitab suci Alquran termasuk pencinta tidak kritis (the uncritical lover) dalam konsep Farid Esack, serta termasuk pengguna kognitif dalam kondisi tertentu dan di saat yang lain ia termasuk pengguna non-kognitif dalam teori van Voorst.

Hubungan Kebudayaan Tafsir Indonesia Analisis Kisah Ibrahim dan Musa dalam Tafsir karya) )Mahmud Yunus, Hamka, dan M. Quraish Shihab

Mujahidin, Anwar

Nun : Jurnal Studi Alquran dan Tafsir di Nusantara Vol 3, No 1 (2017)
Publisher : Asosiasi Ilmu Alquran dan Tafsir se-Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

This study aims to reveal the relationship between cultural background of interpreter with the world of Alquran that is reflected in the interpretation of the story of Abraham and Moses. the research object are three interpretations Indonesia representing the first, second, and contemporary generation, namely The Interpretation of The Koran Karim works of Mahmud Yunus, Tafsir al-Azhar works of Hamka, and Tafsir al-Mishbāh works of M. Quraish Shihab. The methods to analyze the data used text analysis with explanatory analysis approach which describe the structure of the story in the books of tafsir studied and analyzed the correlation structure of the story to the cultural background of the interpreter. The results showed that all three books of commentary which analyzed had different patterns of cultural relations. Tafsir al-Azhar and the interpretation of the Koran Karim more often mentioned stories, religious system, and experiences pointing Indonesian background, while the al-Mishbāh interpretation is that at least mention the background of Indonesian cultural. In addition Tafsir al-Mishbāh also more just describe the common theme groups of verses by absurd and interesting contextuality at the Time of the Prophet, so that the story of Abraham and Moses are less contextual today.

Potret Tafsir Ideologis di Indonesia; Kajian Atas Tafsir Ayat Pilihan Al-Waie

Farida, Farah

Nun : Jurnal Studi Alquran dan Tafsir di Nusantara Vol 3, No 1 (2017)
Publisher : Asosiasi Ilmu Alquran dan Tafsir se-Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Kajian tafsir di Indonesia selalu mengalami perkembangan. Berbagai karya tafsir dengan variasi metode hingga coraknya lahir di Nusantara.Tafsir Ayat Pilihan al-Wa’ie merupakan tafsir yang ditulis oleh seorang aktivis Hizbut Tahrir; sebuah gerakan yang mengusung misi penegakan kembali khilafah Islamiyyah, sehingga tafsir ini banyak mengangkat  tema-tema yang bersinggungan dengan misi penegakan khilafah Islamiyyah, dan cenderung sangat ideologis.Penulis menggunakan pendekatan tekstual dalam memahami ayat-ayat Alquran dan cenderung anti realitas.Di antara tujuan penulisan tafsir ini adalah mengkritisi pemahamanpemahaman orang Islam mengenaiayat-ayat Alquran, yang dinilainya sudah terkontaminasi dengan gagasan-gagasan barat yang merusak, seperti gagasan HAM, pluralisme agama, kebebasan beragama, dan lain-lain. Berdasarkan struktur epistemologinya, tafsir ini tergolong tafsir era afirmatif dengan nalar ideologis.

TAFSIR ALQURAN DAN PERKEMBANGAN ZAMAN: MEREKONSTRUKSI KONTEKS DAN MENEMUKAN MAKNA

Ikhwan, Munirul

Nun : Jurnal Studi Alquran dan Tafsir di Nusantara Vol 2, No 1 (2016)
Publisher : Asosiasi Ilmu Alquran dan Tafsir se-Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Umat Islam dari generasi manapun selalu dihadapkan pada pertanyaan seputar makna Alquran. Jarak antara realitas yang terus berubah dan berkembang, dan teks yang diturunkan pada abad awal ke-7 di Jazirah Arab menjadi perhatian utama para pemikir Muslim dan ulama. Menafsirkan Alquran di era di mana kebebasan manusia mendapat apresiasi yang tinggi, sarjana Muslim modern dituntut untuk menemukan mekanisme interpretasi baru yang mampu menghadirkan pemahaman kegamaan yang tidak selalu ‘dogmatik’, namun juga dinamis, peka zaman dan pada level tertentu juga ‘humanis’. Artikel ini berargumen bahwa membaca kitab suci di era modern akan lebih kaya dan bermakna dengan mengadopsi pendekatan interdisipliner, yaitu dengan mengadopsi temuan-temuan studi sejarah, sosiologi agama, hubungan lintas budaya, termasuk kritik tradisi (riwayat). Hal ini didasari akan pemahaman tentang perlunya menghadirkan makna dan signifikansi pesan kitab suci yang merespon nilai dan cara berpikir umat Islam pada zamanyang berbeda dari generasi Muslim pertama.

مواقيت النزول )دراسة تحليلية حول الليلي من آيات القرآن(

Jalil, Abdul

Nun : Jurnal Studi Alquran dan Tafsir di Nusantara Vol 2, No 1 (2016)
Publisher : Asosiasi Ilmu Alquran dan Tafsir se-Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

الليلي و النهاري هو أحد التقسيمات المتعلقة بزمن نزولآيات القران، و قد اكتقى أكثر العلماء بذكر أمثلة لها في كتبعلوم القرآن دون دراستها. يحاول هذا البحث دراسة العلاقةبين مضمون أو موضوع الآية بوقت نزوله ليلا من ناحية، ونفسية المتلقي أو المخاطَب من ناحية أخرى. فهل توجد علاقةبين الثلاثي: مضمون الآيات القرآنية، وقت الليل و خصائصه، وسيكلوجية المتلقي أو المخاطب، و هل كانت هناك مواضيعخاصة في الآيات الليلية، كما هو الحال في مبحث المكي و المدنيفي القرآن. تبين في هذا البحث أن أكثر الآيات الليلية كانت لهاعلاقة بالدعوة للتفكر و التدبر في آيات الله الكونية، و بالأحوال النفسية للمخاطبين و ما يدور في خَلَد النبي و الصحابة كمجتمعأول متلق للقرآن.

Ta’wil Muḥammad Syaḥrūr atas Al-Qur’ān

Nur Aniroh, Reni

Nun : Jurnal Studi Alquran dan Tafsir di Nusantara Vol 2, No 1 (2016)
Publisher : Asosiasi Ilmu Alquran dan Tafsir se-Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

This article examines the thinking of Muḥammad Syaḥrūr, especially on the ta’wil methodology. In this case, ta‘wil as one method to uncover the mystery and tremendous potential in the Qur‘an (especially mutashabihat verses), still holds endless polemics up to now. On the one side, this method is applied rigorously, moreover regarded as something bad. On the other side, some people applying this method are too easy and ever ignore the structure of the text and give priority for interpreter intuitive awareness. The activity of ta’wil only brings verses to soar metaphysical reality and not much in giving the social problems solving. However, in this study, I will introduce the methodology of ta‘wil by Muḥammad Syaḥrūr, using the historis-philosophical and hermeneutical approach. For him, ta’wil is not only bring verses in the metaphysical region, but also the empirical reality of the region, that is not done by many interpreter generally.

Studi atas Tafsīr Jāmiʿ Al-Bayān Min Khulāṣat Suwar Al-Qurʾān Karya Muḥammad Bin Sulaimān Bin Zakariya Al-Solowī

Alma’arif, Alma’arif

Nun : Jurnal Studi Alquran dan Tafsir di Nusantara Vol 2, No 1 (2016)
Publisher : Asosiasi Ilmu Alquran dan Tafsir se-Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Jika dibandingkan dengan dunia Islam di Timur Tengah, kaum muslim di Indonesia sebagai umat tergolong masih muda. Ketika ia dianggap masih muda, maka dari sisi warisan intelektual Islam pun tidaklah bisa dibandingkan dengan umat Islam yang tergolong sudah tua peradaban Islamnya. Namun, walaupun masih tergolong muda, tidaklah dapat dipungkiri bahwa umat Islam di Indonesia telah menghasilkan sejumlah karya intelektual yang patut dihargai. Di antara karya intelektual itu adalah tafsir Jāmi‘ al-Bayān min Khulāṣati Suwar al-Qur’ān karya Muhammad bin Sulaiman bin Zakarya al-Solowi Artikel ini mengkaji tafsir Jāmi‘ al-Bayān dengan memfokuskan kajiannya pada empat aspek yaitu penamaan tafsir, aspek teknis penulisan tafsir, aspek hermeneutika dan genealogi. Dari penelitian yang telah dilakukan, dapat diambil kesimpulan bahwa tafsir Jāmi‘ al-Bayan walaupun ditulis pada masa modern namun secara umum isinya tidak jauh berbeda dengan tafsir ulama klasik yang dirujuk penulis dan disebutkan dalam muqaddimah-nya. Perbedaannya, tafsir Jāmi‘al-Bayān mengeksplorasi intisari makna secara ringkas denganpoint-point dari ayat-ayat yang dikelompokkan.