cover
Contact Name
Suprapti
Contact Email
Suprapti
Phone
-
Journal Mail Official
jra.puslitbangkan@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Riset Akuakultur
ISSN : 19076754     EISSN : 25026534     DOI : -
Jurnal Riset Akuakultur as source of information in the form of the results of research and scientific review (review) in the field of various aquaculture disciplines include genetics and reproduction, biotechnology, nutrition and feed, fish health and the environment, and land resources in aquaculture.
Arjuna Subject : -
Articles 12 Documents
Search results for , issue " Vol 7, No 1 (2012): (April 2012)" : 12 Documents clear
KAJIAN ASPEK KEBERLANJUTAN PADA PENGELOLAAN PERIKANAN BUDIDAYA KERAMBA JARING APUNG DI WADUK CIRATA (JAWA BARAT) Widiyati, Ani; Bengen, Dietriech G.
Jurnal Riset Akuakultur Vol 7, No 1 (2012): (April 2012)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (105.066 KB) | DOI: 10.15578/jra.7.1.2012.121-129

Abstract

Kondisi Waduk Cirata (Jawa Barat) telah mengalami pencemaran berat, diduga akibat pengelolaan yang belum tepat, oleh sebab itu, diperlukan suatu pengelolaan waduk yang sesuai, dengan pengelolaan perikanan budidaya yang tepat agar berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aspek yang berpengaruh untuk keberlanjutan pengelolaan perikanan budidaya keramba jaring apung di Waduk Cirata (Jawa Barat). Metode penelitian dengan survai cepat (wawancara dengan pakar dan peninjauan lapang), analisis data dengan software Rapfish. Hasil penelitian memperlihatkan aspek ekologi merupakan aspek yang paling lemah (skor 22,29%) untuk keberlanjutan pengelolaan Waduk Cirata. Aspek sosial budaya merupakan aspek terbesar (skor 57,37%); yang merupakan modal utama dalam melakukan intervensi pada keempat aspek lainnya, yaitu aspek kelembagaan-kebijakan (skor 40,16%), teknologi/ infrastruktur (skor 49,79%), aspek ekonomi dan ekologi (skor 51,32%).
LAJU PENGOSONGAN LAMBUNG PADA LARVA DAN BENIH IKAN KLON ( Amphiprion ocellaris ) Setiawati, Ketut Maha; Imanto, Philip Teguh; Kusumawati, Daniar
Jurnal Riset Akuakultur Vol 7, No 1 (2012): (April 2012)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (108.435 KB) | DOI: 10.15578/jra.7.1.2012.33-39

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui waktu yang dibutuhkan untuk pengosongan lambung baik pada larva maupun benih ikan klon sebagai dasar manajemen pemberian pakan pada larva maupun benih ikan klon. Penelitian ini dilakukan pada larva umur 10 hari dengan panjang total 7,07±0,50 mm, dan benih umur 2 bulan dengan panjang total berkisar antara 2,64±0,23 cm. Masing-masing hewan uji tidak diberi pakan dari pukul 15.00 WITA (puasa selama 18 jam), kemudian keesokan harinya pukul 09.00 hewan uji diberi pakan buatan sampai kenyang untuk benih, sedangkan untuk larva diberi pakan Artemia selama 1 jam, setelah itu, air pada bak larva dialirkan agar pakan yang tersisa terbuang. Pengambilan sampel dilakukan setiap 1 jam pada larva sedangkan untuk benih dilakukan setiap 2 jam sekali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada jam ke-4 isi lambung pada larva umur 10 hari sudah mulai kosong, sedangkan pada benih ikan klon isi lambung akan kosong setelah 11 jam 37 menit sejak pemberian pakan terakhir.
PENGARUH KO-INFEKSI BAKTERI Streptococcus agalactiae DENGAN Aeromonas hydrophila TERHADAP GAMBARAN HEMATOLOGI DAN HISTOPATOLOGI IKAN TILAPIA ( Oreochromis niloticus ) Sugiani, Desy; Sukenda, Sukenda; Harris, Enang; Lusiastuti, Angela Mariana
Jurnal Riset Akuakultur Vol 7, No 1 (2012): (April 2012)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1257.12 KB) | DOI: 10.15578/jra.7.1.2012.85-91

Abstract

Karakteristik hasil ko-infeksi buatan dari penyakit Streptococcosis dan MAS (Motile Aeromonas Septicemia) dapat dilihat dengan menggunakan parameter gambaran hematologi dan histopatologi. Ikan tilapia (Oreochromis niloticus) ukuran 15 g diinfeksi secara intra peritoneal dengan bakteri Streptococcus agalactiae dan Aeromonas hydrophila menggunakan dosis LD50. Perubahan pertahanan non spesifik ikan terhadap infeksi patogen dilihat dengan mengamati level hematokrit, neutrofil, limfosit, monosit, dan indeks fagositik darah ikan tilapia yang diambil dari arteri caudalis pada hari ke-3, 6, 9, 12, dan 15 setelah infeksi. Hasil analisis perubahan level hematokrit dan limfosit lebih tinggi dibandingkan dengan kontrol, level neutrofil lebih rendah dibandingkan dengan kontrol, dan level monosit dan indeks fagositik fluktuatif selama masa perlakuan memperlihatkan adanya homeostasi gambaran darah ikan terhadap serangan infeksi antigen. Hasil histopatologi organ ginjal, otak, hati, dan limfa memperlihatkan dua pola karakter luka. Pola pertama, luka yang focal sampai terlihat adanya inflamasi dan perdarahan. Pola kedua, luka yang multifocal, luka parah (acute), nekrotik, dan luka inflamasi yang mengakibatkan deformasi sel-sel organ.
PENGGUNAAN PENANDA GENETIK TUMBUH CEPAT UNTUK PRODUKSI CALON INDUK KERAPU SUNU, Plectropomus leopardus DALAM PROGRAM SELEKSI Sembiring, Sari Budi Moria; Haryanti, Haryanti; Suwirya, Ketut; Wardana, Ida Komang; Sutarmat, Tatam; Yudha, Hirmawan Tirta
Jurnal Riset Akuakultur Vol 7, No 1 (2012): (April 2012)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1866.459 KB) | DOI: 10.15578/jra.7.1.2012.1-9

Abstract

Penurunan kualitas benih kerapu seringkali diindikasikan dengan pertumbuhan yang lambat, rentan terhadap infeksi penyakit, dan perubahan lingkungan serta terjadinya abnormalitas. Upaya perbaikan sifat genetik benih kerapu akan memberikan dampak signifikan dalam keberhasilan budidaya. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh penanda gen tumbuh cepat pada benih/calon induk kerapu sunu sehingga dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas pemuliaan. Untuk mendapatkan penciri gen tumbuh cepat digunakan metode analisis mikrosatelit (SSR/Simple Sequence Repeats) dengan mengaplikasikan enam set primer (forward dan reverse). Calon induk yang digunakan untuk analisis masing-masing berjumlah 4 ekor ukuran kecil dan 10 ekor ukuran besar. Validasi dan akurasi lokus yang dihasilkan dianalisis lebih lanjut dengan sequencing. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa penanda gen tumbuh cepat dapat terlihat dari lokus PL-03 dengan alel/fragmen DNA pada berat molekul 370 bp. Tingkat keakuratan penanda gen tersebut pada kelompok ukuran besar mencapai 80%, sedangkan pada kelompok ukuran kecil hanya 30%. Hal ini juga didukung dengan keakuratan prediksi dari hasil sequencing memberikan nilai kemiripan sebesar 99%. Dengan demikian lokus PL-03 dapat digunakan sebagai penanda gen tumbuh cepat pada ikan kerapu sunu dalam mempercepat seleksi calon induk.
TOKSISITAS SERTA POTENSI BIOAKUMULASI DAN BIOELIMINASI INSEKTISIDA ENDOSULFAN PADA IKAN MAS ( Cyprinus carpio ) Taufik, Imam; Setiadi, Eri
Jurnal Riset Akuakultur Vol 7, No 1 (2012): (April 2012)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (80.031 KB) | DOI: 10.15578/jra.7.1.2012.131-143

Abstract

Penggunaan insektisida endosulfan dalam bidang pertanian berpotensi untuk mencemari sumberdaya dan lingkungan perikanan. Penelitian bertujuan untuk mengetahui toksisitas serta potensi bioakumulasi dan bioeliminasi insektisida endosulfan pada ikan mas. Hewan uji adalah ikan mas berukuran panjang total 3,65 ± 0,247 cm dengan bobot badan 0,81±0,098 g/ekor, bahan uji berupa formulasi insektisida dengan bahan aktif endosulfan 350 g/L. Dilakukan uji toksisitas letal (LC50) dengan metode bioassay untuk waktu pemaparan 24, 48, 72, dan 96 jam; uji bioakumulasi dengan cara memaparkan ikan mas dalam larutan endosulfan pada konsentrasi 0%,10%, 30%, dan 50% dari nilai LC50-96 jam; uji bioeliminasi untuk waktu pemaparan dalam air bersih selama 5, 10, dan 15 hari. Analisis konsentrasi endosulfan dalam air dan ikan dilakukan di laboratorium dengan menggunakan gas kromatografi (GC). Hasil menunjukkan bahwa: insektisida endosulfan bersifat sangat toksik terhadap ikan mas dengan nilai LC50-96 jam sebesar 2,42 (2,20-2,65) µg/L; bioakumulasi meningkat dengan bertambahnya konsentrasi dan waktu pemaparan hingga mencapai steady state; semakin tinggi konsentrasi endosulfan dalam air maka nilai biokonsentrasi faktor (BCF) akan semakin rendah dan nilai bioeliminasi endosulfan dalam tubuh ikan mas sebesar 0,24% per jam.
PENGARUH FERMENTASI MENGGUNAKAN Trichoderma viride DAN Phanerochaete chrysosporium SERTA GABUNGAN KEDUANYA TERHADAP KOMPOSISI NUTRIEN TEPUNG JAGUNG SEBAGAI BAHAN BAKU PAKAN IKAN Melati, Irma; Mulyasari, Mulyasari; Azwar, Zafril Imran
Jurnal Riset Akuakultur Vol 7, No 1 (2012): (April 2012)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (78.057 KB) | DOI: 10.15578/jra.7.1.2012.41-47

Abstract

Ketergantungan dunia akuakultur terhadap bungkil kedelai sangat besar. Dalam formulasi pakan ikan pemakaian bungkil kedelai bisa mencapai 30%. Padahal hampir sebagian besar bungkil kedelai masih mengandalkan impor sehingga harga pakan ikan mahal. Jagung berpotensi sebagai alternatif pengganti bungkil kedelai. Kendala yang dihadapi dalam pemanfaatannya sebagai bahan baku pakan adalah masih rendahnya nilai nutrien jagung dibandingkan bungkil kedelai. Tujuan penelitian ini adalah melihat pengaruh fermentasi menggunakan Trichoderma viride dan Phanerochaete chrysosporium serta gabungan keduanya (1:1) terhadap komposisi nutrien tepung jagung. Proses fermentasi dilakukan selama lima hari dengan dosis 10% (v/b) dan diinkubasi pada suhu ruang (30oC). Parameter yang diukur yaitu kadar nutrien tepung jagung meliputi kadar air, protein, lemak, abu serat kasar, dan BETN. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa fermentasi menggunakan T. viride, P. chrysosporium, dan gabungan keduanya sangat mempengaruhi nilai nutrien tepung jagung yaitu peningkatan kadar protein (54,18%-131,45%); lemak (25,18%-228,58%); dan abu (1,61%-2,31%); serta penurunan bahan ekstrak tanpa nitrogen (BETN). Peningkatan protein paling tinggi diperoleh pada tepung jagung yang difermentasi menggunakan gabungan T. viride dan Phanerochaete chrysosporium yaitu sebesar 131,45% (dari 7,25% menjadi 16,78%).
ISOLASI KOI HERPESVIRUS (KHV) DARI BEBERAPA ORGAN TARGET DENGAN MENGGUNAKAN KULTUR SEL KT-2 Sumiati, Tuti; Sunarto, Agus
Jurnal Riset Akuakultur Vol 7, No 1 (2012): (April 2012)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1208.144 KB) | DOI: 10.15578/jra.7.1.2012.93-100

Abstract

Kasus kematian massal pada ikan mas dan koi (Cyprinus carpio) yang disebabkan oleh koi herpesvirus (KHV) terjadi sejak tahun 2002 dan masih berlangsung hingga sekarang. Pemilihan sampel yang tepat sangat penting untuk mendeteksi dan mengidentifikasi penyakit KHV tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jaringan yang menjadi target infeksi KHV dengan cara isolasi virus menggunakan kultur sel KT-2. Kultur sel diinokulasi dengan ekstrak jaringan organ target (otak, mata, insang, ginjal, limfa, hati, jantung, dan usus, serta gabungan insang, ginjal, dan limfa) dan diinkubasi pada suhu 25oC selama 14 hari. Kerusakan sel terjadi pada kultur sel yang diinokulasi dengan ekstrak dari jaringan insang, ginjal dan gabungan organ insang, ginjal, dan limfa. Uji PCR dari media kultur dan sel yang mengalami CPE menunjukkan bahwa CPE disebabkan oleh KHV.
PEMETAAN KELAYAKAN LAHAN BUDIDAYA RUMPUT LAUT (Kappaphycus alvarezii)DI KABUPATEN BINTAN PROVINSI KEPULAUAN RIAU DENGAN PENDEKATAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS DAN PENGINDERAAN JAUH Radiarta, I Nyoman; Saputra, Adang; Albasri, Hatim
Jurnal Riset Akuakultur Vol 7, No 1 (2012): (April 2012)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.168 KB) | DOI: 10.15578/jra.7.1.2012.145-157

Abstract

Rumput laut merupakan komoditas unggulan ekspor perikanan budidaya di Indonesia. Untuk mempertahankan ataupun meningkatkan produksinya dapat dilakukan melalui perluasan areal budidaya. Pemilihan lokasi yang sesuai merupakan tahapan awal untuk mendukung keberhasilan usaha budidaya rumput laut. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis kelayakan lahan untuk budidaya rumput laut dengan metode apung di kawasan minapolitan Kabupaten Bintan. Data kualitas perairan telah dikumpulkan saat survai lapangan bulan Juli 2010. ALOS AVNIR-2 digunakan untuk mengekstrak data sosial infrastruktur. Data kualitas perairan dan sosial infrastruktur kemudian dianalisis secara spasial dengan sistem informasi geografis dan multi criteria analysis. Hasil analisis spasial menunjukkan bahwa dari total potensial pengembangan (904 km2), sekitar 13% tergolong sangat layak untuk pengembangan budidaya rumput laut. Lokasi dengan kategori sangat layak terkonsentrasi di Pulau Mantang, Telang Kecil, Gin Besar, Numbing, Gin Kecil, Buton, Poto, dan Kelong. Hasil penelitian ini sangat relevan dengan penetapan Kabupaten Bintan, meliputi: Kecamatan Bintan Timur, Mantang, dan Bintan Pesisir, sebagai kawasan sentra pengembangan minapolitan.
STUDI AKTIVITAS ENZIM PENCERNAAN LARVA IKAN KUWE, Gnathanodon speciosus YANG DIPELIHARA DENGAN JENIS PAKAN AWAL BERBEDA Aslianti, Titiek; Afifah, Afifah
Jurnal Riset Akuakultur Vol 7, No 1 (2012): (April 2012)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (246.385 KB) | DOI: 10.15578/jra.7.1.2012.49-59

Abstract

Upaya kontinuitas produksi benih ikan kuwe, Gnathanodon speciosus telah dilakukan namun sintasan yang diperoleh belum stabil. Jenis dan ukuran pakan pada larva stadia awal seringkali menjadi penyebab utama kegagalan produksi benih. Aktivitas enzim pencernaan diketahui sangat terkait dengan jenis pakan yang dikonsumsi larva sehingga berdampak terhadap pertumbuhan dan sintasannya. Enzim protease, amilase, dan lipase merupakan indikator biologis yang dapat menunjukkan kesesuaian jenis pakan yang dikonsumsi larva melalui kemampuannya untuk mencerna. Penelitian bertujuan untuk mengetahui aktivitas enzim pencernaan larva ikan kuwe yang diberi ransum pakan awal berbeda yaitu rotifer, gonad kerang, dan kuning telur ayam. Penelitian dilakukan dengan menggunakan rancangan acak lengkap 3 perlakuan dengan 3 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas enzim protease, amilase, dan lipase pada ketiga perlakuan mempunyai korelasi positif terhadap pertumbuhan. Aktivitas enzim pencernaan cenderung meningkat pada saat larva mulai menerima pakan eksogen (D-2), kemudian menurun pada D-3–D-7 selanjutnya relatif stabil hingga akhir penelitian (D-30). Pakan awal kuning telur menghasilkan pertumbuhan (TL = 13,3±1,77 mm) dan sintasan benih (55,42%) paling tinggi daripada rotifer (TL = 10,6±1,51 mm; SR 52,42%) maupun gonad kerang (TL = 12,7±2,67 mm; 52,45%). Hasil penelitian diharapkan dapat meningkatkan produksi benih sebagai pasok yang kontinu dalam mendukung pengembangan budidaya.
KEMAMPUAN BAKTERI PROBIOTIK YANG DIISOLASI DARI MAKROALGA TERHADAP KUALITAS AIR DAN SINTASAN UDANG WINDU SKALA LABORATORIUM Muliani, Muliani; Nurbaya, Nurbaya; Nurhidayah, Nurhidayah; Susianingsih, Endang
Jurnal Riset Akuakultur Vol 7, No 1 (2012): (April 2012)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (82.109 KB) | DOI: 10.15578/jra.7.1.2012.101-110

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui kemampuan bakteri yang diisolasi dari makroalga terhadap perbaikan kualitas air dan sintasan udang windu skala laboratorium. Penelitian ini dilakukan di laboratorium basah, Balai Penelitian dan Pengembangan Budidaya Air Payau, Maros, mulai bulan Juli hingga September 2010 menggunakan 15 buah akuarium berukuran 40 cm x 30 cm x 27 cm yang dilapisi dengan tanah tambak setebal 10 cm dan diisi air laut salinitas 28 ppt sebanyak 15 L. Hewan uji yang digunakan berupa benur windu PL-25 sebanyak 30 ekor/akuarium. Penelitian dirancang dalam Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan perlakuan sebagai berikut: A= Isolat BM12 (diisolasi dari makroalga), B= Isolat BM31(diisolasi dari makroalga), C= Isolat BM58 (diisolasi dari makroalga), D= BL542 (diisolasi dari sedimen laut), dan E= kontrol (tanpa probiotik). Masing-masing perlakuan diulang 3 kali. Penelitian dilakukan selama 2 bulan. Pengamatan parameter kualitas air meliputi; BOT, NH3-N, NO2-N, NO3-N, total bakteri, serta total Vibrio sp. dalam air dan sedimen dilakukan satu kali setiap 2 minggu. Sintasan udang windu diamati pada akhir penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi BOT dan NH3-N pada akhir penelitian tertinggi pada perlakuan B yaitu masing-masing 31,08 mg/L dan 0,0772 mg/L, sementara total Vibrio sp. pada perlakuan tersebut relatif lebih rendah dibanding perlakuan lainnya. Sintasan udang windu tertinggi pada perlakuan A (BM12= bakteri probiotik yang diisolasi dari makroalga) yaitu 55,55% dan terendah pada perlakuan D (BL542= bakteri probiotik yang diisolasi dari sedimen laut) yaitu 25%. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa sintasan udang windu pada perlakuan yang menggunakan isolat BM12 berbeda nyata (P<0,05) dengan sintasan udang windu pada perlakuan yang menggunakan BL542.

Page 1 of 2 | Total Record : 12


Filter by Year

2012 2012


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 4 (2018): (Desember 2018) Vol 13, No 3 (2018): (September 2018) Vol 13, No 2 (2018): (Juni, 2018) Vol 13, No 1 (2018): (Maret 2018) Vol 12, No 4 (2017): (Desember 2017) Vol 12, No 3 (2017): (September 2017) Vol 12, No 2 (2017): (Juni 2017) Vol 12, No 1 (2017): (Maret 2017) Vol 11, No 4 (2016): (Desember 2016) Vol 11, No 3 (2016): (September 2016) Vol 11, No 2 (2016): (Juni 2016) Vol 11, No 1 (2016): (Maret 2016) Vol 10, No 4 (2015): (Desember 2015) Vol 10, No 3 (2015): (September 2015) Vol 10, No 2 (2015): (Juni 2015) Vol 10, No 1 (2015): (Maret 2015) Vol 9, No 3 (2014): (Desember 2014) Vol 9, No 2 (2014): (Agustus 2014) Vol 9, No 1 (2014): (April 2014) Vol 8, No 3 (2013): (Desember 2013) Vol 8, No 2 (2013): (Agustus 2013) Vol 8, No 1 (2013): (April 2013) Vol 7, No 3 (2012): (Desember 2012) Vol 7, No 2 (2012): (Agustus 2012) Vol 7, No 1 (2012): (April 2012) Vol 6, No 3 (2011): (Desember 2011) Vol 6, No 2 (2011): (Agustus 2011) Vol 6, No 1 (2011): (April 2011) Vol 5, No 3 (2010): (Desember 2010) Vol 5, No 2 (2010): (Agustus 2010) Vol 5, No 1 (2010): (April 2010) Vol 4, No 3 (2009): (Desember 2009) Vol 4, No 2 (2009): (Agustus 2009) Vol 4, No 1 (2009): (April 2009) Vol 3, No 3 (2008): (Desember 2008) Vol 3, No 2 (2008): (Agustus 2008) Vol 3, No 1 (2008): (April 2008) Vol 2, No 3 (2007): (Desember 2007) Vol 2, No 2 (2007): (Agustus 2007) Vol 2, No 1 (2007): (April 2007) Vol 1, No 3 (2006): (Desember 2006) Vol 1, No 2 (2006): (Agustus 2006) Vol 1, No 1 (2006): (April 2006) More Issue