cover
Contact Name
Suprapti
Contact Email
Suprapti
Phone
-
Journal Mail Official
jra.puslitbangkan@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Riset Akuakultur
ISSN : 19076754     EISSN : 25026534     DOI : -
Jurnal Riset Akuakultur as source of information in the form of the results of research and scientific review (review) in the field of various aquaculture disciplines include genetics and reproduction, biotechnology, nutrition and feed, fish health and the environment, and land resources in aquaculture.
Arjuna Subject : -
Articles 12 Documents
Search results for , issue " Vol 6, No 3 (2011): (Desember 2011)" : 12 Documents clear
PEMELIHARAAN BENIH IKAN BALASHARK ( Balantiocheilus melanopterus ) DENGAN PENINGKATAN KESUBURAN KOLAM Insan, Irsyaphiani
Jurnal Riset Akuakultur Vol 6, No 3 (2011): (Desember 2011)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (74.807 KB) | DOI: 10.15578/jra.6.3.2011.413-423

Abstract

Domestikasi ikan balashark telah berhasil dilakukan tapi masih ada permasalahan pada stadia awal benih yaitu tingkat kematian yang masih tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui  penampilan  benih ikan balashark yang dipelihara di kolam melalui peningkatan kesuburan dengan cara pemupukan. Benih balashark yang digunakan ukuran 120 mg (usia 24 hari) dipelihara dalam hapa ukuran 2 m x 2 m x 1 m yang diletakkan di kolam tanah ukuran 50 m dengan padat tebar 225 ekor/hapa. Perlakuan berupa penyuburan kolam dengan pemupukan yang berbeda yaitu tanpa pemupukan, pemupukan dengan kotoran ayam 800 g/m2, pupuk organik cair 2 mL/m2 dan pupuk komersial 1 g/m2 serta setiap perlakuan diulang tiga kali. Parameter yang diamati meliputi kelimpahan plankton dan plankton di dalam usus ikan dilakukan setiap dua hari sekali. Sedangkan pertumbuhan dan sintasan dilakukan setiap 10 hari sekali. Rancangan penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap. Penelitian dilaksanakan selama 40 hari. Hasil penelitian menunjukkan kelimpahan plankton tertinggi dijumpai pada perlakuan pemupukan kotoran ayam yaitu 88 spesies fitoplankton dan 26 spesies zooplankton. Sedangkan plankton yang paling banyak ditemukan dalam usus ikan adalah dari kelas Chlorophyceae dan Crustacea. Pertumbuhan (panjang dan bobot mutlak) pada perlakuan pemupukan kotoran ayam menunjukkan hasil yang nyata lebih tinggi (P<0,05), sedangkan sintasan pada semua perlakuan tidak menunjukkan hasil yang berbeda (P>0,05).
METODE ISOLASI DEOXYRIBO NUCLEIC ACID BAKTERI DARI ORGAN IKAN NILA ( Oreochromis niloticus ) UNTUK DIAGNOSA Streptococcociasis DENGAN TEKNIK POLYMERASE CHAIN REACTION Gardenia, Lila; Koesharyani, Isti
Jurnal Riset Akuakultur Vol 6, No 3 (2011): (Desember 2011)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (430.036 KB) | DOI: 10.15578/jra.6.3.2011.469-477

Abstract

Streptococcus sp. menyebabkan wabah penyakit dan menimbulkan kematian massal pada beberapa jenis ikan di seluruh dunia dengan angka kerugian yang ditimbulkannya berkisar 150 juta US$ per tahun. Streptococcus agalactiae merupakan salah satu bakteri penyebab Streptococcocis pada ikan nila (Oreochromis niloticus). Saat ini diagnosa agen penyebab penyakit bakteri tersebut dapat dilakukan dengan teknik PCR (Polymerase Chain Reaction) menggunakan pasangan primer spesifik (Sdi252Sdi61), namun pada umumnya ekstraksi dilakukan melalui proses mengisolasi bakteri dari organ terinfeksi, menumbuhkan pada media agar, pemurnian isolat dan terakhir isolasi DNA. Sedangkan isolasi DNA bakteri langsung dari organ yang terinfeksi dapat mempersingkat waktu diagnosa agen penyakit tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh metode ekstraksi yang dapat mengisolasi DNA bakteri secara langsung dari organ ikan yang terinfeksi (otak, hati, limfa, dan ginjal). Metode yang digunakan adalah pemanasan, ekstraksi DNA secara kimiawi dengan DNAzol reagent dan dengan mini column QIAamp DNA Mini Kit. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa metode pemanasan, DNAzol reagent dan QIAamp DNA Mini Kit masing-masing menghasilkan band positif sebesar 82%, 64%, dan 100%. Limfa dapat digunakan untuk mengisolasi DNA Streptococcus agalactiae secara langsung dengan menggunakan ketiga macam metode ekstraksi, namun QIAamp DNA Mini Kit menghasilkan DNA yang lebih bersih dengan tingkat kemurnian yang tinggi. Isolasi langsung dari organ mempercepat proses identifikasi bakteri.
TOLERANSI DAN PENGATURAN OSMOTIK NILA GIFT ( Genetic Improvement of Farmed Tilapias ) YANG DIPAPAR DENGAN TINGKAT SALINITAS BERBEDA Widodo, Aan Fibro; Mangampa, Markus
Jurnal Riset Akuakultur Vol 6, No 3 (2011): (Desember 2011)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (95.987 KB) | DOI: 10.15578/jra.6.3.2011.373-379

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mempelajari toleransi dan pengaturan osmotik ikan nila GIFT terhadap paparan salinitas yang berbeda. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Basah Instalasi Riset Maranak, Balai Riset Perikanan Budidaya Air Payau (BRPBAP), Maros. Hewan uji yang digunakan adalah ikan nila GIFT dengan bobot rata-rata 2,57±0,43 g. Penelitian dirancang dengan pola rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri atas 4 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan yang diujikan adalah pemaparan ikan pada medium bersalinitas 5±2 ppt, 15±2 ppt, 25±2 ppt, dan 35±2 ppt. Peubah yang diamati adalah tingkat kerja osmotik, kapasitas osmoregulasi, dan kadar air badan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fluktuasi salinitas medium berpengaruh terhadap regulasi osmotik namun tidak berpengaruh terhadap persentase kadar air badan. Regulasi osmotik nila GIFT optimal didapatkan pada kisaran salinitas 15±2 ppt sampai salinitas 25±2 ppt. Pada kisaran salinitas ini, nila GIFT mampu melakukan pengaturan osmoregulasi internal menuju pemulihan (keseimbangan osmotik) mendekati tingkat osmotik lingkungan habitat aslinya setelah 24 jam cekaman salinitas. Hal ini mengindikasikan bahwa nila GIFT lebih toleran terhadap kisaran nilai salinitas air yang tinggi dibandingkan dengan nila varietas lokal lainnya.
EFISIENSI PRODUKSI PAKAN ALAMI SECARA INTENSIF Sumiarsa, Gede S.; Astuti, Rina
Jurnal Riset Akuakultur Vol 6, No 3 (2011): (Desember 2011)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (61.211 KB) | DOI: 10.15578/jra.6.3.2011.425-432

Abstract

Rotifer Brachionus rotundiformis merupakan pakan alami utama yang dipergunakan dalam perbenihan ikan-ikan laut. Produksi rotifer pada percobaan ini dilakukan dalam wadah kecil (0,5 m3) dengan padat penebaran awal 100-150 ekor/mL, diberikan fitoplankton Nannochloropsis oculata kepadatan tinggi (1,0-2,0x108 sel/mL) didalam dan di luar ruangan.  Oksigen murni dialirkan ke dalam bak-bak budidaya rotifer dengan laju 0,05-0,1 L/menit sedangkan penghitungan kepadatan fitoplankton, rotifer, dan pemeriksaan kualitas air dilakukan setiap hari. Rata-rata kepadatan akhir rotifer budidaya didalam ruangan pada hari hari ke 7-9 adalah 525±6,1 ekor/mL sedangkan budidaya rotifer di luar ruangan hanya mampu berlangsung selama 2-4 hari dengan kepadatan yang terus menurun setelah penebaran awal. Kandungan lemak rotifer adalah 14,0%, dengan kandungan asam lemak DHA: 1,4 mg/g DW, EPA 57,2 mg/g DW, dan HUFA: 61,5 mg/g DW dengan rasio DHA/EPA 0,02. Suhu air, pH, dan total amonium berturut-turut berkisar pada nilai 26,1oC-34,1oC, 8,3-8,8 dan 0,48-2,20 mg/L.
DISTRIBUSI SPASIAL KARAKTERISTIK TANAH TAMBAK DI KABUPATEN PANGKEP PROVINSI SULAWESI SELATAN Rachmansyah, Rachmansyah; Mustafa, Akhmad
Jurnal Riset Akuakultur Vol 6, No 3 (2011): (Desember 2011)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jra.6.3.2011.479-493

Abstract

Identifikasi distribusi spasial karakteristik tanah memiliki peran penting dalam sistem bio-lingkungan termasuk lingkungan tambak, sehingga dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui distribusi spasial karakteristik tanah tambak di Kabupaten Pangkep Provinsi Sulawesi Selatan. Penentuan titik pengukuran dan pengambilan contoh tanah secara acak sederhana pada 110 titik dan masing-masing pada dua kedalaman tanah yang berbeda yaitu 0-0,2 dan 0,2-0,4 m. Sebanyak 21 karakteristik tanah diukur di lapangan dan dianalisis di laboratorium. Geostatistik dengan metode Kriging dalam Program ArcGIS 9.3 digunakan dalam interpolasi terhadap data tanah yang ada. Distribusi spasial karakteristik tanah ditampilkan dengan memanfaatkan citra ALOS AVNIR-2 akusisi 21 Juli 2008. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum  karakteristik tanah tambak di Kabupaten Pangkep tergolong memiliki variabilitas tinggi atau relatif heterogen dengan nilai koefisien variasi yang melebihi 36%. Karakteristik tanah yang menunjukkan kemasaman tanah memiliki pola distribusi spasial yang relatif sama dan demikian juga halnya dengan karakteristik tanah yang menunjukkan kandungan unsur hara tanah juga memiliki pola distribusi spasial yang relatif sama. Derajat kemasaman tanah yang tinggi serta kandungan bahan organik dan N-Total tanah yang tinggi dan sebaliknya kandungan PO4 dan fraksi liat yang rendah secara umum dijumpai di Kecamatan Minasa Te’ne, Pangkajene, Bungoro, Labakkang, dan Ma’rang. Disarankan agar pengelolaan tanah yang dilakukan di tambak Kabupaten Pangkep disesuaikan dengan karakteristik tanahnya yang tergambar secara jelas pada pola distribusi spasial dari masing-masing karakteristik tanah.
ANALISIS GAMBAR DIGITAL SEBAGAI METODE KARAKTERISASI DAN KUANTIFIKASI WARNA PADA IKAN HIAS Kusumah, Ruby Vidia; Kusrini, Eni; Murniasih, Siti; Prasetio, Anjang Bangun; Mahfudz, Kamaluddin
Jurnal Riset Akuakultur Vol 6, No 3 (2011): (Desember 2011)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (285.163 KB) | DOI: 10.15578/jra.6.3.2011.381-392

Abstract

Analisis gambar (foto) digital digunakan sebagai metode alternatif karakterisasi dan kuantifikasi warna yang obyektif, akurat, serta aplikatif. Software Image membantu mengukur dan mengelompokkan beberapa parameter kualitatif warna secara kuantitatif berdasarkan standar nilai digital RGB (Red Green Blue) yang dimiliki setiap pikselnya. Dengan melakukan konversi ke model HSB (Hue Saturation Brightness), nilai digital warna yang diperoleh semakin mudah dipahami sesuai konsep cara pandang mata manusia. Frekuensi serta distribusi warna yang terukur pun dapat ditampilkan dalam bentuk histogram dua dimensi dan grafik tiga dimensi warna (3D color space). Hasil analisis pada delapan strain warna ikan cupang hias (Betta splendens) menunjukkan variasi warna yang ditampilkan dalam bentuk kisaran (minimum-maksimum), rata-rata (mean), serta standar deviasi (SD) dari setiap nilai RGB dan HSB. Kecerahan setiap individu dalam suatu strain warna diukur berdasarkan nilai kecerahan (brightness) yang dimiliki model warna HSB. Penelitian ini merupakan studi pendahuluan yang bertujuan untuk mempelajari analisis gambar digital sebagai metode karakterisasi dan kuantifikasi warna pada ikan hias.
PENGARUH MANAJEMEN PEMBERIAN PAKAN TERHADAP PEMANFAATAN BIOFLOK UNTUK PERTUMBUHAN IKAN BANDENG Usman, Usman; Palinggi, Neltje Nobertine; Harris, Enang; Jusadi, Dedi; Supriyono, Eddy
Jurnal Riset Akuakultur Vol 6, No 3 (2011): (Desember 2011)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (126.27 KB) | DOI: 10.15578/jra.6.3.2011.433-445

Abstract

Upaya konversi limbah budidaya ikan menjadi bioflok mulai banyak dilakukan oleh pembudidaya untuk memperbaiki kualitas air dan menekan biaya pakan. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemanfaatan bioflok sebagai makanan ikan bandeng melalui pengaturan dosis pemberian pakan. Perlakuan yang dicobakan adalah ikan uji dipelihara dengan: (A) bioflok tanpa diberi pemberian pakan buatan, (B) bioflok + pakan buatan sebanyak 2,5% per hari, (C) bioflok + pakan buatan sebanyak 5% perhari, (D) pemberian pakan buatan sebanyak 5%/hari tanpa bioflok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ikan bandeng ukuran awal rata-rata 1,6 g yang hanya diberi bioflok dapat tumbuh dengan laju pertumbuhan 1,82%/hari, namun laju pertumbuhan ini masih lebih rendah dibandingkan yang diberi pakan buatan 5%/hari yaitu 2,01%/hari. Tanpa memperhitungkan jumlah pemberian molase, ikan yang diberi pakan buatan sebanyak 2,5%/hari dalam media bioflok, dapat meningkatkan efisiensi pakan sebanyak 58,5% dan efisiensi pemanfaatan protein sebanyak 59,2%. Kandungan TAN, nitrit dan oksigen terlarut dalam media budidaya cukup baik bagi pertumbuhan ikan bandeng.
KONDISI METEOROLOGI, KLIMATOLOGI, DAN PERIKANAN DI KAWASAN WADUK CIRATA, JAWA BARAT: Analisis Awal Kemungkinan Dampak Pemanasan Global terhadap Perikanan Budidaya Radiarta, I Nyoman; Kristanto, Anang Hari; Saputra, Adang
Jurnal Riset Akuakultur Vol 6, No 3 (2011): (Desember 2011)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1485.685 KB) | DOI: 10.15578/jra.6.3.2011.495-506

Abstract

Pemanasan global adalah perubahan iklim yang dapat teridentifikasi melalui perubahan rata-rata yang terjadi pada jangka waktu yang relatif panjang. Perubahan ini disebabkan baik karena variasi kondisi alam maupun akibat dari aktivitas manusia (antropogenic). Pemanasan global diproyeksikan akan berpengaruh terhadap kondisi ekosistem, kondisi sosial dan ekonomi, dan meningkatnya tekanan terhadap sumber mata pencaharian yang berimplikasi pada penyediaan pangan. Bagi perikanan budidaya, pemanasan global dapat berpengaruh pada perubahan tingkat produktivitas, distribusi, komposisi spesies, dan lingkungan perairan sehingga dapat menyebabkan perubahan dalam operasional perikanan budidaya. Berdasarkan perkembangan isu tentang pemanasan global ini, penelitian dampak pemanasan global terhadap perikanan budidaya dirasakan sangat penting. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat kemungkinan adanya dampak pemanasan global terhadap aktivitas perikanan budidaya (ikan air tawar) di kawasan Waduk Cirata, Jawa Barat. Data utama yang dikumpulkan dalam penelitian ini diperoleh dari berbagai sumber meliputi data klimatologi, meteorologi, tutupan lahan dan karakteristik waduk. Analisis data yang ditampilkan dalam tulisan ini masih merupakan analisis awal yang lebih banyak diuraikan secara deskriptif melalui tampilan grafik. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran umum mengenai kemungkinan adanya dampak pemanasan global bagi perikanan budidaya air tawar khususnya di Waduk Cirata, sehingga nantinya dapat membantu dalam pengelolaan waduk yang lebih baik.
PROFIL GENOTIP BENIH UDANG WINDU Penaeus monodon HASIL SELEKSI DENGAN KARAKTER TOLERAN TERHADAP INFEKSI WHITE SPOT SYNDROME VIRUS Haryanti, Haryanti; Fahrudin, Fahrudin; Wardana, Ida Komang; Moria, Sari Budi; Permana, Gusti Ngurah; Mahardika, Ketut
Jurnal Riset Akuakultur Vol 6, No 3 (2011): (Desember 2011)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (386.77 KB) | DOI: 10.15578/jra.6.3.2011.393-405

Abstract

Upaya seleksi pada benih udang windu dengan mengutamakan karakter toleran terhadap WSSV menjadi prioritas, agar diperoleh calon induk udang windu dengan karakter genotip yang lebih baik. Tujuan riset adalah mendapatkan profil genotip benih udang windu hasil seleksi dengan karakter toleran terhadap WSSV. Metode untuk mendapatkan benih udang terseleksi, diawali melalui pembenihan dengan menggunakan induk udang windu berasal dari alam (F-0), mengaplikasikan probiotik dalam pemeliharaan larva, biosecurity dan pemantauan infeksi virus. Uji tantang virus WSSV (LD-50) dilakukan dengan perendaman dan pemberian pakan (oral). Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa benih udang F-1 memberikan keragaan fenotip yang bervariasi (ukuran besar, sedang dan kecil). Benih udang F-1 berukuran besar, diperoleh 20,18%-35,04%, sedangkan ukuran sedang dan kecil masing-masing sebesar 43,28%0,49% dan 9,47%-21,66% dari populasi benih udang yang dihasilkan. Keragaan genotip benih F-1 menunjukkan keragaman genetik yang berbeda. Nilai heterozigositas pada benih F-1 pada udang dengan ukuran besar adalah 0,51, sedangkan ukuran sedang dan kecil masing-masing 0,45 dan 0,22. Hasil uji tantang dengan WSSV melalui perendaman maupun pemberian pakan (oral) terlihat ada perbedaan toleransi pada benih udang F-1. Dengan LD-50 menunjukkan bahwa pada udang ukuran kecil, mortalitas terjadi dalam waktu 48 jam (oral). Sementara, pada udang ukuran besar dan sedang, mengalami mortalitas dalam waktu 72 jam. Profil genotip benih udang yang toleran terhadap infeksi WSSV mengekspresikan pola gen yang lebih bervariasi
FREKUENSI PEMBERIAN PAKAN DAN TEKNOLOGI PRODUKSI IKAN BETUTU ( Oxyeleotris marmorata Blkr) DENGAN SISTEM TERKONTROL Azwar, Zafril Imran; Melati, Irma
Jurnal Riset Akuakultur Vol 6, No 3 (2011): (Desember 2011)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (58.22 KB) | DOI: 10.15578/jra.6.3.2011.447-456

Abstract

Suatu percobaan untuk memperbaiki sintasan ikan betutu fase “Growth out” telah dilakukan di Laboratorium Basah Balai Riset Perikanan Budidaya Ar Tawar, Bogor. Wadah percobaan yang digunakan adalah fiber glass berdiameter 1,5 m dan ketinggian 0,5 m. Wadah dirancang sistem resirkulasi, melalui bak stok air (2,5 m3) dan bak pemanasan air (0,6 m3), kemudian pada masing-masing wadah pemeliharaan dirancang biofilter yang berfungsi membersihkan air. Air dari bak stok, dialirkan ke dalam bak pemanasan, kemudian didistribusikan ke wadah pemeliharaan (6 unit) secara gravitasi. Dengan adanya sistem pemanasan suhu air dalam bak pemeliharaan dipertahankan 28oC-29oC. Pada masing-masing bak ditebar 25 ekor ikan betutu ukuran sekitar 40±3,7 g. Sebagai perlakuan dalam percoban ini adalah frekuensi pemberian pakan yaitu pemberian 2 kali (pukul 08.00 dan 16.00); 3 kali (pukul 08.00, 12.00, dan 16.00); dan 4 kali (pukul 08.00, 12.00, 16.00, dan 20.00). Percobaan dilaksanakan dengan rancangan acak kelompok, dan terdiri atas tiga kelompok periode waktu sebagai ulangan (blok). Setiap periode percobaan dilaksanakan selama 60 hari. Pakan yang digunakan dalam percobaan adalah ikan rucah, Tubifex beku, dan diberikan dengan prinsip dikenyangkan (ad satiasi). Parameter yang dievaluasi adalah penambahan bobot badan, laju pertumbuhan spesifik, dan sintasan. Sebagai parameter penunjang adalah laju pengosongan lambung dan usus, serta profil enzim protease pada usus. Untuk mendapatkan data ini dilakukan percobaan terpisah, dengan menggunakan ikan berbobot sekitar 40 g sebanyak 60 ekor. Ikan diberi pakan hingga kenyang, kemudian dilakukan sampling setiap 30 menit, isi organ pecernaan diamati dan ditimbang, juga dilakukan pengamatan enzim protease. Hasil percobaan memperlihatkan, bahwa laju pertumbuhan spesifik dan penambahan bobot tertinggi dicapai pada pemberian pakan 2 kali/hari. Lambung ikan betutu akan kosong setelah 6 jam dari saat pemberian pakan, sedangkan profil enzim protease memperlihatkan pola yang sejalan dengan laju pengosongan lambung.

Page 1 of 2 | Total Record : 12


Filter by Year

2011 2011


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 4 (2018): (Desember 2018) Vol 13, No 3 (2018): (September 2018) Vol 13, No 2 (2018): (Juni, 2018) Vol 13, No 1 (2018): (Maret 2018) Vol 12, No 4 (2017): (Desember 2017) Vol 12, No 3 (2017): (September 2017) Vol 12, No 2 (2017): (Juni 2017) Vol 12, No 1 (2017): (Maret 2017) Vol 11, No 4 (2016): (Desember 2016) Vol 11, No 3 (2016): (September 2016) Vol 11, No 2 (2016): (Juni 2016) Vol 11, No 1 (2016): (Maret 2016) Vol 10, No 4 (2015): (Desember 2015) Vol 10, No 3 (2015): (September 2015) Vol 10, No 2 (2015): (Juni 2015) Vol 10, No 1 (2015): (Maret 2015) Vol 9, No 3 (2014): (Desember 2014) Vol 9, No 2 (2014): (Agustus 2014) Vol 9, No 1 (2014): (April 2014) Vol 8, No 3 (2013): (Desember 2013) Vol 8, No 2 (2013): (Agustus 2013) Vol 8, No 1 (2013): (April 2013) Vol 7, No 3 (2012): (Desember 2012) Vol 7, No 2 (2012): (Agustus 2012) Vol 7, No 1 (2012): (April 2012) Vol 6, No 3 (2011): (Desember 2011) Vol 6, No 2 (2011): (Agustus 2011) Vol 6, No 1 (2011): (April 2011) Vol 5, No 3 (2010): (Desember 2010) Vol 5, No 2 (2010): (Agustus 2010) Vol 5, No 1 (2010): (April 2010) Vol 4, No 3 (2009): (Desember 2009) Vol 4, No 2 (2009): (Agustus 2009) Vol 4, No 1 (2009): (April 2009) Vol 3, No 3 (2008): (Desember 2008) Vol 3, No 2 (2008): (Agustus 2008) Vol 3, No 1 (2008): (April 2008) Vol 2, No 3 (2007): (Desember 2007) Vol 2, No 2 (2007): (Agustus 2007) Vol 2, No 1 (2007): (April 2007) Vol 1, No 3 (2006): (Desember 2006) Vol 1, No 2 (2006): (Agustus 2006) Vol 1, No 1 (2006): (April 2006) More Issue