INDONESIAN JOURNAL OF URBAN AND ENVIRONMENTAL TECHNOLOGY
Published by Universitas Trisakti
ISSN : 25799150     EISSN : 25799207
The scope of the journal emphasis but not limited to Urban Environmental Management and Environmental Technology. Urban Environmental Management: environmental modeling, cleaner production, waste minimization and management, energy management and policies, water resources management, water supply and sanitation, industrial safety and health, water recovery and management, urban environmental pollution-diseases and health status, eco-drainage, flood risk management, risk mitigation, climate change and water resources adaptation. Environmental Technology: energy efficiency, renewable energy technologies (bio-energy), environmental biotechnology, pollution control technologies (wastewater treatment and technology), water treatment and technology, indigenous technology for climate change mitigation and adaptation, solid waste treatment and technology
Articles 84 Documents
Front Cover Vol. 2 No. 2 April 2019

Rinanti, Astri

INDONESIAN JOURNAL OF URBAN AND ENVIRONMENTAL TECHNOLOGY Volume 2, Number 2, April 2019
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | | DOI: 10.25105/urbanenvirotech.v2i2.4659

Abstract

PEMBUATAN ETANOL DARI LIMBAH AMPAS KELAPA DENGAN MENGGUNAKAN Rhizopus oligosporus DAN Saccharomyces cereviseae DENGAN PENAMBAHAN PHOSPAT

Widyatmoko, H., Anindya Duhita, Sawitri

INDONESIAN JOURNAL OF URBAN AND ENVIRONMENTAL TECHNOLOGY Vol 6, No 1 (2012)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (772.656 KB) | DOI: 10.25105/urbanenvirotech.v6i1.699

Abstract

Ampas kelapa mengandung karbohidrat, lemak, daseln protein. Selulosa adalah salah satu jenis kabohidrat yang dapat dirubah menjadi etanol. Penelitian ini bertujuan untuk megetahui kadar C/N, P (Phospat), kadar etanol dan pertumbuhan mikroba dalam proses fermentasi ampas kelapa. Fermentasi dilakukan dengan menggunakan mikroba Rhizopus oligosporus dan Saccharomycess cerevisiae dengan ratio phospat ½, 1, 2 pada ampas kelapa Tidak Kupas dan Kupas. Pada contoh ampas kelapa Tidak Kupas kadar C/N berkurang dari 0,25 hingga 0,15 sedangkan pada ampas kelapa Kupas berkurang antara 0,4 – 0,2. Nilai pH ampas kelapa Tidak Kupas berkisar antara dari 6,89 hingga 5,18 dan ampas kelapa Kupas 6,56 hingga 4,98. Kadar etanol pada ampas kelapa Tidak Kupas cenderung lebih kecil bila dibandingkan dengan ampas kelapa Kupas. Hal ini disebabkan ampas kelapa Tidak Kupas mengandung lignin. Kadar etanol pada Ampas Tidak Kupas sebanyak 1 % pada jam 96 dan terendah 0,46 % pada jam ke 24 . Sedangkan yang kupas kadar etanol paling tinggi 1,14% dan yang terendah 0,46 % Kata Kunci : Ampas Kelapa, Etanol, Saccahromycess cerevisiae, Rhizopus oligosporus

PENGARUH PENAMBAHAN GAS HIDROGEN TERHADAP PENINGKATAN GAS METAN (CH4) PADA PROSES DEKOMPOSISI SAMPAH ORGANIK

Iswanto, Bambang, Astono, Widyo, Rezi, Yulfi

INDONESIAN JOURNAL OF URBAN AND ENVIRONMENTAL TECHNOLOGY Vol 8, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (884.37 KB) | DOI: 10.25105/urbanenvirotech.v8i1.723

Abstract

Pengaruh penambahan gas hidrogen terhadap peningkatan gas metan (CH4) pada proses dekomposisi sampah organik yang dilakukan di WorkShop Teknik Lingkungan Universitas Trisakti, Grogol, Jakarta Barat, bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis karakteristik sampah organik (sayur) dan pengaruhnya terhadap penambahan gas hidrogen (H2) dengan sistem anaerob pada produksi gas metan, dan kondisi optimum proses pembentukan gas metan dengan menggunakan tiga variasi dosis penambahan gas hidrogen. Pada reaktor RH1 penambahan gas H2 sebanyak 900 L, reaktor RH2 sebanyak 1800 L, reaktor RH3 sebanyak 2700 L. Analisis karakteristik sampah organik meliputi analisis fisik dan kimia. Analisis fisik berupa komposisi sampah dan densitas sampah. Komposisi sampah merupakan persentase dari jenis sampah yang digunakan. Analisis kimia sampah yang diukur adalah kadar air, C/N rasio, dan Volatile Solid (VS) yang dilakukan di Laboratorium Lingkungan Universitas Trisakti. Pengukuran pH menggunakan pH meter, untuk pengkuruan suhu menggunakan thermometer dan untuk pengukuran kelembaban dilihat pada humiditymeter, ketiganya terdapat pada rangkaian reaktor. Pengukuran gas metan menggunakan metode Gas Chromatography yang diuji di Laboratorium Rekayasa Produk Kimia dan Bahan Alam, Universitas Indonesia. Hasil analisis laboratorium didapatkan nilai kadar air sebesar 78,2%, kadar VS sebesar 33%, nilai C/N rasio sebesar 24, dan densitas sampah 230 kg/m3. Karakteristik sampah organik tersebut masih dalam kisaran optimum dalam dekomposisi sampah secara anaerob.Nilai pH dan suhu bahan dengan adanya penambahan gas hidrogen selama penelitian masih dalam kondisi optimum untuk proses dekomposisi sampah organik secara anaerob. Dalam waktu 55 hari proses dekomposisi dengan variasi penambahan bioaktivator, pH bahan berkisar antara 5,75 – 7,5, suhu bahan berkisar antara 32˚C – 36˚C, dan kelembaban bahan berkisar antara 32,5% – 70%. Namun kelembaban pada semua reaktor belum memenuhi kisaran optimum dalam proses dekomposisi sampah organik secara anaerob hal ini ditandai dengan kelembaban bahan pada semua reaktor mencapai 32,5%. Berdasarkan hasil analisis gas dari laboratorium, produksi biogas terbesar pada pengukuran hari ke 39 terlihat bahwa volume biogas pada reaktor RH2 adalah yang paling tinggi yaitu sebesar 28,2% dengan jumlah penambahan gas hidrogen sebanyak 1,8 m3, dan kondisi parameter seperti pH adalah 7, suhu 36°C, dan kelembaban 50%. Dari hasil perhitungan ! yang merupakan persentase gas H2 yang bereaksi menghasilkan CH4, maka nilai ! reaktor RH2 adalah yang paling besar dengan nilai 0,2261 dengan kecepatan reaksi ∆# ∆$=8,0594x10/012345 6789 . Kata kunci : Kata kunci : Biogas, Sampah Sayur, Anaerob Digestion, Gas Hidrogen, Gas Metan

Akurasi pH sebagai Parameter Tingkat PencemaranLogam Berat dalam Tanah

Widyatmoko, H.

INDONESIAN JOURNAL OF URBAN AND ENVIRONMENTAL TECHNOLOGY Vol 5, No 5 (2011)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (490.41 KB) | DOI: 10.25105/urbanenvirotech.v5i5.689

Abstract

Parameter pH dapat digunakan untuk memperkirakan mobilitas unsur-unsur kimia dalam tanah. Penelitian ini menggunakan 100 conto soil yang telah dihomogenisasi. Untuk menentukan pH masing-masing conto sebanyak 30gram dicampur dengan 75 ml 0,1 N KCl diaduk selama 30 menit menggunakan magnet. pH diukur menggunakan H+ ion-selective glass electrode pada kondisi, proses dan waktu pengukuran yang sama. Penentuan pH berlangsung setelahtidak ada perubahan angka selama 1 menit. Untuk kalibrasi pH-meter digunakan Phosfat untuk pH 7.02 dan Phtalat untuk pH 4. Analisis logam terpilih Mn, Pb dan Cd dilakukan dengan melarutkan 5 gram conto ke dalam 40 ml aquaregia, dipanaskan selama 1 minggu pada suhu 80oC dan kemudian dianalisis dengan AAS. Hasil menunjukkan bahwa konsentrasi total logam berat dalam tanah berkorelasi positif terhadap pH dan berkorelasi negative terhadap Eh.Korrelasi ini bersifat spesifik sesuai untuk setiap logam dan dipengaruhi oleh keberadaan oksigen, senyawa organic dan fraksi butiran tanan. Sebagian besar logam dalam tatah terikat pada partikel-partikel tanah.Keywords: pH, accuracy, correlation,metals, Eh

ANALISIS KARAKTERISTIK SAMPAH PLASTIK DI PERMUKIMAN KECAMATAN TEBET DAN ALTERNATIF PENGOLAHANNYA

Widiyatmoko, H., Purwaningrum, Pramiati, Putri Arum P, Febrina

INDONESIAN JOURNAL OF URBAN AND ENVIRONMENTAL TECHNOLOGY Vol 7, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (677.029 KB) | DOI: 10.25105/urbanenvirotech.v7i1.713

Abstract

Tujuan studi ini adalah untuk meneliti sampah plastik di Kecamatan Tebet berdasarkan pilot project fasilitas pengelolaan sampah terpadu yang pernah dimiliki oleh kecamatan ini. Sampah plastik termasuk sampah non organik yang tidak mudah terurai secara alami. Saat ini total timbulan sampah plastik di indonesia mencapai 5,4 ton per tahun yakni 14% dari total jumlah sampah rumah tangga. Menurut data dari Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Darah (BPLHD), pada tahun 2014 sampah plastik di Jakarta mencapai 13% dari total sampah 6000 ton per hari. Sampah di Kecamatan Tebet terdiri dari 89.71% sisa makanan, dan sampah plastik sebanyak 5.50%. Sampah Plastik pada rumah permanen adalah 5,17%, rumah semi pemanen 5,89 %, dan non permanen 5,45%. Sampah plastik tersebut terdiri dari 21% PET, 32% PP, dan 30 % Other. Pengolahan sampah plastik sesuai jenisnya atau kode dapat mengurangi timbulan sampah secara signifikan. Jumlah sampah plastik yang dapat diolah menjadi bahan bakar mencapai 89%, pellet 100%, dan kerajinan tangan 92%. Ini berarti, bahwa pengolahan sampah plastik dapat mengurangi timbulan sampah di Kecamatan Tebet hingga 90%. Kata kunci: organik, non organik, sampah, pengolahan

EVALUASI PENGGUNAAN KAPORIT UNTUK PENGJILANGAN WARNA AIR SUMUR DALAM

Lindu, Muhammad, Sumartono, Agustin, Jayarti Ariani, Siti

INDONESIAN JOURNAL OF URBAN AND ENVIRONMENTAL TECHNOLOGY Vol 5, No 3 (2010)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1170.843 KB) | DOI: 10.25105/urbanenvirotech.v5i3.678

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah “Evaluasi penggunaan kaporit untuk penghilangan warna air sumur dalam” Adanya senyawa humus dalam air dapat menyebabkan berbagai masalah, yaitu, menghasilkan warna air kuning sampai coklat, dapat bertindak sebagai prekusor trihalometan dan senyawa organik klorin yang bersifat toksik yang dihasilkan selama proses klorinasi, senyawa humus dapat bepotensi untuk tempat pertumbuhan bakteri, dapat membentuk kompleks dengan logam berat yang ada di air. Oleh karena adanya potensi yang besar sebagai sumber air baku untuk air bersih, maka perlu dilakukan pengolahan. Pada penelitian ini digunakan sampel air dari tiga sumber yang berbeda-beda. Dengan menggunakan kaporit dan klorin dioksida sampel air diuji dilaboratorium untuk diketahiu sisa klor yang terdapat pada sampel air, namun sisa klor yang terdapat pada sampel air belum memenihi standar baku mutu yaitu 0,2 mg/l Cl2. nilai kandungan organik yang terdapat pada masing-masing sampel air juga berbeda-beda. Hasil yang didapat antara penambahan kaporit dan klorin dioksida, bahwa penggunaan kaporit pada hasil analisis kandungan nilai organik masih lebih baik dalam penggunaan kaporit. Pada sampel Puri Indah nilai organik yang turun mencapai 88,55%, Taman Palem Mutiara 60,24%, Taman Palem Lestari 14,39%. Pada pengukuran warna dengan menggunakan kaporit dan klorin dioksida, tingkat penurunan warna lebih jelas terlihat pada sampel air yang menggunakan kaporit. Sampel air Puri Indah tingkat penurunan warnanya mencapai 81,84%, Taman Palem Mutiara 81,54%, Taman Palem Lestari 81,97%. Pada pengukuran sampel dengan menggunakan Gas Kromatografi (GC), penggunaan klorin dioksida lebih baik dibandingkan kaporit, hal ini dapat dilihat dari spektrum kromatogram yang muncul. Semakin banyak puncak yang muncul, maka diduga semakin banyak juga senyawa organik klorin yang terdapat pada sampel tersebut.Keywords: humic acid, chlorination, water treatment, organochlorine

Cover Vol. 1, No. 2, April 2018

rinanti, astri

INDONESIAN JOURNAL OF URBAN AND ENVIRONMENTAL TECHNOLOGY Volume 1, Number 2, April 2018
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (573.83 KB) | DOI: 10.25105/urbanenvirotech.v1i2.2852

Abstract

STUDY IN PLUIT RESERVOIR, NORTH JAKARTA AND DETERMINATION OF ORGANIC DEGRADATION

Hertin, Sindi Rawi, Lindu, Muhammad, Iswanto, Bambang

INDONESIAN JOURNAL OF URBAN AND ENVIRONMENTAL TECHNOLOGY Volume 1, Number 1, October 2017
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1274.493 KB) | DOI: 10.25105/urbanenvirotech.v1i1.2405

Abstract

Aim:This research is  aimed  to study of organic degradation in  Pluit reservoir,  that located in the Village Penjaringan, North Jakarta, between 6° 07' 28.6" S 106° 48' 07.6" E and 6° 06' 40.2" S 106° 47'51.1"E with a broad area of ± 80 Ha, depth 1-8 meter. Flow systems pluit reservoir is half continuous and water is disposed with 4 units pump with a capacity of 4.5 m3/s which operates 8 hours/day throughout 11 pumps available. From the results of research findings are then compared with quality standards inspection according to the Government Regulation No. 82/2001 Class II for a review of recreation, fisheries and agriculture. Methodology and Result:The 90% of the DO value is ≤ 2 mg/L. The phosphate value obtained overall is not complied to the standard quality (≤ 0.2 mg/L P). In Pluit reservoir is found organic compounds as raw CODwhich was not complied to the standard quality (≤25 mg/L COD) approximately 27.52 mg/L COD - 371.52 mg/L COD. A kinetics test was done in order to determine the decreasing rate of COD in two conditions, where the first aeration to initial DO reached 4.5 mg/L, and the second is without aeration. Conclusion, significance and impact study:The COD degradation towards time is then measured and shows that organic degradation rate towards time without aeration process shows no decreasing, while non-aerated condition shows that the reaction rate following first pseudo reaction is 0.096 hours-1 – 0.133 hours-1 with an average value of 0.1177 hours-1.

ANALISIS RISIKO PEMAKAIAN ALAT PELINDUNG DIRI MASKER DAN SUMBAT TELINGA PADA PEKERJA TEKSTIL DI UNIT WEAVING 2 PT. ARGO PANTES Tbk TANGERANG

Suswantoro, Endro, Mukti Hardoyo, Tian

INDONESIAN JOURNAL OF URBAN AND ENVIRONMENTAL TECHNOLOGY Vol 6, No 2 (2012)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1813.504 KB) | DOI: 10.25105/urbanenvirotech.v6i2.704

Abstract

Penelitian ini tentang analisis risiko pemakaian alat pelindung diri masker dan sumbat telinga pada pekerja tekstil di unit weaving 2 PT Argo Pantes, Tbk Tangerang mulai dari menentukan lokasi yang akan dilakukan penelitian tentang Alat Pelindung Diri (APD) masker dan sumbat telinga, mengetahui jumlah pekerja tekstil unit weaving 2, kemudian melakukan random sampling kepada pekerja yang artinya setiap anggota dari populasi memiliki kesempatan dan peluang yang sama untuk dipilih sebagai sampel, tidak ada intervensi tertentu dari peneliti, menentukan variabel bebas dan variabel terikat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan para pekerja tentang APD, pengaruh fasilitas APD dengan risiko kecelakaan kerja, pengaruh pelatihan APD dengan risiko kecelakaan kerja, tingkat pemahaman pekerja terhadap kebijakan penggunaan APD, hubungan tingkat kebisingan dengan gangguan pendengaran, hubungan kadar debu dengan gangguan pernafasan. Penelitian ini menggunakan metode cross sectional, dimana pengumpulan data dilakukan dengan cara menyebarkan kuesioner, wawancara, dan observasi. Dalam penelitian ini sampel diambil secara acak (random) dengan teknik pengambilan sampel secara acak sederhana (sampel random sampling) dengan jumlah responden 160 orang. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini menyatakan bahwa dari enam elemen dari analisis risiko pemakaian alat pelindung diri masker dan sumbat telinga pada pekerja tekstil di unit weaving 2, bahwa ada hubungannya antara gambaran pengetahuan para pekerja tentang apd, fasilitas APD berpengaruh terhadap risiko kecelakaan kerja sekitar 84,4%, pelatihan APD yang dilakukan di PT Argo Pantes, Tbk Tangerang sudah baik karena yang mengikuti pelatihan APD sekitar 90%, tingkat pemahaman pekerja terhadap kebijakan tentang APD sudah tinggi, yaitu sebesar 91,9% dan hubungan tingkat kebisingan dengan gangguan pendengaran dan hubungan kadar debu dengan gangguan pernafasan memiliki nilai koefisien determinasi (R²) dibawah 0,35 menyatakan bahwa kebisingan dan kadar debu hampir tidak mempunyai hubungan yang berarti dengan penyakit pekerja di unit weaving 2. Selain itu, manfaat yang dapat diperoleh dari penelitian ini adalah Sebagai bahan masukkan untuk evaluasi PT Argo Pantes, Tbk Tangerang dalam menerapkan program Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), khususnya yang berhubungan dengan alat pelindung diri, sebagai pertimbangan kepada pihak perusahaan mengenai tingkat ketersediaan kelengkapan alat pelindung diri kepada tenaga kerja, sebagai rujukan bagi peneliti, khususnya yang akan meneliti lebih lanjut tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Kata kunci : APD Mask and Ear Plug, Metode Cross-sectional, kuisioner, wawancra, observasi

EFISIENSI PENYISIHAN SENYAWA KARBON PADA EFLUEN IPAL BOJONGSOANG DENGAN CONSTRUCTED WETLAND TIPE SUBSURFACE HORIZONTAL FLOW : STUDI POTENSI DAUR ULANG AIR LIMBAH

., Tazkiaturrizki

INDONESIAN JOURNAL OF URBAN AND ENVIRONMENTAL TECHNOLOGY Vol 8, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (467.398 KB) | DOI: 10.25105/urbanenvirotech.v8i2.1422

Abstract

Teknologi daur ulang limbah merupakan solusi tepat dalam menangani kelangkaan air bersih saat ini. Efluen IPAL Bojongsoang di Bandung merupakan salah satu potensi daur ulang air limbah jika ditambahkan pengolahan lebih lanjut dengan menggunakan lahan basah buatan (constructed wetland). Dengan menggunakan media seperti tanah, pasir, kerikil dan menambahkan tanaman Typha latifolia dan Scirpus grossus serta sistem aerasi parameter seperti BOD/COD dapat tersisihkan dengan sangat baik dengan efisiensi 80-90%. Modifikasi dilakukan dengan tiga tahapan pengolahan yaitu tahap I untuk penyisihan BOD/COD dengan Typha latifolia ditambah aerasi dan tahap II untuk penyisihan fosfat dengan Scirpus grossus dengan dan tanpa aerasi dan tahap III ditujukan untuk melengkapi penyisihan nitrogen melalui proses denitrifikasi dengan Glycine max dan tanpa aerasi. Didapatkan hasil bahwa terjadi peningkatan efisiensi penyisihan fosfat hingga mencapai 80-99%. Proses aerasi dan kombinasi tanaman (T.latifolia, S.grossus, G.max) serta pengolahan bertahap terbukti memberikan pengaruh dalam penyisihan nitrogen dan fosfat. Diperoleh hasil bahwa konsentrasi efluen yaitu COD berada pada rentang 6 – 17 mg/L; BOD berada pada rentang 1 – 4 mg/L telah memenuhi standar kualitas air kelas 2 berdasarkan baku mutu PP 82/2001 dan berpotensi untuk digunakan sebagai daur ulang air limbah.Kata kunci: daur ulang, air limbah, lahan basah buatan, karbon