cover
Contact Name
Hendra Stevani
Contact Email
Hendra Stevani
Phone
-
Journal Mail Official
mediafarmasipoltekkesmks@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Media Farmasi
ISSN : 02162083     EISSN : 26220962     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Arjuna Subject : -
Articles 84 Documents
PENENTUAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN SECARA IN VITRO DARI EKSTRAK ETANOL PROPOLIS DENGAN METODE DPPH (1,1-DIFENIL-2-PIKRILHIDRAZIL) sinala, santi; Dewi, Sisilia Teresia Rosmala
Media Farmasi XXX Vol 15, No 1 (2019): Media Farmasi
Publisher : Jurusan Farmasi Politeknik Kesehatan Makassar, Kementerian Kesehatan RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (137.058 KB) | DOI: 10.32382/mf.v15i1.820

Abstract

Penyakit degeneratif seperti kanker, penuaian dini dan jantung dapat disebabkan oleh adanya radikal bebas. Radikal bebas memiliki satu rantai yang tidak memiliki pasangan electron sehingga sangat reaktif untuk mencari pasangan electron pada sel yang normal. Ikatan ini dapat menganggu sinyal sel sehingga terjadilah kerusakan sel pada sel normal. Radikal bebas dapat ditangkal dengan adanya bahan antioksidan. Melihat kandungan polifenol dan flavonoid pada propolis pada penelitian sebelumnya, maka ditelitilah aktivitas antioksidan dari propolis ini. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan besarnya aktivitas ekstrak etanol propolis berdasarkan dari nilai IC50 (Inhibition Consentrasi) menggunakan metode DPPH. Ekstrak etanol propolis dibuat dalam konsentrasi 400 µg/ml, 800 µg/ml, 1200 µg/ml, 1400 µg/ml, 1600 µg/ml, 1800 µg/ml dan 2000 µg/ml sedangkan vitamin C dibuat dalam konsentrasi 10 µg/ml, 20 µg/ml, 30 µg/ml, 40 µg/ml, dan 50 µg/ml. Masing-masing seri ditambahkan DPPH 40 µg/ml dan diinkubasi selama 30 menit. Sampel diukur pada spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang 516 nm. Nilai IC50 yang diperoleh adalah 1216.66 µg/ml dan nilai IC50 Vitamin C adalah 13.7658 µg/ml. Dari hasil ini menunjukkan bahwa ekstrak etanol propolis termasuk dalam kategori tidak aktif dibandingkan dengan vitamin C. Kata Kunci : Antioksidan, IC50 , Ekstrak Etanol Propolis, DPPH, Vitamin C
ISOLASI DAN UJI POTENSI FUNGI ENDOFIT KULIT BATANG LANGSAT (Lansium domesticum Corr.) PENGHASIL ANTIBAKTERI TERHADAP Staphylococcus aureus DAN Escherichia coli Indrawati, Andi; Hartih, Nur Aeni; Muyassara, Muyassara
Media Farmasi XXX Vol 15, No 1 (2019): Media Farmasi
Publisher : Jurusan Farmasi Politeknik Kesehatan Makassar, Kementerian Kesehatan RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (242.114 KB) | DOI: 10.32382/mf.v15i1.776

Abstract

Mikroba (fungi atau bakteri) endofit yang terdapat di dalam tanaman tidak menimbulkan kerusakan yang tampak, dan mampu memproduksi metabolit sekunder sesuai dengan tanaman inangnya.Fungi endofit secara in vitro memproduksi metabolit aktif yang dapat berfungsi sebagai antibakteri, herbisida dan juga pestisida alami. Salah satu tanaman yang telah diteliti sebelumnya terdapat fungi endofit di dalamnya adalah tanaman langsat (Lansium domesticum) (Fety, 2015). Batang tanaman langsat mengandung senyawa flavonoid, saponin, tannin, dan triterpenoid yang diduga sebagai senyawa antibakteri. Tujuan penelitian yaitu untuk mengisolasi fungi endofit kulit batang langsat penghasil antibakteri terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Penelitian ini menggunakan metode isolasi dan difusi agar (Kirby Bauer). Hasil yang diperoleh terdapat 2 isolat fungi endofit; isolat I yaitu Rhizopus sp. dan isolat II yaitu Aspergillus sp. Uji potensi antibakteri isolat I dan isolat II terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli masing-masing memiliki diameter zona hambat rata-rata 15,67 mm; 11,67 mm, dan 17,76 mm; 21,93 mm. Berdasarkan hasil penelitian, maka kedua isolat fungi endofit pada kulit batang langsat berpotensi sebagai antibakteri terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli.
UJI POTENSI ANTIMIKROBA HASIL FRAKSINASI EKSTRAK DAUN KECOMBRANG (Etlingera elatior) TERHADAP Candida albicans PENYEBAB KEPUTIHAN PADA IBU HAMIL Ratnah, St.; Salasa, Alfrida Monica; Ibrahim, Ismail
Media Farmasi XXX Vol 14, No 2 (2018): Media Farmasi
Publisher : Jurusan Farmasi Politeknik Kesehatan Makassar, Kementerian Kesehatan RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1149.665 KB) | DOI: 10.32382/mf.v14i2.595

Abstract

Tanaman Kecombrang memiliki kandungan kimia seperti alkaloid, flavonoid, polifenol,steroid, saponin, dan minyak atsiri, dimana kandungan kimia tersebut dapat berperan dalam pencegahan penyakit. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan potensi antimikroba hasil fraksinasi ekstrak daun kecombrang terhadap Candida albicans penyebab keputihan pada ibu hamil. Penelitian ini merupakan eksperimen murni menggunakan ekstrak daun kecombrang, diisolasi menggunakan kromatografi kolom sehingga diperoleh fraksi-fraksi. Hasil fraksinasi selanjutnya diuji potensi antimikrobanya terhadap Candida albicans penyebab keputihan pada ibu hamil.  Zona hambat yang diperoleh diukur untuk menentukan potensi antimikroba hasil fraksinasi ekstrak Daun Kecombrang tersebut. Hasil penelitian Daun Kecombrang (Etlingera elatior), dapat disimpulkan bahwa isolasi senyawa kimia ekstrak etanol Daun Kecombrang (Etlingera elatior) diperoleh 3 senyawa murni. Ketiga senyawa murni tersebut dapat menghambat Candida albicans, rata-rata diameter zona hambat dari senyawa A = 13,66 mm, senyawa  C = 10,40 mm dan senyawa E = 9,33 mm. Hasil statistik one way anava menunjukkan bahwa fraksi A (F.A) memiliki potensi antimikroba yang berbeda dengan fraksi C (F.C) dan Fraksi E (F.E) (sig p < 0,05) sedangkan fraksi C (F.C) dan Fraksi E (F.E) memiliki potensi antimikroba yang sama (sig p > 0,05).
KANDUNGAN SERAT BUAH NIPAH (Nypa fruticans Wurmb) DAN POTENSINYA DALAM MENGIKAT KOLESTEROL SECARA IN VITRO Dalming, Taufiq; Aliyah, Aliyah; Mufidah, Mufidah; D, Veronica Margareth; Asmawati, Andi
Media Farmasi XXX Vol 14, No 1 (2018): Media Farmasi
Publisher : Jurusan Farmasi Politeknik Kesehatan Makassar, Kementerian Kesehatan RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (152.555 KB) | DOI: 10.32382/mf.v14i1.149

Abstract

Nypa fruticans Wurmb merupakan tumbuhan yang banyak terdapat di Indonesia dan buahnya diketahui mengandung karbohidrat dan dapat dikembangkan sebagai sumber pangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar serat dalam buah nipah dan kemampuannya dalam mengikat kolesterol secara in vitro. Buah nipah yang diperoleh dari Kabupaten Barru diambil daging buahnya kemudian diolah menjadi tepung dan dianalisis. Analisis kandungan serat dilakukan dengan menggunakan metode Van Soest dan uji pengikatan kolesterol dilakukan dengan metode Liebermann-Burchard terhadap larutan kolesterol sebelum dan sesudah ditambahkan buah nipah sebanyak 10 mg, 30 mg, 50 mg. Hasil penelitian ini menunjukkan kadar serat  46,18%. Uji pengikatan kolesterol menunjukkan bahwa buah nipah dengan bobot 10, 30, dan 50 mg secara berturut-turut mampu mengikat kolesterol sebanyak 8,17%, 36,12%, dan 52,03%. Disimpulkan buah nipah dapat mengikat kolesterol.
UJI EFEK ANALGETIK DAN ANTIINFLAMASI EKSTRAK ETANOL 70% DAUN BERUWAS LAUT (Scaevola taccada (Gaertn.) Roxb.) PADA TIKUS PUTIH (Rattus novergicus) Nur, Amran; Ma’ruf, Dedi; Sari, Ira Widya; Djide, Natsir; Kabo, Peter
Media Farmasi XXX Vol 14, No 1 (2018): Media Farmasi
Publisher : Jurusan Farmasi Politeknik Kesehatan Makassar, Kementerian Kesehatan RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (184.691 KB) | DOI: 10.32382/mf.v14i1.142

Abstract

Uji efek analgetik dan antiinflamasi ekstrak etanol 70% daun beruwas laut (Sacevola taccada. Gartn.) Roxb) terhadap Tikus Putih (Rattus norvegicus) Jantan. Penelitian ini bertujuan menentukan efek analgetik dan antiinflamasi esktrak etanol 70% daun beruwas laut (Sacevola taccada. Gartn.) Roxb) terhadap Tikus Putih (Rattus norvegicus) Jantan. Penelitian ini adalah  penelitian eksperimental dengan pendekatan pre dan post test control group design. Sampel dibagi dalam 6 kelompok, yaitu kelompok normal, kontrol negatif, kontrol positif, dan kelompok ekstrak. Pada kelompok ekstrak, menggunakan 3 dosis ekstrak yang berbeda yaitu ekstrak dosis 12,5 mg/kgBB, 25 mg/kgBB, dan 37,5 mg/kgBB. Penentuan analgetik dengan metode Writhing test yang diinduksi dengan asam asetat 1% sedangkan antiinflamasi dengan pembentukan edema buatan dengan penginduksi karagen 1%. Efek analgetik dan antiinflamasi diperoleh pada ekstrak etanol 70% daun beruwas laut (Scaevola taccada (Gaertn.) Roxb) dengan dosis 12,5 mg/kgBB, 25 mg/kgBB, dan 37,5 mg/kgBB yang ditandai dengan jumlah geliatan dan radang pada kaki yang berbeda dengan kelompok kontrol. Hasil analisis statistik menggunakan metode SPSS (Statistical Product and Service Solution) menunjukkan bahwa efek analgetik dan antiinflamasi diperlihatkan oleh Ekstrak etanol 70% daun beruwas laut (Scaevola taccada (Gaertn.) Roxb). dosis 12,5 mg/kgBB, 25 mg/kgBB, dan 37,5 mg/kgBB tidak berbeda nyata dengan asam mefenamat dan natrium diklofenak.
UJI DAYA HAMBAT PERASAN BUAH BELIMBING WULUH (Averrhoa bilimbi L) TERHADAP PERTUMBUHAN Propionibacterium acnes Rusdiaman, Rusdiaman
Media Farmasi XXX Vol 14, No 1 (2018): Media Farmasi
Publisher : Jurusan Farmasi Politeknik Kesehatan Makassar, Kementerian Kesehatan RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (106.084 KB) | DOI: 10.32382/mf.v14i1.150

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian eksperimental laboratorium bertujuan untuk menentukan besarnya daya hambat perasan  Buah Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi L.) terhadap pertumbuhan Propionibacterium acnes. Bahan uji yang digunakan pada penelitian ini adalah Buah Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi L.) yang mengandung senyawa antibakteri yaitu Flavonoid, Saponin, dan Tanin. Buah Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi L.) yang berasal dari Kota Makassar, Sulawesi Selatan kemudian dibuat perasan dengan konsentrasi 50% v/v, 75% v/v, 100% v/v, kontrol negatif (Aqua Destilata Steril), dan kontrol positif (Klindamisin). Pengujian dilakukan dengan metode difusi agar. Hasil pengujian diperoleh diameter zona hambatan rata-rata untuk konsentrasi 50% yaitu 18,67 mm, untuk konsentrasi 75% yaitu 18,67 mm, untuk konsentrasi 100% yaitu 21 mm, sedangkan pada kontrol positif yaitu 23,3 mm dan kontrol negatif tidak ditemukan adanya zona hambat.
PENGARUH EKSTRAK DAUN KELADI TIKUS (Typhonium flagelliforme) TERHADAP AKTIVITAS ANTIMUTAGENIK PADA MENCIT (Mus musculus) DENGAN MENGGUNAKAN METODE MIKRONUKLEUS ASSAY Syafruddin, Syafruddin; Suriani, Suriani; Nahdawati, Nahdawati; Pakadang, Sesilia Rante
Media Farmasi XXX Vol 14, No 1 (2018): Media Farmasi
Publisher : Jurusan Farmasi Politeknik Kesehatan Makassar, Kementerian Kesehatan RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (308.767 KB) | DOI: 10.32382/mf.v14i1.141

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh ekstrak daun keladi tikus (Typhoniumflagelliforme) terhadap aktivitas antimutagenik  pada  mencit (Musmusculus) dan menentukan pada konsentrasi berapa ekstrak daun keladi tikus memberikan aktivitas antimutagenik paling baik. Uji antimutagenik dilakukan dengan metode uji mikronukleus (MN) dengan melihat penurunan jumlah mikronukleus pada 200 seleritrositpolikromatik (PCE) sumsum tulang paha mencit yang telah diinduksi larutan siklofosfamid 50 mg/kgBB. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak etanol daun keladi tikus (Typhoniumflagelliforme) dengan dosis 0,5 mg/kgBB, 1 mg/kgBB, dan 1,5 mg/kgBB yang diberikan selama 7 hari secara oral mampu menurunkan jumlah persentase seleritrositpolikromatik (PCE) yang bermikronukleus yang diamati melalui preparat apusan sumsum tulang paha mencit. konsentrasi yang paling efektif yaitu pada dosis 1,5 mg/kgBB dengan persentase penurunan MNPCE sebesar  92%, ,dan rerata peresentasi penurunan mikronukleus sebesar  80%.
ANALISIS KADAR NATRIUM BENZOAT DALAM KECAP MANIS PRODUKSI HOME INDUSTRI YANG BEREDAR DI KOTA MAKASSAR DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI UV-Vis Nurisyah, Nurisyah
Media Farmasi XXX Vol 14, No 1 (2018): Media Farmasi
Publisher : Jurusan Farmasi Politeknik Kesehatan Makassar, Kementerian Kesehatan RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (147.866 KB) | DOI: 10.32382/mf.v14i1.85

Abstract

Telah dilakukan penelitian dengan tujuan untuk menentukan kadar  pengawet natrium benzoat dalam kecap manis produksi home industri yang beredar di Kota Makassar dengan metode spektrofotometri UV-Vis, dan menentukan kesesuaian kadar natrium benzoat tersebut dengan standar yang ditetapkan. Sampel penelitian ini berupa  kecap manis kemasan isi ulang yang diambil dari Pasar Pa’baeng-baeng dan Pasar Terong Kota Makassar. Untuk  menentukan  kandungan  pengawet  natrium benzoat, maka terlebih dahulu dilakukan ekstraksi senyawa benzoat dalam  suasana  asam  dengan  kloroform sehingga terekstraksi sebagai asam benzoat. Ekstrak kloroform dikeringkan lalu dilarutkan dengan etanol. Kemudian diukur serapannya dengan spektrofotometer UV-Vis  pada  panjang  gelombang  maksimum 270 nm. Hasil analisis menunjukkan bahwa kadar  pengawet natrium  benzoat yang dihitung sebagai asam benzoat pada masing-masing sampel adalah sampel A  sebesar  407,1124  mg/kg;  sampel B  sebesar  499,9675  mg/kg; sampel C  sebesar  347,7474 mg/kg; dan sampel D  sebesar 328,7509 mg/kg.  Berdasarkan  hasil tersebut maka dapat disimpulkan bahwa kandungan pengawet natrium benzoat dalam ke 4 sampel kecap manis yang dianalisis memenuhi persyaratan yang ditetapkan dalam  SNI 01-2543-1999  dan  Peraturan  Kepala  BPOM RI No. 36 tahun 2013 yaitu tidak lebih dari 600 mg/kg. Kata kunci : Kecap manis, pengawet, natrium benzoat, spektrofotometri UV-Vis
AKTIVITAS ANTIMIKROBA EKSTRAK DAUN TURI PUTIH (Sesbania grandiflora L.) TERHADAP PERTUMBUHAN Candida albicans DAN Staphylococcus aureus Ratnah, St; Rahim, Ayu Rahmani; Hasyim, Hasrina
Media Farmasi XXX Vol 14, No 1 (2018): Media Farmasi
Publisher : Jurusan Farmasi Politeknik Kesehatan Makassar, Kementerian Kesehatan RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (111.808 KB) | DOI: 10.32382/mf.v14i1.81

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan aktivitas ekstrak Daun terhadap pertumbuhan Candida albicans dan Staphylococcus aureus berdasarkan diameter zona hambat. Pengujian dilakukan dengan mengekstraksi daun Turi Putih dengan metode maserasi, selanjutnya dievaporasi dengan rotavafor dan diuapkan di waterbath sehingga diperoleh ekstrak kering. Dibuat konsentrasi 2%, 4% dan 8%. Pengujian aktivitas dilakukan dengan metode disc diffution. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan Ekstrak Daun Turi Putih (Sesbania grandiflora L.) Terhadap Pertumbuhan Candida albicans dan Staphylococcus aureus, dengan hasil Diameter hambatan rata-rata pertumbuhan Candida albicans adalah konsentrasi 8% b/v adalah 12 mm, konsentrasi 4% b/v adalah 10,33 mm, konsentrasi 2% b/v  adalah 9,66 mm Diameter hambatan rata-rata pertumbuhan Staphylococcus aureus adalah konsentrasi 8%  adalah 11 mm, konsentrasi 4%  adalah 10,33 mm, konsentrasi 2%  adalah 9,33 mmKata kunci : Ekstraksi, Ekstrak Daun Turi Putih (Sesbania grandiflora L.), Candida albicans, Staphylococcus aureus, Disc diffution.
PENGARUH EKSTRAK JAMUR SHIITAKE (Lentinula edodes) TERHADAP AKTIVITAS ANTIMUTAGENIK PADA MENCIT (Mus musculus) DENGAN MENGGUNAKAN METODE MIKRONUKLEUS ASSAY Fardin, Fardin; Zulkifli, Zulkifli; Adpian, Candra; Sinala, Santi
Media Farmasi XXX Vol 14, No 1 (2018): Media Farmasi
Publisher : Jurusan Farmasi Politeknik Kesehatan Makassar, Kementerian Kesehatan RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (334.948 KB) | DOI: 10.32382/mf.v14i1.138

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh ekstrak jamur shiitake (Lentinula edodes) terhadap aktivitas antimutagenik pada mencit (Mus musculus) dan menentukan tingkat konsentrasi ekstrak jamur shiitake dapat memberikan aktivitas antimutagenik paling baik. Uji antimutagenik dilakukan dengan metode ujimikronukleus (MN) dengan melihat penurunan jumlah mikronukleus pada 200 seleritrositpolikromatik (PCE) sumsum tulang paha mencit yang telah diinduksi larutan siklofosfamid 50 mg/kgBB. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak etanol jamur shiitake (Lentinula edodes) dengan dosis 1000 mg/kgBB, 2000 mg/kgBB, dan 3000 mg/kgBB yang diberikan selama 7 hari secara oral mampu menurunkan jumlah persentase seleritrositpolikromatik (PCE) yang bermikronukleus yang diamati melalui preparat apusan sumsum tulang paha mencit. Konsentrasi yang paling efektif, yaitu pada dosis 3000 mg/kgBB dengan persentase penurunan MNPCE sebesar  93,83%, dan rerata peresentasi penurunan mikronukleus sebesar  85%. Kata kunci : Ekstrak Jamur Shiitake (Lentinula edodes)), Aktivitas Antimutagenik, Mikronukleus (MN)