Articles 11 Documents
KANDUNGAN SERAT BUAH NIPAH (Nypa fruticans Wurmb) DAN POTENSINYA DALAM MENGIKAT KOLESTEROL SECARA IN VITRO

Dalming, Taufiq, Aliyah, Aliyah, Mufidah, Mufidah, D, Veronica Margareth, Asmawati, Andi

Media Farmasi Vol 14, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Farmasi Politeknik Kesehatan Makassar, Kementerian Kesehatan RI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (152.555 KB) | DOI: 10.32382/mf.v14i1.149

Abstract

Nypa fruticans Wurmb merupakan tumbuhan yang banyak terdapat di Indonesia dan buahnya diketahui mengandung karbohidrat dan dapat dikembangkan sebagai sumber pangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar serat dalam buah nipah dan kemampuannya dalam mengikat kolesterol secara in vitro. Buah nipah yang diperoleh dari Kabupaten Barru diambil daging buahnya kemudian diolah menjadi tepung dan dianalisis. Analisis kandungan serat dilakukan dengan menggunakan metode Van Soest dan uji pengikatan kolesterol dilakukan dengan metode Liebermann-Burchard terhadap larutan kolesterol sebelum dan sesudah ditambahkan buah nipah sebanyak 10 mg, 30 mg, 50 mg. Hasil penelitian ini menunjukkan kadar serat  46,18%. Uji pengikatan kolesterol menunjukkan bahwa buah nipah dengan bobot 10, 30, dan 50 mg secara berturut-turut mampu mengikat kolesterol sebanyak 8,17%, 36,12%, dan 52,03%. Disimpulkan buah nipah dapat mengikat kolesterol.

UJI EFEK ANALGETIK DAN ANTIINFLAMASI EKSTRAK ETANOL 70% DAUN BERUWAS LAUT (Scaevola taccada (Gaertn.) Roxb.) PADA TIKUS PUTIH (Rattus novergicus)

Nur, Amran, Ma’ruf, Dedi, Sari, Ira Widya, Djide, Natsir, Kabo, Peter

Media Farmasi Vol 14, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Farmasi Politeknik Kesehatan Makassar, Kementerian Kesehatan RI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (184.691 KB) | DOI: 10.32382/mf.v14i1.142

Abstract

Uji efek analgetik dan antiinflamasi ekstrak etanol 70% daun beruwas laut (Sacevola taccada. Gartn.) Roxb) terhadap Tikus Putih (Rattus norvegicus) Jantan. Penelitian ini bertujuan menentukan efek analgetik dan antiinflamasi esktrak etanol 70% daun beruwas laut (Sacevola taccada. Gartn.) Roxb) terhadap Tikus Putih (Rattus norvegicus) Jantan. Penelitian ini adalah  penelitian eksperimental dengan pendekatan pre dan post test control group design. Sampel dibagi dalam 6 kelompok, yaitu kelompok normal, kontrol negatif, kontrol positif, dan kelompok ekstrak. Pada kelompok ekstrak, menggunakan 3 dosis ekstrak yang berbeda yaitu ekstrak dosis 12,5 mg/kgBB, 25 mg/kgBB, dan 37,5 mg/kgBB. Penentuan analgetik dengan metode Writhing test yang diinduksi dengan asam asetat 1% sedangkan antiinflamasi dengan pembentukan edema buatan dengan penginduksi karagen 1%. Efek analgetik dan antiinflamasi diperoleh pada ekstrak etanol 70% daun beruwas laut (Scaevola taccada (Gaertn.) Roxb) dengan dosis 12,5 mg/kgBB, 25 mg/kgBB, dan 37,5 mg/kgBB yang ditandai dengan jumlah geliatan dan radang pada kaki yang berbeda dengan kelompok kontrol. Hasil analisis statistik menggunakan metode SPSS (Statistical Product and Service Solution) menunjukkan bahwa efek analgetik dan antiinflamasi diperlihatkan oleh Ekstrak etanol 70% daun beruwas laut (Scaevola taccada (Gaertn.) Roxb). dosis 12,5 mg/kgBB, 25 mg/kgBB, dan 37,5 mg/kgBB tidak berbeda nyata dengan asam mefenamat dan natrium diklofenak.

UJI DAYA HAMBAT PERASAN BUAH BELIMBING WULUH (Averrhoa bilimbi L) TERHADAP PERTUMBUHAN Propionibacterium acnes

Rusdiaman, Rusdiaman

Media Farmasi Vol 14, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Farmasi Politeknik Kesehatan Makassar, Kementerian Kesehatan RI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (106.084 KB) | DOI: 10.32382/mf.v14i1.150

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian eksperimental laboratorium bertujuan untuk menentukan besarnya daya hambat perasan  Buah Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi L.) terhadap pertumbuhan Propionibacterium acnes. Bahan uji yang digunakan pada penelitian ini adalah Buah Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi L.) yang mengandung senyawa antibakteri yaitu Flavonoid, Saponin, dan Tanin. Buah Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi L.) yang berasal dari Kota Makassar, Sulawesi Selatan kemudian dibuat perasan dengan konsentrasi 50% v/v, 75% v/v, 100% v/v, kontrol negatif (Aqua Destilata Steril), dan kontrol positif (Klindamisin). Pengujian dilakukan dengan metode difusi agar. Hasil pengujian diperoleh diameter zona hambatan rata-rata untuk konsentrasi 50% yaitu 18,67 mm, untuk konsentrasi 75% yaitu 18,67 mm, untuk konsentrasi 100% yaitu 21 mm, sedangkan pada kontrol positif yaitu 23,3 mm dan kontrol negatif tidak ditemukan adanya zona hambat.

PENGARUH EKSTRAK DAUN KELADI TIKUS (Typhonium flagelliforme) TERHADAP AKTIVITAS ANTIMUTAGENIK PADA MENCIT (Mus musculus) DENGAN MENGGUNAKAN METODE MIKRONUKLEUS ASSAY

Syafruddin, Syafruddin, Suriani, Suriani, Nahdawati, Nahdawati, Pakadang, Sesilia Rante

Media Farmasi Vol 14, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Farmasi Politeknik Kesehatan Makassar, Kementerian Kesehatan RI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (308.767 KB) | DOI: 10.32382/mf.v14i1.141

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh ekstrak daun keladi tikus (Typhoniumflagelliforme) terhadap aktivitas antimutagenik  pada  mencit (Musmusculus) dan menentukan pada konsentrasi berapa ekstrak daun keladi tikus memberikan aktivitas antimutagenik paling baik. Uji antimutagenik dilakukan dengan metode uji mikronukleus (MN) dengan melihat penurunan jumlah mikronukleus pada 200 seleritrositpolikromatik (PCE) sumsum tulang paha mencit yang telah diinduksi larutan siklofosfamid 50 mg/kgBB. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak etanol daun keladi tikus (Typhoniumflagelliforme) dengan dosis 0,5 mg/kgBB, 1 mg/kgBB, dan 1,5 mg/kgBB yang diberikan selama 7 hari secara oral mampu menurunkan jumlah persentase seleritrositpolikromatik (PCE) yang bermikronukleus yang diamati melalui preparat apusan sumsum tulang paha mencit. konsentrasi yang paling efektif yaitu pada dosis 1,5 mg/kgBB dengan persentase penurunan MNPCE sebesar  92%, ,dan rerata peresentasi penurunan mikronukleus sebesar  80%.

ANALISIS KADAR NATRIUM BENZOAT DALAM KECAP MANIS PRODUKSI HOME INDUSTRI YANG BEREDAR DI KOTA MAKASSAR DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI UV-Vis

Nurisyah, Nurisyah

Media Farmasi Vol 14, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Farmasi Politeknik Kesehatan Makassar, Kementerian Kesehatan RI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (147.866 KB) | DOI: 10.32382/mf.v14i1.85

Abstract

Telah dilakukan penelitian dengan tujuan untuk menentukan kadar  pengawet natrium benzoat dalam kecap manis produksi home industri yang beredar di Kota Makassar dengan metode spektrofotometri UV-Vis, dan menentukan kesesuaian kadar natrium benzoat tersebut dengan standar yang ditetapkan. Sampel penelitian ini berupa  kecap manis kemasan isi ulang yang diambil dari Pasar Pa’baeng-baeng dan Pasar Terong Kota Makassar. Untuk  menentukan  kandungan  pengawet  natrium benzoat, maka terlebih dahulu dilakukan ekstraksi senyawa benzoat dalam  suasana  asam  dengan  kloroform sehingga terekstraksi sebagai asam benzoat. Ekstrak kloroform dikeringkan lalu dilarutkan dengan etanol. Kemudian diukur serapannya dengan spektrofotometer UV-Vis  pada  panjang  gelombang  maksimum 270 nm. Hasil analisis menunjukkan bahwa kadar  pengawet natrium  benzoat yang dihitung sebagai asam benzoat pada masing-masing sampel adalah sampel A  sebesar  407,1124  mg/kg;  sampel B  sebesar  499,9675  mg/kg; sampel C  sebesar  347,7474 mg/kg; dan sampel D  sebesar 328,7509 mg/kg.  Berdasarkan  hasil tersebut maka dapat disimpulkan bahwa kandungan pengawet natrium benzoat dalam ke 4 sampel kecap manis yang dianalisis memenuhi persyaratan yang ditetapkan dalam  SNI 01-2543-1999  dan  Peraturan  Kepala  BPOM RI No. 36 tahun 2013 yaitu tidak lebih dari 600 mg/kg. Kata kunci : Kecap manis, pengawet, natrium benzoat, spektrofotometri UV-Vis

AKTIVITAS ANTIMIKROBA EKSTRAK DAUN TURI PUTIH (Sesbania grandiflora L.) TERHADAP PERTUMBUHAN Candida albicans DAN Staphylococcus aureus

Ratnah, St, Rahim, Ayu Rahmani, Hasyim, Hasrina

Media Farmasi Vol 14, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Farmasi Politeknik Kesehatan Makassar, Kementerian Kesehatan RI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (111.808 KB) | DOI: 10.32382/mf.v14i1.81

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan aktivitas ekstrak Daun terhadap pertumbuhan Candida albicans dan Staphylococcus aureus berdasarkan diameter zona hambat. Pengujian dilakukan dengan mengekstraksi daun Turi Putih dengan metode maserasi, selanjutnya dievaporasi dengan rotavafor dan diuapkan di waterbath sehingga diperoleh ekstrak kering. Dibuat konsentrasi 2%, 4% dan 8%. Pengujian aktivitas dilakukan dengan metode disc diffution. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan Ekstrak Daun Turi Putih (Sesbania grandiflora L.) Terhadap Pertumbuhan Candida albicans dan Staphylococcus aureus, dengan hasil Diameter hambatan rata-rata pertumbuhan Candida albicans adalah konsentrasi 8% b/v adalah 12 mm, konsentrasi 4% b/v adalah 10,33 mm, konsentrasi 2% b/v  adalah 9,66 mm Diameter hambatan rata-rata pertumbuhan Staphylococcus aureus adalah konsentrasi 8%  adalah 11 mm, konsentrasi 4%  adalah 10,33 mm, konsentrasi 2%  adalah 9,33 mmKata kunci : Ekstraksi, Ekstrak Daun Turi Putih (Sesbania grandiflora L.), Candida albicans, Staphylococcus aureus, Disc diffution.

PENGARUH EKSTRAK JAMUR SHIITAKE (Lentinula edodes) TERHADAP AKTIVITAS ANTIMUTAGENIK PADA MENCIT (Mus musculus) DENGAN MENGGUNAKAN METODE MIKRONUKLEUS ASSAY

Fardin, Fardin, Zulkifli, Zulkifli, Adpian, Candra, Sinala, Santi

Media Farmasi Vol 14, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Farmasi Politeknik Kesehatan Makassar, Kementerian Kesehatan RI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (334.948 KB) | DOI: 10.32382/mf.v14i1.138

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh ekstrak jamur shiitake (Lentinula edodes) terhadap aktivitas antimutagenik pada mencit (Mus musculus) dan menentukan tingkat konsentrasi ekstrak jamur shiitake dapat memberikan aktivitas antimutagenik paling baik. Uji antimutagenik dilakukan dengan metode ujimikronukleus (MN) dengan melihat penurunan jumlah mikronukleus pada 200 seleritrositpolikromatik (PCE) sumsum tulang paha mencit yang telah diinduksi larutan siklofosfamid 50 mg/kgBB. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak etanol jamur shiitake (Lentinula edodes) dengan dosis 1000 mg/kgBB, 2000 mg/kgBB, dan 3000 mg/kgBB yang diberikan selama 7 hari secara oral mampu menurunkan jumlah persentase seleritrositpolikromatik (PCE) yang bermikronukleus yang diamati melalui preparat apusan sumsum tulang paha mencit. Konsentrasi yang paling efektif, yaitu pada dosis 3000 mg/kgBB dengan persentase penurunan MNPCE sebesar  93,83%, dan rerata peresentasi penurunan mikronukleus sebesar  85%. Kata kunci : Ekstrak Jamur Shiitake (Lentinula edodes)), Aktivitas Antimutagenik, Mikronukleus (MN)

STUDI IMPLEMENTASI SISTEM PENYIMPANAN OBAT BERDASARKAN STANDAR PELAYANAN KEFARMASIAN DI APOTEK SEJATI FARMA MAKASSAR

Asyikin, Asyhari

Media Farmasi Vol 14, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Farmasi Politeknik Kesehatan Makassar, Kementerian Kesehatan RI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (207.711 KB) | DOI: 10.32382/mf.v14i1.87

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai  Studi  Implementasi Sistem Penyimpanan Obat Berdasarkan Standar Pelayanan Kefarmasian di Apotek  Sejati Farma Makassar pada bulan Pebruari  2018. Penelitian ini ber tujuan untuk mengetahui seberapa  besar  implementasi sistem penyimpanan obat berdasarkan  standar pelayanan kefarmasian  di Apotek Sejati Farma Makassar. Penelitian ini dilakukan dengan cara mengobservasi langsung sistem penyimpanan di Apotek tersebut. Observasi langsung dilakukan dengan sistem check list menggunakan  tabel  pengamatan, kemudian dihitung persentase implementasi sistem penyimpanan berdasarkan standar pelayanan kefarmasian  di apotek tersebut  (Permenkes RI Nomor 35 tahun 2014). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari sembilan parameter penilaian  sistem penyimpanan berdasarkan standar pelayanan kefarmasian  di apotek, 7 parameter telah sesuai dengan persyaratan sistem penyimpanan obat yang baik (persentase penilaian 100%). Yaitu meliputi obat disimpan sistem First  in   Firts  Out (FIFO), obat disimpan dengan sistem  First  Expired   First  Out (FEFO), disimpan sesuai bentuk sediaan, disimpan secara alfabetis, obat narkotika dan  psikotropika disimpan terpisah dalam  lemari  khusus. 2 parameter  yang  tidak sesuai dengan persyaratan sistem penyimpanan obat yang baik (persentase penilaian 0%), meliputi penyimpanan sediaan farmasi yang penampilan dan penamaan yang mirip (LASA) masih ditempatkan berdekatan dan petugas tidak memperhatikan tanggal kadaluarsa obat. Berdasarkan hasil penelitian ini, maka dapat disimpulkan bahwa implementasi  sistem  penyimpanan obat yang baik di Apotek Sejati Farma Makassar adalah sebesar 77,78% dan berada dalam kategori baik (61-80%).Kata kunci : Sistem penyimpanan obat, Standar Pelayanan Kefarmasian, Apotek Sejati Farma Makassar

TINGKAT KEPUASAN PASIEN TERHADAP PELAYAN OBAT DI PUSKESMAS BARAKA KECAMATAN BARAKA KABUPATEN ENREKANG

sinala, santi, Salim, Hiany, Ardilla, Nindia Reski

Media Farmasi Vol 14, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Farmasi Politeknik Kesehatan Makassar, Kementerian Kesehatan RI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (257.394 KB) | DOI: 10.32382/mf.v14i1.91

Abstract

Telah dilakukan penelitian di Puskesmas Baraka Kecamatan Baraka Kabupaten Enrekang yang bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan obat di Puskesmas Baraka. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan menggunakan kuesioner sebagai instrument pengumpulan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan obat di Puskesmas Baraka Kecamatan Baraka Kabupaten Enrekang dalam kategori puas (68,6%). Data yang diperoleh diolah dengan menggunakan Skala Likert, yaitu untuk jawaban sangat puas diberi nilai 4, puas diberi nilai 3, cukup puas diberi nilai 2, tidak puas diberi nilai 1. Hasil penelitian pada lima dimensi kualitas pelayanan diperoleh presentase skoryaitu kehandalan = 66,4% (puas),daya tanggap = 67,7% (puas), jaminan = 69,2 % (puas), kepedulian = 66,7% (puas), bukti fisik =72,9% (puas).  Kata kunci : Pelayanan Obat, Kepuasan Pasien.

UJI MUTU FISIK SEDIAAN KRIM EKSTRAK ETANOL BUAH BELIMBING WULUH (Averrhoa bilimbi L.) DENGAN VARIASI KONSENTRASI NA. LAURIL SULFAT

Arisanty, Arisanty, Anita, Anita

Media Farmasi Vol 14, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Farmasi Politeknik Kesehatan Makassar, Kementerian Kesehatan RI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (95.694 KB) | DOI: 10.32382/mf.v14i1.80

Abstract

Buah Belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.)  biasanya digunakan oleh masyarakat sebagai obat jerawat secara tradisional sehingga pengobatannya kurang efektif dan efisien. Tujuan penelitian ini adalah untuk memformulasikan sediaan krim dari ekstrak etanol Buah Belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi  L.) dan untuk mengetahui  mutu fisik dari sediaan krim yang dibuat dari ekstrak etanol buah belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.). Desain penelitian ialah pre and post test design pada krim yang dibuat dengan 3 variasi pada emulgator Na. lauril sulfat 0,5%, 1% dan 2% yang diuji sebelum dan sesudah penyimpanan selama 12 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol Buah Belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) dapat di formulasikan sebagai sediaan krim dan pada pengujian organoleptik, daya sebar, dan homogenitas terdapat 2 formula yang memenuhi syarat yaitu Na. lauril sulfat 0,5% dan 1%, dan pada pengujian pH tidak terdapat formula yang memenuhi syarat Kata kunci : Ekstrak Buah Belimbing wuluh, Mutu Fisik dan Na. lauril sulfat.

Page 1 of 2 | Total Record : 11


Filter by Year

2018 2018