cover
Contact Name
Maria Tuntun Siregar
Contact Email
Maria Tuntun Siregar
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal_ak@poltekkes.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. lampung selatan,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Analis Kesehatan
ISSN : 22523553     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Analis Kesehatan particularly focuses on the main problems in the development of the sciences of medical areas. It covers the parasitology, bacteriology, virology, haematology, clinical chemistry, toxicology, food and drink chemistry.
Arjuna Subject : -
Articles 81 Documents
Faktor - Faktor Yang Berhubungan Dengan Perilaku Pemeliharaan Kebersihan Gigi Dan Mulut di Kelurahan Wonoharjo Kabupaten Tanggamus Ariyanto, Ariyanto
Jurnal Analis Kesehatan Vol 7, No 2 (2018): JURNAL ANALIS KESEHATAN
Publisher : Politeknik Kesehatan, Kementerian Kesehatan Tanjungkarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (152.874 KB) | DOI: 10.26630/jak.v7i2.1204

Abstract

Gigi merupakan salah satu bagian tubuh yang berfungsi untuk mengunyah, berbicara dan mempertahankan bentuk muka.Mengingat kegunaannya yang sangat penting maka perlu untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut agar gigi dapat bertahan lama dalam rongga mulut. Menjaga kebersihan gigi dan mulut sangatlah penting, karena menjaga agar mulut tetap bersih, mencegah infeksi pada rongga mulut, serta untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Tingginya penyakit gigi dan mulut sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor yang salah satunya adalah faktor perilaku masyarakat yang belum menyadari pentingnya memelihara kesehatan gigi dan mulut. Jenis peneliitian ini adalah kuantitatif dengan desain penelitian analitik. Teknik pengumpulan data dengan pendekatan cross sectional yaitu mengadakan pengamatan hanya sekali terhadap beberapa variabel dan diukur pada saat bersamaan. Lokasi penelitian dilakukan di Kelurahan Wonoharjo Kabupaten Tanggamus dengan jumlah sampel 284 orang. Analisa data yang dilakukan dengan cara univariat, bivariat dengan Chi Square dan multivariat dengan regresi logistic. Hasil analisis bivariat variabel yang berhubungan dengan perilaku pemeliharaan kebersihan gigi dan mulut adalah pengetahuan pemeliharaan kebersihan gigi dan mulut (p=0,044), sikap tentang pemeliharaan kebersihan gigi dan mulut (p=0,018), tindakan pemeliharaan kebersihan gigi dan mulut (p=0,013). Hasil uji regresi logistic diperoleh hasil yang paling dominan berpengaruh terhadap pemeliharaan kebersihan gigi dan mulut adalah variabel tindakan responden (OR=1,749)
Pengaruh Lama Pengadukan Pada Penambahan Serbuk Kulit Buah Rambutan (Nephelium lappaceum L.) Terhadap Penurunan Bilangan Asam Dan Bilangan Peroksida Pada Minyak Jelantah Nuraini, Sri; Purwadi, Purwadi; Putri, Reni Anggita
Jurnal Analis Kesehatan Vol 7, No 2 (2018): JURNAL ANALIS KESEHATAN
Publisher : Politeknik Kesehatan, Kementerian Kesehatan Tanjungkarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (198.704 KB) | DOI: 10.26630/jak.v7i2.1203

Abstract

Mutu minyak goreng ditentukan oleh titik asapnya. Kerusakan minyak yang utama yaitu timbulnya bau dan rasa tengik yang disebut proses ketengikan. Hal ini disebabkan oleh otooksidasi radikal asam lemak tidak jenuh dalam lemak.Otooksidasi dimulai dengan pembentukan radikal-radikal bebas yang disebabkan oleh faktor-faktor yang dapat mempercepat reaksi seperti cahaya, panas, peroksida lemak, atau hidroperoksida, dan logam-logam berat. Kerusakan minyak goreng dapat dilihat dengan memeriksa kadar bilangan asam dan bilangan peroksida pada minyak tersebut. Antioksidan merupakan senyawa yang dapat menghambat reaksi oksidasi, dengan mengikat radikal bebas.Kulit buah rambutan mengandung senyawa antioksidan seperti flavonoida. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama pengadukan pada penambahan serbuk kulit buah rambutan terhadap penurunan kadar bilangan asam dan bilangan peroksida pada minyak goreng jelantah. Data hasil uji univariat menunjukkan bahwa setelah dilakukan penambahan serbuk kulit buah rambutan dengan variasi lama pengadukan dapat menurunkan bilangan asam dan bilangan peroksida.Data hasil uji bivariat yang dianalisis menggunakan uji Oneway Anova dengan menunjukkan nilai signifikan untuk bilangan asam dan bilangan peroksida yaitu 0,000. Hasil tersebut menunjukan bahwa hasil uji kurang dari nilai α yaitu 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh lama pengadukan pada penambahan serbuk kulit buah rambutan terhadap penurunan bilangan asam dan bilangan peroksida pada minyak jelantah.
Hubungan Sikap dan Perilaku Orangtua Dalam Pemberian Minuman Menggunakan Botol Susu Terhadap Terjadinya Karies Botol Pada Siswa Tk Al-Azhar 2 Bandar Lampung Yosa, Avoanita; Simbolon, Bintang H.
Jurnal Analis Kesehatan Vol 7, No 2 (2018): JURNAL ANALIS KESEHATAN
Publisher : Politeknik Kesehatan, Kementerian Kesehatan Tanjungkarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (154.979 KB) | DOI: 10.26630/jak.v7i2.1202

Abstract

Sikap dan perilaku orang tua sangat berpengaruh terhadap sikap dan perilaku anaknya yang tercermin pada kesehatan gigi anak. Sikap bukan hanya kondisi internal psikologis yang murni, tetapi proses kesadaran individual yang dipengaruhi oleh pengalaman pribadi, orang lain, kebudayaan dan media massa. Perilaku seseorang dipengaruhi oleh lingkungan melalui observasional  learning, cara pandang, dan cara pikir yang dimiliki seseorang terhadap informasi . Orang tua merupakan model yang ditiru oleh seorang anak. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan sikap dan perilaku orang tua dalam pemberian minuman menggunakan botol susu terhadap terjadinya karies botol pada siswa/i TK. Penelitian dilakukan secara potong lintang pada 71 siswa/i dan orang tua Taman Kanak-Kanak Al-Azhar 2 Bandar Lampung. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan sebagian besar orang tua dari responden adanya hubungan sikap dan perilaku orang tua terhadap terjadinya karies botol pada anak. Petugas kesehatan Puskesmas sebaiknya membina dalam bidang kesehatan gigi di TK Al-Azhar 2 Bandar Lampung yang merupakan salah satu sekolah di wilayah kerja Puskesmas.
Perbedaan Kadar Hemoglobin, Nilai Hematokrit Dan Jumlah Eritrosit Pada Pasien Stroke Hemoragik Dan Stroke Non Hemoragik Di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung Siregar, Maria Tuntun; Basuki, Wiranto; Amalia, Fika Yustisi
Jurnal Analis Kesehatan Vol 7, No 2 (2018): JURNAL ANALIS KESEHATAN
Publisher : Politeknik Kesehatan, Kementerian Kesehatan Tanjungkarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (167.916 KB) | DOI: 10.26630/jak.v7i2.1201

Abstract

Stroke merupakan penyakit atau gangguan fungsional otak berupa kelumpuhan saraf (deficit neurologic) akibat terhambatnya aliran darah ke otak secara mendadak dan akut yang berlangsung lebih dari 24 jam, karena adanya perdarahan ataupun sumbatan pada bagian otak yang dapat menyebabkan kematian. Penyakit stroke dapat menyebabkan terjadinya viskositas/kekentalan darah yang dapat memperburuk kejadian stroke, menyebabkan perlambatan aliran darah otak, perluasan infark, dan perburukan prognosis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kadar hemoglobin, nilai hematokrit dan jumlah eritrosit pada pasien stroke hemoragik dan stroke non hemoragik di RSUD dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung. Jenis penelitian berupa analitik dengan desain penelitian cross sectional dan menggunakan uji analisa Independent Sample T Test. Penelitian dilakukan di RSUD dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung pada bulan Mei-Juni 2018. Responden penelitian berjumlah 60 pasien dengan rincian 30 pasien stroke hemoragik dan 30 pasien stroke non hemoragik. Hasil penelitian didapatkan p-value untuk kadar hemoglobin = 0.004, nilai hematokrit = 0.004, dan jumlah eritrosit = 0.026, sehingga dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan kadar hemoglobin, nilai hematokrit dan jumlah eritrosit pada pasien stroke hemoragik dengan stroke non hemoragik.
Hubungan Derajat Keparahan DBD Dengan Kadar Albumin Pada Penderita Demam Berdarah Dengue Di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung Nurminha, Nurminha; Sugiarti, Mimi; Aulia, Mahrifa Gita
Jurnal Analis Kesehatan Vol 7, No 2 (2018): JURNAL ANALIS KESEHATAN
Publisher : Politeknik Kesehatan, Kementerian Kesehatan Tanjungkarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (284.087 KB) | DOI: 10.26630/jak.v7i2.1200

Abstract

Demam Berdarah Dengue adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus dengue dari famili Flaviviridae  yang terdiri dari 4 serotipe yaitu DEN-1, DEN-2, DEN-3, dan DEN-4. Infeksi dengue memperlihatkan spektrum klinis yang bervariasi  dari  derajat  ringan  sampai  berat. Pasien  yang terinfeksi  virus dengue sering ditemukan adanya peningkatan akut permeabilitas vaskuler yang mengarah pada perembesan plasma dengan bukti hipoalbuminemia. Penelitian ini bertujuan  untuk  mengetahui  hubungan  antara  derajat  keparahan  DBD  dengan kadar albumin pada penderita demam berdarah dengue di RSUD dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung. Jenis penelitian ini adalah analitik dengan desain cross sectional. Analisa data menggunakan uji korelasi Spearman dan dilanjutkan dengan uji Anova one way. Hasil penelitian menunjukkan dari 30 pasien didapatkan penderita DBD derajat I sebanyak 43.3%, DBD derajat II sebanyak 33.3%, DBD derajat III sebanyak 16.7%, dan DBD derajat IV sebanyak 6.7%. Rerata kadar albumin penderita DBD derajat I, II, III, dan IV berturut-turut 3.7g/dL, 3.2 g/dL, 3.1 g/dL, dan 2.4 g/dL. Uji korelasi Spearman  didapatkan  p-value  0.000  (p<0.05)  dengan  nilai  koefisien  korelasi (r =-0.737) dan pada uji Anova diperoleh p-value 0.000 (p<0.05) menunjukkan bahwa ada hubungan yang bermakna antara derajat keparahan DBD dengan kadar albumin penderita DBD.
Analisis Kandungan Bahan Tambahan Dilarang Pada Pangan Jajanan Anak Sekolah (PJAS) di Sekolah Dasar Kecamatan Rajabasa Kota Bandar Lampung NURAINI, SRI
Jurnal Analis Kesehatan Vol 5, No 1 (2016): JURNAL ANALIS KESEHATAN
Publisher : Politeknik Kesehatan, Kementerian Kesehatan Tanjungkarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bahan tambahan yang tidak diizinkan menurut Permenkes RI  No. 1168/MenKes/Per/X/1999 adalah asam borat atau boraks, asam salisilat, diethylpyrocarbonate, dulcin, potasium chlorate, chlorampenicol, nitrofurazon, formaldehid. Meskipun bahan tambahan kimia terlarang telah  dilarang untuk digunakan, tetapi kenyataannya sampai saat ini masih beredar dan dijual bebas, diantaranya adalah senyawa borat/boraks, formaldehide, Rhodamin B dan Methanil Yellow. Tujuan Penelitian untuk mengetahui  persentase Pangan Jajanan Sekolah (PJAS)  di SD Rajabasa Kota Bandar Lampung yang memenuhi persyaratan  Permenkes RI No.1168/MenKes/Per/X/1999. Penelitian  bersifat deskriptif yaitu mendeskripsikan Bahan Tambahan dilarang yang digunakan pada Pangan Jajanan Anak Sekoloh (PJAS) di Sekolah Dasar Kecamatan Rajabasa Kota Bandar Lampung, dengan variabel penelitian PJAS, Pemeriksaan Borak, Formalin dan Rhodamin B. Hasil penelitian didapatkan 3 sampel  (8,3%) PJAS mengandung borak, dan yang memenuhi  persyaratan  Permenkes RI No.1168/MenKes/Per/X/1999, sebanyak 33 sampel (91,67%), sedangkan untuk Formalin dan Rhodamin B tidak ditemukan. Saran dilakukan  sosialisasi  tentang PJAS sehat kepada pengelola kantin sekolah melalui pihak sekolah yang ada di Kecamatan Rajabasa Kota Bandar lampung. Kepada pihak sekolah agar memberikan penjelasan kepada murid-murid tentang PJAS sehat. Kepada orang tua agar  anak-anak sekolah dibiasakan membawa bekal makanan sehat dari rumah.
Restorasi Onlay Porcelain Fusi Metal Pada Gigi 26 Pasca Perawatan Endodontic Catur S, Suryani; Novita N, Dewi; Farijz, Yan
Jurnal Analis Kesehatan Vol 7, No 1 (2018): JURNAL ANALIS KESEHATAN
Publisher : Politeknik Kesehatan, Kementerian Kesehatan Tanjungkarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perawatan endodontik  dapat menyebabkan berkurangnya kekerasan gigi sebesar 5% dan kelenturan sebesar 60%. Kita bisa mengatasai masalah ini dengan melakukan restorasi crown atau onlay. Onlay  Porcelain Fused To Metal (PFM) ini dapat mempertahankan sebagian besar jaringan gigi yang berhubungan dengan gingival, dan hal ini merupakan suatu pertimbangan periodontal yang sangat membantu. Artikel ini bertujuan memaparkan  keberhasilan pembuatan onlay PFM pada gigi 26 pasca perawatan endodontik. Metode atau tata laksanan kasus terdiri dari penanganan klinik dan laboratorium. Tata laksana laboratorium dilakukan dua tahapan; yakni tahap pembuatan coping metal dan tahap pembentukan lapisan porselen. Coping metal dibuat dengan teknik waxing lapis demi lapis dengan membentuk full metal. Setelah coping terbentuk, pengurangan metal pada bagian bucal, mesio bukal cusp dan distobukal cusp dilakukan hingga mencapai ketebalan 3 mm. Kemudian, bagian tersebut dilapisi dengan bahan porselen. Tahap pelapisan porselen dimulai dari pengulasan opaque, dentin, enamel, dan glazing dengan warna  yang sesuai. Hasil dari pembuatan onlay ini; fitting margin cukup baik, warna sesuai dengan yang diintruksikan dokter, perlu dilakukan penyesuaian oklusi karena terdapat prematur kontak dibagian mesio dan disto bukal cusp.
Pengaruh Khemoterapi Terhadap Jumlah Trombosit Pasien Penderita Kanker di RS Abdul Moeloek Provinsi Lampung Sugiarti, Mimi
Jurnal Analis Kesehatan Vol 4, No 2 (2015): Jurnal Analis Kesehatan
Publisher : Politeknik Kesehatan, Kementerian Kesehatan Tanjungkarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kanker adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh pertumbuhan sel-sel jaringan tubuh yang tidak normal. Secara umum pengobatan kanker dilakukan dengan cara pembedahan (operasi), penyinaran (radioterapi), dan khemoterapi. Khemoterapi adalah pemberian obat untuk membunuh sel kanker. Khemoterapi merupakan terapi sistemik, yang berarti obat menyebar ke seluruh tubuh dan dapat mencapai sel kanker yang telah menyebar jauh atau metastase ke tempat lain. Trombositopenia merupakan komplikasi yang mungkin terjadi pada khemoterapi untuk tumor- tumor padat. Telah dilakukan penelitian tentang pengaruh khemoterapi terhadap jumlah trombosit pasien penderita kanker di RS Abdul Moeloek Provinsi Lampung.  Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh khemoterapi terhadap jumlah Trombosit.  Metode yang digunakan deskriptip, analisa data secara univariat dilanjutkan dengan bivariat menggunakan uji t berpasangan. Sebagai populasi  seluruh pasien kanker yang menjalani khemoterapi di RSAM pada bulan Januari sampai  Desember 2014 berjumlah 384 pasien, sampel yang memenuhi kriteria berjumlah 94 pasien. Hasil penelitian  dari 94 sampel yang diteliti diperoleh jumlah rata rata trombosit sebelum khemoterapi adalah 409.957 sel, rata rata setelah khemoterapi adalah 341.936 sel, jumlah tertinggi sebelum khemoterapi adalah 774.000 sel jumlah tertinggi setelah khemoterapi adalah 589.000 sel, jumlah terendah sebelum khemoterapi adalah 165.000 sel, jumlah terendah setelah khemoterapi adalah 123.000 sel. Hasil uji t menunjukkan  nilai mean perbedaan antara pengukuran sebelum khemoterapi dan setelah khemoterapi adalah sebesar 68.021,277 dengan standar deviasi 96.415,987  hasil uji statistik didapat nilai p 0,000 maka dapat disimpulkan ada perbedaan yang signifikan antara jumlah trombosit sebelum khemoterapi dengan setelah khemoterapi.
Nilai OHI-S Mahasiswa Merokok dengan mahasiswa Tidak Merokok di Poltekkes Kemenkes Tanjungkarang Wilayah Bandar Lampung Tahun 2013 DYAH P, RATNASARI
Jurnal Analis Kesehatan Vol 3, No 1 (2014): JURNAL ANALIS KESEHATAN
Publisher : Politeknik Kesehatan, Kementerian Kesehatan Tanjungkarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hasil riset Riskesdas tahun 2013 menunjukkan bahwa perilaku merokok penduduk usia 15 tahun ke atas dari tahun 2007   ke tahun 2013 cenderung meningkat dari 34,2% menjadi 36,3% terdiri atas 64,9% laki-laki dan 2,1% perempuan. Kebiasaan merokok dapat menyebabkan terganggunya kesehatan gigi dan mulut seperti: bau mulut, diskolorasi gigi, inflamasi kelenjar saliva, meningkatkan terjadinya penumpukan plak dan tartar pada gigi yang lama kelamaan akan menjadi penyakit periodontal, bahkan   meningkatkan resiko terjadinya kanker di rongga mulut.   Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kebiasaan merokok terhadap OHIS, yang dilakukan   pada mahasiswa Poltekkes Kemenkes Tanjungkarang.   Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif,  lokasi  penelitian  dilakukan  di  Poltekkes  Kemenkes  Tanjungkarang  wilayah  Bandar  Lampung. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa laki-laki Poltekkes Kemenkes Tanjungkarang wilayah Bandar Lampung tahun 2013 yang berjumlah 403 orang, dan sampel yang dibutuhkan sebanyak   200 orang. Hasil penelitian menunjukkan distribusi frekuensi nilai OHI-S pada mahasiswa laki-laki yang merokok dengan kriteria OHI-S sedang sebanyak  87 responden (87%), OHI-S buruk 7 responden (7%), OHI-S baik 6 responden (6%). Sedangkan distribusi frekuensi nilai OHI-S pada mahasiswa laki-laki yang tidak merokok dengan kriteria OHI-S sedang 71 responden (71%), OHI-S baik 28 responden (28%), OHI-S buruk 1 responden (1%). Setelah diketahui  bahwa  terdapat  perbedaan nilai  OHI-S  antara  yang  merokok  dengan  yang  tidak  merokok pada mahasiswa laki-laki Poltekkes Kemenkes Tanjungkarang wilayah Bandar Lampung tahun 2013. Maka disimpulkan tidak merokok nilai OHI-S cenderung lebih baik dibandingkan yang merokok.
Perbandingan Pertumbuhan Jamur Aspergillus flavus Pada Media PDA (Potato Dextrose Agar ) dan Media Alternatif dari Singkong (Manihot esculenta Crantz) WANTINI, SRI; Octavia, Artha
Jurnal Analis Kesehatan Vol 6, No 2 (2017): JURNAL ANALIS KESEHATAN
Publisher : Politeknik Kesehatan, Kementerian Kesehatan Tanjungkarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Potato Dextrose Agar (PDA) merupakan salah satu media yang digunakan untuk pertumbuhan jamur Aspergillus flavus. Media PDA dibuat pabrik dalam bentuk sediaan siap pakai, harganya mahal, higroskopis, dan hanya diperoleh pada tempat tertentu. Melimpahnya sumber alam seperti singkong (Manihot esculenta Crantz), dapat digunakan sebagai media alternatif pertumbuhan mikroorganisme. Dilakukan modifikasi media pertumbuhan jamur Aspergillus flavus  menggunakan air rebusan  singkong sebagai komposisi utama pengganti karbohidrat dari kentang. Tujuan penelitian  untuk mengetahui perbandingan pertumbuhan jamur Aspergillus flavus pada media PDA dan media alternatif dari singkong. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan cara menginokulasikan Aspergillus flavus dengan metode single dot. Pengamatan dilakukan selama tujuh hari  secara makroskopis dengan mengukur diameter koloni jamur menggunakan jangka sorong dalam satuan mm serta dilakukan uji penegasan secara mikroskopis. Hasil penelitian menunjukan bahwa rata-rata pertumbuhan diameter koloni pada media PDA adalah 30,911 mm dengan standar deviasi 15,335 mm, sedangkan untuk media singkong rata-rata diameter koloninya adalah 34,592 mm dengan standar deviasi  15,219 mm. Hasil uji statistik didapatkan nilai p = 0,690 > 0,05, artinya bahwa tidak ada perbedaan antara rata-rata diamater koloni pertumbuhan Aspergillus flavus pada media PDA dan media singkong. Dapat disimpulkan bahwa media singkong merupakan media alternatif yang cukup optimal sebagai pengganti media PDA instan