cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Buletin Anatomi dan Fisiologi (Bulletin of Anatomy and Physiology)
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 19 Documents
Search results for , issue " Volume 2, Nomor 2, Tahun 2017" : 19 Documents clear
Pengaruh Cara dan Waktu Penyimpanan terhadap Susut Bobot, Kadar Glukosa dan Kadar Karotenoid Umbi Kentang Konsumsi (Solanum tuberosum L. Var Granola) Purnomo, Edi; Suedy, Sri Widodo Agung; Haryanti, Sri
Buletin Anatomi dan Fisiologi (Bulletin of Anatomy and Physiology) Volume 2, Nomor 2, Tahun 2017
Publisher : Departemen Biologi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/baf.2.2.2017.107-113

Abstract

Penyimpanan produk pertanian merupakan hal yang penting dilakukan dalam penanganan pasca panen. Kentang merupakan produk hortikultura yang mudah rusak, sehingga dibutuhkan penanganan yang baik untuk mempertahankan kualitasnya sebagai salah satu bahan pangan fungsional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh cara dan waktu penyimpanan terhadap kualitas pada kentang konsumsi. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan 2 faktor. Faktor  pertama yaitu cara penyimpanan; disimpan pada wadah terbuka (K1) dan disimpan pada wadah berpenutup (K2). Faktor  kedua  adalah waktu penyimpanan dengan (T1); 2 minggu, (T2); 4 minggu, (T3);    6 minggu, (T4); 8 minggu, (T5); 10 minggu. Penelitian terdiri dari 10 perlakuan dengan 3 ulangan. Parameter penelitian terdiri: susut bobot kadar glukosa dan kadar karotenoid. Analisis data yang digunakan adalah Analysis of Variance (ANOVA) yang dilanjutkan dengan uji lanjut Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada taraf signifikasi 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cara penyimpanan di wadah terbuka (K1) cenderung meningkatkan angka susut bobot dibandingkan cara penyimpanan pada wadah berpenutup (K2), sedangkan waktu penyimpanan (T) cenderung menurunkan kadar glukosa dan kadar karotenoid umbi kentang konsumsi. Interaksi antara cara dan waktu penyimpanan tidak berpengaruh nyata terhadap susut bobot, kadar glukosa dan kadar karotenoid (p>0,05). Penyimpanan umbi kentang konsumsi sebaiknya dijauhkan dari adanya kehadiran cahaya dengan masa simpan kurang dari 4 minggu. Kata kunci: cara penyimpanan; waktu penyimpanan; Solanum tuberosum L.; kualitas
Kandungan Lemak Telur, Indeks Kuning Telur, dan Susut Bobot Telur Puyuh Jepang (Coturnix-coturnix japonica L) setelah dicuci dan disimpan selama waktu tertentu Djaelani, Muhammad Anwar
Buletin Anatomi dan Fisiologi (Bulletin of Anatomy and Physiology) Volume 2, Nomor 2, Tahun 2017
Publisher : Departemen Biologi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/baf.2.2.2017.205-210

Abstract

Telur puyuh Jepang (Coturnix coturnix japonica L.) banyak diminati masyarakat di Indonesia karena nilai gizi telur puyuh tidak kalah dengan telur unggas lain. Puyuh juga merupakan unggas yang  tinggi produktivitas telurnya. Telur mengandung bahan organik yang mudah rusak. Salah satu faktor yang menyebabkan rusaknya telur adalah lama waktu penyimpanan . Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan lemak telur, indeks kuning telur (IKT) dan susut bobot telur, setelah dicuci dan disimpan pada ruang terbuka dalam waktu tertentu. Pada penelitian ini telur puyuh sebanyak  50 butir yang berasal dari peternakan di Boyolali Jawa Tengah digunakan sebagai bahan uji. Telur yang digunakan diambil pada hari ketiga setelah telur dikeluarkan dari induknya. Rancangan digunakan pada  penelitian ini adalah rancangan acak  lengkap dengan 5 kelompok perlakuan, masing-masing kelompok terdiri 10 ulangan. Kelompok tersebut adalah P1 kelompok telur diamati pada hari ke 3. P2 kelompok telur tanpa dicuci kemudian disimpan dan diamati pada hari ke 17. P3 kelompok telur  dicuci lebih dahulu kemudian disimpan dan diamati pada hari ke 17. P4 kelompok telur tanpa dicuci kemudian disimpan dan diamati pada hari ke 31. P5 kelompok telur dicuci lebih dahulu kemudian disimpan dan diamati padahari ke 31. Data penelitian yang didapat dianalisis menggunakan Anova dan uji lanjut Duncan keduanya dengan taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan kandungan lemak telur dan indeks kuning telur mengalami penurunan karena pencucian dan seiring dengan bertambahnya waktu penyimpanan. Susut bobot telur mengalami kenaikan Penurunan kandungan lemak telur dan indeks kuning telur serta kenaikan Susut bobot telur akibat dari lamanya penyimpanan dan pencucian. Kata kunci : telur puyuh; penyimpanan telur; lemak telur; indeks kuning telur; susut bobot telur
Bobot Lemak Abdominal Ayam Pedaging setelah Pemberian Teh Kombucha dalam Air Minum Kusumah, Rd Yudhi Tresnadi; Isdadiyanto, Sri; Sunarno, Sunarno
Buletin Anatomi dan Fisiologi (Bulletin of Anatomy and Physiology) Volume 2, Nomor 2, Tahun 2017
Publisher : Departemen Biologi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/baf.2.2.2017.140-147

Abstract

Teh kombucha merupakan minuman hasil fermentasi teh dan gula oleh bakteri Acetobacter xylinum dan khamir Saccharomyces yang mengandung berbagai jenis asam organik dan vitamin, serta berperan sebagai probiotik. Peran teh kombucha sebagai growth promoter adalah dengan menyempurnakan proses metabolisme dalam pencernaan ayam pedaging, sehingga nutrisi dapat terserap dan tercukupi dengan baik untuk pertumbuhan dan perkembangan yang optimal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis bobot lemak abdominal pada ayam pedaging (Gallus gallus) setelah pemberian teh kombucha dalam air minum. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September sampai Oktober 2014 di Laboratorium Biologi Struktur dan Fungsi Hewan. Teh kombucha yang digunakan merupakan hasil fermentasi teh hijau selama 12 hari. Hewan uji 20 ekor ayam pedaging strain CP 707 dibagi acak dalam 4 perlakuan konsentrasi yaitu, 0%, 10%, 20%, dan 40% teh kombucha dalam air minum selama 32 hari. Analisa statistik menggunakan ANOVA pada taraf kepercayaan 95% dan uji lanjut Duncan menunjukkan hasil tidak berbeda nyata terhadap lemak abdominal dan konsumsi pakan, sedangkan bobot tubuh dan konsumsi minum menunjukkan hasil berbeda nyata. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pemberian teh kombucha dalam air minum sampai konsentrasi 40% belum mampu menurunkan kandungan lemak abdominal pada ayam pedaging.   Kata kunci: teh kombucha; ayam pedaging; lemak abdominal
Absorpsi dan Metabolisme Kalsium pada Puyuh (Coturnix-coturnix Japonica) Saraswati, Tyas Rini
Buletin Anatomi dan Fisiologi (Bulletin of Anatomy and Physiology) Volume 2, Nomor 2, Tahun 2017
Publisher : Departemen Biologi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/baf.2.2.2017.178-186

Abstract

Absorpsi dan metabolisme kalsium pada puyuh diregulasi oleh hormon paratiroid, dihidroksikolekalsiferol (Vitamin D), dan kalsitonin. Ketiga hormon tersebut meregulasi kebutuhan kalsium dalam tubuh puyuh. Pada artikel ini juga dibahas mengenai peran hormon hormon tersebut dalam mempertahankan homeostasis kalsium dalam darah melalui peran beberapa organ seperti ginjal, tulang dan usus. Pada puyuh kebutuhan kalsium terutama untuk pembentukan kerabang telur. Kata kunci : hormon; kalsium; puyuh
Kadar Kolesterol dan Vitamin A pada Telur Itik Pengging, Itik Tegal dan Itik Magelang Nisa, Ririn Khairin; Saraswati, Tyas Rini; Yuniwarti, Enny Yusuf Wachidah
Buletin Anatomi dan Fisiologi (Bulletin of Anatomy and Physiology) Volume 2, Nomor 2, Tahun 2017
Publisher : Departemen Biologi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/baf.2.2.2017.114-119

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar  kolesterol dan vitamin A dalam telur itik Pengging, itik Tegal, dan itik Magelang.  Seleksi sampel telur itik Pengging, itik Tegal, dan itik Magelang dilakukan di Balai Pembibitan dan Budidaya Ternak Non Ruminansia (BPBTNR). Parameter yang diamati adalah kadar kolesterol dan vitamin A dalam telur. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan rancangan acak lengkap (RAL), dengan 3 perlakuan yaitu itik Pengging, itik Magelang, dan itik Tegal dan 3 ulangan. Jika ada perbedaan antar perlakuan maka dilanjutkan dengan uji lanjut menggunakan uji Duncan pada taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan nyata terhadap kadar kolesterol dan vitamin A pada telur itik Pengging dengan itik Tegal. Hasil yang sama juga terlihat yaitu perbedaan antara itik Magelang dengan itik Tegal, di sisi lain, itik Pengging dan itik Magelang tidak terlihat perbedaan yang nyata. Berdasarkan hasil tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa telur itik Tegal baik untuk dikonsumsi karena mempunyai kadar kolesterol lebih rendah. Kata kunci: kolesterol; vitamin A; telur Itik
Mikropropagasi Tunas Alfalfa (Medicago sativa L.) pada Kombinasi Benzil amino purin (BAP) dan Thidiazuron (TDZ) Nurmaningrum, Diah; Nurchayati, Yulita; Setiari, Nintya
Buletin Anatomi dan Fisiologi (Bulletin of Anatomy and Physiology) Volume 2, Nomor 2, Tahun 2017
Publisher : Departemen Biologi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/baf.2.2.2017.211-217

Abstract

Teknologi kultur jaringan menjadi alternatif teknologi yang mampu menyediakan bibit secara massal, seragam dan relatif cepat. Multiplikasi tunas dari kultur pucuk merupakan tahap untuk mendukung pembentukan planlet dengan penambahan zat pengatur tumbuh (ZPT) sitokinin. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji pengaruh ZPT  Benzil Aminopurin (BAP) dan  thidiazuron (TDZ)  terhadap pembentukan tunas alfalfa pada media kultur serta mengetahui konsentrasi kedua ZPT dalam membentuk tunas secara optimal. Kultur pucuk diperoleh dari kecambah aseptik berumur 10 hari, dan ditumbuhkan di dalam medium Murashige&Skoog (MS). Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 kombinasi dari 2 faktor berupa 2 macam sitokinin. Faktor pertama adalah BAP dengan konsentrasi 0; 0,3; 0,6: 0,9 mg/L dan faktor kedua adalah TDZ dengan konsentrasi  0; 0,9; 0,6; 0,3 mg/L. Data yang diperoleh dianalisis dengan ANOVA, dan  dilanjutkan dengan uji Duncan pada taraf signifikansi 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu inisiasi tercepat (2,33 hari) terdapat pada perlakuan kombinasi BAP 0,3 mg/L dan TDZ 0,9 mg/L, sedangkan jumlah tunas terbanyak (8,00) diperoleh pada perlakuan kombinasi BAP 0,9 mg/L dan TDZ 0,3  mg/L. Tunas terpanjang terdapat pada media tanpa ZPT (kontrol). Kesimpulannya kombinasi BAP dan TDZ di dalam media MS efektif mempercepat waktu inisiasi dan meningkatkan pertumbuhan tunas alfalfa. Kata kunci : alfalfa (Medicago sativa); induksi pertunasan; BAP; TDZ
Pengaruh Konsentrasi HCl terhadap Laju Perkecambahan Biji Asam Jawa (Tamarindus indica L.) Imansari, Fernanda; Haryanti, Sri
Buletin Anatomi dan Fisiologi (Bulletin of Anatomy and Physiology) Volume 2, Nomor 2, Tahun 2017
Publisher : Departemen Biologi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/baf.2.2.2017.187-192

Abstract

Biji asam jawa mempunyai kulit biji yang keras, sehingga sulit untuk dikecambahkan karena air sulit menembus kulit biji tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh HCl terhadap laju dan perkecambahan  biji asam jawa. Penelitian dilakukan di Laboratorium BSF Tumbuhan Departemen Biologi FSM UNDIP. Penelitian ini dilaksanaakan dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor yaitu konsentrasi  HCl yaitu ( P0 : 1%,P1 : 15%,P2 : 30% , P4 : 45%) selama 5 menit , masing-masing 3 ulangan (setiap ulangan 10 biji). Data yang diperoleh dianalisis ANAVA taraf signifikasi 95%, jika berbeda nyata dilanjutkan dengan uji Duncan’s Multirange Test (DMRT). Parameter yang diamati adalah laju perkecambahan dan persentase perkecambahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perendaman dengan menggunakan HCl 45%, menghasilkan laju perkecambahan tercepat dan  persentase perkecambahan tertinggi yaitu 83,33 %, sehingga paling efektif dalam mematahkan dormansi biji asam. Kata kunci : perkecambahan; Tamarindus indica L;  konsentrasi; HCl
Kualitas Telur Itik setelah Perendaman dengan Ekstrak Daun Salam (Syzygium polyantha) dan disimpan pada Suhu 4ºC Novika, Zuni; Djaelani, Muhammad Anwar; Mardiati, Siti Muflichatun
Buletin Anatomi dan Fisiologi (Bulletin of Anatomy and Physiology) Volume 2, Nomor 2, Tahun 2017
Publisher : Departemen Biologi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/baf.2.2.2017.120-127

Abstract

Telur mudah mengalami penurunan kualitas yang disebabkan oleh penguapan air dan CO2 sehingga perlu dilakukan pengawetan untuk mempertahankan kualitas telur. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perendaman dengan ekstrak daun salam dan penyimpanan pada suhu 4ºC terhadap kualitas telur itik. Penelitian dilakukan dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL), data dianalisis menggunakan uji Anova dan uji Duncan dengan taraf signifikansi 5%. Telur yang digunakan sebanyak 45 butir, dibagi dalam 9 perlakuan dan 5 kali ulangan. P0 (kontrol), P1 dan P2 (Telur dicuci, direndam ekstrak daun salam, disimpan 14 dan 28 hari pada suhu 4ºC), P3 dan P4 (Telur dicuci, tidak direndam ekstrak daun salam, disimpan 14 dan 28 hari pada suhu 4ºC), P5 dan P6 (Telur tidak dicuci, direndam ekstrak daun salam, disimpan 14 dan 28 hari pada suhu 4ºC), P7 dan P8 (Telur tidak dicuci, tidak direndam ekstrak daun salam, disimpan 14 dan 28 hari pada suhu 4ºC). Variabel yang diamati pada penelitian ini adalah Indeks Kuning Telur (IKT), kadar lemak telur, dan susut bobot telur. Kesimpulan dari penelitian ini adalah perendaman telur dengan ekstrak daun salam tidak mampu mempertahankan kualitas telur itik. Kata kunci : Syzygium polyantha; indeks kuning telur; lemak telur; susut bobot
Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Kentang (Solanum tuberosum L. var. Granola) pada Sistem Budidaya yang Berbeda Hidayah, Partiyani; Izzati, Munifatul; Parman, Sarjana
Buletin Anatomi dan Fisiologi (Bulletin of Anatomy and Physiology) Volume 2, Nomor 2, Tahun 2017
Publisher : Departemen Biologi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/baf.2.2.2017.218-225

Abstract

Kentang merupakan tanaman semusim yang penting dan memiliki potensi untuk diekspor ke negara lain serta banyak digunakan sebagai sumber karbohidrat atau makanan pokok bagi masyarakat dunia setelah gandum, jagung dan beras. Kentang sebagian besar dibudidayakan pada tanah yang miring dan di lahan yang memacu erosi tanah sehingga dapat menimbulkan tanah longsor. Hal ini disebabkan karena cara budidaya dengan penggemburan tanah sehingga tanah akan mudah lepas. Oleh karena itu, perlu dilakukan metode budidaya dalam polybag. Tujuan penelitian ini untuk mengkaji penanaman kentang di polybag dan lahan dalam meningkatkan pertumbuhan dan produksi kentang serta mengkaji perbedaan pertumbuhan dan produksi kentang yang ditanam dalam planterbag, polybag dan di lahan. Parameter yang diamati yaitu tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah tunas yang tumbuh, jumlah umbi dan bobot umbi serta morfologi umbi. Perlakuan dilakukan dengan penanaman umbi kentang pada lahan, polybag dan planterbag atau 3 perlakuan dan 7 ulangan. Data penelitian dianalisis dengan Analysis of Variance (ANOVA) pada taraf kepercayaan 95% dan dilanjutkan dengan Uji Beda Nyata Terkecil (BNT). Hasil analisis menunjukkan bahwa penanaman kentang dalam tempat penanaman yang berbeda dapat meningkatkan pertumbuhan dan produksi tanaman kentang dibandingkan dengan yang di lahan, meskipun yang berbeda nyata hanya tinggi tanaman dan jumlah daun. Kentang yang ditanam dalam polybag menghasilkan pertumbuhan yang lebih baik seperti tinggi tanaman, jumlah daun, dan jumlah tunas demikian juga dengan bobot umbinya dibandingkan dengan planterbag dan lahan. Sedangkan kentang yang ditanam di dalam planterbag menghasilkan jumlah umbi yang lebih banyak dibandingkan dengan polybag dan lahan. Budidaya tanaman kentang di dalam Polybag layak dilakukan karena dapat meningkatkan pertumbuhan dan produksi kentang varietas Granola. Kata kunci: pertumbuhan; produksi; kentang; polybag
Multiplikasi Tunas Tebu (Saccharumo officinarum L Var. Bululawang) dengan Perlakuan Konsentrasi BAP dan Kinetin Secara In Vitro Praseptiana, Chory; Darmanti, Sri; Prihastanti, Erma
Buletin Anatomi dan Fisiologi (Bulletin of Anatomy and Physiology) Volume 2, Nomor 2, Tahun 2017
Publisher : Departemen Biologi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/baf.2.2.2017.153-160

Abstract

Tebu (Saccharum officinarum L var. Bululawang) merupakan tebu varietas unggul yang memiliki daya adaptasi dan stabilitas baik pada berbagai jenis tanah, tetapi bibit yang dihasilkan masih sedikit karena dominansi apikal yang tinggi sehingga untuk memperbanyak bibitnya diperlukan teknik khusus. Multiplikasi tunas dengan teknik kultur in vitro merupakan teknik alternatif untuk memperbanyak bibit tebu yang berkualitas, dalam jumlah yang besar dan waktu yang singkat. Sitokinin merupakan ZPT yang berperan dalam multiplikasi tunas. Pemberian konsentrasi sitokinin berupa BAP dan kinetin diharapkan mampu menjelaskan multiplikasi tunas. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh konsentrasi BAP dan kinetin terhadap waktu munculnya tunas dan pertumbuhan tunas tebu Bululawang secara in vitro. Eksplan yang digunakan berupa mata tunas tebu Bululawang umur 6-8 bulan yang terdapat pada bagian nodus. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 12 perlakuan, masing-masing 3 ulangan. Eksplan dikulturkan selama 8 minggu pada media MS dengan konsentrasi BAP (0, 0,5, 1, dan 2 mg/l) dan kinetin (0, 0,5, dan 1 mg/l). Parameter yang diamati, yaitu: waktu munculnya tunas (HST), panjang tunas (cm), jumlah tunas, jumlah daun (helai), dan warna daun. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan uji ANOVA pada taraf signifikan 95%. Hasil analisis data menunjukkan tidak adanya pengaruh pemberian BAP dan kinetin sampai konsentrasi 2 mg/l dan 1 mg/l terhadap parameter multiplikasi tunas tebu var. Bululawang. Kata kunci : tunas; Bululawang; BAP; kinetin

Page 1 of 2 | Total Record : 19