Buletin Anatomi dan Fisiologi (Bulletin of Anatomy and Physiology)
S4
Sinta Score
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -
Articles
73
Articles
Analisis Proksimat dan Nilai Kesukaaan Beras Artifisial Berbahan Dasar Tepung Ubi Kayu (Manihot esculenta Crantz ) dan Tepung Labu Kuning (Cucurbita moschata Durch)

Rahmawati, Dewi Kartika, Izzati, Munifatul, Parman, Sarjana

Buletin Anatomi dan Fisiologi (Bulletin of Anatomy and Physiology) Volume 3, Nomor 2, Tahun 2018
Publisher : Departemen Biologi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Beras artifisial adalah beras yang dibuat dari non padi dengan kandungan karbohidrat mendekati atau melebihi beras. Beras artifisial berbahan dasar tepung ubi kayu dan labu  kuning merupakan solusi agar ketergantungan masyarakat terhadap beras dapat dikurangi.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mengkaji kandungan gizi beras  artifisial  berbahan dasar tepung ubi kayu dan labu kuning ditinjau dari analisis proksimat dan antioksidan serta mengetahui dan mengkaji tingkat kesukaan masyarakat. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan satu faktor yaitu jumlah perbandingan tepung ubi kayu dan tepung labu kuning yang terdiri dari 3 taraf yaitu formula 2:1, 1:1 dan 1:2. Metode dari penelitian ini meliputi analisis proksimat, analisis antioksidan dan uji nilai kesukaan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa formula beras artifisial berbahan dasar tepung ubi kayu dan labu kuning yang memiliki kualitas gizi terbaik yaitu formula 1:2. Formula 1:2  memiliki kadar abu sebesar 3,5%; kadar  a ir 9,2%; kadar serat kasar 8,2%;kadar protein 8%; kadar lemak 0,4%; kadar karbohidrat 78,5% dan  kadar antioksidan 8%. Uji nilai kesukaan menunjukan bahwa beras artifisial berbahan dasar tepung ubi kayu dan labu kuning formula 1:2 kurang disukai dari segi warna, aroma, dan penerimaan umum,  namun dari segi rasa panelis rata-rata menyukainya.

Kualitas Air dan Pertumbuhan Semai Avicennia marina (Forsk.) Vierh pada Lebar Saluran Tambak Wanamina yang Berbeda

Suryani, Nimas Ayu, Hastuti, Endah Dwi, Budihastuti, Rini

Buletin Anatomi dan Fisiologi (Bulletin of Anatomy and Physiology) Volume 3, Nomor 2, Tahun 2018
Publisher : Departemen Biologi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Avicennia marina merupakan jenis mangrove yang sifatnya rentan terhadap perubahan lingkungan, sehingga secara langsung dapat mempengaruhi pertumbuhannya. Lebar saluran yang berbeda akan menentukan distribusi air dan nutrient sehingga dapat mempengaruhi kualitas air yang secara langsung mempengaruhi pertumbuhan vegetasi mangrove. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kualitas air dan pertumbuhan semai Avicennia marina berdasarkan lebar saluran tambak yang berbeda. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Rancangan Acak Kelompok (RAK). Analisis data yang digunakan berupa analisis varians (ANOVA) satu faktor dengan uji lanjut Duncan dan analisis deskriptif. Faktor yang digunakan yaitu lebar saluran. Saluran dengan lebar 1m, 2m, 3m dengan 6 ulangan. Hasil analisis sidik ragam terhadap kualitas air dan pertumbuhan semai Avicennia marina selama empat bulan pengamatan pada lebar saluran yang berbeda menunjukkan hasil yang tidak berbeda nyata. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa lebar saluran tambak yang berbeda berpengaruh terhadap kualitas lingkungan terutama suhu. Perlakuan lebar saluran tambak wanamina yang berbeda belum memberikan pengaruh yang nyata terhadap pertumbuhan diameter batang dan kelulushidupan semai Avicennia marina.

Hubungan Kualitas Air dengan Pertumbuhan Semai Rhizophora mucronata Lamk. Pada Periode Pengamatan yang Berbeda

_, Solikhah, Hastuti, Endah Dwi, Budihastuti, Rini

Buletin Anatomi dan Fisiologi (Bulletin of Anatomy and Physiology) Volume 3, Nomor 2, Tahun 2018
Publisher : Departemen Biologi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Pengelolaan kawasan tambak dapat dilihat dari peran mangrove dalam pengendalian kualitas lingkungan tambak. Pengelolaan ekosistem mangrove dapat dilakukan dengan polikultur atau wanamina (silvofishery). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kualitas air (suhu, kekeruhan, salinitas, pH, dan DO) terhadap pertumbuhan semai Rhizophora mucronata Lamk. pada periode pengamatan yang berbeda di saluran tambak wanamina Semai mangrove sangat rentan terhadap perubahan lingkungan, sehingga kemampuan adaptasi terhadap lingkungan tumbuhnya menentukan keberhasilan pertumbuhan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan perlakuan periode pengamatan. Analisis data yang digunakan berupa analisis varians (ANOVA) satu faktor (periode pengamatan) dengan 6 perlakuan yaitu periode pengamatan I, II, III, IV, V , dan VI serta analisis regresi linear berganda untuk mengetahui hubungan kualitas lingkungan dengan pertumbuhan semai. Analisis data menunjukkan bahwa tingkat pertumbuhan daun rendah, pertumbuhan jumlah cabang belum ditemukan, diameter batang dan tinggi tanaman mengalami pertumbuhan. Periode pengamatan berpengaruh terhadap kualitas air. Kualitas air yg berpengaruh nyata yaitu suhu, kekeruhan dan salinitas. Kekeruhan dan suhu merupakan parameter kualitas air yang memiliki hubungan paling erat dengan pertumbuhan  semai  Rhizophora mucronata.

Review : Interaksi Alelopati dan Senyawa Alelokimia : Potensinya Sebagai Bioherbisida

Darmanti, Sri

Buletin Anatomi dan Fisiologi (Bulletin of Anatomy and Physiology) Volume 3, Nomor 2, Tahun 2018
Publisher : Departemen Biologi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (267.356 KB)

Abstract

Gulma merupakan salah satu kendala biotik utama dalam meningkatkan produksi berbagai tanaman budidaya.  Pengendalian gulma dengan herbisida sintetis merupakan cara yang umum dilakukan karena mudah dan murah, tetapi  cara ini tidak ramah lingkungan dan penggunaan jangka panjang dapat mengakibatkan resistensi pada gulma. Senyawa  alelokimia secara alami digunakan tumbuhan untuk pertahanan terhadap ganguan lingkungan (interaksi alelopati),  termasuk  untuk menekan pertumbuhan tanaman pengganggu yang ada disekitarnya. Mekanisme penghambatan  oleh alelokimia  mirip dengan herbisida sintetik, sehingga alelopati berpotensi digunakan sebagai bioherbisida.  Kelebihan bioherbisida dibanding herbisida sintetik adalah larut dalam air  sehingga mudah diaplikasikan, memiliki banyak molekul kaya oksigen dan nitrogen, sedikit mengandung ”atom berat”, sedikit halogen dan tidak memiliki struktur cincin tidak alami, memiliki paruh waktu yang  pendek sehingga tidak terjadi akumulasi senyawa di dalam tanah dan kecil kemungkinan menimbulkan dampak pada organisme non target.

Regulasi Fotodeteksi: Peran Cahaya Pada Performa Produksi Telur Unggas

Kasiyati, _

Buletin Anatomi dan Fisiologi (Bulletin of Anatomy and Physiology) Volume 3, Nomor 2, Tahun 2018
Publisher : Departemen Biologi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (264.85 KB)

Abstract

Cahaya merupakan salah satu faktor lingkungan yang esensial bagi kehidupan aves. Signal cahaya yang diterima oleh hipotalamus dapat mengontrol sekresi gonadotropin releasing hormone (GnRH) yang berperan dalam menstimulasi pitutari melepaskan follicle stimulating hormone (FSH) dan luteinizing hormone (LH). Peningkatan konsetrasi dan waktu sekresi gonadotropin  berpengaruh pada umur dewasa kelamin, siklus ovulasi, serta performa produksi telur pada aves. Tujuan dari ulasan artikel ini fokus pada peran cahaya yang melibatkan sistem sensori pada performa produksi telur unggas. Organ fotoreseptor vertebrata non-mamalia termasuk aves selain mata adalah organ pineal dan fotoreseptor otak bagian dalam (deep brain photoreceptors). Beberapa molekul fotoreseptor deep brain, yaitu rodopsin (RH), melanopsin (OPN4), dan vertebrate ancient (VA)-opsin, serta protein opsin 5 (OPN5 atau neuropsin). Paparan cahaya yang lebih lama pada siang hari yang panjang menstimulasi peningkatan ekspresi mRNA GnRH sehingga menginduksi dewasa (matang) kelamin unggas. Peningkatan performa reproduksi walaupun kecil tetap berpengaruh pada produksi telur. Lebih dari 33% peningkatan performa reproduksi dan produksi telur merupakan kontribusi dari penggunaan cahaya. Intisari dari ulasan ini adalah mengetahui peran fotoreseptor pada unggas.

Aplikasi Pupuk Organik Kotoran Ayam dan Jerami Padi pada Pertumbuhan dan Produksi Bawang Merah (Allium cepa L. var. bima curut)

Khasanah, Mudlikatun, Suedy, Sri Widodo Agung, Prihastanti, Erma

Buletin Anatomi dan Fisiologi (Bulletin of Anatomy and Physiology) Volume 3, Nomor 2, Tahun 2018
Publisher : Departemen Biologi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.883 KB)

Abstract

Salah satu varietas bawang merah lokal adalah bima curut dengan kemampuan adaptasi yang baik, ukuran umbi besar, dan jumlah anakan yang banyak. Optimasi peningkatan produksi bawang merah salah satunya melalui pemupukan menggunakan pupuk organik dari kotoran ayam dan jerami padi. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh pupuk organik dari bahan kotoran ayam dan jerami padi terhadap pertumbuhan dan produksi bawang merah. Rancangan penelitian yang digunakan adalah RAL (Rancangan Acak Lengkap), dengan 7 perlakuan yaitu: P0 (tanpa pupuk); P1 (pupuk anorganik); P2 (pupuk kotoran ayam:pupuk jerami, perbandingan 0:1); P3 (pupuk kotoran ayam:pupuk jerami, perbandingan 1:0); P4 (pupuk kotoran ayam:pupuk jerami perbandingan 1:1); P5 (Pupuk kotoran ayam:pupuk jerami, perbandingan 1:2); P6 (pupuk kotoran ayam:pupuk jerami, perbandingan 2:1); tiap perlakuan dengan 4 ulangan. Analisis data menggunakan Analysis of Variance dilanjutkan dengan uji Duncan’s Multiple Range Test pada taraf signifikasi 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan pupuk organik kotoran ayam dan jerami padi berpengaruh nyata meningkatkan pertumbuhan dan produksi bawang merah berupa: jumlah daun sebesar 41% dan tinggi tanaman sebesar 42%, serta jumlah umbi/rumpun sebesar 41%; jumlah umbi/m2 sebesar 22%; berat basah sebesar 35%; dan berat kering sebesar 31% dibandingkan kontrol (P0).

Indeks Kuning Telur, Indeks Putih Telur dan pH Telur Puyuh Jepang (Coturnix-coturnix japonica L) setelah pencelupan pada air mendidih sebelum penyimpanan

Djaelani, Muhammad Anwar

Buletin Anatomi dan Fisiologi (Bulletin of Anatomy and Physiology) Volume 3, Nomor 2, Tahun 2018
Publisher : Departemen Biologi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (180.843 KB)

Abstract

Telur memiliki kandungan gizi yang lengkap mulai dari  protein,  lemak,  vitamin,  dan  mineral.  Telur mengandung bahan organik yang mudah rusak. Salah satu faktor yang menyebabkan rusaknya telur adalah lama waktu penyimpanan . Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai Indeks Kuning Telur (IKT), Indeks Putih Telur (IPT), dan pH telur puyuh Jepang (Coturnix-coturnix japonica L)  setelah pencelupan dengan air mendidih. Sampel yang digunakan adalah telur puyuh yang diambil pada hari keempat peneluran. Sampel berasal dari peternakan di Klaten Jawa Tengah Indonesia. Pada penelitian ini digunakan Rancangan acak  lengkap dengan 5 kelompok perlakuan yaitu P1 kelompok telur,diamati pada hari ke 4.P2 kelompok telur,diamati pada hari ke 18. P3 kelompok telur dicelupkan pada air mendidih selama 5 detik, disimpan dan diamati pada hari ke 18. P4 kelompok telur,diamati pada hari ke 32. P5 kelompok telur dicelupkan pada air mendidih selama 5 detik, disimpan dan diamati pada hari ke 32. Masing- masing kelompok terdiri dari 15 ulangan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan ANOVA dengan taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan semua variabel penelitian meenunjukkan penurunan seiring dengan bertambahnya waktu penyimpanan. Penurunan kualitas disebabkan faktor lamanya penyimpanan yang menyebabkan perubahan kondisi telur.

Tebal Dinding dan Diameter Lumen Arteria Koronaria Tikus Putih Setelah Pemberian Teh Kombucha Kadar 75% Waktu Fermentasi 6, 9 dan 12 Hari

Isdadiyanto, Sri

Buletin Anatomi dan Fisiologi (Bulletin of Anatomy and Physiology) Volume 3, Nomor 2, Tahun 2018
Publisher : Departemen Biologi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (391.992 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian teh kombucha kadar 75% sebagai drinking water dengan variasi waktu fermentasi. Penelitian ini menggunakan Tikus putih (Rattus norvegicus) jantan  sebanyak 16 ekor umur 2 bulan, dengan perlakuan Teh kombucha yang difermentasi selama 6, 9 dan 12 hari pada suhu 25oC per oral. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 4 perlakuan (selama 28 hari) dan 4 ulangan, yaitu : P0 = kontrol, tanpa tambahan teh kombucha, P1 = air minum + 1,8 ml teh kombucha pagi dan sore fermentasi 6 hari, P2 = air minum + 1,8 ml teh kombucha pagi dan sore fermentasi 9 hari, P3 = air minum + 1,8 ml teh kombucha pagi dan sore fermentasi 12 hari. Variabel yang diukur adalah kadar kolesterol, HDL dan LDL. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan ANOVA yang dilanjutkan dengan Uji Duncan dengan taraf kepercayaan 95% dengan menggunakan perangkat lunak SPSS 10,0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian teh kombucha tidak mempengaruhi tebal dinding dan diameter lumen arteria koronaria tikus putih (Rattus norvegicus).

Pertumbuhan Anak Itik Magelang (Anas javanica) Pasca Tetas dari Induk yang Disuplementasi Kurkumin (Curcuma Longa L.) serta Dipajan Cahaya Putih dan Merah

Albab, Luthfiana Ulil, Isdadiyanto, Sri, Djaelani, Muhammad Anwar

Buletin Anatomi dan Fisiologi (Bulletin of Anatomy and Physiology) Volume 3, Nomor 2, Tahun 2018
Publisher : Departemen Biologi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (332.476 KB)

Abstract

 Itik magelang merupakan itik lokal yang memiliki prosentase produksi telur  mencapai 80% pada pemeliharaan intensif, untuk meningkatkan produksi telur maka pada penelitian ini itik magelang diberi suplementasi kurkumin serta pajanan cahaya putih dan merah. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh pemberian kurkumin serta cahaya putih dan merah pada induk terhadap pertumbuhan anak itik magelang. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang berasal dari 4 induk yang berbeda, yaitu induk A0B0 (kurkumin 0 mg dan cahaya putih),  A0B1 (kurkumin 0 mg dan  cahaya merah), A1B0 (kurkumin 18 mg dan cahaya putih) dan A1B1 (kurkumin 18 mg dan cahaya merah). Masing-masing kelompok induk diambil 5 anak itik betina untuk diukur morfometrinya. Variabel yang diamati berupa morfometri yang terdiri dari pengukuran panjang badan, panjang sayap, dan panjang kaki. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji non parametrik Kruskal Wallis dan diuji lanjut menggunakan uji Mann Whitney-U. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa suplementasi kurkumin dan pajanan cahaya putih serta merah pada induk secara umum dapat mempengaruhi pertumbuhan anak itik magelang.

Gambaran Fisiologis Kadar Kolesistokinin Tikus Wistar (Rattus norvegicus) Jantan Umur 1 Bulan

Hana, Amelia, Airin, Claude Mona

Buletin Anatomi dan Fisiologi (Bulletin of Anatomy and Physiology) Volume 3, Nomor 2, Tahun 2018
Publisher : Departemen Biologi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (444.829 KB)

Abstract

Peran fisiologis kolesistokinin (CCK) adalah pengendalian fungsi gastrointestinal. Kolesistokinin akan disekresikan oleh sel endokrin usus sebagai respons terhadap makan yang kekurangan atau kelebihan lipid dan protein. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran fisiologis kadar kolesistokinin tikus Wistar umur 1 bulan. Dua puluh ekor tikus Wistar (Rattus norvegicus) jantan, umur 1 bulan, diadaptasikan selama 7 hari dalam kandang individu dengan pakan AD II dan minum air ad libitum. Kemudian dilakukan penimbangan berat badan dan pengambilan darah lewat vena orbitalis untuk pengukuran kadar CCK plasma, kadar glukosa darah, dan kadar kolesterol darah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berat badan rata-rata tikus adalah 54,6+3,36 gram, kadar kolesistokinin 259,61+104,60 pg/mL, kadar glukosa darah 125,35+20,36 mg/dL dan kadar kolesterol 74,5+14,73 mg/dL. Setelah dianalisis korelasi disimpulkan bahwa pada tikus jantan normal umur 1 bulan kadar CCK plasma tidak berkorelasi dengan kadar glukosa darah dan kadar kolesterol darah.