cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Buletin Anatomi dan Fisiologi (Bulletin of Anatomy and Physiology)
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 81 Documents
Analisis Proksimat dan Nilai Kesukaaan Beras Artifisial Berbahan Dasar Tepung Ubi Kayu (Manihot esculenta Crantz ) dan Tepung Labu Kuning (Cucurbita moschata Durch) Rahmawati, Dewi Kartika; Izzati, Munifatul; Parman, Sarjana
Buletin Anatomi dan Fisiologi (Bulletin of Anatomy and Physiology) Volume 3, Nomor 2, Tahun 2018
Publisher : Departemen Biologi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.057 KB) | DOI: 10.14710/baf.3.2.2018.203-206

Abstract

Beras artifisial adalah beras yang dibuat dari non padi dengan kandungan karbohidrat mendekati atau melebihi beras. Beras artifisial berbahan dasar tepung ubi kayu dan labu  kuning merupakan solusi agar ketergantungan masyarakat terhadap beras dapat dikurangi.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mengkaji kandungan gizi beras  artifisial  berbahan dasar tepung ubi kayu dan labu kuning ditinjau dari analisis proksimat dan antioksidan serta mengetahui dan mengkaji tingkat kesukaan masyarakat. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan satu faktor yaitu jumlah perbandingan tepung ubi kayu dan tepung labu kuning yang terdiri dari 3 taraf yaitu formula 2:1, 1:1 dan 1:2. Metode dari penelitian ini meliputi analisis proksimat, analisis antioksidan dan uji nilai kesukaan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa formula beras artifisial berbahan dasar tepung ubi kayu dan labu kuning yang memiliki kualitas gizi terbaik yaitu formula 1:2. Formula 1:2  memiliki kadar abu sebesar 3,5%; kadar  a ir 9,2%; kadar serat kasar 8,2%;kadar protein 8%; kadar lemak 0,4%; kadar karbohidrat 78,5% dan  kadar antioksidan 8%. Uji nilai kesukaan menunjukan bahwa beras artifisial berbahan dasar tepung ubi kayu dan labu kuning formula 1:2 kurang disukai dari segi warna, aroma, dan penerimaan umum,  namun dari segi rasa panelis rata-rata menyukainya.
Kualitas Air dan Pertumbuhan Semai Avicennia marina (Forsk.) Vierh pada Lebar Saluran Tambak Wanamina yang Berbeda Suryani, Nimas Ayu; Hastuti, Endah Dwi; Budihastuti, Rini
Buletin Anatomi dan Fisiologi (Bulletin of Anatomy and Physiology) Volume 3, Nomor 2, Tahun 2018
Publisher : Departemen Biologi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (481.817 KB) | DOI: 10.14710/baf.3.2.2018.207-214

Abstract

Avicennia marina merupakan jenis mangrove yang sifatnya rentan terhadap perubahan lingkungan, sehingga secara langsung dapat mempengaruhi pertumbuhannya. Lebar saluran yang berbeda akan menentukan distribusi air dan nutrient sehingga dapat mempengaruhi kualitas air yang secara langsung mempengaruhi pertumbuhan vegetasi mangrove. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kualitas air dan pertumbuhan semai Avicennia marina berdasarkan lebar saluran tambak yang berbeda. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Rancangan Acak Kelompok (RAK). Analisis data yang digunakan berupa analisis varians (ANOVA) satu faktor dengan uji lanjut Duncan dan analisis deskriptif. Faktor yang digunakan yaitu lebar saluran. Saluran dengan lebar 1m, 2m, 3m dengan 6 ulangan. Hasil analisis sidik ragam terhadap kualitas air dan pertumbuhan semai Avicennia marina selama empat bulan pengamatan pada lebar saluran yang berbeda menunjukkan hasil yang tidak berbeda nyata. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa lebar saluran tambak yang berbeda berpengaruh terhadap kualitas lingkungan terutama suhu. Perlakuan lebar saluran tambak wanamina yang berbeda belum memberikan pengaruh yang nyata terhadap pertumbuhan diameter batang dan kelulushidupan semai Avicennia marina.
Hubungan Kualitas Air dengan Pertumbuhan Semai Rhizophora mucronata Lamk. Pada Periode Pengamatan yang Berbeda _, Solikhah; Hastuti, Endah Dwi; Budihastuti, Rini
Buletin Anatomi dan Fisiologi (Bulletin of Anatomy and Physiology) Volume 3, Nomor 2, Tahun 2018
Publisher : Departemen Biologi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.749 KB) | DOI: 10.14710/baf.3.2.2018.215-222

Abstract

Pengelolaan kawasan tambak dapat dilihat dari peran mangrove dalam pengendalian kualitas lingkungan tambak. Pengelolaan ekosistem mangrove dapat dilakukan dengan polikultur atau wanamina (silvofishery). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kualitas air (suhu, kekeruhan, salinitas, pH, dan DO) terhadap pertumbuhan semai Rhizophora mucronata Lamk. pada periode pengamatan yang berbeda di saluran tambak wanamina Semai mangrove sangat rentan terhadap perubahan lingkungan, sehingga kemampuan adaptasi terhadap lingkungan tumbuhnya menentukan keberhasilan pertumbuhan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan perlakuan periode pengamatan. Analisis data yang digunakan berupa analisis varians (ANOVA) satu faktor (periode pengamatan) dengan 6 perlakuan yaitu periode pengamatan I, II, III, IV, V , dan VI serta analisis regresi linear berganda untuk mengetahui hubungan kualitas lingkungan dengan pertumbuhan semai. Analisis data menunjukkan bahwa tingkat pertumbuhan daun rendah, pertumbuhan jumlah cabang belum ditemukan, diameter batang dan tinggi tanaman mengalami pertumbuhan. Periode pengamatan berpengaruh terhadap kualitas air. Kualitas air yg berpengaruh nyata yaitu suhu, kekeruhan dan salinitas. Kekeruhan dan suhu merupakan parameter kualitas air yang memiliki hubungan paling erat dengan pertumbuhan  semai  Rhizophora mucronata.
Pengaruh Cara dan Waktu Penyimpanan terhadap Susut Bobot, Kadar Glukosa dan Kadar Karotenoid Umbi Kentang Konsumsi (Solanum tuberosum L. Var Granola) Purnomo, Edi; Suedy, Sri Widodo Agung; Haryanti, Sri
Buletin Anatomi dan Fisiologi (Bulletin of Anatomy and Physiology) Volume 2, Nomor 2, Tahun 2017
Publisher : Departemen Biologi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/baf.2.2.2017.107-113

Abstract

Penyimpanan produk pertanian merupakan hal yang penting dilakukan dalam penanganan pasca panen. Kentang merupakan produk hortikultura yang mudah rusak, sehingga dibutuhkan penanganan yang baik untuk mempertahankan kualitasnya sebagai salah satu bahan pangan fungsional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh cara dan waktu penyimpanan terhadap kualitas pada kentang konsumsi. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan 2 faktor. Faktor  pertama yaitu cara penyimpanan; disimpan pada wadah terbuka (K1) dan disimpan pada wadah berpenutup (K2). Faktor  kedua  adalah waktu penyimpanan dengan (T1); 2 minggu, (T2); 4 minggu, (T3);    6 minggu, (T4); 8 minggu, (T5); 10 minggu. Penelitian terdiri dari 10 perlakuan dengan 3 ulangan. Parameter penelitian terdiri: susut bobot kadar glukosa dan kadar karotenoid. Analisis data yang digunakan adalah Analysis of Variance (ANOVA) yang dilanjutkan dengan uji lanjut Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada taraf signifikasi 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cara penyimpanan di wadah terbuka (K1) cenderung meningkatkan angka susut bobot dibandingkan cara penyimpanan pada wadah berpenutup (K2), sedangkan waktu penyimpanan (T) cenderung menurunkan kadar glukosa dan kadar karotenoid umbi kentang konsumsi. Interaksi antara cara dan waktu penyimpanan tidak berpengaruh nyata terhadap susut bobot, kadar glukosa dan kadar karotenoid (p>0,05). Penyimpanan umbi kentang konsumsi sebaiknya dijauhkan dari adanya kehadiran cahaya dengan masa simpan kurang dari 4 minggu. Kata kunci: cara penyimpanan; waktu penyimpanan; Solanum tuberosum L.; kualitas
Penggunaan Kinetin, Asam Naftalen Asetat, dan Benzil Adenin dalam Induksi Kalus Kecubung (Datura metel L.) Secara In Vitro Nurchayati, Yulita; Santosa, Santosa; Nugroho, Laurentius H; Indrianto, Ari
Buletin Anatomi dan Fisiologi (Bulletin of Anatomy and Physiology) Volume 3, Nomor 1, Tahun 2018
Publisher : Departemen Biologi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/baf.3.1.2018.105-109

Abstract

Kecubung (Datura metel L.) merupakan tumbuhan penghasil hyosciamin dan skopolamin, yang berkasiat sebagai anticholergic dan spasmolytic. Kedua metabolit dapat ditingkatkan produksinya dari kultur kalus. Induksi  kalus dari daun kecubung dilakukan dengan menggunakan aplikasi zat pengatur tumbuh (ZPT). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari respon dan perkembangan daun kecubung terhadap beberapa macam hormon dan untuk menseleksi kalus yang terbentuk secara in vitro. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 6 perlakuan ZPT dalam medium Murashige & Skoog (MS) yaitu tanpa hormon, Kinetin tunggal, NAA tunggal, kombinasi Kinetin dan NAA, BA tunggal serta kombinasi BA dan NAA.  Daun yang telah disterilkan ditumbuhkan dalam medium MS dengan penambahan sukrosa 3% dan beberapa ZPT perlakuan dan diberikan 5 ulangan.   Kalus yang terbentuk disubkultur dalam medium yang sama formulasinya untuk mengoptimalkan pertumbuhan. Hasil menunjukkan bahwa kalus dapat terbentuk pada semua medium yang diujikan. Kalus yang remah diperoleh dari medium MS dengan ZPT kombinasi kinetin 3x10-5 M dan NAA 10-5 M. Respon kalus yang berbeda diperoleh dari medium dengan penambahan BA tanpa NAA. Penambahan BA tunggal 6x10-6 M dalam medium MS menginduksi kalus yang embrionik. Kata kunci : induksi kalus; zat pengatur tumbuh; kalus remah; kalus embrionik 
Kualitas Madu Lokal dari Beberapa Wilayah di Kabupaten Temanggung Savitri, Ni Putu Tasya; Hastuti, Endah Dwi; Suedy, Sri Widodo Agung
Buletin Anatomi dan Fisiologi (Bulletin of Anatomy and Physiology) Volume 2, Nomor 1, Tahun 2017
Publisher : Departemen Biologi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/baf.2.1.2017.58-66

Abstract

Kualitas madu yang baik harus memenuhi standar acuan yang ditetapkan pemerintah. Kualitas madu dapat dilihat dari kadar air, gula total, dan keasaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas madu lokal dari 5 desa di Kabupaten Temanggung. Preparasi uji kadar air dan gula total dengan metode refraktometri, serta kadar keasaman dengan metode titrasi asam-basa. Metode penentuan lokasi sampling penelitian menggunakan metode purposive sampling berdasarkan perbedaan wilayah geografi, yaitu madu randu dari Desa Nglorog, madu kaliandra dari Desa Kwadungan Jurang, madu randu dari Desa Kentengsari, madu karet dari Desa Medari, dan madu kopi dari Desa Rejosari. Parameter yang digunakan untuk nilai kadar air, gula total, dan keasaman mengacu pada standar yang ditetapkan pemerintah (SNI-2013). Analisis data kuantitatif kadar air, gula total, dan keasaman menggunakan Analysis of Variance (ANOVA) dan Duncan’s Multiple Range Test (DMRT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa wilayah geografi yang berbeda pengaruh nyata pada kadar air, gula total, dan keasaman madu yang diteliti. Kualitas madu terbaik ditemukan  pada madu karet dari Desa Medari dengan kadar air 20,9%, kadar gula total 77,5%,dan kadar keasaman 34,59 ml NaOH/kg dimana nilainya mendekati nilai Standar Nilai Indonesia (SNI-2013) untuk madu. Kata kunci: madu; kadar air; kadar gula total; kadar keasaman
Pengaruh Pemberian Pupuk Nanosilica terhadap Pertumbuhan dan Kandungan Serat Kasar Tanaman Rumput Gajah (Pennisetum purpureum Schum.) sebagai Bahan Pakan Ternak Laksmita, Alivia Prima; Suedy, Sri Widodo Agung; Parman, Sarjana
Buletin Anatomi dan Fisiologi (Bulletin of Anatomy and Physiology) Volume 3, Nomor 1, Tahun 2018
Publisher : Departemen Biologi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/baf.3.1.2018.29-38

Abstract

Silika merupakan unsur yang memiliki peran penting dalam meningkatkan pertumbuhan tanaman khususnya kelompok Graminae seperti rumput gajah. Rumput gajah (Pennisetum purpureum Schum.) merupakan bahan pakan utama bagi kehidupan ternak serta merupakan dasar dalam usaha pengembangan peternakan. Rumput gajah membutuhkan silika lebih banyak, karena lahan pertanian di Indonesia banyak mengalami leaching unsur hara mikro termasuk Si. Penambahan Si melalui pemupukan diperlukan untuk tanaman akumulator Si. Pemupukan silika dalam bentuk nano saat ini sedang dikembangkan karena langsung mencapai target, dan dibutuhkan dalam jumlah yang sedikit. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pemberian pupuk nanosilika serta konsentrasi optimal pupuk nanosilika terhadap pertumbuhan dan kandungan serat kasar rumput gajah. Penelitian ini dilaksanakan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan satu faktor yaitu konsentrasi pemupukan nanosilika, 5 perlakuan dan 5 ulangan dengan konsentrasi nanosilika P0:0mL/L (kontrol), P1:2,5 mL/L, P2: 5 mL/L, P3: 7,5 mL/L, P4: 10 mL/L dan dipanen pada umur 40 HST dan 60 HST. Data dianalisis dengan Analysis of Variance (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) pada taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada perlakuan P4 dapat meningkatkan pertumbuhan yaitu tinggi tanaman sebanyak 17,5%, jumlah daun sebanyak 27,1%, luas daun sebanyak 76,03% dari perlakuan kontrol pada umur 40 HST, sedangkan pada umur 60 HST parameter pertumbuhan yaitu tinggi tanaman meningkat 42,6%, jumlah daun meningkat 49,5%, luas daun meningkat 86,02%, berat basah meningkat 157,81%, berat kering meningkat 102,44% dibandingkan kontrol. Hasil pemupukan pada perlakuan P3 dapat meningkatkan serat kasar sebanyak 13,2% pada umur 60 HST dibandingkan kontrol. Kata kunci: pertumbuhan; serat kasar; rumput gajah; nanosilika
Pengaruh Waktu Fermentasi Teh Kombucha Kadar 75% terhadap Profil Lipid Tikus Putih Isdadiyanto, Sri; Tana, Silvana
Buletin Anatomi dan Fisiologi (Bulletin of Anatomy and Physiology) Volume 1, Nomor 1, Tahun 2016
Publisher : Departemen Biologi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/baf.1.1.2016.30-35

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian teh kombucha kadar 75% sebagai drinking water dengan variasi waktu fermentasi. Penelitian ini menggunakan Tikus putih (Rattus norvegicus) jantan  sebanyak 16 ekor umur 2 bulan, dengan perlakuan Teh kombucha yang difermentasi selama 6, 9 dan 12 hari pada suhu 25oC per oral. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 4 perlakuan (selama 28 hari) dan 4 ulangan, yaitu : P0 = kontrol, tanpa tambahan teh kombucha, P1 = air minum + 1,8 ml teh kombucha pagi dan sore fermentasi 6 hari, P2 = air minum + 1,8 ml teh kombucha pagi dan sore fermentasi 9 hari, P3 = air minum + 1,8 ml teh kombucha pagi dan sore fermentasi 12 hari. Variabel yang diukur adalah kadar kolesterol, HDL dan LDL. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan ANOVA yang dilanjutkan dengan Uji Duncan dengan taraf kepercayaan 95% dengan menggunakan perangkat lunak SPSS 10,0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian teh kombucha dapat menaikkan kadar HDL, menurunkan kadar kolesterol dan LDL serum darah tikus putih (Rattus norvegicus). Kata kunci: Rattus norvegicus; teh kombucha kadar 75%; kolesterol; HDL; LDL
Kandungan Lemak Telur, Indeks Kuning Telur, dan Susut Bobot Telur Puyuh Jepang (Coturnix-coturnix japonica L) setelah dicuci dan disimpan selama waktu tertentu Djaelani, Muhammad Anwar
Buletin Anatomi dan Fisiologi (Bulletin of Anatomy and Physiology) Volume 2, Nomor 2, Tahun 2017
Publisher : Departemen Biologi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/baf.2.2.2017.205-210

Abstract

Telur puyuh Jepang (Coturnix coturnix japonica L.) banyak diminati masyarakat di Indonesia karena nilai gizi telur puyuh tidak kalah dengan telur unggas lain. Puyuh juga merupakan unggas yang  tinggi produktivitas telurnya. Telur mengandung bahan organik yang mudah rusak. Salah satu faktor yang menyebabkan rusaknya telur adalah lama waktu penyimpanan . Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan lemak telur, indeks kuning telur (IKT) dan susut bobot telur, setelah dicuci dan disimpan pada ruang terbuka dalam waktu tertentu. Pada penelitian ini telur puyuh sebanyak  50 butir yang berasal dari peternakan di Boyolali Jawa Tengah digunakan sebagai bahan uji. Telur yang digunakan diambil pada hari ketiga setelah telur dikeluarkan dari induknya. Rancangan digunakan pada  penelitian ini adalah rancangan acak  lengkap dengan 5 kelompok perlakuan, masing-masing kelompok terdiri 10 ulangan. Kelompok tersebut adalah P1 kelompok telur diamati pada hari ke 3. P2 kelompok telur tanpa dicuci kemudian disimpan dan diamati pada hari ke 17. P3 kelompok telur  dicuci lebih dahulu kemudian disimpan dan diamati pada hari ke 17. P4 kelompok telur tanpa dicuci kemudian disimpan dan diamati pada hari ke 31. P5 kelompok telur dicuci lebih dahulu kemudian disimpan dan diamati padahari ke 31. Data penelitian yang didapat dianalisis menggunakan Anova dan uji lanjut Duncan keduanya dengan taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan kandungan lemak telur dan indeks kuning telur mengalami penurunan karena pencucian dan seiring dengan bertambahnya waktu penyimpanan. Susut bobot telur mengalami kenaikan Penurunan kandungan lemak telur dan indeks kuning telur serta kenaikan Susut bobot telur akibat dari lamanya penyimpanan dan pencucian. Kata kunci : telur puyuh; penyimpanan telur; lemak telur; indeks kuning telur; susut bobot telur
Pengaruh Pupuk Nanosilika Terhadap Jumlah Stomata, Kandungan Klorofil dan Pertumbuhan Padi Hitam (Oryza sativa L. cv. japonica) Putri, Fevi Mawadhah; Suedy, Sri Widodo Agung; Darmanti, Sri
Buletin Anatomi dan Fisiologi (Bulletin of Anatomy and Physiology) Volume 2, Nomor 1, Tahun 2017
Publisher : Departemen Biologi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/baf.2.1.2017.72-79

Abstract

Tanaman padi membutuhkan silika lebih banyak dari pada tanaman lainnya, sementara lahan pertanian di Indonesia banyak yang mengalami leaching unsur hara mikro termasuk Si.Unsur hara Si untuk tanaman padi selama ini hanya didapat dari keberadaannya di lahan sawah dan tidak dilakukan penambahan dari luar, hal ini menyebabkan ketersediaan Si akan terus berkurang dari waktu ke waktu, untuk mengatasi hal tersebut perlu dilakukan pemupukan silika. Penggunaaan pupuk silika dalam bentuk nano lebih menguntungkan bagi tanaman karena lebih reaktif, distribusi lebih merata dan langsung mencapai target, serta hanya dibutuhkan dalam jumlah sedikit. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pemberian pupuk nanosilika terhadap jumlah stomata,kandungan klorofil dan pertumbuhan padi hitam (Oryza sativa L. cv.  Japonica). Penelitian ini dilakukan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor, yaitu konsentasi pupuk nanosilika dengan lima taraf perlakuan:0 ml/L; 2,5 ml/L; 5 ml/L; 7,5 ml/L; 10 ml/L.Data yang diperoleh dianalisis menggunakanAnalisys of Variance (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncan’s Multiple Range Test(DMRT) pada taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk nanosilika dengan konsentrasi 7,5 ml/L dapat meningkatkan pertumbuhan yaitu; jumlah stomata sebesar 142 %, tinggi tanaman sebesar 33% dan tebal daun sebesar 100% dibandingkan kontrol. Namun pemberian pupuk nanosilika tidak berpengaruh nyata terhadap jumlah anakan, bobot basah, bobot kering dan kandungan klorofil. Kata kunci: beras hitam; nanosilika; pertumbuhan; stomata; klorofil