cover
Filter by Year
Theorems (The Original Research of Mathematics)
Published by Universitas Majalengka
Journal of THEOREMS (The Original Research of Mathematics) published by Program Studi Pendidikan Matematika, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Majalengka, that contains writings from innovative and relevant research and conceptual studies related to mathematics and / or the development of mathematics learning.
Articles
57
Articles
​
Kelas Virtual Menggunakan E-Learning Berbasis Edmodo (Virtual Classes Using E-Learning Based on Edmodo)

Santoso, Erik

Theorems (The Original Research of Mathematics) Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Theorems (The Original Research of Mathematics)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

ABSTRAKPerkembangan teknologi yang cepat membuat pandangan pembelajaran berubah pula. Dulu pembelajaran hanya dilakukan di dalam kelas dengan media cetak yang disedikan oleh guru, sekarang melalui pemanfaatan internet guru bisa melaksanakan pembelajaran dimana saja dan kapan saja. Oleh karena itu pembelajaran yang demikian dapat memfasilitasi guru untuk melaksanakan pembelajaran yang dinamis dan dapat mengontrol siswa dalam pembelajaran di luar kelas. Edmodo merupakan platform yang banyak digunakan dalam pembelajaran berbasis e-learning. Edmodo sudah dirancang sebagai facebooknya pembelajaran, guru dan siswa serta orang tua dapat melihat pembelajaran pada kelas Edmodo yang dinamakan dengan kelas virtual, yang menjadi siswa dalam kelas Edmodo sudah diatur terlebih dahulu oleh guru sehingga percakapan pembelajaran hanya dapat dilihat oleh guru dan siswa, sehingga tingkat privasi dapat lebih terjaga. Melalui platform yang disediakan oleh Edmodo guru mampu memberikan tugas berupa latihan, kuis baik dalam bentuk gambar, audion atau yang lainnya dengan mudah, melalui pemanfaatan Edmodo diharapkan bahwa guru bisa meningkatkan pemahaman siswa terhadap materinya dan adanya pembelajaran yang sifatnya dinamis dan efektif karena pembelajaran dapat dilaksanakan kapanpun dan dimanapun.Kata kunci: kelas virtual, e-learning, edmodoABSTRACTThe Rapid technological developments makes learning views change as well. In the past learning was only done in the classroom with print media provided by the teacher, now through the use of the internet teachers can carry out learning anywhere and anytime. Therefore such learning can facilitate teachers to carry out dynamic learning and can control students in learning outside the classroom. Edmodo is a platform that is widely used in e-learning based learning. Edmodo has been designed as a learning facebook, teachers and students as well as parents can see learning in Edmodo's class called virtual classes, which become students in Edmodo class have been arranged in advance by the teacher so that learning conversations can only be seen by teachers and students, so that the level privacy can be better maintained. Through the platform provided by Edmodo the teacher is able to provide assignments in the form of exercises, quizzes in the form of images, audio or others easily, through the use of Edmodo it is hoped that teachers can improve students' understanding of the material and the existence of dynamic and effective learning because learning can be implemented anytime and anywhere.Keywords: e-learning, edmodo, virtual class.

PENGARUH JENIS KELAMIN TERHADAP MINAT MELANJUTKAN STUDI KE PERGURUAN TINGGI (THE GENDER IMPACT ON INTEREST IN CONTINUING STUDY AT MATHEMATICS EDUCATION DEPARTMENT OF UNIVERSITY OF SINGAPERBANGSA KARAWANG)

Attin Warmi, Alpha Galih Adirakasiwi,

Theorems (The Original Research of Mathematics) Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Theorems (The Original Research of Mathematics)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

ABSTRAKAdapun penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan menguji pengaruh jenis kelamin berpengaruh terhadap minat melanjutkan studi keperguruan tinggi pada jurusan pendidikan matematika di UNSIKA. penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif, dengan metode survei. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa/i kelas XII SMA yang berada di kecamatan Karawang Barat. Teknik pengambilan sampel proportional random sampling. Pengujian hipotesis meliputi uji normalitas,  analisis regresi linier sederhana dan uji koefisien determinasi. Dari hasil analisis tersebut diperoleh persamaan regresi Y = 168,044  + 1,649X dan hasil pengujian F untuk koefisien determinasi sebesar 2,.350. sedangkan R kritik (n = 70; dengan taraf signifikansi 5%) = 0,033. Berdasarkan hasil analisis regresi linier sederhan yang dilanjutkan dengan uji koefisien determinasi dengan menggunakan Program SPSS bahwa jenis kelamin hanya mempengaruhi minat melanjukan studi sebesar 3,3 %, sedangkan faktor lain yang mempengaruhi minat namun tidak diteliti oleh peneliti ada sebesar 96,7% Kata kunci: jenis kelamin, minat melanjutkan studiABSTRACTThe research aims to analyze and examine the influence of gender influencing the interest in continuing college studies in mathematics education department of UNSIKA. This study used a quantitative research with a survey method. The population in this study were the high school students in class XII in Kecamatan Karawang Barat. The samples were selected used proportional random sampling technique. The data was analyzed by testing the hypothesis, included normality test, simple linear regression analysis, and the determination coefficient test. From the results of the analysis, it is obtained a regression equation Y = 168,044 + 1,649X and F test results for the determination coefficient is 2,350; while R criticism (n = 70; with a significance level of 5%) is 0,033. Based on the results of a simple linear regression analysis followed by the determination coefficient test using the SPSS Program, it is known that gender only affects interest in continuing study at mathematics education department of UNSIKA by 3,3%, while the other factors that influence interest but not examined in this research affect by 96.7%.Keywords: gender, interest in continuing study

Analisis Keterampilan Berpikir Kritis Matematik Siswa Melalui Penerapan Strategi Pembelajaran SLIM-N-BIL (Analysis of Students Mathematical Critical Thinking Skills Through Learning Strategies of SLIM-N-BIL)

Sholihat, M. Nuur’aini

Theorems (The Original Research of Mathematics) Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Theorems (The Original Research of Mathematics)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

ABSTRAKKeterampilan berpikir kritis merupakan modal dasar dalam mengambil keputusan dan memecahkan masalah. Untuk meningkatkan keterampilan tersebut, salah satu alternatifnya adalah menerapkan strategi pembelajaran SLIM-N-BIL (Spasial-visual, Linguistik-verbal, Interpersonal, Musikal-Ritmik, Naturalis, Badan-kinestetik, Intrapersonal, dan Logis-matematis). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keterampilan berpikir kritis matematik siswa setelah memperoleh strategi pembelajaran SLIM-N-BIL. Untuk mengarah kepada tujuan tersebut, maka penelitian ini menelaah keterampilan berpikir kritis matematik siswa dengan menggunakan strategi pembelajaran SLIM-N-BIL pada setiap siklus. Penelitian ini dilaksanakan dengan metode penelitian tindakan kelas dengan subjek penelitian siswa kelas V SD Tulus Kartika Bandung dengan jumlah siswa sebanyak 20 siswa. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi aktivitas siswa, tes formatif dan tes akhir untuk mengukur keterampilan berpikir kritis matematik siswa. Hasil penelitian ini keterampilan berpikir kritis matematik siswa pada setiap siklus berkategori baik, dan ketuntasan belajar klasikal siswa berkategori baik.Kata kunci: keterampilan berpikir kritis, strategi pembelajaran SLIM-N-BIL.ABSTRACTCritical thinking skills are the basic capital in making decisions and problemsolving. To improve these skills, one alternative is to implement SLIM-N-BIL learning strategies (Spatial-visual, Linguistic-verbal, Interpersonal, Musical-Rhythmic, Naturalist, Body-kinesthetic, Intrapersonal, and Logical-Mathematical). This study aims to determine the students' critical mathematical thinking skills after obtaining the SLIM-N-BIL learning strategy. Leading to this goal, this study examines students' critical mathematical thinking skills using the SLIM-N-BIL learning strategy in each cycle. This research was conducted with classroom action research methods with research subjects of fifth grade students of SD Tulus Kartika Bandung with a total of 20 students. The instruments were usedare student activity observation sheets, formative tests and final tests to measure students' critical thinking skills. The results of this study are the mathematical critical thinking skills of students in each cycle are good, and the completeness of learning classical students is good categorize.Keywords: critical thinking skills, SLIM-N-BIL learning strategies.

PENGGUNAAN MODEL PENDIDIKAN MATEMATIKA REALISTIK DALAM MENINGKATKAN PEMAHAMAN MATEMATIS SISWA (USING OF REALISTIC MATHEMATICS EDUCATION MODEL IN IMPROVING MATHEMATICS OF STUDENTS)

Fajar Pamungkas, Dudu Suhandi Saputra, Yuyu Yuliati,

Theorems (The Original Research of Mathematics) Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Theorems (The Original Research of Mathematics)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya pemahaman matematis siswa pada pembelajaran matematika. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IV SDN Sunia III, sebanyak 21 siswa terdiri dari 12 siswa laki-laki dan 9 siswa perempuan. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data diantaranya tes, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian ini dilaksanakan dalam 3 siklus dengan 3 tindakan pada tiap siklusnya. Hasil penelitian menunjukan adanya peningkatan kemampuan matematis siswa kelas IV Sekolah dasar. Hal ini ditunjukkan dengan adanya peningkatan nilai pada siklus I, nilai rata-rata kelas yang diperoleh siswa adalah 56,04 sedangkan persentase ketuntasan belajar klaksikal (mastery learning) adalah47,6% atau 10 orang siswa yang mencapai KKM dan 52,4% atau 11 orang siswa berada dibawah KKM.Pada siklus II, nilai rata-rata kelas kelas yang diperoleh siswa adalah 69,6 sedangkan persentase ketuntasan belajar klaksikal (mastery learning) adalah71,4%atau 15 orang siswa yang mencapai KKM dan 28,6% atau 6 orang siswa berada dibawah KKM. Pada siklus III, nilai rata-rata kelas yang diperoleh siswa adalah 76,5 sedangkan persentase ketuntasan belajar klaksikal (mastery learning) adalah 90,4% atau 19 orang siswa yang mencapai KKM dan 9,6% atau 2 orang siswa berada dibawah KKM.Secara umum dapat disimpulkan, bahwadalam meningkatkan pemahaman matematis siswa di kelas IV sekolah dasar dapat dengan menggunakan model RME (Realistic Mathematics Education).Kata kunci: model rme, pemahaman matematis siswa. ABSTRACTThis research is motivated by the low mathematical understanding of students in mathematics learning. The subjects of this study were fourth grade students of SDN Sunia III, as many as 21 students consisting of 12 male students and 9 female students. The techniques used in data collection include tests, observations, interviews, and documentation. This research was conducted in 3 cycles with 3 actions in each cycle. The results of the study showed an increase in mathematical abilities of grade IV elementary school students. This is indicated by an increase in the value of the first cycle, the average grade obtained by students is 56.04 while the percentage of mastery learning is 47.6% or 10 students who reach the KKM and 52.4% or 11 students are under the KKM. In the second cycle, the average grade of the class obtained by students was 69.6 while the percentage of mastery learning was 71.4% or 15 students who reached the KKM and 28.6% or 6 students were under the KKM. In the third cycle, the class average value obtained by students was 76.5 while the percentage of mastery learning was 90.4% or 19 students who reached the KKM and 9.6% or 2 students were under the KKM. In general it can be concluded, that in improving mathematical understanding of students in grade IV elementary school can use the RME (Realistic Mathematics Education) model.Keywords: rme model, student mathematical understanding.

NEUROSAINS KOGNITIF DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA DI SEKOLAH DASAR (COGNITIVE NEUROSCIENCE OF MATHEMATICS EDUCATION IN ELEMENTARY SCHOOL)

Asep Supena, Dessy Noor Ariani,

Theorems (The Original Research of Mathematics) Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Theorems (The Original Research of Mathematics)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

ABSTRAKArtikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan tahapan perkembangan kognisi numeric pada manusia dari bayi hingga sekolah menengah; bagaimana peran otak dalam pembelajaran matematika; hubungan neurosains kognitif dengan pendidikan matematika; karakteristik kognitif dengan perkembangan dan kognisi atypical pada siswa; dan intervensi dalam peningkatan kognisi matematika pada siswa sekolah dasar. Adapun saran penulis untuk penelitian yang lebih lanjut adalah berupa kolaborasi antara ilmuwan dan pendidik profesional yang relevan dengan bidang pembelajaran matematika  terutama pembelajaran matematika di sekolah dasar untuk menjanjikan kemajuan lebih lanjut dalam pemahaman tidak hanya kognisi matematika, tetapi juga peningkatan kognisi matematika pada siswa sekolah dasar, dengan implikasi jangka pendek dan jangka panjang yang bermanfaat untuk generasi masa depan.Kata kunci:matematika, neurosains kognitif, sekolah dasar.ABSTRACTThis article aims to describe the development of numerical cognitive development in humans from infants to secondary schools; what the role of the brain in mathematics learning is; the relationship of cognitive neuroscience with mathematics education; cognitive characteristics with atypical development and cognition in students; and intervention to improve mathematical cognition in elementary school students. Related to the author's suggestion for further research is collaboration between researchers and professional educators that relevant to the field of mathematics learning especially mathematics learning in elementary schools to encourage further progress in understanding not only mathematics, but also increasing knowledge about mathematics in elementary schools, and  short- and long-term impact on the education of future generationsKeywords:cognitive neuroscience, elementary school, mathematics.

KUALITAS ALAT EVALUASI HASIL BELAJAR MATEMATIKA (QUALITY OF EVALUATION TOOLS OF MATHEMATICAL LEARNING RESULTS)

Kania, Nia

Theorems (The Original Research of Mathematics) Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Theorems (The Original Research of Mathematics)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

ABSTRAKKajian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas sebuah instrumendalam pembelajaran matematika.Kedudukan sebuah instrumendalam pembelajaran adalah sebagai alat untuk mengumpulkan data atau informasi, selanjutnya informasi tersebut digunakan untuk menentukan alternative yang tepat dalam mengambil keputusan.Instrumen yang baik akan mampu mengukur efektivitas suatu kegiatan dalam pembelajaran. Instrumen dikatakan berkualitas dan layak digunakan apabila memenuhi suatu syarat- syarat tertentu, diantaranya harus memenuhi validitas, reliabilitas, daya pembeda, indeks kesukaran, Objektivitas, dan Praktikapabilitas.Kata kunci: alat evaluasi, kualitas, hasil belajar matematikaABSTRACTThis study aims to determine the quality of an instrumenin mathematics learning. The position of an instrumenin learning is a tool to collect data or information, then information is used to determine the right alternative in making decisions. Good instruments will be able to measure the effectiveness of an activity in learning. Instruments are said to be of high quality and are suitable for use when fulfilling certain conditions, including having to fulfill validity, reliability, differentiation, index of difficulty, objectivity, and practicality.Keywords: evaluation tools, quality, mathematics learning outcomes

PENERAPAN MODEL COOPERATIVE TIPE TGT DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA (APPLICATION OF THE COOPERATIVE MODEL OF TGT TYPE IN IMPROVING STUDENT LEARNING OUTCOMES IN MATHEMATICAL LEARNING)Q

Muhammad Ihsan Hernawan, Novi Yuliyanti, Dudu Suhandi saputra,

Theorems (The Original Research of Mathematics) Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Theorems (The Original Research of Mathematics)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi masih rendahnya hasil belajar siswa pada pelajaran Matematika. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang bekerjasama dengan guru kelas V SDN Sunia Baru I, sebanyak 20 siswa terdiri dari 9 siswa laki laki dan 11 siswi perempuan. Penelitian ini berlangsung dalam 3 siklus, setiap siklus terdiri dari tiga pertemuan. Alat yang digunakan dalam pengumpulan data adalah tes berupa soal dan lembar observasi serta dokumentasi data yang diperoleh berupa hasil tes sebagai data primer dan hasil observasi serta dokumentasi sebagai data pendukung. Indikator keberhasilan yang ditetapkan apabila rata-rata kelas meningkat siklus I, siklus II dan siklus III. Hasil penelitian menunjukan bahwa hasil belajar matematika siswa mengalami peningkatan. Hal tersebut ditunjukan dengan peningkatan nilai rata-rata kelas yaitu pada siklus I nilai rata-rata 59,72 dengan ketuntasan individu 9 siswa (45%) diatas KKM, sedangkan 11 siswa (55%) masih dibawah KKM. pada siklus II nilai rata-rata 68,25 dengan ketuntasan individu 13 siswa (65%) diatas KKM, sedangkan 7 siswa (35%) masih dibawah KKM. Pada siklus ke III nilai rata-rata 72,25 dengan ketuntasan individu 16 siswa (80%) diatas KKM, sedangkan 4 siswa (20%) masih dibawah KKM . Selain itu dari data observasi diperoleh sebelum diberikan tindakan siswa terlihat kurang aktif dalam kegiatan pembelajaran, kegiatan pembelajaran lebih didominasi oleh guru. Setelah diberikan tindakan siswa terlihat aktif baik pada saat kegiatan tanya jawab maupun pada saat kegiatan kelompok.Kata kunci : hasil belajar siswa, teams game tournament. ABSTRACTThis research is motivated by the low student learning outcomes in Mathematics. This research is a class action research in collaboration with the fifth grade teacher of SDN Sunia Baru I, as many as 20 students consisting of 9 male students and 11 female students. This study took place in 3 cycles, each cycle consisting of three meetings. The tools used in data collection are tests in the form of questions and observation sheets and documentation of data obtained in the form of test results as primary data and the results of observations and documentation as supporting data. Success indicators are determined if the class average increases in cycle I, cycle II and cycle III. The results showed that the mathematics learning outcomes of students had increased. This is indicated by an increase in the class average value, namely in the first cycle the average value was 59.72 with individual completeness of 9 students (45%) above the KKM, while 11 students (55%) were still below the KKM. in the second cycle the average score was 68.25 with individual completeness of 13 students (65%) above the KKM, while 7 students (35%) were still below the KKM. In the third cycle the average score was 72.25 with individual completeness of 16 students (80%) above the KKM, while 4 students (20%) were still below the KKM. In addition, from observation data obtained before being given the action of students, they were seen to be less active in learning activities, learning activities were more dominated by teachers. After being given the action students look active both during the question and answer activities and during group activities.Keywords: student learning outcomes, teams gamse tournament.

PERAN KESADARAN METAKOGNITIF TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS (THE ROLE OF METACOGNITIVE AWARENESS ON MATHEMATICAL PROBLEM SOLVING SKILLS)

Dani Firmansyah, Hendra Kartika,

Theorems (The Original Research of Mathematics) Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Theorems (The Original Research of Mathematics)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menelaah peran kesadaran metakognitif terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah telaah naratif (narrative review) hasil penelitian terdahulu yang telah dipublikasikan pada jurnal internasional yang terindeks scopus, index copernicus, thomson reuters dan web of science (clarivate analytics) lima tahun terakhir dari tahun 2012-2017. Data diperoleh dari database online pengindeks jurnal. Hasil menunjukkan bahwa terdapat korelasi yang signifikan antara kesadaran metakognitif dengan kemampuan pemecahan masalah matematis. Berdasarkan hasil tersebut, kesadaran metakognitif mempunyai peranan yang sangat penting dalam proses kegiatan pemecahan masalah matematika.Kata kunci:  metakognitif, pemecahan masalah, pemecahan masalah matematisABSTRACTThis study aims to examine the role of metacognitive awareness on mathematical problems solving ability. The method used in this study is qualitatif with a review of previous research literature that has been published in international journals indexed scopus, index copernicus, thomson reuters and web of science (clarivate analytics) the last five years from 2012-2017. Data is obtained from the online database of journal indexing. The results show that there is a significant correlation between metacognitive awareness and mathematical problem solving abilities. Based on the findings, metacognitive awareness has a very important role in the process of solving mathematical problems.Keywords: metacognitive, mathematical problem solving, problem solving

EFEKTIVITAS BAHAN AJAR BERBASIS SAINTIFIK UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA (EFFECTIVENESS OF SCIENTIFIC BASED TEACHING MATERIAL TO IMPROVE ABILITY OF STUDENT'S CRITICAL THINKING)

Nurhikmayati, Iik

Theorems (The Original Research of Mathematics) Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Theorems (The Original Research of Mathematics)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan mengkaji efektivitas bahan ajar berbasis scientific terhadap kemampuan berpikir kritis matematis siswa. Desain penelitian yang digunakan adalah eksperimen semu dengan rancangan pretest-postest non equivalent group design. Penelitian ini menggunakan dua kelompok penelitian yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negari 1 Palasah Tahun ajaran 2018/2019. Sampel penelitian terdiri dari dua kelas yang diambil secara acak. Adapun kelas yang diperoleh adalah kelas VIII sebagai kelas eksperimen yang menggunakan bahan ajar berbasis scientific dan kelas VIII D sebagai kelas kontrol yang menggunakan bahan ajar biasa (tidak berbasis scientific). Uji one sample test digunakan untuk menguji efektivitas kedua bahan ajar. Analisis multivariate dengan Wilks’lambda digunakan untuk mengetahui terdapatnya perbedaan efektivitas kedua bahan ajar. Dikarenakan terdapat perbedaan efektivitas antara kedua bahan ajar, maka dilakukan uji lanjutan dengan analisis uji efektifitas univariat yang digunakan untuk menentukan mana yang lebih efektif di antara kedua bahan ajar terhadap kemampuan berpikir kritis siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) penggunaan bahan ajar berbasis scientific dan bahan ajar biasa sama-sama efektif terhadap kemampuan berpikir kritis siswa,2) terdapat perbedaan keefektifan antara kedua bahan ajar, dan 3) penggunaan bahan ajar berbasis scientific lebih efektif dibandingkan bahan ajar biasa (tidak berbasis scientific) terhadap kemampuan berpikir kritis siswa.Kata kunci: bahan ajar, scientific, kemampuan berpikir kritisABSTRACTThis study aims to examine the effectiveness of scientific-based teaching material on students' mathematical critical thinking abilities. The research design used was a quasi-experimental design with a pretest-posttest non equivalent group design. This study used two research groups namely the experimental class and the control class. The population in this study was all eighth grade students of National Palasah 1 Junior High School 2018/2019. The study sample consisted of two classes taken randomly. The class obtained is class VIII as an experimental class that uses scientific based teaching material and class VIII D as a control class that uses ordinary teaching material (not scientific based). One sample test is used to test the effectiveness of both teaching material. Multivariate analysis with Wilks'lambda was used to determine the differences in the effectiveness of the two teaching material. Because there are differences in effectiveness between the two teaching material, then a further test is carried out with a univariate effectiveness test analysis that is used to determine which is more effective between the two teaching material towards students' critical thinking abilities. The results showed that: 1) the use of scientific-based teaching material and ordinary teaching material was equally effective against students' critical thinking skills, 2) there were differences in effectiveness between the two teaching material, and 3) the use of scientific-based teaching material was more effective than ordinary teaching material (not scientific based) on students' critical thinking skills.Keywords: textbooks, scientific, critical thinking skills

Pembelajaran Matematika Berbasis Kecerdasan Majemuk: Apa dan Bagaimana? (Mathematics Learning Based Multiple Intelligence: What and How?)

Aep Sunendar, Pasttita Ayu Laksmiwati,

Theorems (The Original Research of Mathematics) Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Theorems (The Original Research of Mathematics)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

ABSTRAKPembelajaran matematika yang efektif adalah pembelajaran yang memberikan kesempatan bagi siswa untuk bisa terlibat aktif dalam proses belajar mengajar. Oleh karena itu, pembelajaran matematika harus bisa memperhatikan karakteristik siswa agar dapat memfasilitasi siswa untuk belajar dengan baik. Karakteristik yang dimiliki oleh siswa sangat beragam, contohnya keberagaman kecerdasan. Keberagaman kecerdasan yang dimiliki siswa, tidak berarti guru harus melakukan pembelajaran yang bersifat individual karena kecerdasan siswa juga berkembang ketika siswa berinteraksi dengan siswa yang lain. Salah satu teori mengenai kecerdasan yang dapat memberikan gambaran mengenai keberagaman kecerdasan yang dimiliki oleh siswa adalah Teori Kecerdasan Majemuk Howard Garner. Teori mengenai kecerdasan majemuk pertama kali dikembangkan oleh Howard Gardner yang mengemukakan bahwa setidaknya terdapat sembilan kecerdasan dasar manusia yang disebut teori kecerdasan majemuk. Teori Kecerdasan Majemuk Howard Gardner memberikan gambaran bahwa dalam setiap pembelajaran matematika, guru perlu menggunakan aktivitas pembelajaran yang lebih bervariasi sehingga memfasilitasi berbagai kecerdasan majemuk siswa. Sehingga, salah satu hal yang dapat dilakukan guru adalah melakukan pengembangan perangkat pembelajaran matematika yang dapat memfasilitasi kecerdasan majemuk siswa diperlukan sebagai rujukan dalam pembelajaran matematika di sekolah. Kata kunci: kecerdasan majemuk, matematika, pembelajaran.ABSTRACTEffective mathematics learning is learning that provides opportunities for students to be actively involved in the teaching and learning process. Therefore, learning mathematics must be able to pay attention to the characteristics of students so that they can facilitate students to study well. The characteristics possessed by students are very diverse, for example the diversity of intelligence. The diversity of intelligence possessed by students does not mean that the teacher must do individual learning because students' intelligence also develops when students interact with other students. One theory about intelligence that can provide an overview of the diversity of intelligence possessed by students is Howard Garner's Theory of Comprehensive Intelligence. The theory of multiple intelligence was first developed by Howard Gardner who suggested that there are at least nine basic human intelligences called the theory of multiple intelligences. Howard Gardner's Theory of Comprehensive Intelligence illustrates that in every mathematics learning, the teacher needs to use more varied learning activities so as to facilitate a variety of students' multiple intelligences. Thus, one of the things teachers can do is to develop mathematical learning devices that can facilitate multiple students' intelligence needed as a reference in learning mathematics at school. Keywords: learning, mathematics, multiple intelligence.