cover
Contact Name
Bangun IRH
Contact Email
bangunirh@arsitektur.undip.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
modulundip@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
MODUL
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : 08532877     EISSN : 2598327X     DOI : -
MODUL ( ISSN-P: 0853-2877, e-ISSN: 2598-327X) is an architecture scientific journal publication in colaboration of Department of Architecture in Engineering Faculty at Diponegoro University with Indonesia Architect Association (IAI) region Central Java.
Arjuna Subject : -
Articles 116 Documents
RESPON RUMAH TRADISIONAL KUDUS TERHADAP IKLIM TROPIS Sardjono, Agung Budi
MODUL Volume 11, Nomer 1, Tahun 2011
Publisher : MODUL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (983.664 KB)

Abstract

Iklim merupakan salah satu aspek penting dalam rancangan arsitektur, termasuk di dalamnya rumah tinggal. Iklim akan berpengaruh langsung pada kenyamanan bertempat tinggal bagi penghuninya. Anasir iklim yang akan berpengaruh adalah panas akibat paparan sinar matahari, kelembaban udara, pergerakan udara serta hujan. Dengan demikian rancangan bangunan pada daerah tropis lembab akan mengacu pada upaya : bagaimana mengurangi panas dalam ruangan, mengatur penerangan ruangan, mengatur fentilasi agar pergerakan udara optimal tercapai serta mengatur aliran air hujan. Rumah tardisional Kudus merupakan rumah adat khas masyarakat Kudus. Bentuk dan tata ruang rumah Kudus khas dan agak berbeda dengan rumah Jawa. Arah hadap rumah ke selatan, bermasa banyak dengan halaman tengah. Atap bangunan berbentuk joglo, limas dan kampung. Tapak dilingkupi pagar pembatas yang tinggi. Konstruksi bangunan terutama adalah kayu dan kaya dengan ornamen.   Sebagai rumah adat, bentuk dan tata ruang rumah Kudus dipengaruhi oleh budaya masyarakat setempat. Pengetahuan arsitektur masyarakat ini telah teruji dan mentradisi dari generasi ke generasi. Bagaimana arsitektur rumah Kudus menjawab tantangan iklim, melindungi serta mewadahi kegiatan penghuninya merupakan kebijakan lokal (local wisdom) yang penting untuk dikaji dan mungkin dapat diterapkan pada permasalahan rancangan arsitektur tropis saat ini. Kata kunci: respon, rumah tradisional Kudus, iklim tropis
PENGGUNAAN METODA GROUNDED THEORY DIBAWAH PAYUNG PARADIGMA POSTPOSITIVISTIK PADA PENELITIAN TENTANG FENOMENA SOSIAL PERKOTAAN Setioko, Bambang
MODUL Volume 11, Nomer 1, Tahun 2011
Publisher : MODUL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1026.527 KB)

Abstract

Berkembangnya penelitian dibawah payung paradigma post-positivistik tentang fenomena sosial perkotaan akhir-akhir ini, merupakan pertanda akan munculnya teori teori baru bercirikan local wisdom (kearifan lokal) mengakhiri kemandekan perkembangan ilmu pengetahuan akibat ketidak tepatan penggunaan pola pikir eksakta dalam menterjemahkan pengetahuan sosial. Tidak sebagaimana penelitian dengan menggunakan paradigma positivistik yang diawali dengan penyusunan hipotesis, proses teorisasi data dengan model grounded theory diawali dengan meng-koding fenomena diskrit, dilanjutkan dengan membangun konsep sebagai dasar untuk menyusun kategori dan proposisi, dan berakhir dengan terbangunnya teori substantif. Teori dalam metode grounded theory berperan sebagai background knowledge (latar pengetahuan) yang akan meningkatkan theoritical sensitivity (kepekaan teori), namun bukan sebagai frame work (kerangka pikir). Tulisan ini mengungkap penggunaan metoda grounded theory dalam gugus paradigma post-positivistik, yang bertujuan untuk mengungkap fenomena sosial perkotaan di Indonesia yang semakin kompleks, yang tentu saja sulit untuk diungkap dengan metode lain. Kata Kunci: paradigma post-positivistik, kearifan lokal, latar pengetahuan, teori substantif.
RAGAM HIAS DAN WARNA SEBAGAI SIMBOL DALAM ARSITEKTUR CINA Moedjiono, Moedjiono
MODUL Volume 11, Nomer 1, Tahun 2011
Publisher : MODUL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (464.805 KB)

Abstract

Arsitektur Cina yang sudah hadir di negeri kita sejak beberapa abad yang lalu ditandai dengan munculnya bangunan-bangunan tempat peribadatan (Klenteng) maupun bangunan-bangunan rumah tinggal yang terdapat banyak dikawasan Pecinan, terutama dikota-kota pantai. Hal ini wajar mengingat orang-orang Cina yang datang ke negeri kita dahulu umumnya adalah para perantau yang menggunakan laut sebagai media transportasinya. Bangunan-bangunan dengan gaya Arsitektur Cina yang mereka hadirkan, menampilkan sesuatu yang khas dengan bentuk dan nuansa yang mempunyai ciri Arsitektur tersendiri. Adanya ragam hias (ornamen) dan warna-warna yang digunakan dalam bangunan mengandung makna dan maksud tertentu. Arsitektur Cina merupakan Arsitektur Khas Oriental yang berasal dari daratan Cina yang pada dasarnya adalah Arsitektur Tradisional berornamen atau berhias. Hiasan tersebut bisa berada di dinding, pintu dan jendela dan lain-lain yang didasarkan pada mitos dan kepercayaan bangsa Tionghoa, dengan berbagai ragam ornamen mulai dari ragam geometris, motif tanaman, motif hewan bahkan sampai dengan legenda-legenda, dengan warna-warna khas yang tampil. Hal ini tentu saja memberi makna dan arti tersendiri bagi kehidupan masyarakat Tionghoa dengan kebudayaannya, yang sudah menyebar ke berbagai pelosok negara, dan yang pasti akan memberi kontribusi pada khasanah Arsitektur dunia. Kata Kunci: arsitektur, ornamen, warna, simbol.  
STRUKTUR MEMBRAN DALAM BANGUNAN BENTANG LEBAR sukawi, sukawi
MODUL Volume 11, Nomer 1, Tahun 2011
Publisher : MODUL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (183.596 KB)

Abstract

Membran adalah struktur permukaan fleksibel tipis yang memikul beban dengan mengalami tegangan tarik. Struktur membran adalah sebuah alternatif untuk struktur bentang lebar yang dapat diterapkan untuk penutup atap bangunan. Dasar mekanisme pikul beban pada struktur membran adalah tarik. Membran yang memikul beban tegak lurus terhadap permukaannya dapat mengalami deformasi secara tiga dimensi (bergantung pada kondisi tumpuan dan pembebanannya). Aksi pikul beban ini serupa dengan yang terjadi pada sistem kabel menyilang. Selain tegangan tarik, terjadi juga tegangan geser tangensial pada struktur membran. Sistem membran pada bangunan bentang lebar biasanya masih harus dibantu oleh struktur lainnya seperti kabel atau space frame, karena sistem membran bila terkena gaya dari angin maka harus ada daya tarik menuju tumpuan(pondasinya). Sistem membran yang dipakai kebanyakan untuk bangunan skala besar harus mempertimbangkan bahan tenda dan arah angin. Tiang-tiang penyangga flaksibel terhadap gaya tekan oleh angin, hal ini menyebabkan tenda dapat terus berdiri. Kata Kunci : Membran, Bangunan , Bentang lebar
REKAYASA MEMBANGUN RUMAH TINGGAL (KAJIAN PENGALAMAN EMPIRIK) Sudarwanto, Budi
MODUL Volume 11, Nomer 1, Tahun 2011
Publisher : MODUL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (126.443 KB)

Abstract

Rumah Tinggal adalah salah satu kebutuhan dasar manusia disamping pangan dan sandang. Menurut teori Maslow A adalah bagian dasar kebutuhan hidup manusia. Rumah Tinggal memiliki dimensi yang sangat luas. Satu dimensi adalah aspek teknis dan teknologi mewujudkan fisik bangunan rumah tinggal. Metoda kualitatif naturalistik dalam pembahasan rekayasa membangunan didasarkan atas pengalaman empirik kegiatan konstruksi pada 6 rumah tinggal. Ada beberapa 4 tema penting dalam rekayasa membangun rumah tinggal, 1) Merancang rumah tinggal yang siap bangun, 2) Tahapan kritis pelaksanaan kegiatan membangun rumah tinggal, 3) Dukungan kualitas material bahan bangunan, dan 4) Pengelolaan pragmatis membangun rumah tinggal. Seseorang yang ingin membangun harus memahami ke empat hal tersebut untuk dapat mencapai kualitas pelaksanaan konstruksi rumah tinggal yang optimal, dari sisi waktu, biaya, dan tenaga. Kata kunci : Rumah Tinggal, Rekayasa Konstruksi, Pengalaman Membangun, Kualitatif Study.
PENILAIAN ASSET DALAM SEKTOR PROPERTI Sujono, Bambang
MODUL Volume 11, Nomer 1, Tahun 2011
Publisher : MODUL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (88.557 KB)

Abstract

Penilaian suatu property adalah merupakan prakiraan manfaat ekonomi atas barang yang dinilai pada satu ukuran waktu tertentu dengan definisi nilai yang tertentu pula.Nilai dalam hal ini bisa berwujud ”mata uang” dan bisa pula dalam wujud ”nilai tukar”. Tujuan penilaian property : Penilaian untuk tujuan penjualan, Penilaian untuk tujuan pembelian, Penilaian untuk tujuan sewa, Penilaian untuk tujuan jaminan mendapatkan pinjaman, Penilaian untuk tujuan asuransi, Penilaian untuk tujuan penggabungan perusahaan (merger), Penilaian untuk tujuan Go Public, Penilaian untuk tujuan yang berkaitan dengan kebijakan pemerintah dan Undang-undang Dalam penilaian properti, maka seorang penilai harus bersikap obyektif, jujur, tidak memihak manapun. Penilai harus mempertanggung jawabkan keputusan nilai yang telah dibuat secara tertulis  dan tidak hanya bersifat temporer.   Kata Kunci : Penilaian, Aset, Properti
SISTEM TATA SUARA PADA BANDARA STUDI KASUS BANDARA AHMAD YANI SEMARANG Dwiyanto, Agung
MODUL Volume 11, Nomer 1, Tahun 2011
Publisher : MODUL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perencanaan tata suara pada bangunan umum biasanya diaplikasikan sebagai sistim tanda bahaya, sistim informasi, yang ditempatkan pada ruangan-ruangan bangunan tersebut. Maka dari itu penempatan jaringan tatasuara harus sangat diperhatikan agar dapat berfungsi secara maksimal. Tujuan paper ini adalah untuk mengetahui bagaimana sistem jaringan tata suara pada suatu bangunan didesain dan dirancang secara khusus sehingga daya dukung kinerja dapat se-optimal mungkin. Karena dalam merencanakan suatu bangunan atau gedung, utilitas bangunan menjadi hal yang mendasar, sehingga memerlukan perencanaan yang matang. Secara umum system tata suara pada bandara ini dibagi menjadi dua bagian yaitu system tata suara internal kantor dan system tata suara bandara. System tata suara internal kantor adalah system tata suara yang sederhana. Pada system tata suara sederhana disini sumber suara langsung disalurkan melalui mikrophon dan diolah dalam amplifire kemudian disebarkan secara merata melalui  speaker yang berada di masing-masing ruangan. System tata suara ini digunakan untuk kebutuhan tata suara internal antar kantor departemen satu dengan yang lainnya sehingga informasi yang diterima oleh tiap kantor sama. Sedangkan dalam system tata suara bandara menggunakan system central program yang memerlukan ruang tersendiri sebagai ruang control yang mengatur seluruh system tata suara pada bandara. Kata Kunci : Tata Suara, Bandara, Utilitas  
KAJIAN KONSERVASI GEDUNG MARBA Indraswara, Muhammad Sahid
MODUL Volume 11, Nomer 1, Tahun 2011
Publisher : MODUL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1354.761 KB)

Abstract

Kawasan Kota Lama Semarang merupakan kawasan yang dibangun oleh pemerintah  Hindia – Belanda. Berdiri sejak 9 Juni 1705, Semarang merupakan kota yang memiliki peranan penting bagi sektor perdagangan dan keamanan pihak Hindia – Belanda. Pada saat itu VOC berhasil menyelesaikan pembangunan bentengnya yang berada di tepi Kali Semarang. Dengan dibangunnya benteng tersebut Kawasan Kota Lama berkembang menjadi kawasan pemukiman dan pusat pemerintahan kolonial Belanda. Tujuan dari studi ini adalah mengidentifikasi sejarah perkembangan dan karakteristik objek konservasi yang termasuk dalam bangunan Kolonial Belanda. Upaya dokumentasi dilakukan sebagai acuan dalam analisis ketika akan menentukan jenis konservasi pada gedung tersebut. Bangunan Marba berbentuk simetris yang begitu kuat mendominasi tampilan visual bangunan-bangunan, dengan garis-garis vertikal dan horisontal yang dominan pada bukaan dinding, garis pemisah jendela, garis dasar bangunan, garis langit bangunan dan detail ornament. Kata Kunci : Visual, Fasade, Marba
MENGENAL GEREJA BLENDUK SEBAGAI SALAH SATU LAND MARK KOTA SEMARANG Moedjiono, Moedjiono; Indriastjario, Indriastjario
MODUL Volume 11, Nomer 2, Tahun 2011
Publisher : MODUL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bangunan kuno peninggalan sejarah yang terkait erat dengan sejarah pertumbuhan kota dimana bangunan tersebut berada, sangat dimungkinkan meninggalkan pesan dan kesan serta kenangan bagi masyarakat yang mengenalnya dan mengingatnya. Pertumbuhan kota Semarang sebagai kota pantai, yang perkembangan awalnya bertumpu pada kegiatan perdagangan dengan aktivitas pelabuhannya, menjadikan kawasan perniagaan dekat pelabuhan yang dikenal sebagai Kota Lama Semarang, menjadi kawasan bersejarah dimana banyak didapati bangunan-bangunan kuno peninggalan Belanda. Diantara bangunan-bangunan kuno yang ada, terdapat bangunan peribadatan agama Kristen Protestan yang bernama Gereja Immanuel, tetapi masyarakat luas lebih mengenal dengan sebutan Gereja Blenduk, karena bentuk atap kubahnya. Bangunan ini menjadi tetenger kawasan Kota Lama Semarang karena faktor historis dan penampilannya yang kelihatan lebih menonjol dibanding dengan bangunan-bangunan kuno yang ada disekitarnya, sehingga menjadi lebih mudah dikenali dan diingat oleh masyarakat luas yang pernah mendatanginya. Bahkan lebih jauh masyarakat umum mengenal Gereja Blenduk ini sebagai salah satu land mark / tetengernya kota Semarang.   Kata Kunci: Gereja, Kawasan, Tetenger.
KAJIAN PENGELOLAAN SAMPAH KAMPUS JURUSAN ARSITEKTUR FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS DIPONEGORO Fadhilah, Arief; Sugianto, Heri; Hadi, Kuncoro; Firmandhani, Satriya Wahyu; Murtini, Titien Woro; Pandelaki, Edward Endrianto
MODUL Volume 11, Nomer 2, Tahun 2011
Publisher : MODUL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (551.466 KB)

Abstract

Sampah merupakan material sisa yang sudah tidak dipakai, tidak disenangi atau sesuatu yang harus dibuang, yang umumnya berasal dari kegiatan yang dilakukan oleh manusia tetapi bukan kegiatan biologis. Dalam berkegiatan, manusia memproduksi sampah. Karena semakin banyaknya sampah yang dihasilkan manusia perlu melakukan pengelolaan sampah, dengan tujuan mengubah sampah menjadi material yang memiliki nilai ekonomis atau mengolah sampah agar menjadi material yang tidak membahayakan bagi lingkungan hidup. Metode pembahasan menggunakan metode deskriptif dengan mengambil studi kasus di kampus Jurusan Arsitektur UNDIP. Permasalahan sampah yang ada saat ini adalah mudahnya masyarakat untuk membuang sampah. Sehingga dalam menyikapi sampah, sering kali masyarakat tidak banyak berpikir ke mana sampah–sampah tersebut dibawa dan apa yang akan terjadi pada sampah tersebut.  Ini akan mendorong masyarakat untuk terus menghasilkan lebih banyak sampah. Sehingga untuk mengurangi jumlah sampah, manusia perlu memperhatikan mengenai jumlah sampah yang dihasilkan dan akibat–akibat yang ditimbulkan. Adanya sistem pengelolaan pengurangan, penggunaan kembali, dan pendaurulangan dalam penanganan sampah di Jurusan Arsitektur UNDIP.   Kata kunci : sampah, pengelolaan, dan 3P.

Page 1 of 12 | Total Record : 116