cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
BIOLOKUS : Jurnal Penelitian Pendidikan Biologi dan Biologi
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 33 Documents
PENGARUH PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN INKUIRI DIVARIASIKAN DENGAN MEDIA MIND MAPPING TERHADAP MINAT BELAJAR SISWA Lubis, Fitri Agustina
JURNAL BIOLOKUS Vol 1, No 2 (2018): Jurnal BIOLOKUS
Publisher : Program Studi Tadris Biologi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (867.076 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh model Inkuiri  terhadap minat belajar siswa. Pengambilan sampel dilakukan dengan tehnik cluster random sampling. Hasil tes diagnostik yang didapat dari 30 siswa diperoleh 4 siswa dengan kualifikasi tinggi, 12 siswa dengan kualifikasi yang cukup, 8 siswa dengan kualifikasi yang rendah, dan 6 siswa dengan kualifikasi yang sangat rendah. Persentase ketuntasan yang diperoleh adalah 20%. Hal ini menunjukkan bahwa hasil belajar biologi siswa rendah. Taraf nyata 0,05 dengan dk = 50 diperoleh thitung sebesar 3,49 dan ttabel sebesar 2,01. Berarti thitung lebih besar dari pada ttabel dengan demikian hipotesis diterima. Nilai rata-rata angket II kelas eksperimen lebih besar yaitu 82,35 dari pada nilai rata-rata angket II kelas kontrol yaitu 70,92 sehingga hipotesis kerja yang digunakan diterima.
PENGARUH LINGKUNGAN TEMPAT TINGGAL TERHADAP PENGETAHUAN SISWA TENTANG EKOSISTEM HUTAN MANGROVE DI KABUPATEN DELISERDANG Tambunan, Muhammad Iqbal H
JURNAL BIOLOKUS Vol 1, No 1 (2018): Jurnal BIOLOKUS
Publisher : Program Studi Tadris Biologi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (162.675 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lingkungan tempat tinggal terhadap pengetahuan siswa tentang ekosistem hutan mangrove di Kabupaten Deliserdang. Sampel penelitian yaitu siswa kelas VIII SMP Negeri Tahun Pembelajaran 2014/2015 sebanyak 110 siswa dari sekolah yang dekat dan 129 siswa dari sekolah yang jauh dari ekosistem mangrove. Teknik pengambilan data menggunakan tes pilihan berganda berjumlah 20 soal. Analisis data menggunakan uji t. Hasil penelitian ini diperoleh bahwa lokasi tempat tinggal siswa berpengaruh secara signifikan terhadap tingkat pengetahuan siswa terhadap ekosistem mangrove nilai t = 2,216 dan probabilitas P= 0,028.Kata Kunci :Pengetahuan, Tempat tinggal, Ekosistem Mangrove
PENGEMBANGAN JIWA BIOENTREPRENEUR MAHASISWA BIOLOGI Afriadi, Roni; Yuni, Revita
JURNAL BIOLOKUS Vol 1, No 2 (2018): Jurnal BIOLOKUS
Publisher : Program Studi Tadris Biologi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (773.886 KB)

Abstract

Minat rendah dalam aktivitas wirausaha masyarakat Indonesia adalah salah satu penyebab tingginya pengangguran. Karena sebagian besar lulusan Universitas lebih dominan sebagai pencari kerja daripada menciptakan pekerjaan. Untuk alasan ini, kebutuhan untuk membentuk semangat kewirausahaan mahasiswa, untuk mengubah pola pikir mereka, sehingga setelah menjadi lulusan mereka telah merencanakan untuk membentuk bisnis atau menciptakan pekerjaan mereka sendiri. Kewirausahaan adalah inovator dan individu yang mengembangkan sesuatu yang unik dan baru. Biologi adalah ilmu alam yang mempelajari tentang organisme hidup dan interaksinya dengan lingkungan. Biologi adalah ilmu yang mempelajari begitu luas sehingga cabang-cabang biologi dibentuk untuk membuatnya mudah dipelajari. Dimana setiap cabang biologi memiliki karakteristik untuk dikembangkan sebagai peluang bisnis bagi mahasiswa biologi dan pendidikan biologi. Peluang bisnis ini dapat dikembangkan sesuai dengan minat dan kreativitas mahasiswa dan juga sesuai dengan zaman.
PENGARUH STRATEGI PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) DAN GROUP INVESTIGATION (GI) TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA TENTANG EKOLOGI DI MAN KABANJAHE Ginting, Iskandar Dinata
JURNAL BIOLOKUS Vol 1, No 1 (2018): Jurnal BIOLOKUS
Publisher : Program Studi Tadris Biologi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (14.63 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh strategi pembelajaran terhadap hasil belajar siswa pada materi Ekologi di kelas X di MAN Kabanjahe. Metode penelitian menggunakan kuasi eksperimen dengan sampel penelitian sebanyak 3 kelas ditentukan secara acak dengan teknik cluster random sampling. Kelas A dibelajarkan dengan strategi pembelajaran Problem Based Learning, kelas B dengan strategi pembelajaran Group Investigation, sedangkan kelas C (Kontrol) dengan strategi pembelajaran Konvensional. Instrumen penelitian menggunakan tes hasil belajar dalam bentuk essay tes.Teknik analisis data menggunakan Analisis Covariat (ANACOVA) pada taraf signifikan α = 0,05 dengan bantuan SPSS 24.Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh yang signifikan strategi pembelajaran terhadap hasil belajar siswa (F = 25,005; P = 0,000. Sebagai tindak lanjut dari hasil penelitian ini diharapkan kepada guru untuk dapat menerapkan strategi Problem Based Learning (PBL) pada materi Ekologi dalam upaya meningkatkan hasil belajar siswa. Kata Kunci : Hasil Belajar, Sategi Problem Based Learning, Group nvestigation dan Pembelajaran Konvensional
PERBANDINGAN PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN INVESTIGASI KELOMPOK DENGAN MODEL PEMBELAJARAN OBSERVASI TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA SMP NEGERI 2 KUALUH SELATAN Nazliah, Rahmi
JURNAL BIOLOKUS Vol 1, No 2 (2018): Jurnal BIOLOKUS
Publisher : Program Studi Tadris Biologi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (873.995 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar, pada materi sistem gerak pada manusia yang dibelajarkan dengan model  pembelajaran Investigasi Kelompok dan model pembelajaran Observasi di kelas VIII SMP Negeri 2 Kualuh Selatan.  Penelitian ini menggunakan metode quasi eksperimen dengan sampel penelitian ditentukan secara acak dengan teknik random sampling. Kelas VIIIA dibelajarkan dengan model  pembelajaran Investigasi Kelompok dan kelas VIII-B dibelajarkan dengan model pembelajaran Observasi.  Instrumen penelitian menggunakan tes hasil belajar bentuk pilihan ganda. Teknik analisis data menggunakan uji t tidak berpasangan dan uji korelasi Pearson pada taraf signifikansi α=0,05 dengan bantuan aplikasi SPSS 20.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar siswa yang dibelajarkan dengan Investigasi Kelompok lebih tinggi daripada siswa yang dibelajarkan dengan Observasi dengan rata-rata (79,67:67,33) walaupun secara statistik tidak berbeda nyata (t = 4,890; P = 0,000 > 0,05). Sebagai tindak lanjut, diharapkan kepada guru untuk dapat menerapkan model pembelajaran Investigasi Kelompok dalam pembelajaran biologi pada pokok materi sistem gerak pada manusia dalam upaya meningkatkan hasil belajar siswa.  
PENGARUH STRATEGI PEMBELAJARAN LEARNING CYCLE DAN LOCUS OF CONTROL SISWA TERHADAP HASIL BELAJAR IPA Surya, Bambang Joko
JURNAL BIOLOKUS Vol 1, No 1 (2018): Jurnal BIOLOKUS
Publisher : Program Studi Tadris Biologi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.664 KB)

Abstract

: This study aims to determine: (1) Differences biology student learning outcomes that dibelajarkan with learning strategies Learning Cycle better than students who study with strategei conventional learning, (2) The difference of students who have internal locus of control to obtain the results of studying biology better of the students who have external locus of control, (3) Interaction between learning strategies and locus of control in giving effect to biology students' learning outcomes. The research was conducted in the Junior School I Binjai. The population of this study are all eighth graders Binjai SMP Negeri 1 212 people. Samples were taken with a random cluster technique samplig and further through the draw, the class VIII was selected as the class-2 treated with the learning strategies and classroom Learning Cycle VIII-3 was chosen as the class that were treated with conventional pembelajara. Locus of Control Data was collected using a questionnaire and data with the test results to study Biology.Instruments used after validated by the validator and test instruments. The test results show the distribution of the data requirements for learning outcomes Biology and Locus of Control is the normal distribution and homogeneous. The research hypothesis was tested by using ANOVA test followed by Tukey test. These results indicate (1) learning strategy gives a significantly different influence on the result of class VIII studying biology SMP Negeri 1 Binjai (Fcount 6.110>Ftable 4.10), (2) Locus of Control gave a significantly different effect on learning outcomes Biology class VIII SMP Negeri 1 Binjai (Fcount 19.703>Ftable 7.35), (3) There is interaction between the learning strategy with the Locus of Control students on the results of class VIII studying biology SMP Negeri 1 Binjai (Fcount 6.255> 4.10 Ftable ), (4) The study of biology students in the class who have a Learning Cycle Internal Locus of Control was higher ( = 81.50) compared with students who have an External Locus of Control on Conventional class ( = 67.50), higher than students who have the Internal Locus of Control on Conventional class ( = 74.32) and higher than students who have an External Locus of Control on Conventional class ( = 70.23). Kata Kunci: Learning Cycle, Locus ofControl, IPA
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TWO STAY TWO STRAY (TSTS) DAN ARTIKULASI TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI EKOSISTEM DI SMA NEGERI 1 SIBABANGUN KABUPATEN TAPANULI TENGAH Lubis, Muhammad Adlan
JURNAL BIOLOKUS Vol 1, No 2 (2018): Jurnal BIOLOKUS
Publisher : Program Studi Tadris Biologi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (809.037 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran kooperatif terhadap hasil belajar siswa pada materi ekosistem di kelas X SMA Negeri 1 Sibabangun. Metode penelitian menggunakan eksperimen semu dengan sampel penelitian sebanyak 3 kelas ditentukan secara acak dengan teknik cluster random sampling. Kelas A dibelajarkan dengan model pembelajaran two stay two stray (TSTS), kelas B dengan model pembelajaran artikulasi dan kelas C (kontrol) dengan pembelajaran konvensional. Instrumen penelitian menggunakan tes hasil belajar dalam bentuk pilihan berganda. Teknik analisis data untuk hasil belajar menggunakan Analisis Kovarians (ANAKOVA) pada taraf signifikan α = 0,05 dengan bantuan SPSS 21.0. Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh signifikan model pembelajaran TSTS (84,71 ± 14,729); artikulasi (82,29 ± 15,942), dan konvensional (50,70 ± 23,628) terhadap hasil belajar siswa. Berdasarkan data hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa hasil belajar siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran TSTS dan artikulasi lebih tinggi dibandingkan dengan konvensional.
IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KARAKTER PADA REMAJA USIA SEKOLAHDITINJAU DARI TEORI PENDIDIKAN SEKS Afriadi, Roni; Yuni, Revita
JURNAL BIOLOKUS Vol 1, No 1 (2018): Jurnal BIOLOKUS
Publisher : Program Studi Tadris Biologi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (142.734 KB)

Abstract

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) telah membawa perubahan hampir di semua aspek kehidupan terutama dalam dunia pendidikan. Akan tetapi, tanpa disadari kurikulum pendidikan Indonesia sekarang terlalu berorientasi kognitif dan kurang memperhatikan sifat afektif, empati, dan rasa. Akibat dari sistem pendidikan tersebut, berdampak pada perubahan prilaku peserta didik berupa krisis moral. Sedangkan Pendidikan adalah suatu usaha sadar dan sistematis dalam mengembangkan potensi peserta didik. Maka dari itu perlunya, proses pembelajaran pengembangan pendidikan budaya karakter, mengarahkan peserta didik mengenal dan mampu menerima nilai-nilai karakter sebagai bagian dari hidup mereka. Budaya pendidikan karakter merupakan cara berpikir dan berperilaku yang menjadi ciri khas tiap individu untuk hidup dan bekerjasama, baik dalam lingkup keluarga, masyarakat, bangsa dan negara. Pendidikan seks disekolah memiliki  peran penting dalam pengembangan sumber daya manusia dan pembangunan karakter anak bangsa. Karena pendidikan seks tidak hanya berisi tentang pemberian informasi tentang alat kelamin dan seluk beluk hubungan kelamin saja. Tetapi Pendidikan seks berusaha menempatkan seks pada perspektif yang tepat dan mengubah anggapan negatif terhadap seks. Pendidikan seks disekolah dapat ditemukan pada mata pelajaran biologi kususnya materi sistem reproduksi.Kata kunci:  Pendidikan karakter, Remaja, Pendidikan seks.
PENINGKATAN KETERAMPILAN SOSIAL PADA PELAJARAN IPS MELALUI IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING PADA SISWA DI KELAS IV SD NEGERI 085119 SIBOLGA T.P. 2016/2017 Nasution, Nur Fauziah Husnah
JURNAL BIOLOKUS Vol 1, No 1 (2018): Jurnal BIOLOKUS
Publisher : Program Studi Tadris Biologi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (173.228 KB)

Abstract

Permasalahan penelitian ini adalah peningkatan keterampilan sosial siswa melalui implementasi model pembelajaran Problem Based Learning  pada pelajaran IPS di kelas IV SD Negeri 085119 Sibolga Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan keterampilan sosial siswa melalui implementasi model pembelajaran Problem Based Learning pada pelajaran IPS di kelas IV SD  Negeri 085119 Sibolga T.P. 2016/2017. Sebagai subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV SD Negeri 085119 Sibolga sebanyak satu kelas yang berjumlah 30 orang siswa. Objek penelitian tindakan kelas ini adalah peningkatan keterampilan sosial siswa pada pelajaran IPS dengan menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning di kelas IV Negeri 085119 Sibolga T.P 2016/2017. Penelitian ini dilaksanakan dalam kelas meliputi kegiatan pelaksanaan tindakan kelas (PTK) berupa kegiatan refleksi awal dan melakukan observasi untuk mengidentifikasi permasalahan yang terjadi di kelas, perencanaan pembelajaran, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Pelaksanaan penelitian tindakan kelas (PTK) dilakukan sebanyak 2 siklus dan masing-masing siklus dilakukan dengan 2 kali pertemuan dan pada setiap akhir siklus dilakukan observasi untuk mengetahui hasil peningkatan keterampilan sosial siswa. Hasil penelitian  dapat dikemukakan bahwa kategori persentase keterampilan sosial siswa hasil observasi siklus I pertemuan I termasuk kategori rendah yaitu sebesar 46,67%, siklus I pertemuan II termasuk kategori tinggi yaitu sebesar 33,33%, siklus  siklus II pertemuan I termasuk kategori tinggi yaitu sebesar 53,33%, dan siklus II pertemuan II termasuk kategori sangat tinggi yaitu sebesar 90,00%. Dengan demikian dapat dikemukakan kesimpulan bahwa  implementasi model pembelajaran Problem Based Learning   dapat meningkatkan keterampilan sosial siswa pada pelajaran IPS  di kelas IV SD Negeri 085119 Sibolga T.P. 2016/2017. Kata Kunci : Model Pembelajaran Problem Based Learning, Keterampilan Sosial Siswa.
MENTRADISIKAN SIKAP ILMIAH DALAM PEMBELAJARAN BIOLOGI Ulfa, Syarifah Widya
JURNAL BIOLOKUS Vol 1, No 1 (2018): Jurnal BIOLOKUS
Publisher : Program Studi Tadris Biologi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (124.855 KB)

Abstract

Sikap Ilmiah adalah suatu sikap mampu menerima pendapat orang lain dengan baik dan benar, bertindak dalam memecahkan suatu masalah secara sistematis melalui langkah-langkah ilmiah yang tidak mengenal putus asa serta dengan ketekunan juga keterbukaan.  Dengan kata lain Sikap ilmiah merupakan sikap yang harus ada pada diri seorang ilmuwan atau akademisi ketika menghadapi persoalan-persoalan ilmiah. Sikap ilmiah ini perlu dibiasakan yang dimulai dari pembelajaran di dalam kelas sampai pada berbagai forum ilmiah, misalnya dalam seminar, diskusi, loka karya, sara sehan, dan penulisan karya ilmiah. Dalam membelajarkan Sains terutama Biologi kurang tepat jika hanya dengan ceramah di depan kelas, melainkan harus dengan metode ilmiah (eksperimen). Berbagai penemuan (eksperimen) dalam Biologi dilandasi oleh sikap ilmiah. Konsep-konsep dalam pembelajaran Biologi mengenai makhluk hidup maupun teknologi dalam Biologi seperti rekayasa genetika, bioteknologi modern ditemukan karena adanya rasa ingin tahu (curiosity) yang tinggi dari para ilmuan. Rasa ingin tahu tersebut merupakan komponen utama dalam menumbuhkan sikap ilmiah. Sehingga mendorong ilmuan untuk bereksperimen, mengumpulkan data, dan menyimpulkan data. Dengan  demikian, membelajarkan Biologi di sekolah sekolah sampai ke perguruan tinggi, selain membelajarkan produk dan proses juga penting untuk membelajarkan dan mentradisikan sikap ilmiah. Kata kunci: Sikap ilmiah, Pembelajaran Biologi.

Page 1 of 4 | Total Record : 33