cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
J@TI (TEKNIK INDUSTRI)
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 25021516]     DOI : -
Core Subject : Engineering,
J@ti Undip: Jurnal Teknik Industri [e-ISSN 2502-1516] merupakan jurnal nasional yang mengangkat tulisan-tulisan penelitian dalam disiplin ilmu teknik industri. Pertama kali terbit sejak tahun 2006 hingga saat ini dengan frekuensi terbit tiga (3) kali dalam setahun. Setiap edisi terbitan berisi 8 artikel jurnal. Terbit setiap Januari, Mei, dan September.
Arjuna Subject : -
Articles 318 Documents
PEMECAHAN MASALAH RUTE KENDARAAN DENGAN TRIP MAJEMUK, JENDELA WAKTU DAN PENGANTARAN-PENJEMPUTAN SIMULTAN MENGGUNAKAN ALGORITMA GENETIKA Suprayogi, Suprayogi
J@ti Undip : Jurnal Teknik Industri Volume 12, No. 2, Mei 2017
Publisher : Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (571.967 KB) | DOI: 10.14710/jati.12.2.95-104

Abstract

Masalah rute kendaraan (MRK) merupakan salah satu masalah keputusan yang memegang peranan penting dalam kegiatan transportasi dan distribusi dalam manajemen logistik. MRK terkait dengan penentuan rute-rute kendaraan yang meminimumkan total jarak yang ditempuh dengan memperhatikan pembatas-pembatas berikut: (1) tiap rute berawal dan berakhir di depot, (2) tiap kendaraan hanya melayani satu rute, (3) tiap pelanggan dilayani oleh satu rute, (4) seluruh pelanggan harus dilayani, dan (5) total muatan untuk tiap rute tidak melebihi kapasitas kendaraan. Dalam literatur, definisi ini merupakan definisi untuk MRK dasar atau klasik. Makalah ini membahas perluasan dari MRK dasar yang mencakup karakteristik-karakteristik berikut: (1) trip majemuk (TM), (2) jendela waktu (JW) dan (3) pengantaran-penjemputan simultan (AJS). Metode pemecahan berbasis algoritma genetika (AG) diusulkan untuk memecahkan MRK yang dibahas dalam makalah ini. AG yang diusulkan diuji-coba dengan menggunakan beberapa contoh hipotetik.AbstractVehicle routing problem (VRP) is one of decision problems having an important role in transportation and distribution activity in the logistic management. The VRP deals with determining vehicle routes that minimizes total distance by satisfying the following constraints: (1) each route starts and ends at the depot, (2) each vehicle serves only one route, (3) each costumer is served by one route, (4) all customers must be served, and (5) total load for each route does not exceed the vehicle capacity. In literature, this definition is the definition for the basic or classical VRP. This paper discusses an extension of the basic VRP including the following characteristics: (1)multiple trips (MT), (2) time windows (TW), and (3) simultaneous pickup-delivery (SPD). A solution method based on genetic algorithm (GA) is proposed to solve the VRP discussed in this papaer. The proposed GA is examined using some hypothetical instances.
PERBAIKAN PROSES PRODUKSI IKM XYZ BERDASARKAN KRITERIA CPPB-IRT, WISE, DAN SJH LPPOM MUI Suhardi, Bambang; Wardani, Serlita Vidinia; Jauhari, Wakhid Ahmad
J@ti Undip : Jurnal Teknik Industri Vol 14, No 2 (2019): Mei 2019
Publisher : Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (409.658 KB) | DOI: 10.14710/jati.14.2.93-102

Abstract

Keamanan pangan merupakan hal penting yang perlu diperhatikan dalam maraknya perkembangan industri pangan di Indonesia. UU RI No. 12 Tahun 2012 mengamanatkan bahwa keamanan pangan dapat dijaga dengan memperhatikan program higiene dan sanitasi produksi serta perancangan sistem kerja dan K3 suatu industri. Keamanan pangan identik dengan kehalalan pangan karena kaidah halal adalah menjaga pangan dari kemungkinan cemaran yang membahayakan. Kewajiban bagi setiap produk yang masuk, beredar, dan diperdagangkan di wilayah Indonesia untuk bersertifikat halal tercantum pada pasal 4 Undang-Undang No. 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal (UU JPH). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kondisi keamanan dan kehalalan pangan pada proses produksi Industri Kecil Menengah (IKM) XYZ berdasarkan standar Cara Pengolahan Pangan yang Baik Industri Rumah Tangga (CPPB-IRT), Work Improvement in Small Enteprises (WISE), dan Sertifikasi Jaminan Halal (SJH) LPPOM MUI. Berdasarkan hasil identifikasi, diketahui bahwa terdapat 18 ketidaksesuaian CPPB-IRT, 10 ketidaksesuaian WISE, dan 9 ketidaksesuaian SJH LPPOM MUI pada proses produksi IKM XYZ. Berdasarkan diskusi yang telah dilakukan, disimpulkan bahwa ketidaksesuaian yang menjadi fokus perbaikan dapat dikelompokan dalam 1 kategori utama, yaitu kategori Program Higiene dan Sanitasi IKM sehingga usulan perbaikan yang tepat diimplementasikan adalah penyusunan dokumen Sanitation Standard Operating Procedures (SSOP). Abstract[Improvement of IKM XYZ Production Process Based on the Regulations of CPPB-IRT, WISE, and SJH LPPOM MUI] Food Safety is an important thing to note in the middle of the development of the food industry in Indonesia. UU RI Number 12 of 2012 mandates that food safety can be maintained by paying attention to hygiene and sanitation programs, work system design, and also occupational safety and health in the production process of an industry. The thing that is closely related to food safety is halal practice. Halal is a guarantee of food safety because the implementation of halal means getting rid of things that are harmful to humanity and the environment. The obligation for every product that entered, circulated, and traded in Indonesian territory for halal certification are listed in Article 4 of UU RI Number 33 of 2014 concerning Guaranteed Halal Products. This study aims to identify the condition of food safety and halal practice in IKM XYZ based on the regulations of Cara Produksi Pangan yang Baik Industri Rumah Tangga (CPPB-IRT), Work Improvement in Small Enterprises (WISE), and Halal Assurance Certification of LPPOM MUI, and also to compile improvement proposal based on the identification results. The identification results show that in the IKM XYZ production process, there are 18 elements that not following CPPB-IRT regulations, 10 elements that are not following WISE regulations, and 9 elements that are not following Halal Assurance Certification of LPPOM MUI. Based on the results of discussion that have been carried out with the owner and the supervisor of IKM XYZ, elements that are being the focus of improvement can be grouped into 1 main category, that is Program Hygiene dan Sanitasi IKM. So, the improvement proposal that fits is the documentation of Sanitation Standard Operating Procedures (SSOP).Keywords: CPPB-IRT; food safety; IKM, SJH LPPOM MUI; WISE
PENGARUH KEERGONOMISAN STASIUN KOMPUTER GAME NET PADA RISIKO GANGGUAN OTOT-RANGKA Yassierli, Yassierli; Irawan, Diaz Abdul Aziiz; Pratiwi, Kartika Kusuma
J@ti Undip : Jurnal Teknik Industri Volume 13, No. 2, Mei 2018
Publisher : Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (278.829 KB) | DOI: 10.14710/jati.13.2.109-116

Abstract

AbstrakMaraknya pengguna online game memicu terjadinya peningkatan jumlah penyedia jasa bermain game net dengan pengguna anak-anak, namun stasiun komputer yang digunakan ditujukan untuk pengguna dewasa. Akibatnya, muncul isu ergonomi yang dapat mengakibatkan keluhan otot rangka dengan salah satu indikatornya adalah kelelahan otot rangka. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh keergonomisan stasiun komputer game net dan dampaknya terhadap tingkat kelelahan otot jari tangan pada anak-anak pengguna online game. Metode penelitian dilakukan dengan wawancara pengguna game net (n=166), survei keergonomisan game net (n=18) dan dilanjutkan dengan eksperimen. Pada eksperimen, sebanyak 36 anak (usia 12 tahun) direkrut secara random sebagai partisipan dan diminta bermain selama 4 jam di stasiun komputer game net yang dikategorikan ergonomis dan non-ergonomis berdasarkan hasil survei. Pengukuran kelelahan dilakukan menggunakan tiga tes kekuatan otot jari tangan, yakni tip pinch, key pinch, dan palmar pinch secara bergantian untuk tangan kanan dan kiri setiap satu jam. Kelelahan didefiniskan sebagai kecepatan pengurangan dari kekuatan maksimum terhadap waktu. Berdasarkan hasil uji komparasi t-berpasangan, disimpulkan bahwa keergonomisan stasiun komputer berpengaruh signifikan terhadap tingkat kelelahan yang diukur melalui tip pinch dan key pinch untuk tangan kanan dan tangan kiri (p<0.05). Hasil penelitian ini menunjukkan pentingnya faktor ergonomi dalam rancangan stasiun komputer game net untuk mencegah gangguan otot-rangka. Abstract[Effect of Non-ergonomic Game Net Computer Station on Risks of Musculockeletal Disorders] The number of game net computer station providing online game has dramatically increased in Indonesia. The majority of game net users are children, but the computer stations are designed for adult users. This study was aimed at determining the effect of non-ergonomic game net computer station and its impact on the development of muscle fatigue on children finger. The study consisted of interview of game net users (n=166), survey of game net condition (n=18), and experiment. In the experiment, a total of 36 children (aged 12 years) were recruited as the participant. They were asked to play at both ergonomic and non-ergonomic game net computers for 4 hours. Fatigue development was measured using strength tests of finger muscle, including tip pinch, key pinch, and palmar pinch alternately for the left and right hands in every hour. Fatigue is defined as the rate of reduction in maximum strength by time. Based on t-paired comparison test, it was concluded that the ergonomics condition of computer stations had significant effect on the level of fatigue of children measured through key tip pinch and pinch for the right hand and left hand (p <0.05). The results of this study indicated the importance of ergonomic factors in the design of game net computer station in order to prevent complaint at musculoskeletal system. Keywords: Fatigue, Complaint; Musculoskeletal, Computer; Ergonomics 
DESAIN STASIUN KERJA DAN POSTUR KERJA DENGAN MENGGUNAKAN ANALISIS BIOMEKANIK UNTUK MENGURANGI BEBAN STATIS DAN KELUHAN PADA OTOT Purwaningsih, Ratna; P., Dyah Ayu; Susanto, Novie
J@ti Undip : Jurnal Teknik Industri Volume 12, No. 1, Januari 2017
Publisher : Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (498.843 KB) | DOI: 10.14710/jati.12.1.15-22

Abstract

Pekerjaan manual masih banyak ditemui  pada berbagai aktivitas kerja. Pekerjaan manual yang dikerjakan secara berulang (repetitive) dengan gerakan kerja monoton dan waktu kerja yang lama berpotensi menimbulkan kelelahan kerja. Pada gerak monoton repetitive terjadi pembebanan otot yang terus menerus. Postur kerja yang salah membuat kelelahan menjadi lebih cepat terjadi.  Postur kerja yang  tidak baik ini seringkali diakibatkan oleh desain fasilitas kerja yang kurang memperhatikan kesesuaian dengan penggunanya. Pada pekerja laundry aktivitas menyetrika pakaian merupakan kerja repetitive monoton yang kurang didukung fasilitas yang sesuai. Postur kerja dengan berdiri dan terjadi twist serta seringkali membungkuk. Operator setrika harus melakukan kegiatan setrika selama lebih dari 8 jam. Penelitian bertujuan melakukan redesain pada stasiun kerja setrika agar diperoleh postur kerja yang baik. Perancangan stasiun kerja  menggunakan software Jack 8.2. Stasiun kerja yang terdiri dari meja dan kursi dirancang dengan memperhatikan antropometri dan kebutuhan gerak operator. Evaluasi desain dilakukan dengan mengevaluasi postur kerja dengan menggunakan analisis biomekanik, menggunakan analisis toolkit yang meliputi analisisi SSP, LBA, RULA, dan OWAS. Dari hasil evaluasi, dihasilkan postur usulan yang diberikan adalah, pekerja duduk pada kursi dengan posisi tubuh tegap, arah kepala sejajar dengan arah objek yang dikenai pekerjaan, dan pekerja dihindarkan dari posisi kerja membungkuk dan twist. Abstract(The Design of Working Station and Working Posture Using Biomechanic Analysis to Reduce Static Load and Musculoskeletal Disorder).The work that is done manually is usually done repeatedly with monotonous movements and long working hours. If the muscle’s working too hard, the muscle will be found damage and fatigue. The right working posture can improve the worker’s ability to finish the job. Wrong posture is often caused by the facility design that unsuitable to operator. In the laundry workers ironing clothes activity is monotonous and repetitive work which is lacking in appropriate facilities. Work posture by standing up, often bent and twist. Ironing operator do their activities for more than 8 hours. The research aims to redesign the work station in order to obtain a good working posture. The design of work stations using Jack software 8.2. Work station consisting of a table and chairs designed with anthropometric and consider the motion of operator. Work station design used Jack Software 8.2. Evaluation of work posture used biomechanic analysis covering analysis of SSP, LBA, RULA, and OWAS. The result of evaluation is a posture suggested that the worker should sit on a chair with a sturdy body, the head is parallel toward to the direction of the object, and workers are prevented from bending and twist position. 
PENILAIAN USABILITAS UNTUK SITUS e-COMMERCE (STUDI KASUS SITUS www.lazada.co.id dan www.mataharimall.com) Restuputri, Dian Palupi
J@ti Undip : Jurnal Teknik Industri Volume 12, No. 2, Mei 2017
Publisher : Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (856.426 KB) | DOI: 10.14710/jati.12.2.119-126

Abstract

Usabilitas merupakan syarat dari suatu situs E-commerce. Hal ini disebabkan apabila konsumen tidak dapat belanja dengan mudah, maka situs online  tidak akan berguna. Penelitian ini bertujuan menilai dua situs e-commerce di Indonesia yaitu lazada dan mataharimall. Lazada adalah toko perbelanjaan online yang menawarkan berbagai jenis merk terkenal. Saat ini Lazada adalah situs e-commerce terbesar di Indonesia. Sedangkan mataharimall adalah e-commerce yang menawarkan berbagai jenis produk seperti pakaian, kosmetik dan kesehatan, elektronik dll. Mataharimall merupakan salah satu situs terlengkap di Indonesia. Variable usabilitas yang digunakan dalam penelitian ini adalah 9 variable usabilitas yang digunakan dari model dasar Restuputri dan Yasierli (2014). Hasil dari penelitian ini yaitu 9 variable usabilitas ini valid untuk mengukur usabilitas di situs e-commerce jenis B2C (Bussiness to Customer) yaitu lazada dan jenis O2O (Online-to-Offline dan Offline-to-Online) yaitu mataharimall. Variabel yang perlu dilakukan perbaikan baik dari situs lazada maupun matahari yaitu variabel antara lain Bantuan, Kepuasan, Kualitas Informasi, Kehandalan, Jaminan dan Kontrak Perusahaan, Keamanan dan Fasilitas dan Universality. Untuk variabel Navigasi dan Indikator Waktu tidak perlu dilakukan tindakan perbaikan karena berada di kuadran ke empat yang artinya dinilai tidak penting maupun tidak puas AbstractUsability is key from e-commerce. If a customer doesn’t like the site, customer simply looks for another e-commerce site to buy products from. This research assesses two largest e-commerce in Indonesia, which is lazada and mataarimall. Lazada is an online mall, offering a large selection of the world’s most popular brands. Currently, Lazada Indonesia is the nation’s leading business-to-consumer ecommerce site. MatahariMall is an ecommerce venture from the Lippo Group, offering one of the largest and most complete marketplaces in Indonesia. It covers fashion, health and beauty, electronics, home, groceries, books, and entertainment. Variables that used in this research based on research Restuputri and Yasierli (2014). The Results from this research is 9 variable is valid and reliable for measuring Lazada that have type e-commerce B2C (Bussiness to Customer) and  Mataharimall that have type e-commerce O2O (Online to Offline and Offline to Online). There are 7 Variables that need to be improved in lazada and mataharimall, the variable are Assistance, Satisfaction , Quality of Information , Reliability , Asurance and Company Contacts , Security and Facility and Universality. For variable Navigation and Time Indicator is not necessary corrective action because it is in the fourth quadrant , which means considered not important nor dissatisfied
PERBAIKAN KUALITAS PADA PRODUK GENTENG DENGAN METODE SIX SIGMA Dewi, Shanty Kusuma; Ummah, Dyah Maslahatul
J@ti Undip : Jurnal Teknik Industri Vol 14, No 2 (2019): Mei 2019
Publisher : Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (132.138 KB) | DOI: 10.14710/jati.14.2.87-92

Abstract

Berkembangnya industri kecil dan menengah menimbulkan persaingan dalam industri. Hal ini membuat setiap usaha harus memperhatikan kebutuhan pelanggan. Kualitas merupakan salah satu faktor pemenuhan kebutuhan pelanggan dan merupakan jaminan yang harus diberikan oleh perusahaan kepada pelanggan. Industri   yang menghasilkan kualitas produk yang baik akan mengurangi kerugian karena kegagalan produk. Produk yang sesuai spesifikasi dan seragam dapat dihasilkan dengan cara memperkecil variasi proses. Tujuan dari penelitian ini adalah mengimplementasikan konsep six sigma pada suatu industri yang memproduksi genteng. Six sigma merupakan metode mengidentifikasi penyebab kecacatan pada produk maupun proses dengan memperbaiki permasalahan dan meningkatkan kualitas melalui siklus DMAIC (Define, Measure, Analysis, Improve, Control). Dari hasil penelitian didapatkan penurunan DPMO dari 29311 menjadi 8974,35 dan terjadi peningkatan nilai sigma level dari 3,35 menjadi 3,99 sigma.  Abstract[Quality Improvement On Tile Products With Six Sigma Method] The development of small and medium industries has led to competition in the industry. Competitions make every business must pay attention to customer needs. Quality is one of the factors fulfilling customer needs and is a guarantee that must be given by the company to customers. Industries that produce good quality products will reduce losses due to product failure. Products that meet specifications and uniforms can be produced by minimizing process variations. The purpose of this study is to implement the concept of six sigma in an industry that produces tile. Six Sigma is a method of identifying causes of defects in products and processes by fixing problems and improving quality through the DMAIC cycle (Define, Measure, Analysis, Improve, Control). From the results of the study, there was a decrease in DPMO from 29311 to 8974.35 and an increase in the sigma level from 3.35 to 3.99 sigma.Keywords: quality; Six Sigma; DMAIC; taguchi method
DESAIN KRITERIA PEMILIHAN PENYEDIA JASA KONSTRUKSI BANGUNAN MENGGUNAKAN METODE EVALUASI DENGAN MERIT POINT SYSTEM Puspitasari, Nia Budi; Rinawati, Dyah Ika; Putra, Aditya Wiratama
J@ti Undip : Jurnal Teknik Industri Volume 13, No. 2, Mei 2018
Publisher : Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (570.59 KB) | DOI: 10.14710/jati.13.2.75-82

Abstract

AbstrakDalam melakukan proses pengadaan, Badan Usaha Milik Negara  mengacu pada peraturan Menteri BUMN No. 05 tahun 2008. Dimana tertulis dalam peraturan menteri bahwa tata cara pengadaan barang dan jasa diatur lebih lanjut oleh direksi BUMN. PT Asuransi ASEI Indonesia sebagai BUMN mempunyai keputusan direksi No : 01/045-2/SKD.KN.HKM sebagai landasan segala proses pengadaan. Salah satu bentuk evaluasi lelang adalah merit point system. Sistem yang digunakan untuk memilih penyedia jasa konstruksi pembangunan gedung di PT. Asuransi ASEI Indonesia adalah sistem design & build procurement. Namun PT. Asuransi ASEI Indonesia masih sulit untuk melakukan penilaian terhadap penyedia yang mengikuti proses lelang terbuka. Hal ini dibuktikan dengan merit point system yang diatur dalam keputusan direksi PT. Asuransi ASEI Indonesia belum memiliki sub-kriteria dan bobot untuk mengukur kriteria. Akibatnya merit point system dapat melahirkan penyedia dengan kinerja yang buruk. Seperti yang dialami oleh PT. Asuransi ASEI Indonesia bahwa pembangunan gedung kantor cabang di Surabaya tahun 2015 sedang terhenti akibat kesalahan penyedia. Untuk mengatasi masalah tersebut, maka penelitian menggunakan tools Fuzzy Analytical Hierarchy Process untuk menentukan kriteria, sub-kriteria, dan bobot sebagai bahan masukan untuk menyempurnakan merit point system. Hasil Pengolahan data menunjukan bahwa kriteria structural system merupakan kriteria yang paling penting untuk memilih penyedia dengan bobot sebesar 19,7%. AbstractIn the process of procurement, the state owned enteprises (BUMN) refer to minister regulation no 5 of 2008. Which is stated on the minister regulation that the procedure of procurement is further regulated by the regulation of the state owned enterprises itself. PT Asuransi ASEI Indonesia as one of the state owned enteprises has a director regulation no 01/045-2/SKD.KN.HKM as the foundation all of procurement process on PT. Asuransi ASEI Indonesia. One of the tender evaluations which is stated on  the director regulation is by merit point system. The system that used for selecting provider on the tender evaluation is by design & build procurement. But PT. Asuransi ASEI Indonesia have some problem for evaluating provider who join the tender. This is proved by merit point system that regulated on the regulation of PT. Asuransi ASEI Indonesia doesn’t have criteria and weight for measure the criteria. So, merit point system can provide some provider with a bad performance for doing the project.As experienced by PT. Asuransi ASEI Indonesia that the construction process of the Surabaya branch office has been stopped (2015) because of provider’s failure. For solving the problem, this research using tools Fuzzy Analytical Hierarchy Process for determining criteria, sub-criteria, and the weight as advice for complementing merit point system. The result show that structural system is the most important criteria for choosing the provide with the criteria weight of 19,7%. Keywords: Procurement; Merit Point System; Fuzzy Analytical Hierarchy Process
PENGUKURAN RISIKO KEAMANAN PANGAN PADA SISTEM RANTAI PASOK IKAN SEGAR Wahyuni, Hana Catur; Sumarmi, Wiwik
J@ti Undip : Jurnal Teknik Industri Volume 13, No. 1, Januari 2018
Publisher : Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (342.468 KB) | DOI: 10.14710/jati.13.1.37-44

Abstract

AbstrakTerjadinya berbagai macam penyakit yang bersumber dari makanan menyebabkan masyarakat semakin  sadar akan pentingnya mengkonsumsi makanan yang aman. Pengelolaan keamanan pangan harus dilakukan secara terintegrasi di sepanjang rantai pasok, agar tidak terjadi perubahan status pangan dari aman menjadi tidak aman. Oleh karena itu, untuk mengantisipasi perubahan tersebut, maka perlu dilakukan analisa risiko keamanan pangan pada rantai pasok agar dapat dirumuskan langkah- langkah strategis untuk meminimalisir risiko yang terjadi. Penelitian ini bertujuan untuk (1) melakukan identifikasi kegiatan-kegiatan pada rantai pasok yang mengandung risiko terhadap keamanan pangan, (2)  melakukan pengukuran risiko keamanan pangan  yang terjadi pada rantai pasok pangan, (3) mengetahui kegiatan pada rantai pasok yang paling berisiko terhadap keamanan pangan. Obyek penelitian yang digunakan adalah rantai pasok ikan segar di wilayah Kab Sidoarjo. Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan metode risk FMEA (Failure Mode Effect Analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 11 kegiatan yang berisiko pada sistem keamanan pangan, yaitu: (1) pemberian makanan pada ikan; (2) pengelolan sistem kebersihan kolam/ tambak; (3) proses memanen ikan; (4) cara pemilahan ikan; (5) cara penyimpanan ikan; (6) cara pemasaran ikan; (7) jenis kendaran yng digunakan untuk pengiriman ikan; (8) cara penyimpanan saat pengiriman ikan; (9) cara memindahkan ikan; (10) cara penangganan ikan yang tidak terjual; (11) cara penangganan ikan tidak layak jual. Dari 11 kegiatan berisiko tersebut, skor resiko tertinggi terdapat pada cara penyimpanan ikan, cara pemasaran ikan, jenis kendaraan yang digunakan untuk pengiriman ikan dan cara pengemasan ikan pada saat distribusi.  AbstractThe occurrence of various diseases that are sourced from food cause the public increasingly aware of the importance of consuming safe foods. Food safety management must be integrated throughout the supply chain, in order to avoid the change of food status from safe to unsafe. Therefore, to anticipate the change, it is necessary to analyze food security risk in supply chain in order to formulate strategic steps to minimize the risk that happened. This research aims to (1) identify activities in supply chains that contain risks to food security, (2) measuring food safety risks that occur in the food supply chain, (3) to know the activities in the supply chain that are most at risk to food security. The research object used is fresh fish supply chain in Sidoarjo regency. Data processing is done by using risk method FMEA (Failure Mode Effect Analysis). The results show that there are 11 activities that are at risk to food safety system, namely: (1) feeding on fish; (2) management of pond cleanliness system; (3) the process of harvesting fish; (4) how to sort fish; (5) how to store fish; (6) how to fish marketing; (7) type of vehicle used for fish delivery; (8) how to store when shipping fish; (9) how to move fish; (10) unsubscriptions of unsold fish; (11) the way a fish subscription is not worth selling. Of the 11 risk activities, the highest risk score is in the way of fish storage, the way of fish marketing, the type of vehicle used for fish delivery and the way of fish packaging at the time of distribution. Keyword: Shain Supply; Safety Food; FMEA; Fish; Risk
INDUSTRI 4.0: TELAAH KLASIFIKASI ASPEK DAN ARAH PERKEMBANGAN RISET Prasetyo, Hoedi; Sutopo, Wahyudi
J@ti Undip : Jurnal Teknik Industri Volume 13, No. 1, Januari 2018
Publisher : Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (674.658 KB) | DOI: 10.14710/jati.13.1.17-26

Abstract

AbstrakIstilah Industri 4.0 lahir dari ide tentang revolusi industri keempat. Keberadaannya menawarkan banyak potensi manfaat. Guna mewujudkan Industri 4.0, diperlukan keterlibatan akademisi dalam bentuk riset. Artikel ini bertujuan untuk menelaah aspek dan arah perkembangan riset terkait Industri 4.0. Pendekatan yang digunakan adalah studi terhadap beragam definisi dan model kerangka Industri 4.0 serta pemetaan dan analisis terhadap sejumlah publikasi. Beberapa publikasi bertema Industri 4.0 dipilah menurut metode penelitian, aspek kajian dan bidang industri. Hasil studi menunjukkan Industri 4.0 memiliki empat belas aspek. Ditinjau dari metode penelitian, sebagian besar riset dilakukan melalui metode deskriptif dan konseptual. Ditinjau dari aspeknya, aspek bisnis dan teknologi menjadi fokus riset para peneliti. Ditinjau dari bidang industri penerapannya, sebagian besar riset dilakukan di bidang manufaktur. Ditinjau dari jumlahnya, riset terkait Industri 4.0 mengalami tren kenaikan yang signifikan. Artikel ini diharapkan dapat memberi gambaran mengenai apa itu Industri 4.0, perkembangan dan potensi riset yang ada di dalamnya. AbstractIndustry 4.0: Study of Aspects Classification and Future Research Direction. The term Industrial 4.0 refers to the idea about fourth industrial revolution. In order to realize Industry 4.0, academic involvement is required in the form of research. This article aims to define the aspects and future direction of research related to Industry 4.0. Literature review of various definition and concept models of Industry 4.0. was conducted to acquire the aspects. Mapping and analysis of several publications were conducted to determine the future direction of research. Publications were sorted according to research methods, aspects and type of industry. The result shows that Industry 4.0 has fourteen aspects. Based on research methods, most of the research is done through descriptive and conceptual methods. Business and technology aspects become the focus of the researchers and most of the research is done in manufacturing industry. Based on quantities, Industrial 4.0 research has experienced a significant upward trend. This article is expected to illustrate the concept, future development and research trend of Industry 4.0.Keywords: Industry 4.0; Literature Review; Research Trend
ANALISIS NONCONFORMING PART PADA WING STRUCTURE PESAWAT CN-235 DENGAN MENGGUNAKAN METODE FMEA (FAILURE MODE EFFECT ANALYSIS) Djunaidi, Much.; Ryantaffy, Andrew Krishna
J@ti Undip : Jurnal Teknik Industri Volume 13, No. 2, Mei 2018
Publisher : Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (270.99 KB) | DOI: 10.14710/jati.13.2.67-74

Abstract

AbstrakTransportasi udara menjadi moda trasportasi yang terus berkembang di Indonesia. Dukungan terhadap sistem transportasi udara yang aman sangat dibutuhkan. Oleh karena itu, proses pembuatan pesawat terbang yang dilakukan di PT. Dirgantara Indonesia perlu terus dijaga kualitasnya.  Artikel ini membahas masalah kecacatan komponen rib pada wing structure pesawat CN235 pada saat proses perakitan struktur sayap pesawat.  Data menunjukkan bahwa komponen yang banyak mengalami kegagalan adalah rib, dengan tingkat keparahan yang ditimbulkan masuk dalam kategori fatal. Dengan menggunakan pendekatan failure mode effect analysis, kasus terjadinya rib yang tidak sesuai menjadi bentuk modus kegagalan yang menjadi prioritas perbaikan dengan nilai RPN yang tertinggi dibandingkan dengan modus-modus kegagalan lainnya. Alternatif solusi untuk mengatasi masalah tersebut adalah dengan melakukan inspeksi yang lebih ketat terhadap komponen khusus, serta melakukan analisis untuk faktor-faktor yang lain. Abstract[Analysis of Non-conforming Part on Wing Structure Aircraft CN-235 Using FMEA (Failure Modes Effect Analysis) Method] Air transportation is becoming a growing transportation mode in Indonesia. Support for safe air transport systems is needed. Therefore, the process of making aircraft that is done in PT. Dirgantara Indonesia needs to keep its quality. This article discusses the problem of the components of the rib component in the wing structure of the CN235 aircraft during the assembly process of the aircraft wing structure. The data indicate that the components that many fail are rib, with the severity generated into the fatal category. By using the failure mode effect analysis approach, the case of incompatible rib becomes the form of failure mode that becomes the priority of improvement with the highest RPN value compared to other failure modes. Alternative solutions to overcome these problems is to conduct more rigorous inspections of specific components, as well as perform analysis for other factors.Keywords: FMEA; Wing structure; Rib component; Safety flight

Page 1 of 32 | Total Record : 318