ROTASI "JURNAL TEKNIK MESIN"
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -
Articles 347 Documents
PERANCANGAN DAN PEMBUATAN PLATFORM VALIDASI INERTIAL MEASUREMENT UNIT (IMU)

Setiawan, Joga Dharma ( Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro ) , Widodo, Achmad ( Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro ) , Nugroho, Dimas Bimo ( Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro )

ROTASI "JURNAL TEKNIK MESIN" VOLUME 13, NOMOR 1, JANUARI 2011
Publisher : ROTASI "JURNAL TEKNIK MESIN"

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (474.256 KB)

Abstract

Aplikasi Unmanned Aerial Vehicle (UAV) membutuhkan Inertial Measurement Unit (IMU) untuk meningkatkan kecepatan akurasi manuver. IMU yang umum digunakan yaitu jenis lowcost yang mudah dimodifikasi dan didapatkan di pasaran. IMU low cost membutuhkan kalibrasi untuk memverifikasi kesalahan-kesalahan akibat hardware pada rangkaian. Kalibrasi IMU menggunakan platform yang dirancang dengan referensi dari sistem carpal wrist device. Tujuan penelitian adalah mendapatkan pembacaan empat derajat kebebasan yaitu pitch (α), roll(θ), yaw (ψ), dan akselerasi sumbu Z (az) dari gerakan yang terkontrol dari platform. Pengetesan platform dilakukan pada ground test. Prosedur penelitian meliputi pengolahan hardware dan software; desain, pembuatan, dan pengetesan IMU; dan simulasi dengan SimMechanics dan analisa hasil. Pada pengujian pitch didapatkan pitch minimum α = -5.80, pitch minimum simulasi α = -8.50. Pada pengujian rolldidapatkan rollminimum adalah θ = -50 dan rollmaksimum θ = 50, dari rollminimum simulasi adalah θ = -120 dan rollmaksimum θ = 120. Pengujian pada yaw mendapatkan nilai yaw minimum adalah ψ = -1650. Pengujian akselerasi sumbu Z menghasilkan az = 6m/s2.

PENGARUH PENGGUNAAN BROQUET PADA PRESTASI MESIN SEPEDA MOTOR

Arijanto, Arijanto ( Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro ) , Nugroho, Heri ( Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro )

ROTASI "JURNAL TEKNIK MESIN" VOLUME 13, NOMOR 1, JANUARI 2011
Publisher : ROTASI "JURNAL TEKNIK MESIN"

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (349.592 KB)

Abstract

Jumlah mobil di Indonesia telah mencapai 10 juta unit, bertambah 500 ribu unit per tahun dan sepeda motor lebih dari 25 juta unit dan bertambah 5 juta unit per tahun akan makin mencemari lingkungan serta memacu pemanasan global. Untuk mengurangi dampak emisi gas buang salah satu alat penghemat bahan bakar adalah katalisator Broquet. Katalis ini terbuat dari palladium campuran berbentuk kasa direndam dalam bahan bakar, sehingga oktan bahan bakar bertambah dan pembakaran menjadi lebih sempurna. Pengujian akan mengkaji efek penggunaan Broquet pada mesin sepeda motor Honda CS-1 125 cc terhadap perubahan performa mesin yang meliputi daya, torsi, konsumsi bahan bakar dan efisiensi. Dari hasil pengujian didapatkan torsi maksimal meningkat 18,8 % dari 11,44 Nm menjadi 13,60 Nm, setelah menggunakan broquet. Demikian juga terjadi peningkatan daya pengereman maksimal 22 % dari 0,92 kW menjadi 1,14 kW, selain itu juga diperoleh penghematan bahan bakar sebesar 13 % yang semula 1,14 liter/jam menjadi lebih hemat yaitu 1,01 liter/jam, Ditinjau dari prestasi mesin broquet layak digunakan sebagai penghemat bahan bakar alternatif bahkan dari hasil pengujian emisi gas buang penggunaan broquet juga lebih ramah lingkungan

PENGARUH PERUBAHAN DEBIT ALIRAN FLUIDA PANAS DAN FLUIDA DINGIN TERHADAP EFEKTIFITAS PADAPENULAR KALOR TIPE PLAT ALIRAN SILANG

Yunianto, Bambang ( Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro Semarang ) , K, Dwi Cahyo ( Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro Semarang ) , Arijanto, Arijanto ( Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro Semarang )

ROTASI "JURNAL TEKNIK MESIN" VOLUME 13, NOMOR 1, JANUARI 2011
Publisher : ROTASI "JURNAL TEKNIK MESIN"

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (292.999 KB)

Abstract

Alat penukar kalor tipe plat merupakan jenis penukar kalor yang kompak dan mempunyai kinerjayang baik, walau ada keterbatasan dari tekanan kerja yang relatif rendah dibandingkan dengan tipecangkang dan tabung.. Ditinjau dari arah aliran dua fluida dalam saluran, penukar kalor tipe platmempunyai aliran searah , lawan arah dan aliran silang. Penukar kalor tipe plat dalam pengujian inidibuat dengan aliran silang (cross flow) dengan kontruksi dari aluminium yang berdimensi 33mm x 33mm dengan jarak antar plat 10 mm, dan jumlah plat 10 buah.Pengujian ini dilakukan untuk mengetahui unjuk kerja penulkar kalor yang dinyatakan denganbilangan non dimensi, yaitu efektivitas. Fluida kerja yang digunakan adalah dua jenis fluida yang samayaitu air panas dan air dingin.. Kapasitas air dingin dan panas divariasikan dari 0,5 lt /mnt, 0,7 lt/mnt,9 lt /mnt dan 11 lt/mnt. Sedangkan temperatur air panas divariasikan dari 50 0, 60 0 dan 70 oC.Dari hasil pengujian ini diperoleh efektivitas tertinggi adalah 41 % terjadi pada temperatur airpanas 70 0C dengan debit air dingin 5 lt/mnt. dan debit air panas 11 lt/mnt. Sedangkan efektivitasterendah adalah 23 % terjadi pada debit air dingin yang sama namun pada temperatur air panas 50 C.

ADC 12 SEBAGAI MATERIAL SEPATU REM MENGGUNAKAN PENGECORAN HIGH PRESSURE DIE CASTING DENGAN VARIASI TEMPERATUR PENUANGAN

Bayuseno, Athanasius Priharyoto ( Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro ) , Chamdani, Nasrudin Arif ( Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro )

ROTASI "JURNAL TEKNIK MESIN" VOLUME 13, NOMOR 1, JANUARI 2011
Publisher : ROTASI "JURNAL TEKNIK MESIN"

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (415.999 KB)

Abstract

Kebutuhan penggunaan sepatu rem semakin meningkat seiring dengan bertambahnya jumlah sepeda motor. Produksi sepatu rem tidak hanya dilakukan oleh produsen skala besar tetapi juga dilakukan oleh industri kecil menengah. Tantangan yang dialami oleh industri kecil menengah adalah bagaimana agar dapat bersaing dengan industri besar dikarenakan keterbatasan pengetahuan dan teknologi dibidang pengecoran logam. Metode yang sering digunakan oleh industri kecil dan menengah adalah metode pengecoran gravitasi, tetapi hasilnya masih belum memenuhi standar kualitas yang diinginkan, sehingga salah satu solusinya adalah dengan menggunakan metode lain yaitu HPDC ( High Pressure Die Casting). Bahan yang digunakan adalah ADC12 yang merupakan paduan Aluminium dengan komposisi Silikon < 12%. Variabel yang digunakan pada penelitian ini adalah temperature tuang (700oC, 750oC, dan 800oC). Kualitas pengecoran dapat dilihat dari sifat fisis dan sifat mekanisnya dengan cara melakukan karakterisasi material, yaitu : uji kekerasan , uji densitas , uji porositas , dan pengamatan struktur mikro. Setelah dilakukan pengujian densitas, porositas, dan kekerasan pada sepatu rem ADC12 hasil pengecoran HPDC didapatkan data Densitas rata-rata pada temperatur penuangan 700oC, 750oC, dan 800oC berturut-turut sebesar 1.566 gr/cm3, 1.573 gr/cm3, dan 1.575 gr/cm3. Porositas rata-rata pada temperatur penuangan 700oC, 750oC, dan 800oC berturut-turut sebesar 11.8%,11.4%, dan 11.3%. Nilai kekerasan rata-rata pada temperature penuangan 700oC, 750oC, dan 800oC berturut-turut sebesar 43.33 HRB, 45.44 HRB, dan 46.36 HRB. Hasil analisis struktur mikro menunjukkan bahwa persebaran Si semakin merata seiring dengan kenaikan temperature penuangan.

DESAIN DAN ANALISA IMPACT PADA STRUKTUR BUMPERBELAKANG KENDARAAN SUV DENGAN METODE ELEMEN HINGGA

Purnomo, Heru ( Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro ) , Satridjo, Djoeli ( Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro )

ROTASI "JURNAL TEKNIK MESIN" VOLUME 13, NOMOR 1, JANUARI 2011
Publisher : ROTASI "JURNAL TEKNIK MESIN"

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1010.065 KB)

Abstract

Bumper adalah salah satu sruktur yang penting dalam kendaraan berpenumpang, dan didesain untuk menerima beban impact.Bumper merupakan pelindung luar yang dirancang sedemian rupa untuk memungkinkan terjadinya kontak dan mengalami guncangan yang mungkin terjadi tanpa menimbulkan kerusakan serius.Bumper dirancang untuk menyerap energi tabarakan saat terjadi kecelakaan untuk kondisi kecepatan rendah. Untuk pengujian simulasi impact dengan kecepatan rendah berdasarkan standar ECE Regulasi 42,1994. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan antara bentuk, jenis material, ketebalan struktur.Penelitian ini, mendesain dan menganalisa impact pada struktur bumper belakang kendaraan SUV dengan menggunakan softwareCATIA dan ANSYS LS-DYNA. Parameter perancangan adalah bentuk, material, ketebalan struktur dan kondisi impact. Dalam pemodelan impact, penulis menggunakan longitudinal impact test dengan memberikan beban pendulum berdasarkan ECE R.42. Konsep desain terdiri dari 4 bentuk, 3 material, ketebalan 3 mm, 4 mm, 5 mm dan solusi alternatif dengan menggunakan absorber . Parameter bentuk, konsep desain yang aman adalah desain 4 karena memiliki tegangan paling rendah yaitu 328,25 MPa, parameter bahan/material adalah 2 AL 2219-T31 sebesar 191,35 MPa , parameter ketebalan adalah 4 mm dengan respon tegangan von misses sebesar 138,632 MPa karena relatif ringan dan parameter absorber dengan menggunakan karet. respon tegangan Von Misses 196,39 Mpa. Untuk pembebanan energi dua kali maka hasilnya dari desain struktur bumper belakang masih aman.

PEMODELAN DAN SIMULASI SISTEM CONTROL MAGNETIC LEVITATION BALL

Wibowo, Dwi Basuki, Sutomo, Sindu

ROTASI VOLUME 13, NOMOR 2, APRIL 2011
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (563.621 KB) | DOI: 10.14710/rotasi.13.2.1-7

Abstract

Sudah sejak lama studi dan penelitian tentang magnet telah menghasilkan berbagai produk yang bermanfaat bagi umat manusia. Metode pelayangan magnet adalah termasuk hal baru yang hasil penelitiannya banyak diterapkan di sektor industri dan transportasi karena dapat mengurangi gesekan mekanis secara berarti. Meski penelitian-penelitian tersebut masih terus dilakukan dan terbukti sukses diterapkan pada kereta api cepat Magnetic Levitation (maglev) serta pengembangan bantalan magnet tak berfriksi, prinsip dasar pelayangan magnet dengan magnet elektrik ini masih terus dipelajari di banyak perguruan tinggi di dunia. Tujuannya terutama adalah melihat fenomena pelayangan benda melalui pengontrolan kuat medan magnet elektrik serta rentang kestabilan tinggi benda yang dilayangkan.Sistem Magnetic Levitation (Maglev) ini bekerja pada gaya tarik antara gaya elektromagnetik dan benda. Selain itu objek yang akan dilayangkan adalah bola baja biasa. Untuk mencegah bola baja menempel pada electromagnet maka posisi benda harus bisa diperhitungkan dengan menggunakan sensor infra merah. Informasi dari sensor akan masuk pada rangkaian kontrol yang akan mengatur arus dalam elektromagnet.

PERBANDINGAN STACK EFFECT PADA RUMAH SECARA KONVEKSI PAKSA DAN KONVEKSI ALAMI KETIKA KONDISI HUJAN

Yohana, Eflita ( Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro ) , Novariawan, Bayu ( Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro )

ROTASI "JURNAL TEKNIK MESIN" VOLUME 13, NOMOR 2, APRIL 2011
Publisher : ROTASI "JURNAL TEKNIK MESIN"

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (567.24 KB)

Abstract

Sebuah ruangan atau rumah dimodifikasi dengan menambah sebuah stack (cerobong) untuk memanfaatkan fenomena stack effect. Stack ini berguna untuk mengalirkan udara dari dalam ruangan ke luar, sehingga panas yang di dalam ruangan dapat keluar dan ruangan dapat menjadi nyaman. Perbedaan warna pada dinding luar rumah juga dapat mempengaruhi temperatur di dalam ruangan karena energi panas yang tersimpan di dalam rumah akan berbeda. Rumah dengan dinding lebih gelap akan memliki energi panas yang lebih tinggi dibandingkan rumah yang menggunakan dinding lebih cerah. Sedangkan rumah yang menggunakan exhaust fan akan menyimpan energi panas yang lebih kecil dibandingkan rumah yang tidak menggunakan exhaust fan.Tinggi fenomena stack effect yang dibutuhkan dapat diperoleh dari hasil perhitungan energi panas yang tersimpan dalam ruangan. Pada miniatur rumah menggunakan exhaust fan, sebaiknya ditambah cerobong atau menara pada bagian atap setinggi 0,55 meter untuk rumah yang tanpa cat, 0,35 meter untuk rumah yang dicat warna putih, 0,55 meter untuk rumah yang dicat warna abu-abu, dan 0,36 meter untuk rumah yang dicat warna kuning. Sedangkan pada miniatur rumah tidak menggunakan exhaust fan (secara alami), sebaiknya ditambah cerobong atau menara pada bagian atap setinggi 0,86 meter untuk rumah yang tanpa cat, 0,74 meter untuk rumah yang dicat warna putih, 0,85 meter untuk rumah yang dicat warna abu-abu, dan 0,75 meter untuk rumah yang dicat warna kuning.

ANALISA KONTAK STATIS PERMUKAAN KASAR BERBASIS ELEMEN HINGGA

Jamari, Jamari

ROTASI VOLUME 13, NOMOR 2, APRIL 2011
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (447.431 KB) | DOI: 10.14710/rotasi.13.2.13-17

Abstract

Teori kontak permukaan kasar telah lama dikembangkan oleh banyak peneliti. Pengembangan kontak elastis, elastoplastis dan plastis telah banyak dilakukan. Umumnya pemodelan permukaan kasar diwakilkan oleh asperiti. Asperiti sering diwakilkan dengan bentuk sederhana setengah bola (hemisphere). Untuk memodelkan permukaan kasar yang sesungguhnya, seperti hasil pengukuran, merupakan sebuah usaha yang tidak mudah. Paper ini bertujuan untuk memodelkan kontak permukaan kasar sesungguhnya akibat beban statis menggunakan metode elemen hingga. Pemodelan permukaan kasar sesungguhnya dilakukan dengan cara memanfaatkan software CAD. Geometri permukaan kasar hasil pengukuran masih berupa titik-titik dengan ketinggian tertentu. Software CAD mengubah geometri permukaan kasar ke dalam bentuk geometri solid tiga dimensi. Model permukaan kasar kemudian digunakan untuk analisa kontak. Beberapa parameter utama kontak seperti luas permukaan kontak, deformasi, dan lain-lain ditampilkan pada kontak antar permukaan kasar dengan sebuah bola.

EFEK SECONDARY FLOW DAN SEPARASI TERHADAP POLA DISTRIBUSI TEKANAN PADA OUTER WALL DARI RECTANGULAR ELBOW

Rozi, Khoiri, Atmaja, Sugeng Tirta

ROTASI VOLUME 13, NOMOR 2, APRIL 2011
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (272.34 KB) | DOI: 10.14710/rotasi.13.2.18-21

Abstract

Studi ini secara umum dibuat untuk menguji karakteristik aliran melewati outer wall dari elbow. Hasil-hasil pengukuran tekanan statis pada outer surface ditemukan bahwa aliran mula-mula mengalami deselerasi melewati concave wall/pressure side sampai di Ó¨ = 45o dan kemudian menuju downstream aliran mengalami recovery dengan penambahan kecepatan secara gradual dan sampai di x/L = 1,0 pada exit saluran aliran diprediksi mengalami terseparasi secara masive.

ANALISA PENGARUH POSISI KELUARAN NOSEL PRIMER TERHADAP PERFORMA STEAM EJECTOR MENGGUNAKAN CFD

Utomo, Tony Suryo, Nugroho, Sri, Yohana, Eflita

ROTASI VOLUME 13, NOMOR 2, APRIL 2011
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (463.725 KB) | DOI: 10.14710/rotasi.13.2.22-26

Abstract

Steam ejector refrigerasi merupakan sistem refrigerasi dengan memanfaatkan panas buangan sebagai inputnya. Steam ejector berperan sebagai pengganti kompresor pada siklus kompresi uap. Steam ejector refrigerasi memiliki COP (Coefficient of Performance) yang rendah, sehingga perlu dilakukan penelitian untuk mengoptimalkan kinerja dari steam ejector. Kinerja steam ejector dapat dilihat dari besarnya nilai entrainment ratio yaitu perbandingan laju aliran massa suction dengan laju aliran massa motive. Peningkatan nilai entrainment ratio pada steam ejector dapat meningkatkan COP dari sistem refrigerasi tersebut. Dalam penelitian ini, Computational Fluid Dynamics (CFD) digunakan untuk memprediksi fenomena aliran dan performansi steam ejector. Simulasi dilakukan dengan memodifikasi posisi keluaran nosel primer yaitu jarak nosel dengan constant-area section steam ejector. Jarak nosel dengan constant-area (throat) section steam ejector divariasikan dari 0.1 sampai 5 kali diameter constant-area section. Hasil simulasi menunjukkan performansi optimum diperoleh pada jarak nosel antara 1.5 sampai 4 kali diameter constant-area section. Semakin besar diameter throat nosel maka nilai entrainment ratio semakin menurun.

Page 1 of 35 | Total Record : 347


Filter by Year

2000 2019


Filter By Issues
All Issue Vol 21, No 2 (2019): VOLUME 21, NOMOR 2, APRIL 2019 Vol 20, No 4 (2018): VOLUME 20, NOMOR 4, OKTOBER 2018 Vol 20, No 3 (2018): VOLUME 20, NOMOR 3, JULI 2018 Vol 20, No 2 (2018): VOLUME 20, NOMOR 2, APRIL 2018 Vol 20, No 1 (2018): VOLUME 20, NOMOR 1, JANUARI 2018 Vol 19, No 4 (2017): VOLUME 19, NOMOR 4, OKTOBER 2017 Vol 19, No 3 (2017): VOLUME 19, NOMOR 3, JULI 2017 Vol 19, No 1 (2017): VOLUME 19, NOMOR 1, JANUARI 2017 Vol 18, No 4 (2016): VOLUME 18, NOMOR 4, OKTOBER 2016 Vol 18, No 3 (2016): VOLUME 18, NOMOR 3, JULI 2016 Vol 18, No 2 (2016): VOLUME 18, NOMOR 2, APRIL 2016 Vol 18, No 1 (2016): VOLUME 18, NOMOR 1, JANUARI 2016 Vol 17, No 4 (2015): VOLUME 17, NOMOR 4, OKTOBER 2015 Vol 17, No 3 (2015): VOLUME 17, NOMOR 3, JULI 2015 Vol 17, No 2 (2015): VOLUME 17, NOMOR 2, APRIL 2015 Vol 17, No 1 (2015): VOLUME 17, NOMOR 1, JANUARI 2015 VOLUME 16, NOMOR 3, JULI 2014 VOLUME 16, NOMOR 2, APRIL 2014 VOLUME 16, NOMOR 1, JANUARI 2014 Vol 16, No 4 (2014): VOLUME 16, NOMOR 4, OKTOBER 2014 Vol 16, No 2 (2014): VOLUME 16, NOMOR 2, APRIL 2014 VOLUME 15, NOMOR 4, OKTOBER 2013 VOLUME 15, NOMOR 3, JULI 2013 VOLUME 15, NOMOR 2, APRIL 2013 VOLUME 15, NOMOR 1, JANUARI 2013 VOLUME 14, NOMOR 4, OKTOBER 2012 VOLUME 14, NOMOR 3, JULI 2012 VOLUME 14, NOMOR 2, APRIL 2012 VOLUME 14, NOMOR 1, JANUARI 2012 VOLUME 13, NOMOR 4, OKTOBER 2011 VOLUME 13, NOMOR 3, JULI 2011 VOLUME 13, NOMOR 2, APRIL 2011 VOLUME 13, NOMOR 1, JANUARI 2011 Volume 12, Nomor 4, Oktober 2010 Volume 12, Nomor 3, Juli 2010 Volume 12, Nomor 2, April 2010 Volume 12, Nomor 1, Januari 2010 Volume 11, Nomor 4, Oktober 2009 Volume 11, Nomor 3, Juli 2009 Volume 11, Nomor 2, April 2009 Volume 11, Nomor 1, Januari 2009 Volume 10, Nomor 4, Oktober 2008 Volume 10, Nomor 3, Juli 2008 Volume 10, Nomor 2, April 2008 Volume 10, Nomor 1, Januari 2008 Volume 9, Nomor 4, Oktober 2007 Volume 9, Nomor 3, Juli 2007 Volume 9, Nomor 2, April 2007 Volume 9, Nomor 1, Januari 2007 Volume 8, Nomor 4, Oktober 2006 Volume 8, Nomor 3, Juli 2006 Volume 8, Nomor 2, April 2006 Volume 8, Nomor 1, Januari 2006 Volume 3, Nomor 2, April 2001 Volume 3, Nomor 1, Januari 2001 Volume 2, Nomor 4, September 2000 More Issue