cover
Contact Name
hijrah
Contact Email
balimau24@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
skalakesehatan2016@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Jurnal Skala Kesehatan
ISSN : 2087152x     EISSN : 26152126     DOI : -
Core Subject : Health, Social,
The Journal article contains the results of several studies in science Nursing, Midwifery, Dental Nursing, Nutrition Sciences, Environmental Health, Health Analysts,Medical Records and Health Information provided on the results of public service to the science of education and health management. Other.
Arjuna Subject : -
Articles 90 Documents
Hubungan tingkat pengetahuan tentang Manfaat minum air putih dengan jumlah konsumsi minumair putih dan pola penyakit pada siswa smp negeri i kecamatan alalak Tahun 2016 maslani, noorhayati
Jurnal Skala Kesehatan Vol 8 No 1 (2017): JURNAL SKALA KESEHATAN
Publisher : Politeknik Kementerian Kesehatan Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (461.352 KB)

Abstract

Saat ini banyak remaja dan orang dewasa mengkonsumsi minuman-minuman selain air putih, seperti minuman yang bersoda, minuman yang mengandung kafein, atau bahkan mengkonsumsi minuman beralkohol yang apabila dikonsumsi secara terus menerus dan menjadi sebuah kebiasaan akan sangat merugikan kesehatan bagi dirinya sendiri. Kurangnya pengetahuan mengenai manfaat lebih dari air putih bagi kesehatan tubuh memberikan peluang bagi remaja untuk tidak memperhatikan air putih bagi tubuhnya. Selain kebiasaan minum air putih hanya pada saat haus saja, minum air putih hanya sebagai pelengkap bagi rasa haus pada saat makan, atau sesegera minum pada saat makan, bahkan tidak jarang di tempat-tempat makan mereka justru tidak dibarengi dengan air putih ini menjadi pola kebiasaan yang jauh dari pola kesehatan minum yang baik dan benar (Fauziyah dan Maulana, 2010 dalam Pratiwi dan Rahayu, 2014). Berdasarkan data yang didapatkan di SMP Negeri I Alalak Kecamatan Alalak pada 30 siswa didapatkan16 siswa dengan pengetahuan kurang,  8 siswa pengetahuan cukup dan 6 siswa pengetahuan baik serta 6 siswa mengkonsumsi air putih sesuai kebutuhan dan 24 siswa mengkonsumsi air putih tidak sesuai kebutuhan. Air putih yang dikonsumsi siswa per hari rata-rata hanya dua gelas dan mereka lebih meyukai minuman yang bukan air putih kurang lebih 80 % kebanya kan siswa menyukai air minum yang berasasepertiteh, sirup, susu, es dan juga minuman yang dikemas dengan cangkir plastik yang beragam rasa. Informasi dari guru pengajarnya kebanyakan siswa mengalami diare  58 % dan mengalami demam atau panas sekitar 42 orang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Hubungan Tingkat Pengetahuan TentangManfaat Minum Air Putih dengan Jumlah Konsumsi Minum Air Putih dan Pola Penyakit Pada siswa SMP Negeri I Alalak Kecamatan Alalak Tahun 2016. Populasi dalam penelitian ini adalah Siswa SMP Negeri I Kecamatan Alalak Tahun 2016 dan sampel yang digunakan adalah sebagian Siswa kelas delapan  SMP Negeri I Kecamatan Alalak Tahun  2016 tehnik  pengambilan sampel secara kelompok atau gugus  (claster sampling). Analisa data menggunakan analisa univariat yaitu analisa menggunakan karakteristik masing-masing variabel yang diteliti dengan menggunakan distribusi  frekuensi dan persentasi dari tiap-tiap variabel, selanjutnya data dikumpulkan dalam bentuk tabel narasi dan Analisa Bivariabel adalah Analisa  menggunakan tabulasi silang  yang bertujuan mengetahui hubungan variabel  bebas Tingkat Pengetahuan Tentang manfaat Minum Air Putih. uji statistik yang digunakan adalah Chi Square  X2 pada tingkat kemaknaan p < 0,05 dan Confidance interval 95%. Hasil adalah yang berpengatahuan kurang sebanyak 99 responden. Sedangkan yang mengkonsumsi minum air putih tidak sesuai kebutuhan adalah 57 responden. Dari beberapa pola penyakit yang terbanyak yang pernah dialami oleh responden adalah diare. Hasil hubungan tingkat pengetahuan tentang manfaat minum airputih dengan jumlah konsumsi minum air putih, berdasarkan hasil uji statistik didapatkan hasil P value 0,252 dengan nilai α 0,05. Berarti P value > α. Ha diterima artinya tidak ada hubungan antara tingkat pengetahuan tentang manfaat minum air putihdengan jumlah konsumsi minum air putih pada siswa SMP Negeri I Alalak Kecamatan Alalak
Analisis Persepsi Pasien Terhadap Kualitas Pelayanan Rawat Jalan Di RS MISI LEBAK Sinaga, Sarma Eko
Jurnal Skala Kesehatan Vol 9 No 2 (2018): JURNAL SKALA KESEHATAN
Publisher : Politeknik Kementerian Kesehatan Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (535.502 KB) | DOI: 10.31964/jsk.v9i2.159

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis persepsi pasien terhadap kualitas pelayanan rawat jalan RS Misi Lebak setelah mendapatkan pelayanan reliability (kehandalan), responsiveness (daya tanggap), assurance (jaminan), empathy (kepedulian), tangibles (bukti fisik). Penelitian ini dilakukan di RS Misi Lebak dengan jumlah responden sebanyak 110 orang setelah mendapatkan pelayanan rawat jalan. Metode penelitiannya adalah survey dengan pendekatan cross sectional. Pengumpulan data yang dilakukan dengan menggunakan kuisioner, sedangkan analisa data pada penelitian ini menggunakan analisa multivariat Regresi Logistik Berganda Model Prediksi. Hasil uji statistika diperoleh didapatkan odds ratio (OR) variabel empaty sebesar 5,460 yang artinya persepsi pasien setelah mendapatkan pelayanan empathy akan memiliki kepuasan yang lebih baik sebesar 5,5x dibandingkan pasien yang tidak mendapatkan pelayanan empathy. Variabel yang sangat dominan pengaruhnya terhadap persepsi pasien adalah variabel empathy. Dan variabel yang berhubungan bermakna terhadap persepsi pasien adalah variabel empathy dan tangibles.
Determinan Komplikasi Obstetri Di Indonesia (Analisis Data SDKI 2012) laila, seri
Jurnal Skala Kesehatan Vol 9 No 2 (2018): JURNAL SKALA KESEHATAN
Publisher : Politeknik Kementerian Kesehatan Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (587.548 KB) | DOI: 10.31964/jsk.v9i2.155

Abstract

Maternal mortality rate in Indonesia data IDHS on 2012 is still high at 359/100,000 live births, an increase of 57% compared to IDHS in 2007. One cause is due to obstetric complications. Compared to the 2002 and 2007 IDHS data, this figure is increasing and many factors affect the occurrence of obstetric complications. The objective is to know the determinant of obstetric complication based on IDHS data of 2012. This research use secondary data with cross sectional approach based on survey of IDHS 2012 with 4,618 samples. Result: Obstetric complication were 51,2% and there was significant correlation social of economy, parity, distance birth, history of complication, residence area, place of labor and quality of ANC to the obstetric complication. Result of research showed that there were correlation history of complication before OR=4,084, quality of ANC OR=1,187, place of labor OR=1,517, birth and parity spots interact with village residence against obstetric complications.  Expected to improve quality services of ANC and ability of health worker to handle  reference   cases and improving readiness mother and family for recognize and anticipate incident of obstetric complication especially for mother who  are at risk
Angka kuman udara ruang rawat inap anak dengan dan tanpa air conditioner (AC) di rumah sakit Raimunah, Raimunah; Lutpiatina, Leka; Kartiko, Jasmadi Joko; Norsiah, Wahdah
Jurnal Skala Kesehatan Vol 9 No 1 (2018): JURNAL SKALA KESEHATAN
Publisher : Politeknik Kementerian Kesehatan Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (357.815 KB) | DOI: 10.31964/jsk.v9i1.152

Abstract

Air microorganisms can be found in outdoor or indoor air, ventilation is a very important place in the exchange of indoor air. Ventilation system is divided into two, namely natural ventilation and artificial ventilation in the form of Air Conditioner (AC). This study aims to determine the description of the number of germs in the inpatient wards of children using Air Conditioner (AC) and non (AC) at the Hospital in Martapura city area. This type of research is descriptive survey, the population is the inpatient room of children using Air Conditioner (AC) and non (AC). Sampling using purposive sampling technique, that is as much as 8 room. The examination method used is by TPC (Total Plate Count) method. The results showed that the number of airborne bacterial infections using the Air Conditioner (AC) was 406 CFU/m3. The total number of non-living inpatients (AC) is 443 CFU/m3. The standard maximum number of microorganisms (CFU / m3) of treatment room according to Kepmenkes No.1204/ Menkes/SK/X/2004 is 200-500 CFU / m3.
Madu lebah kelulut (Trigona Spp.) dalam aktifitas terhadap bakteri Staphylococcus aureus resisten Ma'ruf, Muhammad; Mawaddah, Gina Alia; Eriana, Nisa Nur Agistni; Swari, Farah Indah; Aslamiyah, Syaidatul; Lutpiatina, Leka
Jurnal Skala Kesehatan Vol 9 No 1 (2018): JURNAL SKALA KESEHATAN
Publisher : Politeknik Kementerian Kesehatan Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (532.153 KB) | DOI: 10.31964/jsk.v9i1.151

Abstract

Infection caused by Staphylococcus aureus bacteria becomes a very serious problem because of the increased resistance of these bacteria to various types of antibiotics. Honey has antibacterial activity because it contains water, acidity and inhibitor compounds namely flavonoids. Honey can be produced Trigona spp. This study aims to Minimum Inhibitory Concentration (MIC) and Minimum Bactericidal Concentration (MBC) and effectiveness of honey bee kelulut (Trigona spp.) Against Staphylococcus aureus resistant cephalosporin bacteria in vitro. This research is true experiment with postest only control group design. The results of the study were measured by MIC showed no clarity at concentrations of 60 mg / ml, 70 mg / ml, 80 mg / ml, 90 mg / ml and and clarity at concentrations of 100 mg / ml, and MBC at concentrations of 60 mg / ml of 151 colonies, 70 mg / ml of 105 colonies, 80 mg / ml of 55 colonies, 90 mg / ml of 16 colonies and 100 mg / ml of 0 colonies. The effective concentration in killing Staphylococcus aureus resistant cephalosporin is 100 mg / ml
Staphylococcus aureus pada keyboard di unit pelayanan penunjang rumah sakit Putri, Deby Arnisya; Roebiakto, Erpan; Dwiyanti, Ratih Dewi
Jurnal Skala Kesehatan Vol 9 No 1 (2018): JURNAL SKALA KESEHATAN
Publisher : Politeknik Kementerian Kesehatan Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (361.545 KB) | DOI: 10.31964/jsk.v9i1.150

Abstract

Computer keyboard can be a cause of health problems due to poor cleanliness. Keyboard that is not cleaned contains more bacteria. Staphylococcus aureus is one of the bacteria that causes nosocomial infection that can be found on the keyboard. The purpose of this research is to know the description of Staphylococcus aureus bacteria in Hospital Supporting Unit. This type of research is descriptive survey with 16 samples with total sampling. Based on research conducted on the keyboard in the Medical Support Unit Hospital found Staphylococcus aureus as much as 68.75% It is recommended to do keyboard cleanliness and cleanliness of computer users before and after using the computer.
Faktor asupan zat besi dan sosio ekonomi dengan kejadian anemia pada ibu hamil Oktaviani, Oktaviani
Jurnal Skala Kesehatan Vol 9 No 1 (2018): JURNAL SKALA KESEHATAN
Publisher : Politeknik Kementerian Kesehatan Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (437.373 KB) | DOI: 10.31964/jsk.v9i1.145

Abstract

ABSTRAK   Latar Belakang: Anemia pada kehamilan memerlukan perhatian karena potensial membahayakan ibu dan anak. Anemia pada ibu hamil meningkatkan risiko kematian ibu. Tingginya kejadian anemia berkaitan dengan  kurangnya asupan zat besi, selain itu rendahnya pendidikan, dan  informasi. Puskesmas Kereng Bangkirai merupakan salah satu puskesmas Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Dasar (PONED) di Kota Palangka Raya dan jumlah ibu hamilnya mendapatkan tablet FE paling rendah. Tujuan : untuk menganalisis hubungan faktor asupan zat besi dan sosial ekonomi dengan kejadian anemia pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Kereng Bangkirai Metode: Jenis penelitian ini dengan  rancangan cross sectional. Sampel penelitian ini adalah Ibu yang hamil yang ada di wilayah kerja Puskesmas Kereng Bangkirai berjumlah 140 responden. Pemilihan sampel dipilih dengan menggunakan consecutive sampling Analisis univariat dilakukan dengan distribusi frekuensi, analisis bivariat dengan chi-square. Hasil: penelitian menunjukkan Variabel asupan zat besi ada hubungan bermakna dengan anemia(p=0,03).  Variabel sosio ekonomi (pendidikan Ibu (p=0,05), pendidikan suami (p=0,81), pekerjaan Ibu (p=0,40), pekerjaan suami (p=0,27) dan pendapatan keluarga (p=0,85)) tidak ada hubungan bermakna dengan anemia. Simpulan : asupan zat besi merupakan faktor risiko kejadian anemia pada ibu hamil.   Kata kunci: Anemia dalam kehamilan, Asupan Zat Besi, dan Ibu hamil     ABSTRACT   Background: Anemia occurance during pregancy emerges to put into consideration, since it potentially harmful for both mother and infant.  It is usually raise the risk of mother mortality. Highly occurance of anemia was suggested to related to especially for Iron (Fe). Moreover, it is was due to low educational level,and information. Puskesmas Kereng Bangkirai is one of public health in Palangka Raya Municipality, on which has basic emergency obstectric-neonatal services, so-called PONED. There is also showed that the number of mother has a lower access to Fe tablet. Objective  : The study is to analyze the relationships between iron (Fe) consumption and social economic with anemia occurance durng preganancy in an area of Puskesmas Kereng Bangkirai. Methods: Research is cross sectional design.  Sample was 140 pregnant women surrounding the Puskesmas Kereng Bangkirai. The sample was determined using consecutive sampling method. Univarate analysis was conducted using distribution of frequency, bivariate with chi-square analysis. Results: revealed that the Fe consumption (p=0.03) has significance relationship with anemia occurance. The socio-economic  (mother level of education (p=0.05), husband level of education (p=0.81), mother occupation (p=0.40), husband occupation (p=0.27), and family income (p=0.85). Conclusion: It is suggested,  that the Iron (Fe) consumption is the risks factor of anemia occurance during pregancy.   Keywords: anemia during pregnancy, the Iron (Fe) consumption, women pregnancy
HUBUNGAN PENGETAHUAN TENTANG INFEKSI NOSOKOMIAL DENGAN SIKAP MENCEGAH INFEKSI NOSOKOMIAL PADA KELUARGA PASIEN DI RUANG PENYAKIT DALAM RSUD RATU ZALECHA MARTAPURA Mariana, Evi Risa; Zainab, Zainab; Kholik, Syaifullah
Jurnal Skala Kesehatan Vol 6 No 2 (2015): JURNAL SKALA KESEHATAN
Publisher : Politeknik Kementerian Kesehatan Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (457.489 KB) | DOI: 10.31964/jsk.v6i2.44

Abstract

Rumah sakit sebagai salah satu sarana kesehatan yang memberi pelayanan kesehatan promotif, preventif kuratif dan rehabilitative kepada masyarakat memiliki peran yang sangat penting dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Bagi mereka yang berada di lingkungan Rumah Sakit seperti pasien, petugas kesehatan, pengunjung dan penunggu pasien beresiko mendapatkan infeksi nosokomial atau Health-care Associated Infections (HAIs). Oleh karena itu pengetahuan tentang infeksi nosokomial dan sikap mencegah infeksi nosokomial menentukan terhadap angka kejadian infeksi nosokomial.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan tentang infeksi nosokomial dengan sikap mencegah infeksi nosokomial pada keluarga pasien di Ruang Penyakit Dalam RSUD Ratu Zalecha Martapura tahun 2014. Penelitian ini merupakan penelitian cross sectional dengan jenis korelasional. Variabel dependent dalam penelitian ini adalah pengetahuan tentang infeksi nosokomial sedangkan variabel independent adalah sikap mencegah infeksi nosokomial. Populasi dalam penelitian ini adalah semua keluarga pasien di Ruang Penyakit Dalam RSUD Ratu Zalecha Martapura tahun 2014. Pengambilan sampel menggunakan accidental sampling selama bulan Juli 2014. Pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner tertutup yang dikumpulkan dari responden. Data dianalisis secara deskriptif analitik. Data univariat menggunakan table distribusi frekkuesi, data bivariat menggunakan uji Chi Square dengan taraf signifikansi α 0,05.Hasil penelitian diperoleh adanya hubungan pengetahuan tentang infeksi nosokomial dengan sikap mencegah infeksi nosokomial pada keluarga pasien di Ruang Penyakit Dalam RSUD Ratu Zalecha Martapura tahun 2014. Saran dapat dijadikan bahan masukan dalam program pencegahan infeksi nosokomial di RSUD Ratu Zalecha Martapura khususnya dan nantinya dapat menjadi indikator pelayanan Rumah Sakit di Kalimantan Selatan yang berkualitas.  Kata kunci : Pengetahuan,Sikap,Infeksi Nosokomial
HUBUNGAN TINGKAT STRES DENGAN SIKLUS MENSTRUASI PADA SISWI PONDOK PESANTREN AN-NAJAH CINDAI ALUS MARTAPURA TAHUN 2014 Chairiyah, Chairiyah; Syamsuddin, Syamsuddin; Tunggal, Tri
Jurnal Skala Kesehatan Vol 6 No 2 (2015): JURNAL SKALA KESEHATAN
Publisher : Politeknik Kementerian Kesehatan Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (389.568 KB) | DOI: 10.31964/jsk.v6i2.43

Abstract

Pesantren pada umumnya menerapkan pola hidup sederhana dengan peraturan dan pengawasan yang sangat ketat. Siswa-siswanya biasanya berasal dari beberapa daerah. Begitu juga dengan Pesantren An-Najah Cindai Alus yang sebagian siswinya berasal dari luar wilayah Kota Banjarbaru.Siswi dalam usia remaja dalam masa pertumbuhan mengalami perubahan organ-organ fisik secara cepat, dan tidak seimbang dengan perubahan kejiwaan (Yani, 2009), tentunya termasuk perubahan pada sistem reproduksi yang dapat menimbulkan ketidakseimbangan faktor kejiwaan.Studi awal yang dilakukan pada pesantren ini menemukan beberapa siswi yang mengeluhkan kegiatan belajar yang padat, tugas-tugas yang banyak, dan waktu istirajat relatif sedikit. Sepuluh siswi yang diwawancarai ada 6 siswi yang mengatakan menstruasinya tidak teratur, dan 4 siswi mengatakan menstruasinya teratur.Pengaturan tingkat stres dalam 4 kategori pada 10 siswi menemukan 20% normal, 20% stres ringan, 40% stres sedang dan 20% stres berat, tidak ada siswi dengan stres sangat berat.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan tingkat stres dengan siklus menstruasi pada siswi Madrasah Aliyah di Pondok Pesantren Modern An-Najah Cindai Alus Martapura Tahun 2014. Penelitian yang digunakan menggunakan desain Survey Analitik, dengan pendekatan Cross Sectional. Sampel penelitian berjumlah 55 orang dengan cara Total Sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner. Analisis penelitian dengan uji korelasi spearman.Hasil dari penelitian didapat 4 responden (7,3%) tingkat stres normal, 16 responden (29,1% mengalami stres ringan, 29 responden (52,7%) mengalami stres sedang, 6 responden (10,9%) mengalami stres berat dan tidak ada yang mengalami stres sangat berat. Sedangkan siklus menstruasi didapat 20 responden (36,4%) mengalami siklus menstruasi teratur dan 35 responden (63,6%) mengalami siklus menstruasi tidak teratur. Hasil uji statistik α = 0,05, mendapatkan hasil ρ = 0,000.Kesimpulan dalan penelitian ini adalah adanya hubungan antara tingkat stres dengan siklus menstruasi. Kata Kunci : Tingkat Stres, Siklus Menstruasi
HUBUNGAN STATUS GIZI DENGAN PERKEMBANGAN FISIK BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SEBATUNG KOTABARU TAHUN 2014 Isnaniah, Isnaniah; Per-angin2, Nirwana; Rizani, Ahmad
Jurnal Skala Kesehatan Vol 6 No 2 (2015): JURNAL SKALA KESEHATAN
Publisher : Politeknik Kementerian Kesehatan Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (525.775 KB) | DOI: 10.31964/jsk.v6i2.42

Abstract

Di negara berkembang, angka kesakitan dan kematian pada anak balita banyak dipengaruhi oleh keadaan gizi.Gizi kurang dan gizi buruk berdampak serius terhadap kualitas generasi mendatang. Anak yang menderita gizi kurang akan mengalami gangguan pertumbuhan fisik dan perkembangan mentalnya. Dalam masa perkembangan anak terdapat masa kritis, dimana diperlukan rangsangan/stimulasi yang berguna agar potensi berkembang, sehingga perlu mendapat perhatian lebih.Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan status gizi dengan perkembangan pada balita usia 24-59 bulan di Puskesmas Sebatung Kotabaru tahun 2014.Rancangan penelitian ini adalah Analitikkorelasidengan pendekatan cross sectional menggunakan teknik Total sampling, jumlah responden 41 anak. Alat ukur yang digunakan pengukuran berat badan per tinggi badan (BB/TB) dan lembar DDTK. Data disajikan dalam distribusi frekuensi dan dianalisis dengan uji statistik spearman rankdengan taraf signifikansi α 0.05.Hasil penelitian didapatkan bahwa sebagian besar 27 (65,9%) dengan status gizi normal dan sebagian besar 29 (70,7%) responden dengan status perkembangan abnormal. Uji Statistik dengan menggunakanspearman rankdengan taraf signifikansi α = 0.05didapatkanρ-value = 0,699Kesimpulan hasil penelitian tidak ada hubungan status gizi dengan perkembangan balita usia 24-59 bulan. Jadi, peran orang tua sangat penting dan dibutuhkan, agar dapat mengubah pola pemberian makanan yang tepat dan memberikan stimulasi kepada balitanya demi kelangsungan tumbuh kembang balita secara optimal. Kata kunci: status gizi, perkembangan balita