cover
Filter by Year
Jurnal Skala Kesehatan
ISSN : 2087152x     EISSN : 26152126
The Journal article contains the results of several studies in science Nursing, Midwifery, Dental Nursing, Nutrition Sciences, Environmental Health, Health Analysts,Medical Records and Health Information provided on the results of public service to the science of education and health management. Other.
Articles
83
Articles
Faktor Perilaku Yang Berhubungan Dengan Kejadian Karies Gigi Pada Anak Usia 7 – 12 Tahun Di SDN Paku Alam Desa Paku Alam Kecamatan Sungai Tabuk Kabupaten Banjar Provinsi Kalimantan Selatan

nuryati, sri

Jurnal Skala Kesehatan Vol 9 No 2 (2018): JURNAL SKALA KESEHATAN
Publisher : Politeknik Kementerian Kesehatan Banjarmasin

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (646.669 KB)

Abstract

  Latar Belakang : Data Kabupaten Banjar menunjukan angka DFM-T sebesar 7,80 artinya rata-rata setiap orang di kabupaten Banjar memiliki hampir 8 gigi dengan karies gigi.Anak-anak usia Sekolah Dasar, yaitu usia 7 – 12 tahun adalah usia yang rentan terhadap kejadian Karies Gigi. Laporan Penjaringan Anak Sekolah SD/MI yang dilakukan oleh Puskesmas Sungai Tabuk 2 pada Tahun 2016 dan 2017, hasil penjaringan pada siswa SDN Paku Alam menunjukkan bahwa selama 2 (dua) tahun terakhir jumlah siswa yang mengalami karies mengalami peningkatan. Prosentase siswa yang mengalami karies pada tahun 2016 sebesar 79,2%, dan meningkat menjadi 100% pada Tahun 2017. Tujuan: penelitian ini ingin mengetahui faktor perilaku yang berhubungan dengan kejadian karies gigi pada anak usia 7 – 12 tahun di SDN Paku Alam Kabupaten Banjar Propinsi Kalimantan Selatan. Metode: Desain penelitian adalah deskriptif analitik yaitu Cross Sectional. Populasi dan sampel penelitian adalah seluruh anak usia 7-12 tahun di SDN Paku Alam Kabupaten Banjar Propinsi Kalimantan Selatan. Data akan dianalisa secara analitik menggunakan Chi-Square. Hasil: Hasil penelitian secara deskriptif menunjukkan bahwa sebagian besar responden mengalami karies gigi tinggi (94,9%), memiliki perilaku menggosok gigi kurang baik (82,3%), perilaku mengkonsumsi makanan kariogenik kurang baik (62%), serta tidak rutin memeriksakan gigi setiap 6 bulan (98,7%). Secara analitik, tidak ada faktor perilaku yang berhubungan dengan kejadian karies gigi. Kesimpulan : Tidak ada faktor perilaku yang berhubungan secara signifikan dengan kejadian karies gigi pada anak   Kata kunci: perilaku, karies gigi anak.    

Peranan Asupan Energi, Protein, Dan Lama Hemodialisa Terhadap Status Gizi Pada Pasien Gagal Ginjal Kronik Dengan Hemodialisa (di RSUD RATU ZALECHA Martapura Tahun 2015)

farhat, yasir, fathurrahman, fathurrahman, abdurrachim, rijanti

Jurnal Skala Kesehatan Vol 7 No 2 (2016): JURNAL SKALA KESEHATAN
Publisher : Politeknik Kementerian Kesehatan Banjarmasin

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (521.175 KB)

Abstract

Banyak ditemukan pasien gagal ginjal dengan malnutrisi terutama akibat dari rendahnya konsumsi makanan, perasaan mual, pembatasan diet, serta pengobatan yang dapat menyebabkan efek samping saluran pencernaan. Selain itu penyesuaian dalam melaksanakan hemodialisis juga memberikan dampak psikis pasien yang berpengaruh terhadap pelaksanaan diet. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan energi, protein, dan lama hemodialisa terhadap status gizi pada pasien gagal ginjal kronik dengan hemodialisa di BLUD Rumah Sakit Ratu Zalecha Martapura Tahun 2015 Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan rancangan Retrospective.  Penelitian  dilakukan di BLUD Rumah Sakit Ratu Zalecha Martapura di Ruang Hemodialisa pada bulan Juli- Agustus 2015. Populasi adalah seluruh pasien gagal ginjal kronik yang rutin menjalani hemodialisa dan sampel adalah bagian populasi diambil dengan cara  purposive sampling dan dianalisis dengan uji  regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan  bahwa asupan energi  dan protein responden sebagian besar deficit, sebagian besar telah lama menjalani hemodialisa dan Status gizi hampir seluruhnya normal dan lebih.  Tidak ada peranan asupan energy, protein dan lama hemodialisa terhadap status gizi pasien gagal ginjal kronik dengan hemodialisa (p>0,05) Hendaknya pasien mematuhi tentang diet yang telah diberikan ahli gizi dan perlu adanya peranan ahli gizi di ruang hemodialisa terkait dengan perlunya perencanaan diet yang tepat serta pelaksanaan Proses Asuhan Gizi Terstandar di ruang Hemodialisa   Kata Kunci      : Asupan energi, asupan protein, hemodialisa, indeks massa tubuh

Efektifitas Ekstrak Gel Ikan Haruan Dan Ikan Kembung Terhadap Penyembuhan Luka Pasca Penvabutan Gigi Pada Tikus Putih

utami, naning K, amperawati, metty

Jurnal Skala Kesehatan Vol 9 No 2 (2018): JURNAL SKALA KESEHATAN
Publisher : Politeknik Kementerian Kesehatan Banjarmasin

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (628.64 KB)

Abstract

Selama ini albumin yang diberikan sebagai terapi pengobatan berasal dari serum human albumin yang diproduksi dari darah manusia. Oleh karena di dalam proses  pembuatan albumin dari darah manusia sangat sulit, sehingga hal ini berakibat pada mahalnya harga serum albumin (Ignativicius & Workman, 2006). Pada ikan haruan biasanya banyak mengandung albumin dan pada ikan kembung banyak mengandung  asam lemak esensial. Penelitian ini bertujuan efektifitas ekstrak gel ikan haruan dan ikan kembung terhadap penyembuhan luka pasca pencabutan gigi pada pada tikus putih. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental murni ((true experimental), penelitian dilakukan dengan  populasi penelitian adalah tikus putih, sedangkan sampel penelitian berdasarkan rumus ada 8 sampel tikus putih  dibagi dalam 2 (dua) kelompok. Pengumpulan data dilakukan setelah gigi tikus putih dicabut setiap harinya diolesi dengan ekstrak gel ikan haruan dan ikan kembung kemudian diukur dengan jangka sorong dan penggaris selama 10 hari. Data dianalisis dengan analisis statistik dengan uji anova. Penelitian yang dilakukan  tidak menunjukkan signifikan pada pengulasan ekstrak gel ikan haruan dan ikan kembung  terhadap penyembuhan luka pasca pencabutan gigi, karena didapatkan nilai signifikan (p=0,401, p>0,005) untuk ekstrak gel ikan haruan sedangkan untuk ekstrak gel ikan kembung didapatkan nilai signifikan (p=0,773, p>0,005). Penelitian ini menunjukkan efektif tetapi tidak signifikan pengujian  ekstrak gel  ikan haruan  dan  ikan kembung  terhadap penyembuhan luka pasca pencabutan gigi hanya saja pada pengulasan ekstrak gel ikan haruan penyembuhan luka mengalami mengecilan dan  pada hari ke-5 (lima).

Efektivitas bakteri acetobacter sp. Dalam mereduksi biological oxygen demand limbah cair industri tahu

maharso, maharso, rahmawati, rahmawati, isnawati, isnawati

Jurnal Skala Kesehatan Vol 7 No 2 (2016): JURNAL SKALA KESEHATAN
Publisher : Politeknik Kementerian Kesehatan Banjarmasin

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (700.271 KB)

Abstract

Limbah cair industri tahu bersifat ofensif dan mampu memberikan akibat buruk pada lingkungan ambiennya. Dalam waktu singkat lingkungan penerima limbah ini akan menjadi septik dan berbau. Hal itu dikarenakan limbah cair ini bersifat asam, mempunyai temperatur dan bahan organik yang tinggi, serta kandungan oksigen terlarut nol ppm.  Hampir semua zat organik yang masuk ke dalam badan air akan segera diuraikan oleh bakteri dekomposer. Zat organik tersebut dapat berupa karbohidrat, lemak, ataupun protein. Di antara senyawa-senyawa tersebut, protein dan lemaklah yang jumlahnya paling besar (Nurhasan dan Pramudyanto, 1987), yang mencapai 40% - 60% protein, 25 - 50% karbohidrat, dan 10% lemak (Sugiharto, 1987). Acetobacter adalah genus dari bakteri asam asetat yang ditandai dengan kemampuan untuk mengubah etanol menjadi asam asetat dengan adanya oksigen (an aerob fakultative). Pada penelitian eksperimen semu ini dilakukan perlakuan terhadap whey dengan menambahkan Acetobacter xy.dalam dosis 4% dan 8% dari volume whey, pengaturan pH, serta fermentasi dalam suasana an aerob fakultative selama 5 hari dan 7 hari. Kemudian dihitung efektivitas Acetobacter xy. dalam menurunkan parameter BOD limbah cair tahu (whey). Pada Corrected model pengaruh semua variable independen baik dosis, waktu fermentasi, dan Dosis*waktu fermentasi secara bersama-sama terhadap variable dependen (BOD5) adalah significan berarti model adalah valid. Nilai intercept menunjukan tanpa perlu dipengaruhi keberadaan variable independen maka variable dependen (BOD) dapat berubah. Dosis (P=0,002), waktu fermentasi (P=0,000) dan interaksi keduanya (P-0,000) (dosis*waktu fermentasi) juga signifikan mempengaruhi nilai BOD, walaupun untuk efektivitas di lapangan harus juga melihat atau membandingkan dengan standar  BOD yang bisa dibuang kelingkungan. Dengan R Squared = .831 (Adjusted R Squared = .751) menunjukan korelasi yang kuat karena mendekati 1. Perlakuan dan pengaturan berbagai faktor diatas menghasilkan efektivitas Acetobacter xy. yang terbaik adalah pada perlakuan dosis Acetobacter xy. 8% dan lama fermentasi selama 5 hari, yaitu mereduksi BOD sebesar 32%. Efektivitas sebesar ini tidak sebaik penurunan BOD secara alami di alam terbuka, yaitu sebesar 75% selama 5 hari. Hal itu diperkirakan karena Acetobacter xy. hanya efektive menguraikan kandungan karbohidrat dan bukan pada kandungan protein dan lemak dalam limbah cair tahu (whey) melalui proses an-aerob (fakultative). Sedangkan proses penurunan BOD di alam bebas terjadi secara aerobic dan an-aerob untuk semua unsur bahan organik. Disarankan pemanfaatan Acetobacter xy. untuk mereduksi BOD dikombinasikan dengan metode lain yang efektive mengurai protein dan lemak. Pemanfaatan Acetobacter xy dalam pengolahan limbah cair tahu (whey) masih dapat dipilih apabila tujuannya untuk mendapatkan produk sampingan berupa lapisan nata de soya

Efektifitas Larutan Kulit Manggis Dengan Variasi Konsentrasi Terhadap Gingivitis Pada Siswa Kelas VII Madrasah Tsanawiyah Negeri Model Martapura

Habibah, Siti Sab’atul, K.Utami, Naning, Hidayati, Sri

Jurnal Skala Kesehatan Vol 7 No 1 (2016): JURNAL SKALA KESEHATAN
Publisher : Politeknik Kementerian Kesehatan Banjarmasin

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (539.106 KB)

Abstract

Menurut data dari Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) menyebutkan prevalensi gingivitis diseluruh dunia adalah 75%-90%. Beberapa penelitian menyebutkan prevalensi gingivitis semakin meningkat, 8% pada anak usia 4-6 tahun, 28% pada usia 6-15 tahun, 50% pada usia 6-12 tahun, dan 75% pada usia 5-14 tahun. Tanaman berkhasiat obat dipelajari secara ilmiah terbukti bermanfaat bagi kesehatan. Salah satu jenis tanaman obat tersebut adalah manggis. Kandungan terbesar tedapat pada kulit buah yang terkandung senyawa xanton. Tujuan penelitian ini mengetahui pengaruh pemberian larutan kulit manggis  tehadap penurunan skor gingivitis di SMPN 1 Aluh-Aluh Kecamatan Aluh-Aluh Kabupaten Banjar. Metode penelitian bersifat eksperimen semu dengan rancangan one group pretest posttest, populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII Madrasah Tsanawiyah Negeri Model Martapura. Pengambilan sampel dengan cara accidental sampling, yaitu kelas VII A, VIIB, VIIC berjumlah 60 siswa dengan kasus gingivitis Variabel yang diukur adalah skor gingitivis dengan skor gingival indeks. Analisis  statistik Paired T-Test menghasilkan nilai p sebesar 0,00 (p< 0,05). Hasil penelitian ini menunjukkan ada pengaruh pemberian larutan kulit manggis terhadap penurunan skor gingivitis, dan konsentrasi 20 % lebih efektif dari konsentrasi  15%. Disarankan bagi petugas kesehatan gigi memprogramkan pelaksanaan penyuluhan untuk pengobatan gingivitis yang aman dan murah, gunakanlah larutan kulit manggis  konsentrasi 20 %

Gambaran kondisi klinis rongga mulut pada penderita tb parudi kecamatan cerbon kabupaten barito kuala Provinsi kalimantan selatan

amperawati, metty, said, fahmi, suryana, endang

Jurnal Skala Kesehatan Vol 7 No 1 (2016): JURNAL SKALA KESEHATAN
Publisher : Politeknik Kementerian Kesehatan Banjarmasin

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (395.268 KB)

Abstract

Mulut mempunyai resisten tinggi terhadap invasi kuman tuberculosis, kemungkinan tersebar lesi tuberculosis di dalam mulut merupakan akibat penyebaran secara hematogen kuman-kuman yang berasal dari suatu focus di suatu tempat di dalam tubuh. Dalam beberapa kasus tentang keterlibatan rongga mulut pada pasien TB ditemukan diantaranya : ulserasi, nodul,, granuloma, dan proliferasi mukosa juga gingivitis dan periodontitis yang lebih parah pada individu yang menderita tuberkulosis. Tujuan umum penelitian ini  untuk mengetahui Kondisi Klinis Rongga Mulut pada Penderita TB Paru di Kecamatan Cerbon Kabupaten Barito Kuala Provinsi Kalimantan Selatan. Manfaat penelitian adalah Sebagai input pengelola program untuk melakukan upaya peningkatan kesehatan gigi dan mulut terutama penderita TB paru. Rancangan penelitian adalah bersifat deskriptif, Sampel penelitian diambil secara total sampling adalah seluruh penderita TB paru di Kecamatan Cerbon Kabupaten Barito Kuala sebanyak 40 orang, Hasil penelitian dan Kesimpulan Penderita TB Paru di Kecamatan Cerbon Kabupaten Barito Kuala didapatkan OHI-S Buruk, DMF-T tinggi, Kondisi Klinis Jaringan lunak Rongga Mulut didapatkan 5% periodontitis, 10% penyakit gingivitis dan 2,5% nodul. Saran pada petugas kesehatan gigi lebih meningkatkan penyuluhan tentang pentingnya kebersihan gigi dan mulut pada penderita penyakit sistemik terutama TB paru.

Pertumbuhan Dan Perkembangan Motorik Kasar Bayi Dengan Pemberian Asi Di Wilayah Kerja Puskesmas Sei Ulin Banjarbaru

sajiman, sajiman, nurhamidi, Nurhamidi, mahpolah, Mahpolah

Jurnal Skala Kesehatan Vol 7 No 1 (2016): JURNAL SKALA KESEHATAN
Publisher : Politeknik Kementerian Kesehatan Banjarmasin

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (345.436 KB)

Abstract

Proses pertumbuhan dan perkembangan pada masa bayi dan balita merupakan proses yang teramat penting dalam menentukan masa depan anak baik secara fisik, mental maupun perilaku.Pertumbuhan dan perkembangan bayi sebagian besar ditentukan oleh jumlah ASI yang diperoleh, termasuk energi dan zat gizi lainnya yang terkandung di dalam ASI tersebut. ASI tanpa bahan makanan lain dapat mencukupi kebutuhan pertumbuhan sampai usia bayi 6 bulan. Penelitiaan ini dilakukan untuk mengetahui perbedaan pertumbuhan dan  perkembangan motorik kasar bayi dengan pemberian ASI di Wilayah Kerja Puskesmas Sungai Ulin Banjarbaru. Penelitian ini bersifat observasional analitik dengan design cross sectional.Populasi adalah semua bayi yang berada di wilayah kerja Puskesmas Seungai Ulin, sedangkan Sampel adalah bayi usia 3 - 6 bulan yang diambil secara purposive sampling. Pengumpulan data pemberian ASI Ekslusif dengan menggunakan kuesioner, data pertumbuhan bayi  diukur dengan metode antropometri dengan Indeks IMT/U dimana berat badan (BB) di ukur dengan alat timbang Dacin dan panjang badan (PB) diukur dengan alat pengukur panjang badan, sedangkan untuk mengukur perkembangan menggunakan instrument kuesioner pra-skrining perkembangan (KPSP). Analisis menggunan Mann Whitney U Test Hasil menunjukkan bahwa  63,3% bayi sudah tidak mendapatkan ASI Eksklusif, 80,0% bayi berkembang dengan normal dan selebihnya mengalami perkebangannya meragukan. Sebanyak  73,3% bayi tumbuh normal selebihnya mengalami pertumbuhan dengan kegemukan. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada perbedaan pertumbuhan  antara bayi yang mendapat ASI ekslusif dan yang tidak mendapat ASI eksklusif (p=0,235), sedangkan  bayi yang mendapat ASI eksklusif  mengalami perkembangan yang berbeda dibandingkan dengan bayi yang tidak mendapatkan ASI eksklusif (p=0,040)

Efektivitas Air Perasan Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia) dalam Menghambat Pertumbuhan Escherichia coli

Dwiyanti, Ratih Dewi, nailah, hana, Muhlisin, Ahmad, Lutpiatina, Leka

Jurnal Skala Kesehatan Vol 9 No 2 (2018): JURNAL SKALA KESEHATAN
Publisher : Politeknik Kementerian Kesehatan Banjarmasin

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (924.454 KB)

Abstract

       Jeruk nipis (Citrus aurantifolia) dapat digunakan untuk obat batuk, peluruh dahak, influenza, dan obat jerawat. Jeruk nipis mengandung senyawa kimia yang bermanfaat salah satunya minyak atsiri dan flavonoid yang berfungsi sebagai antibakteri dan berperan sangat penting dalam menghambat pertumbuhan bakteri. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektivitas air perasan jeruk nipis (Citrus aurantifolia) pada konsentrasi 10%, 20%, 30%, 40%, 50%, 60%, 70%, 80%, 90% dan 100%  terhadap pertumbuhan Eschericia coli secara in vitro. Penelitian ini bersifat  eksperimen dengan rancangan post test only control group design. Sampel penelitian adalah air perasan jeruk nipis. Pengujian daya antibakteri menggunakan metode difusi sumuran. Parameter daya antibakteri ditentukan dengan mengukur zona hambat  (mm) yang terbentuk di sekitar pertumbuhan bakteri uji pada media Muller Hinton Agar. Hasil Penelitian menunjukkan zona hambat air perasan jeruk nipis terhadap pertumbuhan Eschericia coli pada konsentrasi 40%, 50%, 60%, 70%, 80%, 90% dan 100% masing- masing berdiameter 7,25mm, 13,25mm, 14,25mm, 16mm, 17mm, 18,25mm, dan 20,75mm. Berdasarkan uji regresi linear didapat nilai signifikan 0,000 < α 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh air perasan jeruk nipis terhadap pertumbuhan Eschericia coli secara in vitro.  Disarankan pada penelitian lebih lanjut untuk menguji daya hambat air perasan jeruk nipis dengan menggunakan metode lain atau terhadap bakteri spesies lain.

Angka Kuman Es Batu Produksi Rumah Tangga

Yulianti, Annisa Nur, Dwiyanti, Ratih Dewi, Norsiah, Wahdah, Lutpiatina, Leka

Jurnal Skala Kesehatan Vol 9 No 1 (2018): JURNAL SKALA KESEHATAN
Publisher : Politeknik Kementerian Kesehatan Banjarmasin

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (681.62 KB)

Abstract

Air adalah kebutuhan dsar manusia, baik untuk keperluan sehari-hari seperti mandi, cuci, masak, dan minum. Air tidak hanya untuk air minun saja, tetapi dapat dibuat es batu yang memenuhi syarat bakteriologis. Penelitian bertujuan untuk mengetahui hasil TPC (Total Plate Count) pada es batu produksi rumah tangga di Kelurahan Sungai Besar. Penelitian ini bersifat survei deskriptif, sampel diperiksa dengan menggunakan metode TPC (Total Plate Count)  dengan pengenceran 100 sampai 10-4. Sampel pemeriksaan berupa es batu yang diambil dari rumah produksi di Kelurahan Sungai Besar yang berjumlah 6. Hasil penelitian dari 24 sampel es batu produksi rumah tangga di Kelurahan Sungai Besar adalah 2 sampel yang memenuhi syarat dan 22 sampel tidak memenuhi syarat. Kesimpulan dari penelitian ini adalah 80% sampel tidak memenuhi syarat Standar Nasional Indonesia (SNI) 01-3553-2006. Saran penelitian lebih lanjut dengan melakukan identifikasi terhadap jenis bakteri yang terdapat dalam es batu tersebut.

Hubungan Asupan Serat, Kolestrol, Natriumdan Olahraga Dengan Kadar Kolestrol Dan Hipertensi Pada Lansia Di Kelompok Lansia Wilayah Puskesmas S.Parman Banjarmasin

aprianti, aprianti, magdalena, Magdalena, yusuf, Alfian

Jurnal Skala Kesehatan Vol 7 No 1 (2016): JURNAL SKALA KESEHATAN
Publisher : Politeknik Kementerian Kesehatan Banjarmasin

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (348.152 KB)

Abstract

Hiperkolesterolemia merupakan kelebihan kolesterol di dalam darah, yang merupakan faktor penyebab terjadinya penyakit jantung dan stroke.  Penyebab hipertensi adalah keturunan, umur, jenis kelamin, kegemukan (makan berlebih), kurang olahraga, stres, konsumsi garam berlebih, pengaruh lain : merokok, konsumsi alkohol, minum obat-obatan. Di Indonesia  sebanyak 23,34 % dari total populasi  mengalami sindrom metabolik (termasuk hipertensi, hiperkolesterol) 26,2 % pada laki-laki dan 21,4 % perempuan. Hipertensi di Asia diperkirakan sudah mencapai 8 – 18 % (2).  Dari berbagai penelitian epidemiologi yang dilakukan di Indonesia menunjukkan 18 – 28,6 % penduduk yang berusia diatas 20 tahun menderita hipertensi. Tujuan  penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan hubungan asupan serat,kolesterol, natrium dan olahraga dengan kadar kolesterol dan hipertensi pada lansia di kelompok lansia S. Parman Banjarmasin.Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian diskriftif analitik dengan menggunakan desain cross sectional studi, yang dilaksanakan di kelompok lansia Wilayah Puskesmas S. Parman Banjarmasin. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari sampai dengan Juni 2015 dengan jumlah sampel 50 orang. Data yang diperoleh adalah asupan kolesterol dan natrium serta kadar kolesterol dan hipertensi. Uji statistik yang digunakan adalah uji Chi Square (p<0,005).Hasil penelitian ini adalah sebagian besar responden adalah perempuan (68%), umur responden sebagian  besar kurang dari 60 tahun (56%), dan pekerjaan responden sebagian besar  adalah tidak bekerja/IRT (48%). Sebagian besar asupan serat responden tidak baik(96%), asupan kolesterol sebagian besar baik (82%), asupan natrium semuanya baik(100%), Sebagian besar aktivitas olahraga responden kurang baik(88%), tidak ada hubungan antara asupan serat dan kolesterol dengan kadar kolesterol dan hipertensi, tidak ada hubungan antara aktivitas olahraga dengan kadar kolesterol dan hipertensi.                                                                                     Saran pada penelitian ini agar dapat digunakan sebagai bahan edukasi kepada responden (masyarakat) untuk memperbaiki gaya hidup agar mengkonsumsi sayur dan buah yang cukup, sehingga asupan serat tercukupi, serta meningkatkan aktifitas fisik (olahraga) yang cukup 3 kali dalam seminggu selama 30 menit, misalnya jalan kaki