cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. hulu sungai utara,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan
ISSN : 19074174     EISSN : 26210681     DOI : -
Core Subject : Social,
ALQALAM : Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan (P-ISSN: 1907-4174 ; E-ISSN: 2621-0681) merupakan jurnal berkala yang diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Ilmu Al-Quran (STIQ) Amuntai Kalimantan Selatan yang memuat tulisan dari dosen, tenaga kependidikan, pemerhati pendidikan dan lain sebagainya. Jurnal ini mempublikasikan hasil-hasil penelitian yang terkait dengan isu ke-Islaman yang berhadapan dengan isu sosial seperti pendidikan, sejarah, komunikasi, sosial politik, hukum, ekonomi, dan lainnya. Scope ini dijabar dalam fokus isu per edisi yang membahas isu sosial kontemporer seperti, kearifan lokal, urban dan multikultural.
Arjuna Subject : -
Articles 57 Documents
PENDIDIKAN MENURUT FILSAFAT SUHRAWARDI ( 1155–1191 M ) SEJARAH TOKOH, PEMIKIRAN DAN ALIRAN Husin, Husin
Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Al Qalam Vol. 11, No. 24, Juli-Desember 2017
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Quran (STIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (25.201 KB)

Abstract

Dunia filsafat akan selalu berkembang seiring dengan “eksplorasi” manusia akan akal yang gunakan. Filsafat tidak hanya tumbuh subur di dunia barat akan tetapi juga di dalam dunia Islam dimana filsafat yang berkembang tidak hanya filsafat akhlaki amali yang merujuk kepada Imam Al-Ghazali akan tetapi juga filsafat falsafi atau sering juga disebut teosofi. Filsafat falsafi yang sering diarahkan kepada filsafat Ilmunisai dengan tokoh besarnya Suhrawardi al-Maqtu>l adalah bagian dari khazanah keilmuan Islam yang penting untuk dikaji, sehingga umat Islam tidak hanya silau dengan nama besar filosof barat yang bersifat skeptis kepada ajaran Islam akan tetapi juga bisa menggali ilmu pengetahuan dengan mempelajari teori-teori dari filosof muslim. Teori Suhrawardi al-Maqtu>l terkait dengan teori cahaya yang meyakinkan kita bahwa sumber ilmu pengetahuan adalah berasal dari cahaya Tuhan, akhirnya dapat memberikan pijakan baru bagaimana seharusnya seorang penuntut ilmu dalam mendapatkan ilmu pengetahuan yang benar yaitu dengan cara mendekatkan kepada sumber cahaya (ilmu pengetahuan) yaitu Allah SWT
PROBLEMATIKA LINGUISTIK (ILMU AL-LUGHAH) DALAM PENERJEMAHAN BAHASA ARAB KE BAHASA INDONESIA Nur, Syahabudin
Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Al Qalam Vol. 9, No. 17, Januari-Juni 2016
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (STIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (872.725 KB)

Abstract

Pengalih bahasaan (penerjemahan) dewasa ini sudah menjadi kebutuhan di kalangan akademik maupun di dunia penelitian, hal itu dikarenakan semakin majunya dunia teknologi sehingga akses ilmu pengetahuan maupun agama sangat mudah didapat. Terbukti dengan adanya internet membuka jalan manusia untuk maju kedepan segala ilmu bisa di dapat hanya dengan sebuah kata kunci yang diinginkan. Akan tetapi ada hal yang masih menjadi kendala dalam penyerapan informasi pengetahuan maupun agama yaitu ketika informasi tersebut berbahasa asing yang bukan bahasa ibu dari pembaca. Hal itu akan menjadi kesulitan tersendiri bagi pembacanya khususnya kalangan pelajar, banyak problem yang ditemukan baik dari segi bahasa sumber yang tidak dipahami maupun budaya dari pengguna bahasa tersebut. Diawali dari problem itulah lahir para penerjemah bahasa  diberbagai negara untuk mengatasi kesulitan tersebut dan negara yang termasuk mempunyai kebutuhan informasi dan buku penerjemahan yang banyak adalah negara Indonesia. Adapun bahasa yang diterjemahkan dan diminati oleh orang Indonesia adalah bahasa Arab. Bahasa Arab bisa dikatakan sudah menjadi kebutuhan primer karena semua sumber ilmu agama dan praktek Ibadah mayoritas orang Indonesia menggunakan bahasa Arab. Sejauh ini Bahasa Arab masih menjadi kesulitan bagi orang Indonesia khususnya para pelajar Indonesia dan paling dominan kesulitan yang dihadapai pelajar Indonesia adalah problem linguistik yang meliputi, fonologi, morfologi, sintaksis, semantik..Tulisan ini bertujuan untuk memberikan informasi dan wawasan yang berhubungan dengan problematika penerjemahan bahasa Arab ke bahasa Indonesia khususnya pada kajian linguistik Morfologi, Sintaksis, Semantik dan Deksripsi-deskripsi kesalahan yang berkembang dikalangan pelajar Indonesia. Kiranya tulisan ini bisa bermanfaat untuk kita semua dan bisa menjadi bahan bacaan yang membantu mengembangkan ilmu penerjemahan sehingga nantinya bisa memberikan sumbangsih keilmuan dibidang yang kita minati yaitu bahasa Arab.
MEDIA MUSIK(LAGU) DALAM PEMBELAJARAN BAHASA ARAB TINGKAT MI Hasan, Hasan
Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Al Qalam Vol. 9, No. 17, Januari-Juni 2016
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (STIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (479.223 KB)

Abstract

Pemanfaatan musik sebagai media pembelajaran yang menjadikan proses pembelajaran menjadi menyenangkan dan tidak membosankan. Musik dapat menyeimbangkan kecerdasan intelektual dan emosional sehingga akan memberikan hasil yang baik bagi siswa. Selain itu musik juga mempengaruhi kondisi fisiologis. Kondisi fisiologis yang relaks akan membangkitkan semangat siswa dalam mengikuti proses belajar. Relaksasi yang diiringi dengan musik membuat pikiran selalu siap dan mampu untuk lebih berkonsentrasi dalam menerima pelajaran. Jika hal tersebut dipergunakan dalam pembelajaran bahasa Arab di berbagai tingkatan khususnya tingkat MI yang notabene usia mereka adalah usia bermain maka akan menghasilkan sesuatu yang sangat membantu dalam pembelajaran bahasa Arab.
EPISTEMOLOGICAL VIEWS OF ISLAMIC EDUCATION PHILOSOPHY AS A ISLAMIC EDUCATION BASIS Zubaidillah, Haris
Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Al Qalam Vol. 12, No. 1, Januari-Juni 2018
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (STIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (433.669 KB) | DOI: 10.35931/aq.v0i0.16

Abstract

This paper briefly discusses one of the foundations of Islamic education, the epistemological view of Islamic education philosophy. Islamic education as an effort in shaping humanity and civilization must have a firm foundation upon which all activities are connected or propped up. In terms of epistemological, the foundation of Islamic education is the epistemological philosophy of Islamic education sourced from the Qur'an and As-Sunnah as the primary source, as well as the Ijtihad and the intellect that became the branch (furu') of the development of these two primary sources. So that Islamic education really serves as a medium of influencing others toward a better direction in order to live better in accordance with the teachings of Islam and obey all that is ordered and away from all the banned with the awareness of human beings are firmly planted with the scientific aspect so that the result is not just obedient blindness but scholarly servitude, all done within the scope of God's rule. In the end the foundation of education itself is none other than the source of the teachings of Islam that is Al Quran and As-Sunnah.
PENDIDIKAN TAHFIZ ANAK USIA DINI (TAUD) Rifa'i, Ahmad
Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Al Qalam Vol. 11, No. 23, Januari-Juni 2017
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (STIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (773.284 KB) | DOI: 10.35931/aq.v0i0.6

Abstract

Pada awal perkembangan anak adalah masa yang sangat penting, jika anak pada masanya sudah ditanami agama serta mencintai al-Quran sejak dini maka besarnya akan menjadi anak yang berpikir cerdas, daya hafal yang kuat dan dapat mengamalkan kandungan al-Quran. Dengan itu akan terbentuk insan yang berakhlakul karimah. Pendidikan agama bagi seorang anak merupakan hal yang penting karena bekal bagi kehidupan mereka nantinya. Al-Quran merupakan kitab umat islam dimana anak harus bisa membaca dan mempelajarinya.Di antara  pelajaran yang terkait dengan mempelajari Al Qur’an adalah Pendidikan Tahfiz Anak Usia Dini. Tahfizh Al Qur’an merupakan pelajaran  termudah bagi anak-anak. Sebab  program Tahfizhul Qur’an teknik belajarnya sederhana. Cukup dengan mendengar dan mengucapkan secara berulang, baik itu mendengar bacaan kita sendiri ataupun mendengar bacaan orang lain. Yang terpenting bacaan yang didengar tersebut adalah bacaan yang benar, supaya hafalan Al Qur’annya juga benar. Semakin intensif anak-anak mendengar bacaan Al Qur’an setiap harinya, secara konsisten dan kontinu,  maka hafalan Al Qur’annya  akan semakin mudah dan semakin cepat. Sehingga tidak mustahil anak-anak bisa hafal Al Qur’an 30 juz sebelum mereka beranjak dewasa
FATHERING ADVERSITY MANAGEMENT Husin, Husin
Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Al Qalam Vol. 12, No. 2, Juli-Desember 2018
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (STIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (476.606 KB) | DOI: 10.35931/aq.v0i0.73

Abstract

Peran ayah dalam sebuah keluarga sangatlah penting dalam membentuk kepribadian anak yang mandiri dan bertanggung jawab. Perannya tidak hanya sebagai sosok yang kuat sebagai penopang perekonomian keluarga, akan tetapi juga pembentuk karakter pantang menyerah (Adversity Quotient) yang sangat berguna bagi masa depan anak. Kajian tentang mengembalikan posisi ayah kepada yang penulis maksudkan sangatlah penting untuk diteliti dalam sebuah kajian tekstual (ayat-ayat Alqura>n) dan dalam kontekstual kekinian. Metodologi penelitian yang digunakan bersifat library research dengan mengetengahkan ayat-ayat dialog antara ayah dan anak dalam Alqura>n, serta menggali pendapat dari tokoh-tokoh pendidikan anak yang kemudian proses content analysis menjadi pilihan peneliti ketika menganalisisnya. Hasil penelitian ini mengemukakan bahwa ada 14 dialog antara ayah dan anak dalam Alqura>n, sehingga menjadi sebuah pelajaran besar bagi seorang ayah bagaimana menempatkan posisinya dalam sebuah keluarga yang juga harus bisa menjadi imam, teman, pendidik dan mengajarkan kepada anak bagaimana menjadi pribadi yang tangguh, sabar, tidak mudah menyerah yang kemudian penulis sebut dengan FAM (Fathering Adversity Management).
TAFSIR AYAT KAUNIYAH Rusydi, Akhmad
Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Al Qalam Vol. 9, No. 17, Januari-Juni 2016
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Quran (STIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (25.201 KB)

Abstract

Al-Qur`an adalah kitab suci umat Islam yang Allah turunkan kepada Rasul-Nya Muhammad SAW sebagai mu`jizat terbesar, serta sebagai salah satu pedoman bagi umat manusia dalam menjalani kehidupan baik di dunia maupun di akhirat. Kandungan Al-Qur`an tidak hanya berbicara tentang masalah akidah, fiqih dan semisalnya yang berhubungan dengan persiapan seorang hamba menuju alam akhirat saja. Al-Qur`an juga berbicara tentang sejumlah tanda-tanda kebesaran Allah SWT dalam penciptaan alam ini, petunjuk bagi manusia dalam kehidupan mereka di dunia, berupa perputaran bulan, bumi dan matahari pada porosnya yang menjadi petunjuk bagi mereka dalam banyak aktifitas mereka. Terdapat banyak ayat-ayat yang berbicara tentang kaun (alam) dalam Al-Qur`an yang seandainya dikaji secara serius oleh umat Islam di zaman modern ini, akan menambah keimanan terhadap kebenaran Al-Qur`an yang diturunkan dari sisi Allah SWT.
PENGELOLAAN MADRASAH PADA PESANTREN DI PONDOK PESANTREN AL FALAH PUTERA BANJARBARU Ramli, Muhamad
Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Al Qalam Vol. 12, No. 2, Juli-Desember 2018
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (STIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (471.435 KB) | DOI: 10.35931/aq.v0i0.47

Abstract

This study aims to reveal about the management of madrasah in pesantren in Pondok Pesantren Al Falah Putera Banjarbaru in terms of organizing, implementation of education and curricular programs, and supervision. This research uses qualitative approach with research subject are leader of Pesantren Al Falah Putera Banjarbaru, Head of Madrasah every education level held at Pondok Pesantren Al Falah Putera Banjarbaru, that is Head of Madrasah Aliyah Al Falah Putera, Head of Madrasah Tsanawiyah Al Falah Putera, board of curriculum , student affairs officers, administrative division, teachers and students at madrasah in Pondok Pesantren Al Falah Putera. Data collection is done by observation, interview and document analysis. The validity of data is done by extending the time of research and triangulation. Data analysis technique used is with interactive analysis model. The results showed that; The management of madrasah at pesantren in Pondok Pesantren Al Falah Putera viewed from the organizing aspect, this pesantren has organizational structure from the top level to the bottom with accompanied by clear delegation of authority and responsibility so that every member can work efficiently. The delegation has also been running well so that the organization can use its resources efficiently. As for the management of madrasah in pesantren in Pondok Pesantren Al Falah Putera viewed from curricular exercise, in this pesantren curricular program development has been going well, because between curricular madrasah with curricular pesantren has been systematized in accordance with the basic framework of pesantren development since its inception. With systematized every activity undertaken concerning curricular program between madrasah and pesantren become easily synchronized, so that can minimize conflict which can disrupt work climate and organization of boarding school. Then viewed from the aspect of supervision, boarding school Al Falah can easily control and supervise all activities of the santri, because between boarding activities with madrassas have been well structured, according to ladder and time. There are four elements that conduct supervision for the smoothness of learning activities in this pesantren, the four elements are; leader of Pesantren, coordinators/head of Madrasah, ustadz/teachers, seneor santri/students.
نظام النقحرة من اللغة العربية إلى اللغة الإندونيسية Deviana, Ade Destri
Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Al Qalam Vol. 9, No. 17, Januari-Juni 2016
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (STIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1091.991 KB)

Abstract

إن اللغة لها خصائص تتميّز باللغة الأخرى كانت في مجال النطق وصوتها، أو في قواعد كتابتها أو غيرها.  وهي علامة ورموز. وعندما تُكتب أو تُحوّل إلى اللغة الأخرى فكانت مسائل المنظورة من اللغة الأصلية لأنهما (اللغة الأصلية واللغة الأخرى) تفريقان في النطق، والصوت، والتركيب، والجمل. خصوصا في الإندونيسيا. أن الإندونيسيا يستخدم اللغة الإندونيسية التي بالحروف اللاتينية. وهو بلاد التي يسكن المسلمون والمسلمين. عادة، ويحتاجون عن العلوم الإسلامية  تكتب باللغة العربية بالحروف الهجائية. هذه الصعبة لهم. إذن يحتاج تحويل اللغة العربية إلى اللغة الإندونيسية أو الحروف الهجائية إلى الحروف اللاتينية. وهي تسمى بالنقحرة (transliteration).لذلك، تنقل اللغة إلى اللغة الأخرى في ناحية الترجمة أو الكتابة  فينبغى لها  النظام المعيّن واللازم لعملية النقل والتحويل من مراعاة المعنى المحتوى في اللغة المنقولة (اللغة الأصلية) لسهلة فهمها وتعريف عن نطقها.في الإندونيسيا، النقحرة هي إحدى المشكلات في الكتابة. كانت الكلمات المحوّل بالنقحرة من اللغة العربية  إلى اللغة الإندونيسية متردّدة للقارء الذي يفهمها. مثلا كلمة "قلب" في قاموس اللغة الإندونيسية الرسمية واللازمة تكتب بــ"kalbu". وحقيقة النقحرة لكلمة "قلب" هي "qalbu" بمعنى hati. وكلمة "kalbu" في اللغة العربية هي "كلب" بمعنى anjing. هذه المشكلة للمدرّس أيضا أن يشرح إلى الطلبة عن النقحرة في الإندونيسا لأنها تفريقة بين النظام المعيّن في القانون والنظام المكتوب في قاموس اللغة اللإندونيسية (KBBI).في هذا البحث، فأخذت الباحثة أن يعرف نظام النقحرة المعيّن من اللغة العربية إلى اللغة الإندونيسة بالقانون. ثمّ قارنت تلك النقحرة بالنسبة إلى بعض النواشر (publishers) تدوّر في الإندونيسيا حتى تكتشف الباحثة عن نظام النقحرة في الإندونيسا. في عملية البحث، أن الباحثة تستطيع أن تعرف أن نظام النقحرة هي أهم الأمور في تأليف الكتب والمجلات والمقالات وغيرهها، أو لا سيما  ترجيمها. ويكون النواشر للكتب قد عيّن نظام النقحرة لكتابتها حتى يمكن أن يقع خلاف  ولكنهم يصدرون بتعيين الجمهور العامة عن النقحرة اللازمة وهو قرار القانون  No. 158/1987 dan No. 0543 b/U/1987.
EVALUASI KETERAMPILAN BERBICARA DALAM PEMBELAJARAN BAHASA ARAB Ramadhani, Dony Ahmad
Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Al Qalam Vol. 9, No. 17, Januari-Juni 2016
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (STIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (791.155 KB)

Abstract

Evaluasi bahasa selama ini lebih difokuskan kepada keterampilan yang berbasis komunikasi secara tertulis, hal ini dapat dilihat dari evaluasi yang dilaksanakan selama ini, tes yang diberikan sering berbentuk ganda dan essai. Padahal jika diperhatikan lebih seksama, komunikasi dari sisi lisan sangat penting untuk digalakkan dengan banyaknya orang-orang Arab yang datang ke Indonesia. Kedatangan mereka memiliki berbagai macam maksud, ada yang hanya sekedar ingin belajar, ada juga sekedar ingin berkunjung, bahkan ada yang datang ke Indonesia dengan maksud dan tujuan bekerja, seperti menjadi dosen atau pengajar. Tentunya hal ini akan menjadi kesempatan buat para pelajar untuk berkomunikasi langsung dengan orang-orang tersebut, baik karena ingin belajar secara mendalam bahasa yang dipelajari ataupun mendapat pengetahuan. Dengan melihat keadaan tersebut, maka evaluasi dalam keterampilan berbicara sudah seharusnya mulai diperhatikan, guna mencapai tujuan dari berbahasa itu sendiri, yakni berkomunikasi.