cover
Contact Name
Iwan Rudiarto
Contact Email
-
Phone
 (024) 76486821
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Magister Pembangunan Wilayah dan Kota Gedung A Lt. 3 Departemen Perencanaan Wilayah dan Kota Kampus UNDIP Tembalang Semarang 50275, Indonesia
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
JURNAL PEMBANGUNAN WILAYAH & KOTA
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : 18583903     EISSN : 25979272     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Pembangunan Wilayah dan Kota (P-ISSN: 1858-3903 and E-ISSN: 2597-9272)is an open access journal focusing on the scientific works devoted to the study of regional and urban development and planning. The journal emphasizes on the sustainability issues in the economic, social, planning, and institutional dimensions about regional and urban development in Indonesia and worldwide.
Arjuna Subject : -
Articles 213 Documents
A Study on the Difference of Visitation Level to Urban Park as Public Space at Tarakan City Yonter, Beny
JURNAL PEMBANGUNAN WILAYAH & KOTA Volume 7, Nomor 3, Desember 2011
Publisher : UNDIP

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (50.308 KB)

Abstract

The importance of urban park as public space in the city is an interaction place for the people, socialize its businesses. Tarakan have 3 (three) urban parks that the function as one of recreation place in the city, namely ‘Ladang’, ‘Melundung’, and ‘Markoni’ urban park. The research aim is to know why in 10 recent years tourists that visit the urban park degraded and to know the elements that cause differentiation interest of visiting urban park in Tarakan. The research of three urban parks done by assessing urban design elements of park as land use analysis, design and park form analysis, park complementary element analysis, the park activity pattern and its surrounding, and how accessibility in urban park area could influence of urban park visitor interest. Using descriptive analysis by investigate and describe elements that influence the urban park existence. The comprehensive analysis was done in urban park surrounding. The result that could be drawn from the research is the elements that causing visitors’ differentiation to visit the urban parks in Tarakan is the land use elements, availability of tools that support the activity such as street vendors and hot spot area, the complementary elements in the park and its surroundings. From conclusion can be draw a recommendation the importance of preservation and seriousness in development to manage urban park further by Pemerintah Kota Tarakan related institution. Keywords: public space, urban park, visitor level
Implikasi Keberadaan PPI Terhadap Pertumbuhan Kawasan Ekonomi Perikanan (Studi Kasus: PPI Karangsong Kecamatan Indramayu Provinsi Jawa Barat) setyono, jawoto sih
JURNAL PEMBANGUNAN WILAYAH & KOTA Vol 4, No 1 (2008): Implikasi Keberadaan PPI Terhadap Pertumbuhan Kawasan Ekonomi Perikanan (Studi
Publisher : UNDIP

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (50.308 KB)

Abstract

Keberadaan PPI Karangsong sebagai sarana yang menampung kegiatan perikanan membentuk hubungan keterkaitan yang berlangsung pada kegiatan hulu dan hilir. Hubungan keterkaitan dalam kegiatan perikanan membentuk interaksi fisik, ekonomi, dan sosial. Adanya hubungan interaksi tersebut berimplikasi pada pertumbuhan kawasan sekitarnya. Permasalahan dalam produktivitas kegiatan perikanan terhadap tingkat kesejahteraan terjadi pada nelayan pencari ikan dan buruh nelayan. Mengingat pelaku usaha yang mendominasi dalam kegiatan perikanan adalah nelayan (nelayan buruh), sementara stratifikasi nelayan Karangsong bukanlah suatu entitas tunggal, melainkan terdiri dari beberapa kelompok yang dapat dibedakan oleh kondisi kemampuan permodalan. Hasil penelitian diperoleh bahwa kegiatan perikanan yang berlangsung pada kegiatan hulu dan hilir telah menciptakan nilai pendapatan diantaranya nilai pendapatan yang diperoleh pemerintah (1,6%) sebagai penyedia sarana PPI Karangsong dan pihak pengelola PPI Karangsong yakni KPL Mina Sumitra, yang meliputi nilai pendapatan dari alokasi penyelenggaraan (1,65%) dan operasional TPI (0,80%), kemudian nilai pendapatan yang diperoleh bakul ikan memperoleh keuntungan marjinal dari hasil memasarkan ikan untuk wilayah lokal (11,23%) dan pemasaran di luar Wilayah Indramayu (14,41%). Kata kunci: Keberadaan PPI, kegiatan perikanan, pertumbuhan kawasan ekonomi  perikanan
Kajian Faktor Pendorong Pengembangan Kawasan Perbatasan Jayapura, Indonesia – Vanimo, Png Sulistyaningsih, Retno; widjajanti, retno
JURNAL PEMBANGUNAN WILAYAH & KOTA Vol 4, No 1 (2008): Kajian Faktor Pendorong Pengembangan Kawasan Perbatasan Jayapura, Indonesia âÂ
Publisher : UNDIP

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (50.308 KB)

Abstract

Sejak dibuka tahun 1999, kawasan perbatasan Jayapura, Indonesia dan Vanimo, PNG mengalami pertumbuhan. Kawasan ini berkembang pesat seiring dengan dibangunnya jalan trans perbatasan dan pasar perbatasan (Pasar Lhoncin dan Marketing Point), sehingga memudahkan supplay barang dan jasa dari Kota Jayapura ke wilayah perbatasan. Berkaitan dengan perkembangan tersebut menarik untuk dikaji faktor-faktor apa yang mendorong pengembangan kawasan perbatasan. Melalui pendekatan analisis faktor dan deskriptif eksplanatif, akan dikaji faktor-faktor apa yang mendorong pengembangan kawasan perbatasan. Hasil analisis menunjukkan bahwa kegiatan perdagangan di perbatasan ini bisa berkembang karena adanya mekanisme demand (wilayah PNG) dan supply (oleh Kota Jayapura). Warga PNG membeli karena beberapa alasan yaitu harga yang murah, pilihan bervariasi dan jumlah barang yang tersedia banyak, serta kurs kina yang lebih tinggi terhadap rupiah. Di sisi lain Kota Jayapura mampu berperan sebagai supplier berbagai kebutuhan hidup warga PNG. Adapun faktor pendorong pengembangan kawasan adalah prospek usaha, perijinan usaha, penunjang kesiapan kawasan, dan kesiapan pengelolaan kawasan. Perkembangan kegiatan perdagangan dan jasa di kawasan perbatasan akan membawa beberapa implikasi, baik secara fisik keruangan, ekonomi, sosial budaya, dan implikasi lainnya.  Kata Kunci: faktor pendorong, pengembangan kawasan perbatasan, Jayapura, Indonesia – Vanimo, PNG
Kajian Kinerja dan Pengembangan Rute Angkutan Umum Penumpang Dalam Kota di Kota Salatiga Wibowo, Susanto Adi
JURNAL PEMBANGUNAN WILAYAH & KOTA Vol 5, No 1 (2009): Kajian Kinerja dan Pengembangan Rute Angkutan Umum Penumpang Dalam Kota di Kota
Publisher : UNDIP

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (50.308 KB)

Abstract

The high intensity of economic activities in Salatiga City bring influence to the number and travel patterns of people and goods. The needs of people transportation from a place to another inside Salatiga City area, are served one by city transport (angkota) that are typed as passenger cars (daihatsu/ suzuki minibus). The service of transportation facilities such as angkota in Salatiga City in all routes have the city center as the final destination. This is because the downtown area is a center of trade and services and also there are government offices and other public buildings. This public transport pattern make traffic jams on the busy hours in the city center. As a result angkota often accused as one of the main causes of the occurrence of this bottleneck. To be able to improve the citys transportation services in the town of Salatiga, research needs to be done to analyze the performance of transportation of the city at this time, through the study of transportation routes. Keywords: Performance of city transport (angkota) route in Salatiga
Implikasi Keruangan Pemindahan Pelabuhan Jayapura ke Pelabuhan Depapre Rayhatson, Lukman Enrico; Ma’rif, Samsul
JURNAL PEMBANGUNAN WILAYAH & KOTA Vol 8, No 3 (2012): JPWK Volume 8 Number 3 Year 2012
Publisher : UNDIP

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2400.931 KB)

Abstract

Pelabuhan Jayapura saat ini berperan sebagai pelabuhan penumpang sekaligus barang bagi KotaJayapura dan hinterlandnya. Pergerakan kapal dan arus barang terus meningkat seiring pertumbuhanekonomi wilayah ini hingga muncul masalah kurangnya area penumpukan peti kemas. Hal ini menjadidasar Pemerintah Provinsi Papua memisahkan fungsi pelabuhan barang dari Jayapura ke Distrik DepapreKabupaten Jayapura. Studi ini bertujuan untuk mengetahui implikasi keruangan pemindahan pelabuhanbarang dari Jayapura ke Depapre. Studi ini mengidentifikasi peran dan fungsi pelabuhan Jayapura danDepapre saat ini, beban dan manfaat pemindahan pelabuhan bagi Jayapura dan Depapre, serta implikasikeruangan pemindahan tersebut. Studi ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan alatbantu analytic hierarchy process (AHP). Analisis menunjukkan bahwa pelabuhan Jayapura berperanutama melayani kegiatan ekspor dan pasokan bahan pokok, sedangkan Depapre akan berfungsikomplementer pada tahap awal seiring tumbuhnya bangkitan kargo dari sentra produksi di sekitarnya.Beban yang dialami Jayapura adalah peningkatan biaya distribusi, disertai degradasi lingkungan yangdialami Depapre. Manfaat yang dialami Jayapura adalah efisiensi proses distribusi, ditambah gerakanekonomi yang dialami Depapre. Implikasi pemindahan pelabuhan tersebut adalah perubahan guna lahandi sekitar pelabuhan Depapre dan di sepanjang koridor Sentani-Depapre. Perubahan ini memerlukanlangkah-langkah pengendalian pemanfaatan ruang di wilayah Depapre dan koridor Sentani-Depapre.
Arahan Lokasi Kantor Resort Pengelolaan pada Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah I Kopeng Balai Taman Nasional Gunung Merbabu Sulaksono, Nurpana
JURNAL PEMBANGUNAN WILAYAH & KOTA Vol 8, No 3 (2012): JPWK Volume 8 Number 3 Year 2012
Publisher : UNDIP

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2400.931 KB)

Abstract

Taman Nasional Gunung Merbabu (TNGMb) menghadapi ancaman lingkungan yang datang dari beberapakegiatan ilegal seperti pencurian kayu, penambangan, serta perumputan dan peladangan. Untukmemastikan pengelolaan yang efektif maka kawasan taman nasional dibagi ke dalam wilayah-wilayahpengelolaan yang disebut sebagai resort. Untuk pelaksanaan tugasnya, maka diperlukan kantor resortyang ditempatkan pada lokasi yang optimal, yang memenuhi kriteria optimum yaitu (1) memerlukanbiaya minimum dalam menjangkau wilayah rawan, rentan, dan fasilitas pemerintah (2) dekat denganpemukiman terkait faktor keamanan, serta (3) tidak berada di wilayah rawan bencana longsor dangerakan tanah lainnya. Studi ini bertujuan menentukan lokasi kantor resort yang optimal pada SPTNWilayah I Kopeng Taman Nasional Gunung Merbabu. Studi ini melakukan dua analisis. Analisis pertamaadalah analisis lokasi untuk mengidentifikasi wilayah-wilayah di dalam kawasan TNGMb wilayah resortSelo dan Ampel yang memenuhi kriteria (1) rawan atas gangguan keamanan, (2) rentan terhadapkerusakan, dan (3) rawan bencana. Analisis kedua merupakan penentuan lokasi kantor resort Selo danAmpel yang memenuhi kriteria optimal. Hasil analisis menyimpulkan bahwa Desa Samiran merupakanlokasi optimal untuk pendirian kantor wilayah Resort Selo, sedangkan Desa Sampetan merupakan lokasioptimal untuk wilayah Resort Ampel.Kata kunci : lokasi, kantor resort taman nasional, optimal1
Pengembalian Fungsi Daerah Sekitar Sungai: Konflik dan Tantangan Dalam Proses Regenerasi Sungai Cikapundung, Bandung Mahardini, Sevina
JURNAL PEMBANGUNAN WILAYAH & KOTA Vol 8, No 3 (2012): JPWK Volume 8 Number 3 Year 2012
Publisher : UNDIP

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1129.017 KB)

Abstract

Studi ini mempelajari konflik dan tantangan yang muncul dalam proyek pengembalian fungsi ruangpublik dimana peran pemerintah dan civil society seringkali mengalami benturan, dengan mengambilstudi kasus Sungai Ckapundung. Tema studi ini adalah “jeux d’acteurs” dalam bahasa perancis, ataustrategis’ stakeholders dalam bahasa inggris. Studi ini menggunakan metode kualitatif denganwawancara stakeholder dan ahli terkait dan penggunaan data sekunder dari instansi pemerintah, catatanstakeholder dalam workshop ataupun blog pribadi. Melalui analisis stakeholder, studi ini menemukankepentingan dari masing-masing aktor yang terlibat dalam proyek di daerah sekitar sungai Cikapundung.Kepentingan ekonomi datang dari pemerintah dan investor, kepentingan sosial muncul dari organisasinon pemerintah dan masyarakat setempat, dan isu lingkungan yang menjadi perhatian organisasi nonpemerintah dan organisasi kreatif di Bandung. Kemunculan konflik antara masyarakat sipil danpemerintah merupakan pertanda bahwa pemerintah telah gagal dalam membentuk “gouvernance duprojet” atau sistem pemerintahan untuk sebuah proyek. Stakeholder-stakeholder tersebut tidak dapatmembawa perhatian mereka dengan cara yang positif, yakni sebagai sumber ide untuk mengembangkansungai tersebut. Dapat disimpulkan bahwa akibat kurangnya integrasi kepentingan, sebuah modelmengenai ruang publik sesuai dengan konteks di Indonesia, menjadi tidak mudah untuk ditemukan.
Pengaruh Budaya Lamaholot Dalam Ruang Kota Larantuka Subanpulo, Oktovianus Sila Wuri
JURNAL PEMBANGUNAN WILAYAH & KOTA Vol 8, No 3 (2012): JPWK Volume 8 Number 3 Year 2012
Publisher : UNDIP

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2325.37 KB)

Abstract

Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) memiliki keragaman etnis dengan latar belakang bahasa, adat,budaya yang berbeda. Tersebar di seluruh wilayah NTT, masing-masing etnis tersebut masih terbagidalam berbagai suku/marga yang biasa disebut Klen. Larantuka, ibukota Kabupaten Flores Timurmerupakan bagian suku-bangsa Lamaholot. Di kota ini terdapat pengelompokan-pengelompokanpermukiman berbasis etnis yang terdiri dari Komunitas Lewo Waibalun, Lewo Lere, Lewo Balela, LewoLarantuka, dan Lewo Lebao. Komunitas tradisional ini mencakup level masyarakat kecil, menengah danatas, dan didasarkan pada kesamaan suku, agama, dan ras. Larantuka Sebagai bekas kota kerajaanLarantuka memiliki ciri identitas sebagai kampung tradisional Lamaholot yang pada masa lalu merupakankawasan yang dihuni oleh golongan kakang nuba (pendamping raja). Seiring perubahan kehidupanmasyarakat seiring waktu, terjadi pula perubahan pada struktur dan pola hunian dan sarana prasaranayang merupakan elemen pembentuk struktur masyarakat Lamaholot di Larantuka. Perubahan lain juganampak pada berbagai aktivitas kehidupan sehari-hari masyarakat. Sebagai akibat dari proses perubahantersebut secara cepat atau lambat dikuatirkan dapat mempengaruhi kualitas lingkungan permukimanbahkan dapat menghilangkan identitas sebagai kampung tradisional Lamaholot serta potensi historisKota Larantuka.
Partisipasi Masyarakat Dalam Pembangunan Jalan Poros Desa di Kecamatan Panceng Kabupaten Gresik Setiawan, Fauzi Budi
JURNAL PEMBANGUNAN WILAYAH & KOTA Vol 8, No 3 (2012): JPWK Volume 8 Number 3 Year 2012
Publisher : UNDIP

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (645.235 KB)

Abstract

Strategi pembangunan wilayah partisipatif di Kabupaten Gresik menitikberatkan pada pembangunanprasarana jalan melalui program Bantuan Keuangan Pembangunan Jalan Poros Desa. Cakupan wilayahstudi ini meliputi Kecamatan Panceng, Kabupaten Gresik. Tujuan penelitian adalah mengetahui bentukdan tingkat partisipasi masyarakat dalam Pembangunan Jalan Poros Desa yang dibedakan oleh jarakkegiatan dari permukiman di tiap desa. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatanpostpositivistik rasionalistik dengan metode penelitian deskriptif kuantitatif. Proses penelitian secaradeduktif, dengan menggunakan konsep atau kajian teori sehingga muncul pertanyaan penelitian:bagaimana partisipasi masyarakat dalam Pembangunan Jalan Poros Desa di Kecamatan PancengKabupaten Gresik? Studi ini menganalisis bentuk dan tingkat partisipasi, serta pengaruh lokasi terhadapbentuk dan tingkat partisipasi masyarakat yang dilakukan pada kedua kategori desa tersebut. Hasilanalisa yang dilaksanakan menunjukkan adanya perbedaan bentuk dan tingkat partisipasi antara keduakategori desa. Pada desa kategori pertama terdapat bentuk partisipasi pengendalian penuh (Full Control)dengan tingkat partisipasi tinggi dan pada desa kategori kedua teramati bentuk partisipasi pengendalianterbagi (Shared Control) dengan tingkat partisipasi sedang.Kata kunci : partisipasi masyarakat, pembangunan jalan poros desa
Pengembangan Sistem Informasi Sosial Ekonomi untuk Menunjang Perencanaan Wilayah Tingkat Provinsi (Uji Coba di Provinsi Lampung) -, Nurjanah; Buchori, Imam
JURNAL PEMBANGUNAN WILAYAH & KOTA Vol 8, No 3 (2012): JPWK Volume 8 Number 3 Year 2012
Publisher : UNDIP

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (504.624 KB)

Abstract

Kegiatan pembangunan menuntut perencanaan penggunaan lahan dan penataan ruang yang didukungsistem informasi fisik dan sosial ekonomis yang berbasis geografi. Ketersediaan data dan informasi yangcepat, akurat, dan terkini merupakan salah satu tantangan mendasar dalam membuat perencanaanwilayah. Saat ini data yang diperlukan dalam perencanaan pembangunan wilayah dan kota belumsepenuhnya tersedia pada institusi penyedia data dasar. Terkadang ada ketidaksesuaian definisi dataantara institusi penyedia dengan penggunanya (para perencana wilayah). Salah satu solusi yang dapatdiambil adalah membangun sistem informasi keruangan data yang diperlukan perencana yang belumterpenuhi oleh penyedia data. Studi ini bertujuan mengembangkan suatu model sistem informasi sosialekonomi penunjang kegiatan perencanaan wilayah tingkat provinsi. Sistem tersebut berisi data daninformasi kependudukan dan ekonomi, yang akan digunakan dalam penyusunan perencanaan wilayahdengan menggunakan bantuan perangkat lunak Arcview. Sistem yang dihasilkan diharapkan dapatmembantu perencana wilayah dengan memberikan informasi secara cepat dan berdimensi keruangan.Hasil studi ini menyimpulkan bahwa sistem informasi yang dibangun memberikan kemudahan bekerjadan memiliki nilai estetis. Sistem tersebut membantu kinerja analisis keruangan dan analisis numerikdengan jalan mengintegrasikan kedua sistem data tersebut, sehingga para pengambil kebijakan danpelaku pembangunan dapat dengan mudah mengambil keputusan yang memiliki dimensi keruangan.Kata kunci: sistem informasi, perencanaan wilayah, sosial ekonomi

Page 1 of 22 | Total Record : 213


Filter by Year

2008 2019


Filter By Issues
All Issue Vol 15, No 2 (2019): JPWK Vol 15 No 2 June 2019 Vol 15, No 2 (2019): JPWK Vol 15 No 2 June 2019 Vol 15, No 1 (2019): JPWK Vol 15 No 1 March 2019 Vol 14, No 4 (2018): JPWK Vol 14 No 4 Desember 2018 Vol 14, No 3 (2018): JPWK Vol 14 No 3 September 2018 Vol 12, No 3 (2016): JPWK Volume 12 No 3 Sepetember 2016 Vol 12, No 2 (2016): JPWK Volume 12 No 2 Juni 2016 Vol 12, No 1 (2016): JPWK VOLUME 12 NOMOR 1 MARET 2016 Vol 11, No 4 (2015): JPWK VOLUME 11 NUMBER 4 Vol 11, No 3 (2015): JPWK VOLUME 11 NUMBER 3 SEPTEMBER 2015 Vol 11, No 2 (2015): JPWK VOLUME 11 NUMBER 2 YEAR 2015 Vol 11, No 2 (2015): JPWK VOLUME 11 NUMBER 2 JULI 2015 Vol 11, No 1 (2015): VOL 11, NO 1 (2015): JPWK VOLUME 11 NUMBER 1 YEAR 2015 Vol 10, No 4 (2014): : JPWK Volume 10 Number 4 Year 2014 Vol 10, No 3 (2014): JPWK Volume 10 Number 3 Year 2014 Vol 10, No 2 (2014): JPWK Volume 10 Number 2 Year 2014 Vol 10, No 1 (2014): JPWK Volume 10 Number 1 Year 2014 Vol 9, No 4 (2013): JPWK Volume 9 Number 4 Year 2013 Vol 9, No 3 (2013): JPWK Volume 9 Number 3 Year 2013 Vol 9, No 2 (2013): JPWK Volume 9 Number 2 Year 2013 Vol 9, No 1 (2013): JPWK Volume 9 Number 1 Year 2013 Vol 8, No 4 (2012): JPWK Volume 8 Number 4 Year 2012 Vol 8, No 3 (2012): JPWK Volume 8 Number 3 Year 2012 Vol 8, No 2 (2012): JPWK VOLUME 8 NUMBER 2 Year 2012 Vol 8, No 1 (2012): JPWK VOLUME 8 NUMBER 1 Year 2012 Volume 7, Nomor 3, Desember 2011 Vol 5, No 1 (2009): Kajian Kinerja dan Pengembangan Rute Angkutan Umum Penumpang Dalam Kota di Kota Vol 4, No 1 (2008): Kajian Faktor Pendorong Pengembangan Kawasan Perbatasan Jayapura, Indonesia â Vol 4, No 1 (2008): Implikasi Keberadaan PPI Terhadap Pertumbuhan Kawasan Ekonomi Perikanan (Studi More Issue