cover
Filter by Year
JURNAL PEMBANGUNAN WILAYAH & KOTA
Published by Universitas Diponegoro
Articles
195
Articles
TAMANSARI: DULU, KINI DAN NANTI

Nurfindarti, Erti

JURNAL PEMBANGUNAN WILAYAH & KOTA Vol 14, No 3 (2018): JPWK Vol 14 No 3 September 2018
Publisher : Magister Pembangunan Wilayah dan Kota,Undip

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Tamansari terletak di kawasan strategis Kota Serang namun kondisi fisiknya memprihatinkan sehingga menurunkan kualitas kawasan. Penelitian atau kajian yang pernah dilakukan terhadap Tamansari kurang mengeksplorasi segala hal yang berkaitan dengan Tamansari sehingga fungsi Tamansari yang ditetapkan dari hasil kebijakan selama ini tidak pernah bertahan lama. Penelitian ini dilakukan untuk mengeksplorasi hal-hal berkaitan dengan Tamansari, meliputi sejarah, pendapat, keinginan dan harapan para pemangku kepentingan dan masyarakat sehingga dapat diperoleh informasi tentang fungsi yang diharapkan untuk Tamansari. Metode yang digunakan adalah eksploratoris sequensial (mix method), dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara (kualitatif) dan angket daring (kuantitatif). Dari hasil penelitian dengan metode ini diperoleh adanya 4 (empat) aspek permasalahan yang dihadapi Tamansari yaitu aspek fisik, sosial, kelembagaan, dan kebijakan, dan fungsi yang diharapkan terhadap Tamansari, yaitu sebagai Ruang Terbuka Publik/Ruang Terbuka Hijau. Peta jalan (road map) dan rancangan penataan kawasan yang dapat menjadi acuan dalam pelaksanaan perencanaan penataan Tamansari. Peta jalan berisi rencana kegiatan, dan OPD yang bertanggung jawab selama 3 (tiga) tahun dan rancangan Tamansari menjadi dapat menjadi dasar dalam penyusunan siteplan dan DED Tamansari. Dalam rancangan ini Tamansari berkonsep “Past, Now, and Then” yang terbagi dalam 6 (enam) zona, yaitu zona swafoto, zona klub lansia, zona muda, zona tempat ibadah, zona anak-anak, dan zona kuliner.

KINERJA PELAYANAN PUBLIK PDAM KABUPATEN MEMPAWAH BERDASARKAN KEPUASAN PELANGGAN

Sianipar, William Antartika, Wahyono, Hadi

JURNAL PEMBANGUNAN WILAYAH & KOTA Vol 14, No 3 (2018): JPWK Vol 14 No 3 September 2018
Publisher : Magister Pembangunan Wilayah dan Kota,Undip

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Pertumbuhan populasi penduduk di Kabupaten Mempawah berimplikasi pada meningkatnya kebutuhan air bersih. Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) merupakan badan usaha yang diberi kewenangan oleh pemerintah daerah kabupaten mempawah dalam memberi pelayanan penyediaan air bersih. sejauh ini kinerja pelayanan PDAM Kabupaten Mempawah belum optimal, ini dapat dilihat dari beberapa permasalahan antara lain, Cakupan pelayanan pada tahun 2016 masih sangat rendah yakni sebesar 9,55% dari jumlah penduduk yang ada, kualitas dan kontinuitas air yang buruk serta masih terdapat keluhan salah satunya terkait peneraan meter air. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kinerja pelayanan PDAM Mempawah dan faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja pelayanan berdasarkan kepuasan pelanggan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, teknik analisis dilakukan dengan skoring dan analisis faktor, sedangkan Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah stratified proportionate random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 370 responden. Dalam menentukan tingkat kinerja pelayanan akan digunakan beberapa kriteria antara lain, tingkat Kinerja sangat rendah (I < 3,33); kinerja rendah (3,33 ≤ I < 3,65); kinerja sedang (3,65 ≤ I < 3,97); dan kinerja tinggi (I ≥ 3,97). Berdasarkan kriteria ini dapat disimpulkan bahwa tingkat kinerja pelayanan PDAM Kabupaten Mempawah berdasarkan kepuasan pelanggan masuk dalam kategori tingkat kinerja sedang dengan skor 3,65. Kemudian berdasarkan analisis faktor teridentifikasi bahwa faktor Sikap dan kemampuan Komunikasi petugas serta Ketepatan Waktu Penyelenggaraan pelayanan merupakan faktor utama yang mempengaruhi kepuasan pelanggan dengan prosentase nilai pengaruh sebesar 40,12 %.

PERAN DAN KAPASITAS PEMANGKU KEPENTINGAN PROGRAM RPM DALAM MENDUKUNG KETERSEDIAAN PANGAN MELALUI PRODUKSI PADI DI KECAMATAN MALAKA TENGAH, KABUPATEN MALAKA, PROVINSI NTT

Raydais, Aurelia Eny, Damayanti, Maya

JURNAL PEMBANGUNAN WILAYAH & KOTA Vol 14, No 3 (2018): JPWK Vol 14 No 3 September 2018
Publisher : Magister Pembangunan Wilayah dan Kota,Undip

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Program Revolusi Pertanian Malaka (RPM) merupakan salah satu program pertanian di Wilayah Perbatasan Kabupaten Malaka untuk mendukung ketersediaan pangan yang bersumber dari produksi padi. Implementasi program ini melibatkan multi pemangku kepentingan, yang masing-masing memiliki tugas dan tanggung jawab yang berbeda dalam peran dan kapasitas mereka. Pelaksanaan peran yang berbeda tersebut dapat saling melengkapi untuk mencapai tujuan, sebaliknya jika tidak dilakukan dengan baik akan berdampak pada kinerja mereka dalam mencapai tujuan program, sementara kinerja dipengaruhi oleh kapasitas. Tujuan dari penelitian ini adalah mengkaji peran dan kapasitas Stakeholder Program RPM dalam mendukung ketersediaan pangan yang berlokasi di Kabupaten Malaka. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus tunggal (single case). Hasil penelitian menunjukan bahwa identifikasi peran dalam pelaksanaan program masih terjadi disfungsi peran yang menyebabkan tidak optimalnya kinerja pemangku kepentingan. Sementara hasil identifikasi kapasitas juga menunjukan bahwa secara umum kapasitas yang dimiliki pemangku kepentingan masih kurang sehingga turut mempengaruhi implementasi kebijakan Program RPM yang telah berjalan pada tahan pertama. Oleh karena itu penguatan dan pengembangan kapasitas penting untuk dilakukan terhadap para pemangku kepentingan yang terlibat dalam Program RPM.

ANALISIS PRIORITAS STRATEGI PENGEMBANGAN KAWASAN PERTANIAN PADI BERBASIS PREFERENSI PETANI DI KABUPATEN KENDAL

rejeki, pujiati sri, Mardiansjah, Fadjar Hari

JURNAL PEMBANGUNAN WILAYAH & KOTA Vol 14, No 3 (2018): JPWK Vol 14 No 3 September 2018
Publisher : Magister Pembangunan Wilayah dan Kota,Undip

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Kabupaten Kendal merupakan daerah yang sebagian besar wilayahnya digunakan sebagai lahan pertanian tanaman pangan khususnya komoditas padi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk merumuskan prioritas alternatif strategi pengembangan kawasan pertanian padi utama berdasarkan preferensi petani di Kabupaten Kendal. Pengolahan data dilakukan melalui analisis spasial Kernel Density, analisis spasial interpolasi metode invers distance weighted (IDW), analisis data kualitatif dan analisis pengambilan keputusan prioritas strategi menurut preferensi petani dengan metode analitycal hierarchy process (AHP). Hasil analisis spasial Kernel Density dan interpolasi metode IDW menunjukkan bahwa yang menjadi kawasan pertanian padi utama adalah 134 wilayah desa yang berada di bagian utara wilayah Kabupaten Kendal. Prioritas strategi pengembangan kawasan pertanian padi utama menurut preferensi petani adalah strategi penyediaan sarana dan prasana produksi pertanian sebagai prioritas strategi pengembangan kawasan tersebut. Selanjutnya secara berturut-turut adalah strategi penyediaan infrastruktur pertanian, strategi implementasi regulasi perlindungan lahan pertanian pangan, strategi penguatan kelembagaan petani, strategi peningkatan nilai tambah dan daya saing agribisnis dan terakhir adalah strategi pemberian insentif bagi petani. Pola pengembangan kawasan pertanian padi utama melalui pengembangan kegiatan pertanian on-farm sebagai prioritas pertama dan pengembangan kegiatan pertanian off-farm sebagai prioritas kedua.

PENENTUAN PRIORITAS INDIKATOR DALAM MERENCANAKAN JALUR PEJALAN KAKI (STUDI KASUS: KAWASAN BLOK M, JAKARTA SELATAN)

Mulia, Hilman Gunung, Manullang, Okto Risdianto

JURNAL PEMBANGUNAN WILAYAH & KOTA Vol 14, No 3 (2018): JPWK Vol 14 No 3 September 2018
Publisher : Magister Pembangunan Wilayah dan Kota,Undip

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Kawasan Blok M merupakan pusat kegiatan sekunder di wilayah Kota Administrasi Jakarta Selatan yang berfungsi sebagai pusat perkantoran, perdagangan dan jasa, dekat dengan permukiman yang memiliki daya tarik besar sebagai bangkitan dan tarikan lalu lintas, serta termasuk kawasan yang diprioritaskan untuk penanganan jalur pejalan kaki. Beberapa permasalahan kawasan Blok M yaitu adanya alih fungsi jalur pejalan kaki, kondisi geometri yang tidak ideal, tidak adanya street furniture, adanya hambatan pada jalur pejalan kaki, kondisi tekstur yang tidak rata, dan terdapat jalan yang belum memiliki jalur pejalan kaki. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk menganalisis penentuan prioritas indikator dalam merencanakan jalur pejalan kaki agar sesuai dengan preferensi pejalan kaki dan preferensi para ahli terkait keamanan dan kenyamanan, sehingga dapat berfungsi secara optimal. Penelitian ini menggunakan analisis IPA terkait preferensi pejalan kaki dan analisis AHP terkait preferensi para ahli untuk merumuskan penentuan prioritas indikator dalam merencanakan jalur pejalan kaki yang aman dan nyaman. Berdasarkan hasil analisis terkait penentuan prioritas indikator dalam merencanakan jalur pejalan kaki yang meliputi analisis preferensi pejalan kaki dan preferensi para ahli terkait tingkat keamanan dan kenyamanan, terdapat perbedaan terhadap penentuan prioritas indikator dalam merencanakan jalur pejalan kaki. Berdasarkan preferensi pejalan kaki, peniadaan hambatan/penghalang dan keberadaan street furniture sebagai prioritas utama indikator, di sisi lain kondisi permukaan (tekstur) dan aksesibilitas sebagai prioritas utama indikator yang disampaikan oleh para ahli.

HUBUNGAN KARAKTERISTIK PERMUKIMAN DENGAN BENTUK ADAPTASI MASYARAKAT TERHADAP ROB DI PESISIR KOTA SEMARANG

Mintiea, Tazri, Pigawati, Bitta

JURNAL PEMBANGUNAN WILAYAH & KOTA Vol 14, No 3 (2018): JPWK Vol 14 No 3 September 2018
Publisher : Magister Pembangunan Wilayah dan Kota,Undip

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Perkembangan Pinggiran Kota Semarang meningkat cepat ditandai dengan meningkatnya laju pertumbuhan penduduk di kawasan pesisir Kota Semarang. Kawasan pesisir Kota Semarang berfungsi sebagai pusat perdagangan dan jasa, pusat kegiatan industri dan sebagai simpul utama transportasi Pulau Jawa. Meningkatnya laju pertumbuhan penduduk dan terkonsentrasinya kegiatan di kawasan pesisir Kota Semarang mengakibatkan perkembangan permukiman cepat dari tahun ke tahun. Salah satu kawasan pesisir yang mengalami perkembangan permukiman relatif cepat adalah Kecamatan Genuk. Kondisi ini dapat diketahui berdasarkan adanya penambahan luas permukiman selama kurun waktu 10 tahun (2007-2017). Kawasan permukiman di Kecamatan Genuk merupakan kawasan yang sering mengalami banjir rob sehingga mengakibatkan kerusakan fisik permukiman dan infrastruktur. Perbedaan kemampuan adaptapi mengakibatkan adanya perbedaan tingkat kerentanan masyarakat terhadap bencana rob. Bentuk adaptasi juga dapat dipengaruhi oleh karakteristik fisik lingkungan permukiman. Sehingga perlu dikaji hubungan karakteristik permukiman dengan bentuk adaptasi masyarakat pesisir di Kecamatan Genuk, Kota Semarang. Metode penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan teknik analisis deskriptif kuantitatif, analisis spasial, analisis skoring dan analisis korelasi Spearman. Penelitian ini lebih difokuskan pada mengkaji hubungan bentuk adaptasi dengan aspek fisik, berbeda dengan penelitian sebelumnya yang lebih banyak membahas mengenai aspek non fisik. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang kuat antara karakteristik fisik permukiman dengan bentuk adaptasi masyarakat terhadap rob (nilai koefisien korelasi = 0,535).

Dampak Perubahan Penggunaan Lahan Terhadap Limpasan Permukaan Dan Laju Aliran Puncak Sub DAS Gajahwong Hulu-Kabupaten Sleman

Rahardian, Andiri -, Buchori, Imam -

JURNAL PEMBANGUNAN WILAYAH & KOTA Vol 12, No 2 (2016): JPWK Volume 12 No 2 Juni 2016
Publisher : Magister Pembangunan Wilayah dan Kota,Undip

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1020.768 KB)

Abstract

Wilayah Sub DAS Gajahwong Hulu, Kabupaten Sleman termasuk Kawasan Aglomerasi Perkotaan Yogyakarta dan daerah pengembangan kepariwisataan yang memanfaatkan keindahan lereng Gunung Merapi serta dukungan aksesibilitas (jalur Solo-Magelang-Semarang); kondisi ini diasumsikan menjadi penyebab terjadinya perubahan penggunaan lahan yang diikuti dengan penyusutan lahan vegetasi. Penyusutan lahan vegetasi mengakibatkan pengurangan daerah resapan air sehingga mengganggu fungsi hidrologi Sub DAS ini. Salah satu indikasinya ialah peningkatan debit banjir yang dapat dilihat dari perubahan limpasan permukaan dan laju aliran puncaknya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dampak perubahan penggunaan lahan terhadap limpasan permukaan dan laju aliran puncak di Sub DAS Gajahwong Hulu menggunakan metode kuantitatif, terdiri dari analisis spasial dan matematis dengan metode SCS dan Rasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan penggunaan lahan di Sub DAS Gajahwong hulu berdampak pada peningkatan limpasan permukaan dan laju aliran puncak di wilayah tersebut. Limpasan permukaan di Sub DAS Gajahwong hulu pada tahun 2002 sebesar 3,073 mm dengan laju aliran puncak sebesar 98,02 m³/detik meningkat menjadi 3,901 mm dengan laju aliran puncaknya sebesar 101,65 m³/detik pada tahun 2011. Perubahan penggunaan lahan yang terjadi cenderung ke penggunaan lahan terbangun yang diikuti dengan penyusutan vegetasi. Analisis alternatif upaya penanganan limpasan permukaan dan laju aliran puncak di Sub DAS Gajahwong hulu menunjukkan bahwa cara kombinasi dengan menggabungkan pembangunan Ruang Terbuka Hijau dengan penerapan teknologi konservasi air (Biopori dan Sumur Resapan) dapat menurunkan limpasan permukaan dan laju aliran puncak.

Model Perubahan Penggunaan Lahan Untuk Mendukung Rencana Pengelolaan Kesatuan Pengelolaan Hutan (Studi Kasus KPH Yogyakarta)

Septiono, Dony Setiawan, -, mussadun -

JURNAL PEMBANGUNAN WILAYAH & KOTA Vol 12, No 3 (2016): JPWK Volume 12 No 3 Sepetember 2016
Publisher : Magister Pembangunan Wilayah dan Kota,Undip

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1472.3 KB)

Abstract

Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengalami dinamika perubahan penggunaan lahan sehingga terjadinya penurunan luas hutan negara. Pemerintah menetapkan Kesatuan Pengelolaan Hutan KPH sebagai salah satu upaya untuk menjaga hutan tetap lestari sehingga diperlukan suatu penelitian yang bisa mendukung  optimalisasi penerapan Rencana Pengelolaan Kesatuan Pengelolaan Hutan  (RP KPH). Salah satu metode untuk mendukung optimalisasi adalah dengan melakukan model prediksi perubahan lahan.  Tujuan penelitian ini antara lain: (1 )menganalisis perubahan penggunaan lahan periode 1990-2013 dan (2) memprediksi penggunaan lahan tahun 2023. Perubahan lahan yang dikaji adalah tahun 1990 dan 2013, yang selanjutnya akan digunakan sebagai basis proyeksi tahun 2013-2023. Metode yang akan digunakan adalah: 1) Analisis input output, 2) integrasi Celullar automata markov chain (CA-MC) dengan regresi logistik. Model prediksi akan menggunakan 2 skenario, yaitu: 1) kondisi eksisting yang ada dan 2) asumsi intervensi pemerintah dengan dasar peraturan. Hasil penelitian menunjukkan pada kurun waktu tahun 1990-2013 terjadi perubahan penggunaan lahan adalah sebesar 23% atau sekitar 3.703 ha. Dari hasil prediksi perubahan penggunaan lahan pada tahun 2023, dengan skenario 1 terjadi perubahan lahan hutan-pertanian lahan kering sebanyak seluas 1.337 ha dan dari skenario 2 terjadi perubahan lahan hutan seluas 1.264,36 ha

The Role Of Local Champion In Community - Based Adaptation In Semarang Coastal Area

-, Bintang Septiarani, -, Wiwandari Handayani

JURNAL PEMBANGUNAN WILAYAH & KOTA Vol 12, No 3 (2016): JPWK Volume 12 No 3 Sepetember 2016
Publisher : Magister Pembangunan Wilayah dan Kota,Undip

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1029.551 KB)

Abstract

Adaptasi berbasis masyarakat (Community-based Adaptation - CBA) adalah pendekatan baru yang menarik karena merupakan proses perencanaan yang dipimpin oleh masyarakat, berdasarkan prioritas masyarakat, kebutuhan, pengetahuan dan kapasitas - sebuah proses yang harus memberdayakan orang untuk merencanakan dampak perubahan iklim (Hordijk dan baud, 2010). Tata kelola di tingkat masyarakat dianggap menjadi cara untuk membantu mereka dalam beradaptasi dan mempertahankan mata pencaharian mereka di pesisir sehingga mereka dapat tetap berada di wilayah tersebut. Tata kelola di tingkat masyarakat dapat melibatkan kelompok maupun individu untuk bersama-sama mengelola mata pencaharian dan konservasi di wilayah pesisir mereka. Intervensi dari organisasi pemerintah dan non-pemerintah juga berperan dalam proses adaptasi yang terjadi. Tulisan ini bertujuan untuk menguraikan peran tokoh lokal dalam proses CBA. Temuan menarik dari Desa Tapak, Semarang yang telah melakukan proses adaptasi berbasis komunitas mereka adalah bahwa keterlibatan masyarakat dalam adaptasi perubahan iklim sangat dipengaruhi oleh kehadiran tokoh lokal di wilayah tersebut. Adanya jaringan antara masyarakat dan stakeholder terkait dalam organisasi baik pemerintah dan non-pemerintah juga menjadi salah satu faktor pendukung bagi kelangsungan proses adaptasi berbasis masyarakat di wilayah pesisir Kota Semarang.

Pengaruh Pembangunan Perumahan Bagi Rumah Tangga Miskin (RTM) Terhadap Kondisi Sosial- Ekonomi Masyarakat Kelurahan Sawah Besar, Kecamatan Gayamsari, Kota Semarang

Hapsari, Maharani Tri

JURNAL PEMBANGUNAN WILAYAH & KOTA Vol 12, No 3 (2016): JPWK Volume 12 No 3 Sepetember 2016
Publisher : Magister Pembangunan Wilayah dan Kota,Undip

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (747.888 KB)

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan masih banyaknya masyarakat miskin di Jawa Tengah yang tinggal di Rumah Tidak Layak Huni, sehingga Pemerintah Provinsi Jawa Tengah membuat suatu Program Pembangunan Perumahan bagi Rumah Tangga Miskin. Hasil yang diperoleh dari monitoring dan evaluasi terhadap program tersebut baru menggambarkan aspek output yang bersifat fisik, sedangkan sesuai konsep tridaya, harus pula menyentuh kondisi sosial dan ekonomi masyarakat, sehingga peneliti tertarik untuk melakukan penelitian tentang bagaimana pengaruh dari program terhadap kondisi sosial dan ekonomi masyarakat di Kelurahan Sawah Besar, Kecamatan Gayamsari, Kota Semarang. Metodologi penelitian yang digunakan adalah campuran antara analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif dengan metode statistik nonparametrik menggunakan uji statistik berupa uji beda dari Wilcoxon serta uji pengaruh korelasi Pearson dengan bantuan SPSS versi 20. Kesimpulan yang diperoleh adalah persentase rata-rata dari analisis ketepatan sasaran berdasarkan kondisi rumah tangga adalah sebesar 31,50%, sedangkan hasil analisa ketepatan sasaran terhadap kondisi bangunan rumah yaitu 68,75%. Hasil dari pelaksanaan program adalah meningkatkan kondisi fisik sebesar 55%, meningkatkan kondisi sosial sebesar 45%, tetapi terhadap kondisi ekonomi mengalami penurunan sebesar 10%, diakibatkan oleh penurunan pada variabel tingkat pengeluaran, sebagai akibat dari banyaknya responden yang harus berhutang dalam pelaksanaan pembangunan/perbaikan rumahnya. Oleh karena itu, perlu adanya revisi atau perbaikan dalam penentuan kriteria rumah tangga sasaran, yaitu menggunakan kearifan lokal, sehingga diharapkan dapat membangkitkan pemberdayaan untuk dapat menghindarkan masyarakat dari permasalahan hutang.

Issues
All Issue Vol 14, No 3 (2018): JPWK Vol 14 No 3 September 2018 Vol 12, No 3 (2016): JPWK Volume 12 No 3 Sepetember 2016 Vol 12, No 2 (2016): JPWK Volume 12 No 2 Juni 2016 Vol 12, No 1 (2016): JPWK VOLUME 12 NOMOR 1 MARET 2016 Vol 11, No 4 (2015): JPWK VOLUME 11 NUMBER 4 Vol 11, No 3 (2015): JPWK VOLUME 11 NUMBER 3 SEPTEMBER 2015 Vol 11, No 2 (2015): JPWK VOLUME 11 NUMBER 2 YEAR 2015 Vol 11, No 2 (2015): JPWK VOLUME 11 NUMBER 2 JULI 2015 Vol 11, No 1 (2015): VOL 11, NO 1 (2015): JPWK VOLUME 11 NUMBER 1 YEAR 2015 Vol 10, No 4 (2014): : JPWK Volume 10 Number 4 Year 2014 Vol 10, No 3 (2014): JPWK Volume 10 Number 3 Year 2014 Vol 10, No 2 (2014): JPWK Volume 10 Number 2 Year 2014 Vol 10, No 1 (2014): JPWK Volume 10 Number 1 Year 2014 Vol 9, No 4 (2013): JPWK Volume 9 Number 4 Year 2013 Vol 9, No 3 (2013): JPWK Volume 9 Number 3 Year 2013 Vol 9, No 2 (2013): JPWK Volume 9 Number 2 Year 2013 Vol 9, No 1 (2013): JPWK Volume 9 Number 1 Year 2013 Vol 8, No 4 (2012): JPWK Volume 8 Number 4 Year 2012 Vol 8, No 3 (2012): JPWK Volume 8 Number 3 Year 2012 Vol 8, No 2 (2012): JPWK VOLUME 8 NUMBER 2 Year 2012 Vol 8, No 1 (2012): JPWK VOLUME 8 NUMBER 1 Year 2012 Volume 7, Nomor 3, Desember 2011 Vol 5, No 1 (2009): Kajian Kinerja dan Pengembangan Rute Angkutan Umum Penumpang Dalam Kota di Kota Vol 4, No 1 (2008): Kajian Faktor Pendorong Pengembangan Kawasan Perbatasan Jayapura, Indonesia â Vol 4, No 1 (2008): Implikasi Keberadaan PPI Terhadap Pertumbuhan Kawasan Ekonomi Perikanan (Studi