cover
Contact Name
Sopyan Tsauri
Contact Email
sopyan_tsauri@yahoo.com
Phone
-
Journal Mail Official
admin@fai-umj.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Misykat al-Anwar Jurnal Kajian Islam dan Masyarakat
ISSN : 08546460     EISSN : 2502297     DOI : -
Misykat Al Anwar Jurnal Kajian Islam dan Masyarakat is a nationally accredited peer-reviewed scientific journal published by the Faculty of Islamic Studies University of Muhammadiyah Jakarta. The focus and scope of this journal are limited to the Islamic studies in particularly of tarbiya (Islamic education), da'wah (Islamic communication) and sharia (Islamic law and economics) that related to society in Indonesia and the Islamic world.
Arjuna Subject : -
Articles 48 Documents
PENDIDIKAN ISLAM PROFETIK MENYONGSONG ERA MASYARAKAT EKONOMI ASEAN (MEA) Nata, Abuddin
Misykat al-Anwar Jurnal Kajian Islam dan Masyarakat Vol 27, No 2 (2016)
Publisher : Faculty of Islamic Studies, University of Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (329.702 KB) | DOI: 10.31904/ma.v27i2.3825

Abstract

Model pendidikan Islam yang berbasis rahmatan lil alamin merupakan salah satu model pendidikan yang paling tepat dalam memasuki masyarakat Asean (Asean Community), karena dengan model pendidikan yang demikian, selain pendidikan Islam dapat menjawabberbagai tantangan yang ditimbulkan oleh masyarakat Asean dan merubahnya menjadi peluang, juga tidak akan kehilangan identitasnya sebagai pendidikan yang berdasarkan akidah, ibadah dan akhlakul karimah. Sepuluh macam gagasan yang ditawarkan dalam tulisan ini, yaitu pendidikan Islam damai, pendidikan kewirausahaan, pengembangan ilmu sosial profetik atau Islamisasi ilmu, pengembangan sikap toleransi beragama, pengembangan Islam moderat, pelaksanaan penguatan pada keseimbangan pendidikan akal:penguasaan sains dan teknologi (head), hati nurani:mental spiritual, moral dan religiousitas (heart), dan penguatan pada hadr skill berupa keterampilan vokasional (hand), pencetakan ulama yang intelek dan intelek yang ulama, mengatasi problema klasik pendidikan Islam, peningkatan mutu pendidikan dan penguatan bahasa asing. Kalau sepuluh gagasan tersebut dilaksanakan secara konsisten dan merata, maka pendidikan Islam akan siap menghadapi masyarakat Asean.
STUDI AYAT-AYAT ZAKAT SEBAGAI INSTRUMEN EKONOMI ISLAM DALAM TAFSIR AL MISBAH Anshari, Anshari
Misykat al-Anwar Jurnal Kajian Islam dan Masyarakat Vol 29, No 1 (2018)
Publisher : Faculty of Islamic Studies, University of Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (498.241 KB) | DOI: 10.31904/ma.v29i1.3848

Abstract

Zakat sekarang ini sudah masuk dalam bagian dari instrumen ekonomi Islam, karena dalam zakat terdapat sisi-sisi yang dapat menimbulkan produktifitas, yang dapat dijadikan landasan dalam pengembangan ekonomi umat. Banyak ayat-ayat al-Quran yang membicarakan tentang zakat. Zakat yang diperintahkan oleh Allah memiliki keterkaitan erat dengan ekonomi Islam. Dimana zakat berfungsi sebagai alat ibadah orang yang membayar zakat (muzakki) yang dapat memberikan kemanfaatan bagi dirinya atau individu (nafs) dan berfungsi sebagai penggerak ekonomi bagi orang-orang di lingkungan yang menjalankan sistem zakat tersebut, yang kemudian mengantarkan zakat untuk memainkan peranannya sebagai instrumen yang memberikan kemanfaatan secara kolektif (jama‟i). Pendistribusian zakat yang baik dan alokasi yang tepat sasaran akan mengakibatkan pemerataan pendapatan kepada mustahik zakat, sehingga setiap orang akan memiliki akses lebih terhadap distribusi pendapatan.
PEMANFAATAN MEDIA PEMBELAJARAN DALAM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Rahmah, Siti
Misykat al-Anwar Jurnal Kajian Islam dan Masyarakat Vol 28, No 2 (2017)
Publisher : Faculty of Islamic Studies, University of Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (145.972 KB) | DOI: 10.31904/ma.v28i2.3843

Abstract

Pemanfaatan media pembelajaran dalam Pendidikan Agama dari sudut pandang yang luas, tidak hanya terbatas pada alat-alat audio visual yang digunakan saja, tetapi sampai pada tingkah laku pengajar dan kondisi pribadi pembelajar itu sendiri. Dalam proses pembelajaran pendidikan agama Islam, contoh dan kelakuan pengajar yang dimaksud adalah memberi uswatun hasanah kepada pembelajar. Seorang pendidik harus berusaha memberikan contoh yang baik kepada peserta didik baik ketika dalam proses pembelajaran di kelas, di luar kelas, maupun di luar lingkungan sekolah. Sebab perbuatan dan tingkah laku pendidik di dalam kelas maupun di luar kelas akan menjadi contoh bagi peserta didik.
DISTINGSI TAFSIR ADHWAU AL-BAYAN FI IDHAH AL-QUR’AN BI AL-QUR’AN Haris, Abdul
Misykat al-Anwar Jurnal Kajian Islam dan Masyarakat Vol 28, No 1 (2017)
Publisher : Faculty of Islamic Studies, University of Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (552.122 KB) | DOI: 10.31904/ma.v28i1.3831

Abstract

Tafsir Adhwau al-Bayan fi Idhah al-Qur’an bi al-Qur’an adalah karya Muhammad al-Amin bin Muhammad al-Mukhtar al-Jakni al-Syanqithy. Tafsir ini meskipun dari segi waktu penulisan tergolong tafsir modern, namun dilihat dari isinya masih mengikuti para penafsir tradisional. Tujuan utama penulisan tafsir ini yaitu menjelaskan ayat al-Qur’an dengan ayat al-Qur’an sebagaimana disepakati oleh para ulama bahwa tafsir yang paling mulia dan paling agung adalah tafsir kitabullah dengan kitabullah, karena tidak ada yang lebih tahu makna kalamullah dari pada Allah azza wa jalla. Dan untuk menjelaskan hukum-hukum fiqh pada semua ayat yang dijelaskan dengan mengambil dalil dari sunnah dan pendapat para ulama kemudian memilih yang dianggap rajah, lebih kuat, tanpa ta’assub kepada madzhab tertentu atau kepada pendapat seseorang tertentu, karena yang diperhatikan adalah pendapatnya bukan siapa yang mengatakannya.
مميّزات لخصائص العقوبة الجنائية في الشريعة الإسلامية (دراسة تحليلية) Choirullah, Ahmad Farhan
Misykat al-Anwar Jurnal Kajian Islam dan Masyarakat Vol 30, No 1 (2019)
Publisher : Faculty of Islamic Studies, University of Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1575.258 KB) | DOI: 10.31904/ma.v30i1.3155

Abstract

ABSTRAKKajian ini menjelaskan tentang keunggulan karakteristik hukuman pidana dalam perspektif syariah islam. Sedangkan metodologi yang digunakan dalam kajian ini analisis deskriptif untuk menerangkan dalil-dalil syar’i dan argumentasi para ulama. Adapun hasil yang ditemukan dalam kajian ini mengungkap bahwa syariah islam memiliki keunggulan karakteristik tertentu di dalam penerapan hukuman pidana. Karakteristik ini tentunya tidak ditemukan pada syariat sebelum islam maupun hukum pidana positif yang terdapat di Negara selain islam. Selain itu, hukuman di dalam syari’at islam tidak lain hanyalah sebagai bentuk ganjaran atas diri pelaku karena telah melakukan perbuatan yang melanggar syariat Allah SWT, dan menjadi efek jera bagi manusia lainnya agar tidak melakukan perbuatan yang semacamnya. Pada dasarnya penerapan hukuman di dalam syariat islam merupakan bentuk aplikasi untuk menjaga kemashlahatan (al-kulliyat al-khamsah) dan menghilangkan segala bentuk mafsadah di dalam kehidupan manusia.Kata Kunci: Qishash, Hudud, Ta’zir, Al-Kulliyat Al-Khamsah, Al-Syari’ah Al-Islamiyyah
Pembentukan Karakter melalui Hidden Curriculum (Studi Kasus pada Madrasah Aliyah Pembangunan UIN Jakarta) Lubis, Adlan Fauzi
Misykat al-Anwar Jurnal Kajian Islam dan Masyarakat Vol 30, No 1 (2019)
Publisher : Faculty of Islamic Studies, University of Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4749.769 KB) | DOI: 10.31904/ma.v30i1.3483

Abstract

Banyak dari kalangan pendidikan yang tidak paham akan istilah hidden curriculum. Ditambah lagi keprihatinan akan permasalahan yang menyangkut peserta didik seperti perilaku menyimpang yang sering diistilahkan dengan kenakalan remaja. Berbagai upaya telah dilakukan oleh pemerintah dan lembaga pendidikan untuk mencegah kenakalan remaja salah satunya dengan pendidikan karakter. Melalui pendidikan karakter sebagai usaha mengubah paradigma peserta didik dalam menanggulangi kenakalan remaja. Artikel ini bertujuan untuk dapat menganalisis dan membuktikan lebih dalam peran hidden curriculum dalam pembentukan karakter peserta didik di Madrasah. Metodologi dalam penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif analisis. Hasil analisa temuan peneliti menunjukkan bahwa aspek dalam hidden curriculum dapat tertuang melalui kegiatan peribadahan (solat duha, Tadarrus Al-qur’an, solat berjamaah, shalat jum’at), tabungan amal saleh, reading habbit, ekstrakulikuler pada bidang seni, kegiatan ekstrakulikuler pada bidang olahraga, fasilitas sekolah dan kegiatan rutin yang dapat membentuk karakter. Madrasah mendesain program hidden curriculum untuk pembentukan karakter peserta didik. Praktik hidden curriculum di Madrasah berhasil membentuk 7 karakter peserta didik yaitu kejujuran, tanggung jawab, toleransi, disiplin diri, religius, mandiri dan peduli sesama.
Teknokomunikasi: Morfologi Masyarakat Multi Sosial Syah Putra, Dedi Kurnia
Misykat al-Anwar Jurnal Kajian Islam dan Masyarakat Vol 30, No 1 (2019)
Publisher : Faculty of Islamic Studies, University of Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3601.93 KB) | DOI: 10.31904/ma.v30i1.3613

Abstract

Studi Media saat ini cukup mampu mengarus zaman dengan perubahan dan perkembangan lingkungan global. Selain media itu sendiri, termasuk pers, citizen journalisme, juga terkait masyarakat. Kemunculan media baru menghadirkan fenomena konvergensi media konfensional, dimulai dengan munculnya Internet dan akses komunikasi dengan kecepatan mobile sistem. Sehingga atas konvergensi dan kecepatan akses, media baru mampu membangun komunitas baru yang terangkum dalam masyarakat maya (virtual community). Perkembangan ini merupakan tantangan radikal bagi para teoritisi konfensional, karena komunikasi media baru didominasi oleh pendekatan komunikasi internasional (global interaction/transnasional). Fenomena tersebut, turut serta membangun morfologi baru bagi masyarakat. Di mana manusia memiliki ketergantungan terhadap alat (determinisme tecnology), juga lahirnya consumer society sebagai bentuk kemunculan realitas baru tersebut (konsekuensi mediamorfosis). Dalam teks-teks kekinian, media baru menjadi medium paling diminati karena jangkauannya mampu menggantikan efisensi waktu. Mengurai dari apa yang dijelaskan dalam konsep global village, juga network society, masyarakat kekinian mempraktikkan kehidupan di dunia serba terhubung (the connected world). Dari asusmi itu, media tidak hanya memproduksi pesan, melainkan menciptakan dunia baru yang disebut masyarakat multi sosial. Teknologi, pada akhirnya merupakan medium paling membelenggu atas kehidupan manusia kekinian.
Penyelesaian Sengketa Wakaf Melalui BASYARNAS Jamaludin, Jamaludin
Misykat al-Anwar Jurnal Kajian Islam dan Masyarakat Vol 30, No 1 (2019)
Publisher : Faculty of Islamic Studies, University of Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4084.664 KB) | DOI: 10.31904/ma.v30i1.3610

Abstract

Each dispute must be resolved through an authorized institution. As a legal act, waqf management is a dynamic process that has the potential to cause dispute. The settlement of waqf disputes is carried out trough deliberation to reach consensus. If the settlement of the dispute is not succesful, the dispute can be resolved through mediation, arbitration, or court. If there is an arbitration clause, the court is not authorized to adjudicate the disputes of the parties who have been bound by the arbitration agreement.
Pendidikan Toleransi Beragama Bagi Generasi Milenial Sugianto, Edi
Misykat al-Anwar Jurnal Kajian Islam dan Masyarakat Vol 30, No 1 (2019)
Publisher : Faculty of Islamic Studies, University of Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6891.511 KB) | DOI: 10.31904/ma.v30i1.3611

Abstract

Allah Swt. created humans from a man and woman, then making them tribe and nation, with the aim of getting to know each other (atta'aruf). Diversity is the reality of human life with a variety of cultures, ethnicities, nationalities, religions, languages, traditions, genders, etc.Recognizing diversity is a proof of human faith. However, not all accept it and understand the meaning of diversity. Therefore, tolerance education is a solution to foster mutual recognition, respect and respect for each another.Education is the right place for transformation to spread the values of tolerance; humanism, brotherhood, peace, democracy and justice. With tolerance education, there will be a millennial generation that upholds these values in the life of the nation and state.
Dakwah Jamaah Tabligh dalam Perspektif Masyarakat Kota Palopo Masmuddin, Masmuddin
Misykat al-Anwar Jurnal Kajian Islam dan Masyarakat Vol 30, No 1 (2019)
Publisher : Faculty of Islamic Studies, University of Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4098.051 KB) | DOI: 10.31904/ma.v30i1.3618

Abstract

Dakwah pada hakikatnya adalah upaya untuk menumbuhkan kecenderungan dan ketertarikan pada apa yang diserukan. Oleh karena itu, dakwah Islam tidak hanya sebatas pada lisan saja, tetapi mencakup seluruh aktifitas, baik lisan atau perbuatan yang ditujukan dalam rangka menumbuhkan kecenderungan dan ketertarikan pada Islam. Dakwah yang dilakukan muballigh sangat pariatif, terutama  dakwah seperti apa yang telah dilakukan Rasulullah saw., karena perbedaan waktu dan zaman. Mengenai media, telah banyak media yang baru muncul sebagai pengaruh dari penemuan teknologi terkini yang belum pernah ada di Masa Nabi Muhammad saw. hal yang demikian ini tentu saja akan membawa pengeruh yang signifikan terhap pelaksanaan dakwah masa kini, sehingga para pemerhati dakwah melakukan dakwah dengan cara-caranya masing-masing sesuai kondisi sasaran yang dihadapinya.Gerakan dakwah jamaah Tabligh kini telah memasuki berbagai pelosok tanah air Indonesia, termasuk di Kota Palopo. Kendati pun demikian, seperti halnya kelompok-kelompok atau jamaah-jamaah Islam lainnya, kehadiran jamaah tabligh sebagai suatu gerakan dakwah tidak lepas dari “polemik” para ulama. Sebagai konsekuensinya, maka masyarakat umum juga sering terbawa arus polemik tersebut. Realitas menujukkan bahwa masyarakat Kota Palopo terpola dalam memandang jamaah tabligh.  Meskipun demikian, polemik yang muncul itu adalah sebuah keniscayaan, karena itu perlu ada suatu penerangan atau penjelasan terhadap jamaah tabligh seabagai salah satu gerakan dakwah Islam yang mempunyai signifikasi terhadap pengembangan dakwah dalam Islam. Dalam rangka inilah tulisan ini disajikan hasil dari penelitian yang penulis lakukan.