cover
Contact Name
Amy Wadu
Contact Email
awd.ub15@gmail.com
Phone
+6281246527868
Journal Mail Official
juteks.pnk@gmail.com
Editorial Address
Kampus Penfui : Jalan Adisucipto P.O. BOX 139 Kupang
Location
Kota kupang,
Nusa tenggara timur
INDONESIA
JUTEKS - Jurnal Teknik Sipil
ISSN : 25275496     EISSN : 26219786     DOI : https://doi.org/10.32511/juteks
JUTEKS (Jurnal Teknik Sipil) merupakan merupakan publikasi online yang diterbitkan Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Kupang yang memuat tentang hasil penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang Teknik Sipil dengan lingkup Manajemen Konstruksi, Struktural, Transportasi, Sumber Daya Air dan Geoteknik. JUTEKS terbit 2 kali dalam setahun yaitu pada bulan April dan Oktober. Publikasi ilmiah ini terbuka para Akademisi, non-Akademisi dan masyarakat umum yang akan mempublikasikan hasil penelitiannya dalam bidang Teknik Sipil.
Articles 58 Documents
KLASIFIKASI JALAN DI KAWASAN PERBATASAN NEGARA BERDASARKAN REGULASI TATA RUANG WILAYAH Liem, Ferdinan
JUTEKS : Jurnal Teknik Sipil Vol 1 No 1 (2016)
Publisher : P3M- Politeknik Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (584.557 KB) | DOI: 10.32511/juteks.v1i1.78

Abstract

Infrastruktur jalan cukuplah penting dalam upaya pengembangan pembangunan untuk menjawab persoalan yang kemungkinan akan berdampak besar terhadap kesatuan Negara Indonesia dan bahkan hubungan dengan negara tetangga. Sebagai wilayah yang berbatasan darat dengan Negara Timor Leste, Kabupaten Belu dan Kabupaten Timor Tengah Utara serta Kabupaten Kupang di Provinsi NTT perlu dikaji klasifikasi jalannya agar dapat disesuaikan dengan regulasi tata ruang wilayah. Dari hasil analisis dapat disimpulkan bahwa beberapa ruas jalan baik jalan dengan status nasional, provinsi maupun kabupaten perlu dikaji dan disesuaikan kembali. Seluruh jalan nasional yang ditinjau pada prinsipnya sesuai dengan ketentuan yang ada, yaitu status jalan nasional dengan fungsi jalan arteri serta berdasarkan penggunaan ditetapkan menjadi jalan kelas I. Ruas jalan provinsi yang semula mempunyai fungsi kolektor ditingkatkan menjadi jalan dengan fungsi arteri dan status jalan strategis nasional serta berdasarkan penggunaan ditetapkan menjadi jalan kelas I. Sebagian ruas jalan kabupaten yang merupakan jalur menuju lokasi kawasan andalan yang semula mempunyai fungsi lokal mengalami peningkatan menjadi jalan kolektor dan status jalan tidak mengalami perubahan yaitu jalan kabupaten serta jalan kelas I.
BETON POROUS, SEBAGAI ALTERNATIF BAGI PENANGANAN LIMPASAN AIR HUJAN Trisnoyuwono, Diarto
JUTEKS : Jurnal Teknik Sipil Vol 1 No 1 (2016)
Publisher : P3M- Politeknik Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32511/juteks.v1i1.75

Abstract

Beton non pasir tergolong beton ringan, karena tidak atau sedikit menggunakan agregat halus (pasir) dalam campurannya. Oleh sebabnya beton ini memiliki pori antar agregat yang besar sehingga karakteristiknya berbeda sama sekali dengan bahan beton pada umumnya yang bersifat kedap, beton non pasir bersifat permeabel (mudah melewatkan air), berdasarkan penelitian kuat tekannya berkisar antara 4MPa - 30 MPa dengan kadar rongga (void content) 15% ? 25 %. Oleh karena sifatnya yang unik, jenis beton ini sudah luas diaplikasikan di beberapa Negara sebagai alternative bahan perkerasan jalan, dinding penahan dan bahan dinding rumah/gedung, sedangkan di Indonesia telah diteliti dan diaplikasikan diantaranya sebagai batako ringan, buis beton, perkerasan jalan sampai barang ? barang kerajinan dengan variasi penggunaan bahan agregat kasar (batu apung, batu kali, pecahan genteng dan pecahan bata).
ANALISIS UPAYA PENANGGULANGAN DEBIT LIMPASAN PERMUKAAN (RUN OFF) DI SUNGAI DENDENG PADA DAS DENDENG KOTA KUPANG PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR Djunaedi, Djunaedi; Suparmanto, Joko; Nday, Albert Aun Umbu
JUTEKS : Jurnal Teknik Sipil Vol 1 No 2 (2016)
Publisher : P3M- Politeknik Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1356.238 KB) | DOI: 10.32511/juteks.v1i2.112

Abstract

Debit Limpasan yang terjadi di DAS Dendeng kondisi di lapangan pada tahun 2013 sangat besar yang mengakibatkan banjir pada Sungai Dendeng. Dengan adanya banjir yang sering terjadi pada setiap tahunnya di Sungai Dendeng membawa dampak terhadap masyarakat di tepi bantaran sungai Dendeng. Dampak tersebut sangat meresahkan masyarakat yang setiap tahunnya mengalami kerugian harta dan nyawa penduduk yang disebabkan adanya luapan air (banjir) di Sungai  Dendeng. Untuk menanggulangi permasalahan  tersebut diperlukan suatu Konstruksi perkuatan tebing dengan Konstruksi Bronjong dikarenakan lokasi tersebut terdapat kerusakan pada tebing Kali Dendeng yang sangat mengkhawatirkan keselamatan bagi penduduk di sekitar Kali Dendeng Ruas Fontein.
EFEKTIFITAS PENGGUNAAN LAHAN PARKIR KENDARAAN DI OBYEK WISATA PANTAI LASIANA KUPANG YANG BERDAMPAK PADA PENINGKATAN PENDAPATAN MASYARAKAT DAN PEMERINTAH DAERAH KOTA MADYA KUPANG Nenobais, Obed Oktafianus Nego; Lada, Yohan A. A.
JUTEKS : Jurnal Teknik Sipil Vol 2 No 1 (2017)
Publisher : P3M- Politeknik Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1262.596 KB) | DOI: 10.32511/juteks.v2i1.119

Abstract

Obyek Wisata Pantai Lasiana Kupang memiliki lahan parkir namun belum dimanfaatkan secara optimal. Kendaraan pengunjung masih parkir di sembarang tempat. Berdasarkan hal ini peneliti mengkaji, merumuskan suatu pembaharuan agar optimal dan bernilai ekonomis. Tujuan penelitian ini : 1) Menilai sejauhmana lahan parkir dipakai parkir kendaraan; 2) Merencanakan tambahan lahan parkir, 3) Merumuskan kebijakan pengelolaan lahan parkir yang sudah tersedia maupun lahan parkir tambahan yang efektif, ekonomis di obyek wisata Pantai Lasiana Kupang sehingga meningkatkan pendapatan masyarakat dan pemerintah daerah Kota Madya Kupang. Penelitian ini menggunakan metode survei dan deskriptif. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, pengisian kuesioner , observasi. Kuesioner bagi pengunjung meliputi jenis alat transportasi, fasilitas lahan parkir. Kuesioner bagi pihak pengelola meliputi jumlah pengunjung, jenis kendaraan dan pelayanan parkiran kendaraan. Pengambilan data berupa jenis, jumlah kendaraan masuk keluar dan menggunakan lahan parkir, durasi parkir. Data dianalisis dengan statistik deskriptif. Hasilnya 78,4% sepeda motor dipakai pengunjung dan yang parkir sembarang 44% , mobil 53%. Durasi rata-rata mobil 55,91 menit, sepeda motor 68,90 menit.Tersedia 200 satuan ruang parkir. Pendapatan parkir dalam setahun Rp. 149.056.875. Pendapatan tukang parkir Rp. 1.431.270. per bulan. 63% responden memilih kurang bersih dan tidak ada petugas parkir. 80% responden memilih kurang memuaskan sistem pengaman parkir yang baik.
STUDI KOMPARASI PENGARUH VARIASI PENGGUNAAN NILAI KONSTANTA ASPAL RENCANA TERHADAP NILAI STABILITAS PADA CAMPURAN ASPAL BETON (HRS-WC) TERHADAP KARAKTERISTIK UJI MARSHALL Setya Budi, Agus Fanani; Liem, Ferdinan Nikson; Alokabel, Koilal
JUTEKS : Jurnal Teknik Sipil Vol 2 No 1 (2017)
Publisher : P3M- Politeknik Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1699.794 KB) | DOI: 10.32511/juteks.v2i1.124

Abstract

Jalan raya merupakan salah satu prasarana yang sangat penting dan sangat dibutuhkan oleh masyarakat karena jalan raya berfungsi menghubungkan sumber?sumber produksi serta berperan  memperlancarkan mobilisasi dan arus transportasi  darat  pada  daerah?daerah sekitarnya yang dapat mempermudah atau mempercepat perkembangan pembangunan baik itu infrastruktur maupun ekonomi suatu daerah. Agar jalan dapat berperan secara optimal, maka jalan harus berada pada keadaan baik, harus memenuhi kriteria konstruksi perkerasan yaitu tidak mudah aus, dan tidak terjadinya perubahan bentuk (Deformasi), sehingga dapat memberikan rasa aman dan nyaman kepada pemakai jalan. Struktur lapis perkerasan  jalan yang sekarang banyak digunakan adalah  struktur lapis perkerasan lentur dengan campuran aspal panas yang disebut Hot Mix, salah satu jenis campuran aspal panas yang digunakan adalah Lataston atau yang lebih di kenal dengan HRS (Hot Rolled Sheet), yang didesain untuk volume lalu-lintas ringan sampai berat. Perencanaan  campuran aspal antara agregat kasar, agregat halus, filler (abu batu) dan aspal, di rancang sesuai dengan spesifikasi umum sehingga mendapatkan mutu yang diinginkan, dalam hal ini kedap air (Impermeability) dan mempunyai ketahanan terhadap gaya geser maupun menerima beban lalu- lintas.Untuk mendapatkan campuran aspal dengan karakteristik yang baik maka terlebih dahulu dibuat formula campuran kerja atau yang lebih dikenal dengan Mix Formula. Permasalahan dalam penelitian ini dapat dirumuskan Bagaimana pengaruh penggunaan nilai konstanta aspal rencana  terhadap  stabilitas pada campuran Lataston (HRS-WC). Tujuannya adalah  untuk mengetahui konstanta yang ideal terhadap stabilitas pada campuran Lataston (HRS-WC). Maanfaatnya dapat dijadikan sebagai bahan referensi Mix Design Campuran Lataston (HRS- WC) dan dapat mengetahui nilai konstanta yang baik untuk kadar aspal rencana dalam campuran Lataston (HRS-WC) dengan material  dari Quarry  Sumlili Kabupaten Kupang. Dari  hasil pengujian Marshall menunjukkan semakin besar nilai konstanta pada aspal rencana maka kadar aspal yang digunakan semakin besar. Dimana semakin besar kadar aspal yang digunakan dalam campuran mengakibatkan nilai stabilitas dan flow naik. Angka pendekatan yang dapat digunakan dalam campuran Lataston baik dari nilai 2-3 yang ideal yaitu 2, dikarenakan parameter atau sifat ? sifat campuran pada konstanta 2 saling terkait atau berhubungan dimana parameter (VIM, VMA, VFA dan VIM PRD) dapat menentukan nilai kadar aspal optimum (KAO).
KOMPARASI HASIL PERENCANAAN RIGID PAVEMENT MENGGUNAKAN METODE AASHTO '93 DAN METODE Pd T-14-2003 PADA RUAS JALAN W. J. LALAMENTIK KOTA KUPANG Dumin, Lodofikus; Liem, Ferdinan Nikson; Maridi, Andreas S. S.
JUTEKS : Jurnal Teknik Sipil Vol 2 No 2 (2017)
Publisher : P3M- Politeknik Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32511/juteks.v2i2.166

Abstract

Selain perencanaan geometric jalan, perkerasan jalan merupakan bagian dari perencanaan jalan yang harus direncanakan secara efektif dan efisien, karena kebutuhan tingkat pelayanan jalan semakin tinggi. Jenis perkerasan jalan W.J. Lalamentik Kota Kupang adalah perkerasan lentur dengan jens lapis permukaan adalah HRS-WC, dimana jalan tersebut sering mengalami kerusakan berulang sebagai akibat dari beban lalulintas dan kondisi lingkungan. Perlu dicoba penggunaan perkerasan kaku untuk diketahui apakah perkerasan tahan sampai pada masa layannya. Terdapat banyak metode untuk mendesain tebal pelat beton ini, diantaranya menggunakan metode Pd T-14-2003 dan AASHTO 1993. Tulisan ini bertujuan untuk menganalisis alternatif desain tebal perkerasan mengkaji pada parameter perencanaan kedua metode, perencanaan tebal pelat beton, dan melakukan analisa perbandingan hasil kedua metode. Metode ini dimulai dengan pengumpulan data sekunder berupa data lalu lintas, data tanah dan data hidrologi, kemudian dilakukan perhitungan tebal pekerasan dengan menggunakan kedua metode, dan hasil perhitungannya dibandingkan. Parameter input perencanaan tebal perkerasan untuk metode Pd T-14-2003 adalah parameter lalu lintas, tanah dasar, pondasi bawah, pondasi bawah material berbutir, dan kekuatan beton. Parameter input perencanaan tebal perkerasan untuk metode AASHTO 1993 adalah parameter lalu lintas, modulus reaksi tanah dasar, material konstruksi perkerasan, realibility, dan koefisien drainase. Untuk studi kasus jalan W.J Lalamentik Kota kupang tebal pelat beton berdasarkan perhitungan metode Pd T-14-2003 adalah 16 cm, sedangkan berdasarkan metode AASHTO 1993 adalah 19 cm. Selisih yang didapat yaitu 3 cm dikarenakan perbedaan parameter input dari masing-masing metode.
FAKTOR PENYEBAB TERJADINYA INFLASI KERUGIAN PELAKSANAAN PEKERJAAN FISIK JASA KONSTRUKSI Sutirto, Sutirto
JUTEKS : Jurnal Teknik Sipil Vol 2 No 2 (2017)
Publisher : P3M- Politeknik Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32511/juteks.v2i2.171

Abstract

Estimasi Biaya / Rencana Anggaran Biaya (RAB) merupakan jumlah total biaya untuk melaksanakan rangkaian kegiatan, yang di dalamnya terdapat seluruh rangkaian item pekerjaan yang akan di laksanakan. Di dalam perhitungan Rencana Anggara Biaya di kalangan jasa konstruksi yang di hitung terdapat 4 (empat) komponen penting yang harus diperhitungkan yaitu, biaya langsung, biaya tak langsung, biaya tak terduga dan biaya profit. Dengan kepandaiannya para estimator dari ke empat komponen tersebut di masukkan dalam perhitungan RAB yang kadang ? kadang tidak nampak dalam perhitungan. Untuk ketelitian perhitungan Estimasi Biaya di perlukan seorang Estimator yang berpengalaman baik di kantor maupun di lapangan. Hal ini memperkecil kesalahan untuk mengambil langkah ? langkah pemikiran yang akan di terapkan dalam bentuk biaya. Keakuratan dalam menganalisis rangkaian pekerjaan dari estimator mempengaruhi dan berdampak terhadap hasil jumlah Rencana Anggaran Biaya (RAB). Sering terjadi dan di jumpai pada saat pelaksanaan di lapangan biaya item pekerjaan di estimasi biaya tidak terhitung, padahal pekerjaan tersebut harus di kerjakan. Hal ini yang menjadi penyebab kurangnya keakuratan dalam menganalisis seluruh rangkaian kegiatan ( pekerjaan ) pada saat menghitung estimasi dalam pengajuan biaya. Perhitungan yang kurang akurat dalam perhitungan Rencana Anggaran Biaya akan menimbulkan kendala pada saat pelaksanaan di lapangan. Bagi estimator yang menjadi kendala pada saat menghitung harga satuan pekerjaan galian tanah, urugan tanah kembali khususnya untuk di pakai di Wilayah NTT akan menyulitkan dalam menganalis perhitungan supaya sesuai harga yang akan di pakai lapangan. Biaya lain adalah biaya ? biaya yang tidak boleh nampak dalam RAB, seperti pembayaran galian C, pembayaran Asuransi Tenaga Kerja ( Astek ) serta biaya pengurusan Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) yang semuanya di bebankan kepada pelaksana kontrusksi (kontraktor). Faktor-faktor tersebut sebagai penyebab kerugian bagi para jasa kontruksi (kontraktor), dengan demikian akan mempunyai dampak terhadap mutu dan kualitas pekerjaan di lapangan karena nilai total biaya yang diusulkan harus semua dikerjakan baik yang nampak maupun yang tidak nampak. Bilamana ada klaim dari Pihak kontraktor kepada pihak bouwher, pihak bouwher akan selalu memberi arahan dan petunjuk kompensasi.
APSEK PENANGANAN SAMPAH DALAM PENERAPAN PRINSIP GREEN BUILDING (STUDI KASUS PADA BANGUNAN RUKO DI KUPANG) Bria, Theresia A.; Wonlele, Tedy; Bria, Melchior
JUTEKS : Jurnal Teknik Sipil Vol 3 No 1 (2018): JUTEKS JURNAL TEKNIK SIPIL
Publisher : P3M- Politeknik Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (967.247 KB) | DOI: 10.32511/juteks.v3i1.193

Abstract

Bangunan Rumah Toko atau sering disingkat Ruko, tumbuh pesat di perkotaan sebagai imbas dari meningkatnya perekonomian suatu wilayah. Bahkan tidak hanya di kota, telah pula merambah hingga pedesaan, mengubah fungsi lahan pertanian menjadi bangunan Ruko. Hal ini jika tidak ditangani secara baik akan menimbulkan dampak yang negative jika dilakukan dalam skala besar dan bersifat massif. Untuk itu penelitian ini menggambarkan bagaimana pembangunan gedung merespon adanya prinsip green building yang tertuang dalam green building council khusus dalam hal penanganan sampah/limbah konstruksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hanya 21 % dari prinsip green building council dalam hal penanganan sampah yang diterapkan oleh pemilik maupun pelaksana pembangunan Rumah Toko. Sedangkan dai kriteria Prinsip Green Building Council dari aspek penanganan sampah, menurut responden memiliki tingkat kepentingan yang kuat sampai sangat kuat terhadap kriteria yang ada.
MODEL INTRNATIONAL ROUGHNESS INDEX VS WAKTU PADA BEBERAPA JALAN NASIONAL DI KOTA KUPANG Simamora, Marsinta; Trisnoyuwono, Diarto; Muda, Anastasia Henderina
JUTEKS : Jurnal Teknik Sipil Vol 3 No 1 (2018): JUTEKS JURNAL TEKNIK SIPIL
Publisher : P3M- Politeknik Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (980.623 KB) | DOI: 10.32511/juteks.v3i1.200

Abstract

Dalam sistem manajemen infrastruktur, tahap pemeliharaan adalah salah satu bagian yang penting. Biaya penanganan/pemeliharaan jalan yang besar perlu diatasi melalui satu perencanaan pembiayaan. Penelitian ini bertujuan untuk membangun suatu model antara IRI versus waktu pada jalan nasional di wilayah Kota Kupang. Model dibangun berdasarkan data sekunder IRI dan divalidasi menggunakan data primernya. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa IRI merupakan fungsi polynomial tingkat -4 dari waktu dengan determinasi R2 = 0,9337 dan 0,8073 masing-masing untuk jalan Pahlawan dan WJ. Lalamentik. Hasil ini dapat digunakan memprediksi biaya pemeliharaan dengan metode memasangkan nilai IRI dan biaya standar yang ada. Dengan demikian untuk beberapa waktu mendatang sudah dapat dipersiapkan biaya yang akan diperlukan dalam rangka mempertahankan kondisi kerataan permukaan jalan.
KAJIAN PENATAAN DAN PENGEMBANGAN KAWASAN KOLAM SUSUK – GURITA SEBAGAI KAWASAN WISATA BAHARI DI KABUPATEN BELU Bria, Melchior
JUTEKS : Jurnal Teknik Sipil Vol 1 No 1 (2016)
Publisher : P3M- Politeknik Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (457.259 KB) | DOI: 10.32511/juteks.v1i1.77

Abstract

Salah satu obyek wisata yang potensial di kembangkan di Kabupaten Belu adalah Kawasan Wisata Kolam Susuk dan Teluk Gurita.   Kawasan ini memiliki daya tarik  bagi wisatawan, selain nilai sejarah dari kolam susuk juga kondisi pantainya dan pemandangan ke arah laut disepanjang Teluk Gurita  nilai visual tinggi.  Kawasan ini dirancanakan oleh Pemerintah Kabupaten Belu akan segera dikembangkan. Pengembangan kawasan wisata ini, perlu didahluai dengan suatu kajian secara teliti tentang kondisi kawasan wisata Kolam Susuk dan Gurita. Diharapkan dengan mengidentifikasi kondisi Kawasan Wisata tersebut akan diperoleh suatu gambaran awal sebagai dasar melakukan perencanaan penataan kawasan. Penelitian ini, selain membahas kondisi eksisting kawasan wisata, juga akan memberikan suatu model penataan kawasan wisata yang dapat dijadikan rujukan untuk penataan kawasan secara menyeluruh dan terpadu. Dari uraian kondisi kawasan wisata Kolam Susuk dan Gurita, menegaskan bahwa dari aspek alam berpotensi untuk dikembangkan menjadi kawasan wisata andalan. Secara umum, di kawasan tersebut telah tersedia sarana dan prasarana dasar  baik yang berkaiatan langsung maupun tidak langsung dengan kegiatan pariwisata.  Identifikasi Potensi ini, penting karena berkaitan dengan strategi pengembangan kawasan wisata. Konsep pemanfaatan ruang memiliki kaitan erat dengan potensi kawasan baik itu secara fisik maupun potensi sosial budaya masyarakat setempat. Pengembangan kawasan wisata Kolam Susuk dan Gurita di bagi dalam beberapa Zona sebagai sebuah model yang dapat dijadikan rujukan dalam melakukan penataan kawasan tersebut yaitu : Zona I : Kawasan Pintu Gerbang (Gapura), Zona II        : Penataan Kawasan Gua Maria, Zona III      : Penataan Kawasan Kolam Susuk dan sekitarnya, Zona IV     : Penataan Kawasan Pemancingan dan Pemandian daerah Aidila, Zona V: Kawasan PLTU ? Penghijauan di sisi kiri kanan, revetment pantai dan penghijauan Bakau, Zona VI: Kawasan Pantai Aufuik ? Patung Meokaliduk, Zona VII  : Teluk Gurita