cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Edukasi Islami : Jurnal Pendidikan Islam
ISSN : 22528970     EISSN : 25811754     DOI : -
Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam - EI: adalah peer review jurnal nasional yang diterbitkan oleh Jurusan Tarbiyah Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah Bogor pada program studi Pendidikan Agama Islam. Jurnal ini berfokus pada isu-isu pendidikan Islam. Kami mengundang ilmuwan, peneliti, serta profesionnal di bidang pendidikan Islam untuk mempublikasikan penelitian mereka di Jurnal kami.
Articles 123 Documents
IMPLEMENTASI MANAJEMEN PENDIDIKAN BERBASIS SYARIAH DI STAI AL-HIDAYAH BOGOR Priyatna, Muhammad
Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol 4, No 07 (2015): Edukasi Islami - Jurnal Pendidikan Islami Januari 2015
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (573.6 KB) | DOI: 10.30868/ei.v4i07.62

Abstract

Islam is the perfect religion that regulates all aspects of human life, including aspects of education. Education is one of the essential needs of man, because through education, people will be able to develop their potentials towards a better life. In the conception of Islam, the main function of educational institution is  as a medium of education realization in order to realize servitude to Allah and to develop any talents or potential people in accordance with their respective trends. In the Islamic view, everything must be done neatly, correctly, orderly and organized. The process must be followed properly. Something should not be done carelessly. In this case, the STAI Al-Hidayah Bogor set the vision and mission as an institution of higher education which is based on the concept and practice of sharia in its management which includes kinds of activities, like planning, supervision, organization, evaluation, and so on. This articel is striving to explain the concept and its implementation of education management sharia-based in accordance with studies at STAI Al-Hidayah Bogor. Through this paper is expected to provide knowledge about the concept and model of education management approach to the implementation of sharia in Islamic educational institutions. This study is adescriptive qualitative research methods. The writer restricts the research objects in to the concept and implementation of Islamic-based education management in STAI Al-Hidayah, obtained through a reviewof the relevant reference works of writers before, and observations and interview sconcerning management officers of STAI Al-Hidayah Bogor. The sources of secondary data obtained from books, papers or article general managementand management education that Islamic approach. In-depth study has concluded important basic concepts, namely the concept of implementing Sharia-Based Management in STAI Al-Hidayah Bogor, implemented starting from the planning, organizing, directing, monitoring and evaluation, through the official rules in the regulation of the management of STAI Al-Hidayah has based and adapted to Islamic rule, although it is still much that needs to be refined in the details of its implementation. The writer invites, the Muslim community should give greater attention to the management of educationat every step of its implementation in order to remain committed in the corridor and Islamic guidance, as many practices exemplified by the Prophet Muhammad Kata kunci: manajemen pendidikan, syar’ah, STAI Al-Hidayah Bogor
PEMIKIRAN ABD AL-RAHMAN AL-NAHLAWI TENTANG PENDIDIKAN MASYARAKAT BERBASIS MASJID (Studi Kitab Ushul Al-Tarbiyah Al-Islamiyyah wa Asalibuha: Fi Al-Bait wa Al-Madrasah wa Al-Mujtama) Istikhori, Istikhori
Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol 6, No 02 (2017)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (438.685 KB) | DOI: 10.30868/ei.v6i12.176

Abstract

Makalah ini menjelaskan tentang pemikiran dan konsep dasar ’Abd Al-Rahmân Al-Nahlâwî tentang pendidikan masyarakat berbasis masjid dalam karya bernasnya, Ushûl Al-Tarbiyah Al-Islâmiyyah wa Asâlîbuhâ: Fî Al-Bait wa Al-Madrasah wa Al-Mujtama’ (Origins & Methods of The Islamic Education). Latar belakang makalah ini berfokus pada realitas bahwa sepanjang sejarah Islam dan fungsinya dalam Islam, masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah. Lebih luas dan kompleks masjid adalah aula pertemuan, ruang konsultasi dan komunikasi, tempat kegiatan sosial, balai pengobatan, pusat latihan ketentaraan dan mengatur siasat militer, dan medan berdakwah serta kiblat bagi pendidikan Islam. Kini urgensitas dan fungsi edukasi masjid tersebut dirasakan semakin pudar, selain kebanyakannya diperuntukan hanya sebagai timpat ibadah. Kondisi masjid yang menyempit seperti ini diperburuk dengan kurangnya manajemen pengelolaan masjid dan semakin jauhnya kehadiran generasi muda di masjid. Oleh karena itu, makalah ini berupaya menemukan secara deskriptis pemikiran tentang pendidikan masyarakat berbasis masjid berdasarkan perspektif ’Abd Al-Rahmân Al-Nahlâwî dalam karyanya tersebut.
METODE SOSIODRAMA DALAM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Maya, Rahendra
Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol 4, No 08 (2015): Edukasi Islami - Jurnal Pendidikan Islami JULI 2015
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (296.651 KB) | DOI: 10.30868/ei.v4i08.82

Abstract

Learning-teaching process or teaching-learning process need learning methodology. It used to achieve goal of learning-teaching or teaching-learning as planning and target. There are two model of method. The first, method is tehcnique or way. It's mean way to send the content of message to audiens. The second, in learning methodology, method are term of model, strategy, learning technique and learning tactics. Keyword: metode sosiodrama, metodologi pembelajaran, hukum sosiodrama dalam Islam
PENDIDIKAN KARAKTER DALAM PERSPEKTIF AL QURAN Surasman, Otong
Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol 5, No 10 (2016): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam - Juli 2016
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (733.049 KB) | DOI: 10.30868/ei.v5i10.7

Abstract

Bani Ădam adalah makhluk yang memiliki kelebihan dan keistimewaan dibandingkan dengan makhluk lain, meliputi fithrah keagamaan, peradaban, dan kemampuan memanfaatkan alam. Yang berada dalam relasi (hablum) dengan Tuhan (hablum min Allah), relasi dengan sesama manusia (hablum min an-nâs), dan relasi dengan alam (hablum min al-‘âlam). Agar terwujud dengan baik sebagai manusia dalam posisi basyar, an-nâs, al-insân, dan bani Ădam, yang diberikan potensi fithrah aqal, nafs, qalbu, dan rûh, maka manusia harus mengacu kepada karakter Nabi Ibrâhîm as yang diabadikan dalam Al-Qurân. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode tafsir maudhu’i/tematik. Sedangkan pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif. Temuan baru dari penelitian ini adalah memberikan pernyataan kurang sejalan dengan teori Thomas Lickona yang mengajukan 10 karakter kebajikan utama, untuk memperbaiki manusia tidaklah cukup, melainkan harus mengikuti karakter utama Nabi Ibrâhîm as yang diabadikan dalam Al-Qur’ân._______________________________*   Dosen Pascasarjana Institut PTIQ Jakarta   Yaitu waffâ/menyempurnakan janji, halîm/kesabaran dan murah hati, awwâh/banyak memohon rahmat/kasih sayang, munîb/bertaubat dan kembali kepada Allah swt, muhsinîn/orang yang merasakan kehadiran dan kebersamaan dengan Allah swt, mu’minîn/orang yang stabil keimanannya, ummah/pemimpin yang sangat perlu diteladani, qânitan Lillâh/orang yang taat kepada Allah swt, hanîfâ/yang selalu cenderung kepada kebenaran, lam yaku min al-Musyrikîn/tidak pernah menyekutukan Allah swt, syâkiran lian’umih/senantiasa mensyukuri nikmat Allah swt, istighfar/memohon ampunan, tabarra’/berlepas diri dari kekafiran dan kemusyrikan,  aslam wajhah Lillah/menyerahkan diri sepenuhnya kepada Allah swt, muhsin/mawas diri dan merasakan kehadiran Allah swt, khalîlâ/kesayangan Allah swt, al-Mûqinîn/sangat mantap keyakinannya, keyakinan terhadap akhirat, ketenangan hati, tawakkal/berserah diri kepada Allah swt, shiddiq/jujur, tabligh/menyampaikan, amanah/dapat dipercaya, fathanah/cerdas, kokoh pendirian, pemberani dan gigih, rasional, peduli dan tanggung jawab, monoteisme, dermawan, murah hati, ramah tamah, istiqamah, komitmen, ikhlas, kerja sama dan tolong menolong, sabar, menghormati tamu, menebarkan salam,  sebagai pijakan untuk memperoleh kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat. 
MENELUSURI KEBIJAKAN PENDIDIKAN ISLAM DI INDONESIA Anwar, Mohammad Emnis
Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol 3, No 05 (2014): Edukasi Islami : Jurnal Pendidikan Islam - Januari 2014
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (162.554 KB) | DOI: 10.30868/ei.v3i05.43

Abstract

Permasalahan pendidikan di Indonesia, berakar pada empat krisis pokok yakni kualitas, relevansi, elitisme, dan manajemen. Berbagai indikator kuantitatif dikemukakan berkenaan dengan keempat masalah di atas, antara lain analisis komparatif yang membandingkan situasi pendidikan antara negara di kawasan Asia. Namun demikian, pendidikan Islam yang dinilai justru lebih besar problematikanya, pendidikan Islam dipandang selalu berada pada posisi deretan kedua dalam sistem pendidikan nasional. Dalam Undang-undang sistem pendidikan nasional menyebutkan pendidikan Islam merupakan sub-sistem pendidikan nasional. Rumusan masalah yang dikemukakan pada kajian ini adalah dimana dan bagaimana seharusnya kebijakan membela posisi pendidikan islam di Indonesia yang berpusat pada kebijakan dalam sistem perundang-undangan nasional? Kebijakakan pendidikan merupakakan sub sistem dari kebijakan Negara secara keseluruhan. sehingga pada akhirnya pendidikan nasional harus dikembalikan kepada fungsinya yaitu memberdayakan masyarakat dengan mengembalikan kedaulatan rakyat untuk membangun dirinya sendiri. Paradigma mendasar dalam sistem pendidikan dalam kerangka Islam diantaranya adalah: (1) Islam meletakkan prinsip kurikulum, strategi, dan tujuan pendidikan berdasarkan aqidah Islam. (2) Pendidikan harus diarahkan pada pengembangan keimanan. (3) Pendidikan ditujukan untuk membangkitkan dan mengarahkan potensi-potensi baik yang ada pada diri setiap manusia selaras dengan fitrah manusia dan meminimalisir aspek yang buruknya. Pendidikan Islam didesak untuk melakukan inovasi tidak hanya yang bersangkutan dengan kurikulum dan perangkat manajemen, tetapi juga strategi dan taktik operasionalnya. Strategi dan taktik itu, bahkan sampai menuntut perombakan model-model sampai dengan institusi-institusinya sehingga lebih efektif dan efisien, dalam arti paedagogis, sosiologis dan cultural dalam menunjukkan perannya.
METODE DISCOVERY LEARNING DALAM PEMBELAJARAN SEJARAH KHULAFAURRASYIDIN Ramadhan, Hasna Rizky; Mulyawan, Mulyawan; Hidayani, Ibnu; Mahdi, Imam
Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol 8, No 01 (2019)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (693.978 KB) | DOI: 10.30868/ei.v8i01.357

Abstract

Pembelajaran agama Islam pada lembaga pendidikan di Indonesia, seperti pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) khususnya sejarah khulafaurrasyidin masih belum menemukan metode yang tepat untuk mampu menumbuhkan rasa kritis dalam diri siswa terhadap makna dibalik fakta dan data sejarah. Bagaimana proses terpilihnya Abu Bakar, proses masuknya Umar kedalam Islam, bagaimana tuduhan nepotisme Utsman, dan terpecahnya umat Islam pada masa kepemimpinan Ali, serta bagaimana proses terbunuhnya ketiga amirul mukminin yaitu Umar bin khattab, Utsman bin affan, dan juga Ali bin Abi Thalib. Dengan metode discovery learning pada pembelajaran sejarah dengan enam langkah, yakni: stimulation, problem statement, data collection, data processing, verification, dan generalization dalam penerapannya diharapkan mampu menumbuhkan rasa kritis dan menjadikan pembelajaran sejarah bersifat analitis sehingga dapat memajukan sistem pendidikan Islam di sekolah, madrasah maupun pesantren.
PEMBENTUKAN SIKAP TOLERANSI MELALUI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN BUDI PEKERTI PADA SISWA KELAS X DI SMK N 1 SRAGEN TAHUN AJARAN 2017/2018 Rahmawati, Nurul; Munadi, Muhammad
Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol 8, No 01 (2019)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (461.372 KB) | DOI: 10.30868/ei.v8i01.309

Abstract

Permasalahan penelitian ini adalah adanya guru pendidikan agama Islam berpotensi mengajarkan sikap intoleran kepada peserta didik serta lemahnya pendidikan agama Islam dalam melakukan transfer value. Maka diperlukan Pendidikan agama Islam yang secara integrated cakupan materi dalam kurikulum, metode pengajaran maupun paradigma penyusunan konsep serta pelaksanaan pembelajaran di dalam kelas yang dapat membentuk sikap toleransi pada diri peserta didik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pembentukan sikap toleransi melalui pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti pada siswa kelas X Tahun Ajaran 2017/2018.Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field reserch) pendekatan deskriptif kualitatif. Penelitian dilaksanakan mulai bulai Desember 2017–Mei 2018. Subjek dalam penelitian ini adalah guru PAI dan siswa kelas X. Sedangkan informan adalah pengurus Rohis dan Waka Kurikulum. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi. Dalam menguji keabsahan data digunakan teknik triangulasi sumber dan metode. Data dianalisis dengan model analisis interaktif.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembentukan sikap toleransi melalui pembelajaran PAI dan Budi Pekerti dapat dilihat melalui dua aktifitas di dalam pembelajaran. Pertama saat kegiatan diskusi berlangsung. Kegiatan diskusi  bertujuan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengemukakan pendapat sekaligus mengahargai pendapat anggota kelompok lain yang mempunyai pendapat berbeda dengan dirinya. Kedua yaitu kegiatan penguatan materi yang diberikan guru setelah proses diskusi. Penguatan materi bertujuan untuk memberikan penekanan sikap toleransi yang dicontohkan Rasulullah ketika berdakwah di Madinah. Pembentukan sikap toleransi juga dapat dilihat ketika guru memberikan kesempatan kepada siswa non muslim tetap berada di dalam kelas saat proses pembelajaran PAI berlangsung. Hal tersebut menandakan bahwasannya guru memberikan pelayanan yang sama terhadap seluruh warga kelas tanpa membedakan agama, ras, dan golongan.
TELAAH KRITIS KONSEP IDE BESAR (FRITJOF CAPRA), ANYTHING GOES (PAUL FEYERABEND), DAN KRISIS SAINS MODERN (RICHARD TARNAS), DALAM UPAYA REKONSTRUKSI PEMIKIRAN PENDIDIKAN ISLAM Priyatna, Muhamad
Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol 8, No 01 (2019)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (456.819 KB) | DOI: 10.30868/ei.v8i01.358

Abstract

Peradaban modern yang dianggap sebagai jawaban dan hasil puncak dari peradaban manusia ternyata banyak menimbulkan masalah yang kompleks, sehingga membutuhkan jawaban atas permasalahan tersebut. Para ahli merasa bahwa jawaban atas permasalahan tersebut tidak lagi bisa disandarkan pada paradigma modernisme, sehingga mereka dengan tegas menyatakan, dunia pada pasca atau postmodernisme membutuhkan paradigma lain sebagai solusi atau jalan alternatif. Dengan kata lain dalam masyarakat pasca industri (baca:postmodern), ilmu mengalami delegitimasi karena terbukti tidak bisa mempertahankan dirinya terhadap efek negatif yang dihasilkannya sendiri. Legitimasi ilmu yang menyatakan bahwa pengetahuan harus dihasilkan demi pengetahuan, di masa modern tidak bisa lagi dipenuhi. Karena pengetahuan ternyata tidak lagi dihasilkan demi pengetahuan, melainkan demi profit, di mana kriteria yang berlaku bukan lagi benar-salah, melainkan kriteria performatif yaitu, menghasilkan semaksimal mungkin dengan biaya sekecil mungkin.Kata kunci: telaah, kritis, epistemologi, Capra, Feyerabend, Tarnas
POLITIK DAN KEBIJAKAN: PENDIDIKAN AGAMA DAN KEAGAMAAN DI INDONESIA (Analisis Kebijakan PP No 55 Tahun 2007) Sobri, Rachmad
Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol 8, No 01 (2019)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (569.475 KB) | DOI: 10.30868/ei.v8i01.322

Abstract

AbstractThe article discusses about politics and religious education policy. This condition is motivated by the state’s mandate of education. One of which is contained the law number 20/2003 about Indonesian national education system for every citizen. One of the provisions oe the education system bring goodness to religious education has received less attention from the govermment. Such as boarding school institutions and madrasah educational institutions with the existence of government regulations number 55/2007 about religious education equated with formal education. Religious education institutions get financial aid and educational facilities. Then how religious education in the future with this new education system, where the direction of indonesian religious education in the future. Therefore this article focuses on the religious education system.Keywords: religious and religious education. AbstrakArtikel ini membahas tentang politik dan kebijakan pendidikan agama dan keagamaan. Kondisi ini dilatarbelakangi oleh adanya amanat konstitusi negara terhadap pendidikan. Salah satunya yang terdapat dalam Undang-Undang nomor  20/2003 tentang sistem pendidikan nasional di indonesia bagi setiap warga. Salah satu ketentuan dari sistem pendidikan tersebut membawa kebaikan bagi pendidikan agama dan keagmaan yang selama ini kurang mendapat perhatian dari pemerintah. Seperti lembaga pondok pesantren dan lembaga pendidikan madrasah dengan adanya Peraturan Pemerintah Nomor 55/2007 tentang pendidikan agama dan keagaaman disetarakan dengan pendidikan formal pada umumnya sehingga lembaga pendidikan agama mendapatkan bantuan keuangan dan fasilitas pendidikan. Lalu bagamana pendidikan agama kedepan dengan adanya sistem pendidikan yang baru ini, kemana arah pednididkan agama di indonesia kedepannya. Maka dari itu artikel ini memfokuskan pada sistem pendidikan agama dan keagamaan.
Manajemen Pendidikan Keluarga: Perspektif Al-Quran Menjawab Urban Middle Class Milenial Thontowi, Zulkifli Syauqi; syafii, Ahmad; Dardiri, Achmad
Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol 8, No 01 (2019)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (752.366 KB) | DOI: 10.30868/ei.v8i01.393

Abstract

Di tengah era disrupsi ini, Keluarga adalah salah satu kunci sukseknya Pendidikan. Keluarga menjadi basis organik Pendidikan bagi perkembangan seorang anak. Dalam keluarga seorang anak dibentuk fisik dan psikisnya. Tulisan ini bertujuan untuk mengeksplor perspektif alquran dalam melihat Pendidikan keluarga secara utuh. Era milenial yang ditandai dengan perkembangan tekhnologi dan informasi yang super cepat menjadikan sosio-kultur dalam keluarga banyak berubah. Revolusi industri 4.0 yang bergulir tidak dapat di tahan ditengah laju globalisasi. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa dibutuhkan pendekatan baru dalam Pendidikan keluarga ditengah perubahan yang terus terjadi. 

Page 1 of 13 | Total Record : 123