cover
Filter by Year
Edukasi Islami : Jurnal Pendidikan Islam
Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam - EI: adalah peer review jurnal nasional yang diterbitkan oleh Jurusan Tarbiyah Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah Bogor pada program studi Pendidikan Agama Islam. Jurnal ini berfokus pada isu-isu pendidikan Islam. Kami mengundang ilmuwan, peneliti, serta profesionnal di bidang pendidikan Islam untuk mempublikasikan penelitian mereka di Jurnal kami.
Articles
107
Articles
KOMUNIKASI PEMBELAJARAN BERBASIS AL-QUR’AN

Afroni, Sihabudin, Triana, Rumba

Edukasi Islami : Jurnal Pendidikan Islam Vol 7, No 02 (2018)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Komunikasi merupakan dasar eksistensi suatu masyarakat dan menentukan pola struktur masyarakat. Hubungan antar manusia dibangun atas dasar komunikasi. Dalam komunikasi manusia saling mempengaruhi, sehingga dengan demikian terbentuklah pengetahuan tentang pengalaman masing-masing orang. Komunikasi dapat membentuk manusia saling pengertian, menimbulkan persahabatan, memelihara kasih sayang, mempengaruhi sikap yang akhirnya dapat menimbulkan tindakan nyata riil.            Dalam kegiatan pendidikan pada umumnya dan dalam proses kegiatan belajar pada khususnya, komunikasi merupakan salah satu faktor utama yang turut serta dalam penentuan pencapaian tujuan pendidikan, atau kata lain dapat dikatakan bahwa komunikasi merupakan sarana atau media dalam rangka pencapaian tujuan pendidikan. Maka untuk mencapai interaksi belajar mengajar perlu adanya komunikasi yang jelas  antara guru (komunikator) dengan siswa (komunikan). Sehingga terpadu dua kegiatan yang berdaya guna dalam mencapai tujuan pengajaran dan pendidikan dimana siswa dapat sukses dalam tugas belajarnya, begitu pula guru dapat berhasil mengajar dan mendidik sesuai dengan tujuan yang hendak dicapai.            Pada dasarnya motivasi belajar siswa sangat dipengaruhi adanya komunikasi guru atau pengajar. Seorang pengajar yang tidak piawai atau  jarang melakukan komunikasi dengan muridnya akan atau dapat mengalami kegagalan dalam proses belajar mengajar. Pengajar adalah pihak yang paling bertanggungjawab terhadap berlangsungnya komunikasi yang efektif dalam pembelajaran, sehingga pengajar dituntut memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik agar menghasilkan proses pembelajaran yang efektif.Dalam berbagai kasus masih banyak ditemukan aktifitas belajar mengajar  yang belum efektif dikarenakan faktor buruknya komunikasi di dalam dan di luar kelas. Diantaranya masih ditemukan siswa yang rendah motivasinya. Bila tengah berlangsung proses belajar mengajar banyak siswa yang mengantuk dan mengobrol dengan teman sebangkunya. Apabila diberikan pertanyaan oleh guru hanya sebagian siswa saja yang dapat menjawab, apabila diberikan kesempatan untuk bertanya hanya satu dua orang saja yang berani untuk bertanya.            Menurut Luna Cahya seorang pemerhati pendidikan, bahwa disadari atau tidak, kita harus mengakui bahwa para siswa seringkali punya pandangan yang terpolarisasi terhadap cara mengajar guru-gurunya. Sederhananya, ada guru yang dipandang oleh para siswa sebagai guru yang cara ngajarnya asik, seru, mudah dipahami. Guru-guru seperti ini seringkali menjadi idola murid-murid bahkan jam pelajarannya ditunggu-tunggu oleh para siswa. Sementara itu, di sisi lain ada juga guru yang dipandang siswa sebagai guru yang cara mengajarnya membosankan, bikin ngantuk, materinya tidak menarik, dll. Dua bentuk polarisasi dari cara pandang siswa terhadap gurunya ini memang seringkali ada, bahkan bersifat kolektif. Kalau ada beberapa anak yang menganggap gurunya ini membosankan, masa satu kelas akan kompak menganggap guru tersebut  membosankan. 

PENGARUH PROGRAM TAHFIDZUL QUR’AN DAN MOTIVASI BELAJAR TERHADAP PRESTASI AKADEMIK MAHASISWA; Studi Kasus Pada Mahasiswa PKD dan PKP Universitas Djuanda Bogor

Khoiruddin, Muhammad

Edukasi Islami : Jurnal Pendidikan Islam Vol 7, No 02 (2018)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan pemahaman data-data empirik mengenai hubungan Program Tahfidzul Qur’an dan Motivasi Belajar, baik secara sendiri-sendiri maupun secara bersama-sama dengan Prestasi Akademik Mahasiswa PKD dan PKP Universitas Djuanda Bogor. Hipotesis penelitian ialah (1) Terdapat pengaruh yang erat dan signifikan Program Tahfidzul Qur’an terhadap Prestasi Akademik Mahasiswa PKD dan PKP Universitas Djuanda Bogor (2) Terdapat pengaruh yang erat dan signifikan Motivasi Belajar terhadap Prestasi Akademik Mahasiswa PKD dan PKP Universitas Djuanda Bogor. (3) Terdapat pengaruh antara Program tahfidzul Qur’an dan Motivasi belajar terhadap Prestasi aademik Mahasiswa. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode survei dengan pendekatan korelasional yang di laksanakan di Universitas Djuanda Bogor dengan melibatkan Mahasiswa PKD dan PKP. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, angket, dan studi dokumenter. Analisis data menggunakan analisis korelasional dengan teknik korelasi rumus product moment.

IMPLIKASI RELASI EKSPLORATIF (ALAQAH AL-TASKHIR) DALAM PENDIDIKAN ISLAM: TELAAH FILOSOFIS ATAS PEMIKIRAN MAJID IRSAN AL-KILANI

Maya, Rahendra

Edukasi Islami : Jurnal Pendidikan Islam Vol 7, No 02 (2018)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

AbstractThis article examines Makhjid Irsân Al-Kîlânî perspective on explorative relationships between human beings as servants of Allah S.W.T. with the universe or the universe that surrounds and is around them (alâqah al-taskhîr, alâqah baina al-insân wa al-kaun); in a frame of worship to Him (alâqah al-ibâdah, alâqah baina al-insân wa Al-Khâliq). The original and pithy thought of Al-Kîlânî is primarily derived from his work entitled Al-Tarbiyah Al-Islâmiyyah Philosophy: Dirâsah Muqâranah baina Falsafah Al-Tarbiyah Al-Islâmiyyah wa Al-Falsafât Al-Tarbawiyyah Al-Muâshirah and Ahdâf Al-Tarbiyah Al-Islâmiyyah fî Tarbiyah Al-Fard wa Ikhrâj Al-Ummah wa Tanmiyah Al-Ukhuwwah Al-Insâniyyah supported by several other educational works. The explorative relation (alâqah al-taskhîr) described by Al-Kîlânî is, among other things, related to the nature of al-taskhîr, the essential objective of al-taskhîr, al-taskhîr objectivity, and the implications of al-taskhîr relations.Keyword: al-taskhîr, alâqah al-taskhîr, philosophical, Islamic education.   AbstraksiArtikel ini mengkaji perspektif Mâjid ’Irsân Al-Kîlânî tentang relasi eksploratif antara manusia sebagai hamba Allah S.W.T. dengan alam semesta atau jagat raya yang melingkupi dan ada di sekitar mereka (’alâqah al-taskhîr, ’alâqah baina al-insân wa al-kaun); dalam bingkai peribadatan kepada-Nya (’alâqah al-’ibâdah, ’alâqah baina al-insân wa Al-Khâliq). Pemikiran orisinil dan bernas dari Al-Kîlânî tersebut utamanya berasal dari karyanya yang berjudul Falsafah Al-Tarbiyah Al-Islâmiyyah: Dirâsah Muqâranah baina Falsafah Al-Tarbiyah Al-Islâmiyyah wa Al-Falsafât Al-Tarbawiyyah Al-Mu’âshirah dan Ahdâf Al-Tarbiyah Al-Islâmiyyah fî Tarbiyah Al-Fard wa Ikhrâj Al-Ummah wa Tanmiyah Al-Ukhuwwah Al-Insâniyyah dengan didukung beberapa karya edukatifnya yang lain. Relasi eksploratif (’alâqah al-taskhîr) yang dideskripsikan Al-Kîlânî antara lain berkaitan dengan hakikat al-taskhîr, tujuan esensial al-taskhîr, objektifitas al-taskhîr, dan implikasi relasi al-taskhîr.Keyword: al-taskhîr, ’alâqah al-taskhîr, filosofis, pendidikan Islam.

PENGARUH MATERI CERITA TERHADAP PERKEMBANGAN KEPRIBADIAN ANAK

Mujahidin, Endin

Edukasi Islami : Jurnal Pendidikan Islam Vol 7, No 02 (2018)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Materi cerita memiliki peranan penting dalam pembentukan karakter seseorang, terlebih bagi seorang anak. Oleh karena itu, pemilihan materi cerita yang tepat akan membantu perkembangan kepribadian seorang anak.Di dalam al-Qur’an, terdapat materi cerita yang dapat dijadikan rujukan bagi seorang pendidik. Materi tersebut bervariasi, mulai dari materi mengenai manusia, alam, hewan dan sejenisnya. Karakteristik materi cerita dalam al-Qur’an senantiasa menyiratkan pelajaran dan memiliki bukti sejarah yang akurat, sehingga anak didik tidak diajar dengan kebohongan.Materi cerita tersebut dapat efektif jika disandingkan dengan faktor pendorong efektivitas cerita, yaitu dikemas dalam judul yang menarik, memiliki intensitas penyampaian, tepat waktu  (saat anak relaks dan berada pada gelombang alfa 7-8 sampai 13 Hz), gaya bahasa sederhana dan memakai media yang tepat. Adapun faktor yang akan menjadi penghambat efektivitas materi cerita adalah gaya penyampaian bersifat formal, kaku, kering ide, disampaikan secara doktrinasi, durasi tidak tepat, disampaikan pada waktu yang tidak tepat (ketika anak dalam kondisi  otak  gelombang  beta), memakai gaya bahasa menjemukan dan tidak sesuai tahapan perkembangan tingkat intelektual, sosial dan emosional anak. Oleh karena itu, diperlukan sinergitas antara materi cerita dengan faktor pendorong efektivitasnya, sehingga penyampaian materi cerita dapat mencapai tujuan yang diharapkan.

IMPLEMENTASI LITERASI MEDIA DALAM PROSES PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN BUDI PEKERTI

Wahidin, Unang

Edukasi Islami : Jurnal Pendidikan Islam Vol 7, No 02 (2018)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

AbstractLearning media is one component in the learning system that has relevance to other learning components. In the learning process, PAI and Budi Pekerti teachers are expected to be able to use various forms of instructional media. For that teachers PAI and Budi Pekerti must have media literacy in the form of the ability to know the various forms of learning media and understand the way, usability, function and purpose of use in the learning process. The purpose of writing this paper, namely: (1) describe the implementation of media literacy in the learning process of Islamic religious education and character; and (2) to describe the form of printed, electronic and digital media that can be used in the learning process of Islamic education and character. Therefore, PAI and Budi Pekerti teachers should have media literacy to make learning process more effective and efficient in delivering learners to achieve the planned learning objectives. AbstrakMedia pembelajaran merupakan salah satu komponen di dalam sistem pembelajaran yang memiliki keterkaitan dengan komponen pembelajaran lainnya. Dalam proses pembelajaran, guru PAI dan Budi Pekerti diharapkan mampu menggunakan berbagai bentuk media pembelajaran. Untuk itu guru PAI dan Budi Pekerti harus memiliki literasi media berupa kemampuan untuk mengetahui berbagai bentuk media pembelajaran dan memahami cara, kegunaan, fungsi dan tujuan penggunaannya dalam proses pembelajaran. Tujuan penulisan makalah ini, yaitu: (1) mendeskripsikan implementasi literasi media dalam proses pembelajaran pendidikan agama Islam dan budi pekerti; dan (2) mendeskripsikan bentuk media pembelajaran berbasis cetak, elektronik dan digital yang bisa digunakan dalam proses pembelajaran pendidikan agama Islam dan budi pekerti. Untuk itu, guru PAI dan Budi Pekerti harus memiliki literasi media agar proses pembelajaran yang dilaksanakan lebih efektif dan efisien dalam mengantarkan peserta didik mencapai tujuan pembelajaran yang direncanakan. Literasi Media Pembelajaran: Cetak, Elektronik, Digital.

LINGKUNGAN PENDIDIKAN ISLAMI DAN HUBUNGANNYA DENGAN MINAT BELAJAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM SISWA SMA NEGERI 10 BOGOR

R, Muhammad Dahlan

Edukasi Islami : Jurnal Pendidikan Islam Vol 7, No 02 (2018)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Lingkungan pendidikan islami dan hubungannya dengan minat belajar Pendidikan Agama Islam  siswa Sekolah Menengah Atas Negeri 10 Bogor.Penelitian bertujuan untuk mengetahui Lingkungan pendidikan islami dan hubungannya dengan minat belajar Pendidikan Agama Islam  siswa di Sekolah Menengah Atas Negeri 10 bogor. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas 10 yang berjumlah 295, dan yang dijadikan sampel berjumlah 45 siswa.Metode yang digunakan adalah kuantitatif dan kuesioner sebagai instrumen, pengujian hipotesis penelitian dilakukan dengan menggunakan analisis korelasi dan regresi, Analisis data menggunakan analisis statistik Pearson Correlation.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hubungan positif antara variabel lingkungan pendidikan islami dan variabel minat belajar Pendidikan Agama Islam dihitung dengan Pearson Correlation, dan diperoleh nilai koefisien korelasi antara variabel tersebut sebesar 0.770. Nilai  koefisien determinasi dalam analisis ini diperoleh nilai 0,541 yang berarti 59,3 % variabel minat belajar Pendidikan Agama Islam bisa dijelaskan dari variabel lingkungan pendidikan islami.Berdasarkan hasil penelitian dapat dikatakan bahwa lingkungan pendidikan islami (X1) memiliki hubungan dengan minat belajar Pendidikan Agama Islam (Y) siswa SMA Negeri 10 Bogor. Keywords : lingkungan, pendidikan islami, minat belajar, PAI 

PERSEPSI SISWA MADRASAH TSANAWIYAH TERHADAP PENDIDIKAN MULTIKULTURAL KEAGAMAAN DALAM PENANGGULANGAN RADIKALISME SECARA DINI

Bahruddin, Ending, Rosyadi, Abdu Rahmat, Edy, Edy

Edukasi Islami : Jurnal Pendidikan Islam Vol 7, No 02 (2018)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Penelitian tentang persepsi siswa Madrasah Tsanawiyah terhadap pendidikan multikultural keagamaan dalam penanggulangan radikalisme secara dini dilaksanakan melalui pendekatan kualitatif-deskriptif dengan populasi sebanyak 285 siswa dan sample yang menjawab angket sebanyak 168 responden (58,95% dari populasi 285 siswa/i). Dari sample  tersebut menjawab pertanyaan dengan nilai ideal pada skala 5 sebesar 86,74 %.

PENGGUNAAN SOSIAL MEDIA WHATSAPP PENGARUHNYA TERHADAP DISIPLIN BELAJAR PESERTA DIDIK PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (Studi Kasus Di SMK Analis Kimia YKPI Bogor)

Suryadi, Edi, Ginanjar, Muhammad Hidayat, Priyatna, Muhamad

Edukasi Islami : Jurnal Pendidikan Islam Vol 7, No 01 (2018)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Abstrak  Penelitian ini membahas tentang penggunaan sosial media Whatsapp pengaruhnya terhadap disiplin belajar peserta didik pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam. Penelitian ini dilakukan di SMK Analis Kimia YKPI Bogor. Peneliti mengidentifikasi masalah penelitian terkait penggunaan sosial media watshapp pengaruhya terhadap disiplin belajar peserta didik pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam. Kajian ini dilatar belakangi oleh banyaknya peserta didik yang mempunyai sosial media whatsapp yang terinstal dalam smartphone dan selalu membawanya kemanapun mereka pergi termasuk di lingkungan sekolah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh penggunaan sosial media whatsapp terhadap disiplin belajar peserta didik pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode eksperimen dan survey, teknik pengumpulan data menggunakan angket dari jumlah populasi 320 peserta didik. Sampel yang dijadikan objek penelitian sebanyak 57 orang dengan teknik random sampling menggunakan rumus Slovin. Unit analisis adalah peserta didik Tahun Pelajaran 2016/2017. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis jalur (path analysis) yaitu analisis statistik deskriptif dan inferensial. Dari hasil penelitian teridentifikasi bahwa penggunaan sosial media whatsapp berpengaruh positif terhadap disiplin belajar peserta didik pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam. Terdapat korelasi antara variabel X dan variabel Y bertanda positif dengan memperhatikan besarnya rXY yang diperoleh yaitu sebesar 0,921. Kemudian pada taraf signifikan 5% diperoleh nilai rtabel sebesar 0,266 dan pada taraf signifikan 1% diperoleh nilai sebesar 0,345 ternyata rxy yang besarnya 0,921 adalah jauh lebih tinggi daripada rtabel yang besarnya 0,266 dan 0,345. Nilai R Square (R2) sebesar 0,848 menunjukkan peningkatan disiplin belajar dapat dipengaruhi oleh penggunaan sosial media whatsapp sebesar 84,8% dan sisanya dipengaruhi oleh hal-hal lain diluar persamaan ini. Nilai t hitung sebesar 17,53 jika dikonsultasikan dengan ttabel α (0,05) dan α (0,01) dengan n = 57 mendekati nilai puluhan 60 diperoleh ttabel sebesar 1,671 dan 2,000. Diketahui thitung  > ttabel yaitu: 17,53 > 1,671 dan 2,000 maka H0 ditolak. Ini menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan antara variabel X terhadap variabel Y. Berdasarkan temuan penelitian ini, penulis merekomendasikan kepada pihak pengelola sekolah beserta dewan guru untuk berupaya meminimalisir penyalah gunaan sosial media whatsapp di kalangan peserta didik khususnya di lingkungan sekolah dan selalu berupaya menciptakan iklim pembelajaran yang kondusif sehingga penyelenggaraan program pendidikan di sekolah terwujudkan secara efektif sesuai visi dan misinya. Kepada para orang tua juga disarankan untuk membatasi sekaligus mengawasi anak-anaknya dalam menggunakan media sosial agar dapat meminimalisir penyalah-gunaannya. Keywords: Sosial Media Wathshapp, Disiplin Belajar.

INTERNALISISI JIHAD DALAM PENDIDIKAN KARATER

Triana, Rumba

Edukasi Islami : Jurnal Pendidikan Islam Vol 7, No 01 (2018)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Diskursus tentang jihad selalu berbicara tentang kekerasan, bahkan tidak jarang seseorang langsung memberikan stigma negatif terhadap jihad. Secara definisi operasional dari kata jihad para ilmuwan fikih memang telah menempatkan pada pengertian memerangi orang-orang kafir, namun Ibnu Taimiyyah menegaskan bahwa jihad bukan hanya dimaknai dengan perang dan kekerasan namun mencari ilmu juga merupakan bagian dari jihad. Penelitian ini merupakan penelitian literatur  Jihad sebagai ibadah yang agung perlu dijadikan spirit untuk pembentukan karakter setiap peserta didik di Indonesia. Diantara internalisasi dari jihad dalam karakter adalah tauhid, ikhlas, takwa, kesabaran, kedermawanan, dan karakter-karakter lain.Keyword : Jihad, Pendidikan Jihad

TEORI-TEORI PENDIDIKAN DALAM AL-QUR’AN

Sholichah, Aas Siti

Edukasi Islami : Jurnal Pendidikan Islam Vol 7, No 01 (2018)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Teori merupakan landasan awal dalam melaksanakan praktek. Dalam teori pendidikan hadirnya teori dapat memberikan stimulus dan pijakan dalam menentukan kurikulum, proses belajar mengajar dan tujuan pendidikan yang akan dicapai.Berbagai teori dikembangkan dalam dunia pendidikan mulai dari teori nativisme, teori empirisme dan teori konvergensi, dalam pelaksanaannya masih terjadi perdebatan dalam memaknai dan melaksanakan berbagai teori tersebut, karena masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan dan teori yang berkembang saat ini harus disesuaikan dengan kondisi riil dunia pendidikan, Sehingga sampai saat ini dari teori tersebut masih belum menjawab permasalahan kualitas pendidikan.Hadirnya Al-Qur’an menurut Edward Gibbon (1737-1794) seorang ahli sejarah kebangsaan Inggris merupakan sebuah kitab kemajuan, kitab kenegaraan, perdagangan, peradilan, dan undang-undang kemiliteran dalam Islam. Selain itu kandungan isi Al-Qur’an juga menjelaskan mengenai ibadah, ketauhidan dan muamalah. Kandungan Al-Qur’an yang komprehensif dapat menjadi sumbangsih bagi perkembangan teori pendidikan khususnya.Berkaitan dengan pendidikan, Al-Qur’an mengandung dua unsur pembelajaran, pertama materi pembelajaran di dalamnya harus berisi materi tauhid, ini bertujuan agar setiap individu mengetahui akan keesaan Allah swt, dan mengetahui pencipta alam raya serta penciptaan ilmu yang terkandung di alam raya, kedua risalah Ilahiyah, yang disampaikan kepadasetiap rasul untuk dsampaikan kepada umat dalam bentuk tauhid, ibadah dan muamalah.Modawi berpendapat bahwa untuk menemukan teori-teori dalam Al-Qur’an diperlukan ketajaman tafsir dan kaidah ilmu yang berkaitan dengan Al-Qur’an. Di samping itu untuk mencapai kesempurnaan teori diharapkan dapat menjawab permasalahan dan lingkup kehidupan yang berkaitan dengan kekinian.Metode yang digunakan dalam penulisan ini adalah menggunakan metode kualitatif yang bersumber dari berbagi buku yang berkaitan dengan permasalahan di atas. Adapun pendekatan metode penafsiran Al-qur’an menggunakan metode tematik, karena metode ini dapat mengkaji problem kontemporer.Dengan berlandaskan Al-Qur’an dan Hadits sebagai pijakan dalam membuat teori diharapkan dapat menciptakan sistem dan kurikulum pendidikan yang berpijak pada tauhid, akhlak, ibadah dan hubungan sosial sehingga dapat menciptakan pribadi paripurna (Ulu al-Bab). Kata kunci: Teori Pendidikan, Al-Qur’an, Teori Pendidikan dalam Al-Qur’an.