AQUASAINS
Published by Universitas Lampung
ISSN : -     EISSN : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue " Vol 2, No 2 (2014)" : 10 Documents clear
Evaluasi Kandungan Formalin Pada Ikan Asin Di Lampung Ali, Mahrus; Suparmono, Suparmono; Hudaidah, Siti
AQUASAINS Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Jurusan Perikanan dan Kelautan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (293.238 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan formalin pada ikan asin yang beredar di provinsi Lampung. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan teknik purposive sampling. Identifikasi formalin dilakukan secara kualitatif dengan menggunakan teskit formalin antilin® yang dilanjutkan dengan analisis kuantitatif menggunakan spektrofotometer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produk ikan asin yang terdapat di Lampung sangat beragam baik ditinjau jenis ikan, karakteristik maupun bentuk olahan. Ikan asin yang mengandung formalin sebanyak 25,92% dari sampel yang diteliti dengan kadar formalin berada pada level yang membahayakan, terutama sampel ikan layur dari Lampung Timur, ikan sebelah dari Bandar Lampung dan ikan nila dari Lampung Selatan.
Transfer Nutrisi Dan Energi Larva Udang Vanname (Litopennaeus vannamei) dengan Pemberian Pakan Artemia sp. Produk Lokal dan Impor Herawati, Vivi Endar
AQUASAINS Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Jurusan Perikanan dan Kelautan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (510.958 KB)

Abstract

Nutrisi dalam pakan merupakan faktor utama yang diperlukan dalam pertumbuhan dan meningkatkan tingkat kelulushidupan. Transfer nutrisi diperlukan untuk menemukan kandungan nutrisi yang paling banyak diserap dan dimanfaatkan untuk pertumbuhan larva udang, kemudian kebutuhan energy ditemukan melalui proses penyerapan nutrisi dalam Artemia sp. pada larva udang. Tujuan dari penelitian ini, yaitu menemukatan transfer nutrisi melalui profil asam lemak serta profil asam amino essensial dan menemukan kebutuhan energy total dalam penyerapan pakan Artemia sp. pada larva udang vanname stadia PL1-PL10. Metode yang digunakan adalah eksperimental dengan 3 perlakuan dan analisa data yang dilakukan secara deskriptif berdasarkan hasil analisis profil asam lemak dan profil asam amino essensial. Hasil yang didapatkan  transfer asam lemak lemak jenuh tertinggi pada larva udang dengan pemberian pakan Artemia sp. produk lokal, yaitu asam lemak palmitat dan transfer asam lemak tak jenuh tertinggi pada larva udang dengan pemberian pakan Artemia sp. produk impor, yaitu 6,44%. Transfer asam amino essensial total tertinggi pada larva udang dengan pemberian pakan Artemia sp. produk lokal dengan nilai transfer 0,61 ppm. Hasil perhitungan energi total pada larva udang vanname stadia PL 5 dan PL 10 dengan pemberian pakan Artemia sp. produk lokal adalah 2,95 kkal/g dan 3,35 kkal/g; kemudian untuk energi total pada larva udang stadia PL 5 dan PL 10 dengan pemberian pakan Artemia sp. impor adalah 2,76 kkal/gr dan 3,20 kkal/gr.
Penapisan Bakteri Pendegradasi Total Ammonia Nitrogen dari Sedimen Tambak Tradisional Udang Windu (Penaeus monodon) Susanti, Eva; Harpeni, Esti; Setyawan, Agus; Putri, Berta
AQUASAINS Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Jurusan Perikanan dan Kelautan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (516.292 KB)

Abstract

Bioremediasi merupakan salah satu upaya untuk mengurangi limbah tambak dengan memanfaatkan kemampuan mikroorganisme. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan kandidat isolat bakteri bioremediasi yang mampu mendegradasi total ammonia nitrogen (TAN) dari sedimen tambak tradisional.  Sedimen didapat dari tiga tambak udang windu (Penaeus monodon) di Desa Mulyosari, Kecamatan Pasir Sakti, Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung dengan jarak tambak dari pantai yaitu antara 600 - 1800 m). Metode phenate digunakan untuk menguji pendegradasi TAN. Hasil penelitian menunjukkan terdapat tiga isolat bakteri terbaik yang mampu menurunkan kandungan TAN adalah TI6, TI1, dan TII5 sebanyak 0,10; 0,06 mg/l dan 0,06 mg/l secara berurutan. Ketiga isolat tersebut diidentifikasi sebagai genus Campylobacter, Listeria dan Nitrosococcus.
Identifikasi Dan Keragaman Parasit Pada Ikan Maskoki (Carrasius Auratus) Dan Ikan Mas (Cyprinus Carpio) Yang Berasal Dari Lampung Dan Luar Lampung Handayani, Retna; Adiputra, Yudha Trinoegraha; Wardiyanto, Wardiyanto
AQUASAINS Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Jurusan Perikanan dan Kelautan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (626.163 KB)

Abstract

Penelitian dilakukan dengan tujuan untuk mengidentifikasi dan membandingkan keragaman jenis ektoparasit pada ikan mas (Cyprinus carpio) dan ikan maskoki (Carassius auratus) yang berasal dari Lampung dan luar Lampung Metode penelitian yang digunakan adalah survei langsung dan pengambilan sampel secara random ke pedagang ikan yang mendatangkan ikan dari luar Lampung serta ke lokasi budidaya ikan yang ada di Lampung.  Parameter yang diamati dalam penelitian ini adalah prevalensi parasit, intensitas, dominasi, indeks keragaman, indeks dominasi dan indeks keseragaman terhadap parasit yang ditemukan. Metode pemeriksaan secara langsung di lokasi dengan preparasi kerokan kulit dan insang dilakukan di laboratorium. Data yang diperoleh ditabulasi dan dihitung keragamannya dengan indeks Shannon-Wiener. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis parasit yang ditemukan menginfeksi ikan uji adalah Trichodina nobilis, Gyrodactylus sp, Trichodina reticulata, Dactylogyrus sp. Myxobolus sp. Vorticella sp. dan Ichthyophthirius sp. Parasit yang mendominasi ikan maskoki dari luar Lampung adalah Trichodina nobilis (69,66%) dan pada ikan maskoki asal Lampung adalah Trichodina nobilis (70,05%). Parasit yang mendominasi ikan mas asal luar Lampung adalah Trichodina nobilis (65,89%), dan pada ikan mas asal Lampung adalah Vorticella sp. (37,86%). Indeks keragaman parasit (H’) tertinggi pada ikan maskoki asal luar Lampung sebesar 0,6389, pada ikan maskoki asal Lampung sebesar 0,3836, pada ikan mas asal luar Lampung H’ sebesar 0,5766, dan pada ikan mas asal Lampung H’ tertinggi sebesar 0,5625.
KAJIAN KUALITAS PERAIRAN BERDASARKAN PARAMETER FISIKA DAN KIMIA DI PELABUHAN PERIKANAN SAMUDERA KENDARI SULAWESI TENGGARA Ira, Ira
AQUASAINS Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Jurusan Perikanan dan Kelautan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (396.606 KB)

Abstract

AbstrakPelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Kendari merupakan salah satu pelabuhan perikanan terbesar di Sulawesi. Banyaknya kapal-kapal yang berlabuh di PPS Kendari membuat banyak pula buangan sampah dan tumpahan minyak - minyak bekas yang masuk ke perairan laut. Buangan-buangan tersebut mengakibatkan terjadinya perubahan kualitas perairan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi kualitas air berdasarkan parameter fisika dan parameter kimia di PPS Kendari. Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi pengelolaan wilayah pesisir khususnya Pelabuhan Perikanan Samudera. Penentuan stasiun penelitian berdasarkan aspek keterwakilan pengaruh akibat aktivitas industri dan PPS yaitu, Stasiun 1 berada di dermaga PPS dimana dijadikan sebagai tempat berlabuhnya kapal dan tempat pembongkaran hasil tangkapan. Stasiun 2, berada di muara instalasi pembuangan limbah (IPAL) PPS Kendari. Parameter lingkungan yang diukur meliputi suhu, padatan tersuspensi, pH, salinitas, oksigen terlarut, nitrat, fosfat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi kualitas air PPS Kendari ditinjau dari parameter fisika dan kimia berdasarkan KepMen LH No. 51 Tahun 2004 sudah melebihi baku mutu air terutama untuk suhu, salinitas, oksigen terlarut dan fosfat.
Embriogenesis Dan Daya Tetas Ikan Pelangi (Melanotaenia parva) Pada Salinitas Yang Berbeda Mubarokah, Dahlia; Tarsim, Tarsim; Kadarini, Tutik
AQUASAINS Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Jurusan Perikanan dan Kelautan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (630.769 KB)

Abstract

Ikan hias adalah salah satu potensi  perikanan yang cukup besar di Indonesia. Budidaya ikan hias air tawar memiliki nilai ekspor yang cukup tinggi dan berpeluang dapat meningkatkan devisa. Ikan hias dapat dijadikan alternatif usaha yang dapat memberikan keuntungan finansial. Ikan pelangi (Melanotaenia parva) merupakan salah satu ikan hias air tawar yang memiliki warna, bentuk dan ukuran yang menarik, serta mudah dibudidayakan. Budidaya ikan pelangi memiliki kendala terutama pada ketersediaan benih. Ketersediaan benih berhubungan dengan waktu penetasan telur yang membutuhkan waktu lama. Peningkatan salinitas dapat digunakan untuk meningkatkan ketersediaan benih ikan pelangi. Penelitian dilakukan untuk mengetahui pengaruh salinitas terhadap daya tetas dan lama waktu penetasan telur ikan pelangi. Desain penelitian yang digunakan adalah rancangan acak lengkap dengan 6 perlakuan salinitas yaitu 0; 2; 4; 6; 8; dan 10 ppt dengan 3 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penetasan telur menggunakan salinitas yang berbeda berpengaruh terhadap lama embriogenesis. Telur ikan pelangi yang ditetaskan pada salinitas 4 ppt lebih cepat menetas dibandingkan dengan perlakuan lain. Kontras dengan lama waktu penetasan, ternyata salinitas  tidak berpengaruh terhadap daya tetas telur ikan pelangi. Penelitian ini menyarankan agar penggunaan air berkadar garam rendah disarankan untuk mempersingkat embriogenesis ikan pelangi.
Toksisitas Metil Metsulfuron Hubungannya Dengan Maskulinitas Copepoda Daphnia SP. Muarif, Muarif; Hasani, Qadar; Wijayanti, Henni
AQUASAINS Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Jurusan Perikanan dan Kelautan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (547.496 KB)

Abstract

Metil metsulfuron merupakan senyawa aktif yang umum digunakan oleh para petani untuk membasmi gulma di sawah. Penggunaan yang tidak sesuai pada senyawa aktif tersebut akan menyebabkan resiko pencemaran lingkungan yang berpengaruh terhadap kondisi organisme non target disekitarnya seperti gangguan reproduksi pada Daphnia sp. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat toksisitas metil metsulfuron dengan menentukan nilai LC50-48 jam terhadap Daphnia sp. serta mengetahui rasio jenis kelamin jantan anakan Daphnia sp. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pemberian senyawa aktif metil metsulfuron dengan konsentrasi yang berbeda. Pada uji toksisitas akut menggunakan konsentrasi 0 ppm; 20,89 ppm; 43,64 ppm; 91,17 ppm; 190,48 ppm dan 397,96 ppm. Sedangkan pada uji pengaruh metil metsulfuron terhadap rasio anakan jantan Daphnia sp. yaitu 0 ppm; 20 ppm; 40 ppm dan 80 ppm. Hasil penelitian pada uji toksisitas menunjukkan nilai (LC50)-48 jam sebesar 140,2 ppm sedangkan persentase rasio anakan jantan Daphnia sp. tertinggi terdapat pada perlakuan 80 ppm yaitu mencapai 71%. Hubungan antara konsentrasi metil metsulfuron dengan rasio anakan jantan Daphnia sp. menunjukkan bahwa semakin tinggi konsentrasi metil metsulfuron yang dipaparkan pada Daphnia sp., maka semakin meningkat pula rasio anakan jantan Daphnia sp. yang dihasilkan.
Analisis Efisiensi Usaha Penangkapan Nelayan Jaring Arad Di Tpi Roban Kabupaten Batang Sulistyowati, Sulistyowati
AQUASAINS Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Jurusan Perikanan dan Kelautan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (351.706 KB)

Abstract

Penelitian yang dilakukan di wilayah pesisir pantai Utara Jawa bertujuan untuk menghitung efisiensi teknis usaha nelayan jaring arad dan mengetahui efisiensi keuangan usaha nelayan jaring arad di TPI Roban Timur dan Barat kabupaten Batang berdasarkan kriteria investasi (investment criteria) sederhana yakni BC ratio (Benefit Cost  Ratio), BEP (Break Event Point) dan Payback Period. Metode yang digunakan adalah deskriptif. Responden nelayan  diambil secara random sampling sebanyak 10% dari populasi yang ada karena n >100 (Arikunto, 2004) sejumlah 31 orang yang berasal dari desa Kedawung dan desa Kedung Segog Kecamatan Tulis di wilayah TPI Roban Barat dan TPI Roban Timur sedangkan Kabupaten secara purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan pada bulan Nopember-Desember 2013. Hasil penelitian menunjukkan dari hasil analisis nilai BC ratio 1,21 , BEP(Q) 17,5 kg/trip  dan BEPharga Rp 9.765,80,-/kg/trip, BEP(PK) Rp 206.546,61,-/trip;dan Payback Periode 2,2 tahun modal sudah kembali.
Distribusi Dan Margin Pemasaran Hasil Tangkapan Ikan Tongkol (Euthynnus affinis) di Tpi Ujungbatu Jepara Hapsari, Trisnani Dwi
AQUASAINS Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Jurusan Perikanan dan Kelautan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (403.266 KB)

Abstract

Ikan Tongkol adalah salah satu ikan ekonomis penting yang tidak hanya disukai oleh masyarakat Indonesia, tetapi juga beberapa negara di Asia. Diperlukan proses pemasaran yang baik dalam menyalurkan barang dari produsen hingga ke konsumen. Panjang pendeknya saluran pemasaran berpengaruh terhadap harga dari barang pada konsumen terakhir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui saluran pemasaran, margin pemasaran serta efisiensi pemasaran pada tiap level lembaga pemasaran di TPI Ujungbatu Jepara. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi, wawancara, studi pustaka dan dokumentasi, sedangkan metode analisis data menggunakan metode deskriptif, margin pemasaran dan efisiensi pemasaran. Distribusi pemasaran ikan Tongkol di TPI Ujungbatu dipengaruhi oleh harga, produk, tempat, dan promosi. Berdasarkan pengamatan diketahui bahwa lembaga yang berperan dalam distribusi pemasaran ikan Tongkol adalah nelayan, pedagang besar, pedagang pengecer serta konsumen dengan pola distribusi yang terdiri dari 2 rantai pemasaran dan kesimpulan yang dapat diambil adalah keuntungan dan margin pemasaran terbesar diperoleh pedagang besar. Lembaga pemasaran baik pedagang besar maupun pengecer memiliki pemasaran yang efisien.
Modifikasi Biosekuritas, Peningkatan Performa Tambak Dan Keberlanjutan Budidaya Udang Vaname (Litopenaeus vannamei) di Kabupaten Pesawaran Provinsi Lampung Hudaidah, Siti; Kahfi, Ainul; Akbaidar, Gesty Ayu; Wardiyanto, Wardiyanto; Adiputra, Yudha Trinoegraha
AQUASAINS Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Jurusan Perikanan dan Kelautan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (631.193 KB)

Abstract

Penerapan biosekuritas pada budidaya udang vaname (Litopenaeus vannamei) dan hubungannya secara deskriptif dengan infeksi penyakit virus dan parasit dan performa budidaya  dipelajari untuk keberlanjutan budidaya udang di Kabupaten Pesawaran. Penelitian dilakukan dengan kuisioner standar biosekuritas, diagnosis penyakit virus, identifikasi jenis parasit dan performa budidaya udang. Penelitian menggunakan empat desa yang merupakan sentra budidaya udang di Kabupaten Pesawaran antara lain Hanura, Sidodadi, Gebang, Seribu dengan mengambil 16 petak tambak sebagai sampel. Hasil penelitian menunjukkan terdapat modifikasi penyediaan sarana, prasarana dan aplikasi biosekuritas pada empat desa dibandingkan biosekuritas standar. Modifikasi biosekuritas yang buruk di Desa Hanura menyebabkan infeksi penyakit virus dan budidaya udang tidak berlanjut. Modifikasi biosekuritas di Desa Sidodadi, Gebang dan Seribu yang berbeda mempengaruhi performa budidaya udang. Penerapan standar biosekuritas yang konsisten sesuai aturan lokal, nasional dan internasional diperlukan agar keberlanjutan industri udang vaname di Kabupaten Pesawaran dapat dipertahankan.

Page 1 of 1 | Total Record : 10