cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
KAPAL Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Kelautan
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal ini merupakan Jurnal Ilmiah untuk mengembangkan ilmu dibidang Ilmu Pengetahuan & Teknologi Kelautan. Jurnal ini diterbitkan oleh Teknik Perkapalan Universitas Diponegoro 3 (tiga) kali dalam 1 tahun pada bulan Februari, Juni dan Oktober.
Arjuna Subject : -
Articles 218 Documents
Desain Passive U-Tube Tank pada Kapal Ikan Tradisional Tipe Kragan Guna Menurunkan Rolling Kapal Karim, Farhan Abdul; Zakki, Ahmad Fauzan; Iqbal, Muhammad
Kapal: Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Kelautan Vol 15, No 3 (2018): Oktober
Publisher : Departemen Teknik Perkapalan - Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (892.45 KB) | DOI: 10.14710/kapal.v15i3.17897

Abstract

Capsizing  merupakan salah satu masalah yang terjadi pada kapal yang memiliki manuver tinggi. Hal tersebut berkaitan dengan gerakan rolling kapal dimana ketika nilai amplitudo rolling kapal terlalu besar maka akan menyebabkan terjadinya Capsizing. Gerakan ini akan berpengaruh terhadap kenyamanan dan keselamatan sebuah kapal. Dalam upaya menurunkan gerakan rolling pada kapal ikan tradisional tipe Kragan, penggunaan  anti-roll jenis passive tank merupakan salah satu solusi yang ditawarkan untuk mengatasi masalah ini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui besarnya pengurangan respon gerakan rolling kapal setelah menggunakan passive tank dan pengaruh konfigurasi ukuran pasiive tank. Harapannya hasil penelitian ini dapat bermanfaat untuk dijadikan rujukan dalam merancang passive tank bagi kapal nelayan di Indonesia. Pada penelitian ini, dilakukan analisa perbandingan penggunaan passive tank dengan variasi tinggi saluran dan lebar penampang. Pemodelan dilakukan dengan menggunakan software berbasis CAD yang kemudian dilakukan analisa perhitungan momen peredam untuk mendapatkan nilai Koefisien Damping yang mana digunakan untuk  peredam tambahan pada analisa gerakan rolling kapal menggunakan software berbasis CFD dan Metode Panel. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kapal dengan penambahan passive tank Model G memiliki respon momen redam dan Koefisien Damping yang paling baik dan dapat mengurangi nilai RMS rolling kapal sebesar 26,5 % dengan nilai RMS Rolling sebesar 2,69 Deg  yang memenuhi standar kriteria seakeeping Nordforsk  untuk kapal ikan.
Back-Matter V. 15, No. 3 Editor, Ketua
Kapal: Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Kelautan Vol 15, No 3 (2018): Oktober
Publisher : Departemen Teknik Perkapalan - Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (155.004 KB)

Abstract

Front-Matter V. 15, No. 3 Editor, Ketua
Kapal: Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Kelautan Vol 15, No 3 (2018): Oktober
Publisher : Departemen Teknik Perkapalan - Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (156.313 KB)

Abstract

ANALISA INVESTASI KAPAL IKAN TRADISIONAL PURSEINER 30 GT Mulyatno, Imam Pujo; Jatmiko, Sukanto; Susilo, Fajar
KAPAL Vol 9, No 2 (2012): JURNAL ILMU PENGETAHUAN & TEKNOLOGI KELAUTAN
Publisher : Teknik Perkapalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Analisa investasi merupakan analisa suatu usaha yang  di lakukan untuk mengetahui resiko kerugian atau hasil yang akan di dapat. Dalam berinvestasi tidak hanya mendatangkan untung, tetapi resiko rugi juga sangat terbuka  lebar. Kapal ikan beralat tangkap Purse seine menggunakan alat berupa jaring kerut yang digunakan untuk menangkap ikan pelagic yang membentuk gerombolan. Menurut  buku Fish methods  (Ayodhyoa, 1985),  ikan yang menjadi tujuan penangkapan dari purse seine adalah ikan – ikan “pelagic shoaling species” yang berarti ikan – ikan tersebut haruslah membentuk gerombolan, berada di dekat dengan permukaan air dan sangatlah diharapkan pula gerombolan ikan tersebut tinggi, yang berarti jarak ikan dengan ikan lainnya haruslah sedekat mungkin. Prinsip penangkapan ikan dengan purse seine adalah melingkari gerombolan ikan dengan jaring, sehingga jaring tersebut membentuk dinding vertical, dengan demikian gerakan ikan kearah horizontal dapat dihalangi. Setelah itu, bagian bawah jaring dikerucutkan untuk mencegah ikan lari kebawah jaring. Tugas akhir ini di mulai dengan tahapan pemodelan kapal Karunia Baru. Pengambilan data biaya pembangunan kapal Karunia Baru. Yang nantinya akan Di padukan dengan data biaya perbekalan kapal serta hasil operasional kapal. Yang akan menghasilkan BEP kapal atau kapan modal pembangunan kapal akan kembali pada kapal ikan tradisional KM.Karunia Baru. Dengan biaya investasi sebesar Rp1.378.441.000,00 dan hasil bersih pemilik kapal Rp 29.450.500,00 pada tahun 2010, pada tahun 2011 Rp 36.306.000,00 dan pada tahun 2012 di asumsikan sama Rp 36.306.000,00. Dapat disimpulkan modal akan kembali pada trip ke 72 tahun ke 2 minggu ke 28
ANALISA PERFORMANCE KAPAL IKAN TRADISIONAL KM. RIZKY MINA ABADI DENGAN ADANYA MODIFIKASI PALKA IKAN BERINSULASI POLYURETHANE Hadi, Eko Sasmito; Manik, Parlindungan; Juwanto, Juwanto
KAPAL Vol 9, No 2 (2012): JURNAL ILMU PENGETAHUAN & TEKNOLOGI KELAUTAN
Publisher : Teknik Perkapalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Perancangan desain palka polyurethane pada kapal tradisonal tipe Batang ini didasarkan akan kebutuhan es untuk mendinginkan jumlah ikan yang ada dalam palka, dalam perancangan palka polyurethane diperlukan kenerja dan spesifikasi teknis yang baik diantaranya stabilitas, hambatan, olah gerak, kecepatan kapal. Pada penelitian ini direncanakan sistem palka polyurethane dengan pengurangan massa total es sebesar 2912,13 kg dengan massa ikan constant dari palka biasa.Pada prinsipnya adalah bagaimana kemampuan kapal untuk tiap-tiap kondisi dengan pengurangan massa muatan ,sehingga pada tiap-tiap kondisi tersebut kapal  palka polyurethane mempunyai stabilitas yang baik dengan hambatan yang lebih kecil dibandingkan kapal palka biasa. Hasil perhitungan hullform sistem palka polyurethane yang dirancang memiliki nilai MG (Metacenter to Gravity) 1,29 % lebih  tinggi  dan nilai Sarat Midship lebih rendah 3,89 % dibandingkan menggunakan palka biasa.Nilai hambatan kapal dan daya palka polyurethane lebih kecil 0,17 KN dan 1,24 KW dibandingkan kapal palka biasa untuk kondisi palka muatan penuh. Dari segi olah gerak kapal, pada sistem palka polyurethane memilki  nilai motion dan velocity lebih kecil 0,19° dan 0,0043 rad/s dibandingkan  sistem palka biasa pada kondisi Rolling Rough Water wave heading 90 °.
PERANCANGAN SOFTWARE UNTUK DESAIN LINES PLAN KAPAL PERIKANAN BERDASARKAN GROSS TONNAGE KAPAL PERIKANAN DI KABUPATEN BATANG Trimulyono, Andi; Budiarto, Untung; Anando, Nico Dwiprasti
KAPAL Vol 9, No 2 (2012): JURNAL ILMU PENGETAHUAN & TEKNOLOGI KELAUTAN
Publisher : Teknik Perkapalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Selama ini kapal yang digunakan oleh nelayan untuk melaut masih menggunakan kapal perikanan tradisional yang belum memiliki perhitungan dan masih dibuat secara turun temurun berdasarkan pengalaman membangun kapal perikanan. Di Jawa Tengah terdapat beberapa daerah sebagai pusat pembangunan kapal perikanan yang memiliki tipe kapal perikanan tradisional sesuai dengan daerahnya, salah satunya adalah kapal perikanan tipe Batang. Batang merupakan salah satu kabupaten di Jawa Tengah yang terletak di pesisir Laut Jawa sehingga banyak terdapat aktivitas nelayan penangkap ikan yang membutuhkan kapal sebagai alat penunjang penangkapan ikan, tidak heran jika Batang memiliki industri pembangunan kapal perikanan tradisional yang cukup besar dan sudah dikenal hingga ke Mancanegara. Proses perancangan software pembuatan Lines Plan kapal perikanan tipe Batang ini berdasarkan data kapal yang sudah pernah dibangun di galangan kapal kayu Batang yang berfungsi untuk menentukan bentuk lambung kapal agar sesuai dengan gross tonnage dengan cara interpolasi dari data-data kapal yang sudah pernah dibangun di galangan kapal Batang. Software ini beroperasi dengan input gross tonnage kapal perikanan dan output berupa data offet table kapal dan gambar lines plan berupa sheer plan, body plan, dan half breadth plan serta ukuran utama kapal dan ukuran bangunan atas kapal yang sesuai dengan gross tonnage yang diinginkan.
PERANCANGAN KAPAL CONTAINER 208 TEU RUTE PELAYARAN SURABAYA – BANJARMASIN Budiarto, Untung; Arswendo A, Berlian; Kartika P, Friska
KAPAL Vol 9, No 2 (2012): JURNAL ILMU PENGETAHUAN & TEKNOLOGI KELAUTAN
Publisher : Teknik Perkapalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Kapal container adalah kapal yang khusus digunakan untuk mengangkut petikemas. Perancangan kapal container ini diamksudkan untuk menambah jumlah armada kapal container, yang berbendera Indonesia khususnya yang selama ini jumlahnya masih sangat minim. Tugas Akhir ini terfokus pada solusi untuk menambah jumlah kapal container dengan cara mendesain sebuah kapal container dengan perhitungan menggunakan software. Pembuatan Tugas Akhir ini bertujuan untuk mendapatkan desain rencana umum kapal container dengan ukuran 208 Teu. Selain itu juga untuk menganalisa nilai hidrostatik, hambatan, stabilitas, serta olah gerak yang terjadi pada kapal yang sudah direncanakan. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, materi dalam penelitian ini meliputi teknik pengumpulan data dan pengolahan data. Pengumpulan data ini berupa ukuran utama dari kapal pembanding yang sudah ada yang diambil dari register Biro Klasifikasi Indonesia tahun 2001, kemudian data tersebut diolah menggunakan software Delftship versi 4.03 dilengkapi dengan software lain yang mendukung. Dari hasil perancangan tersebut akan diperoleh desain rencana umum kapal container 208 teu dengan ukuran utama panjang kapal (Lpp) = 92 m, lebar kapal (B) = 16,5 m, tinggi kapal (H) = 7,8 m, tinggi sarat kapal (T) = 5,5 m, serta kecepatan dinasnya (Vs) = 11,9 knot. Berdasarkan perhitungan hambatan didapat besar hambatan total pada kecepatan maksimum 11,9 knot sebesar 118,45 kN. Untuk nilai stabilitas kapal pada 7 kondisi yang ada, semua memenuhi persyaratan “pass” dengan nilai displasemen 5843 kN. Dari semua hasil perhitungan yang diperoleh yang mengacu pada aturan IMO (International Maritime Organization), menunjukkan bahwa stabilitas dari model kapal dinyatakan memenuhi standar kriteria yang ditetapkan oleh IMO
PERANCANGAN KAPAL KONTAINER 400 TEU DENGAN RADIUS PELAYARAN 764 MIL LAUT Budi S, Ari Wibawa; Septarudin, Rino
KAPAL Vol 9, No 2 (2012): JURNAL ILMU PENGETAHUAN & TEKNOLOGI KELAUTAN
Publisher : Teknik Perkapalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Kapal kontainer adalah kapal yang khusus digunakan untuk mengangkut peti kemas yang standar. Memiliki rongga (cells) untuk menyimpan peti kemas ukuran standar. Peti kemas diangkat ke atas kapal di terminal peti kemas dengan menggunakan crane / derek khusus yang dapat dilakukan dengan cepat, baik derek-derek yang berada di dermaga maupun derek yang berada di atas kapal itu sendiri. Pada penelitian ini direncanakan desain lambung kapal, hidrostatik, hambatan, stabilitas dan olah gerak kapal yang sesuai dengan standart IMO. Ukuran utama kapal didapatkan menggunakan metode regresi yang didasarkan pada data 7 kapal pembanding. Dari ukuran utama yang didapat kemudian dilakukan pembuatan linesplan, general arrangement, hambatan kapal, olah gerak kapal dan stabilitas kapal yang sesuai dengan standart IMO. Setelah dilakukan analisa dengan menggunakan metode regresi yang didasarkan pada data 7 kapal pembanding yang diambil dari register Biro Klasifikasi Indonesia tahun 2001 dihasilkan alternatif ukuran utama kapal, yaitu dengan panjang kapal (Lpp) = 102,79 m, lebar kapal (B) = 18,47 m, tinggi kapal (H) = 8,74 m, sarat kapal (T) = 6,49 m, dan kecepatan kapal (Vd) = 14 knot. Pada kecepatan maksimal 14 knot hambatan yang di terima sebesar = 255 KN dan power sebesar 2623.68 Hp. Nilai GZ  maksimum kapal = 47,3 – 49,1 m.deg dan nilai GM awal = 2,245 – 10,461 m.
STUDI HULLFORM KAPAL IKAN 201 GT UNTUK DAERAH KOTA PEKALONGAN DENGAN RADIUS PELAYARAN 1000 MIL LAUT Kiryanto, Kiryanto; Samuel, Samuel; Solihin, Solihin
KAPAL Vol 9, No 2 (2012): JURNAL ILMU PENGETAHUAN & TEKNOLOGI KELAUTAN
Publisher : Teknik Perkapalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Untuk meningkatkan pengelolaan sumberdaya laut ( utamanya perikanan) di daerah kota Pekalongan maka perlu dilakukan kajian yang lebih dalam mengenai perencanaan suatu kapal yang mampu mencapai daerah di luar batas 12 mil laut dan Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia (ZEEI). Pada penelitian ini direncanakan desain lambung, penentuan volume tangki-tangki, hidrostatik, hambatan, stabilitas dan olah gerak kapal yang sesuai dengan standart IMO. Ukuran utama kapal didapatkan menggunakan metode regresi yang didasarkan pada data 5 kapal pembanding. Dari ukuran utama yang didapat kemudian dilakukan pembuatan linesplan, general arrangement, hambatan kapal, olah gerak kapal dan stabilitas kapal yang sesuai dengan standart IMO. Setelah dilakukan analisa dengan menggunakan metode regresi yang didasarkan pada data 5 kapal pembanding dihasilkan alternatif ukuran utama kapal, yaitu dengan panjang kapal (Lpp) = 31,18 m, lebar kapal (B) = 6,82 m, tinggi kapal (H) = 3,12 m, sarat kapal (T) = 2,72 m, dan kecepatan kapal (V) = 11 knot. Volume tanki yang di butuhkan untuk pelayaran selama 20 hari dan menggunakan mesin 272 kw(370HP).Tanki bahan bakar = 47.82738 m3,Tanki minyak pelumas = 0,63628 m3,Tanki air tawar           = 29,8608 ton, Tanki harian = 1,496152 m3. Pada kecepatan maksimal 11 knot hambatan yang di terima sebesar = 30,97 KN dan powes sebesar 335,75 Hp. Nilai GZ  maksimum kapal = 27,3 – 39,1 deg dan nilai GM awal = 1,13 – 1,596 m
PENGGUNAAN KAMERA VIDEO SEBAGAI ALTERNATIF ALAT UKUR GETARAN LATERAL PADA PERMESINAN DI KAPAL Poernomo, Heroe
KAPAL Vol 9, No 2 (2012): JURNAL ILMU PENGETAHUAN & TEKNOLOGI KELAUTAN
Publisher : Teknik Perkapalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

General method which often used in measuring lateral vibration in the ship is vibration-meter. This method has some limitation like complicated, high cost, just can measure vibration at house of bearing and cannot measure vibration at shaft which rotated. Other limitation is the optimum censor at high rotation up to 600 rpm. Based on the above condition, this research conduct the vibration measurement with the alternative method, that is Digital Image Processing. This Method is simple and expense required cheaper if compared to previous method. Vibration which can be measured not limited at house of bearing but it can at all of shaft and can be used at object with the lower rotation. This method just use camera to record vibration object and then  analyse all frames of picture to know displacement value by matlab software. Experiments to get vibration data at berputar shaft with use 2 method, there are digital  image processing and vibration-meter  as validation. The shaft with diameter 5 mm and 10 mm rotate at drilling machine with 280 rpm and 550 rpm. The vibration data take by two methods together in the spanning same time. Based on result of analysis vibration data from second methods can be pulled a conclusion that vibration measurement with the Digital Image Processing after validation and compared to vibration-meter have tend the same value, so the Digital Image Processing method can be used as alternative method in measurement of vibration at berputar shaft rotate

Page 1 of 22 | Total Record : 218


Filter by Year

2006 2019


Filter By Issues
All Issue Vol 16, No 1 (2019): Februari Vol 15, No 3 (2018): Oktober Vol 15, No 2 (2018): Juni Vol 15, No 1 (2018): Februari Vol 13, No 3 (2016): Oktober Vol 13, No 1 (2016): Februari Vol 12, No 3 (2015): Oktober Vol 12, No 2 (2015): JUNI Vol 12, No 1 (2015): Februari Vol 11, No 3 (2014): Oktober Vol 11, No 2 (2014): Juni Vol 11, No 1 (2014): Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Kelautan Vol 10, No 3 (2013): JURNAL ILMU PENGETAHUAN & TEKNOLOGI KELAUTAN Vol 10, No 2 (2013): JURNAL ILMU PENGETAHUAN & TEKNOLOGI KELAUTAN Vol 10, No 1 (2013): JURNAL ILMU PENGETAHUAN & TEKNOLOGI KELAUTAN Vol 9, No 3 (2012): JURNAL ILMU PENGETAHUAN & TEKNOLOGI KELAUTAN Vol 9, No 2 (2012): JURNAL ILMU PENGETAHUAN & TEKNOLOGI KELAUTAN Vol 9, No 1 (2012): JURNAL ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI KELAUTAN Vol 8, No 3 (2011): JURNAL ILMU PENGETAHUAN & TEKNOLOGI KELAUTAN Vol 8, No 2 (2011): JURNAL ILMU PENGETAHUAN & TEKNOLOGI KELAUTAN Vol 8, No 1 (2011): JURNAL ILMU PENGETAHUAN & TEKNOLOGI KELAUTAN Vol 7, No 3 (2010): JURNAL ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI KELAUTAN Vol 7, No 2 (2010): JURNAL ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI KELAUTAN Vol 7, No 1 (2010): JURNAL ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI KELAUTAN Vol 6, No 2 (2009): JURNAL ILMU PENGETAHUAN & TEKNOLOGI KELAUTAN Vol 5, No 3 (2008): JURNAL ILMU PENGETAHUAN & TEKNOLOGI KELAUTAN Vol 5, No 2 (2008): JURNAL ILMU PENGETAHUAN & TEKNOLOGI KELAUTAN Vol 5, No 1 (2008): JURNAL ILMU PENGETAHUAN & TEKNOLOGI KELAUTAN Vol 4, No 1 (2007): JURNAL ILMU PENGETAHUAN & TEKNOLOGI KELAUTAN Vol 3, No 3 (2006): JURNAL ILMU PENGETAHUAN & TEKNOLOGI KELAUTAN More Issue