cover
Filter by Year

Analysis
Alami Journal (Alauddin Islamic Medical Journal)
Jurnal Prodi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UIN Alauddin Makassar yang berisi artikel-artikel kedokteran dan kesehatan yang terintegrasi dengan Islam dalam bidang promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif.
Articles
11
Articles
RISIKO ABNORMALITAS INTERVAL QT PADA IBU HAMIL DENGAN HIPERTENSI

Tihardimanto, Andi

Alami Journal (Alauddin Islamic Medical) Journal Vol 1, No 1 (2017): Alami
Publisher : Alami Journal (Alauddin Islamic Medical) Journal

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (323.886 KB)

Abstract

Hipertensi dalam kehamilan merupakan salah satu dari lima penyebab kematian ibu di Indonesia karena dapat menyebabkan komplikasi maternal yang berat berupa kejadian karidovaskuler yang mengancam jiwa. Hal ini dapat ditimbulkan oleh kejadiana ritmia yang pada dasarnya dapat diskrining sebelumnya melalui pemeriksaan sederhana, yaitu elektrokardiografi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan durasi interval QT pada gambaran elektrokardiorafi ibu hamil yang menderita hipertensi dengan yang tidak hipertensi. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian terdiri atas dua kelompok yang masing-masing sebanyak 29 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa durasi rerata interval QT pada ibu hamil dengan hipertensi adalah 338.9±19.8 millidetik dengan QTc selama 430.9±28.4 millidetik, lebih tinggi jika dibandingkan dengan ibu hamil tanpa hipertensi dengan durasi rerata interval QT selama 325.9±16.8 millidetik dengan QTc selama 408.8±26.1 millidetik. Terdapat perbedaan durasi rerata interval QT yang bermakna antara ibu hamil dengan hipertensi dengan ibu hamil dengan tanpa hipertensi (p=0.003). Disimpulkan bahwa durasi interval QTc pada ibu hamil dengan hipertensi lebih panjang dibandingkan dengan tanpa hipertensi.

Penatalaksanaan Kanker Prostat

Nurdin, Andi Armyn

Alami Journal (Alauddin Islamic Medical) Journal Vol 1, No 1 (2017): Alami
Publisher : Alami Journal (Alauddin Islamic Medical) Journal

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.955 KB)

Abstract

Kanker prostat terjadi ketika sel-sel prostat tumbuh lebih cepat daripada kondisi normal sehingga membentuk benjolan atau tumor yang memiliki keganasan.Kanker ini terjadi pada pria terutama yang berusia di atas 65 tahun. Kanker prostat merupakan penyebab kematian akibat kanker No 3 pada pria dan merupakan penyebab utama kematin akibat kanker pada pria diatas 74 tahun. Kanker prostat jarang ditemukan pada pria berusia kurang dari 40 tahun. Seperti halnya kanker lain, penyebab kanker prostat tidak diketahui, usia lanjut, faktor keturunan, ras, dan paparan logam cadminum menjadi pemicu kanker ini. Pertumbuhan kanker prostat seringkali sangat lambat, bisa tidak menimbulkan gejala selama bertahun-tahun.Dengan semakin membesarnya kanker, keluhan mulai muncul karena desakan pada uretra menimbulkan iritasi atau menyumbat aliran air seni. Biasanya kanker prostat berkembang secara perlahan dan tidak menimbulkan gejala sampai kanker telah mencapai stadium lanjut.Kadang gejalanya menyerupai BPH, yaitu berupa kesulitan dalam berkemih dan sering berkemih. Gejala tersebut timbul karena kanker menyebabkan penyumbatan parsial pada aliran air kemih melalui uretra. Kanker prostat bisa menyebabkan air kemih berwarna merah (karena mengandung darah) atau menyebabkan terjadinya penahanan air kemih mendadak. Setelah kanker menyebar, biasanya penderita akan mengalami anemia. Kanker prostat juga bisa menyebar ke otak dan menyebabkan kejang serta gejala mental atau neurologis lainnya. 

HUBUNGAN KEPATUHAN KONSUMSI TABLET FE TERHADAP KEJADIAN ANEMIA PADA IBU HAMIL DI KECAMATAN PATALLASSANG KABUPATEN GOWA TAHUN 2016

Darmawansyih, Darmawansyih

Alami Journal (Alauddin Islamic Medical) Journal Vol 1, No 1 (2017): Alami
Publisher : Alami Journal (Alauddin Islamic Medical) Journal

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (340.636 KB)

Abstract

Prevalence of iron deficiency anemia in pregnancy in the world about 35-75 %. The most common causes of anemia in pregnancy is iron deficiency.  In Indonesia the rate of anemia in pregnant women was 37.1% and increases with increasing gestational age. To prevent anemia in pregnant women can doing by provision of iron tablets. In Indonesia the provision of iron tablets has been a government program. Although the government has launched the provision of iron tablets, but the rate of anemia among pregnant women is still quite high. In the district Of Gowa, especially in  Patallassang the rates of anemia is still high and increased from year to year.This study aimed to examine the association between adherence iron tablet consumption with the incidence of anemia among pregnant women in the district. Pattallassang, Gowa. The type of research is observational analytic research with cross-sectional approach.Of the 57 samples were obtained as much as 86% adherent to drink tablets Fe and 14% non-compliant. Meanwhile there are 93% of respondents who experienced mild anemia, severe anemia 1.8% and 5.3% of respondents had a normal hemoglobin level. By Chi Square test P values obtained for the relationship between the consumption of tablet Fe compliance with the incidence of anemia among pregnant women 0.036 (P <0.05)Conclusion: There is a relationship between the consumption of iron tablet compliance with the incidence of anemia among pregnant women in the district. Patallassang, Gowa.

HUBUNGAN INKONTINENSIA ANI DAN KUALITAS HIDUP MENURUT FECAL INCONTINENCE QUALITY OF LIFE (FIQL) PADA LANSIA DI PANTI SOSIAL TRESNA WERDHA

Nurdin, Azizah

Alami Journal (Alauddin Islamic Medical) Journal Vol 1, No 1 (2017): Alami
Publisher : Alami Journal (Alauddin Islamic Medical) Journal

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (341.103 KB)

Abstract

Inkontinensia ani merupakan kondisi kesehatan yang secara fisik dan psikososial secara negatif mempengaruhi kualitas hidup seseorang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuihubungan inkontinensia ani dengan kualitas hidup pada lansia. Penelitian ini dilaksanakan dipanti sosial Tresna Werdha 1 Oktober 2016 sampai 31 Desember 2016. Metode yang digunakan adalah desain cross-sectionaldengan sampel berjumlah 95 orang. Instrumen yang digunakan untuk menilai  inkontinensia ani dan kualitas hidupnya adalah self-adminnistered questionnaire terdiri dari fecal incontinence severity index dan fecal incontinence quality of life.  Data diolah dengan uji chi-square dan tingkat signifikansi p<0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik subjek penelitian mayoritas berusia lebih dari 75 tahun yakni 49 orang (51%), berpendidikan rendah85 orang (89,5%), memiliki indeks massa tubuh yang normal yakni 90 orang (95,7%) serta mengalami inkontinensia ani 9 orang (14,7%). Berdasarkan analisis statistik, individu dengan inkontinensia ani cenderung memiliki kualitas hidup yang rendah dibandingkan dengan tanpa inkontinensia ani dengan nilai p<0.05. Oleh karena itu, deteksi dini adanya inkontinensia ani sangat perlu untuk disosialisasikan dikalangan petugas kesehatan untuk mencegah menjadi lebih berat yang akan menurunkan kualitas hidup.

GAMBARAN FAKTOR RESIKO PADA WANITA USIA SUBUR DENGAN PENYAKIT MENULAR SEKSUAL DI RSUD SYEKH YUSUF

Sari, Jelita Inayah

Alami Journal (Alauddin Islamic Medical) Journal Vol 1, No 1 (2017): Alami
Publisher : Alami Journal (Alauddin Islamic Medical) Journal

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (313.39 KB)

Abstract

Wanita usia subur yaitu antara 14-49 tahun, adalah wanita yang masih mengalami masa menstruasi dan memungkinkan untuk hamil jika mengalami fertilisasi. Pada usia ini wanita sangat rentan terinfeksi penyakit menular seksual, karena berbagai faktor. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui angka kejadian penyakit menular berdasarkan tingkat pendidikan, usia pertama kali berhubungan sex, personal hygiene, dan perilaku sex.. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan desain cross sectional dimana data diperoleh secara langsung (data primer) dengan  menggunakan quisioner terpimpin  dan  data sekunder yang diperoleh  dari tempat penelitian. Dari hasil penelitian diperoleh hasil pasien yang terdiagnos PMS banyak terjadi pada responden dengan tingkat pendidikan SD (37%), , berhubungan sex pertama kali di bawah usia 25 tahun (66%), personal hygiene yang buruk (64%) dan berperilaku unprotected sex (62%) .

PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU TENTANG PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN INFEKSI NIFAS DI BELLA BORI DAN BELLA PUNRANGA KABUPATEN GOWA

Haruna, Nadyah

Alami Journal (Alauddin Islamic Medical) Journal Vol 1, No 1 (2017): Alami
Publisher : Alami Journal (Alauddin Islamic Medical) Journal

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (332.297 KB)

Abstract

One  of  the  main  cause  of  maternal  mortality  is  postpartum infection which is the second number of  maternal  mortality in the world while in Indonesia it became the third after eclampsia and hemorrhage. Due to this condition this study want to  find  the overview of knowledgde and  attitude of women about the prevention and restraint of postpartum  infection in two villages Bella Bori and Bella Punranga  from 7 September to 13 December 2016. This study used descriptive method, primary data collected from 50 preganancy and post partum woman determined by purposive sampling in this two villages.The research showed that respondents who have a good knowledge about the prevention and restraint of postpartum infection were 18 respondens (36%) and the respondents who have lack of knowledge are 31 respondens (64%). Meanwhile in terms of attitude, 33 respondents (66%) who have positive attitude about the prevention and restraint of postpartum  infection and 17 respondents (34%) who have negative attitude.It is expected for each expactant to look for information more through read, follow the counselling, or discuss with health care providers in order to be able to apply the knowledge about the prevention and restraint of postpartum infection.

PERBANDINGAN DERAJAT STATUS GIZI ANAK BERDASARKAN RIWAYAT PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF

Saharuddin, Saharuddin

Alami Journal (Alauddin Islamic Medical) Journal Vol 1, No 1 (2017): Alami
Publisher : Alami Journal (Alauddin Islamic Medical) Journal

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (346.379 KB)

Abstract

Gizi merupakan unsur yang sangat penting di dalam tubuh. Gizi harus dipenuhi justru sejak masih anak-anak, karena gizi selain penting untuk pertumbuhan badan, juga penting untuk perkembangan otak. Suatu metode yang telah digunakan secara luas untuk menentukan status gizi adalah pengukuran antropometri yakni pengukuran dimensi tubuh dan komposisi tubuh dari berbagai tingkat umur dan tingkat gizi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui status gizi murid Taman Kanak-kanak Satu Atap SDN Kapasa Kelurahan Kapasa Kecamatan Tamalanrea Makassar berdasarkan berat badan menurut umur, tinggi badan menurut umur, berat badan menurut tinggi badan yang dihubungkan dengan riwayat pemberian asi eksklusif. Jenis penelitian yang digunakan adalah survei deskriptif, yaitu suatu metode penelitian yang dilakukan dengan tujuan untuk mendeskripsikan variabel-variabel utama subyek studi. Teknik pengambilan sampel adalah dengan menggunakan metode total sampling. Dari penelitian ini, diperoleh data bahwa sebagian besar ibu memberikan asi eksklusif yaitu 78,6%, sedangkan sebanyak 21,4% murid tidak mendapat asi eksklusif. Berdasarkan dari hasil penelitian ini didapatkan bahwa gizi baik pada kenyataannya dipengaruhi oleh pola makan anak dan riwayat pemberian ASI pada waktu bayi. Anak yang pernah mendapatkan ASI eksklusif pertumbuhan dan perkembangannya lebih baik dibandingkan anak yang tidak mendapatkan ASI eksklusif yaitu pemberian ASI saja selama 6 bulan pertama kehidupan.

Wanita dengan Sindrom Rupus : Lupus Eritematosus Sistemik dan Artritis Reumatoid

Amiruddin, Asriani

Alami Journal (Alauddin Islamic Medical) Journal Vol 1, No 1 (2017): Alami
Publisher : Alami Journal (Alauddin Islamic Medical) Journal

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (311.677 KB)

Abstract

Background : The coexistence of  two or  more connective tissue diseases in the same patient is a rare phenomenon, particularly the coexistence of Sytemic Lupus Erythematosus (SLE)  and Rheumatoid Arthrtitis (RA) (0,01 to 2%). Rhupus syndrome is a symmetric deforming polyarthritis of the small and large joints which is erosive on radiography and accompanied by clinical signs and symptoms of SLE and by the presence of specific autoantibodies with high specificity.Case : A young female, 29 years old with symmetric polyarthritis of both upper and lower limb joints for last six months  and was developed in two weeks. There was a history of hair loss for least 1 year. She also gave history of recurrent painful oral ulcers for last 6 months. Examination revealed alopecia, pallor, malar rash, and symmetric polyarthritis. The laboratory results were anemia, thrombocytopenia, positive anti-cyclic citrullinated peptide antibodies, positive rheumatoid factor, increased erythrocyte sedimentation rate, and the immunologic disorder characterized by positive anti-Sm. Plain radiographs of both hands showed  erosive polyarthritis. The treatment with methyl prednisolone, methotrexate, calcium, and folic acid. During treatment, she achieved clinical remission.Discussion : Symmetric  polyarthritis  at  the  young  age  are  affected  in 90% of the  patients  with  SLE  and RA. The beginning of which could not be defined, was coexistent with this overlap syndrome. Diagnosis of  RA based on  American College of Rheumatology (ACR)/European League Against Rheumatism (EULAR) and diagnosis of SLE based on ACR 1997 criteria. The therapy include low to moderate doses systemic corticosteroid and combination with 1-3 Disease-modifying anti-rheumatic drugs (DMARDs).

Korelasi Faktor Demografi dengan Kejadian Infeksi Saluran Kemih pada Ibu Hamil

Ayu Delima, Andi Alifia

Alami Journal (Alauddin Islamic Medical) Journal Vol 1, No 1 (2017): Alami
Publisher : Alami Journal (Alauddin Islamic Medical) Journal

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (336.268 KB)

Abstract

Angka kematian ibu (AKI) di Indonesia tergolong sangat tinggi, salah satu faktor penyebabnya karena Infeksi Saluran Kemih (ISK). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor demografi yang berpengaruh terhadap kejadian ISK pada ibu hamil di kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa.Penelitian ini merupakan studi korelasi analitik observasional dengan pendekatan studicross-sectional.Sumber data primer penelitian ini adalah 42 orang ibu hamil yang diperoleh dengan teknik accidental sampling.Penelitian ini menunjukkan bahwa pola kejadian ISK pada ibu hamil di Kecamatan Somba Opu Kabupaten Gowa berdasarkan faktor demografi didominasi oleh ibu hamil dengan kategori usia 26 – 35 tahun; usia kehamilan 26-40 minggu; kelompok Paritas P2; tingkat pendidikan  SMA, Diploma dan Sarjana; dan status pekerjaan bekerja. Korelasi antar variabel yang signifikan ditemukan pada hubungan antara usia kehamilan dan kejadian ISK dengan nilai p < 0,05 (0,029), dan hubungan antara status bekerja dan kejadian ISK dengan nilai p < 0,05 (0,038).  Faktor demografi usia ibu hamil, paritas, dan tingkat pendidikan tidak menunjukkan hubungan yang signifikan terhadap kejadian ISK.

KESEDIAAN CALON BIDAN UNTUK BEKERJA DI DAERAH TERPENCIL

Kadir, Nurhira Abdul

Alami Journal (Alauddin Islamic Medical) Journal Vol 1, No 1 (2017): Alami
Publisher : Alami Journal (Alauddin Islamic Medical) Journal

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (358.684 KB)

Abstract

Various factors affect the willingness of future midwives to work in remote areas. Individual characters, self-motivation, education and incentives are among things considered to determine that willingness. This descriptive study compares final-stage students from urban and rural midwiferyeducational institutions in terms of their willingness to accept rural posting, the reasons for the willingness, the expectation towards and the duration of the assignment. Questionnaires were distributed to the two groups, 116 students from rural institution and 85 students from urban institution.  The study found that the majority of respondents from both groups were 21 years of age or older and had a GPA of 3 or more. The respondents from both institutions mostly said they were willing to work in remote areas. The most dominant reasons for that were to serve the benefit of society and to add experience. Most students from both institutions expect the fulfillment of facilities and infrastructure to work. Duration of 1 and 2 years of assignment attracts respondents in both institutions but most rural students choose a period of 3 years. This research is expected to contribute to improving the regulation of midwife remote placement and also that future research can explore much deeper aspects such as respondents’ characteristics  and their relation to the willingness for  doing rural posting.