cover
Filter by Year
Jurnal Purifikasi
ISSN : 14113465     EISSN : 24663352
Jurnal Purifikasi was published since January 2000 by Division of Journal Purifikasi Department of Environmental Engineering-Faculty of Civil, Environment and Geo Engineering. Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya in collaboration with the Association of Indonesian Sanitary and Environmental Techniques (IATPI) East Java. Jurnal Purifikasi is published twice a year in July and December, covers topics on technology and management related to environmental engineering field.
Articles
246
Articles
IDENTIFIKASI MIKROORGANISME DOMINAN PADA MEDIA UNGGUN BIOFILTER YANG BERPERAN DALAM PENYISIHAN H2S DAN NH3

Surwadin, Didin

Purifikasi Vol 6 No 2 (2005): Jurnal Purifikasi
Publisher : Department of Environmental Engineering-Faculty of Civil, Environmental and Geo Engineering. Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Teknik biofiltrasi merupakan alternatif yang tepat dalam pengendalian pencemaran udara (malodor). Faktor utama ke-berhasilan penerapan teknik biofiltrasi adalah peranan aktivitas mikroorganisme yang terlibat dalam biofilter. Tujuan penelitian ini adalah mengisolasi dan mengidentifikasi mikroorganisme dominan yang berperan dalam penyisihan gas H2S dan NH3 pada media unggun biofilter. Media unggun yang digunakan meliputi : campuran tempurung sawit dengan limbah padat karet dan serabut sawit. Pengambilan sampel dilakukan tiga tahapan disesuaikan dengan perlakukan pengumpanan gas kontaminan, yaitu pengumpanan gas H2S tunggal, NH3 tunggal dan campuran H2S dan NH3. Pengambilan sampel tersebut dilakukan setelah operasi reaktor dalam keadaan tunak. Mikroorganisme bakteri dan jamur diisolasi dari sampel sampai diperoleh kultur murni untuk kemudian diidentifikasi jenisnya. Hasil identifikasi diperoleh bakteri Pseudomonas, Bacillus, dan Alcaligenes serta jamur Trichosporon dan Moniliella sebagai genus dominan pada kedua reaktor.

PENURUNAN KANDUNGAN NITRAT DAN POSPAT OLEH ALGAE HIJAU (Chlorella sp.)

Pandebesie, Ellina Sitepu, W., Susi Agustina

Purifikasi Vol 6 No 2 (2005): Jurnal Purifikasi
Publisher : Department of Environmental Engineering-Faculty of Civil, Environmental and Geo Engineering. Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Pengolahan air limbah dengan memanfaatkan algae dengan kombinasi nutrien, pH dan oksigen terlarut tinggi, aman secara ekologi. Pengolahan ini juga lebih murah dan lebih efisien untuk mereduksi nutrien dan logam daripada pengolahan tersier konvensional. Penelitian dilakukan dengan menggunakan algae hijau (Chlorella sp.) sebagai biota uji. Biota uji dikulturkan di laboratorium dalam media Bold’s Basal Medium. Percobaan kontinyu dilakukan dengan variasi waktu tinggal 12 jam dan 36 jam. Variasi campuran Nitrat dan Pospat dibuat sebagai berikut C1 = 20 mg/l N dan 4 mg/l; C2 = 4 mg/l N dan  mg/l P; C3 = 80 mg/l N dan 6 mg/l P. Hasil penelitian menunjukkan pada kedua variasi waktu kontak, terjadi penyerapan terhadap nitrat dn pospat. Penyerapan ini menghasilkan efisiensi penurunan kan-dungan nitrat 75% dengan waktu kontak 12 jam dan 70% pada waktu kontak 36 jam. Efisiensi penurunan kandungan pospat 70% dengan waktu kontak 12 jam dan 55% pada waktu kontak 36 jam.

STUDI PAJANAN KADMIUM (Cd) PADA PEKERJA PENGECATAN MOBIL

Oginawati, Katharina

Purifikasi Vol 6 No 2 (2005): Jurnal Purifikasi
Publisher : Department of Environmental Engineering-Faculty of Civil, Environmental and Geo Engineering. Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

The paint contain heavy metals such as cadmium.  The objective of this research are to obtain cadmium concentration of the paints that may be inhaled by workers. The result showed that in different colour and brands of paint contained cadmium level. There were 87,1% of respondents had the increases of cadmium concentration in their blood after spraying, between 2,508-33,53 μg/L. The increasing of Cadmium concentration in the blood are significant influenced by  intake, age, water consumtion per day, fruit and vegetable consumtion, paint colour, and spraying done by the worker a day before. The mean of cadmium concentrations in their blood before spraying was 30,98 µg/L, after spraying was 40,71 μg/L and mean of cadmium concentrations in control population was 28,52 µg/L. Cadmium levels in blood of the sprayers and controls above OSHA cadmium level criteria, that is 5 μg/L. The mean of cadmium exposure during spraying was 0,12 µg/m3 (range 0–1,95 μg/m3) and the mean of cadimum exposure for 8 hours was 0,09 µg/m3 (range 0–1,46 µg/m3). These values still below Occupational Safety and Health Administration (OSHA) action level (2,5 µg/m3) and Permissible Exposure Level (PEL) (5 µg/m3). So, there are no acute cadimum exposures, but there are chronic cadmium exposures to the car panting workers.

EVALUASI DAN RENCANA PENGEMBANGAN SISTEM DISTRIBUSI AIR BERSIH DI KECAMATAN KOTA WAINGAPU KABUPATEN SUMBA TIMUR

Masduqi, Ali

Purifikasi Vol 6 No 2 (2005): Jurnal Purifikasi
Publisher : Department of Environmental Engineering-Faculty of Civil, Environmental and Geo Engineering. Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

The use of clean water has increased along with the growth of the Waingapu City’s population. At peak hours this increasing, which is managed by PDAM Matawai Amahu, cause some areas (especially at the end of service area) get the clean water without full pressure even though they can not extremely get the clean water. The analyses used for evaluating those condition are descriptive analysis among technical aspect (distribution and transmition system), financial aspect (condition of financial and invest feasibility), and institutional aspect. The analysis based on secondary data such as PDAM data, population data and area facilities. The study show that those problems are caused by the lack of water supply trough transmition pipe from Payeti’s Water Source, unsuitable the use of pipe dimension and high reservoir level. In the future (for next 10 years), development programs with main works items which should be done are add some new transmition pipes, contructing new reservoir, and expanding distribution net in order to increase service level from 67,97%, 2003 year become 82,00%, 2014 year. This project is feasible and beneficial for PDAM. In addition, the institution of PDAM’s Matawai Amahu should be reformed or restructured.

PENGOLAHAN AIR PAYAU DENGAN PEMBUBUHAN BESI (II) SULFAT MENGGUNAKAN SARINGAN PASIR SILIKA UNTUK MENGHASILKAN AIR BERSIH

Mangkoediharjo, Sarwoko

Purifikasi Vol 6 No 2 (2005): Jurnal Purifikasi
Publisher : Department of Environmental Engineering-Faculty of Civil, Environmental and Geo Engineering. Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Penelitian ini untuk menilai batasan konsentrasi khlorida dalam air payau yang dapat diolah dengan pembubuhan besi (II) sulfat untuk menghasilkan air bersih. Dua jenis air payau diteliti yaitu air payau buatan dan air payau alami yang berasal dari sumur dangkal di Sutorejo, Surabaya. Air payau buatan terbuat dari larutan NaCl yang mengandung  0,6 g Cl-/L, 1,2 g Cl-/L, dan 3,65 g Cl-/L. Pemisahan flok garam dari larutan berlangsung dalam media saringan pasir silika. Ukuran partikel pasir silika adalah 2,36 mm dan 1,18 mm. Hasil pengolahan menunjukkan air payau berkandungan khlorida sampai dengan 1,2 g Cl-/L adalah layak diolah secara pembubuhan besi (II) sulfat untuk menghasilkan air bersih berkandungan khlorida kurang dari 0,6 g Cl-/L sesuai standar kualitas air bersih Indonesia. Pembubuhan besi (II) sulfat untuk rasio FeSO4/NaCl = 1,07–2,14 adalah layak digunakan tanpa pengaruh berarti terhadap proses produksi air bersih. Efisiensi dekonsentrasi khlorida mencapai 84%. Ukuran partikel pasir silika 2,36 mm dan 1,18 mm tidak berpengaruh terhadap kualitas air bersih, untuk air payau berkandungan khlorida sampai 1,2 g Cl-/L, namun demikian ukuran partikel pasir 1,18 mm adalah lebih efisien untuk mengolah air payau berkandungan khlorida lebih dari 1,2 g Cl-/L.

PENETAPAN NILAI INDEKS KINERJA PENGELOLAAN SAMPAH UNTUK KOTA BESAR DAN METROPOLITAN DI INDONESIA

Pandebesie, Ellina Sitepu, W., Susi Agustina

Purifikasi Vol 6 No 2 (2005): Jurnal Purifikasi
Publisher : Department of Environmental Engineering-Faculty of Civil, Environmental and Geo Engineering. Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Rancangan Penetapan Nilai Indeks Kinerja Pengelola Persampahan ditujukan untuk menentukan rumusan matematis dan nilai indeks kinerja bagi pengelola persampahan di kota besar dan metropolitan, sehingga dapat dijadikan sebagai dasar bagi pengambil keputusan dalam menentukan prioritas kebijaksanaan. Analisis yang dilakukan adalah dengan mengidentifikasi variabel yang diperkirakan akan berpengaruh. Dari hasil penelitian didapatkan rumusan matematis: Kinerja =   0,43(Potensi Biaya) – 0,37(Subsidi Biaya) + 0,36(Pengangkutan)  - 0,13(Timbulan Sampah) + 0,29 Selain itu, diketahui pula bahwa peningkatan kinerja pengelolaan sampah untuk kota besar dan metropolitan sebesar 56% dipengaruhi oleh 4 variabel dari 9 variabel awal. Besarnya bobot kepentingan dari ke 4 (empat) variabel tersebut sebagai berikut: potensi pembiayaan (37,12 %), subsidi biaya (33,69 %), pengangkutan sampah (18,27 %) dan jumlah timbulan (10,92 %). Dari ke 4 (empat) variabel tersebut 70,81 % kinerja pengelolaan sampah ditentukan oleh aspek pembiayaan yang meliputi potensi pembiayaan dan subsidi biaya. Sedangkan sisanya sebesar 18,27 % oleh aspek teknis operasional yaitu faktor pengangkutan sampah dan sisanya sebesar 10,92 % ditentukan oleh partisipasi masyarakat. Dari hasil penilaian ini dapat diketahui pula bahwa kota Balikpapan memiliki tingkat pengelolaan sampah relatif lebih baik dibanding kota besar lainnya, disusul dengan kota Samarinda.

PEMANFAATAN LIMBAH KATALIS RCC-15 PERTAMINA UP VI SEBAGAI GENTENG BETON

Kasam, Kasam

Purifikasi Vol 6 No 2 (2005): Jurnal Purifikasi
Publisher : Department of Environmental Engineering-Faculty of Civil, Environmental and Geo Engineering. Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Waste management in particular  catalyst waste of oil cracking industry has been many proposed by land disposal, but waste management  by all at once reuse still be increased. This research are  laboratory scale and application activity by make concrete roof-tile. The concrete roof-tile  materials are used  portland cement, fine coarse (sand), mill, and catalyst waste. The using of catalyst asadditif materials with compotition 0 %, 10%, 20 %, 30%, 40 %, 60 %, 80 %, and 50 %. The result of testing shown bending strength at 10 %, 20%, and 30%  of catalyst waste are more than the normal concrete roof-tile ( 0% waste). That  are 1,20, 12,33, and 11,00  kg/cm2 for10%, 20 %, 30%, % waste at the time that bending strength of normal concrete roof-tile is 10.97 kg/cm2. Testing of permebility shown that all of the sample are impermeable of water.  The leaching experiment of heavy metal Cr, Pb, Zn, Ni and Cu on monolite matrix (concrete roof) by  Toxicity Characteristic Leaching Procedure (TCLP) shows that the leaching of heavy metal is under standard. The greater leaching is Ni, that is 1,179  mg/L for 50%  proportion  of waste.

UJI TOKSISITAS AKUT LIMBAH PABRIK SARUNG TENUN PADA IKAN MUJAIR (Tilapia mossambicus)

Purifikasi Vol 6 No 2 (2005): Jurnal Purifikasi
Publisher : Department of Environmental Engineering-Faculty of Civil, Environmental and Geo Engineering. Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Limbah cair pabrik sarung tenun mengandung zat warna dengan kandungan COD, TSS yang tinggi dan logam berat Chrom (Cr) yang langsung dibuang ke sungai akan menimbulkan pencemaran. Dengan adanya uji toksisitas dapat diketahui nilai toksisitas limbah cair tersebut melalui prosentase kematian ikan Mujair (Tilapia mossambicus) sebagai salah satu biota uji. Metode penelitiannya adalah dengan prinsip acute toxicity test yang didahului dengan range finding test sehingga dapat ditemukan letal concentration-50 populasi biota uji, dimana nilai ini merupakan konsentrasi limbah yang bersifat toksik. Dilakukan pula uji untuk mengetahui kandungan Cr yang terdapat dalam tubuh biota uji dengan metode Ashing Furnice dan kerusakan pada insang dengan metode hispatologi insang. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, LC-50, 96 jam pada ikan Mujair adalah 0,945%±0,045% dengan kandungan rata-rata COD 23,86 mg/l, TSS 33,28 mg/l,  logam berat Cr total 0,06 mg/l dan zat warna 19,74 mg/l. Zat warna pada ikan Mujair tersebut mengandung senyawa azo = 1,55 mg/l, senyawa quinon = 1,44 mg/l dan senyawa naftol = 3,36 mg/l. Adanya kematian biota uji disebabkan adanya zat warna yang mengandung senyawa azo yang bersifat toksik. Adanya limbah pabrik sarung tersebut juga mengakibatkan perubahan histopatologi insang berupa hyperplasia lamella.

KAJIAN PERBANDINGAN MODEL ALIRAN AIR LIMBAH DOMESTIK SECARA UPFLOW DAN DOWNFLOW PADA BIDANG EVAPOTRANSPIRASI

Mangkoediharjo, Sarwoko

Purifikasi Vol 6 No 1 (2005): Jurnal Purifikasi
Publisher : Department of Environmental Engineering-Faculty of Civil, Environmental and Geo Engineering. Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Penelitian ini menggunakan limbah domestik dari effluen Instalasi Pengolahan Limbah Tinja (IPLT), Keputih. Variasi jenis tumbuhan yang digunakan, yaitu bayam cabut (Amaranthus trocolor) dan rumput paitan (Axonopus compressus). Pada aliran upflow nilai efisiensi penurunan BOD5 75,38 - 96,60 %, sedangkan aliran downflow sebesar 71,86 - 91,71 %. Untuk penurunan N-Total efisiensi pada aliran upflow sebesar 69,85 - 95,46 % dan pada aliran downflow sebesar 42,02 - 90,20 %. Sedangkan pada P-Total, efisiensi penurunan pada aliran upflow 87,84 - 96,72 % dan pada aliran downflow 83,92 - 91,78 %. Perbandingan jenis pengaliran dalam menurunkan konsentrasi air limbah menunjukkan bahwa aliran upflow dengan tumbuhan rumput paitan merupakan suatu kriteria desain bidang evapotranspirasi paling efektif dalam pengolahan limbah domestik.

KAJIAN SISTEM PENGANGKUTAN SAMPAH KABUPATEN MAGETAN

Dwirianti, Dewi

Purifikasi Vol 6 No 1 (2005): Jurnal Purifikasi
Publisher : Department of Environmental Engineering-Faculty of Civil, Environmental and Geo Engineering. Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Magetan Municipality with the average of solid generation was 2L/person/day .The methods used in the study were interview and observation to all solid waste transport vehicles. Analysis of the technical aspect analysis included  transportation time, efficiency, number of vehicles, amount of transported solid waste, existing route, alternatives for service area development and route improvement. This study showed that the waste transport efficiencies of the dump trucks and the manual trucks could be increased from the existing 1 to 2 trips/day.  Additionally, the efficiency of the pick up vehicle could be increased from 1 to 3 trips/day. In the solid waste transport using Hauled Container System (HCS), the efficiency could be increased from 4 to 6 trips/day using the current off route factor, and increased to 8 trips/days with the reduction of off factor from 0,38 to 0,18.