cover
Contact Name
wahyuni
Contact Email
wahyunizumar@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
lppm.biges@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. polewali mandar,
Sulawesi barat
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Bina Generasi
ISSN : 1979150X     EISSN : 26212919     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal ilmiah kesehatan bidang ilmu keperawatan dan kebidanan, Terbit 2 kali Setahun pada bulan maret dan september, berisi tulisan yang di angkat dari hasil penelitian dan kajian Analisis Kritis aplikasi teori dan pembahasan perpustakaan tentang masalah-masalah dibidang Kesehatan khususnya keperawatan dan kebidanan oleh mahasiswa dan dosen di dunia pendidikan dan intitusi pelayanan.
Arjuna Subject : -
Articles 143 Documents
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN GANGGUAN KULIT PADA NELAYAN DI PERUMAHAN NELAYAN DESA TONYAMAN KEC. BINUANG KAB. POLEWALI MANDAR Firmansyah, Andan; syikir, muhammad
Jurnal Kesehatan Bina Generasi Vol 9 No 1 (2017): Jurnal Kesehatan Bina Generasi
Publisher : LPPM STIKES BINA GENERASI POLEWALI MANDAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (128.728 KB)

Abstract

Abstrak:Penyakit kulit merupakan salah satu penyakit yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat Indonesia. Menurut Direktur Jenderal Pelayanan Medik Departemen Kesehatan Republik Indonesia tahun 2006, penyakit kulit dan jaringan subkutan berdasarkan prevalensi 10 penyakit terbanyak pada masyarakat Indonesia menduduki peringkat kedua setelah infeksi saluran pernapasan akut dengan jumlah 501.280 kasus atau 3,16% . Indonesia hingga saat ini merupakan salah satu negara dengan beban penyakit kulit yang tinggi. Pada tahun 2013, Indonesia menempati urutan ketiga di dunia setelah India dan Brazil. Tahun 2013, Indonesia memiliki jumlah kasus penyakit kulit baru sebanyak 16.856 kasus dan jumlah kecacatan tingkat 2 di antara penderita baru sebanyak 9,86% (WHO, 2013). Penyakit kulit merupakan salah satu dari delapan penyakit terabaikan atau Neglected Tropical Disease (NTD) yang masih ada di Indonesia, yaitu Filaria, Kusta, Frambusia, Dengue, Helminthiasis,Untuk mengetahui faktor-faktor yang kejadian gangguan kulit pada nelayan di Perumahan Nelayan Desa Tonyaman Kec.Binuang Kab.polewali Mandar. Desain penelitian yang digunakkan dalam penelitian ini yaitu desain cross sectional yaitu variabel bebas dan terikat diobservasi dan diukur dalam waktu bersamaan. Hasil analisis statistik dengan menggunakan uji Chi square pada penelitian ini di peroleh taraf signifikan α = 0,91, yang berarti p <α, hal ini menunjukan H1diterimadan H0ditolak, dengan demikian bahwa tidak ada hubungan antara lama kerja dengan kejadian gangguan kulit. Hasil analisis statistik dengan menggunakan uji Chi square pada penelitian ini di peroleh dengan taraf signifikan α = 0,02 yang berarti p <α, hal ini menunjukan H1diterimadan H0ditolak, dengan demikian bahwa ada hubungan antarapersonal hugyene dengan kejadian gangguan kulit pada nelayan.Kata kunci : Personal Hygiene, Lama Kerja, Gangguan Kulit.
HUBUNGAN KEBIASAAN MEROKOK DENGAN TIMBULNYA TANDA-TANDA SMOKER’S MELANOSIS DI LINGKUNGAN POKKO KECAMATAN ANREAPI KABUPATEN POLEWALI MANDAR Najamuddin, Nurisriani; Firmansyah, Andan
Jurnal Kesehatan Bina Generasi Vol 9 No 1 (2017): Jurnal Kesehatan Bina Generasi
Publisher : LPPM STIKES BINA GENERASI POLEWALI MANDAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (407.727 KB)

Abstract

Merokok masih merupakan masalah kesehatan dunia karena dapat menebabkan berbagai penyakit bahkan kematian, merokok sudah menjadi kebiasaan yang lazim ditemui dalam kehidupan sehari-hari yang meluas di masyarakat. Ironisnya sebagian besar perokok justru berasal dari golongan ekonomi yang rendah dimana prepalensi perokok pada petani lebih besar dibandingkan pekerjaan yang lain. Bagian mukosa mulut yang terpapar asap rokok dapat menyebabkan terjadinya Smoker’s Melanosis Untuk mengetahui hubungan kebiasaan merokok dengan timbulnya tanda-tanda Smoker’s Melanosis dilingkungan Pokko KecamatanAnreapi. analitik dengan rancangan cross sectional, populasi yaitu seluruh masyarakat yang merokok aktif dilingkungan Pokko Kecamatan Anreapi yang memenuhi kriteria Inklusi.Sampel penelitian ini 64 responden yang didapat dengan menggunakan teknik Simpel random sampling. Instrumen yang digunakan yaitu kuesioner kebiasaan merokok dengan lembar observasi pemeriksaan rongga mulut. Hasil penelitian uji statistik menggunakan Chi Scuare pada tingkat kemakmuran α = 0,05 dimana hasil penelitian diperoleh ρ : 0,000 yang menunjukan ρ < α atau 0,000 < 0,05. terdapat hubungan yang bermakna antara hubungan kebiasaan merokok dengan timbulnya tanda-tanda Smoker’s Melanosis dilingkungan Pokko Kecamatan Anreapi. Saran masyarakat yang merokok maupun yang tidak merokokdiharapkan agar dapat menjaga kesehatan gigi dan mulut lebih baik lagi. Smoking that is a problem for health in the world because can cause anything disease and we can kill because of that, smoking that’s a habit for some people in their dayly life and for the societies. Ironically most smokers actually comes from the low economic. The prepalence of smokers in the farmer bigger than another jobs. Part of the oral mucosa are exposed the second smoker can cause the smoker’s.The aims of the researchto know the relationship smoking habit with signs smoker’s melanosis in neighborhood pokko anreapi district polewali mandar. thas is analysis with cross sectional, population people smooking active meet inclusion criteria.This research smple 64 respondent with using Simpel random sampling the instrument that using questionnaire a smoking habit with pieces observation in mouth cavity. The results of the statistical test using chi square test a α = 0,05 then the ρ :0,000 this means that the value of ρ < α atau 0,000 < 0,05. The conclusion is have the relationship between relationship smoking habit with signs smoker’s melanosis in neighborhood pokko anreapi district polewali mandar. Advice for this research, the societies for the passive or active smoker’s we hope that can sate our health likes our tooth and mouth for be bette
HUBUNGAN LAMA DAN POSISI DUDUK DENGAN KELUHAN NYERI PUNGGUNG BAWAH PADA PENJAHIT BAJU DI PASAR SENTRAL POLEWALI DAN PASAR WONOMULYO KAB. POLEWALI MANDAR Aprilia, Asri; tantriani, tantriani
Jurnal Kesehatan Bina Generasi Vol 9 No 1 (2017): Jurnal Kesehatan Bina Generasi
Publisher : LPPM STIKES BINA GENERASI POLEWALI MANDAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (148.914 KB)

Abstract

Nyeri punggung merupakan gangguan muskuloskeletal yang paling sering didalam aktivitas kerja. Nyeri punggung adalah rasa nyeri yang terjadi di daerah punggung bagian bawah dan dapat menjalar ke kaki terutama bagian belakang dan samping luar. Duduk lama dapat mengakibatkan ketegangan dan keregangan ligamentum dan otot tulang belakang sehingga mengakibatkan keluhan Nyeri Punggung Bawah. Selain lamanya duduk, posisi duduk turut mempengaruhi risiko Nyeri Punggung Bawah. Posisi duduk statis yang kurang ergonomis seperti duduk dalam posisi membungkuk dapat memicu kerja otot yang kuat dan lama tanpa cukup pemulihan dan aliran darah ke otot terhambat. ini untuk mengetahui hubungan lama dan posisi duduk dengan keluhan nyeri punggung bawah pada penjahit baju di Pasar Sentral Polewali Dan Pasar Wonomulyo Kabupaten Polewali Mandar. yaitu studi korelasi. Cara pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah sampel 35 orang. diperoleh Uji Statistik menggunakan rumus Chi-Square, dan dipatkan hasil bahwa ada hubungan lama duduk dengan keluhan nyeri punggung bawah ρ-value=0,002. Ada hubungan posisi duduk dengan keluhan nyeri punggung bawah p-value=0,006Kata kunci : Nyeri Punggung Bawah, Lama Duduk, Posisi DudukL
HUBUNGAN PELAKSANAAN BONDING DAN ATTACHMENT PADA IBU PRIMIPARA DENGAN REAKSI IBU DAN BAYI DI KAMAR BERSALIN RSUD POLEWALI MANDAR Wahyuni, Sry
Jurnal Kesehatan Bina Generasi Vol 9 No 1 (2017): Jurnal Kesehatan Bina Generasi
Publisher : LPPM STIKES BINA GENERASI POLEWALI MANDAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (156.023 KB)

Abstract

Membentuk ikatan batin dengan bayi adalah : proses dimana hasil dari suatu interaksi terus menerus antara bayi dan orang tua (bayi dan anggota keluarga lain) dengan kedua pihak memainkan peran aktif, suatu hubungan yang bersifat saling mencintai dan mantap tercipta dan memberikan keduanya pemenuhan emosional, rasa percaya diri, stabilitas, hubungan yang bersifat saling membutuhkan (meskipun nantinya menjadi kemampuan untuk mandiri / independent dan kapasitas untuk meyadari potensi mereka dalam kehidupan). Tujuan Penelitian ini adalah untuk mempelajari Hubungan Pelaksanaan Boinding dan Attachment pada ibu primipara terhadap Reaksi Ibu dan Bayi di Kamar Bersalin RSUD Polewali Mandar.penelitian survey analitik dengan pendekatan cross sectional study. Tehnik sampel yang digunakan adalah Non Probability Sampling dengan metode Aksidental Sampling. Jumlah sampel yang didapatkan pada penelitian ini berjumlah 25 orang. Variabel independen adalah pelaksanaan bonding dan attachment, dan variabel dependen adalah reaksi ibu dan bayi. Data diolah secara univariat, dan bivariat dengan menggunakan Uji chi-square dengan tingkat kemaknaan α =0,5 yang diolah dengan menggunakan softwere komputer. dengan menggunakan analisis fisher’s exact test by chi square di dapatkan nilai p = 0.012 < α,artinya H0 ditolak yang berarti bahwa ada hubungan antara pelaksanaan bonding dan attachment dengan reaksi ibu dan bayi di Kamar Bersalin RSUD Polewali. Dari penelitian ini adalah ada pengaruh Bonding dan Atachment terhadap reaksi ibu dan bayi . sehingga perlu disarankan kepada petugas di kamar bersalin untuk selalu menerapkan tehnik Bonding dan AttachmentKata Kunci : Bonding, Attachment, ikatan batin, kasih sayang ibu dan bayi.
HUBUNGAN PENGGUNAAN INSEKTISIDA DI DALAM RUMAH TERHADAP KEJADIAN ISPA PADA BALITA DI PUSKESMAS CAMPALAGIAN KEC. CAMPALAGIAN KABUPATEN POLEWALI MANDAR lilis, lilis; Mulyani, mulyani
Jurnal Kesehatan Bina Generasi Vol 9 No 1 (2017): Jurnal Kesehatan Bina Generasi
Publisher : LPPM STIKES BINA GENERASI POLEWALI MANDAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (148.355 KB)

Abstract

Masalah kesehatan pernafasan merupakan salah satu masalah kesehatan yang penting di dunia, dan juga di Indonesia. infeksi saluran pernapasan akut merupakan tingkat pertama yang terjadi dengan jumlah 501.280 kasus atau 3,16%.Data WHO 2008 menunjukkan bahwa dari sekitar 57 juta kematian di dunia dalam setahun terjadi akibat masalah paru. Menurut kementrian kesehatan RI terdapat 8 masalah kesehatan pernafasan masyarakat di indonesia yaitu: Tuberkulosis, ISPA, penyakit emerging dan new emerging (SARS, avian influenza, HINI), asma bronchial, penyakit paru obtruktif kronik, kanker paru, polusi udara dan climate change. (kementrian kesehatan RI, 2011) Kejadian ISPA bisa terjadi karena pencemaran kualitas udara diluar maupun di dalam ruangan. ISPA merupakan penyakit yang menyerang salah satu bagian dan atau lebih dari saluran pernafasan mulai dari hidung (atas) hingga ke alveoli (bawah) termasuk jaringan adexnya seperti sinus, rongga telingadan pleura (selaput paru) yang terjadi secara akut (cepat). Program pengendalian ISPA menetapkan bahwa semua kasus yang ditemukan mendapatkan tata laksana sesuai starndar, dengan demikian angka penemuan ISPA juga menggambarkan penatalaksanaan kasusu ISPA. Jumlah penderita ISPAdi masyarakat diperkirakan 10-20 % dari jumlah populasi dari jumlah populasi balita.Untuk mengetahui hubungan penggunaan insektida di dalam Rumah terhadap kejadian ISPA pada balita di Puskesmas Campalagian Kecamatan Campalagian Kabupaten Polewali Mandar.Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu desain cross sectional yaitu variabel bebas dan terikat diobservasi dan diukur dalam waktu bersamaan. Hasil penelitian Hasil analisis statistik dengan menggunakan uji Chi square pada penelitian ini di peroleh dengan taraf signifikan α = 0,02 yang berarti p <α, hal ini menunjukan H 1 diterimadan H 0 ditolak, dengan demikian bahwa ada hubungan antara penggunaan insektida (anti nyamuk bakar) terhadap kejadian ISPA pada balita.Kata kunci : penggunaan insektida (anti nyamuk bakar), kejadian ISPA pada balita.
PENGARUH SENAM DISMENORE TERHADAP PENURUNAN NYERI PADA REMAJA PUTRI SMK 1 TAPANGO KECAMATAN TAPANGO KABUPATEN POLEWALI MANDAR Fitriani, lina
Jurnal Kesehatan Bina Generasi Vol 9 No 1 (2017): Jurnal Kesehatan Bina Generasi
Publisher : LPPM STIKES BINA GENERASI POLEWALI MANDAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (106.254 KB)

Abstract

Senam merupakan suatu cabang olahraga yang melibatkan performa gerakan yang membutuhkan kekuatan, kecepatan dan keserasian gerakan fisik yang teratur. Bentuk modern dari senam ialah : Palang tak seimbang, balok keseimbangan, senam lantai. Bentuk-bentuk tersebut konon berkembang dari latihan yang digunakan oleh bangsa Yunani kuno untuk menaiki dan menuruni seekor kuda dan pertunjukan sirkus.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuktikan ada pengaruh senam disminore terhadap penurunan nyeri pada remaja SMK 1 Tapango Kecamatan Tapango Kabupaten Polewali Mandar. Kelompok senam di uji Mann Whitney untuk mengetahui ada pengaruh bermakna tidak diberikan dan diberikan senam dismenore,Populasinya adalah 30 pasien remaja putri di SMK Tapango Kecamatan Tapango Kabupaten Polewali Mandar. Tehnik sampel yang digunakan secara Total sampling dan terdiri dari 30 responden dimana 15 responden merupakan kelompok diberika senam dismenore dan 15 responden kelompok tidak diberikan senam dimenore yang memenuhi kriteria inklusi. Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara tidak terstruktur dan observasi langsung pada pasien. menunjukan bahwa ada pengaruh diberikan dan tidak diberikan senam dismenore terhadap penurunan nyeri. Hal ini dapat dilihat dengan nilai P = 0.000 yaitukurang dari tingkat kemaknaan α = 0.05 sehingga menunjukan senam dismenore efektif digunakan untuk menurunkan nyeri senam dismenore berpengaruh terhadap nyeri dismenore. Sedangkan saran yang dianjurkan bagi peneliti memperbanyak jumlah sampel yang ada agar hasilnya lebih bermakna dan lebih akurat dari penelitian ini. Kata Kunci : Senam, Dismenore, Nyeri, Mann Whitney
PENGARUH TERAPI TERTAWA TERHADAP TINGKAT KECEMASAN MAHASISWA S1 KEPERAWATAN YANG MENGHADAPI UJIAN AKHIR SKRIPSI DI STIKES BINA GENERASI POLEWALI MANDAR Manfaati, Sekarwuni
Jurnal Kesehatan Bina Generasi Vol 9 No 1 (2017): Jurnal Kesehatan Bina Generasi
Publisher : LPPM STIKES BINA GENERASI POLEWALI MANDAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (250.32 KB)

Abstract

Kecemasan merupakan sesuatu yang wajar oleh karena setiap orang menginginkan segala sesuatunya dapat berjalan dengan lancar dan terhindar dari segala marabahaya atau kegagalan (Purba, dkk, 2008). Kecemasan ringan dapat mendorong meningkatnya performa dan tingkat kecemasan ini masih tergolong normal. Namun apabila kecemasan sangat besar, justru akan sangat mengganggu (Fausiah, 2012).Tujuan dari penelitian ini untuk membuktikan ada pengaruh terapi tertawa terhadap tingkat kecemasan pada mahasiswa S1 keperawatan yang menghadapi ujian skripsi di STIKes Bina Generasi Polewali Mandar. Di uji kelompok terapi tertawa menggunakan uji Marginal Homogenity untuk mengetahui ada pengaruh bermakna sebelum dan sesudah terapi. Populasinya adalah 20 orang mahasiswa yang menghadapi ujian skripsi di STIKes Bina Generasi Polewali Mandar. Tehnik sampel yang digunakan secara Total sampling dan terdiri dari 20 responden dimana 20 responden diukur sebelum dan setelah memenuhi kriteria inklusi. Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara tidak terstruktur dan observasi langsung pada pasien. bahwa ada pengaruh sebelum dan sesudah terapi tertawa terhadap tingkat kecemasan. Hal ini dapat dilihat dengan nilai P = 0.002 yaitu kurang dari tingkat kemaknaan α = 0.05 sehingga menunjukan ada pengaruh terapi tertawa terhadap penurunan tingkat kecemasan Berdasarkan hasil penelitian adalah terapi tertawa mempengaruhi penurunan tingkat kecemasan mahasiswa yang menghadapi ujian skripsi.. Sedangkan saranyang dianjurkan bagi peneliti memperbanyak jumlah sampel yang ada agar hasilnya lebih bermakna dan lebih akurat dari penelitian ini. Kata Kunci : Terapi Tertawa, Tingkat Kecemasan , Marginal Homogenity
HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN SIKAP IBU BALITA TERHADAP KEJADIAN DERMATITIS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS CAMPALAGIAN KABUPATEN POLEWALI MANDAR jahidin, ahid
Jurnal Kesehatan Bina Generasi Vol 7 No 1 (2015): Jurnal Kesehatan Bina Generasi
Publisher : LPPM STIKES BINA GENERASI POLEWALI MANDAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (198.459 KB)

Abstract

Latar Belakang: Di Indonesia laporan dari bagian penyakit kulit dan kelamin FK Unsrat Manado dari tahun 1988-1991 dijumpai insiden dermatitis kontak sebesar 4,45% Di RSUD Dr.Abdul Aziz Singkawang Kalimantan Barat pada tahun 1991-1992 dijumpai insiden dermatitis kontak sebanyak 17,76%. Sedangkan di RS Dr.Pirngadi Medan insiden dermatitis kontak pada tahun 1992 sebanyak 37,54% tahun 1993 sebanyak 34,74% dan tahun 1994 sebanyak 40,05% .. Penyakit dermatitis ini memang tidak pandang bulu, semua orang baik tua maupun muda “berpeluang” terkena penyakit ini. Biasanya penyakit ini muncul pada bayi yang berusia dua tahun. Semakin usia seseorang bertambah, penyakit dermatitis ini bisa hilang dengan sendirinya. Namun, dalam beberapa kasus ada seseorang yang selama seumur hidupnya terkena penyakit ini. Masalah ini hampir merata pada daerah-daerah lainnya yang ada diwilayah Kecamatan Matakali Tujuan penelitian ini adalah Mengetahui gambaran secara umum mengenai faktor-faktor yang berhubungan dengan pemanfaatan posyandu oleh ibu balita di wilayah kerja Puskesmas Matakali Kabupaten Polewali Mandar dengan jenis penelitian observasi analitik dengan pendekatan porspective study method. Populasi penelitian ini adalah ibu balita yang berada di kecamatan Matakali kabupaten Polewali Mandar dengan jumlah 2389 ibu balita. Penarikan sampel dilakukan dengan metode Purposive sampling dengan jumlah sampel sebesar 100 pibu balita yang berkunjung.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI RENDAHNYA PEMANFAATAN POSYANDU OLEH IBU BALITA DIWILAYAH KERJA PUSKESMAS MATAKALI KAB POLEWALI MANDAR asriaprilia, asri aprilia
Jurnal Kesehatan Bina Generasi Vol 7 No 1 (2015): Jurnal Kesehatan Bina Generasi
Publisher : LPPM STIKES BINA GENERASI POLEWALI MANDAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (85.331 KB)

Abstract

Latar Belakang: Pembangunan kesehatan di Indonesia diarahkan untuk meningkatkan mutu dan pelayanan kesehatan yang makin terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat dalam rangka untuk meningkatkan status kesehatan masyarakat.Fasilitas kesehatan yang terpenuhi dan berkualitas akan meningkatkan derajat kesehatan suatu masyarakat. Beberapa indikator menunjukkan bahwa masih banyak permasalahan dalam pencapaian visi Sehat 2015 seperti masih rendahnya cakupan kunjungan neonatal 26,85 %, kunjungan bayi 75 %, pertolongan persalinan tenaga kesehatan 72 %, pelayanan kesehatan remaja 24,28 %, deteksi tumbuh kembang balita 30,14 %, angka harapan hidup 66,1 tahun, sedangkan AKI dan AKB cukup baik. ( Depkes RI 2007 ). Untuk mencapai tujuan pembangunan kesehatan tersebut diselenggarakan berbagai upaya kesehatan secara menyeluruh, berjenjang dan terpadu. Puskesmas adalah penanggung jawab penyelenggara upaya kesehatan untuk jenjang tingkat pertama. Posyandu merupakan pusat pembangunan kesehatan  masyarakat dan menyelenggarakan pelayanan kesehatan yang bermutu, merata, terjangkau dengan peran serta masyarakat aktif. Berdasarkan Data yang ada di Puskesmas Matakali  menunjukkan bahwa ada kesenjangan sebesar 30% dalam pemanfaatan posyandu yaitu dari jumlah balita 2389 dengan jumlah kunjungan hanya 1695 (71%) Hal tersebut menunjukkan belum mencapai standar pelayanan masih minimal berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kesehatan RI. Masalah ini hampir merata pada daerah-daerah lainnya yang ada diwilayah Kecamatan Matakali Tujuan penelitian ini adalah Mengetahui gambaran secara umum mengenai faktor-faktor yang berhubungan dengan pemanfaatan posyandu oleh ibu balita di wilayah kerja Puskesmas Matakali Kabupaten Polewali Mandar dengan jenis penelitian  observasi analitik dengan pendekatan porspective study method. Populasi penelitian ini adalah ibu balita  yang berada di kecamatan Matakali kabupaten Polewali Mandar dengan jumlah 2389 ibu balita. Penarikan sampel dilakukan dengan metode Purposive sampling dengan jumlah sampel sebesar 100 pibu balita yang berkunjung.
PENGARUH TERAPI MUSIK TERHADAP KOMUNIKASI VERBAL PADA ANAK AUTIS DI SLB POLEWALI MANDAR TAHUN 2015 syarif, muhammad
Jurnal Kesehatan Bina Generasi Vol 7 No 1 (2015): Jurnal Kesehatan Bina Generasi
Publisher : LPPM STIKES BINA GENERASI POLEWALI MANDAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (381.363 KB)

Abstract

Latar Belakang : Menurut data dari Unesco pada tahun 2011, terdapat 35 juta orang penyandang autisme di seluruh dunia. Rata-rata 6 dari 1000 orang di dunia telah mengidap autisme (Citydirectory, 2011: 14 - 4). Kepustakaan lain menyebutkan secara umum 10 -20 kasus autis diantara 10.000 orang, bahkan ada yang mengatakan 1 diantara 1.000 anak di Inggris pada awal tahun 2002 bahkan dilaporkan angka kejadian autis meningkat sangat pesat, dicurigai 1 diantara 10 anak menderita autisme (Huzaemah, 2010 : 3). Sedangkan di Indonesia yang jumlah penduduk berkisar 340 juta jiwa pada tahun 2011, perbandingannya 8 dari setiap 1000 orang. Angka ini terhitung cukup tinggi mengingat pada tahun 1989, hanya 2 orang yang diketahui mengidap autisme .(Citydirectory, 2011: 14 - 4).Akhir-akhir ini bermunculan berbagai cara untuk menyembuhkan  autisme. Para orang tua harus hati-hati dalam memilih metode atau cara untuk menyembuhkan autisme jangan sampai terkecoh dengan iming-iming yang dijanjikan oleh orang yang menyediakan iklan yang menjanjikan untuk penyembuhan autis (Putro Agus Harnowo dalam detik Health, 2011). Jenis penelitian ini adalah eksperimen dengan desain penelitian adalah“pre eksperimen (One group pre and post test design) yaitu penelitian yang menggunakan satu kelompok subyek, pengukuran dilakukan sebelum dan setelah perlakuan, Besarnya sampel dalam penelitian ini adalah sejumlah pasien dari 133 orang pasien penderita DM yang yang datang melakukan latihan jasmani pada saat penelitian dilakukan.perawatan di Puskesmas Kebunsari Kecamatan Wonomulyo Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2015. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah teknik Accidental Sampling, yaitu pengambilan sampel secara aksidental (accidental) sehingga didapat 22 sampel yang datang melakukan senam jasmani pada saat penelitian dilakukan. Uji statistic yang digunakan dalam penelitian ini adalah Mc.Nemar Dalam penilitian ini sangat jelas terdapat pengaruh antara senam diabetik dengan kadar glukosa darah sewaktu dimana pengaruhnya adalah adanya penurunanan gula darah setelah melakukan senam diabetik yang dibuktikan dengan nilai signifikan 0.000 < α = 0.005 yang berarti bahwa Ho ditolak dan Ha di terimah. Kesimpulan : ada pengaruh terapi musik terhadap komunikasi verbal       pada anak Autisme di SLB Kel. Darma Kec. Polewali Kab. Polewali Mandar Tahun 2015. Saran : agar dapat dilaksanakan terapi musik secara teratur dan sesuai dengan protap hal ini bertujuan untuk tercapainya komunikasi verbal yang baik bagi anak autism

Page 1 of 15 | Total Record : 143