cover
Filter by Year

Analysis
Jurnal Chemurgy
Published by Universitas Mulawarman
Jurnal Chemurgy is published by Department of Chemical Engineering, Engineering Faculty, University of Mulawarman. This journal dedicated to the topics that relevant to Chemical Engineering, such as Energy, Thermodynamics, Optimization Process & Sustainable Process, Process Control, Material Technology, Catalyst, Kinetics & Reactor Design, Waste & Water Treatment Technology, Bioprocess & Biotechnology.
Articles
18
Articles
ELEKTROSINTESIS NANOKOMPOSIT α-MnO2/C DAN FABRIKASINYA UNTUK APLIKASI SUPERKAPASITOR

Nursiti, Nursiti, Wibowo, Ersita Rahajeng, Safitri, Ayu Wulan, Supriyono, Supriyono, Oktavian, Rama

Jurnal Chemurgy Vol 2, No 1 (2018): Jurnal Chemurgy-Juni 2018
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (763.765 KB)

Abstract

Komponen penyimpan energi semakin dibutuhkan seiring dengan berkembangnya peralatan berenergi listrik. Namun, komponen penyimpan energi yang terdapat di pasaran memiliki banyak kelemahan sehingga mengurangi efisiensi penggunaan alat listrik. Superkapasitor memiliki keunggulan dalam beberapa hal dibandingkan kapasitor dan baterai kimia. Selain mempunyai kualitas yang lebih bagus, superkapasitor pula dapat dibuat dari material yang relatif murah dan mudah didapat. Materialnya yaitu MnO2 dan karbon. Dengan menggunakan metode elektrolisis yang cukup sederhana, MnO2 disintesis dalam ukuran nanopartikel agar kapasitas penyimpanan semakin besar. Nanopartikel MnO2 dikompositkan bersama karbon sehingga menghasilkan superkapasitor yang memiliki kapasitas dan konduktivitas yang tinggi dengan memvariasikan tegangan yang dijalankan sebesar 2 V ; 2,5 V ; 3 V ; dan 3,5 V ketika sintesis MnO2. Dari penelitian ini, kami mendapatkan hasil berupa kapasitas MnO2 tertinggi yaitu sintesis pada tegangan 2 V dengan nilai kapasitansisebesar 48 F/g. Nilai tersebut seribu kali lebih besar dari nilai kapasitansi kapasitor komersial. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kondisi yang tepat untuk sintesis MnO2 yaitu pada tegangan 2 V.Kata Kunci : elektroda, nanokomposit, superkapasitor

PENGARUH KONSENTRASI NAOH PADA EKSTRAKSI KARAGENAN DARI ALGA HIJAU (CHLOROPHYCEAE) DI BONTANG

Chayo, Dwi Anugro, Anwar, Syamsul, Hakim, Lukman Nul

Jurnal Chemurgy Vol 2, No 1 (2018): Jurnal Chemurgy-Juni 2018
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (457.221 KB)

Abstract

Karagenan merupakan senyawa ekstraksi dari rumput laut yang terdiri dari rantai poligilikan bersulfat dengan massa molekuler (Mr) kurang lebih diatas 100.00 serta hidrokoloid. Dalam pembuatan karagenan dikeringkan dengan menggunakan oven dengan temperatur 87oC selama 5 jam. Selanjutnya rumput laut dihaluskan untuk mempermudah proses ekstraktsi. Ekstraksi karagenan dilakukan dengan variasi NaOH 0,1 N ,0,2 N, dan 0,3 N dengan waktu ekstraksi selama 35 menit dan suhu konstan 100oC. Filtrat hasil ekstraksi ditambahkan HCl hingga didapatkan pH netral. Dalam analisa FTIR didapakan jenis karagenanuntuk rumput laut adalah jenis kappa. Hasil ekstraksi menggunakan NaOH didapatkan bahwa rendemen terbesar pada penggunaan NaOH 0,3 N. Sedangkan sifat fisik kekuatan gel didapatkan 17,79 %.Kata kunci: ekstraksi, rendement, kekuatan gel, karaginan, kappa (chlorophyceae)

PEMANFAATAN SEKAM PADI UNTUK PEMBUATAN BIOBRIKET MENGGUNAKAN METODE PIROLISA

Allo, Junianto Seno Tangke, Setiawan, Andri, Sanjaya, Ari Susandy

Jurnal Chemurgy Vol 2, No 1 (2018): Jurnal Chemurgy-Juni 2018
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (476.825 KB)

Abstract

Biomassa memiliki potensi dan manfaat menjadi sumber energi alternatif pengganti bahan bakar fosil yang adasekarang ini, biomassa memiliki stok atau pasokan yang berlimpah, dalam penelitian ini digunakan sekam padiuntuk pembuatan briket dengan menggunakan metode pirolisa. Beberapa tahap persiapan dilakukan dalampembuatan briket dari sekam padi, yaitu menimbang sekam padi 25 g. Zat perekat yang digunakan lem kayu danbubur kertas, masing-masing bahan perekat ditimbang sesuai dengan perbandingan yang diinginkan 50 %, 75 %,100 %, dan 125 %, dicampurkan sekam padi dengan bahan perekat sesuai dengan perbandingan yang di inginkan. Bahan pembuatan briket tersebut dimasukkan kedalam alat cetak biobriket dan dikeringkan di dalam oven, lalu dilakukan analisa terhadap briket tersebut, ada beberapa analisa yang dilakukan di antaranya analisa nilai kalor, kadar air, kadar abu, volatile matter, fixed carbon. Didapatkan hasil analisa nilai kalor dan volatile matter semakin besar sesuai dengan perbandingan perekatnya, dimana dengan perbandingan perekat lem kayu dengan bubur kertas yang dibuat menghasilkan nilai kalor yang tinggi pada perekat lem kayu.Kata kunci: biomassa; biobriket; sekam padi

PENGARUH KOMPOSISI MASSA BAHAN BAKU DAN TEMPERATUR PADA STEAM REFORMER TERHADAP JUMLAH PRODUKSI BIO-HYDROGEN DENGAN MENGGUNAKAN SOFTWARE ASPEN HYSYS V.10.0

Dermawan, Rizki Kurnia, Fathoni, Rifan, Irawan, Anton

Jurnal Chemurgy Vol 2, No 1 (2018): Jurnal Chemurgy-Juni 2018
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (555.298 KB)

Abstract

Proses pada pabrik bio hidrogen dari bio oil terbagi menjadi beberapa unit, yaitu unit dehidrooksigenasi, unit pemisahan, unit steam reforming, unit water gas shift, dan unit pemurnian. Penelitian ini menjelaskan tentangpengaruh perbandingan komposisi massa metana (CH4) dengan steam (H2O) serta pengaruh perbedaan temperatur pada unit steam methane reforming untuk melihat pengaruh pada produksi bio hidrogen. Penelitian ini dikerjakan menggunakan software simulasi proses Aspen Hysys v.10.0. Dengan menggunakan variabel temperatur pada steam reformer (800 °C, 850 °C, 900 °C, 950 °C, 1000 °C) dan variabel perbandingan komposisi massa steam dengan methane (CH4), yaitu 1:2, 1:1,25, 1:3, 1:3,5, 1:4. Dari penelitian yang dilakukan didapatkan pengaruh komposisi steam dan metana berbanding lurus dengan jumlah bio hidrogen yang dihasilkan. Serta, pengaruh perbedaan temperatur pada reaktor steam reformer berbanding lurus dengan jumlah produksi hidrogen. Dari hasil penelitian didapatkan jumlah produksi bio hidrogen terbaik 1300 kg/jam.Kata kunci: Aspen HYSYS, Bio Oil, Bio Hidrogen

EFEKTIFITAS KITOSAN LIMBAH KULIT UDANG DAN ALUM SEBAGAI KOAGULAN DALAM PENURUNAN TSS LIMBAH CAIR TEKSTIL

Meicahayanti, Ika, Marwah, Marwah, Setiawan, Yunianto

Jurnal Chemurgy Vol 2, No 1 (2018): Jurnal Chemurgy-Juni 2018
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (161.531 KB)

Abstract

Alum merupakan koagulan yang umum digunakan untuk menurunkan TSS dalam air. Fungsi koagulan adalah untuk mendestabilisasikan partikel koloid sehingga dapat menurunkan kandungan partikel terlarut dan tersuspensi. Koagulan dapat berasal dari bahan alami, seperti kitosan, yang dibuat dari limbah. Limbah kulit udang yang dihasilkan oleh salah satu perusahaan di Kabupaten Kutai Kartanegara mencapai 4,5 ton per bulan. Jumlah yang cukup besar tersebut mendorong pemanfaatan limbah menjadi kitosan sebagai koagulan limbah cair tekstil yang memiliki kandungan TSS melebihi baku mutu, yaitu 518-620 mg/L. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas kitosan sebagai koagulan, serta membandingkannya dengan koagulan alum dalam menurunkan TSS. Kitosan dibuat melalui proses preparasi, deproteinasi, demineralisasi, dan deasetilasi. Pengontakkan koagulan dengan limbah cair tekstil menggunakan jartest dengan 100 rpm selama 3 menit dan 40 rpm selama 12 menit. Konsentrasi koagulan kitosan yang digunakan adalah 100, 120, dan 150mg/L, sedangkan untuk koagulan alum menggunakan dosis optimum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kitosan mampu menurunkan TSS mencapai 89,5% atau 555 mg/L, dengan dosis optimum 150 mg/L. Pada dosis optimum, koagulan tawas mampu menurunkan hingga 91,9% atau 570 mg/L. Efisiensi tawas yang sedikit lebih tinggi dari kitosan menunjukkan bahwa kitosan mampu berperan sebagai koagulan limbah cair tekstil seperti halnya alum.Kata Kunci : kitosan, limbah cair, alum, tekstil, TSS

PREDIKSI PEMBENTUKAN HIDRAT GAS DENGAN PENGARUH JOULE-THOMSON EFFECT YANG DIAKIBATKAN OLEH CHOKE PERFORMANCE

Sanjaya, Ari Susandy, Nofendy, Ari

Jurnal Chemurgy Vol 1, No 1 (2017): Jurnal Chemurgy-Juni 2017
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1293.339 KB)

Abstract

Hidrat gas merupakan air bebas dan gas alam yang membentuk padatan, yang dapat mengakibatkan saluran gas akan membuntu, terutama di flow line serta akan menimbulkan beberapa permasalahan lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk memprediksi pembentukan hidrat gas dengan pengaruh Joule-Thomson Effect yang diakibatkan oleh choke performance.Di gunakan metode Katz untuk memprediksi gas hidrat dengan kisaran tekanan antara 100-1000 Psia.Didapatkan temperatur pembentukan hidrat gas pada tekanan 100 Psia sebesar 0.7005 ˚C,sedangkan pada tekanan 1000 Psia sebesar 17.4766 ˚C. Dari hasil nilai koefisien Joule-Thomson didapatkan 0.003972 K/Kpa. Dari hasil nilai temperatur pada flowline terdapat beberapa temperatur yang berada diatas kurva temperatur pembentuk hidrat gas sehingga berpotensi terjadi hidrat gas pada flowline. Sehingga dapat disimpulkan bahwa beberapa kondisi pada flowline berpotensi terjadinya hidrat gas dan harus dilakukan pencegahan.Kata Kunci: hidrat gas, efek Joule-Thomson, metode Katz, flow line.

PENGARUH SUHU DAN WAKTU OPERASI PADA PROSES DESTILASI UNTUK PENGOLAHAN AQUADES DI FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS MULAWARMAN

Adani, Shabrina Iswari, Pujiastuti, Yunita Ali

Jurnal Chemurgy Vol 1, No 1 (2017): Jurnal Chemurgy-Juni 2017
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (419.93 KB)

Abstract

Kebutuhan aquadest di Fakultas Teknik Universitas Mulawarman sangat besar, karena aquadest merupakanbahan pelarut utama dalam kegiatan pratikum di laboratorium. Hal ini mendorong peneliti untuk melakukanpenelitian pembuatan akuades dengan mengolah air kran menggunakan proses distilasi. Sehingga dapat digunakan untuk keperluan praktikum di laboratorium. Tingkat efisiensi dari alat destilasi harus diketahui untuk mengoptimalkan kinerja alat tersebut agar dapat berjalan dengan output keluaran yang maksimal tanpa harus membuang energi yang berlebih sehingga dapat dilakukan penghematan energi. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui pengaruh suhu dan waktu operasi terhadap volume aquadest yang dihasilkan dan mengetahuiefisiensi dari kinerja alat destilasi. Penelitian ini menggunakan air yang terdapat pada fakultas teknik sebagai bahan baku. Air umpan awal yang digunakan sebesar 10 Liter Variasi suhu operasi yang digunakan yaitu 105 oC, 125 oC, dan 145 oC, dengan masing-masing waktu 2 jam, 3 jam, 4 jam dan 5 jam. Dari hasil penilitian diperoleh bahwa efisiensi tertinggi yaitu 51,30% didapatkan pada suhu 145 oC.Kata kunci : destilasi, aquadest, efesiensi, waktu operasi, suhu operasi

RANCANGAN ALAT DISTILASI UNTUK MENGHASILKAN KONDENSAT DENGAN METODE DISTILASI SATU TINGKAT

Wahyudi, Nugroho Tri, Ilham, Faris Faruqi, Kurniawan, Irwan, Sanjaya, Ari Susandy

Jurnal Chemurgy Vol 1, No 2 (2017): Jurnal Chemurgy-Desember 2017
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (528.107 KB)

Abstract

Aquades atau H2O, yaitu air kondensat yang dihasilkan dari proses distilasi (penyulingan). Adapun Penyulingan atau Distilasi adalah cara pemisahan bahan kimia berdasarkan kemudahan suatu zat menguap (volatilitas), atau teknik pemisahan kimia yang berdasarkan perbedaan titik didih untuk memperoleh senyawa murninya. Biasanya proses distiliasi digunakan untuk memisahkan senyawa-senyawa dalam satu fasa yaitu fasa cair-cair. Senyawa–senyawa yang terdapat dalam campuran akan menguap pada saat mencapai titik didih masing–masing. Dalam hal ini, proses distilasi digunakan untuk memurnikan air mineral. Perancangan alat destilasi berbentuk kolom dengan tinggi 47.5 cm dan volume 30 L. Untuk design kondensor yang digunakan berbentuk tabung dengan tinggi 53 cm, diameter 8.5 cm, dan dirangkai dengan kemiringan 45o.Kata Kunci : Air, Distilasi, Desain

KONVERSI GLISEROL DARI BIODIESEL MINYAK JELANTAH DENGAN KATALISATOR KOH

Pratiwi, Endah, Sinaga, Fristita Mauliana

Jurnal Chemurgy Vol 1, No 1 (2017): Jurnal Chemurgy-Juni 2017
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (505.295 KB)

Abstract

Biodiesel merupakan bahan bakar yang terdiri dari campuran mono-alkyl ester dari rantai panjang asamlemak, yang dipakai sebagai alternatif bagi bahan bakar dari mesin diesel dan terbuat dari sumber terbaharui seperti minyak sayur, minyak kedelai dan sebagainya. Biodiesel dihasilkan dengan mereaksikan minyak tumbuhan dengan alkohol menggunakan basa sebagai katalis pada suhu dan komposisi tertentu. Dalam penelitian ini digunakan minyak kelapa bekas (jelantah) yang bisa dimanfaatkan menjadi bahan baku pembuatan biodiesel. Gliserol merupakan hasil samping pembuatan biodiesel. Gliserol adalah senyawa gliserida yang paling sederhana.Gliserol tidak berwarna, tidak berbau, dan berupa cairan kental dan biasa digunakansebagai bahan farmasi. Gliserol memiliki tiga kelompok hidroksil yang bersifat hidrofilik dan higroskopik. Gliserol merupakan komponen yang menyusun berbagai macam lipid, termasuk trigliserida. Pada penelitian ini minyak kelapa bekas (jelantah) diproses melalui dua tahap reaksi yaitu, reaksi esterifikasi dan reaksi transesterifikasi. Tahap esterifikasi dilakukan untuk menurunkan kadar asam lemak bebas dalam minyak. Minyak diesterifikasi dengan methanol dan katalisator H2SO4 ,dipanaskan pada suhu 60 ºC dengan waktu 30 menit.Hasil reaksi esterifikasi, direaksikan lagi dengan metanol dan katalisator KOH pada suhu kamar, reaksi yang terjadi adalah reaksi transesterifikasi.Kata kunci: gliserol,konversi, transesterifikasi

PEMANFAATAN MINYAK GORENG BEKAS UNTUK PEMBUATAN BIODIESEL MENGGUNAKAN KATALIS ZEOLIT ALAT TERAKTIVASI

Saputra, Andi Tri, Wicaksono, Muhammad Arief, Irsan, Irsan

Jurnal Chemurgy Vol 1, No 2 (2017): Jurnal Chemurgy-Desember 2017
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (478.58 KB)

Abstract

Biodiesel merupakan bahan bakar nabati alternatif sebagai pengganti bahan bakar fosil yang jumlahnya semakin hari semakin menipis. Telah dilakukan penelitian untuk membuat biodiesel dengan bahan baku minyak goreng bekas dan metanol menggunakan zeolit alam teraktivasi sebagai katalis. Dengan memvariasikan waktu pengadukan dan perbandingan berat campuran pada proses pembuatan biodiesel didapatkan hasil yield yang tidak begitu berbeda jauh untuk setiap variasi waktu pengadukan, sedangkanyield nampak berubah untuk variasi perbandingan berat campuran yaitu 6,6493 % untuk perbandingan 4:1 metanol dan 76,4152 % untuk perbandingan 1:4 metanol. Namun biodiesel yang didapatkan tidak memenuhi standar SNI tentang biodiesel.Kata Kunci : Biodiesel, waktu yengadukan, zeolit, yield, minyak goreng bekas