Jurnal Saintek Lahan Kering
Published by Universitas Timor
Journal of dryland sci-tech (JDLS) covering the field of science and technology in terms of chemistry, biology, mathematics, information technology, and public health and nursing, based on dryland.
Articles
7
Articles
Komposisi dan Keanekaragaman Jenis Pohon Di Hutan Lindung Lapeom Kabupaten Timor Tengah Utara

Naisumu, Yolanda Getrudis

Saintek Lahan Kering Vol 1 No 1 (2018): JSLK Vol. 01, No. 1, 2018
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Timor

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (567.232 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan komposisi dan keanekaragaman jenis pohon di Hutan Lindung Lapeom. Penelitian dilaksanakan pada bulan November sampai Desember 2009 menggunakan metode kuadrat dengan menempatkan plot disepanjang garis transek. Jumlah transek 5 buah, panjang transek 200 m, di setiap transek diletakkan 5 plot pengamatan dengan ukuran 20 m x 20 m. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan 22 jenis pohon dari 17 famili. Famili dengan jumlah spesies terbanyak adalah famili Caesalpinaceae sebanyak 4 spesies yakni Casia fistula, L, Delonix regia, Rafin, Cassia simea, Lamk, dan Tamarindus indica, L. Jenis dengan jumlah individu terbanyak adalah Mangifera indica, L dari famili Anacardiaceae sebanyak 20 individu. Spesies dengan indeks nilai penting tertinggi adalah Mangifera indica (43,7%), sedangkan jenis yang memiliki indeks nilai penting terendah adalah Zizipus jujuba (1.8%,) dan Jatropa Sp (1.9%). Indeks Keanekaragaman jenis pohon di hutan lindung lapeom termasuk kategori sedang dengan nilai 2.7 hal ini menunjukkan bahwa wilayah hutan lindung lapeom merupakan wilayah yang memiliki tingkat produktivitas pohon yang cukup, kondisi ekosistem yang cukup seimbang dan memiliki tekanan ekologis yang sedang. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan komposisi jenis hutan laepom sebanyak 22 jenis pohon dalam 17 famili, Jenis yang paling banyak jumlah individunya adalah Mangifera indica, L dari famili Anacardiaceae Spesies yang memiliki indeks nilai penting tertinggi adalah Mangifera indica (43, 7%) dan jenis yang memiliki indeks nilai penting terendah adalah Zizipus jujuba (1.8%), Indeks Keanekaragaman jenis pohon di hutan lindung lapeom termasuk kategori sedang.

Analisis Struktur Anatomi Batang Anyelir (Dianthus caryophyllus L.) dan Kontribusinya Terhadap Sistematik Ordo Caryophyllales

Bria, Emilia Juliyanti

Saintek Lahan Kering Vol 1 No 1 (2018): JSLK Vol. 01, No. 1, 2018
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Timor

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (376.084 KB)

Abstract

Ordo Caryophyllales dikenal sebagai takson yang memiliki pertumbuhan sekunder anomaly. Anatomi batang Anyelir (Dianthus caryophyllus L.) dianalisis untuk mendapatkan data yang valid pada hubungan kekerabatan dengan anggota family yang lain. Struktur primer batangnya terdiri dari epidermis yang tersusun dari selapis sel; korteks dan empulur tersusun dari sel-sel parenkim dan memiliki ruang antarsel; dan jaringan pembuluh primer yang tersusun membentuk jari – jari terdiri atas beberapa trachea xilem, dimana xilem terletak di bagian dalam dan floem di bagian luar. Selanjutnya, pada pertumbuhan sekunder, batangnya memiliki struktur yang normal dengan aktivitas kambium yang tidak normal. Hal ini termasuk dalam ciri tumbuhan yang memiliki pertumbuhan sekunder anomali. Hasil penelitian ini dapat dijadikan karakter pembatas untuk memperkuat hubungan kekerabatan antar takson khususnya pada kategori yang lebih tinggi.

Perubahan Kadar Vitamin Dan Mineral Pada Fermentasi Tempe Gude (Cajanus cajan L.)

Sine, Yuni, Soetarto, Endang S

Saintek Lahan Kering Vol 1 No 1 (2018): JSLK Vol. 01, No. 1, 2018
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Timor

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (316.058 KB)

Abstract

Tempe merupakan makanan tradisional Indonesia yang kaya akan vitamin dan mineral mudah dicerna oleh tubuh. Bahan yang lazimnya digunakan sebagai substrat fermentasi tempe adalah kacang kedelai (Glicyne max), akan tetapi tidak semua daerah di Indonesia dapat ditumbuhi oleh  kacang kedelai, oleh karena itu dibutuhkan substrat alternative untuk fermentasi tempe. Kacang gude (Cajanus cajan L.)  dapat dijadikan sebagai substrat alternatif fermentasi tempe, hal ini dikarenakan kacang gude mempunyai kandungan gizi yang cukup baik dan memiliki kandungan vitamin dan mineral yang dibutuhkan oleh tubuh. Namun demikian sebagian mineral tersebut terikat dengan senyawa asam fitat yang merupakan tripsin inhibitor, sehingga proses pengolahan seperti fermentasi merupakan salah satu cara untuk menguraikan senyawa asam fitat. Pada penelitian ini telah dilakukan pengujian berupa penentuan kadar abu, nitrogen, vitamin dan mineral dengan metode standar, dilakukan sebelum dan setelah fermentasi. Kadar abu mengalami penurunan setelah fermentasi, kadar nitrogen, kadar besi, kadar kalsium dan kadar fosfor juga mengalami penurunan, sedangkan vitamin B12 mengalami peningkatan meskipun tidak signifikan.

Analisis Kestabilan Titik Tetap Model Matematika Penyebaran Penyakit DBD Tipe SEIR

Bano, Elinora Naikteas

Saintek Lahan Kering Vol 1 No 1 (2018): JSLK Vol. 01, No. 1, 2018
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Timor

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (453.697 KB)

Abstract

Dengue adalah salah satu penyakit infeksi yang ditularkan ke manusia oleh gigitan nyamuk Aedes aegypti atau Aedes albopictus. Infeksi virus dengue berupa demam dengue, demam berdarah dengue dan Dengue Shock Syndrome (DSS). Virus dengue mempunyai empat jenis serotipe yaitu: DEN_1, DEN_2, DEN_3, DEN_4. Pada model, akan dipelajari dinamika penyebaran penyakit demam berdarah dengue tipe SEIR. Dari model kemudian akan ditentukan titik tetap, selanjutnya dianalisis kestabilan dari masing-masing titik tetap dengan mempertimbangkan bilangan reproduksi dasar (R_0 ).Hasil penelitian menunjukkan bahwauntuk titik tetap tanpa penyakit kondisi akan stabil ketika R_0<1, sedangkan titik tetap endemik akan stabil untuk kondisi ketika R_0>1.

Faktor – Faktor yang Mempengaruhi Bioavailabilitas Besi bagi Tumbuhan

Gelyaman, Gebhardus Djugian

Saintek Lahan Kering Vol 1 No 1 (2018): JSLK Vol. 01, No. 1, 2018
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Timor

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (368.801 KB)

Abstract

Besi berperan penting dalam metabolisme tumbuhan, yang mana salah satunya adalah sebagai pembentuk kloroplas. Besi dibutuhkan dalam jumlah sedikit tetapi defisiensi besi dapat menyebabkan muncul bercak-bercak kuning pada daun, yang menandakan gagalnya pembentukan klorofil atau yang dikenal dengan klorosis. Oleh karena itu, besi menjadi unsur esensial atau unsur hara mikro yang keberadaannya mutlak harus dipenuhi oleh tumbuhan. Besi sangat melimpah di alam yang dijumpai dalam bentuk mineralnya. Namun, ketersediaan besi bagi tumbuhan sangat rendah. Ketersediaan besi berkaitan dengan kelarutan besi dalam larutan tanah atau air di alam. Tulisan ini akan mereview faktor - faktor yang mempengaruhi ketersedian besi bagi tumbuhan meliputi pengaruh pH air dan tanah, peran bakteri, material organik tanah dan potensial reduksi tanah atau air. Faktor-faktor ini berinteraksi menghasilkan nilai pH dan potensial reduksi(E) tertentu di air maupun di tanah. Spesi besi yang dihasilkan berdasarkan korelasi antara nilai pH dan nilai reaksi redoks lingkungan dapat diprediksi menggunakan diagram pourbaix Fe dalam air dan tanah.

Pengaruh Motivasi Belajar Terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa SMP

Keban, Maria Lina, Nahak, Selestina, Kelen, Yoseph Pius Kurniawan

Saintek Lahan Kering Vol 1 No 1 (2018): JSLK Vol. 01, No. 1, 2018
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Timor

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (399.128 KB)

Abstract

Penelitian ini berjudul Pengaruh motivasi belajar terhadap hasil belajar matematika siswa SMP. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui ada pengaruh motivasi belajar terhadap hasil belajar matematika dan berapa besar pengaruh motivasi belajar terhadap hasil belajar matematika. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa SMP Negeri 1 Insana Utara yang berjumlah 219 orang. Sampel dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas IX SMP Negeri 1 Insana Utara yang berjumlah 58 orang. Variabel dalam penelitian ini terdiri dari motivasi siswa sebagai variabel bebas (X) dan hasil belajar sebagai variabel terikat (Y). Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes hasil belajar dan menggunakan angket motivasi belajar sebagai data primer. Pengujian hipotesis menggunakan analisis regresi sederhana dengan persamaan regresinya adalah Ŷ = 39,11 + 0,51x. Setelah dilakukan pengujian dengan analisis regresi sederhana diperoleh kesimpulan bahwa terdapat pengaruh yang kuat antara motivasi belajar terhadap hasil belajar matematika yang dibuktikan dengan hasil perhitungan koefisien korelasinya sebesar 0,715, dilihat dari tabel interpretasi koefisien korelasi nilai r dan hasil parhitungan koefisien determinasinya sebesar 71,5% yang berarti apabila motivasi belajar semakin tinggi maka semakin baik pula hasil belajarnya.

Efektivitas Biolarvasida Ekstrak Daun Sirsak Dan Serai Wangi Terhadap Larva Nyamuk Aedes aegypti

Kolo, Sefrinus MD

Saintek Lahan Kering Vol 1 No 1 (2018): JSLK Vol. 01, No. 1, 2018
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Timor

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (485.21 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas biolarvasida ekstrak daun sirsak dan serai wangi terhadap larva  Aedes aegypti. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak kelompok (RAK). Perlakuan konsentrasi ekstrak daun sirsak dan serai wangi yaitu 750ppm, 1000ppm, 1500ppm, 2000ppm, dan 5000ppm dengan waktu kontak 20 menit, 45 menit, 65 menit, 90 menit dan jumlah ulangan sebanyak 3 kali dengan 15 kali percobaan. Untuk mengetahui konsentrasi efektif (LC50), data dianalisis dengan menggunakan program Minitab 16. Sampel penelitian ini adalah daun sirsak diambil di kebun masyarakat Kelurahan Kefa Selatan Maslete, Serai Wangi diambil di Desa Oenenu. Larva Aedes aegypti diambil pada tempat penampungan air di BTN Desa Naiola, Kecamatan Bikomi Selatan. Hasil penelitian menunjukan bahwa ekstrak daun sirsak dan serai wangi memiliki daya bunuh yang efektif terhadap larva Aedes aegypti. Ekstrak yang lebih efektif dalam membunuh larva nyamuk adalah ekstrak daun sirsak dibandingan ekstrak serai wangi terlihat pada jumlah persentase kematian larva. Nilai LC50 mencapai angka 214 pada menit ke 90. Hal ini menunjukan bahwa toksisitas cukup. Konsentrasi efektif terdapat pada konsentrasi 2000ppm dengan waktu kontak selama 90 menit dengan daya proteksi sebesar 96,66%.