cover
Filter by Year

Analysis
TADBIR : Jurnal Manajemen Dakwah
Articles
26
Articles
MANAJEMEN DAKWAH IKATAN REMAJA MASJID BAITURROHMAN (IRMABA) DI DESA PUCAKWANGI KECAMATAN PUCAKWANGI KABUPATEN PATI

Zaini, Ahmad

TADBIR : Jurnal Manajemen Dakwah Vol 1, No 2 (2016): Tadbir Jurnal Manajemen Dakwah
Publisher : TADBIR : Jurnal Manajemen Dakwah

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (147.668 KB)

Abstract

Tulisan ini bertujuan: pertama, untuk mengetahui perencanaankegiatan pada Ikatan Remaja Masjid Baiturrohman (IRMABA),kedua, untuk mengetahui pengorganisasian kegiatan padaIkatan Remaja Masjid Baiturrohman (IRMABA), ketiga,untuk mengetahui penggerakkan kegiatan pada Ikatan RemajaMasjid Baiturrohman (IRMABA), keempat, untuk mengetahuipengawasan kegiatan pada Ikatan Remaja Masjid Baiturrohman(IRMABA) dan kelima, untuk mengetahui perilaku keberagamaandi Desa Pucakwangi Kecamatan Pucakwangi Kabupaten Pati.Adapun hasilnya: pertama, arti penting perencanaan bagikegiatan IRMABA supaya kegiatan yang akan dijalankan dapatberjalan sesuai dengan rencana. Kedua, pengorganisasian pentingdilakukan karena untuk memudahkan dalam menjalin komunikasiantar anggota, panitia, serta pengurus. Ketiga, IRMABA dalammenggerakan setiap koordinator di bawahnya melalui koordinasidengan anggota dan memberikan motivasi yang membangunterhadap anggota di setiap akhir kegiatan yang dilakukan sebagai bentuk evaluasi. Keempat, arti penting pengawasan kegiatanIRMABA adalah supaya IRMABA berjalan sesuai visi, misi dan tujuan. Kelima, perilaku keberagamaan yang meliputi dimensi akidah, ibadah, dan akhlak masyarakat di Desa Pucakwangi secara umum sudah baik tetapi masih perlu pendampingan dari para tokoh agama, perlu adanya saling menghormati antara satu individu dengan individu lainnya serta harus ada peningkatan lagi supaya tidak terjadi hal-hal yang melenceng.

STRATEGI SYIAR ISLAM DI DESA KLUMPIT KEC. GEBOG KABUPATEN KUDUS

Karim, Abdul

TADBIR : Jurnal Manajemen Dakwah Vol 2, No 1 (2017): Tadbir Jurnal Manajemen Dakwah (Article in Press)
Publisher : TADBIR : Jurnal Manajemen Dakwah

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Tulisan ini menjelaskan tentang Strategi Syiar Islam di Desa Klumpit Kecamatan Gebog Kabupaten Kudus. Penulis mencoba mengungkap strategi yang efektif dalam melakukan dakwah di masyarakat desa Klumpit tersebut dengan menggunakan pendekatan sosial (social approach). Bahwa desa klumpit sesungguhnya memiliki berbagai sumber daya dan prasarana yang memadai dalam mengaktualisasikan syiar Islam. Namun karena berbagai faktor yang dihadapi oleh masyarakat desa Klumpit tersebut, menjadikan suatu keadaan vacum dan stagnannya syiar Islam di desa tersebut. Hal ini memiliki pengaruh negatif yang cukup kuat bagi generasi muda yang ada di desa tersebut. Hasil dari pendekatan tersebut adalah terungkapnya berbagai faktor yang menjadikan tidak hidupnya syiar Islam, tidak adanya sentral kajian Islam di masjid Baitul Fattah desa Klumpit menjadi faktor utama kevacuman syiar Islam tersebut. Dengan dihidupkan kembali kajian Islam di Masjid tersebut, maka gairah masyarakat menjadi hidup dalam memakmurkan Masjid yang sekaligus menjadi pertanda syiarnya dakwah Islam.

ZIARAH MAKAM WALI SEBAGAI MEDIA DAKWAH: REFLEKSI TEOLOGIS DAN SOSIO-KULTURAL MASYARAKAT NAHDLIYIN

Sanusi, Sanusi

TADBIR : Jurnal Manajemen Dakwah Vol 2, No 2 (2017): Tadbir Jurnal Manajemen Dakwah (Article in Press)
Publisher : TADBIR : Jurnal Manajemen Dakwah

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

 Fenomena ziarah makam wali merupakan tradisi turun-temurun yang sudah berakar kuat di kalangan umat Islam nusantara khususnya di kalangan nahdliyin sebagai representasi dari masyarakat nusantara yang masih berpegang teguh pada tradisi sebagai bentuk penghormatan kepada nenek moyang khususnya para wali atau penyebar agama Islam di tanah nusantara. Fenomena ziarah yang dilakukan oleh warga nahdliyin memiliki corak keunikannya sendiri, selain karena dipengaruhi oleh faktor atas penghayatan doktrin agama juga dipengaruhi oleh budaya lokal yang begitu kental. Eksistensi tradisi lokal cukup mewarnai secara signifikan terhadap keberadaan Islam yang lahir di tengah masyarakat yang berpegang teguh pada nilai-nilai tradisi. model ziarah yang menjadi amaliyah warga nahdliyin dibangun atas dasar kesadaran teologis sekaligus atas dasar kesadaran sosio-kultural yang sudah menjadi bagian dalam sistem budaya masyarakat nusantara. Pada titik ini, ziarah makam wali tidak lagi dipandang sebatas pengamalan nilai religiusitas atau sebatas pengamalan nilai budaya, melainkan sebagai satu kesatuan yang dibangun atas dasar nilai keduanya. Sebagai sebuah tradisi Ziarah makam wali memiliki peran dan posisi strategis untuk dijadikan sebagai media dakwah yang cukup efektif khususnya di kalangan nahdliyin sebagai mayoritas masyarakat nusantara.

POLA KEPEMIMPINAN ISLAM SEBAGAI KUNCI SUKSES DAKWAH RASULULLAH

Mubasyaroh, Mubasyaroh

TADBIR : Jurnal Manajemen Dakwah Vol 2, No 1 (2017): Tadbir Jurnal Manajemen Dakwah (Article in Press)
Publisher : TADBIR : Jurnal Manajemen Dakwah

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Kepemimpinan atau sering disebut sebagai leadership menurut arti harfiahnya  adalah daya memimpin atau kualitas pemimpin. Adapun kepemimpinan merupakan suatu kegiatan atau seni untuk mempenbaruhi perilaku orang-orang yang dipimpin agar rela bekerja sama menuju kepada satu tujuan yang ditetapkan atau diinginkan bersama. Berbicara tentang Nabi Muhammad SAW tidak bisa dilepaskan dari tugas utama beliau sebagai seorang rasul penyampai risalah Tuhan dan tugasnya sebagai pemimpin panutan umat dengan memberikan pendidikan dan pengajaran tentang nilai-nilai Islam, sebagai bentuk dakwahnya. Pemimpin dambaan ummat adalah sosok pemimpin yang bisa membawa ummat kembali merintis dan menciptakan peradaban mulia sebagaiman telah digambarkan Nabi SAW. Karena hanya kepemimpinan yang sesuai dengan metode kenabianlah, Ridha Allah akan didapat. Pada makalah ini akan mencoba diungkap tentang pola kepemimpinan Rasulullah Muhammad SAW sehingga mencapai sukses dalam dakwahnya yang mampu menguasai seluruh jazirah Arab.

TASAWUF SEBAGAI MEDIA KEPUASAN BATIN DALAM KONTEKS HAL DAN MAQAM

Masturin, Masturin

TADBIR : Jurnal Manajemen Dakwah Vol 2, No 2 (2017): Tadbir Jurnal Manajemen Dakwah (Article in Press)
Publisher : TADBIR : Jurnal Manajemen Dakwah

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

 Inti ajaran semua agama adalah penyerahan kepada Tuhan pencipta alam semesta, yang dalam bahasa Arab disebut Islam dalam arti generik. Perbedaan pendapat yang terjadi adalah akibat kebanggaan dan sikap menolak. Penyerahan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa, tanpa sedikitpun mengasosiasikan atribut Ketuhanan kepada apa dan siapapun selain daripada-Nya sendiri, merupakan satu-satunya sikap keagamaan yang benar, dan sikap selain itu tertolak.Tasawuf merupakan olah rohani untuk mendekatkan roh manusia kepada Tuhan sehingga dapat berhubungan langsung dengan Tuhan. Hubungan langsung antara roh manusia dengan Tuhan baik dalam bentuk komunikasi maupun dialog dapat dicapai melalui pengasingan diri dan kontemplasi. Kesa­daran akan adanya komunikasi dan dialog inilah yang menjadi inti dari tasawuf.Ada segolongan umat Islam yang belum merasa puas dengan pendekatan diri kepada Tuhan melalui ibadah shalat, puasa dan haji. Mereka ingin lebih dekat lagi dengan Tuhan. Jalan untuk itu diberikan oleh al-tasawwuf. Al-tasawwuf atau sufisme ialah istilah yang khusus dipakai untuk menggambarkan mistisisme dalam Islam.Ada beberapa, maqam yang harus dilalui oleh seorang sufi untuk mendekatkan diri kepada Tuhan. Di antara para ahli tasawuf terjadi perbedaan pandangan mengenai jumlah dan susunan maqam. Abu Bakar Muhammad al-Kalabadzi tam­paknya lebih rinci dalam mengemukakan maqamat yang harus dilalui oleh seorang, sufi dibandingkan dengan ahli tasawuf lainnya. Maqamat yang dikemukakan oleh Abu Bakar Muhammad al-Kalabadzi secara berurutan adalah al-tau­bah, al-zuhd, al-shabr, al-faqr, al-tawadlu, al-taqwa, al-tawakkal, al-ridlo, al-mahabbah, dan al-marifah.

MANAJEMEN DALAM ORGANISASI ISLAM

Mubasyaroh, Mubasyaroh

TADBIR : Jurnal Manajemen Dakwah Vol 2, No 2 (2017): Tadbir Jurnal Manajemen Dakwah (Article in Press)
Publisher : TADBIR : Jurnal Manajemen Dakwah

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

 Organisasi yang baik dalam pandangan masyarakat modern harus dikelola secara efektif dan efisien. Pengelolaan organisasi secara efktif dan efisien hanya akan didapati bila didalamnya dipraktekkan manajemen modern. Pengelolaan organisasi dapat dilakukan dengan menggunakan manajemen yang baik. Dalam makalah ini akan diungkapkan manajemen dalam organisasi Islam. Adapun tujuan tulisan ini,  ingin memberikan gambaran dan wawasan terhadap pembaca,  mengenai hal-hal yang berkaitan dengan organisasi, serta manajemen dalam organisasi Islam. Manajemen sebagai kegiatan mengerakkan orang-orang dalam suatu organisasi atau kegiatan tertentu, memiliki fungsi yang berbeda-beda. Henri Fyol misalnya menyebutkan fungsi-fungsi manajemen terdiri dari planning, organizing, commonding, coordinating,  dan controlling. Sementara itu George R.Terry membagi fungsi manajemen ada 4(empat) yaitu; planning, organizing, actuating, dan controlling.

KARAKTERISTIK PEMIMPIN DALAM PRESPEKTIF ISLAM (KAJIAN TAFSIR IBNU KATSIR)

Rahmawati, Rukhaini Fitri

TADBIR : Jurnal Manajemen Dakwah Vol 2, No 1 (2017): Tadbir Jurnal Manajemen Dakwah (Article in Press)
Publisher : TADBIR : Jurnal Manajemen Dakwah

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Menjadi pemimpin merupakan hal yang mudah namun menjadi pemimpin yang baik dan mampu mengemban tanggungjawabnya bukanlah perkara yang mudah.Dalam Islam menjadi seorang pemimpin atau khalifah merupakan salah satu tugas manusia sehingga Islam begitu cermat mengatur hal tentang  kepemimpinan. Dalam berbagai ayat dijelaskan berkaitan dengan konsep kepemimpinan, karakteristik seorang pemimpin yang ideal hingga bagaimana memilih pemimpin dalam Islam. Makalah ini akan menjelaskan karakteristik-karakteristik seorang pemimpin berdasarkan ayat-ayat Al-Qur’an berdasarkan tafsir yang dilakukan oleh Ibnu Katsir.          

Pemimpin Rakyat: Belajar pada DPRD Kudus Hasil Pemilu Tahun 2014

Rosyid, Moh.

TADBIR : Jurnal Manajemen Dakwah Vol 2, No 1 (2017): Tadbir Jurnal Manajemen Dakwah (Article in Press)
Publisher : TADBIR : Jurnal Manajemen Dakwah

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Politik dalam bahasa Arab dari kata siyasah, berasal dari kata yasa-yasusu berarti mengurusi, melatih, dan mendidik. Dalam perspektif Islam, politik mengandung makna keinginan atau cara menjadikan ajaran Islam sebagai panduan kehidupan (manhajul hayah) agar kehidupan berpolitik menyejahterakan umat manusia dan lingkungannya. Upaya menyejahterakan tersebut dapat dilakukan dengan posisi/jabatan yang diembannya. Sebagai manusia, perilaku politisi perlu dikawal dan diarahkan agar berpijak pada jalan yang lurus/benar. Pihak yang mengarahkan tentunya memiliki kriteria ideal yakni pihak yang netral, dapat dijadikan contoh, dipercaya, dan memiliki kekuatan. Kriteria itu dimiliki ulama atau cendekiawan yang memiliki hati nurani dan nihil kepentingan praktis. Naskah ini sebagai bagian dari upaya untuk memotret hasil pemilu legislatif tahun 2014 DPRD Kabupaten Kudus Jawa Tengah. Pertama, baru pertama kali ada DPRD Kudus yang beragama Buddha, yakni Ngateman, PDIP, Dapil 2. Terpilihnya anggota DPRD Kudus memiliki ragam latar belakang, meski minim sosok tokoh Islam kharisma yang mencalonkan diri atau dicalonkan oleh umat/partai sebagai representasi wakil rakyat atas ketokohannya. Kedua, berdasarkan data yang tertulis dalam naskah ini diharapkan ada upaya yang lebih optimal oleh parpol dalam mengader person parpolnya. Ketiga, fenomena pindah partai pun menghiasi pileg 2014. Keempat, minimnya perempuan yang terpilih sebagai catatan tersendiri. Kelima, PDI-P sebagai partai pemenang perolehan kursi dewan tertinggi sehingga menduduki jabatan Ketua DPRD Kudus. Hal yang lebih penting dari semua ini adalah perlunya dievaluasi kinerja dewan. 

KONTRIBUSI DA’I DALAM MEMBANGUN JIWA KEPEMIMPINAN MELALUI PENDIDIKAN KARAKTER

Khoirun Nida, Fatma Laili

TADBIR : Jurnal Manajemen Dakwah Vol 2, No 1 (2017): Tadbir Jurnal Manajemen Dakwah (Article in Press)
Publisher : TADBIR : Jurnal Manajemen Dakwah

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Eksistensi da’i dalam dinamika dakwahnya tidak cukup hanya sebagai pembawa risalah agama, namun lebih dari itu da’i memiliki peran yang strategis dalam kiprahnya sebagai fasilitator, motivator, problem solver dan teladan bagi masyarakat. Dalam tulisan ini akan menguraikan bagaimana kompetensi da’i mampu menjadi daya dukung dalam proses pembangunan jiwa kepemimpinan mad’u. Keberhasilan da’i dalam membangun jiwa kepemimpinan mengindikasikan kemampuan da’i  dalam  mewujudkan proses pendidikan karakter sebagai muatan dalam dinamika dakwahnya. Disisi lain, kekuatan karakter yang dicapai mad’u sebagai produk dari keberhasilan dakwah merupakan wujud nyata dari aktualisasi kompetensi da’i baik secara personal, social, spiritual dan subtantif-metodologis. Kekuatan karakter dalam proses pembangunan jiwa kepemimpinan didukung oleh tiga pilar pendidikan karakter yang meliputi; moral knowing, moral loving dan moral behavior sebagai sebagai pijakannya. Keberhasilan pendidikan karakter melalui peran da’i yang professional akan menjadi media yang strategis dalam upaya pembangunan jiwa kepemimpinan ummat sebagai salah satu tujuan dari kegiatan dakwah. 

SIKAP KEPEMIMPINAN TOKOH AGAMA DI TENGAH MASYARAKAT KONFLIK (Studi Kasus Pendampingan Tokoh Agama pada Masyarakat Konflik Kendeng di Rembang)

Yuliyatun, Yuliyatun

TADBIR : Jurnal Manajemen Dakwah Vol 2, No 1 (2017): Tadbir Jurnal Manajemen Dakwah (Article in Press)
Publisher : TADBIR : Jurnal Manajemen Dakwah

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Tulisan ini merupakan hasil pengamatan dan analisis terhadap fenomena konflik masyarakat di wilayah garis depan yang menjadi lokasi pendirian pabrik semen di jejeran pegunungan Kendeng Rembang. Ada hal menarik peran tokoh agama dapat memberikan pencerahan dan menciptakan situasi damai bagi kedua belah pihak yang berkonflik. Karena pihak-pihak yang berkonflik tersebut merupakan satu komunitas masyarakat muslim yang mestinya dapat menjaga ukhuwah meski berada dalam posisi yag saling berbeda menyikapi sikap investor dalam upayanya mendirikan pabrik semen. Hasil penelusuran perkembangan berita mengenai kasus Kendeng di Rembang, sikap kepemimpinan tokoh agama menjadi hal yang sangat urgen dalam mendampingi masyarakat yang secara psikologis membutuhkan dukungan moril dalam menghadapi realitas yang tidak dikehendakinya. Sikap tersebut ditunjukkan dengan mendasarkan tindakan tokoh agama pada nilai-nilai luhur ajaran Islam merespon perkembangan masyarakat dan relasinya dengan industrialisasi yang tengah berlangsung di Rembang.