cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
BULETIN OSEANOGRAFI MARINA
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : 20893507     EISSN : 25500015     DOI : -
Core Subject : Science,
Buletin Oseanografi Marina (BULOMA) adalah jurnal yang menginformasikan hasil penelitian dan telaah pustaka tentang aspek Oseanografi, Ilmu Kelautan, Biologi Laut, Geologi Laut, Dinamika Laut dan Samudera, Estuari, Kajian Enerji Alternatif, Mitigasi Bencana, Sumberdaya Alam Pesisir, Laut dan Samudera.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue " Vol 7, No 2 (2018): Buletin Oseanografi Marina" : 8 Documents clear
Kandungan Protein Spirulina platensis Pada Media Kultur Dengan Konsentrasi Nitrat (KNO3 ) Yang Berbeda Ulya, Saniyatul; Sedjati, Sri; Yudiati, Ervia
Buletin Oseanografi Marina Vol 7, No 2 (2018): Buletin Oseanografi Marina
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (444.142 KB) | DOI: 10.14710/buloma.v7i2.20109

Abstract

 Spirulina platensis merupakan mikroalga hijau biru yang mengandung nutrisi protein tinggi sehingga banyak digunakan sebagai pakan alami. Pertumbuhan dan kandungan protein mikroalga dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya adalah pemberian makronutrien pada media kultur mikroalga. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh pertumbuhan dan kandungan protein pada mikroalga S. platensis dengan pemberian konsentrasi nitrat yang berbeda. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan acak blok dengan tiga kali pengulangan. Perlakuan konsentrasi nitrat berbeda yang diberikan adalah 50 ppm, 100 ppm, dan 150 ppm. Perhitungan kepadatan dan pengukuran parameter kualitas air dilakukan setiap hari. Pemanenan dilakukan pada hari ke – empat. Kadar prorein dianalisis dengan menggunakan metode Kjedahl. Hasil penelitian pertumbuhan S. platensis menunjukkan nilai kepadatan sel S. platensis tertinggi pada hari ke – empat berada pada perlakuan C dengan konsentrasi nitrat 150 ppm (169,58 . 103 sel/mm3). Hasil analisis ANOVA menunjukkan bahwa konsentrasi nitrat berpengaruh terhadap pertumbuhan S. platensis (p < 0,05) namun perbedaan konsentrasi nitrat tidak berpengaruh pada kadar protein (p ≥ 0,05). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa konsentrasi nitrat yang ditambahkan pada media kultur S. platensis berpengaruh terhadap pertumbuhan S. platensis namun tidak berpengaruh pada kandungan proteinnya.  Protein Content of Spirulina platensis in Different Culture Media with Nitrate (KNO3) Concentration Spirulina platensis is green-blue microalgae that contain high protein nutrient and could be used as natural food. Growth and protein content of microalgae are influenced by several factors and one of those is giving macronutrient to microalgae’s culture medium. The purpose of this research is to compare the growth and protein content of the S. platensis with different nitrate consentrations.The research design used was a completely randomized block design with three repetitions. The different nitrate concentration treatments were 50 ppm, 100 ppm and 150 ppm. Determination of density and water quality measurement parameters was done on daily basis. Spirulina platensis was harvested done on fourth day of culture. Protein levels were analyzed by Kjedahl method. The result of the S. platensis growth that the highest density on day fourth in C treatment with 150 ppm nitrate consentration (169,58 . 103 sel/mm3). The result of ANOVA analysis show that the concentration of nitrate affected on S. platensis growth (p < 0,05) but the difference of nitrate concentration wasn’t affected in protein analysis (p ≥ 0,05). Based on the result of this research, it can be concluded that the concentration of nitrate added to the S. platensis culture medium effectively and improved the growth of S. platensis but had no effect on the protein content. 
Analisis Sebaran Klorofil-A dan Suhu Permukaan Laut sebagai Fishing Ground Potensial (Ikan Pelagis Kecil) di Perairan Kendal, Jawa Tengah Agung, Andita; Zainuri, Muhammad; Wirasatriya, Anindya; Maslukah, Lilik; Subardjo, Petrus; Suryosaputro, Agus Anugroho Dwi; Handoyo, Gentur
Buletin Oseanografi Marina Vol 7, No 2 (2018): Buletin Oseanografi Marina
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1139.643 KB) | DOI: 10.14710/buloma.v7i2.20378

Abstract

Perairan Kendal merupakan salah satu kabupaten di Jawa Tengah dengan luas wilayah ± 1.002,23  dan mengalami perkembangan pesat terutama di bidang perikanan. Perairan Kendal adalah salah satu wilayah penyebaran ikan demersal dan pelagis yang cukup potensial di perairan Utara Jawa Tengah. Tujuan penelitian ini untuk memprediksi zonasi fishing ground ikan pelagis  kecil di Perairan Kendal berdasarkan parameter klorofil-a dan suhu permukaan laut. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, penentuan lokasi pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa perairan Kendal memiliki nilai konsentrasi klorofil-a berkisar antara 0.34 – 4.86 mg/  konsentrasi tertinggi di Timur Laut muara sungai Bodri dan di ikuti dengan hasil tangkapan ikan paling banyak yaitu 53 kg. Konsentrasi suhu permukaan laut berkisar 30,5 - 31ᵒC. Perbedaan nilai konsentrasi klorofil-a dan suhu permukaan laut dipengaruhi oleh angin yang berhembus di perairan sehingga diduga mengakibatkan terjadinya proses mixing.  Analysis of Chlorophyll-A Distribution and Potential Sea Surface As Fishing Ground Temperature in Kendal Coastal, Central JavaThe waters of Kendal is one district in Central Java with an area of ± 1.002.23  and experienced rapid development, especially in the field of fisheries. The waters of Kendal is one of the potential demersal and pelagic fish distribution areas in the waters of North Central Java. The purpose of this study was to predict the potential fishing ground of small pelagic fish in Kendal Waters based on the parameters of chlorophyll-a and sea surface temperature. This research uses quantitative method while determining the location of sampling using purposive sampling method. Based on the research results it can be seen that the waters of Kendal has a value of chlorophyll-a concentration ranging from 0.34 - 4.86 mg/   with the highest concentration that is in the Northeast estuary Bodri river and followed by the catch of most fish that is 53 kg. Concentrations of sea surface temperature range from 30.5 - 31ᵒC. Differences in the value of a-chlorophyll concentration and sea-surface temperatures across the waters are influenced by winds that blow in the waters resulting in a mixing process. 
Identifikasi Fishing Ground Ikan Teri (Stolephorus sp) Menggunakan Citra Modis di Perairan Karimunjawa, Jepara Aditya, Rizky; Wirasatriya, Anindya; Kunarso, Kunarso; Maslukah, Lilik; Subardjo, Petrus; Suryosaputro, Agus Anugroho Dwi; Handoyo, Gentur
Buletin Oseanografi Marina Vol 7, No 2 (2018): Buletin Oseanografi Marina
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1142.731 KB) | DOI: 10.14710/buloma.v7i2.20549

Abstract

Fishing ground  atau  zona  penangkapan ikan  adalah  suatu  kawasan perairan  yang  menjadi sasaran dalam usaha penangkapan ikan. Ikan teri merupakan hasil tangkapan ikan yang populer di Karimunjawa. Penelitian ini bertujuan memprediksi zona tangkapan ikan di Perairan Karimunjawa berdasarkan sebaran klorofil-a dan suhu permukaan laut dengan memanfaatkan data citra satelit Aqua Modis level-3. Sebaran klorofil-a yang tinggi terlihat pada bulan Mei sampai Juli. Nilai korelasi antara klorofil-a dengan tangkapan ikan di lapangan sebesar r=0,869 yang berarti berhubungan sangat erat. Sedangkan nilai korelasi Suhu Permukaan Laut (SPL) dengan tangkapan ikan hanya sebesar r=0,387. Hal ini berarti hasil tangkapan ikan teri di Kepulauan Karimunjawa lebih dipengaruhi oleh sebaran klorofil-a dari pada SPL. Oleh karena itu dalam penentuan potensi fishing ground dengan menggunakan data MODI klimatologi bulanan, kami hanya menggunakan parameter klorofil-a. Perairan Karimunjawa memiliki kandungan klorofil-a rata rata sebesar 0,29 mg/m3. Berdasarkan analisa sebaran klorofil-a klimatologi bulanan, lokasi potensi fishing ground berada pada barat dan tenggara dari perairan Pulau Nyamuk, Barat Pulau Kemujan termasuk Pulau Cemara Besar dan Kecil, dan di perairan sekitar Pulau Parang yang dapat ditemukan disetiap bulannya. Anchovy Ground Fishing Identification (Stolephorus sp) Using Fashionable Images in the Waters of Karimunjawa, Jepara Fishing ground or fishing zone is an area in the ocean which becomes a target for fishing activities. Common target for fishing activity in Karimunjawa is anchovy. The aim of this study is to predict fishing zone on the waters of Karimunjawa based on the chlorophyll distribution and sea surface temperature by utilizing level 3 Aqua MODIS data. The high chlorophyll-a distribution is observed from May to July. The correlation value between chlorophyll-a and fish catch based on insitu data is strong with r = 0.869. Conversely, the correlation between insitu SPL correlation and fish catch is weak with r = 0.38. Therefore, we only used chlorophyll-a parameter to determine the potential fishing ground in Karimun Jawa. Karimunjawa waters have an average chlorophyll-a conscentration of 0.29 mg/m3, Based on monthly climatology of MODIS  chlorophyll data, the location of potential fishing ground is west and southeast from the waters of the island of Nyamuk, the west of Kemujan Island including Pulau Cemara Besar and Kecil, and in the waters around Parang Island which can be found every month.
Pola Pertumbuhan, Biomassa Dan Kandungan Protein Kasar Kultur Skeletonema costatum Skala Massal Dengan Konsentrasi Kalium Nitrat Berbeda Ambarwati, Diyah Putri; Yudiati, Ervia; Supriyantini, Endang; Maslukah, Lilik
Buletin Oseanografi Marina Vol 7, No 2 (2018): Buletin Oseanografi Marina
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (588.385 KB) | DOI: 10.14710/buloma.v7i2.20896

Abstract

Mikroalga Skeletonema costatum merupakan pakan alami yang mengandung nutrisi yang diperlukan untuk budidaya perikanan. Modifikasi media kultur merupakan salah satu upaya optimalisasi produktivitas sekaligus meningkatkan kadar proteinnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian KNO3 dengan berbagai konsentrasi terhadap pola pertumbuhan, biomassa dan kandungan protein kasar. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen Rancangan Acak Lengkap, dengan lima konsentrasi KNO3 (A: 25; B:50; C:75; D:100 dan E:125 ppm) yang diulang sebanyak tiga kali. Inokulum awal adalah satu ton,103 sel/mL. Saat mencapai fase stasioner, kultur massal S. costatum dipanen dan dikeringkan. Kandungan protein kasar dianalisis menggunakan metode Kjeldahl. Hasil penelitian terhadap kepadatan menunjukkan bahwa perlakuan terbaik dicapai pada konsentrasi KNO3 125 ppm (498,88. 103 sel/mL) diikuti D (316,94. 10³ sel/mL), C (313,81.10³ sel/mL), B (246,56. 10³ sel/mL) dan A (195,60. 10³ sel/mL). Terdapat perbedaan fase stasioner pada masing-masing perlakuan yaitu A:32; B:28; C: 37; D:32; E:36 jam. Biomass rata-rata yang dihasilkan pada tiap perlakuan sesuai dengan pola kepadatan sel yaitu E: 8,60, D:7,85, C:6,43, B:5,91 dan A:5,44 g. Analisa terhadap kandungan protein kasar menunjukkan tidak adanya perbedaan antar perlakuan (P>0,05). Pemberian KNO3 terbukti dapat meningkatkan kepadatan sel dan berpengaruh terhadap pola pertumbuhan dan biomassa, namun kandungan protein kasar tidak meningkat. Growth, Biomass and Rough Protein Content of Skeletonema costatum Mass Scale with Different Concentration of Potassium Nitrate (KNO3) Skeletonema costatum is natural microalgae which rich in nutrient. An effort to optimize the protein content was done by modifying the culture media. This research is aimed to find out the effect of various concentration of KNO3 addition to the growth pattern, biomass and crude protein content. The Completely Randomized Design with five treatment KNO3 (A: 25; B:50; C:75; D:100 dan E:125 ppm) in three replication were applied. The starting innoculum was one tonne, 103 cel/mL. The microalgae was harvested at stationary phase and the dried. The crude protein was analised by Kjeldahl methods. The results of cell density showed that the best concentration was E (498,88. 103 cells/mL), D (316,94. 10³ cells/mL), C (313,81.10³ cells/mL), B (246,56. 10³ cells/mL) and A (195,60. 10³ cells/mL) respectively. The stationary phase in every treatment was reached at different time A:32; B:28; C: 37; D:32; E:36 hr. The average biomass were at similar pattern to the cell density (E:8,60, D:7,85, C:6,43, B:5,91 and A:5,44 g). On the other hand, the crude protein content were not significantly different (P>0,05). It is concluded that the KNO3 addition enhanced the cell density, growth pattern, biomass. The protein content was remain similar. 
Struktur Komunitas Zooplankton Di Perairan Desa Mangunharjo Kecamatan Tugu Semarang Paramudhita, Widya; Endrawati, Hadi; Azizah, Ria
Buletin Oseanografi Marina Vol 7, No 2 (2018): Buletin Oseanografi Marina
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (636.312 KB) | DOI: 10.14710/buloma.v7i2.20548

Abstract

Perairan Desa Mangunharjo merupakan perairan yang mengalami perubahan kondisi lingkungan akibat abrasi yang berdampak pada kerusakan ekosistem mangrove dan tambak. Kondisi tersebut berpengaruh terhadap keberadaan biota perairan salah satunya adalah zooplankton. Oleh karena itu penelitian ini dilakukan untuk mengetahui struktur komunitas zooplankton di perairan Desa Mangunharjo. Pengambilan sampel dilakukan pada bulan Maret–April 2017 di perairan Desa Mangunharjo, Kecamatan Tugu, Semarang. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif eksploratif. Analisis data yang digunakan untuk mendeskripsikan komunitas zooplankton meliputi: kompisisi dan kelimpahan, indeks keanekaragaman, indeks keseragaman dan indeks dominansi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa zooplankton yang ditemukan secara keseluruhan sebanyak 23 genera yang terbagi atas 5 fila. Kelimpahan tertinggi sebesar 126.76 ind/L dan terendah 28.17 ind/L. Arthropoda merupakan filum yang paling banyak ditemukan pada penelitian ini. Indeks keanekaragaman yang diperoleh berkisar antara 0.72 – 2.49 dan dikatagorikan keanekargaman rendah dan sedang. Untuk indeks keseragaman yang diperoleh berkisar antara 0.44 – 0.98 dan dikatagorikan keseragaman sedang dan tinggi. Dan untuk indeks dominansi diperoleh nilai berkisar antar 0.02 – 0.98 dan dikatagorikan tidak ada dominasi. Mangunharjo Village waters have changed environmental conditions due to abrasion that damage the mangrove ecosystems and ponds. These conditions affect the presence one of aquatic biota which is zooplankton. Therefore this research is done to know the structure of zooplankton community in Mangunharjo Village waters. Sampling was conducted in March-April 2017 in the waters of Mangunharjo Village, Tugu Sub-district, Semarang. The method used is descriptive explorative method. The data analysis used to describe the zooplankton community includes: composition and abundance, diversity index, uniformity index and dominance index. The results showed that zooplankton found as a whole 23 genera of 5 fila. The highest abundance was 126.76 Ind/L and the lowest was 28.17 Ind/L. Arthropods are the most common phyla in this study. The index of diversity obtained ranges from 0.72 to 2.49 and categorized at low and medium diversity. As for the uniformity index obtained ranged from 0.44 to 0.98 and categorized at medium and high uniformity. And for the dominance index obtained values ranged between 0.02 - 0.98 and categorized at non dominance.
Biomorfometrik Kepiting Bakau (Scylla sp.) Hasil Tangkapan di Perairan Semarang Guna Menunjang Konservasi Sumberdaya Hayati Hardiyanti, Anggun Sri; Sunaryo, Sunaryo; Riniatsih, Ita; Santoso, Adi
Buletin Oseanografi Marina Vol 7, No 2 (2018): Buletin Oseanografi Marina
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (928.669 KB) | DOI: 10.14710/buloma.v7i2.20686

Abstract

Kepiting bakau (Scylla sp.) merupakan komoditas perikanan yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Permintaan terhadap komoditas kepiting dari tahun ke tahun cenderung meningkat, sehingga dalam memenuhi semua permintaan ini seluruhnya berasal dari hasil tangkapan di alam, yaitu sebesar 70% dan banyaknya penangkapan kepiting bakau tanpa memperhatikan ukuran yang layak tangkap. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji biomorfometrik kepiting bakau, meliputi jumlah, distribusi, nisbah kelamin, hubungan lebar karapas dan berat, faktor kondisi dan tingkat kematangan gonad. Penelitian menggunakan metode deskriptif eksploratif. Penelitian dilaksanakan pada bulan  Mei – Juni 2017 di kawasan perairan Semarang, yaitu di Mangkang Wetan, Tapak, Tanah Mas dan Tambak Lorok. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa jumlah kepiting bakau yang diamati sebanyak 616 ekor, terdiri atas 362 betina (58,77%) dan 254 jantan (41,23%), perbandingan betina dan jantan 1,43 : 1. Ukuran lebar karapas berkisar antara 47,05 - 132,56 mm dengan berat berkisar antara 33,02 - 513,09 g. Hubungan lebar karapas dengan berat bersifat allometrik negatif dan positif. Nilai faktor kondisi yang didapatkan berkisar 1,368 – 9,752. Tingkat kematangan gonad kepiting betina maupun jantan didominasi oleh TKG II dan III, dengan demikian diduga pada bulan Mei – Juni di perairan Semarang sedang terjadi masa pemijahan. Biomorphometry of Mangrove Crab (Scylla sp.) Catched in SemarangMangrove crab (Scylla sp.) is one of the fishery commodities that have high economic value. The demand for crab commodity from year to year tends to increase, in order to fulfilling all these demands almost all of them come from the catch in nature that is equal to 70%, and this led to the occurrence of a lot of mangrove crab catching regardless of the size of the catch. This study aimed to examine the biomorphometric of mangrove crab, which includes the composition, sex ratio distribution, widht and weight relation, condition factors and gonad maturity level. The descriptive explorative methods was used in this research. This research was conducted from May - June 2017 in the Semarang waters included Mangkang Wetan, Tapak, Tanah Mas and Tambak Lorok. The results showed that the composition of mangrove crab were 616, consist of 362 females (58,77%) and 254 males (41,23%), with the comparison of female and male ratio of 1,43 : 1. The size of the obtained carapace width ranged from 47,05 - 132,56 mm with the size of the weight ranged from 33,02 – 512,09 g. The relations between width and weight of caparace indicated allometric. The value of the obtained condition factor ranged from 1,368 – 9,752. Gonad maturity level of male and female mangrove crab was dominated by TKG II and III, because the research location was in the spawning period.
Estimasi Cadangan Karbon pada Kawasan Mangrove di Desa Timbulsloko, Demak, Jawa Tengah Lestariningsih, Wiwid Andriyani; Soenardjo, Nirwani; Pribadi, Rudhi
Buletin Oseanografi Marina Vol 7, No 2 (2018): Buletin Oseanografi Marina
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (501.314 KB) | DOI: 10.14710/buloma.v7i2.19574

Abstract

Ekosistem mangrove merupakan salah satu ekosistem yang berperan dalam mengurangi karbon di udara, dan menyimpan karbon dari udara dalam bentuk biomassa pada bagian tubuh tumbuhan mangrove. Penelitian tentang estimasi cadangan karbon ini sangat diperlukan untuk menunjang perbaikan iklim dunia. Karena saat ini dunia sedang mengalami krisis global yang disebut climate change. Tujuan penelitian ini adalah mengestimasi cadangan karbon yang tersimpan pada tegakan dan substrat mangrove di kawasan mangrove Desa Timbulsloko. Metode yang digunakan yaitu purposive sampling method dan eksploratif, dilakukan di tiga stasiun dengan kondisi ekosistem mangrove yang bervariasi. Setiap stasiun penelitian dibagi menjadi tiga plot penelitian untuk menghitung nilai biomassa tegakan digunakan rumus allometrik untuk mengestimasi cadangan karbon pada tegakan mangrove. Data karbon substrat didapat dari kandungan bahan organik substrat yang dianalisis di Laboratorium. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa cadangan karbon pada tegakan mangrove sebesar 12.370,8 ton/ha, sedangkan estimasi cadangan karbon pada substrat mangrove sebesar 1.307,77 ton/ha. Hasil tersebut menunjukkan bahwa estimasi cadangan karbon pada tegakan mangrove lebih besar dibandingkan dengan estimasi cadangan karbon pada substrat mangrove. Hasil estimasi cadangan karbon pada tegakan mangrove meningkat seiring dengan meningkatnya besarnya biomassa tumbuhan dan kerapatan mangrove. Sedangkan estimasi cadangan karbon pada substrat diduga lebih dipengaruhi oleh bahan organik dan lokasi penelitian. Estimates of Carbon Stok in the Mangrove Area in Timbulsloko Village,Demak, Central Java Mangrove ecosystem is one of the ecosystem that play a role in reducing carbon in the air. One of the functions of mangrove is to store carbon from the air form of biomass in the body parts of mangrove plants. This research on the estimation of carbon stocks is needed to support the improvement of world climate. Today the world is experiencing a global crisis called climate change. The purpose of this research are estimate of carbon stock on stands and substrate in mangrove area of Timbulsloko Village. This research used purposive sampling and explorative method, conducted in three stations with varying mangrove ecosystem conditions. The research was divided into three research plots per station to calculate the stand biomass value using allometric formula in estimating carbon stocks of mangrove area. Substrate carbon data obtained from the content of substrate organic materials analyzed at Laboratorium. Based on the result of research, it is found that carbon stock in mangrove stands is 12.370,8 ton/ha, while estimation of carbon stock on mangrove substrate is 1.307 ton/ha. These results show that estimates of carbon stocks in mangrove stands are greater than estimates of carbon stocks on mangrove substrates. The estimation of carbon stocks on mangrove stands increases with increasing of plant biomass and mangrove density, while estimates of carbon stocks on the substrate are suspected to be more influenced by organic materials and research sites.
Pengaruh Pencahayaan terhadap Kandungan Pigmen Tetraselmis chuii sebagai Sumber Antioksidan Alami Ginting, Nada Kristiani; Sedjati, Sri; Supriyantini, Endang; Ridlo, Ali
Buletin Oseanografi Marina Vol 7, No 2 (2018): Buletin Oseanografi Marina
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (327.287 KB) | DOI: 10.14710/buloma.v7i2.19995

Abstract

Tetraselmis chuii merupakan alga hijau yang mengandung senyawa bioaktif seperti pigmen klorofil dan karotenoid. Pigmen klorofil dapat menurunkan risiko terkena kanker dan berpotensi sebagai antioksidan. Salah satu faktor eksternal yang berpengaruh  terhadap kandungan pigmen adalah cahaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh warna pencahayaan terhadap biomassa, kandungan  pigmen dan aktivitas antioksidan T. chuii. Rancangan penelitian yang digunakan adalah  rancangan acak blok dengan tiga kali pengulangan. Perlakuan pencahayaan yang diberikan adalah putih, merah, dan biru. Perhitungan kepadatan dan pengukuran parameter kualitas air dilakukan setiap hari. Pemanenan dilakukan pada saat fase stasioner hari ke – 4. Kadar pigmen (klorofil a, b dan karotenoid) dilakukan secara spektrofotometri dan uji aktivitas antioksidan dilakukan dengan DPPH (1,1-difenil-2-pikrilhidrazil). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepadatan sel tertinggi terdapat pada perlakuan pencahayaan putih sebesar 95.800 sel/ml. Kandungan pigmen klorofil a dan klorofil b total tertinggi terdapat pada  pencahayaan merah (48,28 dan 40,86 μg/ml), serta karotenoid total tertinggi terdapat pada pencahayaan biru (6,70 μg/ml). Perlakuan perbedaan pencahayaan memberikan pengaruh nyata (P<0,05) terhadap kandungan pigmen (klorofil a, dan b). Aktivitas antioksidan ekstrak T. chuii  semua perlakuan tergolong sangat lemah ( IC50 lebih dari 200 ppm). Effect of Lighting on Pigments Content Tetraselmis chuii  a Source of Natural Antioxidants Tetraselmis chuii is a green algae which is containing bioactive compounds such as chlorophyll and carotenoid pigments. Chlorophyll may reduce the risk of cancer and potentially as an antioxidant. This research aims to know the effect of light colour  on biomass, pigment and antioxidant activity content of T. chuii. The research design used was a complete randomized design with three repetitions. The light treatments provided are white, red, and blue. Calculation of density and measurement of water quality parameters on daily basis. Harvesting is done during the stasionary phase at fourth day. Pigment levels (chlorophyll a, b and carotenoids) were performed by spectrophotometer and an antioxidant activity test was performed by DPPH (1,1-diphenyl-2-picrilhidrazil). The results showed that different colour lighting treatments had an effect (P <0.05) on pigment content (chlorophyll a, b, and carotenoid).The highest total chlorophyll content of a and chlorophyll b were found in the highest red light (48.28 and 40.86 μg/ ml) and the highest total carotenoids were in blue light (6.70 μg /ml). The highest cell desity in white lighting treatment is 95,800 cell/ml. Potential antioxidant activity of T. chuii extract for all treatments were very low (IC50 more than 200 ppm). 

Page 1 of 1 | Total Record : 8