cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
BULETIN OSEANOGRAFI MARINA
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : 20893507     EISSN : 25500015     DOI : -
Core Subject : Science,
Buletin Oseanografi Marina (BULOMA) adalah jurnal yang menginformasikan hasil penelitian dan telaah pustaka tentang aspek Oseanografi, Ilmu Kelautan, Biologi Laut, Geologi Laut, Dinamika Laut dan Samudera, Estuari, Kajian Enerji Alternatif, Mitigasi Bencana, Sumberdaya Alam Pesisir, Laut dan Samudera.
Arjuna Subject : -
Articles 11 Documents
Search results for , issue " Vol 5, No 1 (2016): Buletin Oseanografi Marina" : 11 Documents clear
Studi Sebaran Klorofil-a Secara Horizontal di Perairan Muara Sungai Silugonggo Kecamatan Batangan, Pati Hidayah, Greenaty; Wulandari, Sri Yulina; Zainuri, Muhammad
BULETIN OSEANOGRAFI MARINA Vol 5, No 1 (2016): Buletin Oseanografi Marina
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (798.025 KB) | DOI: 10.14710/buloma.v5i1.11296

Abstract

Daerah perairan muara Sungai Silugonggo merupakan salah satu wilayah yang terletak di pesisir Laut Jawa, Kabupaten Pati. Pada daerah pesisir di wilayah perairan ini terdapat pemukiman penduduk, pertambakan dan terdapat kawasan mangrove yang merupakan sumber utama nutrien yang masuk di perairan tersebut. Kondisi ini menyebabkan wilayah perairan muara Sungai Silugonggo akan mengalami persebaran sesuai dengan dinamika oseanografi. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pola sebaran dan nilai kandungan klorofil-a serta mengetahui pola arus yang mempengaruhi sebaran klorofil-a secara horizontal di Perairan Muara Sungai Silugonggo, Kecamatan Batangan, Pati. Penelitian ini menggunakan data primer berupa klorofil-a, nutrien, parameter kualitas perairan, arus dan data sekunder adalah bathimetri dan pasang surut. Pengolahan data menggunakan pemodelan numerik. Hasil penelitian ini menunjukkan nilai kandungan klorofil-a berdasarkan tanggal sampling berada pada kisaran 0,4981- 12,1307 mg/m3 dan memiliki nilai rata-rata setiap pengambilan sebesar 2,5348, 3,2425 dan 3,8499 mg/m3. Berdasarkan hasil pengamatan menunjukkan bahwa nilai kandungan klorofil-a secara horizontal di Perairan Muara Sungai Silugonggo lebih dipengaruhi oleh masukan dari sungai, vegetasi mangrove dan daerah pertambakan. Sebaran klorofil-a di Perairan Muara Sungai Silugonggo memiliki pola mengarah dari wilayah muara sungai ke arah laut. Persebaran klorofil-a secara horizontal dominan dipengaruhi oleh arus dengan pola mengarah dari timur laut (45º) ke arah barat daya (225º) dengan kecepatan berkisar 0,03-0,15 m/det. Kata Kunci: Sebaran, Horizontal, Klorofil-a, Silugonggo, Fisik-Kimia Perairan
The Origin of Back-Arc Spreading in The Eastern Edge of Scotia Plate Prasetyawan, Indra Budi
BULETIN OSEANOGRAFI MARINA Vol 5, No 1 (2016): Buletin Oseanografi Marina
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (871.194 KB) | DOI: 10.14710/buloma.v5i1.11292

Abstract

The origin and evolution of  back-arc spreading in the eastern edge of Scotia Plate will be discussed in this paper. The Scotia Plate is a tectonicplate on the edge of the South Atlantic and Southern Ocean, located between the South American and Antartic plates. The East Scotia Ridge (ESR) in the eastern edge of Scotia Plate, forned due to subduction of the South American plate beneath the South Sandwich plate along the South Sandwich Island arc. The methods and techniques of data acquisition used were data from absolution motions and data from magnetic anomalies and bathymetric data. Magnetic anomalies and  bathymetric data that used in this paper consist of two sets data. First, magnetic anomalies and  bathymetric data which were obtained by aboard HMS Endurance in the 1969-70 austral summer, and the second, magnetic anomalies and  bathymetric data which were obtained after removal of the International Geomagnetic Reference Field (IGRF). Absolution motion analyses in the subduction zones of Sandwich plate results that form back-arc spreading in East Scotia Ridge showing high deformation for slow moving upper plates. Where back-arc spreading is associated with upper plate retreat that reaches 26.9 mm/year and have back-arc deformation style consistent with upper plate absolute. Key Words: Geological oceanography, Scotia plate, back-arc spreading
Suhu Air Laut Tahunan di Perairan Pulau Genting, Kepulauan Karimunjawa Arfiyan, Arfiyan; Munasik, Munasik
BULETIN OSEANOGRAFI MARINA Vol 5, No 1 (2016): Buletin Oseanografi Marina
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (490.665 KB) | DOI: 10.14710/buloma.v5i1.11297

Abstract

Kombinasi data suhu air laut dari pengukuran lapangan secara tahunan dan data meteorologi Near Real Time dari satelit bisa digunakan sebagai acuan untuk mengaitkan kondisi musim suatu perairan. Kondisi Perairan Pulau Genting mempunyai dua pola suhu rendah yaitu pada musim monsoon barat laut JFM (Januari, Februari, Maret) dan musim monsoon tenggara JAS (Juli, Agustus, September). Sedangkan pola suhu tinggi terjadi pada musim transisi AMJ (April, Mei, Juni) dan musim transisi OND (Oktober, November, Desember). Pola suhu air laut tahunan menunjukan bahwa suhu tahunan di Pulau Genting sangat dipengaruhi oleh kecepatan angin dibandingkan Insolation Clearness Index dan Curah Hujan pada semua musim. Kata kunci: Suhu Air Laut Tahunan, Musim, Kecepatan Angin
Sebaran Nitrat (NO3) dan Fosfat (PO4) Di Perairan Karangsong Kabupaten Indramayu Utami, Tri Mita Restu; Maslukah, Lilik; Yusuf, Muh
BULETIN OSEANOGRAFI MARINA Vol 5, No 1 (2016): Buletin Oseanografi Marina
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (863.672 KB) | DOI: 10.14710/buloma.v5i1.11293

Abstract

Perairan Karangsong mendapat pengaruh sangat besar dari aktivitas manusia yang berada di sepanjang maupun di hulu kawasan perairan tersebut. Aktivitas yang ada meliputi aktivitas rumah tangga, industri, tambak, lalu lintas kapal dan vegetasi mangrove. Padatnya aktivitas manusia tersebut dapat menyebabkan menurunnya kualitas perairan dan berpengaruh terhadap konsentrasi zat hara di perairan Karangsong. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui konsentrasi dan pola sebaran nitrat dan fosfat di perairan Karangsong, Kabupaten Indramayu. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus 2015, dengan menggunakan metode kuantitatif dan untuk penentuan lokasi pengambilan sampel air menggunakan metode purposive sampling. Data yang dikaji adalah konsentrasi nitrat dan fosfat, suhu, oksigen terlarut, salinitas, kecerahan, pH dan arus permukaan. Untuk menggambarkan pola sebaran nitrat dan fosfat serta pola arus menggunakan softwareArcGIS 10.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi nitrat berkisar 0,4148–2,4541 mgL-1 dan konsentrasi fosfat berkisar 0,0253 – 0,6261 mgL-1. Pola sebaran konsentrasi nitrat dan fosfat mengikuti pola arah arus yang terjadi yaitu ke arah Timur Laut. Kata kunci: Sebaran, Nitrat, Fosfat, Perairan Karangsong
Potensi Pemanfaatan Teripang (Holothurians) di Perairan Karimunjawa, Kabupaten Jepara, Provinsi Jawa Sulardiono, Bambang
BULETIN OSEANOGRAFI MARINA Vol 5, No 1 (2016): Buletin Oseanografi Marina
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (459.078 KB) | DOI: 10.14710/buloma.v5i1.11298

Abstract

Terdapat beragam spesies teripang (Holothurians) yang hidup di Perairan Karimunjawa, yang menempati berbagai substrat dasar pada ekosistem terumbu karang. Teripang bernilai ekonomis. Penangkapan dilakukan secara terus menerus tanpa adanya pengawasan. Hal  inilah yang menyebabkan jumlah populasi teripang H. scabra menurun dengan tajam. Oleh sebab itu perlu diadakan penelitian untuk mengetahui kondisi potensi teripang (holothurians) tersebut. Tujuan penelitian adalah mengetahui (a) komposisi spesies teripang di perairan Karimunjawa  (b) potensi populasi teripang di perairan Karimunjawa, dan (c) potensi pemanfatan teripang di perairan Karimunjawa. Metode pengumpulan data menggunakan transek garis 100 m yang dimodifikasi untuk reef check. Pengukuran dilakukan selama 1 tahun dengan interval waktu 1 bulan. Lokasi penelitian di perairan Karimunjawa,   dibagi dalam 5 titik sampling yaitu stasiun A Menjangan Kecil, Stasiun B Legon Goprak, Stasiun C Karang Gumuk, Stasiun D Alang-alang, dan Stasiun E Mrican. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 15 spesies  teripang yang termasuk dalam ordo Aspidochirotidae dan 2 famili yaitu 11 spesies dari famili  Holothuridae dan 4 spesies dari famili Stichopodidae. Potensi biomassa populasi seluruh spesies yang dimanfaatkan dalam area studi sampai pada kedalaman 10 m, diketahui sebesar 44.641.789  individu dengan nilai potensi leatari (MSY) sebesar 24.590.814  individu per tahun, dengan kuota pengambilan yang diperbolehkan  sebesar 20.277.981  individu per tahun. Potensi biomassa populasi spesies yang paling rendah adalah H. scabra, Actinopyga sp, dan A. lecanora masing-masing sebesar 756.594 individu, 756.458 individu, dan 1.134.823 individu,  dengan nilai potensi lestari (MSY) masing – masing untuk H. scabra sebesar 378.297 individu per tahun, Actinopyga sp sebesar 567.411 individu per tahun dan A. lecanora sebesar 378.229 individu per tahun, serta dengan kuota pengambilan masing-masing sebesar  302.637individu per  tahun, 302.583 individu per tahun, dan  302.583  individu per tahun. Untuk dapat meningkatkan populasi Sumberdaya teripang (Holothurian) di perairan Karimunjawa secara lestari, maka strategi yang dilakukan adalah dengan mengembangkan sifat altruistik positip (responsible optimistic).   Kata kunci : teripang, potensi lestari, dan kuota tangkapan
Pemetaan Batimetri dan Sedimen Dasar di Perairan Karangsong, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat Saputra, Angga Dwi; Setiyono, Heryoso; Saputro, Agus Anugroho Dwi
BULETIN OSEANOGRAFI MARINA Vol 5, No 1 (2016): Buletin Oseanografi Marina
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (837.194 KB) | DOI: 10.14710/buloma.v5i1.11294

Abstract

Perairan Karangsong adalah wilayah pesisir di Kabupaten Indramayu  dan merupakan kawasan penting bagi perekonomian masyarakat setempat. Adanya rencana pengembangan serta perawatan infrastruktur di wilayah Pesisir Karangsong secara berkelanjutan diperlukan adanya penelitian mengenai batimetri, kelerengan perairan dan sedimen dasar. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui kedalaman perairan, profil perairan, kelerengan serta jenis sedimen dasar di Perairan Karangsong. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode kuantitatif. Metode pengambilan data kedalaman dan sedimen dasar dilakukan di wilayah yang dianggap mewakili kerakteristik wilayah seluruhnya. Hasil penelitian menunjukkan kedalaman Perairan Karangsong, Kabupaten Indramayu berkisar antara 1 meter sampai 11 meter dengan nilai kelerengan berkisar antara 0,250◦ hingga 0,277◦ dengan rata-rata kelerengan adalah hampir datar. Perairan Karangsong, Kabupaten Indramayu memiliki tipe pasang surut campuran condong harian ganda dengan nilai nilai Formzahl sebesar 0,57. nilai-nilai elevasi Perairan Karangsong meliputi MSL 64 cm, HHWL 118,9 cm, LLWL 9,19 cm, LWL 10 cm dan HWL 110 cm. Jenis Sedimen Dasar di Perairan Karangsong, Kabupaten Indramayu adalah pasir (silt) dan pasir lanauan (silty sand). Kata kunci: Batimetri, Sedimen Dasar, Kelerengan, Perairan Karangsong.  
Reef Fish Community of Pamuteran and Sumber Kima Waters, Buleleng, Bali Suwartimah, Ken; Redjeki, Sri; W, R. Noer Pagripto
BULETIN OSEANOGRAFI MARINA Vol 5, No 1 (2016): Buletin Oseanografi Marina
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (426.399 KB) | DOI: 10.14710/buloma.v5i1.11299

Abstract

Distribusi dan kelimpahan komunitas ikan karang sangat dipengaruhi oleh faktor biologis dan fisik seperti paparan gelombang, beban sedimen, kedalaman air serta kompleksitas topograhical dari substrat karang. Penelitian ini ditujukan untuk memberikan gambaran pada struktur komunitas ikan karang di Sumber Kima dan perairan Pemuteran, Buleleng, Bali Utara. Pengambilan sampel dengan transek dari 100 meter panjang garis lurus, mengikuti kontur kedalaman dan meletakkan sejajar dengan bagian depan karang. komunitas ikan karang dipelajari dengan siang hari di bawah air visual yang metode sensus transek ikan dari 100 x 5 m mendata spesies ikan dan kelimpahannya. sensus ikan dilakukan tiga kali per situs. Ikan diidentifikasi untuk tingkat spesies. Kelimpahan ikan yang dikumpulkan dari data dari lokasi pengambilan sampel dari setiap lokasi dianalisis menggunakan indeks struktur masyarakat. dari total 7.966 ikan yang disensus dari sembilan situs permanen selama periode penelitian. Ada 78 spesies milik 24 keluarga ditemukan di Pamuteran dan 65 spesies dari 24 keluarga di Sumber Kima Waters. Pomacentridae adalah keluarga yang paling melimpah di kedua lokasi pengambilan sampel terdiri dari 14 spesies di perairan Pamuteran dan 12 spesies di perairan Sumber Kima, Diikuti oleh Chaetodontidae terdiri dari 10 spesies di perairan Pamuteran dan sumber perairan Kima.Kata kunci : ikan karang, Pamuteran, Sumber Kima, Bali 
Studi Pola Sebaran Buangan panas PT. Pertamina Up V Balikpapan Di Perairan Kampung Baru, Teluk Balikpapan Rizkiyah, Rizkiyah; Sugianto, Denny Nugroho; Purwanto, Purwanto
BULETIN OSEANOGRAFI MARINA Vol 5, No 1 (2016): Buletin Oseanografi Marina
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2003.083 KB) | DOI: 10.14710/buloma.v5i1.11290

Abstract

Teluk Balikpapan merupakan wilayah industri di Kalimantan, salah satunya terdapat industri pengolahan minyak dan gas bumi PT Pertamina UP V. Aktivitas pengolahan minyak dan gas bumi menghasilkan buangan sisa industri, salah satunya adalah buangan panas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola sebaran buangan panas yang bersumber dari buangan PT. Pertamina UP V Balikpapan yang dipengaruhi oleh pola pergerakan arus. Data yang digunakan dalam penelitian ini berupa data arus,  pasang surut, peta batimetri, teperatur perairan, data temperatur dan debit buangan panas. Lokasi penelitian dilakukan di sekitar Perairan Kampung Baru, Teluk Balikpapan . Studi pola sebaran buangan panas dikaji dengan menggunakan pendekatan model hidrodinamika. Hasil simulasi model menunjukan bahwa kecepatan arus di Perairan Teluk Balipapan sebesar 0,01 m/det – 0,53 m/det dengan arah arus dominan selatan dan utara. Jarak terjauh sebaran panas terjadi saat kondisi purnama periode pasang tertinggi yaitu bergerak sejauh 1,44 km ke arah selatan dari titik outlet dengan temperatur buangan sebesar 36˚C hingga temperatur normal perairan sebesar 29˚C. Kata Kunci : Sebaran buangan panas, arus, temperatur perairan, Teluk Balikpapan.
Sebaran Ortofosfat dan Klorofil-a di Perairan Selat Karimata Putri, Gizka Anindya; Zainuri, Muhammad; Priyono, Bayu
BULETIN OSEANOGRAFI MARINA Vol 5, No 1 (2016): Buletin Oseanografi Marina
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (849.224 KB) | DOI: 10.14710/buloma.v5i1.11295

Abstract

Perairan Selat Karimata terletak di antara Pulau Bangka Belitung dan Kalimantan. Perairan ini menghubungkan dua perairan, yakni Laut Jawa dan Laut Cina Selatan. Dinamika kedua perairan tersebut menjadikan Selat Karimata memiliki massa air yang dinamis. Nutrien yang berasal dari Pulau Bangka Belitung dan Kalimantan menyebabkan Selat Karimata memiliki kandungan ortofosfat yang mendukung proses fotosintesa yang dilakukan oleh klorofil-a. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui nilai kandungan serta sebaran antara ortofosfat dan klorofil-a, serta keterkaitan antara ortofosfat dan klorofil-a di perairan Selat Karimata. Pengukuran data lapangan pada penelitian ini dilaksanakan pada 11-14 Juni 2015 di perairan Selat Karimata. Analisa sampel dilakukan di laboratorium Balai Penelitian dan Observasi Laut (BPOL) pada 22-26 Juni 2015. Pengambilan sampel pada penelitian ini dilakukan pada kedalaman 5 meter sebanyak 12 stasiun, dengan mempertimbangkan bahwa setiap stasiun akan merepresentasikan luasan tertentu dari daerah penelitian. Konsentrasi ortofosfat dan klorofil-a adalah dua variabel yang menjadi kajian utama dari beberapa variabel oseanografi yang diukur pada penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata ortofosfat sebesar 0,0456 mg/l dan klorofil-a sebesar 0,2225 mg/ m3. Sebaran fosfat dan klorofil-a memiliki pola yang terkonsentrasi disekitar daratan dan kedalaman yang dangkal. Sebaran ortofosfat dan klorofil-a memiliki hubungan yang positif, karena ortofosfat merupakan salah satu nutrien yang dibutuhkan fitoplankton untuk menunjang proses fotosintesa. Kata Kunci: Ortofosfat, Klorofil-a, Selat Karimata
Ultrastruktur Alimentary Canal Teripang Holothuria scabra dan Holothuria atra (Echinodermata : Holothuroidea) Hartati, Retno; Widianingsih, Widianingsih; Djunaedi, Ali
BULETIN OSEANOGRAFI MARINA Vol 5, No 1 (2016): Buletin Oseanografi Marina
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (618.961 KB) | DOI: 10.14710/buloma.v5i1.11793

Abstract

Abstrak Informasi tentang  feeding biologi pada teripang, termasuk didalamnya tentang fungsional morfologi  dan struktur dari organ – organ yang berfungsi dalam proses feeding sangat penting untuk diketahui untuk lebih memahami proses makan pada teripang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur jaringan alimentary canal  Teripang Putih (H. scabra) dari Pantai Pejarakan Bali dan Teripang Keling (H. atra) dari Pantai Bandengan Jepara melalui analisa histologi klasik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Alimentary canal Teripang Hitam dan teripang Pasir terdiri dari faring, esofagus, stomach, descending intestine 1, ascending intestine, descending intestine 2 dan cloaca.  Berdasarkan analisa histologi, struktur alimentary canal Teripang Pasir dan Teripang Hitam memiliki 3 penyusun utama, yaitu lumen, vili usus dan jaringan ikat yang merupakan serabut otot. Tiap bagian saluran pencernaan memiliki tinggi lipatan epitel vili dan ukuran vili yang berbeda, dengan lipatan tertinggi dan vili paling kecil terdapat pada bagian 4, yaitu descending intestine 1.   Kata kunci : ultrastruktur, alimentary canal, Holoturia scabra, Holoturia atra

Page 1 of 2 | Total Record : 11