cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
BULETIN OSEANOGRAFI MARINA
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : 20893507     EISSN : 25500015     DOI : -
Core Subject : Science,
Buletin Oseanografi Marina (BULOMA) adalah jurnal yang menginformasikan hasil penelitian dan telaah pustaka tentang aspek Oseanografi, Ilmu Kelautan, Biologi Laut, Geologi Laut, Dinamika Laut dan Samudera, Estuari, Kajian Enerji Alternatif, Mitigasi Bencana, Sumberdaya Alam Pesisir, Laut dan Samudera.
Arjuna Subject : -
Articles 12 Documents
Search results for , issue " Vol 2, No 3 (2013): Buletin Oseanografi Marina" : 12 Documents clear
KAJIAN POLA ARUS DI PERAIRAN NUSA TENGGARA BARAT DAN SIMULASINYA MENGGUNAKAN PENDEKATAN MODEL MATEMATIK Ismunarti, Dwi Haryo; Rochaddi, Baskoro
BULETIN OSEANOGRAFI MARINA Vol 2, No 3 (2013): Buletin Oseanografi Marina
Publisher : BULETIN OSEANOGRAFI MARINA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian telah dilakukan di perairan Nusa Tenggara Barat (NTB), pada tiga musim : peralihan (22 – 25 Mei 2009), musim timur (23-26 Juli 2009), dan musim barat (19 – 22 Nofember 2009). Lokasi penelitian tersebar di dua wilayah yaitu perairan Pulau Lombok, tepatnya di perairan Tanjung Sira (stasiun 1), dan Ampenan (stasiun 2) di Kabupaten Lombok Barat dan di perairan Teluk Saleh (stasiun 3) Sumbawa Besar. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kondisi pola arus di perairan Nusa Tenggara Barat baik melalui pengukuran lapangan maupun menggunakan model matematik. Pengukuran kecepatan dan arah arus menggunakan current meter tipe valeport. Pola arus pada musim peralihan dengan kecepatan arus rata-rata berkisar 0,053 – 0,223 m/det dengan arah menuju ke tenggara – baratdaya (arah 132o – 224o). Pola arus pada musim timur dengan kecepatan arus rata-rata berkisar 0,048 – 0,130 m/det dengan arah menuju ke baratdaya (arah 182o – 262o). Sedangkan pola arus pada musim barat dengan kecepatan arus rata-rata berkisar 0,092 – 0,177 m/det dengan arah menuju ke tenggara (arah 142o – 171o). Berdasarkan model matematik, terdapat perbedaan pola arus di sebelah utara NTB dan sebelah selatan. Kecepatan arus bervariasi antara 0,070 – 0,351 m/det. Kecepatan arus terbesar berada pada daerah selat seperti antara Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa. Kata kunci :     pola arus, musim peralihan, musim timur, musim barat, model matematik, perairan Nusa Tenggara Barat.
PENGARUH ALGA KORALIN Lithophyllum sp TERHADAP METAMORFOSIS DAN PENEMPELAN PLANULA Acropora spp Pilly, Afrinal; Ambariyanto, Ambariyanto; Wijayanti, Diah Permata
BULETIN OSEANOGRAFI MARINA Vol 2, No 3 (2013): Buletin Oseanografi Marina
Publisher : BULETIN OSEANOGRAFI MARINA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (295.952 KB)

Abstract

Metamorfosis dan penempelan adalah langkah penting dalam siklus hidup dari banyak invertebrata laut. Metamorfosis dan penempelan menyertai perubahan tahap-tahap morfologi dan cara hidup larva planula. Larva planula memulai kehidupan bentik menjadi bentuk dewasa dengan mendeteksi lingkungan untuk memilih tempat yang tepat untuk hidup menetap dan memulai proses metamorphosis dan penempelan. Lithophyllum sp merupakan Alga koralin yang diketahui sebagai pemicu metamorfosis alami. Beberapa senyawa yang berasal dari alga koralin diduga mampu menginduksi proses metamorfosis dan penempelan planula dengan menyerupai isyarat lingkungan di alam Hasil menunjukkan mampu menginduksi metamorfosis dan penempelan planula yang berasal dari slick (kumpulan gamet di permukaan laut setelah peristiwa spawning karang multi spesifik). Slick dikoleksi dari Pulau Sambangan, Kepulauan Karimunjawa saat spawning masal terjadi pada bulan Maret. Seluruh dosis yang dicobakan mampu menginduksi proses metamorfosis dan penempelan planula larva setelah planula diinkubasi dalam media yang telah diberi ekstrak Lithophyllum sp. Hasil ini memberi peluang dilakukannya pembenihan larva planulae secara masal untuk keperluan restorasi terumbu karang dan budidaya karang.   Kata Kunci : Metamorfosis, penempelan, Lithophyllum sp, planulae
TRANSPLANTASI KARANG Acropora aspera DENGAN METODE TALI DI PERAIRAN TELUK AWUR, JEPARA Yunus, Burhan Habibi; Wijayanti, Diah Permata; Sabdono, Agus
BULETIN OSEANOGRAFI MARINA Vol 2, No 3 (2013): Buletin Oseanografi Marina
Publisher : BULETIN OSEANOGRAFI MARINA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.556 KB)

Abstract

Terumbu karang merupakan ekosistem perairan yang khas terdapat di daerah tropis yang memiliki produktivitas dan keanekaragaman biota yang tinggi. Ekosistem terumbu karang memiliki fungsi yang penting bagi kehidupan ekologi pantai dan pesisir, terutama sebagai sumber nutrien bagi habitat yang berada di sekitar ekosistem ini. Transplantasi karang memanfaatkan kemampuan regenerasi karang secara aseksual. Materi yang diamati dalam penelitian ini adalah fragmen karang Acropora aspera yang diambil dari perairan Pulau Panjang, Jepara. Penentuan spesies karang yang hendak digunakan, diawali dengan survey lapangan. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen lapangan. Metode tanam yang digunakan adalah metode tempel tali dan metode tali gantung. Berdasarkan hasil dari penelitian yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa perlakuan metode tanam memberikan pengaruh yang nyata terhadap pertumbuhan karang, dimana perlakuan metode tanam gantung memberikan pertumbuhan yang lebih baik dibandingkan dengan metode tanam tempel. Hasil analisis data statistik untuk perlakuan metode menunjukkan adanya perbedan pertumbuhan yang nyata (P ≤ 0,05) antara metode tempel dan metode gantung. Perlakuan variasi ukuran fragmen 3 cm berbeda nyata dengan perlakuan ukuran fragmen 5 cm dan 7 cm. Sedangkan perlakuan ukuran fragmen 5 cm dan 7 cm tidak berbeda nyata. Tingkat keberhasilan kelangsungan hidup karang secara keseluruhan mencapai 83,33 %. Tingkat kelangsungan hidup tertinggi terlihat pada metode A (tempel) dengan ukuran awal fragmen 5 cm dan 7 cm menunjukkan nilai yaitu sebesar 100%. Transplantasi dengan metode tali yang paling efiien adalah menggunakan metode tanam gantung dengan ukuran 5 cm. Kata kunci : Transplantasi, Metode Tali, Acropora aspera, Teluk Awur Jepara  
STUDI FILOGENETIK IKAN KARANG GENUS PSEUDOCHROMIS DAN PICTICHROMIS DI PERAIRAN INDO-PASIFIK Twindiko, Analis Finansi; Wijayanti, Diah Permata; Ambariyanto, Ambariyanto
BULETIN OSEANOGRAFI MARINA Vol 2, No 3 (2013): Buletin Oseanografi Marina
Publisher : BULETIN OSEANOGRAFI MARINA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (618.873 KB)

Abstract

Indo-Pasifik merupakan kawasan perairan yang memiliki keanekaragaman yang tinggi. Salah satu keanekaragaman tertinggi di perairan Indo-pasifik adalah spesies ikan karang. Pseudocrhomis adalah salah satu spesies ikan karang yang tersebar luas di seluruh perairan Indo-Pasifik. Di dalam suatu kawasanyang memiliki keanekaragaman jenis melimpah, terdapat banyak spesiesyang bersaing untuksumber daya yang terbatas dalam bertahan hidup. Perbedaan kondisi lingkungan dapat mengakibatkan terjadinya perubahan karakter morfologi, anatomi dan filogenetik dari suatu populasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kekerabatan Genus ikan Pseudochromis di sebagian perairan Indo-Pasifik dengan melihat perbedaan kedalaman dan perbedaan warna. Penelitian ini menggunakan metode penelitian eksploratif. Sedangkan untuk analisis molekuler melalui ekstraksi DNA dilanjutkan dengan Polymerase Chain Reaction (PCR), elektroforesis, sekuensing dan yang analisis filogenetik. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa pohon tersebut terbagi dalam lima clade dengan jarak genetik terdekat 0% dan jarak genetik terjauh 16,4%. Perbedaan kedalaman dan warna pada ikan tersebut tidak terlalu signifikan sebagai petunjuk dalam menentukan spesies baru.   Kata Kunci : Pseudochromis, Polymerase Chain Reaction (PCR), Pohon Filogenetik, Lokus 16S, Lokus Control Region
Penentuan Batas Daratan Pesisir Kota Semarang dengan Konsep Biogeofisik Rochaddi, Baskoro
BULETIN OSEANOGRAFI MARINA Vol 2, No 3 (2013): Buletin Oseanografi Marina
Publisher : BULETIN OSEANOGRAFI MARINA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (337.982 KB)

Abstract

Perencanaan untuk pengelolaan kawasan pesisir memerlukan batasan dan deskripsi mengenai kawasan daratan pesisir yang jelas. Permasalahan yang ada di Indonesia pada umumnya dan Kota Semarang pada khususnya adalah  belum ditetapkannya batas wilayah pesisir baik untuk perencanaan maupun operasionalnya, sehingga sampai sekarang wilayah daratan pesisir masih diperlakukan sama seperti wilayah daratan lainnya. Maka dari itu penelitian untuk mencari batas daratan pesisir,  sangat penting dilakukan di Kota Semarang. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan batas wilayah daratan pesisir di Kota Semarang dengan pendekatan biofisik. Penelitian lapangan dilakukan pada tanggal 21 Agustus – 30 September 2004. Penelitian dilakukan di wilayah Kota Semarang, meliputi tiga sungai yaitu Sungai Plumbon, Sungai Banjir Kanal Barat, dan Sungai Banjir Kanal Timur. Adapun data intrusi air asin pada akuifer air tanah dangkal berdasarkan penelitian yang dilakukan pada tahun 2000. Materi penelitian meliputi parameter biologi (makrozoobenthos, fitoplankton, dan mangrove) dan parameter fisik (jangkauan masuknya air laut di sungai, intrusi air laut pada akuifer dangkal, kajian teoritis geologi). Dari hasil analisis kedua parameter tadi, maka selanjutnya dapat ditarik batas wilayah daratan pesisir di daerah Kota Semarang. Hasil dari tumpang tindih peta berdasarkan parameter jangkauan masuknya air laut di sungai, intrusi air laut pada air tanah dangkal, makrozoobenthos, fitoplankton dan mangrove menunjukkan bahwa batas daratan pesisir Kota Semarang secara biofisik untuk Semarang bagian barat adalah 1,7 - 2,2 Km dari garis pantai, Semarang bagian tengah 1,9 – 3,5 Km dari garis pantai dan untuk Semarang bagian timur 2,4 – 4,8 Km dari garis pantai. Kata Kunci: batas biofisik, daratan pesisir, Semarang
Konsentrasi Pestisida pada Sedimen dan Air Laut dan Kaitannya dengan Komunitas Benthik di Perairan Pantai Mlonggo Jepara Rochaddi, Baskoro; Suryono, Chrisna Adhi
BULETIN OSEANOGRAFI MARINA Vol 2, No 3 (2013): Buletin Oseanografi Marina
Publisher : BULETIN OSEANOGRAFI MARINA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (264.691 KB)

Abstract

Senyawa pestisida merupaka senyawa persisten yang sangat sulit diuraikan dan akan terakumulasi dalam lemak suatu organisme.  Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keberadaan senyawa pestisida dan keterkainya dengan keanekaragaman makrozoobenthos di perairan Mlonggo Jepara.  Metode survey digunakan dalam penelitian ini dengan mengambil 3 lokasi titik sampling dan ulangan sebanyak 4 kali.  Hasil penelitian menunjukan daerah muara sungai (stasiun II) menunjukan kandungan pestisida yang lebih tinggi dan keanekaragaman hewan makrozoobenthos yang rendah bila dibandingkan dengan stasiun I (perairan sungai) dan stasiun III (perairan laut). Kata kunci: Pestisida, akumulasi dan makrozoobenthos
Hubungan antara Konsentrasi Logam Berat Pb, Cd, Cu, Zn dengan Bahan Organik dan Ukuran Butir dalam Sedimen di Estuari Banjir Kanal Barat, Semarang Maslukah, Lilik
BULETIN OSEANOGRAFI MARINA Vol 2, No 3 (2013): Buletin Oseanografi Marina
Publisher : BULETIN OSEANOGRAFI MARINA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (318.161 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara konsentrasi logam berat dengan bahan organic dan ukuran butir dalam sedimen. Sampel sedimen diambil di 7 stasiun estuary Banjir Kanal Barat, Semarang.  Untuk mengetahui adanya hubungan antara logam berat dengan bahan organic dan ukuran butir dalam sedimen dilakukan analisis korelasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pb, Cd, dan Cu dalam sedimen mempunyai korelasi positif dengan bahan organic dan ukuran butir. Kandungan Logam berat lebih banyak ditemukan pada sedimen yang mempunyai ukuran butir yang lebih halus dan lebih banyak bahan organiknya.   Kata Kunci : Logam Berat, bahan organik, ukuran butir
STUDI INVERSI SPARSE SPIKE DENGAN LINIER PROGRAMMING DI LAPANGAN X Ismanto, Aris; Munadi, Suprajitno; Rubyanto, Djoko
BULETIN OSEANOGRAFI MARINA Vol 2, No 3 (2013): Buletin Oseanografi Marina
Publisher : BULETIN OSEANOGRAFI MARINA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (984.773 KB)

Abstract

Metoda inversi post-stack merupakan metoda yang paling umum digunakan, karena relatif mudah dilakukan dan ekonomis. Data masukannya harus berupa seismik zero offset, dan hasilnya adalah distribusi Akustik Impedansi (AI) yang menggambarkan perlapisan (layer), bukan lagi bidang batas (interfaces) seperti pada seismik biasa. Hilangnya informasi frekuensi rendah dan frekuensi tinggi adalah salah satu  persoalan yang sering timbul pada proses inversi. Hal ini terjadi karena pita frekuensi wavelet yang terbatas sehingga informasi deret koefisien refleksi di luar lebar pita wavelet tersebut hilang. Dengan kata lain spectrum wavelet atau deret koefisien refleksi tidak memiliki energy pada frekuensi tersebut atau bernilai nol. Sehingga terjadi ketidakakuratan pada log impedansi akustik. Salah satu teknik inversi yang bisa digunakan  untuk mengatasi masalah tersbut adalah metode sparse spike dengan pemrograman linier. Upaya tersebut merupakan  proses dalam  inversi seismik untuk memperoleh gambaran impedansi akustik yang benar dan tepat, sehingga dapat mempermudah dalam proses interpretasi suatu  reservoar serta mengurangi resiko kegagalan dalam pemboran. Pemodelan  ini di kerjakan pada batuan karbonat Formasi Kujung dengan menggunakan data sintetik dan data riil. Implementasi program Inversi sparse spike dengan pemrograman linier secara keseluruhan dilakukan dengan menggunakan bahasa pemrograman MATLAB dan Hampson Russel dengan modul Strata. Hasil inversi berupa penampang impedansi Akustik cukup baik digunakan untuk mengkarakterisasi reservoar. Inversi pemrograman linier sparse spike dengan implementasi Matlab menghasilkan Impedansi akustik yang sama baiknya dengan program yang sudah ada yaitu Hampson Rusell. Metode LP Sparse Spike cukup baik untuk mengestimasi reflektivitas. Namun estimasi wavelet sumber dan model konstrain yang diberikan akan mempengaruhi hasil inversi .   Kata kunci: Linear Programming Sparse Spike Inversion, impedansi akustik, Matlab, Hampson Russel, Strata
KAJIAN PENYEBARAN PLUME TERMAL OUTLET AIR PENDINGIN POWER PLANT PT NEWMONT NUSA TENGGARA DI PERAIRAN TELUK BENETE Panalaran, Satriyo; Prasetyawan, Indra Budi
BULETIN OSEANOGRAFI MARINA Vol 2, No 3 (2013): Buletin Oseanografi Marina
Publisher : BULETIN OSEANOGRAFI MARINA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (923.543 KB)

Abstract

Panas yang masuk ke badan air dapat melalui interaksi antara atmosfer dan air, ataupun dapat melalui kegiatan yang dilakukan manusia. Panas yang bersumber dari kegiatan manusia disebut juga panas artificial, yang dalam hal ini bersumber dari outlet power plant. Proses penyebaran suhu di perairan dapat melalui tiga proses yaitu secara radiasi, adveksi, dan difusi. Proses adveksi berpengaruh besar terhadap proses-proses transport di badan air. Pengambilan data dilakukan di Teluk Benete pada tanggal 1 hingga 15 April 2011. Data primer yang digunakan pada penelitian ini adalah data arus perairan dan data suhu perairan. Sedangkan data sekunder yang digunakan adalah data pasang surut, peta bathimetri, data angin dan cuaca. Hasil penelitian menunjukkan jenis pasang surut di Teluk Benete adalah campuran condong ke harian ganda. Karakteristik arus di Teluk Benete di lapisan dasar cenderung bergerak ke arah barat laut dan tenggara dengan kecepatan 0,6 – 17,4 cm/detik. Arus di lapisan menengah cenderung bergerak ke semua arah dengan kecepatan 0,2 – 14,2 cm/detik. Arus di lapisan permukaan cenderung bererak ke semua arah dengan kecepatan 0,15 – 21,7 cm/detik. Dari pemisahan kecepatan arus ke dalam komponen arus pasut dan arus residu, maka didapatkan bahwa arus di Teluk Benete lebih didominansi oleh arus residu. Hasil pengukuran suhu air di dekat outlet menunjukkan suhu di kolom air berkisar antara 28,0 – 28,8 °C. Sedangkan suhu pada stasiun kontrol suhu berkisar antara 27,7 – 28,9 °C. Hasil simulasi model penyebaran termal menunjukkan bahwa plume termal dari outlet air pendingin power plant tidak memiliki jangkauan yang luas, yaitu ditunjukkan pada jarak 50 meter dari outlet, suhu perairan hanya memiliki rentang kurang dari 0,5 °C. Hal ini menunjukkan bahwa pada jarak ini suhu air telah serupa dengan suhu lingkungan perairan di sekitarnya. Kata kunci: plume termal, arus, model transport, Teluk Benete
PENGARUH KENAIKAN AIR LAUT PADA EFEKTIFITAS BANGUNAN UNTUK PERLINDUNGAN PANTAI KOTA SEMARANG Hakim, Buddin A; Suharyanto, Suharyanto; Hidajat, Wahju Krisna
BULETIN OSEANOGRAFI MARINA Vol 2, No 3 (2013): Buletin Oseanografi Marina
Publisher : BULETIN OSEANOGRAFI MARINA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (252.353 KB)

Abstract

Adanya interaksi lautan dan daratan akan berpengaruh terhadap kondisi Pantai, Perairan Semarang yang berbatasan langsung dengan laut lepas berpotensi terjadi abrasi akibat dari energi gelombang yang mengenai daratan, faktor kenaikan air laut sebagai pengaruh dari perubahan iklim secara langsung akan mempengaruhi luasan abrasi yang terjadi. Penelitian bertujuan untuk mengetahui proyeksi kenaikan air laut, memperkirakan daerah abrasi serta mengetahui efektifitas bangunan groin dalam menanggulangi abrasi di Pantai Semarang. Identifikasi daerah abrasi dan tingkat efektifitas penanggulangan abrasi dilakukan dengan pemodelan menggunakan software CEDAS 2.01 sedangkan analisis spasial menggunakan software ArcGIS 9.3, sebagai inputan model data didapatkan dari analisis data Angin dan data pasang surut Kota Semarang serta survei data lapangan mengenai morfologi pantai dan kondisi sedimen di lokasi penelitian. Dari analisis data Pasang Surut didapatkan Proyeksi Kenaikan Muka Air Laut di Perairan Semarang diberikan dengan persamaan regresi y = 8,8209 x – 17367, R2 = 0,9453, dengan nilai kenaikan air laut sebesar 7.806 cm/tahun. Dari Hasil pemodelan didapatkan bahwa jika tidak ada upaya perlindungan yang dilakukan di Pantai maka pada tahun 2015 dilokasi penelitian akan mengalami abrasi sebesar 116.307 m2 dan meningkat pada tahun 2020 sebesar 174.593 m2 dengan lokasi abrasi berada di Kelurahan Jerakah, Tugurejo Karanganyar, Randu Garut, dan Kelurahan Mangkang Wetan, sedangkan dari skenario penambahan bangunan pantai jenis groin untuk menanggulangi abrasi didapatkan bahwa pembangunan Groin dengan jarak yang semakin pendek antara groin satu dengan yang lainnya lebih efektif dalam menanggulangi abrasi pantai di lokasi penelitian dibandingkan dengan pembangunan Groin yang panjang tetapi jarak antar groinnya terlalu panjang.   Kata Kunci : Kenaikan Air Laut, Prediksi Daerah Abrasi, Efektifitas Bangunan, Pantai Semarang

Page 1 of 2 | Total Record : 12