cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
BULETIN OSEANOGRAFI MARINA
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : 20893507     EISSN : 25500015     DOI : -
Core Subject : Science,
Buletin Oseanografi Marina (BULOMA) adalah jurnal yang menginformasikan hasil penelitian dan telaah pustaka tentang aspek Oseanografi, Ilmu Kelautan, Biologi Laut, Geologi Laut, Dinamika Laut dan Samudera, Estuari, Kajian Enerji Alternatif, Mitigasi Bencana, Sumberdaya Alam Pesisir, Laut dan Samudera.
Arjuna Subject : -
Articles 12 Documents
Search results for , issue " Vol 2, No 2 (2013): Buletin Oseanografi Marina" : 12 Documents clear
Kondisi Hidrodinamika Dan Pengaruhnya Terhadap Sebaran Parameter Fisika-Kimia Perairan Laut Dari Muara Sungai Porong, Sidoarjo Sukarno, Mujahid; Yusuf, Muhammad
BULETIN OSEANOGRAFI MARINA Vol 2, No 2 (2013): Buletin Oseanografi Marina
Publisher : BULETIN OSEANOGRAFI MARINA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (501.275 KB)

Abstract

Kondisi hidrodinamika merupakan satu aspek yang sangat berpengaruh terhadap sebaran sedimen dan polutan di perairan. Pembuangan lumpur PT. Lapindo Brantas di sungai Porong akan memberikan dampak pada kondisi fisika dan kimia perairan di muara Sungai Porong. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi hidrodinamika dengan pendekatan model matematik dan pengaruhnya terhadap pola sebaran parameter fisika-kimia perairan laut dari muara Sungai Porong. Secara umum, model hidrodinamika 2D horisontal yang dijalankan cukup mampu merepresentasikan kondisi hidrodinamika di lokasi penelitian. Hasil simulasi model menunjukkan bahwa arus cenderung memiliki arah bolak-balik sesuai dengan pasut yang terjadi. Kondisi arus di dekat pantai lebih didominasi oleh arus sepanjang pantai yang memiliki kecepatan rata-rata 0,14 m/detik dan arah dominan ke tenggara. Pola sebaran konsentrasi Ammonia, BOD, Nitrat, dan TSS secara signifikan dipengaruhi oleh pola arus yang terjadi. Kata kunci: Sebaran Parameter Fisika-Kimia Perairan, Muara Sungai Porong, Model Hidrodinamika 2D
Aktivitas Antioksidan Ekstrak Rumput Laut Caulerpa serrulata Dengan Metode DPPH (1,1 difenil 2 pikrilhidrazil) Pramesti, Rini
BULETIN OSEANOGRAFI MARINA Vol 2, No 2 (2013): Buletin Oseanografi Marina
Publisher : BULETIN OSEANOGRAFI MARINA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (237.926 KB)

Abstract

Antioksidan merupakan senyawa yang dapat menghambat reaksi radikal bebas dalam tubuh. Antioksidan sintetis sering digunakan untuk makanan tetapi penggunaannya mulai dibatasi karena beracun. Salah satu alternatif sumber antioksidan alami adalah rumput laut, khususnya C. serrulata karena tanaman ini mengandung pigmen yang dapat digunakan sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan dan komposisi pigmen dari rumput laut C.  serrulata.. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode purposif. Penelitian dilakukan dengan metode deskriptif eksploratif. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak rumput laut C. serrulata mempunyai aktivitas antioksidan yang sedang dengan IC50 sebesar 136, 89 ppm. Hasil identifikasi komposisi pigmen didapatkan 10 pigmen yaitu karoten, klorofil a dan b, 3 turunan klorofil, feofitin a, dan 3 xantofil. Kata kunci : Antioksidan, DPPH, Caulerpa serrulata, Klorofil, Pigment.
Optimalisasi Total Lipid Mikroalga Porphyridium cruentum Melalui Pembatasan Nutrien dan Fotoperiod Irwani, Irwani; Ridlo, Ali; Widianingsih, Widianingsih
BULETIN OSEANOGRAFI MARINA Vol 2, No 2 (2013): Buletin Oseanografi Marina
Publisher : BULETIN OSEANOGRAFI MARINA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.492 KB)

Abstract

Potensi mikroalgae Indonesia untuk dikembangkan sebagai sumber biodiesel sangat besar. Hal ini didasarkan atas luas wilayah perairan Indonesia yang sangat luas dengan kharakteristik geografis dan ekosistem laut yang beragam. Mikroalgae Porphyridium cruentum memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan menjadi biodiesel.  Perlakuan komposisi nutrien fosfat dan nitrat meliputi (a) Nutrien Kontrol merupakan nutrien dengan media Conway;(b) Nutrien A (fosfat dan nitrat 75 % dari nutrien kontrol); (c) Nutrien B (fosfat dan nitrat 50 % dari nutrien kontrol) ; dan (d) Nutrien C (fosfat dan nitrat 25 % dari nutrien kontrol).  Perlakukan Fotoperiod meliputi perlakuan 4 jam terang-20 jam gelap; 8 jam terang- 16 jam gelap; 12 jam terang dan 12 jam gelap serta perlakukan 24 jam terang.  Perlakuan dilakukan dengan tiga kali ulangan. Volume media kultur untuk setiap perlakuan 250 mL dengan sistem aerasi dan pencahayaan (3000 lux) yang kontinyu. Porphyridium cruentum memiliki total lipid yang tinggi pada fotoperiod  24 jam terang (43,6 %-dw) dan pada perlakuan nutrient C (PO42-) sebesar 0,033 gr mol/L dan NO3- sebesar 0,21 gr mol/L) yaitu sebesar  50,05 %-dw. Kata Kunci: Mikroalga, Porphyridium cruentum, Fotoperiod dan Nutrien.
Geologi Resen Daerah Pantai Antara Sungai Pekalongan Hingga Sungai Klidang, Jawa Tengah Satriadi, Alfi; Subardjo, Petrus; Saputra, Siddhi; Hariadi, Hariadi; Haryadi, Haryadi
BULETIN OSEANOGRAFI MARINA Vol 2, No 2 (2013): Buletin Oseanografi Marina
Publisher : BULETIN OSEANOGRAFI MARINA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (745.355 KB)

Abstract

Pemanfaatan daerah pantai antara Sungai Pekalongan hingga Sungai Klidang sebagai daerah potensi strategis bidang perikanan dan kelautan, mendorong dibangunnya sarana dan prasarana penunjang kegiatan eksploitasi sumber daya kelautan. Kelestarian fungsi sarana dan prasarana tersebut dipengaruhi oleh proses pantai dari kondisi geologi dan oseanografi di wilayah pantai. Studi ini bertujuan untuk mengetahui kondisi oseanografi meliputi arus, gelombang dan pasang surut dan geologi resen yaitu sedimen dasar, dan kandungan mineral logam. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei 2012 sampai dengan Oktober 2012. Data yang digunakan terbagi atas data primer (data arus, gelombang, pasang surut, batimetri, salinitas, sedimen dasar, dan kandungan logam sedimen ) dan data sekunder (data angin, debit sungai, meteorologi dan klimatologi, Peta RBI, Peta DAS, Peta LLN, Peta Geologi). Metode penelitian menggunakan metode kuantitatif dan metode penentuan titik pengukuran menggunakan metode purposive sampling method. Hasil penelitian menunjukkan tinggi gelombang rata-rata di Perairan Slamaran  0,46 meter, periode  2,82 detik dengan tipe pasang surut yaitu pasang surut campuran condong ke harian tunggal. Kondisi sebaran salinitas di Sungai Pekalongan didominasi oleh jenis air payau dengan nilai salinitas berkisar 1 ‰ sampai 20 ‰. Analisa sedimen dasar menghasilkan sedimen dasar perairan Sungai Pekalongan hingga Sungai Klidang didominasi jenis pasir (sand), pasir lanauan (silty sand) dan lanau pasiran (sandy silt).  Kandungan logam berat (Pb) berkisar antara 1,481 ppm - 32,403 ppm.   Kata kunci : arus, gelombang, sedimen, , Sungai Pekalongan, Sungai Klidang
Filtrasi Kerang Hijau Perna viridis Terhadap Mikro Alga pada Jenis dan Konsentrasi Berbeda Pratikto, Ibnu
BULETIN OSEANOGRAFI MARINA Vol 2, No 2 (2013): Buletin Oseanografi Marina
Publisher : BULETIN OSEANOGRAFI MARINA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.287 KB)

Abstract

Kebutuhan pakan pada kerang hijau Perna viridis tidak hanya ditentukan oleh kwantitas namun juga oleh jenis alga tersebut.  Namun sampai sekarang belum diketahui secara jelas jenis dan jumlah alga yang tepat untuk kebutuhan kerang hijau.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis dan konsentrasi mikro alga terhadap kecepatan filtrasi kerang hijau yang berbeda ukuran.  Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah faktorial dengan taraf perlakuan ukuran kerang dan kepadatan mikro alga dengan jenis yang berbeda.  Rancangan faktorial 5x5 dengan 3 ulangan telah digunakan dalam penelitian ini, data yang diperoleh berupa kecepatan filtrasi dianalisa dengan balanced designs anova. Hasil penelitian menunjukan kecepatan filtrasi tertinggi terlihat pada interaksi antara kerang hijau berukuran 4cm dengan alga Skeletonema sp berkepadatan 50.000 sel/ml sedangkan kecapatan filtrasi terendah pada interaksi antara kerang hijau berukuran 2cm dengan kombinasi kepadatan antara alga Skeletonema sp 10.000 sel/ml dan Chlorella sp 40.000 sel/ml.  Hasil analisa balanced designs anova menunjukan pengaruh ukuran kerang hijau, jenis kombinasi alga dan interaksi keduanya menunjukan perbedaan yang sangat nyata (p<0,001).   Kata kunci : Perna viridis, kecepatan filtrasi, Skeletonema sp, Chlorella sp
Pemangsaan daun Rhizophora stylosa Griff dan Avicennia marina (Forsk) Vierh Soenardjo, Nirwani
BULETIN OSEANOGRAFI MARINA Vol 2, No 2 (2013): Buletin Oseanografi Marina
Publisher : BULETIN OSEANOGRAFI MARINA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (175.004 KB)

Abstract

Komunitas mangrove di dusun Menco Demak didominasi oleh genus Bruguiera , Avicennia dan Rhizophora dan mengalami pemangsaan.   Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menganalisis tingkat pemangsaan daun Rhizophora stylosa Griff dan Avicennia marina (Forsk) Vierh, dan pengaruh umur serta tinggi tumbuhan terhadap pemangsaan. Tingkat pemangsaan daun terjadi pada daun tua dan muda kedua jenis mangrove .Hasil  penelitian menunjukkan adanya perbedaan tingkat pemangsaan daun antara Rhizophora stylosa dengan Avicennia marina. Tingkat pemangsaan pada daun Avicennia marina sebesar 7,92 % sedangkan Rhizophora stylosa 6,54%. Faktor umur  daun dan tinggi tumbuhan berpengaruh terhadap pemangsaan daun baik pada Rhizophora stylosa maupun Avicennia marina. Sedangkan faktor tinggi tumbuhan yang banyak terjadi pada ketinggian  <1m dan 2 - < 3 m untuk Rhizophora stylosa,  Avicennia marina pemangsaan daun  terjadi pada semua kategori ketinggian tumbuhan.   Kata kunci: mangrove, komunitas, pemangsaan,
Sebaran Nitrat Dan Fosfat Dalam Kaitannya dengan Kelimpahan Fitoplankton di Kepulauan Karimunjawa Handoko, Handoko; Yusuf, Muhammad; Wulandari, Sri Yulina
BULETIN OSEANOGRAFI MARINA Vol 2, No 2 (2013): Buletin Oseanografi Marina
Publisher : BULETIN OSEANOGRAFI MARINA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (413.716 KB)

Abstract

Kepulauan Karimunjawa memiliki karakteristik daerah yang semi tertutup, karena dikelilingi oleh gugusan pulau-pulau, baik gugusan pulau besar maupun pulau kecil, dan merupakan ekosistem terumbu karang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi  nitrat (NO3-), fosfat (PO4-), dan keterkaitannya dengan kelimpahan fitoplankton di perairan Karimunjawa.. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 22–27 September 2012 di Kepulauan Karimunjawa. Data yang digunakan sebagai data primer adalah  fisika kimia oseanografi, konsentrasi nitrat, konsentrasi fosfat, kelimpahan fitoplankton dan data arus. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian adalah metode eksploratif dan penentuan titik sampling menggunakan purposive sampling method . Analisis data untuk sebaran nitrat, fosfat, dan kelimpahan fitoplankton menggunakan ArcGis dan untuk pola arus menggunakan model ADCIRC. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nitrat mempunyai nilai sebaran antara 0.108-1.595mg/l. Fosfat memiliki nilai kisaran antara 1.769-4.030 mg/l. Kelimpahan fitoplankton nilai sebaran antara 32-292  sel/ml. Berdasarkan data tersebut, dapat diketahui bahwa sebaran nitrat dan fosfat terkait erat dengan sebaran fitoplankton, meskipun pada kuantitas yang tidak selalu sama. Kata Kunci : Nitrat, Fosfat, Sebaran Fitoplankton, Karimunjawa
Kondisi Terumbu Karang Dan Potensi Ikan Di Perairan Taman Nasional Karimunjawa, Kabupaten Jepara Yusuf, Muhammad
BULETIN OSEANOGRAFI MARINA Vol 2, No 2 (2013): Buletin Oseanografi Marina
Publisher : BULETIN OSEANOGRAFI MARINA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (178.079 KB)

Abstract

Keberadaan sumberdaya pulau-pulau kecil di kawasan Taman Nasional Karimunjawa sangat strategis sebagai salahsatu sumber ekonomi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat. Untuk mencapai pemanfaatan yang berkelanjutan, identifikasi kondisi terumbu dan potensi ikan sangat perlu diketahui agar dalam pemanfaatan ke depan dapat dilakukan perencanaan pengelolaan secara lebih baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi terumbu karang dan potensi sumberdaya ikan karang yang terdapat di kawasan Taman Nasional Karimunjawa. Penelitian ini dilaksanakan mulai Juli 2005 - Agustus 2006 di perairan kawasan Taman Nasional Karimunjawa, Kabupaten Jepara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebaran jumlah spesies karang yang ditemukan berkisar 20-30 genus, tertinggi ditemukan di Pulau Tengah, Pulau Kecil, Pulau Krakal Kecil dan Pulau Kumbang; sedangkan terendah ditemukan di Pulau. Kemujan dan Pulau. Menyawakan. Nilai indeks keanekaragaman jenis (H’) berkisar 1,611-2,590. Kondisi terumbu karang di perairan Karimunjawa sebagian besar telah rusak dengan kategori sedang (tutupan karang 25-49,9 %) dan hanya sebagian kecil yang kondisi karangnya masih baik (tutupan karang 50-74,9 %). Potensi sumberdaya ikan karang (reef fish) yang berhasil diamati menunjukkan kepadatan ikan berkisar 0,5-3,2 ekor/m2 atau rata-rata 1,14 ekor/m2; kelimpahan ikan berkisar 3,52-243,38 ton; potensi antara 1,76-121,69 ton/th; dan potensi lestari (MSY) antara 0,70-48,67 ton/th. Kata kunci: Karimunjawa, terumbu karang, potensai ikan karang
Studi Tipe Pasang Surut di Pulau Parang Kepulauan Karimunjawa Jepara, Jawa Tengah Lisnawati, Lucy Amellia; Rochaddi, Baskoro; Ismunarti, Dwi Haryo
BULETIN OSEANOGRAFI MARINA Vol 2, No 2 (2013): Buletin Oseanografi Marina
Publisher : BULETIN OSEANOGRAFI MARINA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (382.299 KB)

Abstract

Studi tipe pasang surut di Pulau Parang Kepulauan Karimunjawa Jepara Jawa Tengah telah dilakukan pada tanggal 18 September – 03 Oktober 2012. Parameter oseanografi yang diukur adalah data elevasi pasang surut selama 15 hari. Metode Admiralty digunakan untuk mengetahui tipe pasang surut. Berdasarkan hasil analisa diperoleh nilai Formzahl (F) = 2,52 sesuai dengan klasifikasi tipe pasang surut dimana nilai 1,5 < F ≤ 3 menunjukkan tipe pasang surut di Pulau Parang adalah campuran condong harian tunggal. Tunggang air yang terjadi berkisar antara 68 cm sampai dengan 150 cm dengan nilai HHWL = 157,28 cm dan LLWL = 46,52 cm. Pemodelan NAO Tide digunakan untuk memodelkan dan meramalkan selama 3 tahun (Oktober 2012- September 2015). Hasil peramalan selama bulan Oktober 2012 – September 2015 menunjukkan nilai HHWL tertinggi 155 cm pada bulan Januari 2013 dan LLWL terendah pada bulan dan tahun yang sama sebesar 46 cm.   Kata Kunci : Pasang surut, metode Admiralty, NAO Tide, Formzahl, Pulau Parang
Kajian Transpor Sedimen Tersuspensi Untuk Perencanaan Pembangunan Pelabuhan Bojonegara Banten Satriadi, Alfi
BULETIN OSEANOGRAFI MARINA Vol 2, No 2 (2013): Buletin Oseanografi Marina
Publisher : BULETIN OSEANOGRAFI MARINA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (425.112 KB)

Abstract

Pola arus dan sebaran konsentrasi sedimen tersuspensi dalam perairan penting untuk dikaji akibat adanya pengerukan dan pembuangan sedimen .Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penyebaran sedimen tersuspensi di Pelabuhan Bojonegara, Banten untuk mendukung rencana pembangunan pelabuhan. Penelitian dilakukan dalam 3 tahap, tahap pertama pengambilan data yang dilaksanakan pada bulan Juli 2009, tahap kedua analisa laboratorium sampel sedimen dan tahap pengerjaan model matematik menggunakan software SMS (Surface Water Modelling System) dengan modul RMA2 untuk pola sirkulasi arus dan SED2D-WES untuk pola sebaran sedimen.         Hasil model menunjukkan pola sebaran konsentrasi sedimen yang mempresentasikan tingkat kekeruhan dipengaruhi oleh arus yang didominasi arus pasut. Nilai konsentrasi sedimen sebanding dengan kecepatan arus. Dari hasil simulasi memperlihatkan bahwa nilai konsentrasi sedimen tersuspensi berkisar antara 20 gr/L - 160 gr/L dan menunjukkan arah sebaran pada musim barat dominan bergerak menuju timur laut dengan sebaran terjauh pada skenario pengerukan 6,89 km; skenario pembuangan mencapai jarak 5,78 km. Sedangkan arah sebaran pada musim timur dominan bergerak menuju barat daya dengan sebaran terjauh pada skenario pengerukan 6,32 km; skenario pembuangan mencapai jarak 5,20 km (pada konsentrasi < 20 gr/L). Kata kunci : Sedimen tersuspensi, Arus, , Pelabuhan Bojonegara

Page 1 of 2 | Total Record : 12