cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
BULETIN OSEANOGRAFI MARINA
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : 20893507     EISSN : 25500015     DOI : -
Core Subject : Science,
Buletin Oseanografi Marina (BULOMA) adalah jurnal yang menginformasikan hasil penelitian dan telaah pustaka tentang aspek Oseanografi, Ilmu Kelautan, Biologi Laut, Geologi Laut, Dinamika Laut dan Samudera, Estuari, Kajian Enerji Alternatif, Mitigasi Bencana, Sumberdaya Alam Pesisir, Laut dan Samudera.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue " Vol 2, No 1 (2013): Buletin Oseanografi Marina" : 10 Documents clear
The Heavy Metal Contamination in Shallow Groundwaterof Semarang Coastal Areas Rochaddi, Baskoro; Suryono, Chrisna Adhi
BULETIN OSEANOGRAFI MARINA Vol 2, No 1 (2013): Buletin Oseanografi Marina
Publisher : BULETIN OSEANOGRAFI MARINA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (712.326 KB)

Abstract

Heavy metals in the aquatic environment have to date come mainly from naturally occurring geochemical materials. However, this has been enhanced by human activities such as boat activity, industrial effluents, domestic sewage etc. An attempt was made to determine the level of trace metals such as Mercury (Hg), Lead (Pb), Iron (Fe), Chromium (Cr) and Copper (Cu). The physico-chemical and trace metal contents of water samples from coastal zone of Semarang were assessed using Atomic Absorption Spectrophotometer technique. Results indicated that low variation existed among some physico-chemical parameter (pH, temperature, salinity). In the water sample colour, taste and odor were investigated. Heavy metal levels (mg L-1) in the water were Cr 5.083 + 1.59, Pb 5.52 + 1.34,  Fe 1.199 + 1.29. However, Hg and Cu were not detected in any of the samples. Comparison of the metal contents in the water sample with World Health Organization (WHO) limits and Indonesian Drinking & Domestic Water Quality Standard for Ground Water showed that the mean levels of Fe, Pb, Cr were exceeded the maximum permissible levels for drinking  water. This work has conclusively proven the presence of dangerous heavy metal contamination of the groundwater supply in the coastal area of Semarang.   Key words: Physico-chemical parameters, heavy metals,  Atomic Absorption Spectrophotometer
STUDI STRUKTUR KOMUNITAS DAN BIOEKOLOGI IKAN DI PERAIRAN DESA MANGUNHARJO, KECAMATAN TUGU, SEMARANG. Satriaji, Dedi Edwin; Pratikto, Ibnu; Endrawati, Hadi
BULETIN OSEANOGRAFI MARINA Vol 2, No 1 (2013): Buletin Oseanografi Marina
Publisher : BULETIN OSEANOGRAFI MARINA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.45 KB)

Abstract

Pemukiman penduduk, industri dan nelayan di sekitar perairan Mangunharjo akan memberikan dampak berupa limbah organik yang akan mengubah dinamika maupun fungsi ekologis di Perairan Desa Mangunharjo. Hal tersebut berdampak terhadap keberadaan populasi dari ikan-ikan residen muara. Oleh karena itu dibutuhkan suatu pengamatan lebih lanjut mengenai bioekologi populasi ikan di Perairan Mangunharjo, Kec. Tugu. Semarang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui struktur komunitas dan bioekologi ikan berdasarkan pertumbuhan, hubungan panjang berat, dan faktor kondisi di wilayah perairan Mangunharjo Kec. Tugu, Semarang Metode yang digunakan dalam penelitian ini bersifat eksploratif dan data dianalisis secara deskriptif. Lokasi sampling, yaitu Perairan Mangunharjo, ditetapkan berdasarkan metode pertimbangan (Purposive sampling method). Pengambilan sampel dilakukan sebanyak lima kali pada bulan Mei-Juli 2012 dengan interval waktu 2 minggu. Pengambilan sampel ikan dilakukan dengan menggunakan alat tangkap Trammel Net. Selanjutnya analisis Sampel dilakukan di Laboratorium Biologi Laut, Jurusan Ilmu Kelautan, FPIK, UNDIP. Hasil penelitian menunjukan telah ditemukan 24 famili dan 41 spesies. Kelimpahan diperoleh rata-rata berdasarkan waktu sampling adalah 0,060 ind/m2, Indeks Keanekaragaman (H’) menunjukan Presentase kategori sedang (65%), Indeks Keseragaman (e) tinggi (85%), dan indeks Dominasi (C) Menunjukan tidak ada jenis yang mendominasi (TAD) dengan kisaran nilai (0,1 – 0,4). Hasil penelitian menunjukan populasi ikan belanak yang dijumpai di Perairan Mangunharjo menunjukan model pertumbuhan panjang berdasarkan persamaan von Bertalanffy adalah Lt = 11.98592 (1 - e –0.071(t-0.50345)), sedangkan model pertumbuhan berat adalah Wt = 28.0678 (1 - e –0.059(t-0,4854)). Hubungan panjang berat ikan belanak (Ellochelon vaigiensis), di perairan Mangunharjo menghasilkan persamaan W = 0.048 L 2.45 dan bersifat allometrik negatif. Faktor kondisi ikan belanak berkisar antara 0.8954 – 1.3445 dengan nilai rata-rata faktor kondisi 1,16417. dimana lingkungan perairan Mangunharjo mendukung kehidupan ikan belanak.   Kata Kunci : Struktur Komunitas, Bioekologi, Ikan Belanak
REKAYASA TEKNOLOGI TRANSPLANTASI LAMUN (Enhalus acoroides)DI KAWASAN PADANG LAMUN PERAIRAN PRAWEAN BANDENGAN JEPARA Febriyantoro, Febriyantoro; Riniatsih, Ita; Endrawati, Hadi
BULETIN OSEANOGRAFI MARINA Vol 2, No 1 (2013): Buletin Oseanografi Marina
Publisher : BULETIN OSEANOGRAFI MARINA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (149.291 KB)

Abstract

Lamun adalah sumber makanan bagi beberapa jenis herbivora seperti penyu, dugong dan beberapa jenis invertebrata. Fungsi lamun tidak banyak dipahami, banyak padang lamun yang rusak oleh berbagai aktivitas manusia.Lamun berkurang secara cepat di berbagai belahan dunia akibat dari kegiatan manusia seperti kerusakan secara mekanis (pengerukan dan jangkar), eutrofikasi, budidaya perikanan, pengendapan, pengaruh pembangunan konstruksi pesisir, dan perubahan jaring makanan.Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui tingkat keberhasilan transplantasi lamun berdasar laju pertumbuhan dan tingkat keberlangsungan hidup (SR) dengan dengan penerapan metode Frame tabung bambu, Plugs, Fastening waring di perairan Prawean Bandengan Jepara agar lamun dapat dikembangkan dengan teknologi ramah lingkungan yaitu menggunakan bambu dan keberadaanya masih tetap lestariPenelitian dilakukan dengan observasi lapangan selama 6 Minggu pada tanggal 17 September – 1 November 2012 . Metode yang digunakan untuk analisis  adalah metode eksperimental yang dilakukan di lapangan. Berdasarkan hasil One-way ANOVA, diketahui bahwa laju pertumbuhan transplantasi lamun dari ketiga metode tersebut tidak berbeda nyata. Tingkat keberhasilan unit transplantasi lamun untuk metode Frame Tabung Bambu sebesar 95%, metode Plugs sebesar 100%dan metode Fastening Waring sebesar 100%. Laju pertumbuhan unit transplantasi lamun di Perairan Prawean Bandengan Jepara dengan metode Frame Tabung Bambu memliki rata-rata sebesar (0,70 cm/hari ± 0.06), sedangkan untuk metode Plugs sebesar (0,78 cm/hari ± 0.09) dan metode Fastening Waring sebesar (0,71 cm/hari ± 0.05). Kata Kunci : Perairan Prawean Bandengan Jepara, Transplantasi lamun, metode Frame Tabung Bambu, metode Plugs, metode Fastening Waring.
Kadar Total Lipid Mikroalga Nannochloropsis oculata yang dikultur dengan suhu yang berbeda. Endrawati, Hadi; Riniatsih, Ita
BULETIN OSEANOGRAFI MARINA Vol 2, No 1 (2013): Buletin Oseanografi Marina
Publisher : BULETIN OSEANOGRAFI MARINA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (302.524 KB)

Abstract

Sebagai pakan alami N. oculata memiliki kandungan lipid cukup tinggi yang dapat dimanfaatkan sebagai alternatif bahan biodiesel sesuai dengan perkembangan kebutuhan energi. Pertumbuhan N. oculata sangat tergantung pada suhu, salinitas, pH, dan intensitas cahaya. Tingkat suhu yang berbeda diduga berpengaruh terhadap kadar total lipid yang dihasilkan oleh Nannochloropsis oculata. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suhu terhadap produksi biomassa dan kadar total lipid pada kultur mikroalaga Nannochloropsis oculata. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental dengan empat perlakuan suhu yaitu 18 oC, 23 oC, 28 oC, dan 33 oC. Pengamatan yang dilakukan meliputi kepadatan sel, produksi biomassa serta analisa kadar total lipid.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa produksi rata-rata biomassa tertinggi pada suhu 28 oC (81,9 ± 1,67 mg), sementara rata-rata kadar total lipid terbesar pada suhu 33 oC (52,62 ± 4,86dw-%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan kepadatan sel akan diikuti peningkatan produksi biomassa. Dari hasil penelitian menunjukkan suhu yang baik untuk mendapatkan produksi biomassa dan kadar total lipid optimum pada suhu 18-33 oC.   Kata kunci:     Nannochloropsis oculata, Suhu, Kadar Total Lipid
Pertumbuhan Lamun Hasil Transplantasi Jenis Cymodocea rotundata di Padang Lamun Teluk Awur Jepara Riniatsih, Ita; Endrawati, Hadi
BULETIN OSEANOGRAFI MARINA Vol 2, No 1 (2013): Buletin Oseanografi Marina
Publisher : BULETIN OSEANOGRAFI MARINA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (158.003 KB)

Abstract

Padang lamun merupakan ekosistem yang memiliki peranan penting  bagi lingkungan  pesisir. Padang lamun rentan terhadap perubahan kondisi lingkungan perairan. Penurunan  luas padang lamun di dunia merupakan akibat  dari tekanan lingkungan baik alami maupun hasil aktivitas manusia. Transplantasi merupakan salah satu cara untuk merehabilitasi kondisi padang lamun yang mengalami kerusakan.  Tujuan dari penelitian ini untuk megetahui tingkat kelangsungan hidup dan laju pertumbuhan transplantasi lamun  Cymodecea rotundata dengan metoda jangkar di perairan Teluk Awur Jepara. Penelitian dilakukan pada bulan Juni 2010 di perairan Teluk Awur, Jepara. Metoda penelitian yang dipergunakan adalah dengan ekperimental lapangan dengan penentuan lokasi secara purposive random sampling. Penelitian dilakukan di Teluk Awur yang terbagi menjadi 3 stasiun pengamatan yang masing-masing stasiun terbagi menjadi 6 plot pengamatan.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan daun lamun tertinggi untuk lamun transplantasi terdapat pada stasiun 2 sebesar 1,86-2,61 mm/hari. Tingkat kelangsungan hidup menunjukkan 100% untuk semua lokasi. Hasil uji ANOVA Satu Arah menunukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara laju pertumbuhan lamun alami dan lamun hasil transplantasi. Kata kunci:  pertumuhan lamun , transplantasi, Cymodocea rotundata
Filtrasi Kerang Hijau Perna viridis terhadap Micro Algae pada Media Terkontaminasi Logam Berat Suryono, Chrisna Adhi
BULETIN OSEANOGRAFI MARINA Vol 2, No 1 (2013): Buletin Oseanografi Marina
Publisher : BULETIN OSEANOGRAFI MARINA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (216.758 KB)

Abstract

Abstrak Kerang hijau dalam mendapatkan makanannya dengan cara menyaring plankton dari perairan.  Cara mendapatkan makanan yang demikian memungkinkan logam berat yang terlarut didalamnya ikut masuk kedala tubuh kerang hijau.  Tujuan dati penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh logam berat Pb dan Cu terhadap kecepatan filtrasi kerang hijau.  Penelitian berskala laboratories ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan 4 perlakuan Pb dan 4 perlakuan Cu masing masing diulang 3 ulangan.  Untuk mengetahui adanya perbedaan kecepatan filtrasi diuji dengan Anova. Hasil penelitian menunjukan semakin besar konsentrasi Pb atau Cu menunjukan semakin menurunnya filtrasi kerang hijau terhadap Skeletonema sp.   Kata Kunci : Perna viridis, filtrasi, Pb, Cu, Skeletonema sp
Spores Setting of Gracilaria gigas (Rhodophyta ,Gracilariales) in Different Artificial Substrates Irwani, Irwani
BULETIN OSEANOGRAFI MARINA Vol 2, No 1 (2013): Buletin Oseanografi Marina
Publisher : BULETIN OSEANOGRAFI MARINA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (138.866 KB)

Abstract

The successful of spores settlement on the surface depend on the material and roughed of the surface. The aim of the present study was to find out artificial substrates as spores sticking to be thallus.  Randomised design with 4 treatment (raffia line, nylon line, palm line and cotton line) and 9 replicate was used in this study. The highest thallus of G. gigas after grow after 2 moths rearing in the aquarium with the greatest number of thallus which stick on raffia line and the lowest stick on cotton and palm line.  The effect of different artificial substrates showed was different significantly (p<0.001).   Key Words :Gracilaria gigas, spores, subtrate, raffia line
Pengaruh Salinitas terhadap Kandungan Nutrisi Skeletonema costatum Supriyantini, Endang
BULETIN OSEANOGRAFI MARINA Vol 2, No 1 (2013): Buletin Oseanografi Marina
Publisher : BULETIN OSEANOGRAFI MARINA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (187.371 KB)

Abstract

Skeletonema costatum merupakan salah satu jenis pakan alami yang mempunyai peranan penting dalam pembenihan ikan, udang, kerang-kerangan,dan kepiting. S. costatum mampu beradaptasi pada berbagai salinitas. Sehingga mampu hidup di laut, pantai dan muara sungai. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan nutrisi S. costatum yang dikultur pada salinitas yang berbeda dalam skala massal.  Penelitian dilaksanakan di Balai Besar Pengembangan Budi daya Air Payau (BBPBAP) Jepara. Perlakuan dalam penelitian ini menggunakan 4 salinitas yang berbeda, yaitu  15 ppt, 20 ppt, 25 ppt dan 30 ppt dengan masing-masing 3 ulangan. S. costatum dipanen setelah mencapai fase eksponensial dengan menggunakan plankton net ukuran 10 µm. Hasil penelitian menunjukkan pada salinitas 15 ppt diperoleh kadar protein tertinggi yaitu 22,29 % dan kadar lemak kasar tertinggi pada salinitas 25 ppt yaitu 2,09 %. Serat kasar tertinggi pada salinitas 25 ppt yaitu 1,41 %. Kadar air tertinggi pada salinitas 25 ppt yaitu 12,68 %. Kadar abu tertinggi pada salinitas 20 ppt yaitu 61,14 %. Bahan Ekstrak Tanpa unsur N (BETN) tertinggi pada salinitas 30 ppt yaitu 14,65 %. Kata Kunci  :Skeletonema costatum, salinitas, kandungan nutrisi
Karakterisasi Bakteri yang Berasosiasi dengan Penyakit Pink-Blotchdi P. Sambangan, Karimunjawa Soenardjo, Nirwani
BULETIN OSEANOGRAFI MARINA Vol 2, No 1 (2013): Buletin Oseanografi Marina
Publisher : BULETIN OSEANOGRAFI MARINA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.057 KB)

Abstract

Sindrome penyakit blotch yang menyerang karang massive mengakibatkan kehancuran sistem ekologi terumbu karang. Penyebaran penyakit ini berjalan sangat cepat dibandingkan dengan laju pertumbuhan karang. Tujuan penelitian ini adalah mengisolasi dan mengidentifikasi bakteri yang berasosiasi dengan sindrom penyakit pink-blotch (PBS) pada karang. Pelaksanaan penelitian  meliputi sampling karang yang dilakukan dengan ScubaDiving pada kedalaman 3 dan 10 meter, identifikasi dan dokumentasi jenis karang yang terserang penyakit secara in situ dengan underwatercamera Nikonos, isolasi dan purifikasi bakteri yang berasosiasi dengan sindrome penyakit blotch, contagious coral experiments skala laboratoris,   postulat Koch’s experiment dilakukan di dalam laboratorium dan di lapangan dengan teknik syringe. Identifikasi bakteri yang berasosiasi dengan penyakit karang PBS secara mikrobiologis dilakukan untuk mengetahui genus agen penyebab penyakit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bakteri yang berasosiasi dengan sindrome penyakit pink-blotch adalah genus Erythrobacter sp.   Kata kunci: terumbu karang, pink-blotch, Erythrobacter sp
Media Air Laut Yang Diperkaya Terhadap Laju Pertumbuhan Rumput Laut Gracilaria lichenoides (L) Harvey Pramesti, Rini
BULETIN OSEANOGRAFI MARINA Vol 2, No 1 (2013): Buletin Oseanografi Marina
Publisher : BULETIN OSEANOGRAFI MARINA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (172.259 KB)

Abstract

Agar banyak dimanfaatkan dalam kehidupan dan kebutuhan ini semakin meningkat, sehingga ada usaha untuk memperbaiki produksinya.  Salah satu jenis rumput laut penghasil agar adalah Gracilaria lichenoides. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengkayaan media kultur terhadap laju pertumbuhan rumput laut G. lichenoides. Sampel yang digunakan adalah ujung thallus G.  lichenoides, diperoleh dari Pantai Geger, Nusa Dua, Bali. Metode yang digunakan adalah metode eksperimental dengan  Rancangan Acak Lengkap (RAL) menggunakan 4 perlakuan dan 5 ulangan. Media pemeliharaan yang digunakan adalah air laut yang diperkaya dengan penambahan nutrien dengan komposisi NH4Cl 40µM, Na2HPO4 4µM, thiamin 100 µg, riboflavin 0,5 µg, dan vitamin B12 0,5 µg.  Media yang digunakan memiliki pengenceran 500 mL, 1000 mL, dan 1500 mL sebagai perbedaan konsentrasinya. Data yang diambil berupa berat basah tanaman uji dan kualitas air media. Analisis data menggunakan uji General Linear Model (GLM) dengan perhitungan berulang (repeated measure). Hasil penelitian menunjukkan bahwa laju pertumbuhan harian (%) tidak berbeda nyata antara perlakuan penggunaan media air laut diperkaya terhadap pertumbuhan G. lichenoides. Laju pertumbuhan yang dicapai perlakuan K (air laut steril/kontrol) sebesar 2,44±0,38 hari-1, perlakuan A (pengenceran 500 mL) sebesar 2,49±0,42 hari-1, B (pengenceran 1000 mL) sebesar 2,82±1,22 hari-1, dan C (pengenceran 1500 mL) sebesar 2,35±0,67 hari-1.   Kata kunci: Laju Pertumbuhan, G. lichenoides, Pengkayaan Media

Page 1 of 1 | Total Record : 10