cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
BULETIN OSEANOGRAFI MARINA
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : 20893507     EISSN : 25500015     DOI : -
Core Subject : Science,
Buletin Oseanografi Marina (BULOMA) adalah jurnal yang menginformasikan hasil penelitian dan telaah pustaka tentang aspek Oseanografi, Ilmu Kelautan, Biologi Laut, Geologi Laut, Dinamika Laut dan Samudera, Estuari, Kajian Enerji Alternatif, Mitigasi Bencana, Sumberdaya Alam Pesisir, Laut dan Samudera.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue " Vol 1, No 5 (2012): Buletin Oseanografi Marina" : 10 Documents clear
KAJIAN POLA ARUS DI PANTAI MARINA ANCOL DAN PENGARUHNYA TERHADAP RENCANA REKLAMASI Yuliasari, Dwi; Zainuri, Muhammad; Sugianto, Denny Nugroho
BULETIN OSEANOGRAFI MARINA Vol 1, No 5 (2012): Buletin Oseanografi Marina
Publisher : BULETIN OSEANOGRAFI MARINA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (712.326 KB)

Abstract

Arus merupakan parameter penting dalam proses pengangkutan pasir dari mulut teluk menuju wilayah hulunya, kolam pelabuhan dan estuaria. Arus di Pantai Marina, Ancol memperlihatkan pola yang kompleks dan lebih banyak dipengaruhi oleh angin, meskipun bangunan dan reklamasi pantai juga turut mempengaruhi. Secara keseluruhan terbentuknya arus di Pantai Marina, Ancol merupakan resultan dari beberapa jenis arus seperti arus yang dibangkitkan oleh pasang surut, angin dan arus sejajar pantai. Pemisahan arus menggunakan software World Current 1.03 didapatkan hasil kecepatan arus total = 2,67 m/det, arus pasut = 0,41 m/det, dan arus residu = 2,64 m/det. Hubungan antara fluktuasi arah dan kecepatan arus dengan pola pasang surut yang terjadi dapat ditunjukkan dengan pendekatan model menggunakan software SMS versi 8.0 dan 8.1. Hubungan ini dapat dilihat dengan adanya pergerakan arah arus yang cenderung bolak-balik, yaitu  pada saat kondisi pasang arah arus cenderung ke arah Timur Laut – Barat dan pada saat surut arah arus ke arah Barat –Timur laut dengan kecepatan arus 0,004 m/det – 0,13 m/det. Hasil simulasi model pola arus untuk rencana reklamasi pantai menunjukan tidak adanya perubahan pola arus yang signifikan dibandingkan dengan pola arus di pantai Marina, Ancol sebelum reklamasi pantai, maka dapat disimpulkan bahwa dengan adanya rencana reklamasi pantai di Ancol, tidak berpengaruh terhadap pola arus di pantai Marina, Ancol.   Kata Kunci : Arus, Pasang Surut, Pantai Marina, Ancol, Reklamasi
Kejut Lingkungan Sebagai Upaya Percepatan Pelepasan Spora Rumput Laut Gracilaria gigas Suryono, Chrisna Adhi
BULETIN OSEANOGRAFI MARINA Vol 1, No 5 (2012): Buletin Oseanografi Marina
Publisher : BULETIN OSEANOGRAFI MARINA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.45 KB)

Abstract

Pelepasan spora dari Gracilaria dapat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan seperti suhu dan salinitas.  Perubahan suhu dan salinitas dapat merangsang membukanya dinding karpospora sehingga spora dapat lepas.  Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui suhu dan salinitas yang tepat untuk pelepasan spora.  Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan acak lengkap dengan perlakuan kejut suhu (25oC, 27oC, 29oC, 25oC, 31oC, dan 33oC).  Sedangkan untuk perlakuan kejut salinitas (28 ppt, 30 ppt, 32 ppt, 34 ppt dan 36 ppt). Spora yang banyak terlepas selama penelitian terlihat pada kejut suhu 31oC sedangkan yang terendah pada kejut suhu 25oC (kontrol).  Sedangkan untuk kejut salinitas jumlah spora terbanyak yang lepas pada kejut salinitas 34 ppt dan terendah pada salinitas 28 ppt (kontrol). Kata kunci : Kejut suhu, kejut salinitas, spora, Gracilaria gigas
Pertumbuhan Kepiting Bakau Scylla serrata di Kawasan Mangove Irwani, Irwani; Suryono, Chrisna Adhi
BULETIN OSEANOGRAFI MARINA Vol 1, No 5 (2012): Buletin Oseanografi Marina
Publisher : BULETIN OSEANOGRAFI MARINA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (149.291 KB)

Abstract

Lahan mangrove mempunyai potensi dikembangkan untuk usaha penggemukan kepiting tanpa merusak, yaitu melalui konsep silvofishery.  Tujuan dari penelitian ini adalah menjajaki pemeliharan kepiting bakau Scylla serrata didaerah mangrove dan mencari kepadatan optimal. Metoda yang digunakan adalah eksperimen dengan rancangan acak kelompok.  Perlakuan yang diterapkan adalah kepadatan yang berbeda (4 ekor/m2, 6 ekor/m2 dan 8 ekor/m2) dengan kelompok (daerah mangrove dan non-mangrove) dan dengan ulangan 3 kali.  Data yang diperoleh berupa penambahan berat badan dianalisa dengan balanced designs anova. Hasil yang didapat menunjukan kepiting bakau yang dipelihara didaerah mangrove memiliki penambahan berat yang lebih besar bila dibandingkan dengan yang dipelihara diluar daerah mangrove.  Kepiting bakau yang dipelihara didaerah mangrove dengan kepadatan 4 ekor/m2 pertambahan berat rata rata 81,7 gr/bulan; dan kepadatan 6 ekor/m2 bertambah rata rata 77,8 gr/bulan, sedang kepadatan 8 ekor/m2 73,9 gr/bulan.  Hal tersebut sangat berbeda dengan kepiting yang dipelihara pada daerah yang tidak bermangrove dimana untuk kepadatan 4 ekor/m2 rata rata hanya bertambah 68,75 gr/bulan dan yang berkepadatan kepadatan 6 ekor/m2 bertambah rata rata 39,1 gr/bulan sedangkan yang berkepadatan 8 ekor/m2 32,2 gr/bulan.  Interaksi antara kepadatan dan lokasi (bermangrove dan bukan) memberikan pengaruh yang sangat nyata pada penambahan berat kepiting bakau (p<0,001).   Kata kunci : Kepiting bakau, pertumbuhan dan mangrove
The Arsenic Contamination of the Shallow Coastal Aquifers in the North Coast of Java Rochaddi, Baskoro
BULETIN OSEANOGRAFI MARINA Vol 1, No 5 (2012): Buletin Oseanografi Marina
Publisher : BULETIN OSEANOGRAFI MARINA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (227.227 KB)

Abstract

A study was conducted to assess the Arsenic (As) metal contamination of the shallow aquifers in  Jakarta, Semarang, and Surabaya city of Java and its relation to the highly developed industrial and domestic activities in the coastal region. Arsen  was assayed in the waters of  30 wells throughout the terrestrial cities, in residential zones using Atomic Absorption Spectrophotometer (AAS) technique. Analysis of the As level revealed that high As contents were found primarily in Jakarta, to a maximum of 59.65 μg L−1. The mean and standard deviation of As in Jakarta, Semarang and Surabaya were 15.47 ± 18.79, 1.25 ± 2.05 and 0.59 ± 0.26 μgL-1, respectively. The groundwater As concentration  shows a correlation with Fe significantly. It was concluded that the levels of As in some investigated 3 Indonesian metropolis cities were below the maximum allowable concentrations of metals recommended by Indonesian Drinking & Domestic Water Quality Standard for Ground Water and WHO’s (World Health Organization)Guideline Values for Drinking Water, except for station 5 and 6 of Jakarta.   Keywords: Arsenic (As), AAS, coastal aquifer
Bioekologi Kerang Totok Geloina sp. (Bivalvia: Corbiculidae) di Segara Anakan Cilacap Jawa Tengah Suryono, Chrisna Adhi
BULETIN OSEANOGRAFI MARINA Vol 1, No 5 (2012): Buletin Oseanografi Marina
Publisher : BULETIN OSEANOGRAFI MARINA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (275.272 KB)

Abstract

Segara anakan merupakan salah satu estuaria terbesar di Pulau Jawa yang terkenal dengan keanekaragaman hayatinya.  Diantara biota yang terdapat adalah kerang totok (Geloina sp) yang berasosiasi dengan hutan mangrove. Karena memiliki nilai ekonomis maka selalu di tangkap. Maka dari itu sangat tepat jika kerang tersebut dipelajari ekologis maupun biologisnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui distribusi dan stuktur populasi kerang Geloina sp tersebut. Penelitian dilakukan pada bulan Juli – Oktober 2005 di Segaraakan Cilacap pada empat stasiun yang berbeda salinitasnya (13, 15, 30 dan 32 ppt).  Sifat penelitian adalah studi kasus, metoda pengambilan sampel yang digunakan adalah metoda sampling area. Data yang diambil meliputi kerang dan kondisi perairan. Data yang didapatkan dikelompokan berdasarkan kelas ukuran panjang cangkang selanjutnya dilakukan uji chi kwadrat untuk menentukan pola sebaran. Hasil penelitian menunjukan kerang yang didapat adalah G. erosa dengan pola sebaran merata pada keempat stasiun penelitian yang berbeda salinitasnya.  Adapun kepas ukuran kerang yang didapat dalam keempat stasiun dapat dikelompokan menjadi kelas ukuran <3, 3 – 3,9, 4 – 4,9, 5 – 5,9, 6 – 6,9, 7 – 7,9, .>8 cm.  Populasi kerang terbanyak pada semua stasiun adalah kelas ukuran 6 – 6,9 cm Kata Kunci : Segaraanakan, Geloina sp, salinitas
Komposisi dan Kelimpahan Ichtyofauna di Perairan Morosari, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak Endrawati, Hadi; Irwani, Irwani
BULETIN OSEANOGRAFI MARINA Vol 1, No 5 (2012): Buletin Oseanografi Marina
Publisher : BULETIN OSEANOGRAFI MARINA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.026 KB)

Abstract

Keberadaan ichtyofauna terkait erat dengan fungsi ekologis wilayah Perairan Morosari, Kec. Sayung, Kab. Demak. Dampak dari rob / pasang tinggi (kenaikan muka air laut akibat pasang tinggi) adalah tergenangnya sebagian wilayah pertambakan menjadi perairan dangkal. Penelitian ini bertujuan tujuan melakukan inventarisasi berbagai jenis ikan serta kelimpahannya. Materi yang digunakan adalah ichtyofauna yang diambil di perairan pantai Perairan Morosari, Kec. Sayung, Kab. Demak. Penelitian dilakukan dengan pengambilan sampel secara langsung pada enam stasiun, dari Maret sampai dengan Oktober 2011. Sampling dilakukan bulanan, dengan mengambil waktu pasang tertinggi. Sampling biota ichtyofauna dilakukan dengan menggunakan Trap Net (Bubu) dan Lift Net. Hasil penelitian mendapatkan 15 Famili dengan 19 species ichtyofauna. Kelimpahan Total ichtyofauna berkisar diantara 607 – 1221 ekor. Jenis – jenis dan kelimpahan ichtyofauna tersebut terkait dengan siklus hidup dan strategi untuk kelangsungan hidup.   Kata kunci : Ichtyofauna, Jenis, Kelimpahan, Demak
Laju Filtrasi Kerang Totok Polymesoda erosa terhadap Pakan Alami Skeletonema costatum dan Tetraselmis chuii Supriyantini, Endang
BULETIN OSEANOGRAFI MARINA Vol 1, No 5 (2012): Buletin Oseanografi Marina
Publisher : BULETIN OSEANOGRAFI MARINA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (157.508 KB)

Abstract

Pertumbuhan yang optimal dan kelulushidupan kerang yang dibudidayakan dipengaruhi oleh pakan yang diberikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kecepatan filtrasi Kerang Totok pada jenis dan konsentrasi pakan yang berbeda. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Terpadu Jurusan Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro Semarang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimental laboratories dengan Rancangan Acak Lengkap dengan 3 perlakuan jenis pakan yaitu Tetraselmis chuii, Skeletonema costatum, dan pakan campuran (1:1) dengan tiap jenis pakan  diberikan perlakuan konsentrasi 180.000 sel/ml, 270.000 sel/ml, 360.000 sel/ml dan 450.000 sel/ml. Masing-masing perlakuan dilakukan 3 kali pengulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecepatan filtrasi rata-rata tertinggi Kerang Totok diperoleh pada perlakuan jenis pakan campuran (1:1), untuk konsentrasi pakan 180.000 sel/ml adalah 1,987 ± 0,0250 l/jam, konsentrasi pakan 270.000 sel/ml adalah 2,144 ± 0,0945 l/jam, konsentrasi pakan 360.000 sel/ml adalah 1,937 ± 0,0365 l/jam dan konsentrasi pakan 450.000 sel/ml adalah 1,864 ± 0,0052 l/jam. Kecepatan filtrasi rata-rata Kerang Totok  menurun pada perlakuan jenis pakan S. costatum, untuk konsentrasi 180.000 sel/ml adalah 1,554 ± 0,0422 l/jam, konsentrasi 270.000 sel/ml adalah 1,669 ± 0,0642 l/jam, konsentrasi 360.000 sel/ml adalah 1,537 ± 0,0603 l/jam dan konsentrasi 450.000 sel/ml adalah 1,587 ± 0,0544 l/jam. Kecepatan filtrasi rata-rata Kerang Totok terendah terjadi pada perlakuan jenis pakan T. chuii, untuk konsentrasi pakan 180.000 sel/ml adalah 1,154 ± 0,0768 l/jam, konsentrasi pakan 270.000 sel/ml adalah 1,161 ± 0,0514 l/jam, konsentrasi pakan 360.000 sel/ml adalah 1,270 ± 0,1432 l/jam dan konsentrasi pakan 450.000 sel/ml adalah 1,267 ± 0,0429 l/jam. Berdasarkan uji ANOVA menunjukkan bahwa perlakuan yang paling banyak diserap adalah jenis pakan campuran pada konsentrasi 270.000 sel/ml.   Kata kunci :   P. erosa, Kecepatan Filtrasi, Tetraselmis chuii, Skeletonema costatum
Regresi Logistik Binomial, Model untuk Toksisitas Logam Berat Timbal Pb terhadap Larva Udang Vannamae Ismunarti, Dwi Haryo
BULETIN OSEANOGRAFI MARINA Vol 1, No 5 (2012): Buletin Oseanografi Marina
Publisher : BULETIN OSEANOGRAFI MARINA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (227.6 KB)

Abstract

Model regresi logistik binomial diturunkan untuk mengetahui pengaruh toksisitas logam berat timbal Pb terhadap  peluang (p) kelulushidupan  Udang Vannamae. Pendugaan parameter model β  dengan metode memaksimumkan Likelihood fungsi peluang binom menggunakan metode numerik yaitu dengan iterasi Newton Ralphson. Keberadaan outlier dalam pembentukan model akan menurunkan ketepatan model sehingga diperlukan identifikasi keberadaannya. Kemudian model diturunkan tanpa menyertakan outlier. Berdasarkan model diperoleh bahwa hasil pada stadia yang sama setiap penambahan 1 mg/l Pb pada media akan menurunkan peluang untuk lulus hidup sebesar 23%. Pada konsentrasi Pb yang sama peluang untuk lulus hidup udang pada stadia PL 10 lebih besar 156 % dibanding pada stadia PL 5.   Kata kunci : regresi logistik binomial, odd rasio
Studi Batimetri dan Jenis Sedimen Dasar Laut dI Perairan Marina, Semarang, Jawa Tengah Satriadi, Alfi
BULETIN OSEANOGRAFI MARINA Vol 1, No 5 (2012): Buletin Oseanografi Marina
Publisher : BULETIN OSEANOGRAFI MARINA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (462.988 KB)

Abstract

Kota Semarang sebagai kota pantai mempunyai arti yang strategis baik. -. Pertumbuhan penduduk yang pesat dan meningkatnya kebutuhan hidup membutuhkan - tanah yang strategis dan  murah. -. Salah satu usaha -untuk memenuhi kebutuhan lahan pemukiman baru adalah dengan melakukan reklamasi pantai. Tujuan penelitian ini - untuk mendapatkan informasi mengenai kedalaman dan kelerengan perairan Pantai Marina serta jenis dan sebaran horisontal sedimen -. Metode penelitian yang digunakan adalah metode studi kasus. - Waktu penelitian ini dilakukan sejak tanggal 7 - Juli - hingga 24 Juli 2010 yang meliputi kegiatan survei lokasi, pemeruman dan pengambilan sampel. Selanjutnya dilakukan analisis sedimen dan pengolahan data batimetri. Hasil penelitian menunjukkan  kedalaman perairan di daerah penelitian dari garis pantai berkisar antara 0 sampai ± 9 meter, dengan nilai kelerengan berkisar antara 0,178% sampai dengan 0,200%. Sebaran sedimen permukaan dasar laut - memiliki tiga satuan sedimen yaitu, satuan pasir (sand) dengan penyebaran seluas 28,125 % yang terletak di bagian tepi pantai terutama bagian barat , satuan pasir lanauan (silty sand) penyebaran seluas 56,250 % yang tersebar relatif dominan ke arah laut yang lebih dalam, dan satuan lanau pasiran (sandy silt) mempunyai penyebaran seluas 15,625% yang tersebar ke arah laut yang lebih dalam lagi dengan kedalaman kurang lebih 5 meter sampai dengan lebih dari 9 meter. -, -.Lokasi penelitian mempunyai nilai stasistik sedimen permukaan dasar yang relatif bervariasi antara lain nilai kepencengan (skewness) menunjukkan menceng sangat halus sampai menceng sangat kasar, nilai rata-rata (mean) relatif bervariasi antara 1,668 sampai 4,649, sortasinya terpilah jelek dan terpilah sedang, dan nilai keruncingan mempunyai rentang antara 0,093 sampai 1,330. Kata kunci : batimetri, pemeruman, sedimen dasar laut.
Karakteristik Pola Arus Dalam Kaitannya dengan Kondisi Kualitas Perairan dan Kelimpahan Fitoplankton di Perairan Kawasan Taman Nasional Laut Karimunjawa Yusuf, Muhammad; Handoyo, Gentur; Muslim, Muslim; Wulandari, Sri Yulina; Setiyono, Heriyoso
BULETIN OSEANOGRAFI MARINA Vol 1, No 5 (2012): Buletin Oseanografi Marina
Publisher : BULETIN OSEANOGRAFI MARINA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (880.311 KB)

Abstract

Perairan Kepulauan Karimunjawa memiliki karakteristik yang spesifik secara geografis maupun ekologis karena terletak di tengah lautan yang jauh dari daratan utama, dikelilingi oleh banyak pulau-pulau kecil dan hamparan terumbu karang, sehingga perairannya termasuk semi tertutup. Kondisi ini memberikan keuntungan karena menjadi daerah jebakan unsur hara. Arah dan pola sebaran spasial unsur hara (nitrat dan fosfat) dan Fitoplankton sangat dipengaruhi oleh bagaimana arah dan kecepatan arus yang terjadi serta tipe dan kondisi perairan yaitu semi tertutup. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pola arus (arah dan kecepatan) dalam kaitannya dengan kondisi kualitas perairan terutama sebaran nitrat, fosfat, dan kelimpahan individu fitoplankton di perairan Kawasan Taman Nasional Karimunjawa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa arah arus dari hasil model adalah dominan menuju ke arah Barat, dan hasil ini sesuai dengan arah arus dari pengukuran secara in-situ di stasiun-stasiun yang diteliti. Kecepatan arus maksimal untuk permukaan laut termasuk kategori sedang, yaitu sebesar 0,309 m/detik dengan kecepatan rata-rata 0,055 m/detik. Dilihat dari arah sebaran paramater kualitas air terutama nitrat dan fosfat menunjukkan bahwa konsentrasi yang relatif lebih besar berada di pulau-pulau yang terletak di sebalah Barat, seperti P. Parang dan P. Nyamuk (nitrat), dan P. Nyamuk untuk unsur fosfat. Kelimpahan fitoplankton yang tinggi juga terdapat di pulau-pulau yang lokasinya terletak di sebalah Barat seperti pulau Parang (sisi Timur dan Selatan), dan pulau Nyamuk (semua sisi). Ada kecenderungan bahwa arah sebaran parameter kualitas air yang memiliki konsentrasi lebih tinggi terutama suhu, pH, oksigen terlarut, dan nitrat ternyata mengikuti arah sebaran arus yang tejadi.   Kata Kunci: Pola Arus, Kualitas Perairan, Fitoplankton, Karimunjawa.

Page 1 of 1 | Total Record : 10