cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
BULETIN OSEANOGRAFI MARINA
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : 20893507     EISSN : 25500015     DOI : -
Core Subject : Science,
Buletin Oseanografi Marina (BULOMA) adalah jurnal yang menginformasikan hasil penelitian dan telaah pustaka tentang aspek Oseanografi, Ilmu Kelautan, Biologi Laut, Geologi Laut, Dinamika Laut dan Samudera, Estuari, Kajian Enerji Alternatif, Mitigasi Bencana, Sumberdaya Alam Pesisir, Laut dan Samudera.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue " Vol 1, No 3 (2012): Buletin Oseanografi Marina" : 5 Documents clear
Status Perairan Banjir Kanal Timur Semarang Ditinjau dari Kadar Logam Berat Chromium dalam Air, Sedimen dan Jaringan Lunak Kerang Darah (Anadara granossa) Wulandari, Sri Yulina
BULETIN OSEANOGRAFI MARINA Vol 1, No 3 (2012): Buletin Oseanografi Marina
Publisher : BULETIN OSEANOGRAFI MARINA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (214.255 KB)

Abstract

Sungai Banjir Kanal Timur melintasi kota Semarang bagian timur yang padat pemukiman dan industri. Perairan ini menjadi tempat pembuangan  limbah hasil aktivitas industri dan domestik.  Logam Chromium  (Cr) di samping memberikan banyak manfaat juga  polutan yang menimbulkan pencemaran lingkungan apabila terdapat dalam limbah. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli-Agustus 2010, dengan tujuan untuk mengetahui seberapa jauh kadar polutan logam berat Cr menimbulkan pencemaran dalam air, sedimen dan Kerang Darah (Anadara granossa). Sampel air, sedimen maupun biota diambil dari tiga stasiun  penelitian, yaitu sungai, muara dan perairan pantai. Parameter fisika kimia perairan seperti suhu, salinitas,pH, kecepatan arus diukur secara insitu. Selanjutnya ketiga jenis sampel dianalisis di laboratorium dengan menggunakan spektrofotometer serapan atom. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar logam berat Cr dalam air maupun sedimen di perairan pantai lebih tinggi dibandingkan di muara dan sungai. Kadar logam berat Cr dalam air, sedimen maupun Kerang Darah  telah melampaui baku mutu yang ditetapkan berdasarkan Kep MENLH RI No 51 tahun 2004 untuk air laut  dan baku mutu dari NOAA  tahun 1999 untuk sedimen. Kata-kata kunci: Banjir Kanal Timur Semarang,  air, sedimen, kerang darah, logam berat Cr
Pengaruh Pemberian Tetraselmis chuii dan Skeletonema costatum terhadap Perkembangan Gonad Kerang Totok Polymesoda erosa Supriyantini, Endang
BULETIN OSEANOGRAFI MARINA Vol 1, No 3 (2012): Buletin Oseanografi Marina
Publisher : BULETIN OSEANOGRAFI MARINA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengetahuan tentang asupan nutrisi yang sesuai untuk Kerang Totok Polymesoda erosa sangat penting selain untuk meningkatkan kegunaan diet mikroalga juga untuk mengetahui pengaruh pemberian pakan alami Tetraselmis chuii dan Skeletonema costatum terhadap perkembangan gonad kerang Totok. Biota yang digunakan dalam penelitian ini adalah kerang Totok ukuran 3-4 cm yang diperoleh dari perairan sekitar Pulau Gombol, Segara Anakan, Cilacap. Wadah yang digunakan adalah akuarium berukuran 30 x 30 x 30 cm3 dengan volume media 2 liter. Metode yang digunakan adalah eksperimen laboratorium dengan Rancangan Acak Lengkap, 3 perlakuan, yaitu T. chuii 27 x 104 sel/ml (pakan T1); S. costatum 27 x 104 sel/ml (pakan T2); dan campuran T. chuii 13,5 x 104 sel/ml dan S. costatum 13,5 x 104 sel/ml (pakan T3). Pakan diberikan sekali sehari setiap pk. 08.00 WIB, pemeliharaan dilakukan selama 4 bulan. Pengamatan perkembangan gonad secara makroskopis dan pengukuran oosit secara mikroskopis dilakukan sebulan sekali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pakan campuran T. chuii dan S. costatum memberikan pengaruh baik terhadap perkembangan gonad walaupun masih dalam stadia TKG I, dan menghasilkan jumlah oosit, diameter membrane, diameter oosit dan diameter nucleus  yang berbeda nyata (p < 0.05). Kata kunci: kerang Totok P. erosa, T. chuii, S. costatum, TKG
Sebaran spasial karang keras (Scleractinia) di Pulau Panjang, Jawa Tengah Munasik, Munasik; Ambariyanto, Ambariyanto; A Sabdono, A Sabdono; Diah Permata W, Diah Permata W; OK. Radjasa, OK. Radjasa; R Pribadi, R Pribadi
BULETIN OSEANOGRAFI MARINA Vol 1, No 3 (2012): Buletin Oseanografi Marina
Publisher : BULETIN OSEANOGRAFI MARINA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (325.033 KB)

Abstract

Karang keras (Scleractinia) ditemukan di Pulau Panjang mulai dari dataran terumbu karang yang dangkal hingga kedalaman 7m. Terumbu karang berkembang baik di bagian pulau yang melawan angin ‘leeward dibanding  di bagian yang searah angin ‘windward’ yang ditandai dengan banyaknya mikroatol Porites. Sebaran spasial genera karang keras di P. Panjang menunjukkan perbedaan baik dari segi  sisi pulau maupun kedalaman. Karang keras Porites, Pocillopora dan Stylopora banyak ditemukan di dataran terumbu sisi bawah angin (leeward) sedangkan di kedalaman 7m pada sisi pulau yang sama umumnya tersusun dari  Lobophyllia dan Pectinia. Dataran terumbu sisi atas angin (windward) tersusun atas genera Cypastrea, Galaxea dan Platygyra sedangkan di kedalaman 7m terdapat genera karang Pavona, Hydnophora, Merulina, Galaxea dan Favites. Perbedaan sebaran spasial genera karang keras (Scleractinia) di Pulau Panjang, Jawa Tengah tampaknya berhubungan dengan tekanan fisik (seperti gelombang). Kata Kunci: Sebaran, Karang keras (Scleractinia), Pulau Panjang, Jawa Tengah
Model Distribusi Kecepatan Angin untuk Peramalan Gelombang dengan Menggunakan Metode Darbyshire dan Smb di Perairan Semarang Hadi, Saiful; Sugianto, Denny Nugroho
BULETIN OSEANOGRAFI MARINA Vol 1, No 3 (2012): Buletin Oseanografi Marina
Publisher : BULETIN OSEANOGRAFI MARINA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (670.963 KB)

Abstract

Gelombang merupakan salah satu parameter oseanografi yang sangat mempengaruhi kondisi pantai. Tiga faktor yang menentukan karakteristik gelombang yang dibangkitkan oleh angin yaitu : (1) lama angin bertiup atau durasi angin, (2) kecepatan angin dan (3) fetch (jarak yang ditempuh oleh angin dari arah pembangkitan gelombang atau daerah pembangkitan gelombang) (Baharuddin et all, 2009). Berdasarkan pengolahan data angin tahun 1995 – 2010  didapatkan  durasi dan  kecepatan angin pada musim Barat untuk angin sedang (11-16 knot) durasi  maksimumnya adalah 9 jam dan durasi rata-rata adalah 6 jam, untuk angin agak kuat (17-21 knot) durasi maksimumnya adalah 8 jam dan durasi rata-rata adalah 1 jam, untuk angin kuat (22-27 knot) durasi maksimumnya adalah 2 jam dan durasi rata-rata adalah 1 jam. Untuk musim Peralihan durasi maksimum angin sedang adalah 10 jam dan durasi rata-rata adalah 6 jam untuk angin agak kuat durasi maksimumnya adalah 8 jam dan durasi rata-rata adalah 1 jam, untuk durasi angin kuat durasi maksimum adalah 2 jam dan durasi rata-rata adalah 1. Pada musim Timur durasi maksimum angin sedang adalah 9 jam dan durasi rata-rata adalah 5 jam, untuk durasi maksimum dan rata-rata angin agak kuat adalah 1 jam, untuk durasi maksimum dan rata-rata angin kuat adalah 1 jam.Berdasarkan hasil peramalan gelombang didapatkan untuk musim Barat tinggi gelombang maksimum di Perairan Semarang mencapai 2 meter dengan  periode 6,8 detik, pada musim Peralihan tinggi gelombang maksimum  mencapai 1,99 meter dengan periode 6,8 detik, sedangkan pada musim Timur tinggi gelombang maksimum mencapai 1,49 meter dengan periode 6,1 detik.   Kata Kunci : Gelombang, Durasi Angin, Kecepatan Angin Perairan Semarang
Densitas dan Kadar Total Lipid Mikroalga Spirulina platensis yang Dikultur pada Fotoperioda yang Berbeda Endrawati, Hadi; Manulang, Christin; Widianingsih, Widianingsih
BULETIN OSEANOGRAFI MARINA Vol 1, No 3 (2012): Buletin Oseanografi Marina
Publisher : BULETIN OSEANOGRAFI MARINA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (184.773 KB)

Abstract

Spirulina platensis tergolong kedalam Divisi Cyanophyta dengan kemampuan adaptasi yang baik terhadap pengaruh faktor lingkungan yang cukup bervariasi seperti suhu, salinitas, intensitas cahaya, nutrien dan fotoperioda.  Faktor lingkungan dapat mempengaruhi komposisi dan kadar lipid, protein, dan karbohidrat. Lipid berfungsi sebagai penyedia asam lemak dan sumber energi cadangan. Penelitian ini bertujuan untuk optimasi kadar total lipid dan densitas dari mikroalga Spirulina platensis yang dikultur pada fotoperioda berbeda. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan perlakuan fotoperioda 4 jam terang 20 jam gelap, 8 jam terang 16 jam gelap, 12 jam terang 12 jam gelap, dan 24 jam terang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepadatan S. platensis tertinggi pada perlakuan 24 jam terang, yaitu (1591 ± 16) x 103 sinusoidal/l pada fase stasioner dan kepadatan terendah pada perlakuan 4 jam terang 20 jam gelap yaitu (1087 ± 62) x 103 sinusoidal/l. Selanjutnya total lipid tertinggi pada fotoperioda 4 jam terang 20 jam gelap (46,1 ±27,93 %-dw) dan total lipid terendah pada perlakuan 24 jam terang sebesar (24,8 ±5,23 %-dw). Kata kunci: Spirulina platensis, densitas, fotoperiod, total lipid

Page 1 of 1 | Total Record : 5