cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. lima puluh kota,
Sumatera barat
INDONESIA
Journal of Applied Agricultural Science and Technology
ISSN : 26214709     EISSN : 26212528     DOI : -
Journal of Applied Agricultural Science and Technology aims to publish original research results, reviews and policy papers written by researchers, experts as well as practitioners, in the field of Applied Agricultural Science and Technology. Journal of Applied Agricultural Science and Technology encompasses a broad range of research topics in in the field of Applied Agricultural covering process Science, technology and environmental management. Only the articles consist of novelty and excellent scientific contribution in Applied Agricultural Science and Technology fields can published in Journal of Applied Agricultural Science and Technology.
Arjuna Subject : -
Articles 33 Documents
UJI KINERJA DAN ANALISIS EKONOMI UNIT PENGGILING PADI (COMPACT RICE MILLING CRM-10) (STUDI KASUS DI PT. BUMR (BADAN USAHA MILIK RAKYAT) PANGAN TERHUBUNG PASIRHALANG, SUKARAJA, KABUPATEN SUKABUMI) Widyasanti, Asri; Utami, Isthafa Harits; Kramadibrata, Ade Moetangad; Herwanto, Totok
Jurnal Ilmu dan Teknologi Terapan Pertanian Vol 3 No 1 (2019): Journal of Applied Agricultural Science and Technology
Publisher : Payakumbuh State Polytechnic of Agriculture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (532.64 KB) | DOI: 10.32530/jaast.v3i1.56

Abstract

Unit Penggiling Padi (Compact Rice Milling–CRM 10) belum memiliki spesifikasi teknis dan nilai ekonomis, karena itu uji kinerja dan analisis ekonomi mesin ini perlu dilakukan agar mesin siap dipasarkan kepada masyarakat pengguna. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan uji kinerja dan analisis ekonomi pada mesin CRM–10. Analisis Deskriptif digunakan untuk pengukuran, pengamatan, perhitungan, analisis, pengujian, dan mengevaluasi kinerja mesin dan tingkat kelayakan ekonominya. Hasil uji kinerja pada varietas Inpago 5 dan Inpari 4 berturut-turut menunjukkan bahwa mesin memiliki kapasitas penggilingan 897,63 kg/jam dan 1003,2 kg/jam, efisiensi penggilingan 78,33% dan 65%, kebutuhan daya 28,2 kW dan 28,9 kW, energi spesifik 112,7 kJ/kg dan 107,7 kJ/kg, dengan tingkat kebisingan mesin di bawah ambang batas yaitu 87,23 dan 87,3 dB, serta rendemen penggilingan 68,5% dan 62,9%. Sedang dari hasil analisis ekonomi mesin CRM berturut-turut, telah memenuhi kriteria dengan NPV > 0 yaitu Rp 413.768.068 dan Rp 466.299.086, dengan nilai IRR 16,32% dan 18,0% , BC ratio > 1 dengan nilai 1,17 dan 1,19, serta periode pengembalian modal tercapai pada tahun ke-3.
Analisa Ekonomi dan Uji Kinerja pada Mesin Pencacah Daun dan Ranting Gambir Tipe Roller Sarif, Rafi; Afif, Muhammad Ibnu; Ramadhan, Gilang; Hendra, Hendra; Irzal, Irzal; Anas, Irwan; Djinis, Musdar Effy
Jurnal Ilmu dan Teknologi Terapan Pertanian Vol 2 No 1 (2018): Journal of Applied Agricultural Science and Technology
Publisher : Payakumbuh State Polytechnic of Agriculture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (163.009 KB) | DOI: 10.32530/jaast.v2i1.12

Abstract

Gambir merupakan komoditi ekspor unggulan dari daerah Sumatera Barat. Hampir 90%ekspor gambir Indonesia berasal dari daerah Sumatera Barat. pengolahan gambir di SumateraBarat terdiri dari 6 tahapan, yaitu ; perebusan, pengempaan, pengendapan, penirisan,pencetakan, dan pengeringan. Dari keenam tahap operasi tersebut, pengempaan merupakantahap operasi yang paling berat. Hal ini disebabkan karena pada cara pengolahan gambir diSumatera Barat pengeluaran getah gambir atau ekstrak dititik beratkan pada tahappengempaan. Mesin penggiling daun dan ranting gambir digunakan untuk melakukan prosespengolahan gambir. Mempunyai kinerja yang cukup baik, namun masih terdapat kekuranganyaitu kurang kuatnya kontruksi rangka dalam menahan getaran pada saat mesindioperasikan,untuk itu dilakukan modifikasi dan melengkapi kembali mesin penggiling daundan ranting gambir. Mesin penggiling ranting daun gambir dilakukan modifikasi denganmerombak dan menambah kerangka utama yang bertujuan untuk meningkatkan hasil gambir,mengurangi penggunaan tenaga kerja dan waktu pengolahan yang lebih singkat. Mesinpenggiling ranting daun gambir dilakukan modifikasi dengan merombak dan menambahkerangka utama. Kerangka terbuat dari besi siku berukuran 60 mm x 60 mm. Panjang rangka 120cm dan lebar 110cm. Hasil uji kinerja mesin didapatkan kapasitas optimal penggilingangambir sebesar 8,45Kg/jam.Hasil analisa ekonomi operasional mesing penggiling ranting dandaun gambir didapatkan biaya pokok sebesar Rp. 1.739,8/Kg , BEP akan tercapai padaproduksi 2.247,6 Kg/tahun atau 6,49 kg/ hari.
Alat Perangkap Hama Serangga Padi Sawah Menggunakan Cahaya dari Tenaga Surya lham, Hari Andi; Syahta, Rully; Anggara, Finky; Jamaluddin, Jamaluddin
Jurnal Ilmu dan Teknologi Terapan Pertanian Vol 2 No 1 (2018): Journal of Applied Agricultural Science and Technology
Publisher : Payakumbuh State Polytechnic of Agriculture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (168.484 KB) | DOI: 10.32530/jaast.v2i1.13

Abstract

Untuk mengendalikan hama serangga yang ramah lingkungan, dirancang sebuah alat perangkap hama serangga pada padi sawah dengan menggunakan cahaya dari tenaga surya dengan sumber listrik dari tenaga surya. Alat ini menggunakan panel surya 10 Wp - 12 V dengan baterai 12 V - 7 Ah. Alat ini menggunakan lampu LED 5 watt dan dapat bertahan selama 14 jam. Alat ini bekerja secara otomatis karena menggunakan sensor LDR (cahaya) untuk menghidupkan lampu secara otomatis. Alat memanfaatkan keterkaitan hama serangga yang tertarik dengan cahaya. Secara alami hama serangga mudah tertarik dengan cahaya. Berdasarkan pengujian yang dilakukan di persawahan warga di Kandang Lamo, Kec. Harau, hama serangga yang tertangkap adalah walang sangit (leptocorica acuta), kepinding tanah (scotinophora coarctata), kepik hijau (nezara viridula), penggerek batang padi putih (scripophaga innotata) dan belalang (caelifera).
Pengaruh Sistem Pengolahan Tanah dan Pemberian Macam Bahan Organik Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Jahe Gajah (Zingiber Officinale Rosc) Dahmayanti, Pertiwi; Febriani, Wisa Mutiara; Lekat, Abu
Jurnal Ilmu dan Teknologi Terapan Pertanian Vol 2 No 1 (2018): Journal of Applied Agricultural Science and Technology
Publisher : Payakumbuh State Polytechnic of Agriculture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (35.087 KB) | DOI: 10.32530/jaast.v2i1.14

Abstract

Jahe (Zingiber officinalle Rosc.) berasal dari Asia Pasifik yang tersebar dari India sampaiCina. Sebagai salah satu komoditas perkebunan yang sangat dibutuhkan oleh masyarakatterutama sebagai bahan rempah-rempah dan obat-abatan tradisional maka jahe mempunyaiprospek pemasaran yang cukup baik untuk dikembangkan. Salah satu cara untukmeningkatkan produksi jahe gajah yaitu dengan sistem olah tanah. Pengolahan tanahmerupakan salah satu kegiatan fisik dan mekanik dalam persiapan lahan untuk kegiatanbudidaya tanaman yang bertujuan untuk membuat media perakaran tanaman lebih baik.Selain itu untuk memperbaiki struktur tanah adalah dengan pemberian pupuk organik. Pupukorganik ini dapat berasal dari kotoran hewan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh sistem pengolahan tanah dan pemberian macam bahan organik terhadappertumbuhan dan hasil jahe gajah (Zingiber officinale Rosc.). Dengan adanya penelitian inidiharapakan peneliti dapat memperoleh dan menambah ilmu pengetahuan serta dapatmelakukan penelitian secara mandiri dan mengetahui pengaruh sistem pengolahan tanah danpemberian macam bahan organik terhadap pertumbuhan dan hasil jahe gajah (Zingiberofficinale Rosc.). Penelitian ini dilaksanakan di Tanjung Pati, Kabupaten Lima Puluh Kota.Waktu pelaksanaan penelitian adalah selama 4 bulan, yakni mulai bulan Juli 2017 sampaibulan Oktober 2017. Luas areal yang digunakan untuk penelitian ini yaitu 70 M2. Penelitianini terdiri dari 2 perlakuan yang disusun berdasarkan Percobaan Faktorial. Faktor pertamayaitu pengolahan tanah terdiri dari pengolahan tanah maksimumdan tanpa olah tanah.Faktor kedua yaitu pemberian bahan organik terdiri dari pupuk kandang ayam, pupukkandang sapi dan pupuk kandang kambing. Kombinasiperlakuan yang diberikanmemperlihatkan pengaruh nyata terhadap perbedaan tinggi tanaman kombinasi perlakuanpengolahan tanah maksimum dan pupuk kandang ayam memiliki tinggi tanaman jahetertinggi dibandingkan kombinasi perlakuan lainnya, dan tinggi tanaman jahe terendahadalah dari jenis perlakuan tanpa olah tanah dan pupuk kandang sapi. Untuk jumlah daundan jumlah anakan tanaman jahe kombinasi perlakuan yang diberikan tidak memperlihatkanpengaruh yang nyata.
Pemanfaatan Biochar Cangkang Kelapa Sawit Sebagai Substitusi Pupuk NPK Dalam Peningkatan Kualitas Lahan Pertanian Bella, Shinta Elvita; Padrikal, Rahmat
Jurnal Ilmu dan Teknologi Terapan Pertanian Vol 2 No 1 (2018): Journal of Applied Agricultural Science and Technology
Publisher : Payakumbuh State Polytechnic of Agriculture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (61.36 KB) | DOI: 10.32530/jaast.v2i1.15

Abstract

Makanan adalah kebutuhan dasar manusia yang paling mendasar bagi populasi suatu negara. Karena itu, Negara harus melakukan kedaulatan pangan dan mencari pemenuhan kebutuhan pangan bagi penduduk. Namun, dalam penerapan konsep tersebut belum diimplementasikan dengan baik, terutama menyangkut dalam hal sistem pertanian yang berkelanjutan. Sulitnya mencapai kedaulatan pangan ini disebabkan karena meningkatnya lahan yang kualitasnya menurun akibat kegiatan budidaya pertanian secara intensif. Salah satu inovasi untuk mengatasi masalah tersebut adalah dengan menggabungkan penggunaan pupuk buatan dengan pupuk organik dari limbah cangkang sawit yang diubah menjadi biochar dengan pupuk NPK untuk memenuhi defisiensi unsur hara di lahan pertanian Biochar dianggap sebagai pembawa bioamelioran dengan bahan aktif bahan agregat. Bio-char memiliki keunggulan dalam hal ruang pori total dan kapasitas air yang tersedia lebih tinggi. Dalam aplikasi untuk pertumbuhan tanaman jagung, Pertumbuhan terbaik jagung di tanah ultisol diperoleh dari penggunaan pupuk NPK tunggal 100% dikombinasikan dengan 4,2 g bioamelioran / tanaman. Sementara itu, 100% dosis tunggal pupuk NPK yang dikombinasikan dengan 2,1 g bioamelioran / tanaman (112 kg / ha) menghasilkan bobot kiln kiln kering yang lebih tinggi (+ 15,7%) bila dibandingkan dengan perlakuan 100% pupuk tunggal NPK. Hasilnya mampu mengurangi pengeluaran petani dan mampu meningkatkan kesejahteraan petani.
Desa Exsys (Drone Security with Audio and Expert System) untuk Mengusir Burung dan Mengidentifikasi Hama atau Penyakit Padi Guna Menjaga Ketahanan Pangan dan Peningkatan Kemandirian Pangan di Indonesia Alfarisi, Muhammad Salman; Bintang, Candra Adi; Ayatillah, Sarah
Jurnal Ilmu dan Teknologi Terapan Pertanian Vol 2 No 1 (2018): Journal of Applied Agricultural Science and Technology
Publisher : Payakumbuh State Polytechnic of Agriculture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (384.789 KB) | DOI: 10.32530/jaast.v2i1.16

Abstract

Penduduk Indonesia sebagian besar bergantung pada mata pencaharian di sektor pertanian, sebesar 41,18 persen dari total penduduk yang bekerja di Indonesia. Beras adalah unggulan sub-sektor tanaman pangan dan berperan penting dalam mencapai ketahanan pangan dan pertumbuhan ekonomi nasional. Upaya untuk mencapai ketahanan pangan yang sebagian besar terkonsentrasi pada peningkatan swasembada pangan di setiap lingkungan, baik provinsi, kabupaten, kecamatan, dan desa. Tetapi di sisi lain, upaya untuk meningkatkan produksi beras saat ini terhalang oleh berbagai penghalang. Salah satu gen yang membuat penurunan produksi padi adalah hama dan penyakit padi, seperti: hama tikus, hama wereng, penyakit blas, burung dan kemudian maju. Banyak orang, terutama petani bingung untuk menemukan jenis-jenis penyakit yang menyerang tanaman padi mereka sehingga arah penanganannya tidak benar. Untuk memfasilitasi petani dalam memecahkan masalah tanaman padi yang diserang oleh hama atau penyakit, maka dikembangkan desain drone terbaru yang dapat mengidentifikasi hama dan penyakit padi serta langsung menyelesaikan masalah. Drone dilengkapi dengan sensor dan Closed Circuit Television (CCTV) yang dapat memberikan data waktu nyata dan nyata kepada petani tentang hama mereka atau penyakit tanaman padi dan diharapkan dapat membantu menemukan kesimpulan tentang serangan penyakit dan pencegahan atau solusi yang tepat untuk mengatasinya. Dengan tugas akhir ini dapat diketahui hasil identifikasi hama atau penyakit padi melalui proses konsultasi kepada pakar sistem secara cepat dan efisien dengan media internet. Selain itu, drone ini dilengkapi dengan audio yang bertujuan untuk mengusir burung yang menyerang tanaman padi. Oleh karena itu, sistem ini dapat meningkatkan jumlah dan kualitas produksi beras untuk menjaga keamanan pangan dan meningkatkan swasembada pangan di Indonesia.
Rancang Bangun Mesin Pemipih Emping Jagung Rizki, Ahmad; Yudistira, Yudistira
Jurnal Ilmu dan Teknologi Terapan Pertanian Vol 1 No 1 (2017): Journal of Applied Agricultural Science and Technology
Publisher : Payakumbuh State Polytechnic of Agriculture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (339.722 KB) | DOI: 10.32530/jaast.v1i1.18

Abstract

Penanganan jagung pasca panen di tingkat petani memerlukan teknologi yang sesuai dengan kebutuhan petani. Proses pasca panen jagung terdiri atas serangkaian kegiatan yang dimulai dari pemetikan dan pengeringan tongkol, pemipilan tongkol, pengemasan biji, dan penyimpanan sebelum dijual ke pedagang pengumpul. Mesin pemipih jagung sederhana ini mempunyai spesifikasi dengan ukuran panjang alat 20 cm, lebar alat 30 cm dan tinggi alat 80 cm, Pengujian kinerja mesin pemipih emping jagung dilakukan dua kali pengujian dengan pengujian pertama, dengan ketebalan 2 mm dengan hasil rata-rata pemipihan emping 1,57 kg, dan dengan waktu rata- rata kerja pemipihan 1,46 jam, pengujian kedua dengan ketebalan 1 mm dengan hasil rata-rata pemipihan emping sebanyak 1,33 kg, dengan rata- rata waktu 0,21 jam.
On Bill Gates Enterpreneurship (One Billion Gaharu for One Village Program) Sebagai Upaya Optimalisasi Lahan Perkebunan Masyarakat yang Terintegrasi Melalui Budidaya Tanaman Gaharu di Kenagarian Barulak, Sumatera Barat untuk Mewujudkan SDG’s 2030 Syofian, Ary; Aulia, Rahmi; Fitri, Yulia; Armida, Armida
Jurnal Ilmu dan Teknologi Terapan Pertanian Vol 1 No 1 (2017): Journal of Applied Agricultural Science and Technology
Publisher : Payakumbuh State Polytechnic of Agriculture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (159.162 KB) | DOI: 10.32530/jaast.v1i1.19

Abstract

Gaharu (Aquilaria malaccencis) merupakan tanaman termahal unggulan Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) Indonesia. Bahan aromatik yang khas dari gaharu menjadikan komoditi ini memiliki prestise yang tinggi di dunia. Gaharu merupakan tanaman multifungsional yang kaya manfaat, diantaranya untuk kebutuhan kesehatan, industri kecantikan,serta ritual keagamaan. PT. Gaharu Wood Indonesia menyatakan Sumatera Barat pada 1985 pernah mencetak sejarah sebagai penghasil komoditi gaharu terbaik di dunia. Namun, nilai jual gaharu yang tinggi mendorong masyarakat melakukan eksploitasi tanaman gaharu tanpa memperhatikan kelestariannya, sehingga populasi tanaman gaharu semakin menurun. Hal ini tidak mendukung implementasi Undang-undang No. 39 Tahun 2014 tentang pengembangan, pencabutan, dan pengolahan perkebunan. Maka dari itu, upaya pencegahan perlu dilakukan dengan tindakan konservasi, yaitu melalui program On Bill Gates Enterpreneurship (One Billion Gaharu for One Village Program) sebagai Upaya Optimalisasi Lahan Perkebunan Masyarakat yang Terintegrasi Melalui Budidaya Tanaman Gaharu Di Kenagarian Barulak, Sumatera Barat untuk Mewujudkan SDG’s 2030. On Bill Gates ditujukan sebagai wujud perhatian generasi muda dalam melestarikan potensi tanaman gaharu dalam meningkatkan nilai ekonomi masyarakat serta mewujudkan usaha tani yang berdaya saing global. Metode penulisan karya ilmiah ini adalah deskriptif kualitatif, yaitu memberikan gambaran menyeluruh tentang suatu masalah yang berkembang dengan suatu gagasan inovatif yang akan dijadikan solusi yang preventif. Luaran dari karya ilmiah ini adalah terwujudnya usaha tani di Kenagarian Barulak, Sumatera Barat yang potensial meningkatkan nilai ekonomis masyarakat, serta mendorong generasi muda untuk dapat bergerak secara partisipan dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan Indonesia.
Subtitusi Parsial Tepung Beras dengan Tepung Talas (Colocasia esculenta L. Schott) dalam Proses Pembuatan Sala Lauak Putri, Metri Eka; Surmila, Ulda Yanti; Fahrul, Fahrul
Jurnal Ilmu dan Teknologi Terapan Pertanian Vol 1 No 1 (2017): Journal of Applied Agricultural Science and Technology
Publisher : Payakumbuh State Polytechnic of Agriculture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (168.815 KB) | DOI: 10.32530/jaast.v1i1.20

Abstract

Sala lauak merupakan makanan khas Pariaman Sumatera Barat yang terbuat dari bahan baku tepung beras, ikan peda asin, cabe, dan bumbu lainnya dengan cara diadon, dimasak, dengan api panas sampai kalis dan dilakukan proses penggorengan. Pada pembuatan sala lauak ini menggunakan substitusi tepung talas, dengan cara pengeringan dan penepungan. Menjadikan talas untuk dijadikan penepungan agar meningkatkan swasembada beras. Penelitian ini untuk memperkaya nutrisi dalam sala lauak dengan menambahkan sumber protein yaitu ikan. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Pengolahan, Laboratorium Indrawi, Laboratorium kimia dan Laboratorium mikrobiologi politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh, dengan perlakuan substitusi tepung talas yaitu 0%, 10%, 15%, 20%. Berdasarkan penelitian bahwa Karakteristik mutu sala lauak berdasarkan analisa proksimat diperoleh kadar air semua perlakuan 0, 10%, 15%, dan 20% masing-masingnya adalah 55,42%, 52,97% 47,43%, 48,39%. Analisa kadar abu yaitu 1,81%, 1,61%, 1,99%, 1,96%. Analisa kadarprotein yaitu 6,82%, 5,99%, 6,11%, 5,02%, Analisa kadar lemak yaitu 8,34%, 7,49%, 6,22%, 5,59%. Dan hasil analisa kadar karbohidrat yaitu 27,61%, 31,64%, 38,25%, 39,04%. Dari pengujian organoleptik, panelis memberikan penilaian tertinggi (agak suka) untuk warna, rasa, tekstur, dan kenampakan terhadap sala lauak dengan substitusi tepung talas sampai pada taraf substitusi tepung talas 15 %. Pada pengujian mikrobiologi terhadap substitusi tepung talas dalam pembuatan sala lauak total mikroba dan kapang khamirnya masih dibawah ambang batas menurut BPOM (2009) sehingga masih aman untuk dikonsumsi.
Pemetaan Lahan Pertanian Sawah Irigasi Teknis, Setengah Teknis, dan Tadah Hujan di Nagari Batu Payuang dan Balai Panjang Kecamatan Lareh Sago Halaban Wulandari, Fitria; Jingga, Trinovita Zuhara
Jurnal Ilmu dan Teknologi Terapan Pertanian Vol 1 No 1 (2017): Journal of Applied Agricultural Science and Technology
Publisher : Payakumbuh State Polytechnic of Agriculture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (954.368 KB) | DOI: 10.32530/jaast.v1i1.22

Abstract

Sektor pertanian adalah pengguna air terbanyak dibanding dengan semua sektor lainnya, tetapi efisiensi pengguna air disektor pertanian masih rendah. Beberapa faktor yang juga mengancam ketahanan pangan nasional seperti adanya persaingan akan air makin tinggi khususnya bidang pertanian, industri dan kesehatan, terlebih lagi pada musim kemarau. Irigasi adalah pemberian air kepada tanah untuk menunjang curah hujan yang tidak cukup agar tersedia lengas bagi pertumbuhan tanaman. Irigasi adalah penggunaan air pada tanah untuk keperluan penyediaan cairan yang dibutuhkan untuk pertumbuhan tanam tanaman. Irigasi terdiri dari beberapa jenis yaitu Irigasi teknis, semi teknis, sederhana dan tadah hujan.Tujuan dari penelitianiniadalah : 1)Mengetahui alur irigasi dan sumber air irigasi lahan persawahan di Kecamatan Lareh Sago Halaban khususnya Nagari Batu Payuang dan Balai Panjang. 2).Mengetahui jenis irigasi yang terdapat pada Kecamatan Lareh Sago Halaban khususnya Nagari Batu Payuang dan Balai Panjang. 3). Menentukan luasan lahan persawahan yang dialiri irigasi di Kecamatan Lareh Sago Halaban khususnya Nagari Batu Payuang dan Balai Panjang. Pelaksanaan kegiatan diawali dengan mempersiapkan semua alat dan bahan, kemudian dilanjutkan dengan pengumpulan data berupa data primer dan data sekunder, data primer dilakukan dengan survey dan mengukur langsung ke lapangan yang sebelumnya dikumpulkan data sekunder dengan mencari data ke Bappeda dan BPS. Selanjutnya dilakukan pengolahan data yang didapatkan di lapangan dengan menggunakan software ArcGIS versi 10.4 .3. Berdasarkan pengairan, wilayah ini memiliki lahan sawah tadah hujan yang besar yaitu 231.59 Ha, sawah irigasi sederhana 215.47 Ha, dan untuk sawah irigasi ½ teknis memiliki luas terkecil sebesar 63.77 Ha

Page 2 of 4 | Total Record : 33