Jurnal AKSI (Akuntansi dan Sistem Informasi)
ISSN : 25413198     EISSN : 25286145
Jurnal AKSI (Akuntansi dan Sistem Informasi) with registered number ISSN 2541-3198 (printed), ISSN 2541-6145 (online) is scientific journals which publish articles from the fields of accounting and information system. AKSI will publish in two times issues Volume 1, Numbered: 1-2 are scheduled for publication: May and September.
Articles
30
Articles
APLIKASI PENJUALAN BARANG TUNAI DAN KREDIT PADA TOKO KOMPUTER RIZCOM MADIUN

Setia, Lutfiyah Dwi, Amanda, Riski

Jurnal AKSI (Akuntansi dan Sistem Informasi) Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : Politeknik Negeri Madiun

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Toko Komputer Rizcom bergerak dalam usaha penjualan barang secara tunai maupun kredit, memiliki masalah tersendiri dalam pengolahan datanya, Sementara pembuatan laporan masih menggunakan sistem manual dengan cara mencatatnya di dalam buku besar manual. Transaksi penjualan pada Toko Rizcom merupakan tahapan penting untuk mengetahui besarnya penjualan dan piutang perusahaan yang diperoleh dari transaksi penjualan, sehingga pemilik perusahaan tersebut dapat mengambil keputusan selanjutnya. Permasalahan lainnya adalah perusahaan kesulitan dalam mendapatkan dan mengetahui informasi data yang keliru secara cepat dan akurat. Hal ini sangatlah tidak efisien dan menghabiskan waktu. Untuk itu diperlukan sistem manajemen yang baik agar dapat bersaing dengan perusahaan-perusahaan lain. Rancangan sistem informasi yang lebih tepat dan akurat yang dapat dipergunakan pada Toko Komputer Rizcom berupa Aplikasi Akuntansi Penjualan Barang Tunai dan Kredit dengan menggunakan Netbeans. Hal ini dapat membantu pemilik perusahaan, petugas admin, dan konsumen dalam proses layanan penjualan beserta pelaporannya.

PENGARUH PENGUNGKAPAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN TERHADAP AGRESIVITAS PAJAK

Aalin, Elmi Rakhma

Jurnal AKSI (Akuntansi dan Sistem Informasi) Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : Politeknik Negeri Madiun

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Tanggung jawab sosial perusahaan di Indonesia dianggap sebagai konsep sukarela. Namun, mayoritas perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia secara sukarela mengungkapkan informasi tentang tanggung jawab sosial perusahaan dalam laporan tahunan mereka. Hal ini menimbulkan pertanyaan mendasar, jika tanggung jawab sosial perusahaan masih dianggap sebagai konsep sukarela, mengapa perusahaan mencoba untuk mengungkapkan lebih banyak informasi tentang tanggung jawab sosial perusahaan saat ini?Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji hubungan antara pengungkapan tanggung jawab sosial perusahaan dan agresivitas pajak. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2017. Penelitian ini menggunakan 319 perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2017 sebagai sampel. Pengungkapan tanggung jawab sosial perusahaan diukur dengan indeks GRI 3.1. Agresivitas Pajak diukur dengan Tarif Pajak Efektif (ETR) menurut Lanis dan Richardson (2012). Ada beberapa variabel kontrol yang digunakan dalam penelitian ini, seperti profitabilitas, leverage, intensitas modal, dan ukuran perusahaan. Penelitian ini memberikan bukti empiris bahwa pengungkapan tanggung jawab sosial perusahaan berpengaruh positif secara statistik signifikan terhadap agresivitas pajak. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa perusahaan dengan pengungkapan tanggung jawab sosial memiliki kecenderungan untuk melakukan agresivitas pajak. Selanjutnya, dapat dikatakan bahwa pengungkapan tanggung jawab sosial perusahaan yang digunakan oleh perusahaan untuk menyamarkan agresivitas pajak.

KRITIK ATAS TUJUAN AKUNTANSI SYARIAH: PERSPEKTIF REALITAS SADRIAN

Alfia, Yulis Diana, Triyuwono, Iwan, Mulawarman, Aji Dedi

Jurnal AKSI (Akuntansi dan Sistem Informasi) Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : Politeknik Negeri Madiun

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkritisi aspek tujuan akuntansi syariah, yang dilihat memiliki peran penting dalam membangun basis nilai dan bentuk dalam realitas akuntansi. Pendekatan kritis yang digunakan adalah perspektif realitas Sadrian. Perspektif ini digunakan untuk menjawab celah tujuan akuntansi syariah yang terinfiltrasi oleh pandangan dualitas modern. Eksplorasi kritis yang dilakukan menjawab kegelisahan peneliti bahwa infiltrasi modern terjadi dalam konstruksi tujuan akuntansi syariah yang memiliki basis ontologi tauhid, pandangan tentang keutuhan. Hal ini dapat dikonfirmasi dari dua aspek kritis, yaitu: keberadaan (eksistensi) realitas akuntansi dan epistemologi. Dialektika kritisnya memberikan gambaran bahwa terdapat celah (inkonkruensi) dengan basis ontologisnya, tauhid.

ANALISIS LAJU PERTUMBUHAN PAJAK RESTORAN DAN KONTRIBUSINYA TERHADAP PENDAPATAN ASLI DAERAH KABUPATEN PONOROGO

Ulfah, Ika Farida

Jurnal AKSI (Akuntansi dan Sistem Informasi) Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : Politeknik Negeri Madiun

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Pajak Restoran merupakan salah satu jenis pajak daerah. Semakin berkembangnya Kabupaten Ponorogo menjadi peluang bagi para pengusaha untuk menyediakan layanan restoran. Hal tersebut menjadi salah satu sumber pendapatan bagi Kabupaten Ponorogo. Penelitian ini menganalisis laju pertumbuhan pajak restoran dari tahun 2011 sampai tahun 2015 serta untuk mengetahui kontribusinya terhadap pendapatan asli daerah di Kabupaten Ponorogo. Penelitian dilaksanakan di Kantor Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Barang Milik Daerah (DPPKBMD) Kabupaten Ponorogo. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Hasil menunjukkan bahwa laju pertumbuhan pajak restoran mengalami penurunan pada tahun 2012 dari tahun sebelumnya. Sedangkan pada tahun 2013 mulai mengalami peningkatan dan diikuti pula peningkatan kembali pada tahun 2014 hingga tahun 2015. Hasil perhitungan kontribusi pajak restoran dapat dikategorikan sangat kurang karena prosentasenya kurang dari 10% dengan nilai rata-rata per tahun sebesar 1,32%.

PENGARUH BIAYA LINGKUNGAN, KEPEMILIKAN ASING DAN POLITICAL COST TERHADAP KINERJA PERUSAHAAN PERTAMBANGAN DI INDONESIA

Dewata, Evada, Jauhari, Hadi, Sari, Yuliana, Jumarni, Eka

Jurnal AKSI (Akuntansi dan Sistem Informasi) Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : Politeknik Negeri Madiun

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Permasalahan biaya lingkungan, kepemilikan asing dan political cost terhadap kinerja perusahaan pertambangan menjadi pembahasan yang menarik untuk diteliti. Jenis penelitian ini adalah penelitian asosiatif. Variabel independen dalam penelitian ini meliputi biaya lingkungan, kepemilikan asing dan political cost sedangkan variabel dependen kinerja perusahaan. Populasi penelitian adalah perusahaan pertambangan yang terdaftar di BEI periode 2012-2017 yang berjumlah 41 emiten, Teknik purposive sampling digunakan untuk menentukan sampel dan diperoleh sebanyak 10 emiten. Hasil penelitian menunjukkan secara parsial, biaya lingkungan berpengaruh negatif terhadap kinerja perusahaan, kepemilikan asing dan political cost tidak berpengaruh terhadap kinerja perusahaan. Secara simultan, biaya lingkungan, kepemilikan asing dan political cost berpengaruh signifikan terhadap kinerja perusahaan dengan kontribusi nilai R2 sebesar 52,57%.

PERAN AFFECTION ATTACHMENT, PERCEIVED COST, DAN CONTINUANCE SEBAGAI FAKTOR MODERASI: PENGUKURAN PEMANFAATAAN SISTEM INFORMASI TERHADAP KINERJA DAN AKUNTABILITAS PUBLIK (Studi Kasus di Pemerintah Daerah DIY)

Fajri, Faridiah Aghadiati, Oktyawati, Dianila

Jurnal AKSI (Akuntansi dan Sistem Informasi) Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : Politeknik Negeri Madiun

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Kebijakan desentralisasi pengelolaan keuangan memberikan dampak adanya variasi dalam praktik maupun kondisi keuangan pemerintah daerah. Desentralisasi fiskal ini menuntut pemerintah daerah untuk menjaga kinerja dan akuntabilitas publik sebagai bentuk pertanggungjawaban atas kebijakan yang dijalankan. Keandalan pengelolaan keuangan merupakan salah satu komponen utama yang dapat didukung oleh sistem informasi. Hal ini juga diatur dalam peraturan terkait pengelolaan keuangan pemerintah daerah yang mendorong pemanfaatan dan pengembangan teknologi informasi. Sistem informasi memiliki lingkup yang luas dengan berbagai unsur di dalamnya. Salah satu unsur di dalamnya adalah pengguna. Unsur ini menjadi vital di organisasi pemerintahan karena membutuhkan komitmen individu. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh komitmen organisasi dengan 3 pendekatan, yaitu affective, perceived cost, dan normative sebagai pemoderasi atas pemanfaatan sistem informasi terhadap kinerja dan akuntabilitas publik. Sehingga penelitian ini menggunakan individu pengguna sistem pengelolaan keuangan sebagai sampel penelitian agar mampu memetakan bagaimana penggunaan sistem informasi di pemerintah daerah. Penelitian ini menunjukkan bahwa faktor kelekatan emosional dan kepercayaan atas tanggung jawab individu mampu meningkatkan dampak penggunaan sistem terhadap akuntabilitas dan kinerja manajerial.

ANALISIS FAKTOR FUNDAMENTAL TERHADAP MANAJEMEN LABA PADA PERUSAHAAN YANG LISTED DI BURSA EFEK INDONESIA

Purbandari, Theresia, Immanuela, Intan

Jurnal AKSI (Akuntansi dan Sistem Informasi) Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Politeknik Negeri Madiun

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Manajemen laba adalah pemilihan kebijakan akuntansi oleh manajer untuk mencapai tujuan tertentu sesuai dengan kepentingan manajemen. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan secara empiris faktor-faktor yang mempengaruhi manajemen laba. Data penelitian ini adalah perusahaan yang telah melakukan Initial Public Offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun 2010. Purposive sampling diterapkan untuk mendapatkan sampel yaitu, sepuluh perusahaan. Itu dilakukan melalui observasi selama empat tahun (dari 2010 hingga 2013), sehingga total sampel dari empat puluh perusahaan. Pengolahan data dilakukan menggunakan SPSS versi 17. Sementara, pengujian hipotesis menggunakan analisis regresi linier berganda. Setelah data berhasil diuji dalam hal asumsi klasik seperti normalitas, autokorelasi, multikolinieritas, dan heteroskedastisitas, hasil pengujian hipotesis membuktikan bahwa variabel pertumbuhan perusahaan (0,000 <0,05) dan variabel kehadiran komite audit (0,083 < 0.10) mempengaruhi manajemen laba; sedangkan tidak ada efek pada variabel ukuran perusahaan, persentase saham yang ditawarkan selama IPO, leverage, ukuran kantor akuntan publik, proporsi dewan komisaris, jumlah dewan direksi, dan kepemilikan institusional.

PENGEMBANGAN DESA MANDIRI MELALUI BUMDES DALAM MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT DESA ( Studi Kasus :Desa Temboro Kecamatan Karas Kabupaten Magetan)

Kirowati, Dewi, Setia, Lutfiyah dwi

Jurnal AKSI (Akuntansi dan Sistem Informasi) Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Politeknik Negeri Madiun

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Peraturan Pemerintah Nomor 72 Tahun 2005 tentang Desa bahwa untuk meningkatkan pendapatan desa dan masyarakat, pemerintah desa dapat mendirikan Badan Usaha Milik Desa sesuai dengan kebutuhan dan potensi desa. Saat  ini fenomena yang terjadi desa – desa  di Kecamatan Karas Kabupaten Magetan ini  yaitu kurangnya program kegiatan pemberdayaan masyarakat dan tingkat ekonomi masyarakat yang masih rendah  karena sebagian besar warganya bekerja sebagai petani, buruh, dan pedagang dan pengembangan desa ketergantungan pada anggaran dana desa (ADD), kurangnya pastisipasi masyarakat desa, dan pemerintah desa tidak maksimal memberdayakan masyarakat untuk mengembangkan BUMDes. Badan usaha milik desa ( BUMDes) simpan pinjam Berkah Mulyo belum berjalan lancar pada hal  Desa Temboro terdapat Pondok Pesantren Al- Fatah Temboro yang terkenal di skala internasional . Tujuan melakukan penelitian  untuk mengetahui  strategi  pengembangan mandiri melalui BUMDes  dan peran modal sosial  dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa Temboro di Kecamatan Karas Kabupaten Magetan melalui BUMDes.Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif  yang menjelaskan strategi  pengembangan mandiri melalui BUMDes  dan peran modal sosial  dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa Temboro di Kecamatan Karas Kabupaten Magetan melalui BUMDes dan teknik analisis data yang digunakan reduksi data, display data, dan penarikankesimpulan. Pengembangan badan usaha milik desa (BUMDes) manfaatnya dapat dirasakan oleh warga Desa Temboro Kecamatan Karas Kabupaten Magetan yaitu Menciptakan usaha baru, Penyerapan tenaga kerja, Meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan Memberikan kontribusi terhadap pembangunan dan menberikan dampak langsung terhadap ekonomi pedesaan dan budaya masyarakatPeran modal sosial dalam pengelolan badan usaha milik desa (BUMDes) yang meliputi kepercayaan, Jaringan yang berbentuk tanggung renteng  merupakan jaringan sosial yang erat memperkuat kerjasama, dan norma yang tercermin saling bantu membantu telah di terapkan dengan baik dalam pengelolaan BUMDes di Desa Temboro Kecamatan Karas Kabupaten Magetan

ANALISIS KOREKSI FISKAL ATAS LAPORAN KEUANGAN KOMERSIAL UNTUK MENENTUKAN PAJAK PENGHASILAN TERUTANG: STUDI INTERPRETIVIST

Kumalawati, Lely

Jurnal AKSI (Akuntansi dan Sistem Informasi) Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Politeknik Negeri Madiun

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Laporan keuangan komersial dan fiscal menuntut adanya penyesuaian karena adanya perbedaan. Perbedaan yang ada antara lain perbedaan pengakuan biaya dan penyusutan aktiva tetap. Berdasarkan perbedaan tersebut penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran perbedaan antara akuntansi komersial dana kuntansi perpajakan, menjelaskan, serta menghitung perbedaan tersebut sehingga menghasilkan laporan keuangan yang sesuai dengan peraturan perpajakan. Koreksi fiskal digunakan sebagai alat dalam perhitungan pajak penghasilan terutang. Metode yang digunakan penulis dalam penelitian ini adalah dalam perhitungan penyusutan mengunakan garis lurus dan saldo menurun ganda. Perhitungan pajak penghasilan dihitung berdasarkan regulasi undang-undang pajak penghasilan pasal 31E. Hasil penelitian koreksi fiscal atas laporan keuangan komersial laba rugi adalah laporan keuangan menunjukan bahwa perhitungan dan pelaporan pajak penghasilan belum sesuai dengan undang- undang. Koreksi fiscal menunjukan ada beberapa biaya yang dikoreksi antara lain biaya penyusutan bangunan dikoreksi negatif sebesar Rp2.874.500,00. Biaya penyusutan peralatan dikoreksi positif sebesar Rp7.243.275,00. Biaya penyusutan kendaraan dikoreksi positif sebesar Rp1.734.808,64. Biaya gaji direktur dikoreksi positif sebesar Rp54.000.000,00. Biaya cadangan kerugian piutang dikoreksi positif sebesar Rp30.000.000,00. Biaya pajak dikoreksi positif sebesar Rp69.590.000,00. Biaya promosi dikoreksi positif sebesar Rp9.400.000,00. Jumlah koreksi positif sebesar Rp171.968.083,64 dan koreksi negatif sebesar Rp2.874.500,00. Akibat dari koreksi tersebut mengakibatkan kenaikan dalam penghasilan kena pajak dari Rp2.241.427.939,36 menjadi Rp2.518.021.523,00, dan pajak penghasilan yang harus dibayar sebesar Rp299.510.257,62 dikurangi dengan beban pajak Rp69.590.000,00 sehingga jumlah pajak terutang kurang bayarsebesar Rp229.920.257,62 dengan demikian  perhitungan pajak penghasilan termasuk dalam PPh pasal 29 tentang pajak kurang bayar

ANALISIS TATAKELOLA SISTEM INFORMASI PADA PT. DUTA KARTIKA AGRO LESTARI MENGGUNAKAN COBIT 4. 1 (Studi Kasus: PT. Duta Kartika Agro Lestari)

Luthfi Azis, Muh Nur

Jurnal AKSI (Akuntansi dan Sistem Informasi) Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Politeknik Negeri Madiun

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Penerapan Teknologi Informasi telah menjadi unsur penting karena daya efektifitas dan efisiensiyang mampu mempercepat kinerja sehingga dapat mendorong keunggulan bersaing baik secara finansial maupun jaringan.Tata kelola TI memungkinkan organisasi atau perusahaan untuk memperoleh keuntungan penuh dari suatu informasinya, menurut (Heru Nugroho,Telkom unversity, 2016) mengatakan Pertumbuhan investasi TI tahun 2016 meningkat sekitar 4.2% pertahun dan terus tumbuh. Tidak sedikit jumlah nilai uang yang diinvestasikan pada bidang TI, hanya saja jika tidak membawa manfaat bagi tercapainya tujuan bisnis, hal tersebut menjadi sia-sia belaka. Nilai investasi TI dinilai lebih dari sekitar 50% dari total investasi perusahaandengan memaksimalkan keuntungan dari peluang dan keuntungan kompetitif yang dimiliki. Oleh karenanya tata kelola TI juga harus dilakukan pada lingkungan perusahaan. Dengan adanya IT governance (tata kelola TI yang baik) yang berjalan di dalam suatu organisasi perusahaan  tersebut  maka puluhan IT process (IT activities) yang di jalankan  dapat berjalan secara sistematis, terkendali dan efektif. Sehingga dapat menciptakan efisiensi yang akan dengan sendirinya mengurangi biaya operasional dan meningkatkan daya saing Output dan Outcome dari IT governance yang baik tersebut hanya dapat di capai jika tata kelola tersebut di kembangkan  dengan menggunakan  IT framework berstandar internasional, misal dengan mengimplementasikan  COBIT.