cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
REAKTOR
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : 08520798     EISSN : 24075973     DOI : -
Core Subject : Education,
Reaktor is a peer review scientific journal dedicated to publishing outstanding articles under the scope of chemical engineering and other related fields. In period 1997 to 2011, the Reaktor published two issues every year, i.e. in June and December. Since 2012, however, the Reaktor was published every April and October. A new policy was introduced in 2016 to response the increasing demand from authors by adding the number of the issue into four in one volume of publication year. Therefore, the Reaktor is issued in March, June, September and December.
Arjuna Subject : -
Articles 451 Documents
ADSORPSI LOGAM SENG (Zn) DAN TIMBAL (Pb) PADA LIMBAH CAIR INDUSTRI KERAMIK OLEH TANAH LIAT Priadi, Cindy Rianti; Anita, Anita; Sari, Putri Nilam; Moersidik, Setyo Sarwanto
REAKTOR Volume 15, No.1, APRIL 2014
Publisher : Dept. of Chemical Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/reaktor.15.1.10-19

Abstract

ADSORPTION OF ZINC AND LEAD FROM CERAMIC WASTEWATER USING CLAY. Ceramic industry generates glaze wastewater and clay waste. Glaze wastewater contains heavy metal from ceramic painting process which can potentially cause severe pollution problem. Glaze wastewater from PT.X typically contains Cd (0.013 mg/L); Cu (0.033 mg/L); Pb (1.20 mg/L); and Zn (7.00 mg/L). Clay waste used as adsorbent to reduce heavy metal amount in glaze wastewater. The present study investigates in bench scale and uses batch adsorption method to determine effective  adsorbent amount and contact time in removing heavy metals in glaze wastewater in order to fulfill the discharge requirement based on regulation of Minister of Environment No.16/2008concerning effluent water standard for ceramic industries. The results showed that the effective adsorbent amount and contact time respectively are 5 g/L and 15 minutes with pH 8 and stirring speed of 150 rpm. Concentration of heavy metal adsorbed are 0,614 mg/L and 2,07 mg/L for lead (Pb) and zinc (Zn) with removal efficiency up to 61.0% for Pb and 9.8% for Zn.From this study clay waste could be potentially used as an adsorbent to reduce heavy metal amount in glaze wastewater. Keywords: adsorption, clay waste, heavy metals Abstrak Industri keramik menghasilkan limbah glasir dan limbah tanah liat. Limbah glasir mengandung logam berat yang berasal dari proses pewarnaan keramik dan berpotensi mencemari lingkungan. Kandungan logam berat pada limbah glasir PT.X yaitu Cd (0,013 mg/L); Cu (0,033 mg/L); Pb (1,20 mg/L); dan Zn (7,00 mg/L). Limbah tanah liat digunakan sebagai adsorben yang berguna mengurangi kadar logam berat pada limbah glasir.Penelitian ini dilakukan dalam skala laboratorium menggunakan metode batch adsorpsi untuk menentukan dosis adsorben dan waktu kontak yang efektif dalam mengolah limbah glasir agar memenuhi persyaratan Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 16 Tahun 2008 tentang baku mutu air limbah bagi usaha dan/atau kegiatan industri keramik. Hasil penelitian menunjukan dosis efektif  adsorben sebesar 5 g/L dan waktu kontak 15 menit dengan kondisi pH 8 dan kecepatan pengadukan 150 rpm. Kadar logam setelah diadsorpsi telah mencapai baku mutu yaitu sebesar 0,614 mg/L dan 2,07 mg/L untuk Pb dan Zn dengan efisiensi pengurangan kadar logam Pb sebesar 61% dan Zn sebesar 9,8%. Dari hasil penelitian didapatkan data bahwa limbah tanah liat berpotensi dijadikan adsorben untuk mengurangi kandungan logam pada limbah cair industri keramik. 
ALGORITMA MODULAR UNTUK SISTEM PROSES DENGAN RECYCLE - KEADAAN TUNAK PADA PERANGKAT LUNAK BEBAS BIAYA LISENSI Sasongko, Setia Budi
REAKTOR Volume 12, Nomor 2, Desember 2008
Publisher : Dept. of Chemical Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.152 KB) | DOI: 10.14710/reaktor.12.2.117-122

Abstract

Computer simulasion can be developed to comprehend a system process characteristic and can be used to train the operator of process. The first problem of programming is high price of the licence. Using the FOC (free of charge) software solve of the previous problem such as Scilab and Open Office which comparable with Matlab and Excel. The objectives of this article develop process system programming which has recycle system and user friendly programming. Modular algorithm programming is introduced to solve recycle process system. Graphical User Interface (GUI) also introduces to make user friendly programming. Execution of the program performs stable and correct results.
PEMBUATAN DAN UJI AKTIVITAS ELEKTROKATALIS KATODA PtCr/C DIRECT METHANOL FUEL CELL (DMFC) W. Purwanto, Widodo; S.T.H, Hairuni; Slamet, Slamet; Robbi F., M.; J.W.D, Verina
REAKTOR Volume 11, Nomor 2, Desember 2007
Publisher : Dept. of Chemical Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/reaktor.11.2.53-56

Abstract

Penambaan krom pada katoda Pt/C bertujuan untuk meningkatkan aktivitas reduksi oksigen dan mengurangi dampak methanol crossover yang terjadi pada DMFC. Penelitian PtCr/C disintesis dengan menggunakan metode poliol. Karakterisasi katalis dilakukan dengan XRF dan aktivitas katalis dianalisis dengan uji setengah sel dan satu sel. Hasil eksperimen uji setengah sel menunjukkan bahwa penambahan krom sebagai logam kedua belum dapat meningkatkan reaksi reduksi oksigen bila dibandingkan Pt/C ketika diuji tanpa kehadiran metanol sedangkan dengan kehadiran metanol 0.5 M aktivitas reduksi oksigen lebih tinggi. Aktivitas PtCr/C terbaik ditunjukkan oleh kinerja PtCr dengan komposisi 0.7:0.3 dimana tanpa kehadiran metanol potensial sel mencapai 0.76V dan dengan kehadiran metanol 0.5 M mencapai 0.77V. Aktivitas Pt/C tanpa kehadiran metanol mencapai 1.08V dan dengan kehadiran metanol menjadi 0.28V. Pada uji satu sel, aktivitas reduksi oksigen PtCr/C lebih rendah bila dibandingkan Pt murni. Tegangan maksimum PtCr/C sebesar 336-405 mV dan densitas energi maksimum 0.324-2.8 mW. Untuk Pt/C dengan tegangan maksimum sebesar 431 mV dan densitas energi maksimum 4.86 mW. Kinerja PtCr/C terbaik didapatkan pada katalis katoda hasil preparasi PtCr/C 0.8:0.2 yaitu densitas energi maksimum sebesar 2.8 mW/cm2 pada 182 mV dan 13.12mA/cm2.
PEMBUATAN GULA NON KARSINOGENIK NON KALORI DARI DAUN STEVIA Buchori, Luqman
REAKTOR Volume 11, Nomor 2, Desember 2007
Publisher : Dept. of Chemical Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/reaktor.11.2.57-60

Abstract

Stevia merupakan bahan pemanis selain tebu dengan kelebihan tingkat kemanisan 200 – 300 kali dari gula tebu dan diperoleh dari estrak daun stevia. Pembuatan gula stevia dilakukan dengan metode ekstraksi untuk mengambil stevioside kemudian dipekatkan dengan cara evaporasi lalu dikristalisasi sehingga diperoleh kristal stevioside. Dalam penelitian ini dicari pengaruh suhu (45°C; 50°C; 55°C), pengaruh waktu ekstraksi (1 ; 1,5 ; 2 jam), serta pengaruh jenis solvent yang digunakan (metanol, etanol, aseton) terhadap berat gula yang didapatkan. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa semakin tinggi suhu maka jumlah produk yang terekstrak semakin banyak, baik untuk solvent metanol maupun etanol. Sedangkan untuk solvent aseton kondisi optimum dicapai pada suhu 50°C. Untuk waktu ekstraksi, semakin lama waktu ekstraksi jumlah produk yang terekstrak semakin banyak. Untuk jenis solvent yang digunakan, metanol lebih banyak mengekstrak produk dibanding etanol maupun aseton. Produk yang diperoleh mempunyai range pH antara 5,2 – 5,5, titik leleh antara 196 – 198 °C, dan densitas antara 1,43 – 1,67, dimana harga-harga tersebut berada di dalam range pH, titik leleh, dan densitas gula stevia.
HIGHLY ACTIVE W-H2SO4/HZSM-5 CATALYST FOR DIRECT CONVERSION OF METHANE INTO AROMATIC Kusmiyati, Kusmiyati; Saidina Amin, Nor Aishah; Siswanto, W.A.
REAKTOR Volume 11, Nomor 2, Desember 2007
Publisher : Dept. of Chemical Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/reaktor.11.2.61-65

Abstract

Dehydroaromatization of methane (DHAM) under non oxidative condition was studied over tungsten loaded HZSM-5 catalysts to produce aromatic hydrocarbons. The catalysts were prepared by impregnation method using different conditions: in neutral and acidified solution. The activity of W/HZSM-5 prepared by neutral solution and W-H2SO4/HZSM-5 prepared in acidified condition were compared. The results showed that the optimum activity of W-H2SO4/HZSM-5 catalyst exceeded that of W/HZSM-5 catalyst. The effect of Si/Al ratio of W- H2SO4/HZSM-5 catalyst was also studied. The W- H2SO4/HZSM-5 catalyst with Si/Al ratio = 30 was found to be the most promising for the DHAM reaction. The remarkable activity of the catalyst is attributed to the presence of dual effects: suitable content of octahedral polymeric and tetrahedral monomeric tungstate species accompanied by proper amount and strength of acid sites in the catalyst.
APPLICATION OF MODEL PREDICTIVE CONTROL (MPC) TUNING STRATEGY IN MULTIVARIABLE CONTROL OF DISTILLATION COLUMN Ahmad, A.; Wahid, A.
REAKTOR Volume 11, Nomor 2, Desember 2007
Publisher : Dept. of Chemical Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/reaktor.11.2.66-70

Abstract

A model predictive control strategy is proposed for multivariable nonlinear control problem in a distillation column. The aim is to provide a solution to nonlinear control problem that is favorable in terms of industrial implementation. The scheme utilizes multiple linear models to cover wider range of operating conditions. Depending on the operating conditions, suitable model is used in control computations. Servo and regulatory controls of the system are examined. Comparisons are made to conventional controllers. The results confirmed the potentials of the proposed strategy.
MORFOLOGI DAN PROPERTI CAMPURAN KARET ALAM/POLYPROPYLENE YANG DIVULKANISASI DINAMIK DALAM INTERNAL MIXER Bahruddin, Bahruddin; Sumarno, Sumarno; Wibowo, Gede; Suwarno, Nonot
REAKTOR Volume 11, Nomor 2, Desember 2007
Publisher : Dept. of Chemical Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/reaktor.11.2.71-77

Abstract

Morfologi dan properti campuran (blend) karet alam jenis SIR-20/polypropylene (NR/PP) yang divulkanisasi dinamik dalam internal mixer telah dipelajari. Blend dibuat dengan rasio berat NR/PP 10/90, 20/80, 50/50, 60/40 dan 70/30 dan komposisi sulfur 3 dan 5 phr (per hundred rubber). Proses pencampuran dilakukan pada suhu 180 oC dan kecepatan rotor 60 rpm. Analisa morfologi menggunakan SEM (Scanning Electron Microscope) dan DSC (Differential Scanning Calorimetry). Properti mekanik yang diukur meliputi tensile strength, elongation at break, izod impact, tearing dan hardness, berdasarkan standar ASTM. Didapatkan bahwa peningkatan rasio NR/PP menghasilkan distribusi partikel NR yang makin merata dengan ukuran yang makin kecil. Morfologi blend menunjukkan sistem dua fasa dan vulkanisasi fasa NR terjadi secara parsial dalam matrik PP. Peningkatan rasio NR/PP dan komposisi sulfur dapat meningkatkan properti elongation at break, namun menurunkan properti tensile strength, izod impact, tearing dan hardness. Elongation at break tertinggi yang dapat diperoleh adalah 70% pada rasio blend NR/PP 70/30 dan komposisi sulfur 5 phr.
PENGOLAHAN LIMBAH Cr(VI) DAN FENOL DENGAN FOTOKATALIS SERBUK TiO2 DAN CuO/TiO2 Slamet, Slamet; Arbianti, R.; Marliana, E.
REAKTOR Volume 11, Nomor 2, Desember 2007
Publisher : Dept. of Chemical Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/reaktor.11.2.78-85

Abstract

Studi tentang pengolahan limbah Cr(VI) dan fenol secara fotokatalisis telah dilakukan dengan fotokatalis TiO2 dan CuO/TiO2. Katalis CuO/TiO2 dipreparasi dengan cara impregnasi terhadap TiO2 Degussa P25 menggunakan larutan garam tembaga yang berasal dari berbagai jenis prekursor. Komposisi Cu dalam katalis divariaskani dari 0,2% hingga 5%. Fotokatalis tersebut kemudian dikarakterisasi DRS (Diffuse Reflectance Spectroscopy) dan XRD (X-Ray Diffraction). Aktivitas fotokatalis diuji dengan menggunakan sistem reaktor slurry yang bekerja secara batch dan dilengkapi dengan 6 lampu UV black light selama 5 jam, kemudian hasilnya dianalisis dengan UV-VIS Spectrophotometer. Hasil karakterisasi DRS menunjukan bahwa penambahan CuO dari 1% hingga 5% ke dalam TiO2 dapat meningkatkan pita absorbansi katalis dari 398 hingga 413 nm dan menurunkan band gap dari 3,2 hingga 2,58 eV. Hasil karakterisasi XRD menunjukan adanya struktur kristal anatase dan rutil dalam katalis TiO2 dan CuO/TiO2, sementara struktur kristal CuO muncul pada katalis CuO/TiO2 yang dipreparasi dengan prekursor Cu-Asetat dan Cu-Nitrat. Fotokatalis 0,2% CuO/TiO2 dari prekursor Cu-Asetat memiliki aktivitas optimal yang mereduksi Cr(VI) 99,67% dan mendegradasi fenol 97,16%. Sementara jika kedua limbah tersebut diolah secara simultan, katalis TiO2 Degussa P25 memiliki aktivitas yang paling tinggi dengan meningkatkan konversi reduksi Cr(VI) menjadi 100% dan menurunkan konversi degradasi fenol menjadi 93,81% dengan waktu reaksi 5 jam.
PEMBUATAN KHITOSAN DARI KULIT UDANG UNTUK MENGADSORBSI LOGAM KROM (Cr6+) DAN TEMBAGA (Cu) Haryani, Kristinah; Hargono, Hargono; Budiyati, Sri
REAKTOR Volume 11, Nomor 2, Desember 2007
Publisher : Dept. of Chemical Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/reaktor.11.2.86-90

Abstract

Khitosan adalah hasil proses deasetilasi dari senyawa khitin yang banyak terdapat dalam kulit luar hewan golongan Crustaceae seperti udang dan kepiting. Elektron nitrogen pada gugus amino yang dimiliki khitosan dapat mengikat ion-ion logam, membentuk senyawa kompleks koordinasi yang stabil. Oleh karena itu, khitosan dapat digunakan untuk mengadsorbsi logam berat hasil buangan industri seperti krom dan tembaga yang bersifat karsinogenik dan berbahaya bagi tubuh manusia. Kemampuan khitosan untuk menjerap limbah logam tergantung pada derajat deasetilasinya. Proses adsorbsi dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain jumlah adsorbent, pH, waktu, kecepatan pengadukan dan suhu. Percobaan dibagi dalam dua tahap. Tahap pertama adalah pembuatan khitosan dari kulit udang, dengan konsentrasi NaOH dari 20 hingga 60% (%berat). Khitosan yang dihasilkan dari proses ini dianalisa derajat deasetilasinya dengan FTIR. Tahap kedua adalah proses adsorbsi limbah krom dan tembaga menggunakan khitosan dengan derajat deasetilasi yang paling besar. Pada proses ini waktu adsorbsi divariasi untuk limbah logam krom sedangkan untuk limbah tembaga menggunakan variabel berubah pH dan waktu. Limbah krom dan tembaga kemudian dianalisa dengan AAS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa derajat deasetilasi khitosan yang optimum sebesar 91,88% diperoleh pada konsentrasi NaOH 50%, waktu optimum untuk proses adsorbsi limbah krom adalah 30 menit dengan kadar krom sebesar 13,96 ppm sedangkan untuk adsorbsi Cu optimum pada pH 3 dengan kadar 0,24 ppm dan efisien untuk waktu 30 menit.
COMBINATION OF REVERSE OSMOSIS AND ELECTRODEIONIZATION FOR SIMULTANEOUS SUGAR RECOVERY AND SALTS REMOVAL FROM SUGARY WASTEWATER Widiasa, I.N.; Wenten, I Gede
REAKTOR Volume 11, Nomor 2, Desember 2007
Publisher : Dept. of Chemical Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/reaktor.11.2.91-97

Abstract

An integrated membrane system combining reverse osmosis (RO) and electrodeionization (EDI) is used for simultaneous sugar concentration and salts removal from a synthetic dilute sugar solution as a model of sugar-containing wastewater. The RO system uses a thin film composite RO membrane (Saehan CSM, RE1812-60). Meanwhile, the EDI stack has two diluted compartments, one concentrated compartment, one anode compartment, and one cathode compartment. Commercially available cation exchange membrane (MC-3470) and anion exchange membrane (MA-3475) are used as ionic selective barriers of the EDI stack. Both diluate and concentrate compartments are filled with mixed ion exchange resins (purolite strong acid cation exchange, C-100E and strong base type I anion resins, A-400). Two different operation modes, i.e. RO-EDI and EDI-RO, were assessed. The experimental results show that the observed sugar rejection of RO membrane is more than 99.9% and there is no sugar loss in the EDI stack. This indicates that the hybrid process allows almost total sugar recovery. In addition, significant reduction of salts content from the concentrated sugar solution is obtained. From permeate flux and permeate purity points of view, however, the EDI-RO configuration seems superior to the RO-EDI configuration. It should be emphasized that scale formation on the membrane surface of the concentrate compartment side has to be controlled.

Page 1 of 46 | Total Record : 451


Filter by Year

1999 2019


Filter By Issues
All Issue Volume 19 No. 3 September 2019 Volume 19 No. 2 June 2019 Volume 19 No. 1 March 2019 (in press) Volume 19 No. 1 March 2019 Volume 18 No. 4 December 2018 Volume 18 No. 3 September 2018 Volume 18 No. 2 June 2018 Volume 18 No. 1 March 2018 Volume 18 No. 03 September 2018 Volume 17 No.1 Maret 2017 Volume 17 No. 4 Desember 2017 Volume 17 No. 3 September 2017 Volume 17 No. 2 Juni 2017 Volume 16 No.4 Desember 2016 Volume 16 No.3 September 2016 Volume 16 No.4 Desember 2016 Volume 16 No.3 September 2016 Volume 16 No.1 Maret 2016 Volume 16 No. 2 Juni 2016 Volume 15 No.4 Oktober 2015 Volume 15 No.3 April 2015 Volume 15, No.2, OKTOBER 2014 Volume 15, No.1, APRIL 2014 Volume 14, No. 4, OKTOBER 2013 Volume 14, No. 3, APRIL 2013 Volume 14, Nomor 2, Oktober 2012 Volume 14, Nomor 1, April 2012 Volume 13, Nomor 4, Desember 2011 Volume 13, Nomor 3, Juni 2011 Volume 13, Nomor 2, Desember 2010 Volume 13, Nomor 1, Juni 2010 Volume 12, Nomor 4, Desember 2009 Volume 12, Nomor 3, Juni 2009 Volume 12, Nomor 2, Desember 2008 Volume 12, Nomor 1, Juni 2008 Volume 11, Nomor 1, Juni 2007 Volume 11, Nomor 2, Desember 2007 Volume 11, Nomor 1, Juni 2007 Volume 10 No. 1 Juni 2006 Volume 10, Nomor 2, Desember 2006 Volume 10 No. 1 Juni 2006 Volume 09 No.1 Juni 2005 Volume 09 No. 02 Desember 2005 Volume 08 No.2 Desember 2004 Volume 08 No.1 Juni 2004 Volume 08 No.2 Desember 2004 Volume 07 No.2 Desember 2003 Volume 07 No. 1 Juni 2003 Volume 6 No. 2 Desember 2002 Volume 6 No. 1 Juni 2002 Volume 5 No.2 Desember 2001 Volume 5 No. 1 Juni 2001 Volume 3 No.1 Desember 1999 Volume 3 No.1 Desember 1999 More Issue