cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Pertanian Agros
Published by Universitas Janabadra
ISSN : 14110172     EISSN : 25281488     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Pertanian Agros (JPA) is published by Faculty of Agriculture, Janabadra University and the Agribusiness Association of Indonesia (AAI). It available online supported by Directorate General of Higher Education - Ministry of Research, Technology, and Higher Education- Republic of Indonesia JPA is a peer-reviewed and open access journal that publishes significant and important research from all area of agriculture science fields such as crops, horticulture, fisheries, animal husbandary, and forestry.
Arjuna Subject : -
Articles 220 Documents
KAJIAN USAHATANI PEMBERIAN PAKAN TAMBAHAN BERUPA AMPAS TAHU DAN BIOPLUS TERHADAP BOBOT SAPI LOKAL (ONGOLE) DAN SIMENTAL Shafar, Sammy M.; Dewi, Dina Omayani
Agros Journal of Agriculture Science Vol 21, No 1 (2019): edisi Januari
Publisher : Faculty of Agriculture, Janabadra University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (437.326 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui usaha tani pemberian pakan tambahan berupa ampas tahu dan Bioplus terhadap penambahan bobot sapi. Mareri yang digunakan adalah delapan ekor sapi Lokal (Ongole) dan Simental dengan umur satu hingga 1.5 tahun dan rata-rata bobot badan awal 300 kg yang diambil secara acak, dialokasikan dalam dua perlakuan, yaitu: P0 : Jerami + Ampas Tahu (Kontrol) dan P1 = Jerami + Ampas Tahu + Bioplus 300 gr. Variabel yang diamati meliputi: (1) pertambahan bobot badan harian (PBBH); (2) analisis usaha tani. Kajian ini dilaksanakan di Kelompok Tani Mekar Jaya, Desa Wanamekar Kecamatan Wanaraja Kabupaten Garut. Waktu pelaksanaan kegiatan dimulai bulan Januari 2017 sampai Desember 2017. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pakan tambahan berpengaruh sangat nyata pada peningkatan berat badan sapi potong. Pada ampas tahu yang menggunakan Bioplus terdapat peningkatan Bobot Badan Harian (BBH) sebesar 0,9 kg per hari, sedangkan ampas tahu yang tanpa Bioplus sebesar 0,5 kg per hari.
PEKA FOTOPERIOD, SIFAT PENTING VARIETAS LOKAL PADI RAWA PASANG SURUT Khairullah, Izhar
Agros Journal of Agriculture Science Vol 21, No 1 (2019): edisi Januari
Publisher : Faculty of Agriculture, Janabadra University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (295.277 KB)

Abstract

Varietas lokal padi rawa pasang surut termasuk padi peka fotoperiod hari pendek yang hanya berbunga ketika penyinaran matahari lebih pendek daripada perioda panjang hari kritisnya. Di Indonesia, panjang hari terpendek terjadi bulan Juni, sehingga umumnya varietas lokal padi pasang surut berbunga pada bulan tersebut. Meskipun tergantung varietas lokal dan awal persemaiannya serta suhu, pembungaan di lahan rawa pasang surut terjadi pada April sampai Juli. Sifat peka fotoperiod penting untuk lahan rawa pasang surut karena genangan cukup tinggi sehingga bibit muda tidak bisa ditanam. Bibit padi yang diperlukan adalah bibit yang tinggi, besar, kuat. Untuk mendapatkan bibit demikian perlu masa pembibitan panjang (tiga hingga empat bulan) pada lahan yang agak tinggi sehingga tidak tenggelam. Fase vegetatif yang panjang varietas ini karena adanya fase vegetatif fotoperiod atau fase pertumbuhan ‘lag vegetative’. Persemaian dimulai pada Desember dan pertanaman pada April. Bibit dipindahtanam dua kali sambil menunggu surutnya air dan sekaligus memperbanyak bibit dengan pemecahan bibit. Dengan cara demikian keperluan benih per hektar hanya lima kg yang berarti lebih hemat enam kali dibanding dengan penggunaan bibit muda (21 hari) yang pada umumnya digunakan untuk varietas unggul.
TINGKAT KEBERHASILAN PROGRAM INSEMINASI BUATAN TERNAK SAPI POTONG DI DISTRIK NIMBOKRANG, JAYAPURA Tharukliling, Selvia; Hetharia, Lucas Philip
Agros Journal of Agriculture Science Vol 16, No 1: Edisi Januari 2014
Publisher : Faculty of Agriculture, Janabadra University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (50.012 KB)

Abstract

Pengembangan teknologi inseminasi buatan merupakan salah satu program utama dalam upaya peningkatan kualitas ternak dan merupakan teknologi tepat guna untuk penyebaran bibit unggul secara cepat, mudah, murah, dan dapat dijangkau masyarakat. Distrik Nimbokrang, Kabupaten Jayapura merupakan salah satu sentra pengembangan sapi potong melalui program IB. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat keberhasilan inseminasi buatan pada ternak sapi potong yang telah dilakukan oleh Dinas Peternakan Kabupaten Jayapura di Distrik Nimbokrang. Manfaat penelitian ini sebagai bahan informasi bagi peternak yang ingin menggunakan teknik inseminasi buatan dan diharapkan dapat menjadi acuan bagi pemerintah daerah dalam hal ini dinas peternakan dan instansi terkait lainnya dalam mengambil kebijakan yang tepat bagi pengembangan program Inseminasi Buatan (IB) Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode interview ke petugas inseminasi (inseminator) dan metode survey ke lokasi penelitian untuk mengetahui dan mendata jumlah ternak sapi yang melakukan inseminasi hingga beranak normal di Distrik Nimbokrang Kabupaten Jayapura. Hasil penelitian ini menunjukkan semakin menurunnya nilai S/C, yaitu 1,90 persen (tahun 2010) menjadi 1,38 (tahun 2012), dan semakin meningkatnya nilai CR, yaitu dari 70,61 persen menjadi 76,36 persen dan calving rate dari 65,91persen menjadi 75,00 persen, dengan nilai tersebut program IB di Distrik Nimbokrang dapat dikatakan berhasil.
PERCEPATAN PENGEMBANGAN INOVASI TEKNOLOGI PTT JAGUNG PADA BERBAGAI AGROEKOSISTEM PEMBANGUNAN PERTANIAN ACCELERATION DEVELOPMENT OF CORN ICM TECHNOLOGY INNOVATION AT SEVERAL AGROECOSYSTEM AGRICULTURE DEVELOPMENT Sirappa, M.P; Pasambe, Daniel
Agros Journal of Agriculture Science Vol 16, No 2: Edisi Juli 2014
Publisher : Faculty of Agriculture, Janabadra University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (191.31 KB)

Abstract

Inovasi teknologi pengelolaan tanaman terpadu jagung mengintegrasikan berbagai komponen teknologi secara sinergis untuk memecahkan masalah setempat, meningkatkan efisiensi penggunaan input, memelihara dan meningkatkan kesuburan tanah. Balitbangtan merakit varietas unggul palawija, genjah, tahan hama penyakit, toleran lingkungan, dan hasil sesuai preferensi konsumen. Varietas unggul baru yang disarankan untuk  agroekosistem lahan sawah tadah hujan: Lamuru, Srikandi Kuning-1, Srikandi Putih-1, Bima-1, Semar-10; Untuk lahan kering beriklim basah: Bisma, Lamuru, Srikandi Kuning-1, Srikandi  Putih-1, Bima-1, Semar-10; Untuk lahan kering masam beriklim basah: Sukmaraga; untuk lahan kering beriklim kering: Lamuru, Srikandi Kuning-1, Srikandi Putih-1. Untuk pakan ternak: Bisma, Lamuru, Bima-1, Semar-10, untuk bahan pangan: Srikandi Kuning-1, Srikandi Putih-1. Strategi pengembangan jagung: melalui survei atau PRA, verifikasi dan evaluasi teknologi produksi, temu lapang, sosialisasi teknologi produksi, dan pembinaan penangkar benih.Technology innovation of corn integrated crop management (ICM) is formed of concept with integrated a variety of technology component which synergy interdependent so disperse local problem, increasing eficiency input, take care of and increasingsoil fertility. Agriculture Agency of Research Development agitating for assemble new superior varieties which have a highest production, early ripening, resistent main pest and disease, tolerance of marginal domain, and yield quality which accord with consumer preference.  A new superior variety which admissible for agroecosystem rain field are Lamuru, Srikandi Kuning-1, Srikandi Putih-1, Bima-1, dan Semar-10; For dry land wet climate are Bisma, Lamuru, Srikandi Kuning-1, Srikandi Putih-1, Bima-1 and Semar-10; For acid dry land wet climate are Sukmaraga; and for dry land and dry climate are Lamuru, Srikandi Kuning-1 and Srikandi Putih-1. For necessity silage, development directed towards varieties of Bisma, Lamuru, Bima-1, and Semar-10, whereas for food matter are Srikandi Kuning-1 and Srikandi Putih-1. Several strategy for accelerate of corn development, especially varieties which producting by Agriculture Agency of Research Development for farmer are trough survey or PRA, verification and evaluation technology production, field encountered, socialization of technology production, and management of seed measuring.
GROWTH AND YIELD OF THREE VARIETIES OF MAIZE IN DRY LAND AT WAIHATU VILLAGE, WEST PART CERAM REGENCY Sirappa, MP; Rieuwpassa, A.J.
Agros Journal of Agriculture Science Vol 15, No 1: Edisi Januari 2013
Publisher : Faculty of Agriculture, Janabadra University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (196.18 KB)

Abstract

Activity was conducted in July until October 2009. Research prepared on randomized block design, three replications. Purpose: to know respons of three maize varieties which cultivated on dry land. Size of plots area is 15 m × 16 m, plant spacing 75 cm × 40 cm, two plants per hole. Varieties assess is Bima-3 Bantimurung, Srikandi Kuning, and Bisi-2. Dosage of fertilizer used is NPK Phonska 300 kg, urea 300 kg, chicken manure two t ha-1. Study shows: varieties Bima-3 Bantimurung, Srikandi Kuning give highest growth and yield than Bisi-2. Phonska NPK fertilizer application combined with manure give average yield of maize is higher than average of national and Moluccas yields, each 3.45 t ha-1 and 2.30 t ha-1, respectively. Bima-3 Bantimurung hybrid variety gives average highest yield and not significantly different from composite Srikandi Kuning, but significantly different from hybrid Bisi-2. Bima-3 Bantimurung and Srikandi Kuning potentially developed on dry land in Moluccas because in addition to high yield, Bima 3 Bantimurung a maize hybrid that has a high biomass and stay green until harvest so that waste can be utilized for animal feed, while Srikandi Kuning is a composite maize rich of protein that can be used as an alternative food sources. Key-words: growth, variety, maize.
PEMBUATAN BIOGAS DARI LIMBAH SAPI DAN PEMANFAATAN LIMBAH BIOGAS SEBAGAI PUPUK ORGANIK Subeni, Subeni; Sukoco, Sukoco; Surono, Untoro Budi
Agros Journal of Agriculture Science Vol 15, No 1: Edisi Januari 2013
Publisher : Faculty of Agriculture, Janabadra University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (175.945 KB)

Abstract

Kegiatan ipteks bagi peternak sapi dan petani salak ini dilakukan dengan tujuan untuk memanfaatkan nilai tambah limbah sapi untuk kebutuhan energi dan penggunaan limbah biogas sebagai pupuk organik pada tanaman salak. Pelaksanaan kegiatan telah dilakukan pada peternak sapi di Dusun Mlambangan, Desa Jogotirto, Kecamatan Berbah, Kabupaten Sleman dalam bentuk demplot dan pada pertanaman salak dari petani kelompok Margomulyo di Margososno, Dusun Wates, Desa Jerukagung, Kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang, dalam bentuk pelatihan dan pelaksanaan di lapangan. Hasil Demplot pembuatan digester cukup berhasil, karena bahan tersedia secara cukup dan berkesinambungan serta adanya tenaga yang aktif. Hasil uji laboratorium terhadap kadar N, P, dan K dari limbah biogas yang dihasilkan berturut-turut adalah 0,07 persen, 0,29 persen, dan 3,21 persen; sedangkan untuk limbah padat sapi berturut-turut adalah 1,64 persen, 0,99 persen, dan 4,38 persen. Pemanfaatan limbah biogas pada tanaman salak ditanggapi positif oleh petani, mengingat keterbatasan persediaan pupuk organik di lokasi pertanaman salak, hal ini dikarenakan terbatasnya ternak yang ada di lokasi pertanaman salak. Kata kunci: limbah sapi, limbah biogas, pupuk organik.
DAMPAK INTRODUKSI TANAMAN PANGAN TERHADAP PENDAPATAN DAN PERBAIKAN GIZI PENDUDUK MANGGARAI BARAT Kario, Nelson Hasdy
Agros Journal of Agriculture Science Vol 18, No 2: Edisi Juli 2016
Publisher : Faculty of Agriculture, Janabadra University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (250.846 KB)

Abstract

Dewasa ini pekarangan semakin diintensifkan pemanfaatannya terutama di kala usahatani mengalami bencana atau gagal panen akibat serangan hama atau penyakit, banjir, kekeringan, dan bencana alam yang lain. Luas lahan pekarangan di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) cukup luas, namun sejauh ini belum banyak dimanfaatkan untuk menanam beranek ragam tanaman. Penelitian bertujuan mengkaji dampak introduksi beberapa jenis tanaman pangan terhadap pendapatan dan perbaikan gizi keluarga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi program M-KRPL di Kabupaten Manggarai Barat cukup baik dilihat dari dampaknya terhadap konsumsi rumahtangga, pola pangan harapan serta pendapatan rumahtangga petani peserta. Dampak M-KRP terhadap pola konsumsi pangan  dan pola pangan harapan (PPH) telah memberikan hasil positif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa introduksi tanaman pangan mampu meningkatkan pendapatan dan perbaikan gizi keluarga dengan peningkatan pendapatan rata-rata sebesar Rp 2,126,200 per KK serta peningkatan skor PPH dari 66,0 menjadi 71,0.
Economic Value of Use of Organge as the Coagulant and Subtitution of Koro Tunggak in Making of Tofu Ratri, Wahyu Setyai
Agros Journal of Agriculture Science Vol 19, No 2 (2017): Edisi Juli
Publisher : Faculty of Agriculture, Janabadra University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (408.551 KB)

Abstract

Oranges as one of the local fruit that many benefits it can serve as a coagulant in the making of tofu. The objectives of the research were: (1) to prove the effect of the use of oranges as coagulant and koro tunggak for soybean substitution in tofu production process, (2) to calculate production cost of tofu manufacture from organic frown. The study used organoleptic test. Obtained data that 90 percent of respondents can not distinguish between the texture, taste, color, and aroma between nutritious tofu and ordinary tofu. Protein content and antioxidants nutrientious tofu were higher than regular tofu. The fat content between nutritious tofu and ordinary tofu is the same. From an economic point of view, to produce nutritious tofu once more costs less than regular tofu, so the profit of producing nutritious tofu is higher than ordinary tofu. There is an opportunity to utilize oranges as a substitute for chemical ingredients because oranges can be obtained easily and the use of koro tunggak as a substitute of soybeans. Waste from the process of making tofu (whey tofu) can be processed into nata or kefir as the basic ingredients of cosmetics. Key-words: tofu, soybeans, koro tunggak
TINGKAT ADOPSI PETERNAK TERHADAP TEKNOLOGI PENGOLAHAN TONGKOL JAGUNG PAKAN TERNAK DI MAJALENGKA Gustiani, Erni
Agros Journal of Agriculture Science Vol 17, No 1: Edisi Januari 2015
Publisher : Faculty of Agriculture, Janabadra University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (165.377 KB)

Abstract

Tingkat adopsi dipengaruhi oleh pengetahuan dan keterampilan peternak, sehingga dalam meningkatkan penerapan teknologi perlu dilakukan pendampingan oleh penyuluh di lapangan. Percepatan proses adopsi inovasi sangat tergantung dari faktor intern adopter itu sendiri antara lain umur dan pendidikan. Pengkajian dilaksanakan pada bulan Oktober 2014 di Kelompok Ternak Lengo, Kelurahan Sindangkasih, Kecamatan Majalengka, Kabupaten Majalengka. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner dengan jumlah responden 12 orang. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif dan analisis non parametrik dengan menggunakan uji binomial. Tujuan dari pengkajian ini adalah untuk mengetahui preferensi dan pemahaman peternak terhadap teknologi pengolahan tongkol jagung Sebagai  Pakan Ternak. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa pemahaman peternak terhadap pengolahan tongkol jagung menyatakan mudah dilakukan dengan prosentase tertinggi pada kegiatan fermentasi tongkol jagung (100%). Preferensi peternak terhadap teknologi pengolahan tongkol jagung berbeda melalui uji binomial dengan nilai sig <0,05.
YIELD LOSSES OF VUB IN 30 IN VARIOUS LAND OF AGROECOSYSTEM IN WEST KALIMANTAN David, Jhon
Agros Journal of Agriculture Science Vol 20, No 1 (2018): Edisi Januari 2018
Publisher : Faculty of Agriculture, Janabadra University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (205.839 KB)

Abstract

Postharvest handling of rice aims to improve efficiency, reduce the high yield losses and maintain the quality of grain or rice. The magnitude of shrinkage at each stage of the process is quite varied, such as rice varieties, plant conditions and rice maturity, harvesting and harvesting systems, postharvest machine tools, and milling systems. By applying the right postharvest technology to the growing awareness of the importance of avoiding the food crisis, it is possible to reduce the current shrinkage rate. This study aims to determine the level of loss of harvest losses in 3 agro-ecosystems, conducted in four (4) District 12 sub-districts, with replicates of three each location. The lowest shrinkage rate was obtained in tidal agro-ecosystem (1.35%), and highest semi irrigation (2.14%), the lowest shrinkage rate in 1.27% semi-irrigated agro-ecosystem and highest tidal agro-ecosystem 1.86%

Page 1 of 22 | Total Record : 220