cover
Contact Name
Ihsan Mz
Contact Email
Ihsan Mz
Phone
-
Journal Mail Official
ihsan.mz@iain-palangkaraya.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota palangkaraya,
Kalimantan tengah
INDONESIA
NALAR: Jurnal Peradaban dan Pemikiran Islam
ISSN : 25979930     EISSN : 25988999     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
Nalar: Jurnal Peradaban dan Pemikiran Islam promotes multidisciplinary approaches to Islam and focuses on seven main topics; (1) the Qur’an and hadith, (2) Da’wah, (3) Psychology/Counseling, (4) Theology (Kalam), (5) Philosophy, (6) Mysticism (Tasawwuf), and (7) Islamic History. All submitted papers are subject to double-blind review process.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue " Vol 1, No 2 (2017): Jurnal Nalar" : 6 Documents clear
KONSEP PEMIMPIN IDEAL MENURUT AL-GHAZĀLĪ Afriansyah, Ade
NALAR Vol 1, No 2 (2017): Jurnal Nalar
Publisher : IAIN Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (873.267 KB) | DOI: 10.23971/njppi.v1i2.905

Abstract

Abū Ḥamid Muḥammad ibn Muḥammad ibn Muḥammad al-Ghazālī al-Ṭūsī al-Ṣāfi’i, dikenal sebagai al-Ghazālī seorang hujjah Islam (1058-1111 M) dengan konsep pemikiran pemimpin yang lebih mendalam, menekankan pada aspek substansial nilai ajaran agama daripada segi-segi formal-simbolik, menyatukan apa yang telah dipisahkan dari sosok pemimpin, pemimpin haruslah datang dari rakyat dengan pilihan rakyat. Tipe pemimpin ideal menurut al-Ghazālī adalah pemimpin yang memiliki intelektualitas, agama, dan akhlak, mampu memengaruhi lingkungan yang dipimpin, serta mampu mengobati kehancuran dan kerusakan dalam diri bangsa atau organisasi, serta membawa masyarakat yang adil dan makmur dengan menjunjung tinggi keilmuan, juga moral yang bersendikan agama.Keywords: pemimpin, kepemimpinan, al-Ghazali.
BANGSA MONGOL MENDIRIKAN KERAJAAN DINASTI ILKHAN BERBASIS ISLAM PASCA KEHANCURAN BAGHDAD TAHUN 1258-1347 M Suryanti, Suryanti
NALAR Vol 1, No 2 (2017): Jurnal Nalar
Publisher : IAIN Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (617.045 KB) | DOI: 10.23971/njppi.v1i2.910

Abstract

Penelitian ini membahas tentang bangsa Mongol mendirikan kerajaan Dinasti Ilkhan berbasis Islam pasca kehancuran Baghdad Tahun 1258-1347 M. pokok permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana latar belakang berdirinya Dinasti Ilkhan yang pada akhirnya menjadi salah satu kerajan Islam dan bagaimana sosok kepemimpinan dinasti Ilkhan serta hubunganya dengan masyarakat Muslim di Persia.Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam catatan perjalanan bangsa Mongol dibawah pimpinan Jengis Khan dan Huagu Khan mempunyai peran penting dalam menghancurkan kekuasaan Islam di Baghdad. Ekspansi bangsa Mongol ke Baghdad menyebabkan kehancuran Dinasti Abbasiyah sebagai pusat peradaban Islam. Akan tetapi pasca kehancuran Baghdad, bangsa Ini kembali membangun peradaban Islam dibawah pemerintahan Dinasti Ilkhan.Gazana Khan merupakan salah satu tokoh penting dalam pemerintahan Dinasti Ilkhan. Gazana Khan sebagai keturunan Jengis Khan telah melakukan transformasi bagi bangsa Mongol melalui Dinasti Ilkhan dimasa pemerintahan Dinasti Ilkhan mengakui Islam sebagai agama resmi pemerintahan dan membangun peradaban berdasarkan spirit Islam.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana latar belakng berdirinya kerajaan Dinasti Ilkhan dibawah kepemimpinan bangsa Mongol serta kepemimpinan dinasti Ilkhan dan hubunganya dengan Mayarakat Islam, sehingga bangsa Mongol yang awalnya membenci ummat Islam telah mendirikan kerajaan Islam dibawah pemerintahan dinasti Ilkhan.Kata kunci: Bangsa Mongol, Dinasti Ilkhan, Baghdad
PERSPEKTIF BIMBINGAN KONSELING DALAM PENDIDIKAN ISLAM Kartika MR, Galuh Nashrullah
NALAR Vol 1, No 2 (2017): Jurnal Nalar
Publisher : IAIN Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (550.411 KB) | DOI: 10.23971/njppi.v1i2.906

Abstract

Bimbingan adalah bantuan yang diberikan kepada individu (peserta didik) agar dengan potensi yang dimiliki mampu dikembangkan secara optimal dengan jalan memahami diri, memahami lingkungan, mengatasi hambatan guna menentukan rencana masa depan yang lebih baik, dengan kata lain bimbingan adalah proses pemberian bantuan yang dilakukan oleh orang yang ahli kepada seseorang atau beberapa orang individu, baik anak-anak, remaja, atau orang dewasa, agar orang yang dibimbing dapat mengembangkan kemampuan dirinya sendiri dan mandiri dengan memanfaatkan kekuatan individu dan sarana yang ada dan dapat dikembangkan berdasarkan norma-norma yang berlaku, sehingga bimbingan juga diadakan dalam rangka membantu setiap individu untuk lebih mengenali berbagai informasi tentang dirinya sendiri. Konseling adalah hubungan pribadi yang dilakukan secara tatap muka antara dua orang di mana konselor melalui hubungan itu dengan kemampuan-kemampuan khusus yang dimilikinya, menyediakan situasi belajar. Dalam hal ini konseli dibantu untuk memahami diri sendiri, keadaannya sekarang, dan kemungkinan keadaannya masa depan yang dapat ia ciptakan dengan menggunakan potensi yang dimilikinya, demi untuk kesejahteraan pribadi maupun masyarakat. Lebih lanjut konselig dapat belajar bagaimana memecahkan masalah-masalah dan menemukan kebutuhan-kebutuhan yang akan datang.Kata Kunci: Bimbingan Konselung, Pendidikan Islam
KOMUNIKASI INTERPERSONAL TENAGA PENDIDIK TERHADAP KEBERHASILAN BELAJAR SISWA PADA MIS ASSALAM MARTAPURA DAN MIN SUNGAI SIPAI KABUPATEN BANJAR Ropiani, M.
NALAR Vol 1, No 2 (2017): Jurnal Nalar
Publisher : IAIN Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (504.827 KB) | DOI: 10.23971/njppi.v1i2.907

Abstract

Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode pendekatan kuantitatif karena data yang digunakan secara umum berupa angka-angka yang dihitung melalui uji statistik. sedangkan spesifikasi adalah deskriptif analitik korelasional. Yakni penelitian ini melukiskan secara sistematis, faktual, dam cermat juga berusaha memberikan gambaran tentang apa saja yang ada hubungannya dengan penelitian kemudian, menganalisa untuk menemukan pemecahan masalah yang dihadapi. Dalam hasil pengamatan yang di lakukan pada dua Madrasah Ibtidaiyah di Kabupaten Banjar, yakni Madarasah Ibtidaiyah Assalam Martapura dan Madrasah Ibtidaiyah Negeri Sungai Sipai, dimana dari dua Madrasah Ibtidaiyah tersebut adalah Madrasah Ibtidaiyah Assalam Martapuran merupakan sekolah swasta di bawah naungan Kemenag yang juga binaan dari Madrasah Ibtidaiyah Negeri Sungai Sipai,  pada kedua sekolah tersebut sering di jumpai bahwa faktor yang mempengaruhi belajar ini meliputi metode mengajar, kurikulum relasi tenaga pendidik dengan siswa, relasi siswa dengan siswa, disiplin, pelajaran, falisilitas dan waktu, standar pelajaran, keadaan gedung, metode belajar dan tugas rumah. Belajar mengajar merupakan perilaku inti dalam proses pendidikan dimana anak didik dan pendidik berinteraksi. Interaksi belajar mengajar ditunjang oleh beberapa faktor lain dalam pendidikan antara lain: tujuan pendidikan, pendidik, anak didik, alam dan fasilitas pendidikan, metode mengajar, materi pelajaran dan lingkungan.Kata Kunci: Komunikasi Interpersonal, Tenaga Pendidik
WARIA, PEMERINTAH, DAN HAK SEKSUAL: KASUS IMPLEMENTASI PERDA GEPENG DI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA Sadan, Masthuriyah
NALAR Vol 1, No 2 (2017): Jurnal Nalar
Publisher : IAIN Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (730.597 KB) | DOI: 10.23971/njppi.v1i2.908

Abstract

Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta mengeluarkan peraturan daerah nomor 1 tahun 2014 tentang penanganan gelandangan dan pengemis. Para waria yang mengamen di pinggir jalan, di trotoar dan di lampu merah juga menjadi incaran utama aparat. Sehingga mereka yang ditangkap tidak mendapat perlakuan yang manusiawi di camp assessment termasuk pelayanan dalam hal kesehatan seksual dan reproduksi bagi waria yang mengidap  HIV/AIDS. Padahal mengamen bagi waria mungkin ”satu-satunya” cara untuk bertahan hidup di kota Yogyakarta. Dengan menggunakan kajian pustaka, tulisan ini ingin mengkaji mengapa waria mengamen dan bagaimana sikap dan tanggung jawab negara untuk memenuhi hak asasi bagi waria.Kata kunci: waria, pemerintah, hak seksual.
PENGARUH KONSEP AKAL DALAM PENGEMBANGAN PENDIDIKAN ISLAM Norhasanah, Norhasanah
NALAR Vol 1, No 2 (2017): Jurnal Nalar
Publisher : IAIN Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (445.877 KB) | DOI: 10.23971/njppi.v1i2.909

Abstract

Pendidikan pengembangan akal menjadi salah satu tujuan antara pendidikan, yakni ahdâf al-aqliyyah. Pendidikan pengembangan akal pada akhirnya akan berakumulasi dengan pendidikan pengembangan jasmani dan ruhani untuk mencapai tujuan akhir pendidikan Islam, yakni insân kâmil (manusia seutuhnya) yang mempunyai kesadaran, pemahaman, dan pengamalan akan posisi dirinya di antara Allah, alam, dan sesama manusia, serta mampu menjadi khalifah dan abd Allah. Dalam Islam, akal mendapat posisi yang signifikan, baik dalam pengembagan individu, masyarakat, maupun pengetahuan, terutama sains. Ia diposisikan sebagai hidayat al-aqliyyah, yakni hidayah Allah yang hanya diberikan kepada manusia. Dengan akal, manusia mampu memahami symbol-simbol, hal-hal yang abstrak, menganalisis, membandingkan, maupun membuat kesimpulan dan akhirnya mampu membedakan antara yang benar (haq) dan salah (bathil).Kata Kunci: Konsep Akal, Pengaruhnya

Page 1 of 1 | Total Record : 6