cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Teknika
Published by Universitas Semarang
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 30 Documents
KAJIAN PEMAHAMAN PENGGUNA SEPEDA MOTOR DALAM BERLALU LINTAS (STUDI KASUS KOTA UNGARAN DAN SEKITARNYA) Kusumaningrum, Sari; Pratiwi, Bertha Sylvia
Teknika Vol 10, No 1 (2015): Maret
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1826.028 KB)

Abstract

Selama beberapa dekade (mulai tahun 1980 an) seiring berkembang sepeda motor menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan. Pertumbuhan ini semakin meningkat setelah krisis moneter tahun 1998. Peralihan moda ini banyak yang berpindah dari angkutan umum maupun angkutan tak bermotor yang beralih pada angkutan sepeda motor.  Permasalahan yang muncul tidak hanya pada permasalahan teknis saja terkait kemacetan, kecelakaan lalu lintas, dan sebagainya, namun sudah menjadi permasalahan sosial maupun budaya. Permasalahan sosial dan budaya sangat kental terlihat dari perilaku di dalam berlalu lintas.Pemikiran inilah yang dinilai perlu adanya  Kajian Pemahaman Pengguna Sepeda Motor Dalam Berlalu Lintas di Kota Ungaran dan sekitarnya, sebagai dasar penentuan kebijakan Pemerintah ke depannya terkait penggunaan sepeda motor.Tujuan jangka panjang dari penelitian ini sebagai bahan kebijakan Pemerintah Daerah untuk mendapatkan informasi terkait seberapa besar pemahaman masyarakat berlalu lintas terutama pengguna sepeda motor, sehingga terdapat usulan kebijakan untuk dapat mewujudkan Kota Ungaran sebagai Kota tertib lalu lintas. Dalam penelitian Kajian Pemahaman Pengguna Sepeda Motor Dalam Berlalu Lintas (Studi Kasus Kota Ungaran dan sekitarnya) ini menggunakan analisis deskripsi sederhana dengan menggunakan analisis statistik tabulasi silang (cross tab).   Hasil sementara Rata-rata responden memahami komponen berlalu lintas antara 60-65 persen dan sekitar ± 10 persen ragu maupun kurang paham. Kondisi fisik kendaraan responden memiliki kelengkapan dan kondisi dalam sangat baik dengan diatas 90 persen memenuhi standar yang telah ditentukan. Sebagian  besar responden sekitar 83 persen telah memiliki SIM C
IDENTIFIKASI JENIS KERUSAKAN JALAN (Studi Kasus Ruas Jalan Kedungmundu-Meteseh) Yudaningrum, Farida; Ikhwanudin, Ikhwanudin
Teknika Vol 12, No 2 (2017): October 2017
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (173.102 KB)

Abstract

Jalan merupakan salah satu jenis prasarana transportasi darat yang memegang peranan penting bagi pengembangan suatu daerah. Ruas jalan Kedungmundu-Meteseh merupakan jalan Kolektor yang mempunyai frekwensi lalu lintas tinggi sebagai penghubung Semarang Selatan dengan Semarang Timur. Kerusakan-kerusakan yang terjadi tentu akan berpengaruh pada keamanan dan kenyamanan pemakai jalan. Kerusakan jalan dapat disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya air, perubahan suhu, cuaca, temperatur udara, material konstruksi perkerasan, kondisi tanah dasar yang tidak stabil, proses pemadatan di atas lapisan tanah dasar yang kurang baik dan tonase atau muatan kendaraankendaraan berat yang melebihi kapasitas serta volume kendaraan yang semakin meningkat. Jenis kerusakan yang mendominasi pada ruas jalan tersebut berupa bleeding sebesar 482 m² atau 39,18 % serta retak rambut dan retak kulit buaya sebesar 456 m 2 atau 37,07 % dari total kerusakan yang terjadi sepanjang ruas jalan tersebut. Bleeding dapat disebabkan pemakaian kadar aspal yang tinggi pada campuran aspal, pemakaian terlalu banyak aspal pada pekerjaan prime coat atau tack coat sehingga permukaan menjadi licin. Pada temperatur tinggi, aspal menjadi lunak dan akan terjadi jejak roda. Sedangkan kerusakan retak rambut dapat meresapkan air kedalam lapis permukaan. Retak rambut dapat berkembang menjadi retak kulit buaya. Retak kulit buaya dapat diresapi pula oleh air sehingga jika tidak segera ditangani dapat mengakibatkan terjadinya lubang–lubang kecil akibat terlepasnya butir-butir. Hal ini akan mengakibatkan sangat tidak nyamannya pengendara menggunakan jalan tersebut.
Analisa Honeycomb untuk Mendapatkan Balok Paling Ekonomis Berdasarkan Tegangan dan Deformasi dengan SAP 2000 Versi 14 Crista, Ngudi Hari; Purnijanto, Bambang; Wiwoho, Mukti
Teknika Vol 10, No 1 (2015): Maret
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2032.626 KB)

Abstract

Honeycomb adalah balok baja dengan bagian badan terbuka yang ketinggiannya berlipat karena penyusunan vertikal dari setengah potongan badan tersebut. Optimasi struktur dengan variabel desain geometri lubang ini disebut optimasi bentuk, oleh karena itu perhitungan ulang diperlukan untuk setiap kali perubahan bentuk, sehingga diperlukan waktu komputasi yang panjang. Penelitian bertujuan mendapatkan balok terekonomis dengan bentuk, heksagonal dan jarak antara lubang berbeda dengan ketinggian pelubangan sama, sehingga didapat konfigurasi atau tata letak lubang yang optimal. Metode yang digunakan adalah simulasi komputerisasi dengan SAP 2000 versi 14 terhadap 5 sampel untuk mendapatkan ukuran jarak lubang yang optimum pada balok baja profil I dengan bukaan heksagonal dan kondisi pembebanan yaitu beban merata sepanjang bentang serta beban titik di tengah bentang. Hasil simulasi menunjukkan bahwa rasio tegangan terkecil terjadi pada sampel II, yaitu Honeycomb dengan jarak pelubangan 15 cm dengan nilai tegangan 1723,49 kg/cm2, sedangkan rasio tegangan terbesar pada sampel IV Honeycomb dengan jarak pelubangan 25 cm dengan nilai tegangan 1968,21 kg/cm2. Lendutan terkecil terjadi  pada sampel II dengan jarak pelubangan 15 cm dengan nilai 0,2083 mm, sedangkan untuk deformasi terbesar  terjadi pada sampel IV dengan jarak pelubangan 25 cm dengan nilai deformasi 0,2811 mm, sehingga jarak, bentuk, dan pelubangannya yang paling baik adalah pelubangan dengan jarak 15 cm  untuk konfigurasi atau tata letak lubang yang optimal. Kajian lebih lanjut optimasi bentuk lubang cellular, baik bentuk circular maupun ellips dan tata letak lubang, dengan memperhatikan instabilitas balok baja profil I dengan bukaan bentuk cellular pada badan, akibat lentur dan tekuk pada daerah web-post.
Penataan Kawasan Permukiman Berbasis Masyarakat di Desa Kaliombo, Kec. Pecangaan, Kab.Jepara Ikhwanudin, Ikhwanudin
Teknika Vol 9, No 2 (2014): Oktober 2014
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (659.687 KB)

Abstract

 Abstrak Konsep dalam Perencanaan Lingkungan Permukiman Berbasis Komunitas (PLP-BK)berupaya untuk menggabungkan kedua pendekatan perencanaan tersebut. PLP-BK merupakansuatu proses membangun, dan mengembangkan tatanan sosial, budaya, ekonomi dan lingkunganyang dilandasi oleh visi pembangunan yang dilakukan bersama masyarakat. Diharapkan dengankeberadaan program ini, masyarakat berperan serta aktif dalam usaha pengembangan permukimansetempat dengan mempertimbangkan potensi dan permasalahan yang ada di wilayah tersebut. Hasilproduk Perencaaan Lingkungan Permukiman Berbasis Komunitas itu sendiri merupakan suatu prosesyang dilahirkan dari partisipasi masyarakat untuk merumuskan perencanaan yang komprehensif.Salah satu produk PLP-BK adalah Pemetaan Swadaya (PS) yang bertujuan untuk mengetahuipotensi dan permasalahan yang terdapat di dalam lingkup suatu permukiman. Berdasarkan dataPemetaan Swadaya tersebut kemudian disusunlah RTPLP (Rencana Tindak Penataan LingkunganPermukiman) , dimana RTPLP memuat perencanaan mikro (kawasan prioritas). RTPLPmenghasilkan perencanaan zonasi (block plan) untuk dijadikan acuan dalam penataan ataupunpembangunan yang menjadi prioritas dari seluruh kawasan desa. Diharapkan hasil perencanaanpartisipatif PLP-BK mampu direalisasikan oleh masyarakat sendiri dalam kurun waktu 5 tahunmendatang  Abstract Concepts in Environmental Planning Community-Based Settlement (PLP-BK) seeks tocombine both the planning approach..PLP-BK is a process of building and developing the socialorder, culture, economy and environment are guided by a vision of development that is done with thecommunity. Expected by the existence of this program, the community participates actively in localsettlementsdevelopment effort by considering the potential and existing problems in the region.Environmental planning and strategic product yield Community-Based Settlement itself is a processthat is born from community participation to formulate a comprehensive plan. One of the PLP-BKproduct is Mapping Organization (PS), which aims to determine the potential and the problemscontained in the scope of a settlement. Based on the data mapping is then drafted RTPLPOrganization (Environmental Planning Action PlanSettlement), which contains RTPLP micro planning(priority areas). RTPLP produce zoning plan (block plan)to be used as reference in the structuring orthe development of the priorities of the entire village area. Expected results of the participatoryplanning PLPBKableto be realized by the community itself in a period of 5 years
ANALISIS SISTEM KERJA MANAJEMEN KONSTRUKSI DALAM PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG POLTEKKES 5 LANTAI DI TEMBALANG Falasifadin, Ahmad; Wibowo, Dadang Suryo; Pudjihardjo, Hari Setijo
Teknika Vol 12, No 2 (2017): October 2017
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (317.7 KB)

Abstract

Manajemen konstruksi bisa dikatakan suatu pekerjaan yang dilakukan dengan tujuan untuk mengatur, mengorganisir dan mengkoordinir semua pekerjaan yang dilaksanakan dan terlibat dalam pembangunan sebuah proyek konstruksi. Sedangkan Manajemen konstruksi pada proyek adalah proses penerapan fungsi-fungsi manajemen pada suatu proyek dengan sumber daya yang ada secara efektif dan efisien agar tercapai tujuan proyek secara optimal. Pada saat ini di Kota Semarang, Jawa Tengah telah dibangun gedung Poltekkes 5 lantai di Tembalang yaitu gedung pascasarjana yang dibangun oleh Kemenkes dengan menggunakan jasa Manajemen Konstruksi. Manajemen Konstruksi yang dipilih dari PT. Bina Karya dengan kontraktor pelaksananya dari PT. Jaya Arnikon dan perencananya dipercayakan oleh PT. Yodya Karya. Dengan adanya jasa Manajemen Konstruksi di Gedung ini, kami memilih untuk mengetahui sistem kerja Manajemen Konstruksi yang diterapkan dalam proyek konstruksi sehingga dapat berjalan dengan baik dan sesuai dengan yang dijadwalkan. Proyek ini dilaksanakan dalam 202 hari kalender yang selesai pada tanggal 31 Desember 2016 kemarin, kemudian dilanjutkan dengan masa pemeliharaan gedung selama 6 bulan berikutnya. dengan melakukan metode kuesioner untuk tugas akhir ini penulis memilih beberapa responden yang terlibat dalam proses pekerjaan pembangunan di lingkungan proyek tersebut maupun dari luar proyek yang memiliki kesamaan dalam pembangunan gedung bertingkat. Kuesioner yang digunakan sebanyak 30 orang responden yang berpartisipasi menjawab dan mengisi kuesioner.
Evaluasi Biaya Struktur Gedung Beton Bertulang Tahan Gempa dengan Jenis Pemodelan SRPMB dan SRPMM Anggraini, Lila
Teknika Vol 10, No 1 (2015): Maret
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1798.777 KB)

Abstract

Evaluasi biaya struktur penting dilakukan dalam rangka memungkinkan perencanaan struktur yang optimal. Evaluasi biaya direncanakan berdasarkan Analisis Perhitungan Harga Satuan Tertinggi Bangunan Kota Semarang Semester I 2015 sebagaimana tertuang dalam Peraturan Walikota Semarang No 44 Tahun 2015. Penulisan ini bertujuan untuk melakukan studi perbandingan biaya konstruksi pada gedung beton bertulang yang direncanakan berdasarkan Sistem Rangka Pemikul Momen Biasa (SRPMB) dan Sistem Rangka Pemikul Momen Menengah (SRPMM), sesuai SNI 1726-2012. Evaluasi biaya menunjukkan bahwa perbedaan biaya antara model struktur yang direncanakan berdasarkan SRPMB dan SRPMM kurang dari 1%.
KARAKTERISTIK DINAMIK PELAT LANTAI SEMI PRECAST DENGAN PERKUATAN SHEAR CONNECTOR Widorini, Trias
Teknika Vol 9, No 2 (2014): Oktober 2014
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (545.011 KB)

Abstract

Abstrak: Pelat lantai bertingkat sederhana biasanya dikerjakan dengan sistem monolit yang memerlukan bekisting dan juga perancah. Salah satu cara yang diperkenalkan kepada masyarakat adalah menggunakan sistem semi pracetak. Dalam sistem ini struktur dibagi menjadi panel-panel kecil agar memungkinkan untuk dikerjakan tanpa bantuan alat berat. Penelitian dilakukan pengujian dinamik menggunakan mesin penggetar yang diletakkan di tengah bentang. Pengujian dilakukan terhadap 4 buah benda uji berupa panel pelat lantai, yang terdiri dari 2 buah pelat monolit dan 2 buah pelat komposit, dengan ukuran panjang 3000 mm, dan  tinggi yang sama yaitu 120 mm serta dengan lebar masing-masing 200 mm  dan 400 mm. Hasil pengujian menunjukkan bahwa frekuensi alami sistem struktur baik pelat monolit maupun pelat komposit yang yang rusak mempunyai frekuensi alami yang lebih kecil. Hasil eksperimen mode displacement menunjukkan hasil bahwa pelat yang ada kerusakan mempunyai displacement lebih besar. Kata Kunci : panel semi pracetak, shear connector, beban dinamik, frekuensi alamiAbstract: A building floor is usually made of with a simple monolith system which needs concrete formwork. One alternative that is introduced to the public is using the semi-precast system. In this system structure is divided into smaller panels to make it possible to do without heavy equipment. In this study the dynamic testing using a vibrator machine that is put in the mid-span. This test consists of 4 pieces of the specimen plate panel, which consists of 2 monolith plates and 2 composite plate (semi precast), with a length of 3000 mm, and the same height is 120 mm and a width of each 200 mm  and 400 mm. The results showed that the natural frequency of the system structure damaged had a smaller natural frequency. The displacement mode experimental results showed that plate damage had a larger displacement.  Keywords: semi-precast panels, shear connectors, dynamic loads, natural frequency 
Perencanaan Jembatan Rangka Baja Lengkung Sendang Mulyo di Kota Semarang Himawan, Noer; Handoyo, Febru; Muldiyanto, Agus; Supoyo, Supoyo
Teknika Vol 9, No 2 (2014): Oktober 2014
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (400.878 KB)

Abstract

 Abstrak Jaringan jalan yang merupakan sarana utama transportasi darat menjadi sangatpenting adanya, karena seperti kita ketahui jalan adalah urat nadi perekonomian, sedangkanekonomi yang meningkat sangat diperlukan sebagai penunjang dalam pembangunan. Jembatanyang merupakan bagian yang tak terpisahkan dari jaringan jalan itu sendiri, ikut pula berperan.Jalan yang baik tidak ada artinya apabila jembatan – jembatan yang ada di ruas jalan tersebutbelum memadai sesuai dengan kebutuhannya. Dewasa ini keadaan jaringan jalan di Indonesiamasih ditandai oleh adanya kemacetan – kemacetan lalu lintas, terutama didaerah – daerah yangsudah berkembang seperti di kota-kota besar. Terbaurnya peranan fungsi jalan arteri , kolektor danlokal , menyebabkan tingkat kepadatan arus lalu lintas juga semakin tinggi. Akibatnya jalan – jalantersebut tidak berfungsi secara efisien. Salah satu alternatif pemecahannya yaitu denganmeningkatkan fasilitas dan kemampuan jaringan jalan , baik dengan membangun jalan baru ,memperlebar ruas jalan yang sudah ada, meningkatkan kelas jalan dan dengan meningkatkankemampuan jembatan untuk menunjang kelancaran arus lalu lintas.  Abstrack The road network which is the main means of land transportation becomes very significant,because as we know the road is the lifeblood of the economy, while increasing economicindispensable as supporting the development. The bridge is an integral part of the road network itself,were also instrumental. Good roads are meaningless if the bridge - the bridge in these roads have notbeen adequately according to their needs. Today the state of the road network in Indonesia is stillcharacterized by the presence of congestion - traffic jams, especially the area - an area that hasdeveloped as in big cities. Terbaurnya role function arterial, collector and local, causing the level oftraffic density is also higher. As a result the road - the road is not functioning efficiently. Onealternative solution is to improve the facilities and capabilities of the road network, either by buildingnew roads, widening existing roads, improving road class and by increasing the ability of the bridge 
ANALISIS PENERAPAN SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (SMK3) DALAM PROYEK PEMBANGUNAN PELABUHAN DI KABUPATEN KENDAL W, Prayogo Pandhu; Dwi, Galih Malik; Tutuko, Bambang
Teknika Vol 12, No 2 (2017): October 2017
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (166.503 KB)

Abstract

Di dalam suatu proyek pembangunan, kesehatan keselamatan kerja masing–masing individu sangat berpengaruh terhadap kinerja dalam proyek pembangunan, berdasarkan Pusat Data dan Informasi Ketenagakerjaan Republik Indonesia Tahun 2015, jumlah kecelakaan kerja yang terjadi di Jawa Tengah sebanyak 3.080 kasus kecelakaan kerja. Proyek pembangunan pelabuhan di Kabupaten Kendal dengan potensi bahaya yang cukup tinggi sangat mungkin untuk menimbulkan kecelakaan ataupun kerugian bagi proyek pembangunan tersebut. Untuk mengurangi tingkat kecelakaan kerja perlu adanya sistem manejemen keselamatan dan kesehatan kerja (SMK3) untuk menciptakan keselamatan dan kesehatan kerja bagi pekerja dengan harapan terciptanya lingkungan kerja yang aman, efesien dan produktif.
Analisis Sistem Transportasi Kota Salatiga Ditinjau Dari Konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) Sanmas, Fitriyani; Handajani, Mudjiastuti; Muldiyanto, Agus
Teknika Vol 10, No 1 (2015): Maret
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1059.514 KB)

Abstract

Provinsi Jawa Tengah merupakan salah satu provinsi yang cukup strategis dalam upaya pengembangan ekonomi nasional yang perlu didukung dengan adanya jalur pergerakan secara nasional atau internasional baik melalui transportasi darat, laut maupun udara. Transportasi merupakan komponen utama dalam sistem hidup dan kehidupan, sistem pemerintahan, dan sistem kemasyarakatan. Di perkotaan kecenderungan yang terjadi adalah meningkatnya jumlah penduduk yang tinggi karena tingkat kelahiran maupun urbanisasi.Dengan semakin bertambahnya penduduk maka Pemanfaatan BBM sebagai energi di kota maupun negara Indonesia  akan melebihi batas wajar. Oleh karena itu Tiap tahun negara ini harus mengimpor BBM karena kebutuhan masyarakatnya yang tinggi sehingga memberi pengaruh yang kurang baik terhadap neraca perdagangan. Berdasarkan hasil penelitian yang digunakan untuk metode penelitian “Analisis Sistem Transportasi Kota Salatiga ditinjau Terhadap Konsumsi BBM” menggunakan analisi statistik dengan variabel yang mempengaruhi konsumsi BBM. Hasil dari penelitian ini bahwa konsumsi BBM kota Salatiga dipengaruhi oleh bebragai variabel berupa variabel tipologi kota dan variabel sistem transportasi.  

Page 1 of 3 | Total Record : 30