Warta Pengabdian
Published by Universitas Jember
ISSN : -     EISSN : -
Articles 46 Documents
Inovasi Teknologi Pembuatan Asap Cair Dari Tempurung Kelapa Di Kabupaten Situbondo Harsono, Soni Sisbudi
Warta Pengabdian Vol 11 No 4 (2017): Warta Pengabdian
Publisher : LP2M Universitas Jember

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (863.479 KB)

Abstract

Dari proses produksi biofuel dari kelapa, dihasilkan limbah tempurung kelapa yang sangat berlimpah. Dalam upaya meningkatkan nilai ekonomi dari limbah tempurung kelapa tersebut maka sangat perlu untuk dilakukan pengolahan limbah tersebut menjadi liquid smoke dan arang aktif yang memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Usaha untuk meminimalkan penggunaan formalin sebagai bahan pengawet ikan hasil tangkapan nelayan, daging, sayuran  diperlukan bahan alami yang mudah dan murah didapatkan di pedesaan dan kampung nelayan yaitu pemanfaatan tempurung kelapa sebagai asap cair. Oleh karena itu, maka program Hilink tahun kedua ini akan difokuskan pada kegiatan tentang Pengembangan Teknologi Produksi Liquid Smoke dan Arang Aktif Tempurung Kelapa. Sebagai produk ikutannya, arang aktif memiliki manfaat dan nilai ekonomisnya yang sangat tinggi. Arang aktif adalah arang yang diolah lebih lanjut pada suhu tinggi sehingga pori-porinya terbuka dan dapat digunakan sebagai bahan adsorben, pemfilter air, pengecoran besi hingga menjadi bahan tinta printer jenis laser. Proses yang digunakan sebagian besar menggunakan cara kimia di mana bahan baku direndam dalam larutan, CaCl2, MgCl2, ZnCl2 selanjutnya dipanaskan dengan jalan dibakar pada suhu 5000C. Diharapkan,  kualitas arang aktif dalam hal ini besarnya daya serap terhadap yodium akan dapat memenuhi standar SNI. Tujuan kegiatan ini adalah untuk mendesiminasikan teknologi pembuatan liquid smoke dari tempurung kelapa dan karbon aktif,  meningkatkan nilai ekonomis tempurung kelapa sebagai produk liquid smoke sebagai bahan pengawet ikan hasil tangkapan nelayan , bahan pangan lainnya dan sebagai bahan pemberantasan hama tanaman serta produksi arang aktif yang memiliki nilai komersial yang tinggi, membangun kawasan sentra produksi liquid smoke dan arang aktif di pedesaan di kabupaten Jember, Membuka peluang usaha baru berbasis agribisnis kelapa (Industrial Based Coconut Agribussiness), mendukung program otonomi daerah dalam rangka peningkatan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), dan membuka kesempatan kerja baru  mulai dari sisi pengadaan bahan baku, proses produksi sampai dengan pemasaran produk.
Penguatan Industri Rumah Tangga Dodol Buah Naga Sebagai Bentuk Pemenuhan Hak Ekonomi Masyarakat Di Desa Temurejo Kecamatan Bangorejo Kabupaten Banyuwangi Khanif, Al; Wildana, Dina Tsalist; Susanti, Dyah Octorina
Warta Pengabdian Vol 12 No 1 (2018): Warta Pengabdian
Publisher : LP2M Universitas Jember

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (333.379 KB) | DOI: 10.19184/wrtp.v12i1.7630

Abstract

Persoalan mendasar terkait produksi pertanian dan perkebunan di Indonesia adalah ketidak mampuan petani untuk mengolah produk-produk yang mereka hasilkan menjadi produk olahan. Persoalan ini juga dihadapi oleh para petani buah naga di Desa Temurejo Kecamatan Bangorejo Kabupaten Banyuwangi Jawa Timur yang selama ini selalu menjual buah naga dalam kondisi segar. Model penjualan produk pertanian seperti ini mengancam ketahanan ekonomi para petani karena harga jual buah naga menjadi tidak menentu dan cenderung murah ketika panen raya. Berdasarkan persoalan tersebut, perlu kiranya ada solusi untuk membantu petani buah naga agar mereka mendapatkan keuntungan yang sepadan. Salah satunya adalah pengenalan tentang pengolahan buah naga menjadi dodol buah naga. Salah satu hasil dari program ini adalah kemampuan petani untuk mengolah produk buah naga menjadi dodol buah naga. Program pengabdian ini juga berhasil mengembangkan koordinasi yang lebih intensif antara perajin dodol dengan pihak desa. Namun demikian, penelitian ini juga menemukan kendala pemasaran dari produk dodol tersebut sehingga merekomendasikan perlunya kajian lebih lanjut melalui program pengabdian lain di tahun mendatang.
Peningkatan Produktivitas Agroindustri Sabun Susu Kambing Etawa “AFINDA” Akhiriani, Shanti; Indrayani, Ning Mukti
Warta Pengabdian Vol 11 No 4 (2017): Warta Pengabdian
Publisher : LP2M Universitas Jember

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (929.335 KB)

Abstract

Produktivitas merupakan salah satu aspek yang menentukan keberhasilan suatu agroindustri dalam persaingan dunia usaha yang semakin ketat, terutama di tingkat Usaha Kecil dan Menengah (UKM) seperti halnya KUP Margo Mulyo Desa Burno Kecamatan Senduro Kabupaten Lumajang yang memproduksi sabun susu kambing etawa “Afinda”. Peningkatan produktivitas dipengaruhi oleh pengelolaan manajemen, bahan baku, biaya dan teknologi, sehingga dengan kombinasi dari keempat komponen tersebut suatu agroindustri diharapkan mampu mencapai tujuan usaha yang telah ditetapkan. Tujuan program Pengabdian kepada Masyarakat skim Ipteks bagi Masyarakat (IbM) ini adalah untuk: 1) Meningkatkan kuantitas dan kualitas sabun susu kambing etawa; 2) Memperluas jaringan pemasaran produk; dan 3) Meningkatkan kemampuan manajerial kelompok. Metode yang dilakukan dalam kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini meliputi 4 tahap, yaitu: 1) Praktek produksi; 2) Pelatihan, 3) Pendampingan dan 4) Publikasi produk. Hasil pelaksanaan program Pengabdian kepada Masyarakat ini adalah untuk meningkatkan produktivitas usaha agroindustri sabun susu kambing etawa “Afinda”, antara lain melalui praktek produksi sabun susu kambing etawa dengan memanfaatkan peralatan hibah dari Kemenristekdikti, memberikan pelatihan desain kemasan, pemasaran berbasis Teknologi Informasi dan pelatihan manajemen usaha. Proses pendampingan secara intens dilakukan untuk mendorong kemandirian kelompok secara berkelanjutan. Produk yang dihasilkan berupa sabun susu kambing etawa “Afinda” dipublikasikan kepada masyarakat melalui beberapa media, yaitu pameran/ gelar produk, media online (website, facebook dan instagram), serta leaflet/ brosur. Melalui kombinasi keempat metode pelaksanaan tersebut, program Pengabdian kepada Masyarakat ini dapat memberikan manfaat yang banyak dan berkelanjutan bagi kelompok khususnya dan masyarakat Desa Burno pada umumnya.
PKM Desain Labelling Kemasan Kerupuk Ikan Pada Industri Kecil Menengah di Desa Pesisir Kecamatan Panarukan Kabupaten Situbondo Puryantoro, Puryantoro
Warta Pengabdian Vol 12 No 1 (2018): Warta Pengabdian
Publisher : LP2M Universitas Jember

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (380.73 KB) | DOI: 10.19184/wrtp.v12i1.7337

Abstract

Tujuan dan target yang ingin dicapai dalam PKM ini adalah melakukan pendampingan dan pendidikan pada ndustry rumah tangga kerupuk ikan di Desa Kilensari Dusun Pesisir dapat berkembang dan berekspansi ke usaha yang berskala lebih luas melalui perbaikan kemasan labelling. Luaran yang dihasilkan dari program PKM meliputi dua aspek, aspek produksi dan aspek manajemen. Dari aspek produksi mitra IKM kreupuk ibu Kholifa diharapkan dapat menghasilkan produk baru seperti dengan kemasan labelling. Dari aspek manajemen mitra diharapkan dapat membuat catatan pembukuan usaha yang rapi sesuai standart usaha dan pemasaran. Pengabdian ini dilakukan selama 1 bulan di Dusun Pesisir Desa Kilensari Kecamatan Panarukan. Program ini menghasilkan kerupuk ikan dengan kemasan dan label yang memiliki nilai ekonomis sehingga akan semakin meningkatkan nilai jual kerupuk ikan serta mitra dapat mengetahui cara mengatur manajemen usaha dari segi keuangan dan pemasaran.
Optimalisasi Pertunjukan Festival Kampung Langai Melalui Pelatihan Sistem Tata Kelola dan Kerja Kreatif Hidayatullah, Panakajaya; Artanto, Mei
Warta Pengabdian Vol 11 No 4 (2017): Warta Pengabdian
Publisher : LP2M Universitas Jember

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (900.708 KB)

Abstract

Pada tahun 2015, berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 131, Kabupaten Situbondo ditetapkan sebagai daerah tertinggal. Faktor penyebab utamanya adalah rendahnya Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Dalam kondisi yang krisis, terdapat beberapa kelompok anak muda kreatif yang tergabung dalam beberapa komunitas seni, secara konsisten mereka membangun gerakan kebudayaan melalui kegiatan Festival Kampung Langai (FKL). FKL mempunyai harapan besar dalam mengembangkan potensi lokal (seni dan budaya) masyarakat Situbondo. Secara khusus kegiatan ini diharapkan dapat berkontribusi nyata terhadap masyarakat sekitar. Saat ini FKL telah memasuki tahun ke-4, namun masih banyak permasalahan yang terjadi di lapangan seperti, lemahnya sistem tata kelola pertunjukan, tidak adanya manajemen kerja kreatif (artistik) serta belum ada pengembangan konten yang bersifat lokal. Berdasarkan beberapa permasalahan itulah program pengabdian pemula ini dilaksanakan. Adapun beberapa kegiatan pengabdian yang dilakukan antara lain 1) Pelatihan tentang pengembangan pengetahuan, keterampilan dan keahlian dalam bidang sistem tata kelola pertunjukan berbasis festival secara metodis yang nantinya dapat mengembangkan proses kreatif dalam acara FKL.; 2) Pelatihan tentang pendalaman seni dalam wilayah kerja kreatif. Mencakup pelatihan teknis dan konseptual tentang proses kreatif penggarapan karya seni. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa melalui kegiatan pelatihan tentang sistem tata kelola dan kerja kreatif, FKL ke-4 telah mengalami beberapa peningkatan seperti sistem tata kelola seni berbasis komunitas dan masyarakat yang lebih baik, pengembangan konten pertunjukan yang lebih variatif dan mengarah pada revitalisasi seni tradisi masyarakat serta meningkatnya apresiasi masyarakat. Kata kunci: optimalisasi, festival Kampung Langai, tata kelola, kerja kreatif
Selembar Motif Berbicara: Lomba Desain Batik Motif Kopi 2017 WARDANI, DYAH PURWITA
Warta Pengabdian Vol 12 No 1 (2018): Warta Pengabdian
Publisher : LP2M Universitas Jember

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (675.734 KB) | DOI: 10.19184/wrtp.v12i1.7302

Abstract

Kopi menjadi salah satu tema yang masuk ke dalam Rencana Induk Penelitian Universitas tahun 2016-2020. Dalam rangka meningkatkan riset tentang kopi, maka diadakannya JICC (Jember International Coffee Conference) pada tanggal 9-11 November 2017. Kegiatan ini merupakan kerjasama antara Pemerintah daerah Bondowoso dan Universitas Jember. Selain mendeklarasikan diri sebagai republik kopi, Bondowoso juga sedang menggalakkan industri kreatif dalam bidang batik. Kegiatan IPTEK yang kami kerjakan dalam upaya ikut mensukseskan JICC serta untuk meningkatkan daya saing batik Bondowoso. Lomba ini bertujuan untuk menjaring desainer motif batik nasional yang bisa diimplementasikan pada produk pengrajin batik khas Bondowoso dengan mengangkat keseimbangan antara kekayaan flora, fauna, dan aktivitas sosial yang berkaitan dengan kopi. Selain itu, menonjolkan desain kopi pada batik khas Bondowoso salah satu cara promosi daerah yang akan berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat khususnya para pengrajin batik. Selain membantu eksistensi Bondowoso di kancah nasional, kegiatan ini juga merupakan upaya Universitas Jember untuk mengangkat kopi yang notabene sumber hidup masyarakat di sekitar universitas ke ranah masyarakat internasional.
IbM Peningkatan Kualitas Produk Kue Bagiak Kelompok Umkm Makanan Khas Banyuwangi Di Kabupaten Banyuwangi Susanti, Herdiana Dyah; Prisilia, Haliwanti; S, Endang
Warta Pengabdian Vol 11 No 4 (2017): Warta Pengabdian
Publisher : LP2M Universitas Jember

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (768.83 KB)

Abstract

Program IbM ini bertujuan untuk meningkatkan pendapatan, dan peningkatan perekonomianUMKM mitra dengan mengurangi produk cacat yang dihasilkan, meningkatkan kemampuan dan pengetahuan mitra tentang pengendalian kualitas produksi dan manajemen pengelolaan usaha mulai dari bahan baku, pengawasan mutu bahan baku, sampai strategi pendistribusian produk yang komersial. Permasalahan utama yang dihadapi oleh mitra yaitu UMKM Sherly dan UD. Slamet Jaya yaitu : rendahnya efektifitas dan produksi dengan kapasitas produksinya, proses penjemuran kelapa yang masih bergantung pada sinar matahari serta proses pencampuran adonannya yang masih manual, rendahnya kemampuan usaha makanan jadi dalam penguasaan teknologi proses produksi. Metode yang digunakan dalam program IbM ini adalah 1) Pelatihan dan Pembinaan, 2) transfer Inovasi Teknologi Tepat Guna, 3) Monitoring dan Evaluasi  (MonEv) Kegiatan terjadi peningkatan  efisiensi produksi,kualitas produk dan kapasitas produksi bagiak pada  UMKM  dengan inovasi mesin oven pengering kelapa dengan penurunan kerusakan produksi bagiak, dan mesin mixer dengan peningkatan kualitas hasil produksi bagiak.Dengan adanya pelatihan di bidang pengendalian kualitas produksi dan manajemen pengelolaan usaha dapat memperkaya wawasan dan menambah pengetahuan bagi pengusaha UMKM, sehingga dapat memberi nilai tambah untuk inovasi produk dari UMKM-UMKM tersebut.
IbM Pengrajin Anyaman Rotan di Kabupaten Jember: Upaya Peningkatan Kualitas dan Kuantitas Produksi OKTARIANTI, Rike
Warta Pengabdian Vol 12 No 1 (2018): Warta Pengabdian
Publisher : LP2M Universitas Jember

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (341.338 KB) | DOI: 10.19184/wrtp.v12i1.7309

Abstract

Salah satu  industri kecil yang berkembang di desa Muktisari, kelurahan Tegal Besar, kecamatan Kaliwates, dan desa Mlokorejo-kecamatan Puger, kabupaten Jember adalah industri kerajinan anyaman rotan. Usaha tersebut masih berskala industri rumah tangga, namun mampu memberdayakan warga sekitarnya terutama kaum ibu. Permasalahan yang dihadapi oleh kedua mitra tersebut adalah tidak tersedianya peralatan yang memadai dalam mendukung produksi baik pada tahap persiapan maupun pada proses perakitan. Sehingga berdampak pada jumlah dan kualitas produksi tidak optimal. Berdasarkan permasalahan yang dihadapi oleh kedua mitra tersebut, maka program IbM ini bertujuan untuk mengimplementasikan teknologi tepat guna dan tepat sasaran berupa bantuan mesin serut dan irat rotan serta pelatihan dan pendampingan desain anyaman rotan. Hasil monitoring dan evaluasi yang dilakukan, menunjukkan dampak positif yang cukup signifikan terhadap kuantitas dan kualitas produksi anyaman rotan dibandingkan sebelum ada kegiatan IbM. Implementasi teknologi tepat guna dan tepat sasaran untuk berupa mesin/alat serut dan irat rotan mampu meningkatkan produksi anyaman rotan dari 500 per minggu bisa meningkatkan kuantitas menjadi 2 kali lipat sekitar 1000 per minggu. Kualitas anyaman rotan juga menunjukkan perbaikan ditunjukkan dengan jumlah anyaman rotan yang dikirim ke pihak eksportir lebih dari 85% bisa lolos memenuhi standar ekspor.
Pemanfaatan Limbah Produksi Mebel Menjadi Alat Permainan Edukatif dengan Pemasaran Berbasis Website di Desa Kemuning Lor Jember Tahun 2017 Khutobah, Khutobah; Budyawati, Luh Putu Indah; Finali, Zetti
Warta Pengabdian Vol 11 No 4 (2017): Warta Pengabdian
Publisher : LP2M Universitas Jember

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (498.667 KB)

Abstract

Pengabdian ini secara umum bertujuan untuk (1) perubahan mindset pengerajin mebel pada limbah yang dihasilkan, yang awalnya hanya digunakan sebagai kayu bakar dan tidak ada nilainya agar bisa menjadi sesuatu yang bernilai jual tinggi; (2) Peningkatan penjualan alat permainan edukatif dengan melakukan promosi penjualan berbasis website; (3) Dihasilkannya beberapa alat permainan edukatif dari limbah hasil produksi mebel; (4) Terpublikasinya hasil program pengabdian masyarakat yang berjudul “Pemanfaatan Limbah Produksi Mebel Menjadi Alat Permainan Edukatif dengan Pemasaran Berbasis Website”. Dalam upaya mengatasi kesulitan yang dialami mitra, yakni Bapak Galuh pemilik toko Little Toys sebagai distributor APE dan Bapak Hosliyanto Pengerajin mebel, solusi yang ditawarkan adalah dengan memberikan pelatihan pembuatan website dan strategi pemasaran melalui maraketplace untuk promosi secara online bagi distributor APE dan kegiatan pelatihan daur ulang limbah produksi mebel menjadi APE bagi pengerajin mebel di desa Kemuning Lor. Metode yang digunakan dalam pendekatan kegiatan tersebut adalah pendampingan bagi pembuatan website dan pelatihan pembuatan APE dari limbah produksi mebel bagi pengerajin mebel.
Peningkatan Pendapatan Pelaku Usaha Warung Wedang Kopi Desa Karangsari Kecamatan Sukodono Kabupaten Lumajang Adhania, Lhery Swara Oktaf
Warta Pengabdian Vol 12 No 1 (2018): Warta Pengabdian
Publisher : LP2M Universitas Jember

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/wrtp.v12i1.7465

Abstract

Kopi merupakan salah satu minuman lokal masyarakat Indonesia yang diminati dari segala kalangan yang mempunyai ciri khas rasa dari tiap-tiap jenis kopi. Kopi merupakan produk perkebunan yang berlimpah di wilayah Indonesia. Berdasarkan data dari Dinas Pertanian Kabupaten Lumajang, bahwa untuk tahun 2017, produktifitas kopi di wilayah Kabupaten Lumajang untuk jenis kopi robusta (robusta coffee) sebanyak 490 kg/ha, sedangkan kopi arabika (arabica coffee) sebanyak 570 kg/ha (Dinas Pertanian, 2017). Potensi komoditi kopi yang besar dan kebiasaan masyarakat Kabupaten Lumajang memunculkan banyak usaha warung kopi. Dari yang sekelas warung pinggir jalan sampai dengan sekelas kafe. Kegiatan usaha tersebut  merupakan bentuk kegiatan usaha mikro masyarakat. Terdapat beberapa permasalahan UKM, baik permasalahan SDM, produksi maupun pemasaran. Termasuk permasalahan dalam pemberian label pada kemasana produk sebagai identitas usaha. Metode pelaksanaan yang digunakan meliputi tahapan: observasi, wawancara, pendampingan dalam mendesign kemasan dan varian rasa, serta monitoring dan evaluasi. Lokasi pengabdian berada di Desa Karangsari Kecamatan Sukodono Kabupaten Lumajang, yaitu warung wedang kopi milik Sdr. Bagus Heri P. Pengabdian masyarakat ini dilaksanakan selama kurang lebih 2 (dua) bulan dari sejak observasi awal sampai dengan penulisan laporan pengabdian masyarakat. Hasil pelaksanaan pengabdian masyarakat ini bahwa telah terdapat label kemasan wedang (minuman) kopi sebagai bentuk identitas warung wedang kopi Desa Karangsari Kecamatan Sukodono Kabupaten Lumajang milik. Selain itu juga terdapat penambahan varian rasa minuman. Hal ini meningkatkan pendapatan harian atau omzet penjualan dari Rp. 100.000,-/hari menjadi Rp. 150.000,-.